Andalan
Diposkan pada Journey

Goresan Raja Thailand yang Tersembunyi – Curug Dago

Nama Curug Dago mungkin tak sefamiliar dengan Dago itu sendiri. Dago merupakan salah satu image kota Bandung. Tak lengkap rasanya kalau ke Parits van Java tapi tak ke Dago. Outlet-outlet distro kelas atas, car free day setiap ahad menarik pelancong untuk bercengkerama lebih dekat dengan kota ini. Jalan Dago (Ir. H Djuanda) pun tak jauh dari pusat pemerintahan Jawa Barat, Gedung Sate.

Bagaimana dengan Curug Dago? Waktu suami pertama kali membicarakan Curug Dago, aku yang bukan asli Bandung, setengah sangsi.

“Masa ada air terjun di Dago,” kataku.
“Belum tahu, dia” jawab suamiku enteng.

Kalau aku bilang, Curug Dago sangat tersembunyi. Untuk ke sini dibutuhkan mata jeli. Jalan masuknya merupakan cor yang hanya cukup sisipan dua motor. Itupun terkadang salah satu sepeda motor harus mengalah. Batas jalan sebelah kiri pagar, sebelah kanan lahan yang cukup dalam sekitar dua meter. Kalau terjatuh, lumayan banget kan. Pun begitu setelah belok, kalau tak awas bisa-bisa kita kebablasan ke kampung yang ada di atasnya.

Plang-plang penunjuk lebih menonjolkan situs atau cagar budaya dibanding curug itu sendiri. Itulah, kalau tak mau bertanya, mungkin kita akan kepayahan menemukan curug atau air terjun ini.

Situs Apa Curug?
Aku sendiri justru lebih penasaran dengan situsnya. Kalau diingat-ingat dalam sejarah, di Bandung sepertinya tak ada kerajaan. Lalu situs apa ini?

“Sudah lihat situsnya?” tanya suami. Karena Namiya tidak mau turun dan asyik bermain, jadilah saya dan Oziel turun berdua.
“Yang di dalam rumah merah ya,”
“Iya, kemarin pas Raja Thailand mangkat ditaruh bendera di situ.”

Pantas saja tadi ada bendera Thailand di situ. Aku pikir ada turis dari Thailand dan sengaja meletakkan bendera di atas batu. Ternyata goresan atau coretan di batu yang dinaungi rumah sederhana bercat merah itulah situs Curug Dago. Peninggalan Raja Thailand Chulalongkom II (Rama V) yang sempat mampir ke Bandung abad ke 18. Ditulis dalam Huruf Siam sekitar tahun 1896, kemudian diikuti kunjungan kedua pada tahun 1901.

Dikutip dari wisatalova.com, prasasti ini bertuliskan paraf dan tahun Rattanakosin, Era 120 (Bangkok). Pada batu yang lain terdapat ukiran nama Raja Prajadipok atau Raja Rama VII yang berkunjung tahun 1929.

Konon, di Thailand, seorang raja akan menuliskan namanya di batu ketika tengah bersemedi. Lokasi curug ini memang tersembunyi dan bahkan dikenal angker karena kesenyapannya. Aku pun tak berani lama-lama di bawah apalagi hanya dengan si kecil.

Air terjunnya sendiri memiliki ketinggian 12 meter terjun bebas dari aliran Sungai Cikapundung yang nantinya membelah Kota Bandung dan menjadi salah satu anak Sungai Citarum. Ciri khas kawasan curug adalah alamnya yang masih asri di ketinggian 800 mdpl. Pepohonan hutan yang masih mendominasi dan jauh dari hiruk pikuk kota. Waktu aku datang, airnya keruh kecoklatan padahal tidak hujan. Aliran sungainya juga terdapat sampah. Katanya sih sudah terjadi kerusakan lingkungan di bagian hulu. Sayang sekali ya, padahal alam sebagai anugerah Tuhan untuk bumi Indonesia sudah sepatutnya untuk kita jaga dan lestarikan.

Curug Dago juga merupakan bagian dari Taman Hutan Rakyat (Tahura) Ir. H. Djuanda. Untuk mencapai lokasi ini, lebih banyak yang trekking via Tahura daripada langsung ke Curug Dago. Destinasi ini pun tak terlalu ramai meski kami datang pas liburan. Malah banyak anak-anak kampung di sekitar curug yang bermain di sini. Karena akses ke tempat bermain memang gampang dan tak berpagar layaknya masuk objek wisata. Lokasi bermain dan untuk ke curug juga persis di tepi gang masuk kampung.

Fakta: Kesan angker berasal dari lokasi yang terpencil dan senyap sekaligus tersembunyi. Berada di tepi sungai dan masuk hutan.

Untuk ke air terjun harus masuk hutan dan melalu jalur berundak. Sayangnya, undakannya terlalu tinggi untuk melangkah. Jadi cukup ngos-ngosan waktu naik karena harus mengangkat tinggi-tinggi. Tak perlu khawatir, meski begitu undakan sampai lokasi sudah dari semen asal hati-hati tak akan kepleset. Tapi pas sudah sampai di atas bingung mau duduk dan beristirahat dimana. Pilihannya ada di teras di pinggir area bermain anak. Itupun kotor dan agak lembab jadi harus dibersihkan dahulu dan dialasi kembali dengan tisu bekal dari rumah. Nguing… nguinggg… nyamuk akan menemani kita 😀

Fasilitas standar seperti toilet sudah ada kok. Kalau lapar habis terkuras energinya mengunjungi curug, ada warung makan milik penduduk di sini. Sederhana dan menunya memang lokal seperti karedok, gado-gado, dan lotek. Tersedia juga menu andalan mie instan dan baso. Saat beristirahat di warung ini pun tak ramai justru yang mampir makan adalah warga sekitar yang pulang dari berladang. Uniknya di dalam sebelah pojok warung, pemiliknya membakar kayu tapi hanya asap yang keluar untuk mengusir nyamuk.

So, liburan kali ini bagi Namiya sangat menyenangkan sampai tidak mau pulang karena diajak pemiliknya melihat ikan di balong belakang warung. Dia mempunyai banyak teman baru, dari yang seumuran, cucu pemilik balong, maupun para remaja yang tadi bermain bersama di area bermain. Liburan, bagi kami orang tuanya mungkin lebih sekedar refreshing dari rutinitas ibu rumah tangga seperti saya atau melepas beban kerja bagi suami. Nah, musim liburan bagi anak-anak artinya “main” dan mereka bisa mengeksplorasi lebih banyak tentang alam.

Pelajaran sehari di Curug Dago adalah lebih dekat dengan alam dan bersosialisasi dengan orang lain. Tapi, ngomong-ngomong mencari teman baru, anak-anak lebih gampang mendapat teman daripada kita lho. Mereka saling melihat, bermain di wahana yang sama, tahu-tahu sudah main bareng. Sebagai ibu, kita harus tanggap, tidak hanya membiarkan main bersama.

“Sudah kenalan, belum? Namanya siapa? Kakak cantik ya, dan bla bla bla….”

Bagaimana ibunya memulai pembicaraan, tersenyum terhadap orang yang tidak dikenal, anak-anak melihat itu, dan pasti merekam dalam memori dalam golden age mereka. Kalau melalui buku, anak-anak termasuk kita belajar dari pengalaman orang lain. Di sini kita belajar dari pengalaman sendiri. Seru sekali kan ya.

Tips: Siapkan fisik dan sediakan lotion anti nyamuk. Boleh juga kalau mau alas duduk seperti tikar atau koran bekas.

Kalau Mau Ke Sini?

Alternatifnya, bisa trekking via Tahura, masuknya dari Tahura Ir. H. Djuanda (Dago), parkir kendaraan roda empat lebih nyaman. Atau langsung ke sini. Dari Terminal Dago, belok kiri (ke bawah) kalau ke atas ke Tahura. Pelan-pelan saja, pas turunan tajam lihat ke kiri ada plang Situs Curug Dago kecil. Ikuti jalan kecil yang saya ceritakan di atas sampai pertigaan belok ke kanan (turun ke bawah). Kalau membawa motor bisa dititip disamping loket. Kalau nyali oke, bisa sampai bawah kok. Lokasi masuk Curug Dago di sebelah kiri persis sebelum jembatan ya.

Alamatnya: Jl. Dago Pojok, Dago, Coblong, Kota Bandung. HTM sama dengan Tahura Rp 15.000,00 (kalau tidak salah) karena waktu itu tidak diberi karcis dan ditambah parkir.

Alternatif: bagi yang berkendaraan umum bisa naik ojek atau jalan kaki dari Terminal Dago. Kalau yang membawa roda empat tidak ada tempat parkir.

Kalau google kasih 4 dari 5 bintang, saya beri 3.5. Coba berkunjung ke sini juga, yuk!

*Foto-foto dokumen pribadi kecuali Situs Curug Dago diambil dari wisatalova.com
**Artikel ini diambil dari blog pribadi yang lain karena akan dihapus dan sudah ditayangkan pada 5 Januari 2018

Iklan
Andalan
Diposkan pada blog competition, Teknologi

Tidak Sekedar Menulis, Lakukan Lebih dengan ASUS VivoBook Flip TP410

Kenapa aku menulis? Aku ingin siapa yang membaca tulisanku mendapatkan inspirasi. Alangkah bersyukurnya jika mereka bisa do something atau don’t something. Namun untuk bisa mencapai misi tersebut tentunya aku harus terus meningkatkan dan mengasah kemampuan menulis.

Selain banyak melahap buku atau bacaan, cara menambah skill yang lain adalah menantang diri dengan mengikuti berbagai lomba penulisan atau blog competition. Kadang aku memang tidak menguasai tema yang diperlombakan tapi justru disitulah tantangannya. Walau dari awal peluang menang sangat kecil tapi aku mencoba melampaui batas diri. Sebab keluar dari tema zona nyaman akan menambah wawasan dan justru membuatku banyak membaca referensi.

Ketika aku instropeksi tulisan di blog justru tulisan di luar comfort zone malah yang bisa keluar jadi salah satu pemenang. Berbanding terbalik dengan tema yang erat dengan sehari-hari seperti parenting atau traveling justru aku sering gagal. Padahal mungkin bisa dibilang aku lebih familiar karena erat dengan tema keseharian tersebut. Over percaya diri ini bisa dikatakan menjadi bumerang karena menjadi sok tahu dan tidak mau belajar.

Di sisi lain dengan sering mengikuti blog competition aku akan sering mengintip para langganan juara. Sebut saja Bang Joe Candra dan Bunda Yuni Andriyani yang visualnya kece abis. Aku? Yup, masih mengandalkan konten dan baru masuk memperbaiki grafis. Ketinggalan bukan? Namun, ada pepatah tak ada kata terlambat untuk berbuat lebih baik.

Alasan yang seharusnya tak boleh dijadikan justifikasi atau pembenaran yang sering kugunakan yang pertama adalah rempong karena mengurus dua balita tanpa pengasuh. Namun, suami selalu menegur jika aku beralasan ini. Sebab, jika kita bertindak lebih cepat tentu saja akan selesai lebih cepat dan bisa memperbagus tulisan sebelum deadline. Sementara aku kerap baru menulis jelang batas akhir pengiriman lomba. Hasilnya bisa ditebaklah tulisan yang terburu-buru. Akhirnya jadi artikel penggembira saja.

Kedua, kemampuan design grafis yang terbatas. Kalau dulu waktu kuliah software yang bisa digunakan untuk mengolah grafis yang aku kenal misalnya coreldraw, photoshop, moviemaker yang “makan waktu”. Namun, sekarang sudah banyak aplikasi design grafis yang gampang dan sederhana misalnya Canva atau photo editor. Ya, memang sih kalau ingin hasil terbaik ya modal meningkatkan kemampuan lagi dan waktu. Jika harus belajar lagi ditengah sempitnya waktu rasanya belum memungkinkan. Lagi-lagi suami akan menyemprot jika aku beralasan anak membatasi waktu untuk belajar lebih baik.

Ketiga, gadget yang mumpuni. Aku mengandalkan smartphone untuk ngeblog. Bukan karena tak mempunyai laptop. Ada sih notebook dari tahun 2012. Dulu pertimbangan beli karena emang dari awal dipikirnya karena cuma buat kepentingan menulis saat bekerja di salahsatu media. Jadi spesifikasinya pun simpel. Ketika memutuskan menjadi fulltime mom terlebih dahulu, dunia digital rasanya kejam sekali. Ia berkembang begitu pesat meninggalkan jauh di belakang siapa saja yang tak siap. Blog pun tak lagi sekedar tulisan tapi tampilan visual menjadi elemen penunjang yang kerap bahkan hampir selalu dijadikan salahsatu bobot penilaian dan bahan pertimbangan menilai suatu blog. Konten visual yang menarik juga lebih memikat pembaca untuk berlama-lama mengunjungi suatu blog.

Kebayang notebook yang sudah berusia dua tahun lebih tua dari anak sulungku itu, sekarang sudah lemot dan mungkin sudah saatnya pensiun. Memang sudah jarang digunakan kecuali mengetik sesuai tujuan pertama dibeli. Jangankan membuat grafis, baru buka photoshop sekian detik sudah lemot. Untuk menyetel musik baru lima menit sudah seperti kaset nglokor boro-boro buat mengedit video. Begitu juga saat membuka internet baru berapa menit sudah tidak bekerja dalam kecepatan optimal. Ya memang sih karena spek-nya tidak digunakan untuk mengolah ide kreatif dalam bentuk visual.

Pernah sih gara-gara tampilan visual ini suatu waktu aku mutung dari blog competition apalagi jika sudah banyak share di media sosial. Yes, sudah minder duluan. Tapi, suami selalu memberi semangat. Blog competition tidak melulu keluar menjadi juara tapi pengalaman menulis itu yang penting. Jam terbang yang tinggi membuat tulisan akan semakin matang dan menemukan gaya tulisan serta mendekatkan ke misi menulis.

#2018GantiLaptopAsus

#2018GantiLaptopAsus

Tidak hanya smartphone yang berkembang cepat, demikian juga dengan laptop. Jika sekitar tahun 2008 dalam suatu seminar di kampus baru diwacanakan laptop yang bisa dilipat dan digulung-gulung sekarang sudah menjadi kenyataan. Ingat waktu itu hampir semua peserta yang umumnya mahasiswa terkesima dengan presentasi tersebut. Termasuk aku yang begitu takjubnya. Apalagi jika bisa memilikinya ya kan?

Nah, Asus telah menghadirkan Vivobook Flip TP410. Namanya saja sudah keren apalagi kenyataannya dijamin bikin ngiler. Aku mau banget laptop ASUS ini jadi laptopku. Benar-benar sudah saatnya ganti laptop nih. Btw, ngapain sih ibu rumah tangga harus menggunakan laptop?

  • Untuk kepentingan belajar dan meningkatkan kemampuan membuat konten kreatif karena ya saat ini kemampuan menulis saja tidaklah cukup. Untuk mempermudah editing gambar atau video bahkan menulis, aku sendiri sebenarnya lebih nyaman menggunakan laptop dibanding smartphone. Ukuran layar yang lebih besar membuat daya jangkauan mata lebih luas dan memperkecil typo. Saat ini ukuran layar smartphone yang aku pakai 5.5 inchi bagi ukuran handphone tentu besar tapi jika dibandingkan dengan layar 14 inchi? ASUS Vivobook Flip TP410 merupakan laptop convertible pertama yang datang dengan layar 14 inchi dengan tampilan ultra-tipis berfitur NanoEdge bezel yang memaksimalkan ukuran layar plus meminimalkan ukuran body-nya yaitu dengan frame yang memiliki ukuran laptop 13 inchi.

TP410_06

  • Ibu masa kini harus melek gadget dan digital. Sebab, sebagai seorang ibu dengan dua krucil yang mulai antusias dengan gadget aku harus bijak. Laptop bisa menjadi sarana edukasi positif terhadap anak. Dengan laptop kita bisa lebih mengatur jarak antara mata dan bentangan layar. ASUS Vivobook Flip TP410 ini bisa menjadi 4 mode lho yaitu media stand, powerful laptop, responsive tablet, dan share viewer. Jadi bisa diatur-atur mode yang paling nyaman dengan anak. Ya, namanya juga anak kadang suka penasaran ikut mencet ini itu. Kadang malah main jembreng begitu saja antara keyboard dan layar bisa dalam satu garis lurusDengan kelebihan ini ibu dan anak pun makin senang belajarnya ya kan? Mendampingi anak bermain gadget sejak kecil ini sebagai benteng ketika dia sekolah dari pengaruh negatif gadget lingkungan yang mungkin luput dari kita.

TP410_25.jpg

  • Tampil stylish. Keuntungan jadi blogger adalah walaupun kita ibu rumah tangga tapi tidak melulu bergelut dengan anak, suami, dapur, dan beres-beres rumah. Sesekali aku akan menghadiri event. Walaupun bukan di depan client,  ASUS Vivobook Flip TP410 bakal mencuri perhatian dengan design-nya yang tipis, ramping, dan ringan tentu saja elegan. Bobotnya hanya 1,6 kilogram dan ketebalannya hanya 1,92 sentimer. Tentu saja adanya laptop ini untuk mengoptimalkan karya misalnya live tweet atau mencatat point bukan untuk sekedar nggaya. Selain itu, aku juga pegiat Kelas Inspirasi di Kota Bandung dan kampung halaman di Klaten. Saat mengenalkan dunia blogging aku selalu menggunakan laptop. Dengan laptop seadanya dan kadang meminjam adik ketika di Klaten yang sudah duluan memakai ASUS, anak-anak sekolah dasar sudah begitu excited. Pastinya mereka bakal lebih antusias jika laptop ini terpampang di depan kelas sehingga bisa lebih menginspirasi mereka menulis. Jadilah, generasi Indonesia yang melek baca dan tulis yang tentu saja memajukan dunia literasi bangsa.

TP410_15

Oya, laptop ASUS Vivobook Flip TP410 sudah dilengkapi dengan fingerprint sensor. Karenanya, mengutip Mbak Uniek, laptop ini mendukung fitur Windows Hello yang umumnya hanya hadir di laptop kelas atas. Dengan Windows Hello, pengguna bisa sign-in ke Windows 10 yang terinstalasikan dengan laptop ini hanya dengan sentuhan jari. Faktor keamanan juga semakin meningkat. Aku saja yang ibu rumah tangga semakin ingin ganti laptop dech akhir tahun ini. Apalagi jika masih kuliah, kerja di bidang kreatif, memiliki toko online pasti kehadiran laptop ini akan semakin memudahkan pekerjaan sehari-hari. Gimana dengan Kalian, setuju ga Temans?

Untuk harganya dibandrol mulai 6,899 juta rupiah sebanding dengan kinerjanya yang responsif kalau menurutku. Jika memang sudah memantapkan niat untuk terjun ke dunia kreatif maka pemilihan laptop mau tidak mau tidak boleh sembarangan karena mempertaruhkan produktivitas. Masih ragu atau kurang yakin dengan kehandalan laptop beresolusi tinggi dan kaya warna ini? Simak video T Short Review berikut atau langsung kunjungi laman ASUS VivoBook Flip T410UR.

20180907_1723131446248899.jpg

Dengan Laptop ASUS baru, aku berharap bisa lebih produktif berkarya terutama menulis baik blog maupun kembali menulis buku kedua yang tertunda seperti slogan ASUS seri ini, Powerful Productivity, Expansive Visuals. Kemudian, semakin berkah dan impian menulis untuk menginspirasi dan berbagi pengalaman/ilmu pengetahuan termasuk lewat Kelas Inspirasi agar orang lain lebih baik tercapai. Insya Alloh, dengan menulis dan berbagi menjadi orang yang dilebihkan derajatnya. Sesuai janji Alloh dalam Quran Surat Mujadilah (58) ayat 11, “Niscaya Dia akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Amiin…

Terima kasih buat suami yang selalu mendukung dan memotivasi aku selalu lebih baik. Kalau pulang kerja dan aku sedang berjibaku mengejar deadline lomba, dia akan membantu mengasuh duo krucil. Jadi aku bisa fokus menyelesaikan draft. Seperti kata motivator Merry Riana, selesaikan apa yang sudah kamu mulai!

Semoga artikelnya bisa membantu memberi gambaran tentang ASUS VivoBook Flip 14 T410 ya dan mengompori untuk ganti laptop ASUS. Jangan lupa tinggalkan komentarnya nanti akan dikunjungi balik. Terima kasih ^^

ASUS Laptopku Blogging Competition by uniekkaswarganti.com

banner vivobook-flip-TP410-blog-competition

Andalan
Diposkan pada Journey

Menaklukan 18 Kelokan – Curug Cimahi

Kabut mulai turun. Air sisa curahan hujan terkadang masih jatuh mengenai kulit. Hawa dingin mulai merambah. Suhu di kawasan dengan ketinggian sekitar 1.000 mdpl ini berkisar 20 derajat celcius

Bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya, pasti sudah familiar dengan Curug Cimahi. Terjunan air ini berasal dari Sungai Cimahi yang berhulu di Gunung Burangrang. Meski letaknya di pinggir jalan raya Kolonel Masturi kawasan hutannya sangat asri. Begitu masuk, kita berasa di rimba dengan alunan nada alami. Tongeret dan sahut-sahutan monyet liar. Dedaunan bergesek terembus angin. Tak terdengar bising kendaraan. Yang ada hanyalah simfoni alam. Ibarat surga yang tersembunyi dibawah jalan raya.

Air yang jatuh dari ketinggian kurang lebih 87 meter ini seakan memanggil-manggil agar kaki cepat-cepat melangkah. Namun, untuk sampai ke bawah kita harus melewati 18 kelokan dengan 587 titian tangga. Tidak usah buru-buru, ada dua dek tempat kita bisa rehat memandang eksotisnya kawasan air terjun yang dikelola Perhutani Bandung Utara ini. Ada juga beberapa spot gasibu untuk meluruskan kaki sejenak.

Jangan lupa, menghirup oksigen sebanyak-banyaknya agar tubuh kita fresh kembali. Udara di sini masih murni tak seperti di perkotaan yang sudah mulai kotor akibat karbonmonoksida, sisa pembakaran kendaraan bermotor. Belum bagi yang tinggal di kawasan pabrik dengan polutan yang tak bisa dihindari.

Fakta: Nama curug diambil dari nama sungai. Lokasi Curug Cimahi berada dalam wilayah Kabupaten Bandung Barat bukan Kota Cimahi

Mengenal Alam Sejak Dini

Tujuan utama kami ke sini adalah sengaja membawa piknik duo krucil yang masih balita agar lebih dekat dengan alam. Di Kota Bandung, sudah langka dijumpai spot-spot natural kecuali di pinggirannya. Di sini adalah surga mengembangkan kemampuan naturalist. Kemampuan memahami dan memanfaatkan lingkungan.

“Suara apa itu, Ibu? Ini apa, Ibu? Ada pohon apa itu, Ibu? Itu apa, Ibu?…” Rasa ingin tahu Namiya langsung keluar.

Meskipun yang kecil belum bisa berbicara seperti kakaknya, Oziel tak kalah penasarannya, ia langsung merosot minta turun dari gendongan. Ingin melalui anak tangga sendiri. Tangannya mulai menyentuh ini itu, sesuatu yang jarang sekali ditemui di tempat tinggal kami di kota.

Peran ayah dan ibu di sini sangat penting. Sabar menjawab setiap pertanyaan termasuk mengenalkan ini itu terhadap mereka. Sehingga seimbanglah pengetahuan mereka. Bahwa alam juga bagian kita. Termasuk menunjukkan kabut yang mulai menutupi kawasan ini.

Sayangnya, waktu kami datang air berwarna kecoklatan. Mungkin karena habis hujan atau bisa juga di daerah hulunya tengah hujan. Saya pun takut bercebur. Hanya puas memandang dari atas kelokan terakhir. Sampai akhirnya, suami memastikan tidak apa-apa turun ke bawah dan saya bersama duo krucil mengikut, memandang air terjun dari jembatan kayu. Saya tetap tidak mau turun ke aliran air. Padahal menggoda sekali bermain air di sini. Apalagi cipratan air seolah mencolek-colek. Namun, saya terlalu parno dengan berita banjir bandang akhir-akhir ini. Bagaimana kalau tiba-tiba, saat kami tengah asyik, air bah datang. Di lokasi lembah seperti ini kecil kemungkinan untuk selamat. Apalagi ada dua nyawa amanah yang harus saya jaga. Akhirnya, saya hanya terus menatap ke atas asal air terjun.

Gerimis turun, saya makin panik dan mengajak suami segera ke atas. Apalagi ada papan pengumuman kalau hujan deras, selain tidak boleh turun ke sungai, pengunjung juga harus segera naik.

Pelajarannya, jangan ke air terjun saat musim penghujan. Terlalu banyak khawatir malah jadi tidak bisa menikmati waktu bersama alam yang langka.

Meski tidak bisa berbasuh di sungai, di tebing-tebing pinggir anak tangga banyak mata air yang menetes lho. Ini mengobati saya yang tidak menyentuh air di bawah. Airnya jernih dan sensasi dinginnya seakan menembus pori-pori. Saya dan anak-anak, riang menyiramkan air ke beberapa anggota badan.

Sampai di atas ada dua bapak-bapak yang sedang bersiul-siul aneh. Tak lama datanglah segerombolan monyet liar. Sang bapak yang lebih tua disebut pawang oleh yang lebih muda sedang melemparkan sisa-sisa makanan dan buah-buahan. Kera makan dengan lahap. Bahkan ada monyet kecil masih merah dalam dekapan indungnya. Oziel yang gemes bisa cekikikan sendiri.

Tips: Yang perlu dipersiapkan kalau ke sini adalah fisik.

Hujan turun. Sembari menunggu reda, kami makan di warung sekitar parkiran. Ada prasmanan dan menu terlezat di pegungan, mie instan dan secangkir kopi instan. Diiringi gemericik hujan, mie instan ini sangat yummy.

Hari hujan membuat air terjun tutup lebih awal. Kata pemilik warung, biasanya bisa sampai jam delapan. Malam-malam ngapain ke curug, gelap? Eitss jangan salah karena inovasi Perhutani, air terjun diberi lampu warna-warni sehingga nyala lampunya berefek seperti pelangi. Karenanya, curug ini dikenal juga dengan rainbow waterfall atau air terjun pelangi. Jadi fungsi dek dan bangku-bangku dari karet tadi bisa untuk menikmati ini saat malam hari. Seru!

Nah, menurut ibu warung memang ada pelangi aslinya. Hasil pembiasan cahaya matahari tapi itu jarang terjadi karena sifatnya alam, jadi ya tidak bisa ditebak. Karena masih kepikiran banjir, saya pun bertanya apakah pernah banjir besar. “Airnya segitu-gitu saja, tidak pernah banjir yang besar. Yang rawan itu longsor,” katanya.

Mau kesana?

Kalau dengan kendaraan pribadi, tinggal minta bantuan google maps. Cukup mengetikkan Curug Cimahi akan segera keluar petunjuk arahnya. Curug Cimahi, lokasinya pun persis di pinggir Jalan Raya Kolonel Masturi Cihanjuang Rahayu, Parongpong, Cisarua Bandung Barat, sehingga tidak akan susah menemukannya.

Kalau menggunakan kendaraan umum bisa menggunakan angkot jurusan Ledeng – Parongpong. kemudian ganti dengan rute Parongpong – Padalarang turun di terminal Cisarua. Kunci naik angkot jangan malu bertanya daripada salah jalur. Harga tiket masuk saat kami berkunjung Desember 2017 yaitu Rp 15 ribu/orang dewasa. Parkir sepeda motor Rp 3.000,00.

Ket:

*Foto-foto dokumen pribadi @chidarma

**Artikel sudah ditayangkan versi detik travel “Ini Loh Air Terjun yang Lagi Hits di Bandung Barat” Sabtu, 10 Februari 2018

***Artikel ini pindahan dari blog pribadi yang lain karena akan dihapus dan sudah ditayangkan 02 Januari 2018

Andalan
Diposkan pada Artikel, blog competition

Asian Games 2018 Momentum Menuju Indonesia Maju

Tiada hari tanpa medali emas” slogan yang bersliweran di media selama perhelatan Asian Games 2018 tersebut paling mengena buat saya. Walau saya bukan seorang atlet, tapi semangat, kerja keras, dan pantang menyerah yang ditunjukkan para pahlawan olahraga Indonesia berhasil memompa energi dan darah saya sebagai seorang ibu.

Anthony Sinisuka Ginting yang begitu mati-matian melawan tunggal putra Shi Yuqie dari China dalam final beregu putra badminton. Dia menunjukkan ingin bermain maksimal dan melakukan yang terbaik untuk bangsa ini hingga titik darah penghabisan. Walau emas tak didapat perjuangannya menjadi teladan bahwa kita harus totalitas dan sepenuh hati terhadap profesi apapun yang kita geluti.

Jonathan Christie yang tidak diunggulkan namun berkat usaha dan motivasi karena dukungan rakyat Indonesia tampil optimal dan meraih emas. Semangat juga ditunjukkan Gregori Mariska saat melawan tunggal putri Jepang dalam bulutangkis beregu putri keluar sebagai pemenang berkat keuletannya.

Di Timnas Sepakbola walau gagal lolos ke babak selanjutnya, permainan Lilipaly dan kawan-kawan begitu ciamik. Bangkit dari Hongkong setelah ketinggalan 1-0 berubah unggul 1-3. Indonesia mengejutkan keluar sebagai juara grup. Saat melawan Uni Emirat Arab (UEA) di fase enam belas besar, Indonesia juga ketinggalan terlebih dahulu namun berkat kolektivitas tim mampu menyamakan kedudukan 2-2. Namun, keberutungan saat pinalti dimiliki UEA sehingga kesebelasan garuda muda gagal melaju ke babak perempat final.

Di cabang pencak silat bahkan Indonesia meraih 14 emas dari 16 medali emas yang diperebutkan. Tentu saja itu bukan hanya keberuntungan semata. Tapi dilalui dengan disiplin latihan bertahun-tahun hingga melakukan simulasi pertandingan seperti di Asian Games. Pertandingan pun tak mudah di antaranya harus berlangsung dramatis sebelum meraih podium tertinggi. Olahraga asal Indonesia ini pun bisa menyatukan dua petinggi negeri ini yang sama-sama akan maju dalam pilpres 2019 dalam pelukan Hanifan dan balutan sang saka bendera merah putih. Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Prabowo Subianto.

Masih banyak prestasi atlet yang perlu dibanggakan. Baik yang mendapat emas maupun tidak, ajang olahraga terbesar Asia ini memberikan energi luar biasa untuk semua rakyat Indonesia. Animo yang luar biasa dari anak-anak hingga lansia. Dari sejak diumumkannya bahwa dua kota di Indonesia akan menjadi tuan rumah Jakarta-Palembang, masyarakat semakin antusias saat kedatangan api abadi India yang kemudian dikawinkan dengan api Mrapen kemudian dibawa keliling dalam pawai obor ke 54 kota di Indonesia. Puncaknya saat berlangsungnya Asian Games resmi dibuka pada 18 Agustus 2018 hingga 2 September 2018. Kemeriahan mural-mural di perkampungan di jalanan, gambar maskot Asian Games di berbagai produk sponsor membanjiri masyarakat, hingga dari opening dan closing ceremony yang mengguncang dunia.

Bagi saya pribadi, Asian Games melecut untuk menjadi ibu yang terbaik yang berjuang melahirkan dan menumbuhkembangkan anak hebat. Ayah Jonathan Christie menjual mobilnya demi Jojo ikut kejuaraan bulutangkis dan memberikan asupan nutrisi sejak kecil agar stamina sebagai atlet terpenuhi. Ayah pebukutangkis Fitriani rela berpindah kerja agar dekat dengan mimpi sang putri dan para ibu yang berdoa tiap malam dengan rela ditinggalkan sang anak demi mengharumkan nama negeri. Saya tidak mau kalah dengan mereka. Sebab kita harus berlomba lomba dalam kebaikan. Saya ingin ikut berjuang mjadi ibu yang melahirkan generasi emas negeri ini, bermental sekuat baja.

Ibu nanti aku juga nyanyi di situ ya,” ucap Namiya yang belum genap 4 tahun polos saat bendera merah putih diiringi kumandang lagu Indonesia Raya dikibarkan di Asian Games karena berhasil meraih emas. Bagi saya itu adalah tantangan untuk memfasilitasinya agar lebih baik. Walaupun masa depan ada di tangannya kelak namun sebagai ibu kita mendukung dan berusaha memberi yang terbaik agar ia bisa menjadi “orang”.

Bukan Sekedar “Latah” Gegap Gempita Asian Games

Secara keseluruhan sudah seharusnya masyarakat menjadikan momen ini untuk menjadi maju. Pemerintah, rakyat, dan semua yang terlibat tidak terlena dalam euphoria. Bukan sekedar “latah” layaknya fenomena “om telolet om”.

Penyelenggaraan hingga penuntasan Asian Games ini sendiri menggunakan biaya APBN 2015-2018 sebesar Rp 8,2 Trilyun. Anggaran penyiapan dan pembinaan atlet termasuk bonus sebesar Rp 2,1 T. Investasi sektor konstruksi di Jakarta – Palembang Rp 13,7 T yang sudah disiapkan sejak periode APBN 2015-2018. Sehingga pembiayaan dari pajak rakyat tidak bol disia-siakan.

Gelanggang olahraga kini mulai penuh dengan antusias para anak muda. Lapang-lapang ramai dengan anak sesuai minat olahraga mereka. Ada yang menenteng skateboard, mengayuh sepeda, dan banyak lainnya.

Melihat ini peran keluarga dalam mengarahkan anak sangat penting termasuk pemerintah memfasilitaasi dengan pembinaan usia dini melalui sekolah atau kompetisi di daerah. Karena atlet besar tidak mungkin hanya berlatih 1-2 tahun tapi usaha bertahun-tahun seperti yang dikatakan juara speed climbing Arie Susanti.

Yang harus dicatat, Asian Games bukan hanya milik atlet ada nama tokoh kreatif yang lahir, Wishnutama dan Erick Tohir selaku Ketua INASGOC. Keduanya tak akan berhasil mengordinir massa tanpa ilmu dan pengalaman serta jam terbang yang tinggi.

Dari sini saya belajar untuk melakukan yang terbaik dan totalitas sesuai passion dan peran di masyarakat.

Menjadi Indonesia Maju di Dunia Internasional

Kita rindu Indonesia menjadi negara maju. Menjadi Macan Asia bahkan dunia. Bukan tidak mungkin karena kita memiliki modal kekayaan alam, jumlah penduduk, dan keberagaman. Pada tahun 2019, Presiden Joko Widodo berfokus pada penguatan sumber daya manusia setelah mendorong percepatan pembangunan nasional dan pemerataan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Peningkatan kualitas sdm sudah tidak asing karena bagian dari kampanye gerakan revolusi mental. Strategi lain bekerjasama dengan Jack Ma selaku advisor steering committee Asian Games 2022 di Guangzhou tentang peta jalan e-commerce Indonesia. Pendiri kelompok bisnis Ali Baba Group ini diharapkan bisa mengembangkan sdm dengan mendirikan Jack Ma Institut agar SDM di Indonesia bisa kompetitif terutama di bidang start up. Sehingga bisa mengejar pasar talent yang saat ini menjadi isu pertama di dunia terkait ekonomi digital.

Prestasi dengan menjadi peringkat ke empat dengan total raihan 98 medali harusnya menjadi langkah keep on the track dengan tujuan sebagai negara Macan Asia. Target 16 emas terlampaui menjadi 31 emas, itu bukti Indonesia mau dengan kerja keras dan semangat kebersamaan. Karena lewat olahraga, kita membuktikan:

1. Rakyat Indonesia “Satu”. Waktu dimana Hanifan dalam balutan merah putih mengingatkan kembali bahwa kita adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang tidak boleh terkotak karena perbedaan pilihan. Dengan persatuan akan memperlancar pembangunan nasional di seluruh daerah karena bebas hambatan dalam negeri bebas kepentingan politik.

2. Ekonomi meningkat. Banyak bisnis kreatif berkembang dari jersey, merchandise, kuliner, penginapan, pertukaran mata uang, mengundang investor, dan lain-lain.

3. Panggung menunjukkan “taji” di dunia internasional. Semangat serta rakyat Indonesia yang bersatu mendukung para atlet merupakan bukti bahwa Indonesia adalah bangsa besar bukan milik segolongan suku, daerah, atau agama tertentu. Semangat keberagaman adalah kekuatan yang tidak bisa disepelekan.

4. Mengurangi pengangguran dan mendorong kegiatan positif. Prestasi dan penghargaan yang diberikan pemerintah akan memunculkan tunas baru. Tentu saja tidak semua menjadi atlet. Karena mungkin akan ada yang mau menjadi penyanyi, ada yang ingin menjadi direktur kreatif seperti Wishnutama, bahkan volunteer. Yang semuanya dapat meningkatkan skill, kemampuan bahasa asing, menjauhkan dari narkoba, dan kumpul negatif seperti geng motor.

Untuk mewujudkan seperti itu bisa dimulai di antaranya melalui:

1. Pondasi keluarga hebat. Seperti amanat Permendikbud Nomor 30 Tahun 2017 tentang Peľibatan Keluarga dalam Penyelenggaraan pendidikan.

2. Fasilitas sarana dan prasarana di Sekolah. Dari mata pelajaran olahraga, ekstrakurikuler, maupun penyelenggaraan kompetisi antar sekolah.

3. Iklim lingkungan yang kondusif seperti fasilitas pemerintah misalnya sejak tingkat RW/desa disediakan lapangan khusus olahraga, kompetisi PON daerah/Nasional lewat komite yang berwenang.

Harapannya #MenujuIndonesiaMaju dengan partisipasi dari bawah ke atas. Sebab, regenerasi penting untuk menjaga prestasi. Asian Games sudah berakhir, mari terus jaga energinya, Energy of Asia dan tetap membawa filosofi Bhin-Bhin, Atung, dan Kaka dalam keseharian. Selain itu, fasilitas yang ditinggalkan harus terus dipelihara sebagai persiapan menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

Indonesia Maju, Bisa!

Referensi:

Foto diambil dari laman https://setkab.go.id

Asian Games Itu Indah

Di Bogor, Presiden Jokowi dan Jack Ma Diskusikan Penguatan SDM dan Peningkatan Ekspor ke RRT

Menkeu Sampaikan Besaran Penggunaan APBN Untuk Asian Games 2018

*Alhamdulillah artikel ini diapresiasi oleh Sekretariat Kabinet RI dengan memperoleh Juara 2

Andalan
Diposkan pada Journey

Bukan “Amazon”, Ini Kali Oyo – Kebun Buah Mangunan

Oyo1

Entah mengapa saat melihat meander di bawah sana, aku langsung teringat liukan Sungai Amazon. Sungai terpanjang kedua di dunia yang melintasi lima negara. Memang belum pernah ke Amerika Selatan sih tapi dari gambaran di televisi atau foto mungkin begitulah aku menggambarkan versi kecil Amazon ala Kali Oyo.

Amazon, sebuah kehidupan liar penuh misteri namun eksotis yang memikat para petualang. Begitu juga Kali Oyo. Namun, keduanya tentu tak bisa disamakan ya karena dari segi geologi, topografi, dan tipe hutan sudah berbeda. Aku hanya memandang dari segi kelokan sungai ini yang mirip ular raksasa.

Sebelum bermuara di Sungai Opak, sungai yang berhulu di pegunungan barat Gajah Mungkur Wonogiri ini membelah kawasan karst bagian utara dan selatan di pegunungan kidul. Melintasi Hutan Pendidikan Wanagama, sungai dengan panjang mencapai 106 kilometer ini memiliki aliran air yang tampak tenang di permukaan namun menyimpan pusaran arus bawah yang kuat.

Kali Oyo melintasi dua provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta bukan sekedar sungai yang mengalirkan air dari hulu ke hilir. Konon ia juga menjadi saksi kejayaan kayu jati di Tanah Jawa. Kali Oyo kerap dimanfaatkan untuk mengangkut kayu jati di masa jauh sebelum kemerdekaan. Beberapa masyarakat mengaku menemukan jati pendem (tertimbun tanah dalam waktu lama) di tepi sungai Oyo. Walau jalur pegangkutan kayu jati sudah tiada, namun keeksotisan tiada tara masih bisa kita jumpai. Salahsatunya melalui spot puncak Kebun Buah Mangunan Dlingo, Bantul.

Sembari mensyukuri anugerah Tuhan YME untuk bumi Indonesia yang menakjubkan, aku berandai-andai mungkinkah kejayaan kayu jati Indonesia akan kembali. Mengingat sektor kayu hasil alam khususnya kayu jati Indonesia menyusut. Kalau ingin menjumpai hutan jati coba berkendara melalui jalan raya negara di Kota Banjar (Jawa Barat), Ngawi (Jawa Timur), atau Madiun (Jawa Timur). Di sana kita bisa melihat tegakan jati yang terkenal kelas awet dan kuatnya tersebut.

Oyo4

Oya, ini adalah kunjunganku untuk kedua kalinya di Mangunan setelah hampir sepuluh tahun lalu. Bedanya dulu masih single dan sekarang sudah berbuntut dua. Secara fisik, akses dan penambahan atraksi di Mangunan semakin bagus. Di puncak berjajar warung yang tertata rapi dan bersih. Namun, dua kali ke sini aku tak beruntung karena bukan musim buah. Pohon buah yang aku kenal di sini di antaranya durian, mangga, rambutan, jambu monyet, salak. Kebun buah ini menurutku juga sebuah terobosan penghijauan karst yang unik. Mengingat jika saat kemarau kawasan ini akan sangat kering. Hanya tumbuhan pioneer saja yang mampu tumbuh menembus batu bertanah seperti jati.

Lokasi ini juga semakin ramai dikunjungi terlebih dengan tawaran sunrise di pagi buta. Dari puncak ini, kita juga bisa langsung melihat deburan ganasnya ombak laut selatan nun di kejauhan. Banyak yang bilang destinasi ini bukit di atas awan, karena rasanya kita memang berada di atas awan. Di sekitar Kali Oyoh di bawah kita bisa menyaksikan pemukiman dan jalanan yang terlihat seperti mainan.

Mengikuti trend, tempat wisata di ketinggian antara 150-200 mdpl ini juga semakin instragamable dengan banyak spot ciamik. Sayang, kami tak bisa mengabadikan setiap spot karena jalan bersama dua krucil yang masih balita terkadang unpredictable dan tidak kondusif untuk mengambil gambar.

Oyo2

Kami datang di akhir Juli alias puncak kemarau dan tiba pas tengah hari. Cuaca begitu panas meski begitu, puncak kebun buah ini tetap ramai. Menariknya lagi, sekawanan monyet liar menghampiri pengunjung. Monyet-monyet tersebut bergelantungan di pepohonan gamal dan ranting yang kering. Menurut, salahsatu pemilik warung monyet ini kerap turun untuk mencari makan. Nah, d’traveler yang belum pernah ke sini makin penasaran kan?

Kalau yang sudah pernah pasti mau banget balik lagi ke sini. Rasanya bak mendatangi surga yang tersembunyi dengan oase yang hijau kebirauan di antara bukit gersang. Apalagi sepanjang perjalanan kita akan disuguhi panorama pedesaan di Bantul yang berganti perbukitan yang ciamik. Makam raja-raja Mataram Imogiri di kejauhan dan likuan khas pegunungan yang memanjakan mata.

Lokasinya sekitar 35 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta. Akses perjalanan sudah bagus tapi disarankan dengan kendaraan pribadi atau sewa kendaraan.

Ke sini, yuk! Jangan lupa setelah itu bagi cerita perjalanan kamu juga ya. Karena pengalaman perjalanan setiap orang berbeda. Siapa tahu bisa menginspirasi kawan yang lain.

*foto koleksi pribadi, diambil 29 Juli 2018 oleh Darma Legi

**Artikel ini sudah dipublikasikan versi detik travel Bukan Sungai “Amazone”, Ini Sungai Oyo, tanggal 31 Agustus 2018

Andalan
Diposkan pada blog competition, Health

Berkat “Si Manis” Natsbee Honey Lemon, Dikejar Deadline Tetap #AsikTanpaToxic

Selip sana-sini diantara padatnya lalu lintas. Kepulan gas buang menjadi santapan sehari-hari. Paparan panas matahari kadang guyuran hujan dari langit adalah kawan. Tak sempat lagi mengeluh atau melenguh. Berkejaran dengan waktu demi mengabadikan moment terbaik.

Berlari mengejar objek. Berjibaku merangsek ke depan. Menenteng beban berat “perlengkapan perang” kamera dan tetek bengek di pundak. Sebuah profesi yang menuntut stamina, fisik, dan emosi yang kuat. Itulah hari aktif pendamping hidupku, seorang pewarta foto.

Karenanya, penting banget bagi seorang wartawan foto untuk selalu memperhatikan kesehatan. Kalau boleh dibilang, sebagian besar gaya hidupnya tidak sehat. Adakalanya merokok, ngopi, makan gorengan, jam makan dan kerja yang tidak teratur. Kesemuanya itu diperparah dengan polusi udara yang makin menjadi di kota besar.

Kalau tidak dijaga se-fit apapun tubuh bisa menyebabkan menurunnya daya tahan. Apalagi pasokan oksigen dari udara segar semakin tipis di kota besar karena kalah oleh gas buang seperti karbonmonoksida dari hasil pembakaran bahan bakar fosil juga pencemaran udara dari pabrik.

Pernah sih maag suami kambuh. Aku merasa sangat bersalah. Aku “sibuk” mengurus si kecil yang memang tanpa pengasuh dan jauh dari saudara. Tadinya aku berpikir suami bisa mengurus dirinya sendiri. Astaghfirullah. Kemudian di lain hari saat cek kesehatan, suami ada di diagnosa ada gejala penyakit yang perlu diwaspadai. Ya Alloh, rasanya aku semakin merasa bersalah karena tak menjaga makanan dan kesehatannya dengan baik. Saat itu kata konsultan kesehatan, beberapa pemicunya karena kebiasaan merokok, makan gorengan, makan tidak teratur, dan kurang minum air putih.

Aku seperti tercambuk meski dia memang tak pernah mengeluh dan menyalahkanku. padahal salahsatu peran sebagai istri adalah membantu menjaga kesehatannya. Apalagi saat di luar rumah tidak tahu apa yang dikonsumsinya, melewatkan makan siang atau tidak. Karenanya, walau sudah menikah sekarang aku masih suka bertanya sudah makan atau belum lho. Karena memang bertanya sungguhan dan mengingatkan.

Sebagai seorang istri tentu saja aku khawatir dengan kesehatan suamiku. Setidaknya, untuk mengantisipasi hal tersebut, aku berusaha menjaga daya tahan tubuh dan menjaga kesehatannya di antaranya dengan:

  1. Menyiapkan air putih ketika bangun tidur

Minum air putih setelah bangun tidur dalam keadaan perut kosong ternyata banyak manfaat lho. Di antaranya mengeluarkan racun dalam tubuh. Nah, kalau yang berhubungan dengan pekerjaan suami adalah mencegah gangguan pencernaan. Apalagi pekerjaan ini rawan terkena penyakit maag, dengan minum air putih asam ditekan dan diencerkan sehingga bisa mencegah asam lambung naik. Selain itu, minum air putih saat perut kosong dapat meningkatkan sistem imunitas atau kekebalan tubuh.

  1. Memberikan sarapan seimbang

Sebelum berangkat kerja, aku berusaha menyiapkan sarapan bergizi seimbang. Sarapan ini tidak hanya penting buat si kecil ya, Bund. Buat orang dewasa juga sangat penting. Namun, terkadang karena tergesa-gesa kerap dilewatkan. Padahal sarapan ini penting sebagai energi tubuh, mencegah maag yang sebagian besar merupakan penyakit wartawan, menjaga konsentrasi agar tetap fokus, mengurangi stress dikejar deadline apalagi kalau belum mendapat berita, dan masih banyak lainnya.

  1. Menyediakan selingan sehat

Gorengan entah mengapa selalu menjadi “makhluk” penggoda. Mungkin karena simple untuk mengganjal perut dan harga terjangkau serta relatif mudah dijumpai. Kalau di rumah, aku yang mengontrol kualitas minyak gorengnya tapi kalau di jalan? Takutnya kalau yang dipakai minyak jelantah atau minyak yang tidak diganti-ganti untuk menggoreng. Minyak yang tidak diganti bisa menyebabkan infeksi bakteri dan meningkatkan resiko penyakit lain seperti kanker, penyakit degeneratif seperti jantung hingga obesitas. Alternatif untuk mengganti gorengan, misalnya buah, kue/cake, atau agar-agar.

  1. Menjadwalkan olahraga

Di tengah hari aktifnya, meskipun banyak gerak belum tentu disebut sebagai olahraga. Sebab, olahraga memiliki irama atau gerak yang teratur. Walau tidak setiap hari, aku mengingatkan dan mengajak jogging. Seperti lari, olahraga ini bisa menambah stamina dan menyehatkan jantung. Kalau tidak sempat saat libur bisa sekedar jalan pagi keliling gang. Udara pagi yang sehat dan bebas polusi membantu melepaskan hormon endorfin yang membuat perasaan senang. Selain tentunya, olahraga ini bermanfaat menjaga kebugaran dan kekebalan tubuh. Pengaruh positif lainnya meningkatkan bonding dan attachment dengan si kecil yang bisa saja jarang ketemu sang ayah.

  1. Membekali dengan “Si Manis” Natsbee Honey Lemon, minuman #AsikTanpaToxic

“Enak, ada madunya!” Begitulah tanggapannya pertama kali mengonsumsi Natsbee Honey Lemon. Aku sendiri pertama kali mencoba juga langsung suka dengan perpaduan rasanya. Sehingga bertemu “Si Manis ini” bisa dibilang adalah keberuntunganku. Minuman yang mengandung madu dan lemon asli ini merupakan paket lengkap yang cocok untuk bersihkan hari aktif suami. Paling suka Natsbee Honey Lemon karena:

  • Sebagai pemanis alami madu mengandung sekitar 40% fruktosa dan 50% gula lainnya. Sehingga madu aman dikonsumsi dan dapat mengatur gula darah dalam tubuh.
  • Rutin mengonsumsi madu sangat baik untuk otak dan efektif meningkatkan daya ingat.
  • Memiliki kebaikan alami dengan mengikat zat-zat berbahaya di dalam tubuh lalu membuangnya.
  • Membuat tubuh segar dan pikiran tenang karena madu memiliki efek meredakan kecemasan, kegelisahan, stress, maupun insomnia. Ini nih bermanfaat banget buat wartawan yang rentan banget dilanda hal-hal tersebut.
  • Lemon mengandung asam sitrat dan vitamin C yang tinggi sehingga membuat air seni lebih basa dan mencegah terjadinya batu saluran kemih.
  • Natsbee Honey Lemon bisa juga dikreasikan misalnya dicampur irisan lemon sebagai infused water atau menambahkan daun mint untuk efek menyegarkan.
  • Harga sangat terjangkau sekitar Rp 6.500 untuk satu botol ukuran 450 ml dan tersedia di minimarket terdekat. Minum satu sendok madu setiap hari merupakan hal yang dianjurkan. Namun, harga satu botol madu asli relatif mahal sekitar Rp 100 ribu dan untuk membelinya harus ke toko tertentu. Begitu juga untuk membeli lemon yang tidak gampang dijumpai di warung terdekat terkadang harus ke supermarket. Dengan adanya minuman madu lemon ini jadi lebih praktis, efektif, dan efisien.

Tulisan ini sekedar sharing bagaimana ketika sudah berperan sebagai ibu, apalagi dengan balita yang bisa dibilang rempong tapi tidak boleh juga menomorduakan suami. Dia adalah kepala keluarga dan tulang punggung serta teladan bagi anak-anak. Bagaimana kalau sang ayah sakit?

Sekarang dengan adanya “Si Manis” di kulkas, aku berharap dapat membantu mengalirkan racun-racun yang menempel di tubuhnya setelah aktif seharian bekerja di lapangan. Sehingga produktivitasnya dalam berkarya tak terganggu meski harus dikejar-kejar deadline. Pekerjaannya lancar tanpa takut ancaman kesehatan. Keluarga sehat, keluarga bahagia.

Kondisi kesehatan dan keseharian masing-masing orang berbeda tapi semoga artikelnya bisa membantu memberi gambaran menjaga imunitas tubuh ya terutama berkat manfaat alami madu dan lemon asli yang terkandung dalam Natsbee Honey Lemon. Imbangi juga dengan gaya hidup sehat dan makanan bergizi seimbang ya.

Oya, bagaimana dengan hari aktifmu? Sudah nyobain Natsbee Honey Lemon juga belum? Tonton video berikut dulu biar makin mantap sama “Si Manis”, yuk!

Pokka

Sharing juga pengalaman Kamu, oke!

Referensi:

Ini Kata Pakar Nutrisi Tentang Khasiat Honey Lemon Shot untuk Kesehatan

Manfaat Olahraga Jogging

20 Manfaat Jalan Kaki Pagi Hari

8 Manfaat Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur

10 Manfaat Sarapan Bagi Tubuh

Suka Menggoreng Dengan Minyak Jelantah? Ini 4 Bahaya yang Mengintai Anda

Youtube Pokka Indonesia, Instagram @pokka_id

*Foto: dokumen pribadi kecuali yang watermark diambil dari @pokka_id

Andalan
Diposkan pada Event/Activities

Inilah Tiga Pemenang Lomba Penulisan Shell Eco Marathon 2018

Kemarin ikutan Lomba Penulisan – Shell Eco Marathon 2018 atau sedang mencari referensi tentang Shell Eco Marathon, ini nih tiga pemenang blog competition yang diselenggarakan mulai 22 Maret 2018 hingga 31 Juli 2018.

Lomba penulisan ini diikuti total 57 artikel dan juri telah memutuskan tiga artikel terpilih sebagai pemenang Lomba Penulisan – Shell Eco Marathon 2018 yaitu:

pemenang Shell

Alhamdulillah, artikel aku mendapat juara ketiga. Sedikit cerita, sebenarnya agak kurang percaya diri dengan tulisan aku sendiri. Tapi sekali alhamdulillah dan selamat kepada juara 1 & 2. Bagi aku sendiri semoga berkah dan lebih baik lagi dalam berkarya.

Tetap semangat 🙂

Ini artikel aku:

Dari Shell Eco-Marathon Make the Future dan Energi Masa Depan untuk Indonesia

 

 

Andalan
Diposkan pada blog competition, Teknologi

Merdeka di Era Digital Itu Tidak BAPER

Tepat 17 Agustus 2018, Bangsa Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan yang ke 73. Sebagai generasi milenial kita sudah sepatutnya bersyukur. Sebab dengan kemerdekaan ini kita mempunyai banyak kesempatan untuk maju dan berdikari terutama di era digital. Masyarakat Indonesia pun dimerdekakan untuk mengakses dan memiliki smartphone.

Smartphone kini merajai 86 persen sebagai sarana terhadap akses internet di Indonesia naik dari tahun 2013 yang hanya 37 persen. Adapun media sosial menjadi konsumsi data yang berada pada peringkat pertama yang diakses netizen sebesar 80 persen. Angka ini mengungungguli aktivitas browsing dan streaming sekitar 55 persen.

grafis moladin1

Di era smartphone seperti sekarang ini, adanya media sosial seperti instagram, facebook, twitter kian memudahkan orang-orang untuk terhubung dan berkomunikasi. Pengguna pun bisa dimana saja dan kapan saja memperbarui statusnya asal terhubung dengan koneksi internet. Tak ada lagi jarak. Lagi dimana, mau makan apa, sedang apa, bersama siapa… semua bisa langsung diunggah. Karena kebebasan tersebut, ada yang mengatakan kalau era digital merupakan sebuah dunia tanpa privasi, “Selamat datang dunia tanpa privasi“.

Di sisi lain, status yang merupakan simbol kebebasan berekspresi di media sosial tersebut terkadang malah membuat penggunanya jadi baper (bawa perasaan). Apalagi kalau sifatnya bahagia seperti habis menang lomba, merayakan anniversary, traveling, maupun hal-hal romantis. Bukannya ikut bahagia dan mengucapkan selamat kadang malah nyinyir dan sirik. Jangan sampai ya jadi barisan baper.

Seharusnya sebagai generasi era digital kita harus bisa mensikapi setiap status “orang yang kita ikuti” di media sosial dengan positif. Jadikan, postingan tersebut sebagai pelecut semangat buat kita untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. “Kalau dia bisa, aku juga harus bisa bahkan LEBIH BAIK!”.

Daripada menjadikan keberhasilan/kebahagiaan orang sebagai bahan gunjingan mending dijadikan success stories yang menginspirasi. Sehingga, menurut aku mengisi kemerdekaan di era sosmed adalah NO BAPER. Bermedsos harus kreatif dan positif bukan negatif.

Karenanya, kita sebagai “orang yang mengikuti” dan “diikuti’ di media sosial harus bijak sebelum meng-update status maupun berkomentar. Penting untuk dicatat, hal yang harus dihindari sebagai efek baper ini adalah putusnya tali silaturahmi yang telah terjalin ya misalnya gara-gara status curhat di medsos keblabasan jadi tidak mengobrol saat bertatap muka. Padahal silaturahmi adalah salahsatu kunci dilapangkannya rezeki dan dipanjangkan umur.

Selain bijak, sebagai pengguna media sosial kita harus menerapkan jangan asal posting karena ada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Nomor 11 Tahun 2008 yang mengatur tentang informasi dan transaksi elektronik atau teknologi informasi secara umum. Kemerdekan berpendapat dan berserikat mengeluarkan pikiran dengan lisan maupun tulisan dalam Pasal 28 UUD 1945 ditetapkan dalam undang-undang. Ga mau kan kita misalnya hanya ikut-ikutan nyinyir malah dikenakan pasal pencemaran nama baik apalagi terlibat broadcast hoax atau menyebarkan berita bohong yang merugikan banyak orang.

Tapi ngomingin baper, kalau dibanding dengan status media sosial, aku masih suka baper sama emak-emak yang naik motor. Rasa rinduku semakin menjadi sama “Skupi, Sang Kawan Perjalanan” yang menemaniku melihat lebih banyak daerah di Jawa ini. Namun, setelah melahirkan dan memiliki dua buntut aku jarang banget naik sepeda motor sendiri di Bandung. Hampir kemana-mana sama suami tentu saja dengan alasan keamanan. Daripada mangkrak, skupi pun dibawa ke kampung halaman untuk menemani ibu ke sawah.

Gambir-20121120-00193
Bersama Skupi di Monas

Btw, ingat motor kok jadi ingat Moladin ya. Tagline-nya itu lho ngena banget. Apa sih Moladin? Moladin bukan sekedar laman yang berusaha menangkap 68 persen peselancar dunia maya yang menggunakan internet sebagai bahan referensi untuk berbelanja online. Moladin menyediakan informasi terkait seluk beluk sepeda motor, menemukan bengkel terdekat, hingga menghubungkan para pecinta motor termasuk kemudahan yang ditawarkan dengan hadirnya aplikasi Moladin yang bisa diunduh di play store.

Nah, biasanya emak-emak atau perempuan suka ribet kalau berurusan dengan jual beli motor atau memilih bengkel karena merasa awam dengan dunia otomotif tapi dengan Moladin jadi lebih gampang dan praktis. Moladin sudah bekerjasama dengan 40 dealer terpercaya di Jabodetabek dan akan terus berkembang di kota lain di Indonesia. Kita pun juga terbantu menemukan bengkel terdekat.

Begitu juga jika tertarik ingin bergabung dan bertemu komunitas pecinta motor. Tahun 2010-an, untuk menemukan komunitas sesama motor, aku agak kesulitan apalagi tidak ada networking. Namun, di Moladin kita bisa bergabung dan sharing bahkan melakukan aktivitas sesama pecinta motor dengan mudah.

Selain itu, kita mendapatkan update berita maupun wawasan seputar dunia motor dari lebih dari 50 blogger ternama di Indonesia. Bisa juga tanya jawab di forum diskusi juga lho dengan para bikers yang tergabung, seru banget. Nah, kalau tiba-tiba butuh bantuan dana, kita bisa mendapatkan pinjaman multiguna dengan jaminan BPKB motor.

Wah, kalau nanti duo krucil sudah sekolah dan Moladin sudah tersedia di Bandung boleh juga membeli sepeda motor baru dengan mencoba pakai aplikasi dengan konsep all in one ini. Sebab membeli sepeda motor di Moladin, jaminan harga terendah, mudah, dan cepat & nyaman. Jauh dari kata rempong ala emak-emak. Emak-emak di era digital pun merdeka dengan bisa memilih dan membeli motor impiannya sendiri.

Segera download aplikasinya ya 🙂

 

Referensi:

https://moladin.com

Fanpage Moladin

Andalan
Diposkan pada blog competition

Mengapa Harus Mengenal (Memilih) Bank Ganesha?

Mengapa Harus Mengenal (Memilih) Bank Ganesha?

Memilih layanan perbankan bukanlah hal gampang di era semakin kompetitif. Banyak yang harus menjadi pertimbangan agar tak menyesal di kemudian hari. Lebih baik cerdas memilih dan memilah sebelum tergiur membuka akun lalu terbengkalai karena berbagai promo yang ditawarkan ternyata tak sesuai.

Setidaknya ada empat hal mendasar yang bisa menjadi pertimbangan. Di antaranya:

1. Trust

Merupakan syarat pertama yang aku gunakan dalam memilih layanan perbankan. Logikanya, kita tidak akan mempercayakan harta kepada seseorang yang tidak kita percayai bukan? Terlebih dengan segala jerih payah yang telah kita lakukan untuk memperolehnya.

Caranya dengan mengecek apakah layanan keuangan tersebut diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 tahun 2011, OJK berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan.

Kalau kita sering mendengar investasi bodong, penipuan terkait layanan keuangan lainnya berarti lembaga tersebut belum terdaftar OJK. Sehingga berani “bermain nakal” atau abal-abal.

Selanjutnya, mengecek keanggotaan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Karena jika terjadi sesuatu dengan bank, dana nasabah dijamin sampai Rp 100 juta dari negara. Kalau simpanan kita melebihi Rp 100 juta, sisanya akan dibayarkan setelah seluruh aset bank dilikuidasi.

2. Rasa Aman

Bank Ganesha yang didirikan 15 Mei 1990 dan mulai beroperasi secara komersial pada 30 April 1995 telah terdaftar dan diawasi OJK serta tergabung menjadi anggota LPS. Dengan kedua hal tersebut artinya aku merasa aman kalau akan menggunakan layanan keuangan pada perbankan tersebut. Selain itu, kita tidak dibuat was-was simpanan kita melayang jika bank dinyatakan gagal.

3. Track & Record

Sebagai masyarakat yang semakin cerdas, kita juga perlu melihat track & record sebuah bank. Bank Ganesha selama beroperasinya telah banyak melakukan pencapaian dan mendapat berbagai penghargaan. Termasuk presiden direkturnya adalah seorang perempuan. CEO Surjawaty Tatang menerima penghargaan sebagai Best Emerging Banking CEO in Indonesia tahun 2017.

Penghargaan Bank Ganesha Q1 2018
Penghargaan Bank Ganesha Q1 2018

Penghargaan di awal tahun 2018 ini sangat layak diperoleh. Kinerja keuangan quartal pertama Bank Ganesha (Q1) 2018 menunjukkan trend positif dibanding periode yang sama pada 2017 di tengah persaingan yang semakin ketat.

Laba bersih setelah pajak (diaudit) sebesar Rp 18,47 miliar untuk kuartal pertama tahun 2018, meningkat 8% year-on-year (yoy) dari Rp 17,07 miliar. Penyaluran kredit perseroan selama periode tiga bulan pertama 2018 tercatat Rp 2,81 triliun, tumbuh 15,02% yoy. Pada sisi kewajiban, total Dana Pihak Ketiga juga naik pesat mencapai Rp 3,64 triliun atau naik 45% yoy dari Rp 2,51 triliun. Selain itu, bank masih memiliki tingkat kecukupan modal (CAR) yang solid sebesar 29,9% pada akhir Maret 2018. Hal tersebut dapat menunjang pertumbuhan kredit hingga akhir 2018.

Kinerja Q1 Bank Ganesha
Kinerja Q1 Bank Ganesha

4. Customer Centric

Ke depannya Bank Ganesha memperkuat posisi dengan membangun hubungan berdasarkan pemahaman pelanggan secara mendalam. Selaras dengan filosofi utamanya, “Untuk menempatkan nasabah di hati kami, dalam semua yang kami lakukan akan tetap dan tidak akan berubah”. Dengan pelayanan yang berpusat pada nasabah tentu kita merasa dihargai sekaligus merasa nyaman untuk tumbuh dan menciptakan masa depan keuangan yang lebih baik bersama.

Bagaimana, sudah mulai mengenal Bank Ganesha ya?

Bank Ganesha sudah menemani Indonesia selama 26 tahun. Kantor pusat Bank Ganesha di Wisma Hayam Wuruk lantai 1 dan 2. Memiliki 8 cabang di Jakarta, 2 cabang di Tangerang dan Surabaya, dan 1 cabang di Medan. (Semoga Bandung segera menyusul). Meski demikian, nasabah Bank Ganesha bisa menarik ATM dari seluruh Indonesia. Sebab, ATM telah berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) artinya bisa melakukan transaksi di ATM atau mesin EDC bank lain.

Alamat kantor Bank Ganesha
Alamat kantor Bank Ganesha

Bank Ganesha melayani produk individu dan bisnis. Produk Individu meliputi simpanan, layanan, pinjaman, e-channel, kartu kredit, bancassurrance, dan promo. Unit bisnis mencakup simpanan, layanan, pinjaman, dan e-channel. Selengkapnya mengenai produk layanan bisa langsung mengunjungi laman Bank Ganesha.

Pengalaman Digital bersama Bank Ganesha

Menjawab tantangan digital, Bank Ganesha memiliki tiga produk digital unggulan. Adanya e-channel diharapkan semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses keuangan dalam kehidupan sehari-hari bebas ribet, cukup melalui smartphone atau layar monitor. Untuk mendapatkan tinggal mengunduh lewat play store untuk Android atau app store untuk iOS.

1. BANGGA

BANGGA Bank Ganesha
BANGGA Bank Ganesha

BANGGA merupakan aplikasi mobile untuk mengelola kehidupan keuangan berkualitas dengan menyediakan berita finansial dan gaya hidup, promosi, games, akses untuk donasi dan online banking Bank Ganesha (G-online).Untuk mengenal lebih dekat BANGGA tonton dulu yuk, video berikut:


Fitur-fiturnya menarik ya. Ada berita, promosi, donasi, every day banking (G-online), fast balance, dan fingerprint login. Menu donasi nihyang bagiku cukup menonjol. Jiwa gotong royong dan saling menolong Bangsa Indonesia sudah tidak diragukan oleh siapapun. Jika terjadi bencana atau musibah tanpa perlu diminta, masyarakat Indonesia tanggap dan bergerak cepat dengan apa yang bisa disumbangsihkannya. Fitur donasi akan sangat membantu meringankan beban saudara lain karena kita bisa menolong secepatnya melalui smartphone. Sementara menu  yang tersedia yaitu feed, games, G-online, G-money, contact us, dan info.

2. G-online

G-Online Bank Ganesha
G-Online Bank Ganesha

G-online adalah feature online banking dari Bank Ganesha yang membuat transaksi perbankan lebih mudah cepat, nyaman/fleksibel dan aman. dengan berbagi fitur andalan. Dari informasi rekening, transfer, pembukaan deposito online, pembelian, pembayaran, donasi, top up G-money, informasi (lokasi ATM, cabang dan exchange rates), dan pesan.

3. G-money

G-money Bank Ganesha
G-money Bank Ganesha

G-money adalah dompet elektronik yang dilengkapi dengan fitur uang elektronik atau cash wallet dan link kartu kredit. G-money dapat digunakan untuk berbelanja online maupun offline di merchant-merchant yang telah tergabung.

Keuntungannya: mudah, praktis, bisa bertransaksi kapan saja dan dimana saja, gratis, G-money promo, dan instan top up. Yang bisa dilakukan dengan G-money di antaranya: transfer, tarik tunai di gerai, pembayaran belanja di merchant online dan offline menggunakan QR scan (PaybyQR), minta dana, pembelian pulsa handphone, pembayaran tagihan telepon hingga investasi melalui Bareksa.

Diambil dari salahsatu Dewa Hindhu yang merupakan perlambang kecerdasan, kebijaksanaan, dan pelindung–entah kebetulan atau tidak, aku percaya Bank Ganesha akan menjadi salah satu smart solutions bagi keuangan masyarakat dan pemelihara kestabilan financial negara.

Bagaimana Kompasianer, semakin mengenal Bank Ganesha dan semakin BANGGA bukan?

Ohya, kalau tertarik untuk membuka rekening langsung datang ke cabang ya.

Referensi: http://www.bankganesha.co.id

 

*Artikel ini sudah tayang di Kompasianadengan judul yang sama tanggal 27 Mei 2018 dan mendapat apresiasi sebagai salahsatu dari delapan tulisan favorit dalam Blog Competition yang diadakan oleh Bank Ganesha X Kompasiana 

Andalan
Diposkan pada blog competition, Education

Pentingnya Peran Keluarga dalam Mendampingi Periode Emas Anak di Era Kekinian

Nye…nye… nyee… ocehan pertama keluar dari mulut si kecil. Ia lalu belajar menapakkan kaki. Terjatuh kemudian bangun lagi. Rasanya setiap tahap itu mungkin baru kemarin termasuk saat-saat rewelnya ketika mau tumbuh gigi. Hingga akhirnya ia bisa membuat rumah bak “kapal pecah”, berlari, memanggil “Ibu” dengan sempurna, hingga sekarang bisa berebut gadget.

Momentum pertumbuhan masa kecil anak akan berlalu dengan cepat dan tak bisa terulang. Setiap tahapannya istimewa terutama pada periode emas di lima tahun pertama kehidupannya. Penelitian menyebutkan pada masa keemasan perkembangan otak mencapai 90 persen, 50 persen di antaranya terjadi di usia 3 tahun pertama. Selain golden age ditekankan juga pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) dimulai dari terbentuknya janin hingga kira-kira berumur 2 tahun.

Namun, di era teknologi dan komunikasi saat ini pemenuhan gizi dan nutrisi saja tidaklah cukup. Setiap anak harus dibekali karakter yang kuat sebagai pondasi masa depannya. Pendidikan karakter yang dimulai dari rumah diharapkan bisa membendung dampak negatif pesatnya dunia digital terutama karena mudahnya akses anak terhadap gadget.

Untuk itulah pelibatan keluarga sebagai bagian pendidikan sangat penting sesuai amanat Permendikbud Nomor 30 Tahun 2017. Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat yang idealnya terdiri dari orang tua dan anak memiliki peran strategis dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional yang bersinergi dengan satuan pendidikan dan lingkungan masyarakat.

1

Keterlibatan Keluarga dalam Pendidikan Anak Usia Dini

Dalam Permendikbud Nomor 84 Tahun 2014 Tentang Pendirian Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), PAUD adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 (enam) tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Sesuai umurnya satuan PAUD kemudian dibagi menjadi Taman Kanak-kanak (TK) dengan prioritas umur 5-6 tahun, Taman Kanak-kanak Luar Biasa (TKLB), Kelompok Bermain (KB) dengan prioritas usia 3-4 tahun, Taman Penitipan Anak (TPA) dengan prioritas sejak lahir hingga usia 4 tahun, dan Satuan PAUD sejenis.

Namun, terkadang kita terjebak bahwa pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah dengan harus bersekolah di tempat baik yang difasilitasi pemerintah maupun non pemerintah. Sehingga banyak tetangga saya yang anaknya masih sekitar usia dua tahun sudah disekolahkan. Memang itu tidak salah dan kembali pada situasi dan kondisi masing-masing keluarga. Kata psikolog ada baiknya jika ibu tidak bekerja full time, anak balita lebih baik dekat-dekat dahulu dengan orang tua sebagai bagian penguatan bonding dan attachment (hubungan mesra antara orang tua dan anak).

Pendidikan anak usia dini bisa diajarkan dari rumah oleh ibu dan ayah, serta jika ada anggota keluarga yang lain seperti kakek dan nenek. Sebab, rumah adalah tempat belajar pertama bagi anak dan meletakkan pondasi dan bekal sebelum pendidikan lebih lanjut. Utamanya dari seorang yang ibu yang merupakan teladan maupun pendidik pertama bagi anak atau dikenal dengan ungkapan al ummu madrasatul ula.

2

Banyak hal yang bisa dilakukan orang tua di rumah khususnya ibu untuk mengoptimalkan potensi tumbuh kembang anak apalagi di era kekinian dengan tantangan digital yang tak bisa dihindarkan. Masa depan anak sebagai generasi alfa kelak akan semakin kompetitif, filter dari efek buruk dunia digital pun harus dimiliki. Pengalaman belajar sambil bermain yang menyenangkan bisa dilakukan di rumah di antaranya dengan:

  • Mengenalkan dasar agama pada anak. Misalnya melibatkan anak saat salat bagi Muslim, berdoa sebelum memulai aktivitas.
  • Mengajarkan kebiasaan hidup yang baik. Misalnya cuci tangan sebelum makan, sopan dan menghormati yang lebih tua.
  • Menstimulasi kemampuan motorik dan kognitif. Misalnya bermain playdoh, mengajak berbicara dengan kalimat lengkap.
  • Melatih kepercayaan diri dan sosial anak. Di era globalisasi kemampuan sosial sangat penting, dulu saya “takut” bertemu orang asing tapi saat ini hampir di semua tempat kita dapat berjumpa dengan orang dari luar negeri. Agar di masa depan anak tidak minder saya mulai melatih anak sulung saya yang belum genap 4 tahun berani mengatakan “hai” pada turis saat berjumpa di jalan.
  • Termasuk membatasi gadget. Gadget tidak hanya smartphone tapi semua barang elektronik yang memiliki layar termasuk televisi. Durasi ideal mengakses gadget menurut psikolog anak Feka Angge Pramita yang dikutip dari HaiBunda.com adalah satu jam saja sehari untuk anak usia 2-5 tahun. Efek negatif gadget di antaranya otak pada anak tidak akan berkembang baik padahal periode emas, tidak baik untuk mata, dan paparan radiasi. Untuk anak dibawah dua tahun tidak disarankan ekspos pada layar dari gadget elektronik karena dapat mengakibatkan keterlambatan bicara dan gangguan tidur. Sebagai ibu, saya sendiri kerap memutar otak agar anak tidak kecanduan gadget khususnya smartphone karena kalau sudah memegang susah untuk mengambil kembali. Kalau kata artis Marcell yang pernah saya baca intinya adalah orang tua tidak memegang handphone saat bersama anak dan menjauhkan dari jangkauan. Solusi tersebut ampuh bagi saya, HP kerap saya sembunyikan dan saat anak tidak melihat HP tidak ada drama berebut HP lagi. Sebagai orang tua kita bisa menyiasati kecanduan gadget dengan berinteraksi secara maksimal dengan anak disertai berbagai media pembelajaran seperti buku, CD, playdoh, mainan edukasi, dan lainnya sehingga lebih menyenangkan. Namun, jika anak tengah memegang HP kita pun harus turut mendampingi dan mengawasi sehingga fungsi gadget sebagai sarana edukasi yang positif.

3

Dukungan Ayah

Di era kekinian, pengasuhan anak bukan hanya tanggung jawab ibu. Walaupun porsi pengasuhan dari ibu memang lebih banyak sebab tugas utama ayah adalah mencari nafkah. Ada yang bilang kalau anak kurang perhatian dari ibu maka akan tumbuh menjadi pribadi yang kurang kasih sayang/empati, jika kurang perhatian dari ayah akan tumbuh dengan sikap kurang menghargai terhadap orang lain.

Dari sisi psikologis, pola pikir perempuan cenderung emosional yang menuruti perasaan sedangkan laki-laki memiliki pola pikir rasional atau berdasarkan logika. Anak yang tumbuh dengan perhatian kedua orang tua akan bisa menyeimbangkan kedua hal tersebut. Itulah pentingnya komunikasi antara suami dan istri yang telah berperan sebagai ayah dan ibu.

Di rumah saya membiasakan, kedua anak saya yang masih balita menyambut ayah saat pulang bekerja. Saat libur, kami menghabiskan waktu bersama. Ada kalanya saya membiarkan ayah dan anak main bersama. Ini sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan si kecil terutama dalam menyeimbangkan kecerdasan antara IQ, EQ, dan SQ.

4

Walaupun bisa dibilang capek bekerja tapi sebagai seorang ayah tidak boleh menomorduakan anak. Sebab anak adalah alasan kita membanting tulang. Di Indonesia sendiri perlu didorong keterlibatan ayah sebab Indonesia masih menempati peringkat kedunia fatherless country di dunia. Hal ini menunjukkan kesadaran ayah masih minim terhadap campur tangan pendidikan anak.

Merencanakan Keluarga Hebat

Tidak ada sekolah menjadi ibu dan orang tua pada umumnya. Menjadi ayah maupun ibu adalah belajar seumur hidup. Hal-hal inilah yang kadang membuat antara ayah dan ibu berbeda pola pikir sehingga cara pengasuhan pun berbeda antara keduanya. Komunikasi suami dan istri sejak awal sangat penting sehingga tidak saling menyalahkan.

Di rumah, suami adalah pencari nafkah dan saya sebagai ibu rumah tangga. Namun, kami sudah membicarakannya sejak sebelum menikah. Bersyukur dan menerima adalah kunci keharmonisan keluarga. Sebab, masalah ekonomi apalagi hidup di kota besar kadang memicu pertengkaran keluarga yang ujungnya berimbas pada kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap menjadikan anak sebagai korban.

Karena itu menurut saya agar masa keemasan yang juga merupakan pondasi pembangunan karakter anak bisa optimal harus dimulai dari keterlibatan keluarga. Kesiapan fisik, mental, dan ekonomi dari orang tua akan menciptakan keluarga harmonis yang melahirkan generasi hebat. Si kecil tumbuh optimal dalam lingkungan keluarga yang nyaman. Di antara hal yang bisa mewujudkan hal tersebut misalnya:

  1. Pembekalan pasca ujian akhir sekolah (UAS) sembari menunggu kelulusan SMA. Apakah piihannya mau kuliah, kerja, atau menikah. Pembekalan ini bisa kerjasama antara guru bimbingan konseling (BK) dan dinas pendidikan atau lembaga terkait misal komisi perlindungan anak. Yang dikhawatirkan adalah begitu lulus SMA langsung menikah. Usia yang belum matang akan berpengaruh dalam menghadapi persoalan rumah tangga dan ekonomi keluarga.
  2. Bimbingan sebelum menikah. Bisa difasilitasi dari KUA dan lembaga/dinas terkait misal Kementrian Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak (KPPPA). Bimbingan ini di antaranya memberikan gambaran tentang keluarga sehingga mereka tidak hanya siap menikah tapi juga siap mental saat menjadi orang tua serta mencegah KDRT. Peserta bisa diketahui saat ada yang melapor untuk menikah. Lokasi bimbingan bisa di kelurahan atau kecamatan bahkan KUA.
  3. Pemerintah mengawasi perusahaan/kantor untuk menjalankan cuti melahirkan tiga bulan atau enam bulan bagi perempuan untuk mengoptimalkan pemberian ASI Ekslusif. Pemberian ASI Ekslusif merupakan rekomendasi WHO dengan manfaat yang sangat banyak.
  4. Pemerintah menganjurkan ruang bermain atau menyusui pada perusahaan termasuk instansi. Misalnya untuk usia 0 bulan sampai lima tahun plus ada pengasuhnya. Yang memanfaatkan bisa membayar atau potong gaji dengan syarat yang diatur perusahaan. Sehingga, kinerja ibu tidak menurun karena satu tempat dengan anak yang masih butuh pengawasan. Di sela-sela istirahat pun ibu bisa menengok anak sehingga mengurangi rasa khawatir. Hak anak pun tidak terabaikan.
  5. Pemerintah atau lembaga terkait secara rutin melakukan seminar/penyuluhan untuk terus meningkatkan pengetahuan orang tua di bidang parenting maupun tantangan di era teknologi dan komunikasi. Misalnya melalui posyandu.

5

Semoga dengan kesiapan orang tua yang telah memiliki pengetahuan awal bisa mewujudkan keluarga harmonis dan hebat yang melahirkan generasi emas Bangsa Indonesia agar bisa bersaing di kancah dunia. Peran keluarga hebat ini salahsatunya sudah ditunjukkan oleh Azzam Habibullah putra dari pasangan Henry Ridho dan Laila Sari. Di usia yang belum genap 17 tahun Dididik Langsung oleh Orangtuanya, Azzam Menorehkan Prestasi dengan menginjakkan kaki di Amerika Serikat dan Austria atas kepeduliannya pada lingkungan. #sahabatkeluarga

*foto-foto dokumen pribadi oleh Darma Legi

Andalan
Diposkan pada Food & Culinary

Cara Memasak Kare Ayam Praktis dengan Bumbu Indofood

IMG-20180607-WA0007

Bagi ibu menyusui (busui) kaya aku, memasak sahur memiliki tantangan tersendiri. Karena kita tidak tahu pasti kapan si kecil terbangun untuk enen. Padahal waktu sahur sangat sempit ya kan, Buibu?

Untunglah ada bumbu masak indofood. Memasak jadi praktis, gampang, dan cepat. Tinggal tumis dan cemplung-cemplung. Rasanya pun enak. Karena bumbu rempahnya sudah lengkap dan plus santan.

Untuk menu sahur praktis ini, aku hanya menyiapkan bahan ayam potong setengah kilogram, dua gelas air atau kurang lebih 400 ml, tiga lembar daun jeruk (opsional), dan satu sachet bumbu indofood. Simple banget kan?

Aku menambahkan daun jeruk karena berfungsi untuk menambah aroma dan perasa makanan. Kalau Buibu mau, bisa ditambahkan kentang yang dipotong dadu, wortel, kol, atau sayuran lainnya.Cara memasak sebenarnya sudah tertera dengan jelas di kemasan. Jadi kurang lebih seperti ini:

  1. Tumis bumbu indofood bisa menggunakan panci atau wajan. Karena sudah mengandung minyak jadi aku tidak menambahkan minyak goreng lagi. Gunakan api kecil ya biar tidak gosong.
  2. Setelah harum, masukkan air lalu potongan daging ayam. Masukkan daun jeruk. Aduk-aduk.
  3. Cicip. Apakah rasanya sudah pas atau belum? Kalau belum (biasanya karena kebanyakan air) bisa ditambah lah sendiri garam/gula/penyedap. Sebaliknya kalau keasinan ( sedikit air) bisa ditambah air secukupnya.
  4. Tunggu hingga mendidih dan kental sesuai selera.
  5. Sajikan panas.

Gimana gampang banget kan? Menu sahur praktis dan dijamin enak siap dihidangkan.

Satu bungkus indofood ini bisa untuk 4-5 porsi. Akan lebih praktis lagi jika dalam satu bungkusnya terdapat sambal dan bawang goreng ya. *Maunya yang instan hehe…

Bagi juga yuk, cara memasak cepat ala Buibu di waktu sahur?

Andalan
Diposkan pada blog competition, Tips & Trik

Tujuh Kriteria Blogger Keren Versi Aku

menu7uh wb

Blog bagi aku adalah wadah menyalurkan hobi menulis. Sebab, tidak setiap saat tulisan kita bisa ditampung oleh media massa. Melalui blog, kita bisa menulis setiap opini dan dijamin publish kapanpun. Meski begitu, sebagai blogger tidak boleh asal mempublikasikan. Walau lebih berbahasa dan bergaya personal, ada etika, ada SARA, dan ada Undang-undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang perlu diperhatikan.

Artikel-artikel di blog kini juga telah menjadi bahan rujukan. Baik bagi para netter yang sekedar mencari review hingga sebagai bahan tulisan yang dikutip. Untuk itulah, pertanggungjawaban blogger semakin besar. Kita tidak boleh menjerumuskan pembaca yang mengharapkan informasi dan pengetahuan tapi kita menulisnya dengan asal.

Sekedar cerita, saat aku kuliah, sebagian besar dosen, melarang mahasiswanya menggunakan blog sebagai bahan referensi karena kurang bisa dipertanggungjawabkan kecuali website/portal resmi. Kemudian, saat aku bekerja di perkebunan sekitar tahun 2012, bos menggunakan rujukan dari blog untuk menambah diameter tanaman. Alhasil, tanaman sengonnya malah pada mati.

Namun, itu dulu. Sekarang blog telah banyak yang ber-TLD atau berbayar. Niche blog bermacam-macam. Latar belakang blogger pun beragam dari dosen, pegawai negeri, karyawan, mahasiswa yang bisa ditemukan lewat profil. Blogger juga digandeng dalam strategi campaign perusahaan. Sehingga kredibilitas blog semakin tinggi dan tak lagi bercap abal-abal. Untuk menunjang dan mempertahankan kredibilitas diperlukan konten-konten berkualitas yang bisa diciptakan oleh para blogger keren.

Nah, blogger keren itu yang bagaimana? Ini dia tujuh kriteria blogger keren versi aku baik dari segi postingan maupun sebagai pribadi:

  1. Berisi

Setiap postingannya ada “isi”. Sehingga pengunjung tidak akan kecele ketika berkunjung dan tidak cepat menutup laman. Sebab, informasi yang dibutuhkannya dijabarkan dengan runtut dan jelas. Kalau menurut aku ini blog Mbak Carra banget. Awal mengenal Mbak Carolina Ratri justru sebagai penulis saat aku membeli buku “Sukses Membangun Toko Online” dari Penerbit Stiletto Book. Setelah dia melahirkan karya “Blogging: Have Fun and Get Money”, barulah aku menyadari kiprahnya sebagai salahsatu blogger favoritku di Indonesia. Postingannya ilmu semua, bagiku.

  1. Menginspirasi

Menjadi blogger menurutku juga harus bisa menginspirasi pembacanya untuk do something atau setidaknya tercerahkan setelah membacanya artikelnya. Kalau kriteria ini, aku temukan dari blog Kang Rudi, belalang cerewet. Awal mengenal blog ini, saat itu sama-sama mengikuti blog competition tentang peluncuran smartphone baru. Berawal dari blogwalking itu, aku jadi sering mampir ke blog-nya terutama saat butuh semangat menulis. Kang Rudi ini konsistensi menulisnya tak perlu diragukan lagi.

  1. Solutif

Tulisan harus bisa menjadi solusi masalah dari pembaca. Agak lupa sih bagaimana bisa menemukan blog Mbak Sitta Karina ini. Kayanya karena rekomendasi dech. Karena banyak masalahku yang bisa ditemukan jawabannya di blog lifestyle ini, aku jadi keranjingan mampir. Dari bagaimana menulis cerita, bagaimana mengatasi masalah keuangan yang merupakan problem ibu-ibu banget, dan lainnya.

  1. Berbeda

Kalau mau dikenal ya harus berbeda. Kalau kata motivator, jangan menjadi orang rata-rata. Kebanyakan blog yang aku kenal general/lifestyle, parenting, traveling tapi blog sabda mengusung financial dan pekerjaan. Aku pertama mengenal dari twitter, waktu itu aku komen eh mengarah ke curcol ding pada salahsatu kicauannya. Ternyata dia friendly dan tidak pelit berbagi ilmu, itulah kesan yang aku tangkap pertama. Banyak masukan buatku meski ia sendiri mungkin tidak menyadari. Setelah beberapa kali berinteraksi lewat twitter barulah aku tahu, blognya membahas tentang keuangan dan pas banget saat itu aku sedang membutuhkan informasi tentang tabungan emas pegadaian. Jadi, sekarang aku tahu kemana menemukan tetek bengek terkait keuangan yang kadang dari istilahnya saja sudah njlimet bagi ibu rumah tangga kaya aku.

  1. Konyol/Humoris

Hidup tak selalu harus serius. Kita butuh hiburan. Blog Joe Candra S. Kom ini bikin aku ngakak kalau membaca. Mau itu tulisan serius tapi sama dia diberi sentuhan humoris. Memang sih belum lama berjodoh dengan blog ini yaitu pas blog walking lomba menjadi konsumen cerdas di era digital. Kebetulan dia keluar menjadi Juara 2. Emang layak banget karena tulisan dan grafisnya emang keren. Sejak itu aku suka membaca blog-nya. Bagaimana dia menyelipkan humor di artikel yang serius sekalipun. Pembaca pun tak dibuat  berkerut jidatnya. Kerennya lagi, Bang Joe ini sering menang lomba lho. Jadi kalau mau belajar harus sering-sering melipir ke sini ya!

  1. Ramah dan Interaktif

Blogger juga harus ramah. Walaupun kita tidak bertatap muka dengan pembaca tapi kesan ramah itu bisa ditangkap lewat tulisan atau saat berinteraksi melalui komentar. Blog bunda Hani ini salahsatunya. Aku mengenalnya saat mengikuti giveaway yang diadakannya. Dari situlah aku juga mengenal konsep follow to follow dan blog walking balik*hehe… Berlatar belakang dosen, bunda ini tak akan sungkan menjawab dan berdiskusi tentang sesuatu hal.

  1. Jujur

Penulis yang jujur. Mungkin ini prinsip yang sangat ingin aku pegang. Kejujuran penulis kadang terkikis rasa gengsi dan kurang percaya diri atau tuntutan job sehingga lebih menutupi kenyataan. Kejujuran ini secara sendirinya akan meningkatkan kredibilitas blog tersebut. Karena kejujuran itu seperti kata peribahasa, dalamnya lautan bisa diduga, dalamnya hati siapa tahu, jadi aku tak bisa menebak blog mana yang menulis dengan jujur atau tidak.

Sebenarnya banyak sekali blogger keren di Indonesia. Itu hanya contoh versi dari aku. Blogger yang sedikit banyak mempengaruhiku. Aku pun berusaha dan terus belajar agar bisa sukses dan dikenal seperti mereka. Ngomongin blog, blogku ini sudah lama ya, tapi jalannya kalau diibaratkan kaya Gery—kata Namiya, siputnya Sponge Bob. Kalau lagi semangat menulis… banyak posting… kalau lagi malas ya lama update-nya bahkan malah ga dibuka sama sekali. Ya, memang sih semua kembali pada niat dan tujuan serta fokus dan konsisten. Kata-kata singkat, padat, jelas, dan gampang diucapkan tapi bagiku lumayan berat diaplikasikan dengan berbagai justifikasi sebagai ibu rumah tangga haha…

Namun, setidaknya dengan sering membaca, aku akan terdorong untuk menulis. Apalagi sekarang dunia blogging sangat kompetitif. Kalau tidak berusaha tampil keren ya akan tenggelam di tengah arus blogger yang sudah menyentuh 3 juta pengguna internet di Indonesia. Jadi ya harapannya, blog yang masih remeh temeh seperti butiran meses yang jatuh lalu nyelip di belakang pintu ini (–aku pernah baca di sebuah artikel–) akan menemukan dan ditemukan pembaca yang membutuhkan informasi dan pengetahuan.

Bagaimana kalau menurut Manteman kriteria blogger keren itu? Bersama Menu7uh Warung Blogger Lebih Baik: Yuk, Jadi Blogger Keren! *cubit diri sendiri dulu lah.

31244161_1863379700349588_1126043169771749376_n

“Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Menu7uh Warung Blogger Lebih Baik: Yuk, Jadi Blogger Keren!

Andalan
Diposkan pada Ramadhan

Menunggu Buka Puasa Makin Menyenangkan dengan Empat Hal Ini

Teman, tidak terasa ya puasa sudah memasuki hari ke-11. Itu artinya kita sudah melampaui sepertiga Ramadhan. Bagaimana puasanya? Sudah bisa beradaptasi dan makin lancar ibadahnya pasti ya kan?

Nah, kalau sudah bisa menikmati, saat menunggu bedug maghrib pun tak terasa. Namun, terkadang juga terasa begitu lama. Saat itulah, kita membutuhkan kegiatan positif yang dilakukan jelang buka puasa atau istilahnya ngabuburit. Ohya, kalau memasak termasuk ngabuburit bukan ya? Tapi aku skip saja soalnya itu mah memang sudah bagian dari kita sebagai perempuan.

Nah, ini empat aktivitas sembari menunggu waktu berbuka puasa versi aku:

1. Merajut

P_20180520_102356
Asyik kan ya, kalau Ramadhan ini selain ibadah kita pun menghasilkan sesuatu dengan tangan sendiri. Scarf misalnya. Keasyikan merajut kita bisa lupa waktu tahu-tahu sudah buka.

2. Berkebun

23596281_229597307575803_886486953610969088_n
Meski tinggal di kota dengan lahan sempit bukan halangan untuk berkebun. Kita bisa menyiasatinya dengan pot-pot kecil atau menggantung tanaman. Bakalan ga terasa dech.

3. Membaca

25021974_1650387118362705_8638757564017803264_n
Membaca di bulan puasa identik dengan tadarus Alquran. Usai mengaji kita bisa membaca buku ringan sesuai kebutuhan kita. Misalnya sedang tertarik petualangan di bidang kuliner bisa membaca buku terkait atau membaca disesuaikan dengan suasana hati. Membaca apapun itu yang terpenting kita paham dengan apa yang kita baca sehingga bisa menyerap ilmunya.

4. Walking atau Jalan-jalan sore

23734974_154467985168127_331576513247838208_n
Kalau ini paling favoritnya ngabuburit ya. Ga harus jauh-jauh sih sebenarnya. Bisa jalan-jalan keliling kampung sembari menyapa tetangga. Apalagi yang tinggal di kota ya. Banyak-banyak bersilaturahim di bulan penuh berkah.

Itu ngabuburit menyenangkan versi aku, bagaimana dengan Teman, share juga ya…

Andalan
Diposkan pada blog competition, Reviews

Tetap Langsing Meski Berbuntut Dua

sf01

“Mbak Rin, awet kecil ya badannya, yang lain (aku) pada mbedah (gemukan)…”

Begitu salahsatu temanku mengomentari foto diatas. Hmmm… Kalau kataku, tidak ada yang instan atau serta merta. Semua membutuhkan proses dan konsistensi termasuk dalam hal menjaga berat badan.

Akupun sama seperti perempuan lain. Paling takut badan melar setelah melahirkan. Bahkan saking parnonya, aku pernah bertanya pada suami, jauh sebelum kelahiran anak pertama, “kalau aku jadi gendut kamu masih cinta aku ga?”

Konyol banget ya. Karena perawakanku mungil jika berbadan melar serasa bola gelinding. Bisa-bisa kalau jalan sama suami layaknya angka sepuluh 10. Dia tinggi semampai dan aku membulat. *jangan dibayangkan ya

Daripada memikirkan momok tersebut. Ini nih rahasiaku menjaga agar badan tetap awet langsing, memiliki berat badan ideal, dan perut tetap kecil tanpa lemak bergelambir. Tiga hal sederhana yang aku lakukan, yaitu:

1. Puasa

Daripada kita diet ini itu untuk mengurangi karbohidrat agar tidak overweight, kenapa tidak sekalian diniatkan ibadah sunnah saja? Puasa sebagaimana kita tahu merupakan menahan makan dan minum dalam waktu yang ditentukan. Bahkan sebelum melakukan operasi dokter kerap meyarankan puasa. Sebab, dengan puasa tubuh kita sementara akan membersihkan diri dari zat-zat yang tidak berguna.

Cara berpuasaku disesuaikan dengan kebutuhan dan dilihat dari kesibukan kecuali puasa Ramadhan ya harus sebulan penuh kecuali mendapat halangan. Misalnya puasa setiap senin dan kamis. Kadang selang-seling, sehari puasa sehari berbuka atau disebut puasa Daud. Tapi yang penting diingat begitu berbuka jangan langsung rakus segala dimakan. Terus malamnya ngemil, ya sama saja bohong ya. Kembalikan ke niat utama sebagai ibadah ya. Apalagi dalam Islam saat puasa doa kita itu di-ijabah. Jadi selama berpuasa kita juga berdoa agar badan langsing hehe… Kamu juga bisa kok puasa sesuai keyakinan kamu.

2. Olahraga ringan

Olahraga yang aku lakukan sederhana saja asal rutin. Namanya sudah ibu-ibu, aku tahu diri kalau diajak lomba lari pasti ngos-ngosan. Mengejar si kecil yang lari saja langsung keringetan. Nah, kalau tujuan olahraga yang aku lakukan adalah agar perut tetap rata yakni dengan push up 3 kali sebelum tidur dan 3 kali sesudah bangun tidur. Kalau tidak push up ya sit up, kalau saat sit up bisa juga lho melibatkan si kecil. Misalnya minta tolong mereka untuk memegangkan kaki kita agar kita lebih enak saat mengangkat badan.  Untuk yang baru memulai latihan ini, ulangi dulu beberapa kali. Aku juga yang penting kualitas dan konsisten bukan berapa kali kita bisa tapi besok sudah KO. Mending rutin 3-6 kali daripada 100 kali tapi kadang kala. Yang penting konsisten sehingga tujuan agar perut tetap rata tercapai.

Gerakan ini cocok buat siapa saja kecuali kalau baru melahirkan/operasi ya jangan ya. Tidak perlu mengeluarkan biaya mahal. Kita tidak perlu menyisipkan jadwal ditengah agenda yang padat dan malah kadang batal padahal sudah direncanakan jauh-jauh hari di pusat kebugaran.

Kalau kita sudah menjadi ibu-ibu mempunyai perut rata adalah kebanggaan bukan? Hihi… Soalnya sekarang kalau ketemu teman, aku pasti melirik bagian perut.  Lalu aku tersenyum dan tak mengungkapkan. Karena ini bagian sensitif para ibu-bu jika disinggung lemak. *Maafkan ya teman… 

3. Mengonsumsi Slim & Fit

Sekarang pertanyaannya apakah dengan mengurangi porsi makan dan berolahraga saja sudah cukup? Sebab, tubuh kita juga memerlukan menu seimbang. Kandungan gizi seperti protein, serat, karobidrat, kalsium, vitamin, dan mineral harus tetap terpenuhi. Agar berat badan ideal dan sehat. Tidak baik juga kalau terlalu kurus dan berpenampilan tidak bugar. Sebab, berat badan ideal bukan berarti kurus. Cek dulu, berat badan kita sudah ideal belum, yuk. Rumus menghitung berat badan ideal:

Berat badan ideal perempuan (kg) = {tinggi badan (cm) – 100} – {[tinggi badan (cm) – 100] x 15%}

Contoh perhitungannya misal tinggi badan 150 cm. Berat badan ideal = {150 – 100} – {[150-100]*15%} = 42,5 kg

 

sf02

Slim&Fit ini rasanya kental dan enak. Tersedia dalam dua varian rasa coklat dan vanilla. Rasanya sendiri aku cocok karena sewaktu hamil dan menyusui terbiasa mengonsumsi produk dari Kalbe (Prenagen Mommy, Lovamil, Lactamom maupun Anmum). Yang jarang minum susu tidak akan merasa eneg karena bisa diselang-seling rasa. Bisa juga disajikan hangat atau dingin sesuai selera. Catat ya: Slim&Fit ini tidak disarankan bagi ibu hamil dan menyusui ya dan anak kecil dibawah lima tahun.

Mengonsumsi Slim&Fit dua kali sehari sebagai sarapan dan makan malam atau sehari sekali saat pagi atau malam hari dapat menjaga berat badan tubuh.

Untuk mendapatkan hasil optimal bisa mengikuti saran penyajian yaitu:

  • Satu gelas Slim&Fit milk 200 kkal sebagai sarapan plus dua apel/buah
  • Makan siang nasi seimbang
  • Satu gelas Slim&Fit milk 200 kkal sebagai makan malam plus sayur dan sepotong apel/buah

Kalau pas puasa bisa minum susu Slim&Fit saat sahur dan atau sebelum tidur.

Kelebihan Slim & Fit:

  • Kenyang lebih lama (karena tinggi protein, tinggi serat, dan mengandung karbohidrat lepas lambat Isomaltulosa). Proteinnya tinggi lho jadi bisa untuk mengencangkan otot juga.
  • Rendah lemak & gula (50% lebih rendah dari susu diet sejenis)
  • Tinggi Kalsium (setara dengan susu-susu tinggi kalsium lainnya)
  • Kalori terkontrol 200 kkal/saji
  • Hasil testimoni menyatakan dapat turun 1 kg/minggu bahkan 4-6 kg sebulan

Kalau teman-teman tertarik mau mencoba, aku mempunyai voucher untuk potongan diskon 20% dengan pembelian minimal 3 box Slim&Fit varian apa saja. Makin hemat karena tidak ada maksimal penggunaan kode voucher jadi bisa dipakai berkali-kali. Langsung ke www.kalbestore.com ya dan gunakan kode berikut:

rinatri20

Itu tadi rahasia sederhana badan awet singset ala aku eh sudah bukan rahasia lagi ya. Kalau kamu gimana cara menjaga badan tetap langsing walau sudah ibu-ibu. Share juga pengalaman kamu, ya.

Happy blogging with Rina^^

Andalan
Diposkan pada Reviews

Review Susu Cair SGM UHT

IMG_9762

Awal berkenalan dengan susu cair SGM UHT adalah saat mengikuti mom ambassador SGM di Yogyakarta, 7-9 Maret 2018. Alhamdulillah, aku terpilih sebagai mombassador batch #7. Acaranya sendiri bertabur ilmu dan penuh keseruan, dari outbond, workshop, kunjungan pabrik SGM di Klaten hingga galadinner. Tak hanya buat ibu, pihak SGM pun memberi oleh-oleh buat si kecil di rumah. Yup, varian baru SGM, susu cair UHT.

Waktu ditunjukkan respon Namiya (3,5 tahun) biasa saja. Mungkin karena baru pertama melihat susu kotak dengan kemasan warna merah. Awal ia menyeruput tak begitu lahap. Penasaran, aku mencobanya. Ternyata waktu aku coba memang rasanya kurang manis. Lidahnya sudah terbiasa susu UHT yang lebih manis.

Aku sendiri tak begitu kaget, karena sudah diberi penjelasan sebelumnya tim SGM dalam salahsatu diskusi dengan Sari Husada. Rasa kurang manis ini karena susu SGM tidak menambah pemanis melainkan hanya berasal dari gula susu. Sehingga membuat kadar gula yang dikonsumsi untuk anak menjadi aman.

Akhirnya sedikit dibujuk dan diberi pengertian, Namiya mau mencoba lagi. Yang bikin geleng-geleng, dia jadi suka langsung nyelonong ke rak susu cair SGM sendiri setiap ke minimarket alias wajib beli. Rasa yang disukai coklat kalau yang stroberi dari kecil emang ga mau.

Waktu pertama kali mencoba susu cair SGM pun tak ada keluhan sakit perut atau susah BAB. Soalnya ia pernah susah BAB saat awal-awal minum UHT. Aku sendiri ga khawatir memberi susu cair SGM karena mengadaptasi kebaikan susu bubuk SGM Eksplor yang sudah memberikan gizi kepada anak Indonesia sejak tahun 1965.

Kalau ditanya hal yang paling disukai dari susu ini karena mengandung complinutri yang penting untuk mendukung tumbuh kembang si kecil. Dari perkembangan otak yang mendukung kreativitas, kekuatan tulang dan gigi, menjaga imunitas, dan menambah energi.

SGM Aktif UHT mengandung nutrisi lengkap berupa:

  • omega 3 & 6 yang mendukung kreativitas dan perkembangan otak si kecil,
  • kalsium dan vitamin D meningkatkan kekuatan tulang si kecil,
  • zinc dan vitamin C menjaga imunitas si kecil, dan
  • B1, B2, B3, B5, B6, B9 menambah energi untuk beraktivitas.

Dibalik kemasannya terdapat permainan yang menarik buat si kecil. Sebelum, aku kasih tahu ternyata Namiya sudah menemukan sendiri permainan ini. Ia ngomong sendiri sambil menggerak-gerakkan jarinya dalam labirin. Mungkin pada kemasan berbeda bisa ditambah variasi lainnya misal tebak-tebakan atau pengetahuan. Tidak harus game yang berbasis aplikasi yang harus ribet download di playstore —makan kuota dan kapasitas ruang :D–. Selain itu, secara pribadi memang tidak suka, karena kita ingin meminimalir ketergantungan anak dengan gadget.

Secara keseluruhan, aku dan Namiya suka sekali dengan SGM aktif cair. SGM cair menjadi pilihan untuk menemani dan bekal sehari-hari untuk aktivitas positifnya seperti bermain sembari belajar dan berenang. Harganya juga masih relatif terjangkau untuk kemasan 110 ml berkisar Rp 3,500. Hanya pemasarannya belum masuk ke warung/toko terdekat sehingga masih harus jauh ke minimarket/supermarket.

Dengan nutrisi lengkap sebagai ibu aku berharap Namiya bisa menjadi generasi maju yang tumbuh pintar/kreatif, percaya diri, supel, dan mandiri.

Bagaimana dengan bunda? Sudah mencoba varian baru dari SGM ini belum? Share juga pengalaman si kecil minum susu ini di komentar ya ^^

 

Andalan
Diposkan pada Uncategorized

Tiga Pemenang Writing Competition #HappyLifeBefore40s

Screenshot_2018-04-26-18-40-37-1

Taraaaa…

Selamat kepada tiga pemenang writing competition #HappyLifeBefore40s #IChooseHappy yang diselenggarakan oleh Commonwealth Life.

JUARA 1 (Notebook)
Lisa Desliana
Happy Life Before 40s I Choose Happy – Mimpi dari Seorang Perempuan Muda

JUARA 2 (Kamera Mirrorless)
Murtiyarini
Raih Rasa Aman dan Berbahagialah! #HappyLifeBefore40s

JUARA 3 (Samsung Smart Watch)
Rania Fardyani

Happy Life Before 40s – Yang Muda Yang Bahagia

 

Semoga bisa menjadi referensi bagi teman-teman agar bisa menulis lebih baik dan jadi juara di blog competition berikutnya.

Happy Blogging^^

Andalan
Diposkan pada blog competition

Dari Shell Eco-Marathon Make the Future dan Energi Masa Depan untuk Indonesia  

macet
Macet Jakarta (dok.pri)

Haduh… macet lagi-macet lagi!

Hal paling konyol  yang aku lakukan saat macet adalah nangis. Inget banget, waktu masih bekerja di Jakarta, setiap hari harus berjubal dengan kepadatan lalu lintas. Suatu pagi, seorang kawan mendapati mukaku yang masih sembab usai memarkir sepeda motor di tempat kerja. Sebagai kawan yang baik tentu saja ia bertanya, aku kenapa? Aku yang belum sempat menyeka wajah, haduh malu banget ketahuan, akhirnya bercerita kalau penyebab aku menangis adalah macet.

Sebagai perempuan yang besar di kota kecil Klaten, macet menjadi hal yang sangat luar biasa buatku. Kemacetan begitu menguras sisi emosional. Akibatnya, aku bisa menangis sepanjang perjalanan. Sebagai gambaran, untuk jarak sekitar 10 kilometer di Klaten aku hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit tapi di ibu kota ini, lebih dari satu jam. Wow banget kan?

Efek dari macet tersebut membuat etos kerjaku menurun drastis. Terlalu banyak energi yang sudah kuhabiskan di jalan. Aku pun sering kena omel bos karena dianggap tidak becus bekerja yang dituntut deadline. Berbanding terbalik ketika aku bekerja di kota kecil dengan hawa segar minim polusi dan bebas macet. Hffttt…

Mobil pribadi kerap kujadikan kambing hitam. Mengapa sih harus memakai mobil jika hanya seorang diri toh ibukota ini mempunyai banyak transportasi massal, seperti Transjakarta, commuter line, angkot, bus umum lainnya, bisa join 3 in 1. Aku kerap menyayangkan bodi-nya yang besar hanya diisi satu orang. Lebar jalan yang dipakai satu mobil itu bisa dipakai tiga motor atau berapa lebar jalan yang bisa kosong jika para mobil tersebut tidak ikut membuat barisan panjang dan lebar.

“Ga enak, sama-sama macet ya mending pakai mobil pribadi, ber-AC, bisa sambil ngapa-ngapain,”  begitulah kurang lebih jawab teman yang kebetulan menggunakan mobil walau setiap hari menembus kemacetan lalu lintas jarak Bogor-Jakarta yang mungkin bisa menghabiskan waktu berjam-jam jika rush hour. Ya, lalu aku sadar, menggunakan mobil adalah hak, sama halnya aku lebih memilih sepeda motor daripada naik angkot. Yup, transportasi massal sebagai sarana mobilitas harus terus ditingkatkan supaya lebih memikat.

Tentang Shell

spbu shell
SPBU SHELL (dok.pri)

Jakarta tak selamanya buruk. Di sini, aku melihat banyak hal termasuk dunia yang luas. Aku mulai familiar dengan Shell, awalnya pengetahuanku hanya sebuah stasiun pengisian bahan bakar milik swasta. Nyatanya, Shell bukan industri baru sebab sudah hadir sejak tahun 1907 dalam bidang energi untuk memproduksi bahan bakar, minyak dan pelumas mesin. Tumbuh dari sebuah toko kecil di London hampir 200 tahun silam kini merupakan salahsatu dari enam perusahaan minyak dan gas terbesar di dunia.

Tahun 2050 jumlah penduduk dunia diprediksi meningkat hingga 9 milyar jiwa. Sekitar tiga perempat populasi dunia akan tinggal di perkotaan bergabung dengan kelas menengah global. Semakin banyak orang akan membeli mobil, lebih dari dua kali lipat jumlah yang ada di jalanan saat ini. Langsung eneg membayangkan kemacetan yang semakin parah. Bagaimana dengan anak-anakku nanti jika sudah bersekolah, kelelahan di jalan akan mempengaruhi daya pikirnya. Apalagi saat ini kami tinggal di Kota Bandung yang sudah mulai mengeluhkan kepadatan berikut panas akibat emisi juga.

Kembali ke contoh kasus di Jakarta, kerugian akibat macet yang dikalkulasi awal tahun 2018 ini oleh Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mencapai  185 Trilyun Rupiah meningkat dari Rp 68,2 T pada pertengahan 2017. Sedangkan taksiran Bappenas, Jakarta rugi sekitar Rp 67,5 T atau 5 Milyar Dolar per tahunnya akibat macet ini. Rinciannya mencakup boros BBM karena terbuang sia-sia, untuk mengobati aneka penyakit akibat polusi dan stres termasuk waktu.  Dengan pemilik mobil tercatat lebih dari 3 juta dan sepeda motor hampir 14 juta dan besar kemungkinan untuk terus meningkat.

Yang paling menonjol adalah kerugian akibat macet dari bahan bakar emisi karbonmonoksida (C02) sebagai gas buang ditengah perubahan iklim. Kadang secara tidak sadar kita menganggap panas di jalan akibat sengatan matahari padahal itu bisa diakibatkan oleh emisi gas buang. Sehingga perlu energi terbarukan atau energi hijau yang bukan sekedar jargon maupun gembar-gembor semata.

Shell telah bersiap menghadapi tantangan masa depan rendah karbon tersebut melalui energi surya dan angin yang dapat menyediakan hingga 40% energi secara global pada tahun 2060 dan menjadi sumber energi utama terbesar di dunia satu dekade kemudian. Sebab, masa depan energi yang berkelanjutan merupakan hal vital. Komitmen Shell di antaranya juga mengganti pembangkit listrik tenaga batu bara dengan tenaga gas yang memiliki CCS dapat memangkas CO2 hingga 90 %.

Karenanya, transportasi untuk mobilisasi baik bersifat pribadi maupun umum merupakan hal yang penting digarisbawahi. Diperlukan pelumas dan bahan bakar yang lebih efisien termasuk bahan bakar nabati dan hidrogen rendah karbon. Shell pun berfokus dalam bidang inovasi salahsatunya melalui Shell Eco-Marathon.

Shell Eco-Marathon

video

Bukan seorang yang bekerja di bidang engineer membuatku belum familiar dengan Shell Eco-Marathon. Ini bukan lomba lari tapi merupakan kompetisi bagi mahasiswa di tiga benua Asia, Amerika, dan Eropa. Mereka ditantang untuk men-design, menciptakan hingga menguji  dan mengendarai mobil masa depan dengan bahan bakar yang ultra efisien. Mobil yang diciptakan harus bisa menempuh perjalanan terjauh namun menggunakan sumber energi paling hemat dengan tetap memenuhi standar keamanan.

It’s not about speed. It’s about energi efficiency

Kompetisi ini dibagi menjadi kategori Prototype dan UrbanConcept. Mobil juga dibagi berdasarkan tipe energi: kategori pembakaran internal mencakup bensin, disel, bahan bakar cair yang terbuat dari gas alam dan etanol dan kategori mobil elektrik, kendaraan yang digerakkan oleh hidrogen dan baterai berbasis lithium.

Shell Eco-Marathon di Asia sudah berlangsung tanggal 8-11 Maret 2018 lalu di Singapura. Hasilnya tiga tim Indonesia menyapu bersih gelar pengemudi tercepat dan hemat enegi di Driver’s World Championship (DWC)) Asia bagian dari Make the Future. Tim yang dinobatkan di tempat tertinggi yaitu Tim Semar Urban UGM (Universitas Gadjah Mada) dikendarai oleh Tito Setyadi Wiguna dengan jumlah bahan bakar yang disisakan oleh mobil Semar Urban 3.0 sebanyak 0,9%. Diikuti  ITS Tim 2 (Institut Teknologi Surabaya), dan Garuda UNY ECO TEAM (Universitas Negeri Yogyakarta). Mereka bersaing dengan tujuh tim lainnya berjuang menyelesaikan sembilan putaran dalam cuaca panas di Changi Exhibition Center.

Perjuangan ketiga tim tersebut masih akan berlangsung dengan berhadapan dengan Tim UrbanConcept terbaik dari Amerika dan Eropa dalam putaran Grand Final, di London 8 Juli 2018. Pemenang DWC Global berkesempatan mengunjungi markas Scuderia Ferrari di Maranello Italia.

Selamat kepada tiga tim Indonesia yang berhasil menjadikan All Indonesian Team sebagai juara di DWC Asia. Kita semua bangga dengan pencapaian luar biasa ini. Bukti nyata dan inspiratif bahwa anak-anak muda Indonesia memiliki talenta dan kemampuan yang sangat kompetitif tidak hanya di tingkat regional, tapi juga di tingkat global.

Sumber daya manusia yang resilient, inovatif, dan mampu berkompetisi di ajang global menjadi modal untuk menjadi pemenang di era revolusi industri 4.0.

Darwin Silalahi, Country Chairman dan President Director PT Shell Indonesia

Selain DWC, ajang ini juga mengumumkan para pemenang kategori Prototype:

  • Rekor jarak tempuh terbaik adalah 2.341,1 km/l disabet oleh Panjavidhya1 dari Panjavidya Technological College (Thailand). Hasil ini juga memecahkan rekor sebelumnya di angka 2.288,9 km/l.
  • Kategori Battery Electric dengan hasil 511,0 km/kWh oleh Team HuaQi-EV dari Guangzhou College of South China University of Technology (China)
  • Kategori Hidrogen dengan hasil 404,3 km/m3 oleh TP ECO FLASH dari Temasek Polytechnic (Singapore)

Penghargaan off-track yang diberikan diluar kategori di atas:

  • GARUDA UNY ECO TEAM dari Universitas Negeri Yogyakarta (Indonesia) mendapatkan penghargaan Safety Award untuk desain UrbanConcept car.
  • EnduroKiwis dari University of Canterbury (New Zealand)mendapatkan penghargaan Technical Innovation Award untuk mesin 3D-printed titanium yang merupakan desain mobil
  • NUST Eco-motive dari National University of Siences and Technology (Pakistan) memenangkan penghargaan Preseverance and Spirit

Lokasi Ajang Shell Eco-Marathon Tahun 2018:

  • Shell Eco-Marathon Asia 8-11Maret di Singapura
  • Shell Eco-Marathon Amerika 19-22 April di Sonoma, California
  • Shell Eco-Marathon Eropa 5-8 Juli di London, Inggris

Dari Shell Eco-Marathon Untuk Indonesia

Team Indonesia di Shell Eco-Marathon 2018
Team Indonesia Merayakan Kemenangan

Sebagai warga Indonesia kita boleh bangga dengan pencapaian tim tanah air di Shell Eco-Marathon, Singapura tersebut. Total ada 26 tim mahasiswa Indonesia dari 120 tim mahasiswa seluruh kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah yang bertanding guna meraih gelar paling hemat energi. Bagi pemenang DWC, mereka akan berjuang kembali menjadi pemenang global. Kita mendoakan yang terbaik sebab tugas mulia mereka mengharumkan nama bangsa.

Namun, terlepas dari semua itu, begitu ajang ini usai, kerja dan karya tidak boleh berhenti. Hasil karya tersebut harus bisa lebih aplikatif dan bermanfaat bagi bangsa bahkan dunia. Jakarta sebagai tolok ukur dan model kota di Indonesia yang selalu terancam dead lock dibenahi dengan berbagai tawaran design mobil masa depan yang hemat energi.

Sehingga harapannya,

Satu Hasil Shell Eco-Marathon bukan hanya mobil untuk kompetisi melainkan menjadi mobil aplikatif. Mobil bisa layak dan bisa dikendarai di jalan raya untuk solusi kemacetan. Mobil ini bisa menjadi alternatif bagi mereka yang bepergian sendirian tapi tidak ingin kepanasan. Jadi tidak perlu membawa mobil segede gambreng yang hanya berisi satu orang tapi mengusai jalan dan menyerobot hak pengguna jalan lain. Karena, setiap pengguna jalan memiliki hak dan kewajiban serta prinsip saling menghargai.

Design Mobil Semar Urban UGM
Mobil Semar Urban UGM

Dua Mobil hemat energi dan bahan bakar terbarukan bisa mengalihkan bahan bakar fosil yang sudah digunakan ratusan tahun. Mengingat proses terbentuknya minyak dan batubara mengalami perjalanan panjang hingga jutaan tahun. Sisi baiknya, menggunakan energi terbarukan bisa meminimalkan dampak pemanasan global. Ilmuwan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menaksir suhu bumi meningkat 1.1-6.4 derajat celcius antara tahun 1900-2100 akibat aktivitas manusia yang menambah gas rumah kaca ke atmosfer. Pemanasan global mengancam cairnya es di kutub yang dapat meninggikan muka air laut. Ilmuwan IPCC memprediksi tinggi muka air laut naik 9-88 sentimer pada abad ke -21. Akibatnya dapat menenggelamkan pulau-pulau kecil dan daratan pantai.

Design Mobil Garuda UNY ECO TEAM
Mobil Garuda ECO UNY Team

Tiga Terbentuk kota modern yang ramah energi dan penuh warna. Kota yang sehat dan penduduknya bahagia melahirkan generasi muda kompetitif penantang revolusi industri berikutnya. Etos kerja tinggi meningkatkan daya saing bangsa menjadi bangsa yang maju. Hal tersebut diantaranya ditunjang adanya mobil futuristik dengan Design UrbanConcept yang minimalis dan modern, efisiensi bahan bakar dan safety melenggang di jalanan.

Melalui Shell yang telah memfasilitas diskusi, kolaborasi, dan inovasi seputar beragam tantangan energi,  semoga anak bangsa terus terpacu melahirkan karya yang menjadi solusi tantangan global back to local.

Event Shell Eco Marathon Singapura sukses dihadiri lebih dari 15 ribu pengunjung pelajar pengusaha perusahaan pemerintah dan masyarakat umum. Beragam gagasan dan inovasi dipamerkan, Energy Theater, lantai dansa kinetik hingga Liter of Light yang menghasilkan energi bagi perumahan perkotaan dan desa-desa di Filipina dengan menggunakan satu unit panel surya dan sebotol air.

Semoga tulisan ini bisa memberi informasi dan bermanfaat. Kawan juga bisa menuliskan terkait event Shell Eco-Marathon untuk mendapatkan hadiah kece dari Shell untuk  tiga tulisan terbaik.

Silakan klik gambar untuk informasi blog competition dari PT. Shell Indonesia.

hadiah WB-SHell

*Sumber dan Referensi:
Foto Shell Eco Marathon http://www.flickr.com/photos/shell_eco-marathon
https://www.shell.com
https://www.shell.co.id
https://warungblogger.com
https://wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global
https://wikipedia.org/wiki/Shell

 

*Artikel ini terpilih menjadi Juara Ketiga dalam Lomba Penulisan Shell Eco-Marathon

Andalan
Diposkan pada Uncategorized

Ini lho Pemenang Lomba Blog HARKONAS, Konsumen Cerdas di Era Digital 2018

IMG_20180421_112442

Akhirnya, saat yang mendebarkan tiba ya. Setelah ditutup tanggal 14 April lalu untuk dilakukan penjurian, tepat tanggal 20 April 2018 diumumkan para juaranya.

Ini dia untuk kategori pemenang blog, selamat:

JUARA 1
Lalu Alfian Rifai
dengan total nilai 83 asal Lombok Barat
HARI GINI KAMU BELUM JADI KONSUMEN CERDAS?! RUGI SOB..!!

JUARA 2
Jovie Candra Purnama
dengan total nilai 81 asal Situbondo
Kunci Utama Berbelanja di Era Digital Adalah Menjadi Konsumen Cerdas

JUARA 3
Muhammad Jumardan
dengan total nilai 79,25 asal Jakarta Barat
Maaf link-nya aku belum menemukan. Kalau teman ada yang tahu silakan di share di kolom komentar ya.

Kalau artikel yang ikut aku lombakan juga:

Konsumen Cerdas di Era Digital Itu…

Melihat artikel para pemenang emang kualitas tulisanku jauh di bawah mereka. Mereka tidak hanya menulis tapi juga melengkapi konten penunjang yang bagus. First winner menambahkan komik dan juara kedua menambahkan ilustrasi grafis yang kreatif. Sudah begitu mereka juga tercatat peserta yang awal mendaftar. Niat banget kan. Bukan barisan mepet deadline kaya aku hehe… Gambar di artikel pun mengambil dari sumber lain hihi…

Yup, setidaknya itu pelajaran di lomba harkonas kali ini. Sekali lagi selamat buat para pemenang dan selamat terbang ke Bangka Belitung yah untuk mengikuti perayaan puncak Hari Konsumen Nasional 2018.

Ohya selain lomba blog, ada juga lomba video klip. Ini dia pemenangnya:

Pemenang Lomba Video Klip, selamat kepada:

JUARA 1
Marsha Kamila Nursabrina (Yogyakarta, Nilai: 74,25)

JUARA 2
Muhammad Rizal Fuadi
(Solo, Nilai: 73)

JUARA 3
Revo Okto Krisna
(Mojokerto, Nilai: 72,25)

Tetap semangat, teman. Mari kita coba lagi di kesempatan selanjutnya. Semoga lebih hoki dan tetap menjadi koncer ya^^

 

*sumber nama-nama pemenang dari instagram @harkonas

Andalan
Diposkan pada Uncategorized

Ini nih Pemenang Prive Uri Cran SEO Blog Competition…

Siapa yang kemarin ikut blog competition Prive Uri Cran. Akhirnya sudah diumumkan nama pemenangnya lho. Pengumumannya sendiri mundur sekitar dua mingguan dari jadwal yang harusnya tanggal 25 Maret kemarin. Ngomong-ngomong, aku juga ikutan tapi gak nyantol padahal jumlah pemenangnya banyak lho haha…  Sayang sekali ya tapi daripada baper mending belajar dari para pemenang, yuk! Siapa tahu next blog competition giliran kita. Semua indah pada waktunya karena Alloh akan menurunkan rezeki di waktu yang tepat bagi hamba-Nya yang berusaha ^^

Tak perlu berlama-lama, taraaa… ini dia nama-nama pemenang yang muncul di feed instagram @uricran.id

Blog Competition Winners:

Screenshot (1)

Juara 1, berhak Mac Book, Yuniari Nukti, Piknik Bahagia bebas anyang-anyangan dengan Prive Uri-cran 

Juara 2, berhak Uang Tunai Rp 2,5 juta, Nabilla Desyalika, Prive Uri-cran Plus: Resep Rahasiaku untuk Ibu Hamil dan Menyusui agar Bebas Anyang-anyangan

Juara 3, berhak Uang Tunai Rp 1,75 juta, Anggraini Arda Junita, Anyang-Anyangan Haseo… 

Yang berhak uang tunai Rp 500 ribu:

1523682706219_banner-uricran-winner-5

  1. Rizka Afriandita Edmanda, Mencegah Anyang-Anyangan Dengan Prive Uricran, Wujud Cintaku Padamu Jauh Sebelum Kau Dilahirkan 
  2. Ira Guslina Sufa, Prive Uricran Berbagi Kebaikan Atasi Anyang-Anyangan
  3. Ernawati, Menikmati Hidup Sehat Dengan Uricran
  4. Handiko Rahman Febrianto, Tentang Anyang-Anyangan, Uricran, Dan Pahlawan Bernama Ibu
  5. Vindy Putri, Aku Dan Kawan-Kawan Pernah Anyang-Anyangan
  6. Widi Utami, Cegah Anyang-Anyangan Yang Menganggu Dengan Prive Uricran 
  7. Eka Situmorang, Saya Dan Anyang-Anyangan: Musuh Bebuyutan Sebelum Kenal Uricran 

Yang berhak voucher Belanja Rp 100 ribu

1523682706448_banner-uricran-winner-4

  1. Sandra Buana Sari
  2. Nia Haryanto
  3. Astar Ratnadya
  4. Rinrin Rinjaniah
  5. Finastri Annisa
  6. Leila Rizki Niwanda
  7. Latifah
  8. Rodame Monitorir
  9. Eri Udiyawati
  10. Wiwin Pratiwanggini
  11. Lilis lisnawati
  12. Suci Santy Risalah
  13. Putu Ayu Winayasari
  14. Yunita Tresnawati
  15. Diah Estika

Emang keren-keren ya, tulisan para pemenang. Rata-rata memang gabungan grafis dan tulisan yang ciamik. Kesimpulan setelah melihat dari para pemenang, kelemahan artikel aku, Minum Air Mentah Penyebab Anyang-anyangan, Mitos atau Fakta, di antaranya:

  1. Judul tidak menjual (BANGET!)
  2. Terlalu banyak informasi yang ingin dimasukkan jadi tidak sistematis
  3. Cerita tidak runut
  4. Grafis kurang maksimal
  5. Kalah di mesin pencarian google
  6. Belum berjodoh

Sekali lagi selamat buat para pemenang ya. Bagi yang belum tetap semangat dan kita belajar bareng untuk menulis lebih baik dan meningkatkan teknik SEO ya. Ohya, bagi yang menang bagi tipsnya donk. Kalau kamu termasuk yang belum beruntung, bagian mana dari artikelmu yang perlu diperbaiki nih. Share ya 🙂

Eh iya, kalau kebetulan ada yang nyasar ke postingan ini dan bertanya-tanya apa itu Prive Uricran. Jadi, Prive Uricran merupakan suplemen makanan yang kandungan ekstrak cranberinya bisa menghambat pertumbuhan bakteri e coli yang dapat memicu infeksi saluran kemih (ISK) salahsatunya ditandai dengan anyang-anyangan. Produknya ada yang berbentuk kapsul dan sachet. Harganya terjangkau dan bisa dibeli di apotik maupun via online. Nih gambarnya kalau masih penasaran (eh malah jadi ngiklan) 😀

Prive Uricran 30 caps

prive-uricran-30-caps-4632-14541388-b788bcf7e9ae0980cad6fd23f2a61c4a-catalog_233

Prive Uricran plus 15’s

prive-uricran-plus-1539s-5514-70961388-dfe715fcdb5ae237dad22b02e69ccd4f-catalog_233

 

 

 

Andalan
Diposkan pada blog competition

Konsumen Cerdas di Era Digital Itu…

koncer tribun newa
Image: Tribun Pontianak

Belum lama ini, temuan BPOM pada 27 merk ikan makarel atau sarden yang mengandung cacing parasit menggegerkan konsumen. Terungkapnya label kadaluawarsa palsu di sejumlah supermarket telah menambah keraguan konsumen untuk berbelanja. Nah, belum lagi minuman berpemanis buatan yang tidak dianjurkan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita begitu mudahnya terjangkau di warung-warung dengan tulisan di label yang hampir tak terbaca.

Contoh kasus tersebut, bagi saya pribadi menimbulkan rasa was-was bahkan hingga tidak percaya pada produk-produk tertentu. Sejatinya, produk atau jasa diciptakan agar bermanfaat orang lain. Namun, dorongan biaya produksi tinggi, menghidupi pekerja, harga bahan baku terus melambung terkadang mendorong produsen untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya dengan melegalkan segala cara. Imbasnya, hak-hak konsumen terabaikan.

Padahal tanpa sadar cara yang tidak benar tersebut membuat distrust “raja” mereka sendiri. Sebab, pembeli adalah “raja”. Begitulah seorang pembeli atau konsumen seharusnya dilayani. Jika pelayanan buruk maka “raja” tidak akan segan-segan membuat keputusan untuk berhenti mengonsumsi dan berpindah ke lain hati. Raja atau pembeli memiliki kekuatan dahsyat.

Sebagai gambaran, ada minimarket baru di sebelah desa saya. Harganya pun miring. Awalnya ramai, orang desa yang biasa ke warung-warung kelontong berpindah ke swalayan karena ingin pengalaman belanja lebih modern. Pembeli ingin merasakan bebas memilih tanpa harus meminta tolong ke penjual untuk mengambilkan barang yang hendak dibeli tanpa sungkan. Baru setelah selesai dibawa ke kasir. Tapi tak lama minimarket itu pun sepi. Nyaris tak ada kehidupan kecuali kasirnya dan satu dua orang pembeli saja yang terpaksa atau tidak tahu. Kenapa? Ternyata kekuatan mulut “raja”. Sangat sederhana dari mulut ke mulut, tersebarlah jika barang yang dijual oleh swalayan tersebut ternyata banyak yang sudah kadaluarsa atau hampir kadaluarsa.

Termasuk saya dan suami menjadi korban, saat itu kami sedang pulang kampung. Karena ingin yang dekat kami mampir untuk membeli bekal air mineral dan beberapa snack untuk camilan suami di kereta yang akan balik ke Bandung lebih dulu. Sampai di rumah saya cerita pada ibu terkait harganya yang murah. Setelah tahu dimana membelinya, ibu langsung menyuruh saya mengecek tanggal kadaluarsa. Dan akhirnya kami merelakan beberapa snack dibuang karena benar sudah melewati batas layak konsumsi. Cerobohnya kami. Lalu, bagaimana ibu tahu? Ya dari kata tetangga-tetangga, komunikasi lisan yang dalam bahasa Jawa disebut getok tular. Berawal dari satu mulut informasi tersebar ke orang lain dengan cepat.

Konsumen Cerdas di Era Digital

Setelah mengamati, saya membagi dua jenis konsumen saat ini berdasarkan cara bertransaksi. Konsumen konvensional dan konsumen digital, keduanya saat ini berada di era digital. Konsumen konvensional atau tradisional bertransaksi dengan bertatap muka antar penjual dan pembeli begitu pula produk atau jasa yang ditawarkan. Sedangkan konsumen digital merupakan pembeli untuk pemasaran secara online, melihat produk atau jasa berdasarkan gambar dan penjelasan di dunia maya, usai membayar dengan online pula, barang pun datang.

Mana yang lebih rentan tertipu? Kalau kata saya, dua-duanya rentan. Sehingga harapan saya sebagai konsumen baik konvensional maupun digital adalah produk yang dijual dijamin berkualitas, kalau memang harganya murah tapi tidak murahan, dan tidak menipu dengan kata diskon. Sebab, terkadang kita menemukan harga murah tapi ternyata begitu sampai di rumah tidak layak dan penjual telah me-mark up harga barang terlebih dahulu lalu diberi embel-embel diskon.

Lalu, bagaimana agar kita terhindar dari hal-hal yang merugikan tersebut? Di saat digitalisasi telah masuk ke hampir berbagai lini kehidupan, kita pun dituntut menjadi konsumen cerdas. Nah, menurut saya konsumen cerdas di era digital itu…

Memilah dan Memilih

Selalu mengusahakan kroscek atau teliti sebelum membeli barang. Melihat tanggal kadaluarsanya dan cek label SNI ini. Sebab, menjamin produk yang dikonsumsi sehat, aman, legal, dan ramah lingkungan. Kemudian menanyakan garansi. Hal ini bisa dilakukan dengan memperhatikan kemasan atau chat langsung dengan penjual jika membeli via online untuk menanyakan stok atau ganjalan terkait produk. Jangan pesan warna merah datang warna hijau atau pesan merk apple yang datang apel. Kita pun harus jeli memilih dimana akan membeli terutama jika online harus jelas kredibilitas tokonya dan keaslian produknya. Salahsatu caranya kita bisa membaca review atau ulasan dari pembeli sebelumnya maupun rating yang diberikan.

Selain itu, yang penting diingat adalah pembeli yang cerdas itu membeli berdasarkan kebutuhan bukan keinginan.

Seperti kancil

Konsumen yang cerdas dituntut bersikap dan perilaku cerdik, pintar, dan berhati-hati seperti kancil ketika hendak mengonsumsi barang atau jasa. Selalu banyak akal dalam menjalani kehidupan sehingga selalu terhindar dari marabahaya atau kecurangan dari penjual nakal. Karenanya kancil dijadikan simbol Hari Konsumen Nasional (Harkonas).

Si Koncer
Instagram @harkonas

Harkonas diperingati setiap tanggal 20 April sesuai Keppres Nomor 13 Tahun 2012. Berdasarkan tanggal diterbitkannya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Bangga Menggunakan Produk Dalam Negeri

Terkadang kita sudah sangsi dahulu untuk membeli produk dalam negeri. Kita sudah termakan branded/merk asing lebih bagus daripada produk dalam negeri. Padahal banyak produk kita, seperti furniture, fashion, craft  yang sudah go international. Sudah selayaknya kita pun mencintai barang sendiri. Namun, terkadang hambatan atau yang mengikis kepercayaan adalah oknum penjual nakal. Sehingga, konsumen cenderung menggeneralisasi jika semua produk lokal berkualitas rendah.

Keuntungan menggunakan produk dalam negeri ini berarti kita turut berpartisipasi dalam meningkatkan cadangan devisa, memperluas lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperluas kualitas produksi. Sehingga nilai persen impor barang konsumsi terus mengalami penurunan. Data Kementrian Perdagangan (kemendag) saat ini nilai persen impor barang konsumsi terhadap nilai total impor indonesia cenderung tetap pada kisaran 7-7,5% 2017. Sedangkan cenderung mengalami penurunan secara absolut yaitu sebesar 13,3% tahun 2011, 13,13% tahun 2013, dan 10,8% tahun 2015.

Berani Bicara

Berani bicara di sini berarti kita assertif untuk melaporkan kecurangan penjual nakal. Kemendag menyebutkan saat ini 42% konsumen memilih tidak melakukan pengaduan, 37% menilai kerugian tidak besar, 24% tidak mengetahui tempat pengaduan, 20% menganggap proses dan prosedur pengaduan lama dan rumit dan 6% mengenal baik pejual. Hal tersebut menjadi alasan konsumen kita enggan melakukan pengaduan.

Perilaku pengaduan konsumen di Indonesia masih rendah yakni sebesar 4,1 dibanding Korea Selatan yang sudah mencapai angka 64 per 1 juta orang. Angka ini harus ditingkatkan dengan sosialisasi, informasi, dan edukasi yang massif. Sebab, 39,2% tidak mengetahui Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK), 38,6% mengenal tapi tidak mengetahui fungsi LPK, dan  baru 22,2%  mengenal dan mengetahui  LPK.

Sehingga konsumen tidak lagi takut mengadu jika dirugikan saat membeli barang atau jasa. Namun, sebelum menegakkan hak-hak konsumen dengan mengadu pastikan terlebih dahulu kita sudah melaksanakan kewajiban kita sebagai konsumen. Bukan langsung men-judge.

Hak Konsumen:

  1. Mendapatkan barang/jasa yang aman
  2. Mendapatkan pelayanan baik dan tidak diskriminasi
  3. Mendapatkan edukasi tentang barang/jasa
  4. Mendapatkan informasi yang benar
  5. Didengarkan keluhannya dan dibantu menyelesaikan sengketa
  6. Mendapatkan kompensasi dan ganti rugi

Kewajiban Konsumen:

  1. Mengikuti informasi dan prosedur pemakaian
  2. Beritikad baik dalam transaksi
  3. Mambayar sesuai yang disepakati

Ketika sudah memahami  hak dan kewajiban dan ternyata kita memang dirugikan, kemana mengadu?

  1. Langsung ke pelaku usaha terkait
  2. Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) terdekat
  3. Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) setempat
  4. Dinas yang menangani perlindungan konsumen kota/kabupaten

Selain keempat point tersebut, terdapat opsi lain, yaitu:

  1. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)
  2. Aplikasi Pengaduan Konsumen oleh Kementrian Perdagangan. Di era digital aplikasi pada smartphone atau mobile app bukan hal yang asing bahkan cenderung dicari. Hadirnya aplikasi ini membuat kita tidak ribet atau repot saat mengadu. Tinggal download di playstore deh. Ketika saya mencoba mengunduh aplikasi ini pun sangat gampang, kita tinggal menginput identitas dan melaporkan kemudian cek status laporan kita. Nah, karena sudah dimulai, kemendag yang memulai inisiatif harus proaktif dalam merespon, layaknya customer service yang siap membantu menghubungkan dengan departemen terkait dalam waktu cepat dan pelayanan yang memuaskan. mobile app
  3. Surat terbuka. Kalau dulu surat terbuka hanya disediakan oleh koran-koran pada rubrik surat pembaca saat ini kita bisa membuat surat terbuka di internet lewat blog maupun media sosial. Namun, pastikan menulis tidak dalam keadaan emosi dan isi aduan jangan langsung menghakimi. Baca lagi surat kita. Kroscek dahulu. Jangan niat memperoleh keadilan malah dilaporkan balik atas tuduhan pencemaran nama baik. Sebab saat ini ada Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang mengatur netizen bijak dalam berinternet sehat.

Momentum Harkonas

Strategi Perlindungan Konsumen Nasional
Instagram @harkonas

Sudah seharusnya momentum Harkonas menjadi cambuk bagi kita untuk mewujudkan perlindungan konsumen nasional yang lebih baik. Meski demikian, sebagai konsumen kita sudah seharusnya dituntut berperilaku cerdas, begitu pula sebagai produsen harus bertanggung jawab terhadap produk/jasa yang dijual. Sehingga tercipta hubungan sehat atau timbal balik yang menguntungkan antara produsen dan konsumen. Lembaga atau pihak perlindungan konsumen terkait juga harus terlibat aktif dalam memberi informasi dan edukasi peranannya masing-masing. Pemerintah harus mengambil bagian dalam memaksimalkan kinerja sesuai tugas, pokok, dan fungsi (tupoksi) masing-masing dengan menjalankan strategi pokok yang sudah dibuat yaitu meningkatkan efektifitas peran pemerintah sebagai fasilitator, regulator, dan eksekutor, meningkatkan kepatuhan pelaku usaha, dan meningkatkan keberdayaan konsumen. Harapannya terwujud tujuan perekonomian nasional yang berdaya saing dan berkeadilan.

Salam koncer,

logo sikoncer

 

Andalan
Diposkan pada blog competition

Nokia 2: Tak Banyak Aplikasi Bawaan dan Awet

nokia_2-camera

Yang paling menarik bagiku saat pertama mengetahui Nokia 2 adalah tanpa aplikasi bawaan yang tidak perlu. Di dalamnya hanya terdapat berbagai macam aplikasi terpopuler dari google.

Banyaknya aplikasi bawaan yang tidak perlu pada smartphone malah membuat mubazir. Apalagi untuk emak-emak seperti aku. Aplikasi tidak terpakai tapi makan memori. Mau dihapus takut mempengaruhi system, kalau tidak dihapus ruang penyimpanan makin penuh dan ya itu tadi padahal tidak digunakan juga. Haduh dilema banget ya kan?

Dengan aplikasi populer dari google akan sangat membantu dan tinggal menambah aplikasi yang memang dibutuhkan. Jadi, ibarat rumah minimalis tapi optimal. Makin nyaman dengan design premium dan baterai yang awet.

Pernah ga sih mengalami saat kita luang karena anak-anak tidur, lalu mengambil smartphone untuk sekedar upload gambar jualan eh ternyata baterai sudah habis. Lalu lagi asyik-asyiknya menyimak tutorial di youtube tahu-tahu muncul peringatan baterai melemah kritis. Parahnya juga karena terlalu rempong dengan urusan dapur dan rumah tangga smartphone jadi terbengkalai lupa dicek baterai dan tahu-tahu sudah mati kehabisan daya.

Ngomongin Nokia adalah hp pertamaku sekitar tahun 2006, warisan dari bulek. Aku adalah tangan ketiga. Dari awal memang terkenal bandel dan tahan banting. Merk asal Findalia ini terkenal juga awet baterainya. Pengguna Nokia tak akan menyangkalnya. Akhirnya Nokia release smartphone dengan android… hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh pecinta Nokia seperti aku.

nokia_2-the_design.png

Nokia 2 hadir dengan mengunggulkan daya tahan baterai hingga dua hari. Kapasitasnya 4100 mAh. Ini sangat membantu model aku yang suka lupa menaruh hp tahu-tahu baterai habis. Karena repot ini itu dan lupa untuk charge. Selain itu, kalau kita sedang powerfull di lapangan tidak usah bingung mencari colokan atau sambil bawa-bawa power bank. Repot sekali ya dan bikin galau karena terkadang moment menjepret bisa datang kapan saja. Jangan gara-gara kehabisan baterai kita jadi melewatkan moment yang tidak datang setiap saat. Aku sering tuh huhu

Harganya berapa sih? Jangan-jangan muahal ternyata sangat terjangkau lho. Hanya 1,5 jutaan. Terjangkau kan ya untuk kantong ibu rumah tangga yang banyak pertimbangan, bayar listrik, anak mau sekolah, kondangan, ini…itu… Harga oke dapat merk yang sudah tidak diragukan lagi.

qualcomm_Final

Sistem operasi Android Nougat 7.1.1 OS yang sempurna, aman, dan terkini. RAM 1 GB, penyimpanan internal 8 GB, dengan penggunaan normal sudah cukup dan tidak akan lemot. Jaringan sudah LTE 4 sehingga tidak perlu khawatir sinyal. Kamera depan 5 MP dan utama 8 MP, jadi tidak akan blur saat mengambil gambar.

Dengan spek yang dimiliki tersebut, jadi bisa lakukan lebih banyak hal dengan Nokia 2 pastinya dalam membantu produktivitas ibu rumah tangga. Bagiku, hp bukan hanya buat gaya-gayaan tapi kalau bisa ya buat menghasilkan duit juga ya kan? Seenggaknya beli paket data sebulan tanpa minta suami. Jadi setidaknya aku bisa melakukan hal berikut tanpa khawatir:
Pertama, memasarkan ketrampilan merajut. Menjual jasa dan produk lewat media sosial.
Kedua, menjalankan usaha sampingan. Banyaknya aplikasi untuk pembayaran tagihan (listrik, PDAM, dll) maupun pulsa/paket data merupakan peluang usaha bagi aku sebagai ibu rumah tangga di sekitar rumah yang membutuhkan bantuan sehingga mereka tidak perlu berjalan jauh.
Ketiga, ngeblog lancar tanpa khawatir lagi asyik menulis tiba-tiba baterai habis keburu ide bablas. Bisa ngeblog sekalian curcol  dan ikut blog competition syukur-syukur kalau nyantol dan menang smartphone. Jadi ga cuma memakai hp warisan terus kan ya (sekarang memakai hp warisan suami). Karena kalau mau beli baru banyak yang dipikirkan buat biaya yang lain hehe

Pastinya juga dengan melakukan banyak hal produktif lewat hp, bisa bangga di depan suami juga kan? Bahwa emak-emak bukan hanya makhluk konsumtif walau di rumah tetap bisa berdaya.

Sekian dulu ya, semoga bermanfaat. Jangan lupa segera cek Nokia 2, yuk! Siapa tahu cocok^^

Screenshot_2018-03-18-11-37-33

Spesifikasi lengkap Nokia 2 yang aku ambil dari laman resminya:

Tersedia dalam kotak

Nokia 2 Anda

Pengisi daya

Kabel data/pengisi daya

Panduan cepat

Headset

Desain

Warna Pewter / Black, Pewter / White, Copper / Black

Ukuran 143,5 x 71,3 x 9,30 mm

Jaringan dan konektivitas

Kecepatan jaringan Kategori LTE 4, 150Mbps DL/50Mbps UL

Konektivitas 802.11 b/g/n, Bluetooth 4.1, GPS/AGPS/GLONASS/Beidou, FM/(RDS)

Kinerja

Sistem operasi Android™ 7.0 Nougat

CPU Qualcomm™ Snapdragon® 212, Quad-core hingga 1,3Ghz

RAM 1 GB LPPDDR 3

Penyimpanan

_Penyimpanan internal 8 GB2

Slot MicroSD Hingga 128 GB

Audio

Konektor Jack headphone 3,5 mm

Speaker Single speaker

Layar

Ukuran dan tipe 5.0” HD LTPS LCD In-Cell Touch

Resolusi 1280 x 720

Rasio kontras 1:1300

Bahan Corning® Gorilla® Glass 3

Kamera

Kamera utama 8MP AF, LED flash

Kamera depan 5MP FF

Konektor dan sensor

Tipe kabel MicroUSB (USB 2.0)

SIM Slot kartu 2 Nano-SIM + 1 MicroSD (DualSIM) / Slot kartu Nano-SIM + 1 MicroSD (SingleSIM)

Sensor Sensor cahaya sekitar, Sensor jarak, Accelerometer (G-sensor), E-compass

Baterai

Tipe baterai Integrated 4100 mAh battery3

Lainnya

Perlindungan anti air (IP52)

*sumber gambar dari website resmi Nokia 2

Andalan
Diposkan pada Event/Activities

Mengenalkan Blogger di Kelas Inspirasi SD Maleber Barat Bandung

Hai! Hello! (Hello! Hai!)
Hai hai hello! (Hello hello hai)

Siapa di sini yang mempunyai diari? (diari itu apa? *duenggg)
Anak zaman now sudah tidak mengenal diari mungkin ya, kata saya dalam hati.

Siapa yang hobi menulis? Dari hampir 30an siswa di kelas IV tidak ada yang mengaku suka menulis.

Siapa yang suka membaca? Lagi-lagi tidak ada yang mengangkat tangan.

Siapa yang tahu google? Suasana lalu heboh karena hampir semua mengetahui.

Antusiasme para siswa mulai terlihat. Suasana kelas makin interaktif ketika saya mulai tik tok bertanya terkait google. Begitu juga saat mencoba searching dengan memasukkan keyword dari mereka, salah satunya “pahlawan nasional.”

Dalam sekian detik, halaman hasil pencarian terpampang di layar laptop. Saya kemudian bertanya lagi, siapa yang menulis artikel yang begitu banyak di google. Termasuk ibu guru yang mendampingi kelas saat itu, oh iya ya, mungkin beliau juga tak terpikirkan 😀

Karena internet sudah menjadi kebutuhan tak terkecuali di kalangan anak-anak sehingga sangat butuh pengetahuan siapa-siapa saja yang ada dibaliknya. Salahsatunya penulis konten yaitu peran blogger.

Baby shark time!
Waktunya ice breaking, terlalu lama masuk materi anak-anak biasanya akan mulai jenuh. Saatnya mencairkan suasana. Saya memutarkan video baby shark yang ada gerakan tariannya. Sengaja saya mengikuti trend anak-anak yang saya lihat dari lingkungan rumah, pertamanya sih lihat kesukaan anak sendiri yang masih balita. Berhasil! Mereka pun fasih mengikuti macam-macam gerakan ikan hiu tersebut. Bahkan lebih fasih dari saya, ya iyalah ya 😀
Lagi! (Lagiiii…!)
Screenshot_2018-03-16-15-34-30

Main tebak-tebakkan, yuk! Saya melihatkan gambar di depan dan para siswa menjawab. Antusias banget mereka, untunglah mempunyai stock profesi banyak. Namun, dibalik tebak-tebakkan ini pesan yang saya tekankan pada perbedaan profesi yang mirip dengan blogger. Misalnya yang mencari, melaporkan, dan menulis (reporter/wartawan), yang menulis buku (penulis), yang menulis kolom di koran (kolumnis), yang menulis/menyumbang artikel di website (penulis konten)….barulah ke profesi lain ada paspampres, teller, kusir, pramugari, dan masih banyak lainnga. Seruuu… apalagi kalau mereka sudah meminta klu karena kesulitan menjawab (*’bangga terlihat pintar di depan anak-anak).

10 MENIT.
Tiga puluh menit yang cepat. Karena fasilitator sudah menari dengan time keeper-nya, tanda waktu 10 menit lagi saya mulai menyimpulkan materi termasuk menyisipkan nilai kejujuran, kerja keras, pantang menyerah, dan kemandirian untuk bisa mewujudkan cita-cita.

Lima menit terakhir, saya mulai mengkondisikan siswa agar berbaris memanjang untuk menempelkan cita-cita di pohon cita-cita. Sambil menyanyi
“Mau jadi apa, mau jadi apa, mau jadi apa ini cita-citaku…!”

IMG_0251

Itu tadi cerita saya berbagi inspirasi di kelas IV SD Maleber Barat Bandung. Saya mengadaptasi metode Bang! Outline Message Bridge Example Recap Bang! (BOMBER B) yang ada di panduan kelas inspirasi. Adapun berikut point mengajar dari saya:
1. Karena tidak mempunyai seragam khusus, saya membawa laptop, perangkat yang identik dengan ngeblog (termasuk menunjukkan smartphone kalau tidak hanya buat main game/nonton youtube tapi juga bisa buat ngeblog).
2. Membuat outline singkat di power point (tidak disarankan menggunakan LCD) tapi kalau saya cukup taruh laptop di bagian tengah depan. Kondisikan sesuai jumlah anak, bisa lesehan jika muridnya banyak atau bangku dibuat memutar kalau jumlah siswa sedikit. Agar interaktif dan semua siswa terlibat. Outline ini penting memandu kita di dalam kelas jangan sampai di tengah-tengah kita terhenti dan suasana menjadi tak terkendali.
3. Memiliki banyak ice breaking. Misalnya metode analogi saya di awal antara blog dan diari gagal, harus cepat berpikir dan mencairkan suasana. Jangan sampai garing di depan ya. Untuk stock yel-yel atau ice breaking bisa melihat di akun instagram @seributepuk maupun saling belajar antar relawan atau yang anaknya sudah PAUD atau TK bisa tuh sekali-kali mengintip tidak sekedar antar jemput dan mengobrol hehe…
4. Mengenali kelas secara singkat dan cepat. Misalnya masuk kelas kecil (1, 2, dan 3) atau kelas besar (4, 5, dan 6), jumlah siswa per kelas (kurang dari atau lebih dari 20 anak), latar belakang (SD di daerah atau di kota), karena berbeda kelas kita tidak bisa menerapkan metode yang sama.

Awalnya bingung juga sih mengenalkan profesi blogger. Apakah membuat peraga atau bagaimana? Kalau peraga apa? Kalau teman mau memberi usul boleh banget lho. Hmmm…kalau kakak-kakak bagaimana metode di kelas inspirasinya? Saling sharing, yuk!^^

IMG_1555

IMG-20180301-WA0000

 

*foto oleh tim dokumentasi KI Bandung #6 SD Maleber Barat Bandung

Andalan
Diposkan pada blog competition

Minum Air Mentah Penyebab Anyang-anyangan, Mitos atau Fakta?

Teman, pernah anyang-anyangan ga sih? Anyang-anyangan itu tuh pipis sedikit-sedikit dan bisa beberapa kali dalam jangka waktu dekat. Kadang diikuti rasa nyeri hingga mengeluarkan darah. Bukan anyang-anyangan dalam Bahasa Sunda yang berarti bermain ala anak kecil. Karena pernah aku dan suami roaming. Aku berasal dari Jawa dan suami orang Sunda. Waktu aku bilang sedang anyang-anyangan, suami gak langsung ngeh sampai aku menjelaskan. Nah, dia pun juga langsung menimpali kalau dalam Bahasa Sunda anyang-anyangan artinya main-mainan seperti masak-masakan.

Waktu masih sekolah aku sering anyang-anyangan. Seringkali dikatakan penyebabnya minum air setengah matang atau air mentah. Karena aku tinggal di desa dan biasa minum air putih dari sumur yang direbus.

Tentu saja, anyang-anyangan ini sangat mengganggu ya. Apalagi kalau harus bolak-balik kamar mandi. Kalau tidak bakalan merembes di celana dalam. Jadi pesing, basah, dan gak nyaman. Belum lagi untuk urusan ibadah salat, air kencing ini termasuk najis.

Solusi turun temurun mengatasi anyang-anyangan yakni dengan mengikat jempol kaki menggunakan karet gelang. Mitos atau fakta ya? Atau malah sembuh karena sugesti. Selain itu, sama ibu kalau aku anyang-anyangan dianjurkan minum air putih hangat yang banyak.

Lalu ada kaitannya gak ya mengikat karet di jempol dengan sembuhnya anyang-anyangan? Kalau menurut ardiba, mengikat karet gelang ini berdasarkan pada teori reflexiology sebab titik syaraf batu ginjal ada di titik ini. Tapi kalau mengikat terlalu lama atau kencang justru malah menyebabkan aliran darah terhambat dan jadi biru atau pucat dan terasa dingin. Kalau sudah begitu aku langsung melepas karet gelangnya. Karenanya, saran dari aku kalau ingin melakukan penyembuhan alternatif dengan menekan saraf ini biar dilakukan oleh ahli terapis ya, daripada…daripada…

Refleksi Kaki
Sumber : refleksiterapi

Risiko Anyang-anyangan bagi Kesehatan Wanita

Sedikit cerita, ibu guru agamaku saat SMA meninggal muda. Ia sering absen saat mengajar karena harus dirawat di rumah sakit. Suatu hari dalam kesempatan mengajar, almarhum sempat bilang kalau waktu muda suka menahan pipis. Sehingga beliau menyarankan agar murid-murid tidak sepertinya. Selang kurang lebih 4-5 tahun usai memberi nasehat tersebut beliau meninggal akibat penyakit yang dideritanya. Meninggalkan anak yang masih kecil-kecil di usia 40an tahun. Ternyata kebiasaan buruk ini bisa memicu infeksi saluran kemih (ISK). Penyakit ini jika dibiarkan bisa fatal akibatnya.

Waktu beliau meninggal aku sudah kuliah. Kisah ini menjadi cambukan keras bagiku. Sebab, saat masih sekolah aku suka menahan pipis. Padahal jam pelajaran bisa sampai 7 jam belum kalau ada kegiatan tambahan. Waktu kuliah di Fakultas Kehutanan, kami sering keluar masuk hutan yang hampir tidak ada fasilitas toilet layak. Kadang aku juga mendaki gunung. Setelah bekerja di perkayuan hampir setiap hari dituntut ke lapangan. Usai menikah, aku juga kerap melakukan perjalanan delapan jam Bandung-Klaten, untuk selalu bersilaturahmi dengan keluarga. Jika kalian pernah naik kereta api, kebayang kan bagaimana pipis dalam keadaan bergerak dengan kecepatan tinggi. Aktivitas-aktivitas tersebut membuatku masih kerap menahan pipis.

Namun, sebisa mungkin kebiasaan menahan pipis di luar rumah ini aku hindari. Aku tidak mau mempunyai penyakit serius sebab aku sudah pernah merasakan sakit saat buang air kecil. Jika dibiarkan berlarut-larut takut ada darah dalam kencing dan ini sudah menunjukkan gejala ISK. Apalagi saat ini mempunyai dua balita. Kalau kalian masih muda bahkan anak kecil sekalipun, jangan meniru kebiasaan buruk ini ya!

Stop Menahan Pipis

15258996_1490745844276054_30506259350290432_n

Saat dipikir-pikir sendiri akhirnya aku sadar, penyebab anyang-anyangan adalah karena aku sedikit sekali mengkonsumsi air putih dan kebiasaan menahan pipis. Sebab kamar mandi umum biasanya terlihat kotor dan bau pesing. Kadang melihatnya dari luar sudah malas masuk. Hal ini membuat sungkan dan memilih menahan sampai rumah. Jadi kalau belum terpaksa banget, aku jarang banget pipis di toilet umum.

So, menahan pipis bukan hal yang sepele ya. Karena bisa menyebabkan anyang-anyangan dan akibatnya bisa fatal kalau dibiarkan. Kenapa? Dikutip dari laman Uri-Cran karena urin yang terlalu lama di dalam kandung kemih dapat menjadi tempat yang ideal untuk bakteri berkembang biak dan menyebabkan gangguan saluran kemih. Alasan inilah yang menjadi penyebab sakit saat buang air kecil kecil yang menyertai anyang-anyangan karena sudah terinfeksi bakteri. Sandip Vasavada, MD, dari Glickman Urological Institute, Cleveland Clinic, menyarankan untuk meluangkan waktu ke kamar kecil setiap 3 atau 4 jam sekali.

Terjawab ya, penyebab anyang-anyanganku ya memang karena kebiasaan menahan pipis ini. Air pipis yang bisa dua kali malah aku rapel seharian. Tapi tidak disarankan juga minum air mentah karena kemungkinan ada kuman dan bakteri dalam air. Sehingga, air harus mendidih sempurna agar mikrofauna “jahat” ini mati.

Tips dari aku supaya tidak menahan pipis saat di luar rumah:

Pertama, selalu membawa tisu kering untuk berjaga kalau air kurang bersih dan tidak disediakan tisu di toilet umum.

Kedua, kalau sedang di lapangan, mencari tempat agak tersembunyi tapi jangan terlalu jauh dari jangkauan teman yang lain. Sekiranya aman dan nyaman. Memberitahu teman atau ketua rombongan dan mengajak satu teman untuk berjaga. Lalu, kalau tidak dengan air mineral bisa dengan tisu kering untuk membersihkan.

Mengapa Perempuan Harus Peduli ISK?

Sebab dikutip dari laman uricran, 5 dari 10 perempuan beresiko ISK. Secara alami perempuan lebih rentan karena struktur saluran kemih (uretra) wanita cenderung lebih pendek hanya sekitar 2.5 – 4 cm. Berbeda dengan pria yang panjang uretranya sekitar 20 cm.

Gejala awal ISK salah satunya adalah anyang-anyangan. Walaupun tidak selalu setiap anyang-anyangan adalah gejala penyakit ini. Namun, harus dilihat frekuensi, rasa sakit buang air kecil, dan diagnosa dokter. Yang terpenting, kita tidak boleh meremehkan hal satu ini. Karena bisa saja ini menjadi lampu kuning bagi kita.

Cara mencegah anyang-anyangan dan mengatasi susah buang air kecil di antaranya:

Pertama, menjaga kebersihan organ intim dan tidak menggunakan pembersih sembarangan. Cara membilas organ kewanitaan usai buang air kecil adalah dari depan ke belakang, agar bakteri di anus tidak terbawa ke vagina. Kemudian menghindari pembersih bersifat basa karena memicu jamur dan menghilangkan mikrofauna alami. Cara menjaga kebersihan organ kewanitaan pernah aku tulis di sini.

Kedua, berhenti menahan pipis. Jangan sampai kantung kemih penuh dan malah anyang-anyangan. Uretra yang terbuka bisa menjadi jalan masuk bagi bakteri Escherichia coli yang hidup di saluran cerna dapat menyebabkan infeksi saluran kemih.

Ketiga, banyak minum air putih. Saran yang telah disepakati oleh dunia kesehatan adalah minum air putih 6-8 gelas per hari. Jangan menganggap sepele air putih ya. Karena dengan banyak minum air putih akan membantu mengeluarkan bakteri dan berkembang biak di saluran kemih. Tuh kan, jadi anyang-anyanganku juga karena kurang minum air putih ini. Jadi jangan sungkan membawa bekal air putih dari rumah.

Keempat, mengonsumsi Uri-Cran. Sebab suplemen ini mengandung ekstrak cranberry.

Review Prive Uri-Cran

P_20180213_164841

Karena kebiasaan buruk dan riwayat anyang-anyangan tentu saja aku merasa beruntung mengenal Prive Uri-Cran ini. Produk Uri-Cran dari Combiphar ada berbentuk kapsul dan powder sachet. Jenis bubuk ini pas banget buat aku yang tidak bisa makan obat berbentuk pil atau kapsul. Jadi, kalau mau meminumnya harus digerus atau dibubukin dahulu.

Nah, karena sudah serbuk tinggal dilarutkan dengan air putih. Sayangnya, petunjuk penyajian tidak tertera di label. Aku membaca di akun instagram @uricran.id, air yang digunakan adalah air normal/dingin sebanyak 100-150 ml. Sebab, jika menggunakan air panas bisa membunuh probiotik. Untuk gelasnya aku memakai gelas belimbing karena ukurannya sudah jelas 200 ml jadi gampang mengira-kiranya.

P_20180213_165013

Di label pun tidak ada keterangan kapan sebaiknya waktu minum. Hanya terdapat saran untuk mengonsumsi Uri-Cran 1-2 kali sehari. Aku minum Uri-Cran seperti minum susu waktu hamil dan menyusui. Waktu itu bidan menyarankan kalau minum susu sebaiknya sebelum makan. Jadi nutrisi susu akan tertumpuk dengan makanan. Bisa juga sebelum tidur karena waktu tidur tubuh kita tidak mengeluarkan energi sehingga penyerapan nutrisi bisa sempurna. Jadi aku minum Uri-Cran di kedua waktu itu. Harapannya bisa terserap sempurna kandungan ekstrak cranberry-nya.

Setelah dilarutkan warnanya pink sesuai dengan warna buahnya. Jadi memang alami dengan rasa khas buahnya pun masih kentara. Asam asam gimana gitu… Nah, kandungan Proanthocyanidin dari buah cranberry inilah yang mampu menghambat pertumbuhan E coli yang bisa melekat di saluran kemih.

Karena merupakan suplemen makanan, sehingga Prive Uri-Cran baik untuk tubuh. Sebab, tidak selalu makanan yang kita makan terpenuhi nutrisinya. Prive Uri-Cran aman bagi ibu hamil dan menyusui (sekedar informasi saat ini aku masih menyusui) dan boleh untuk anak-anak.

Kalau kamu pernah anyang-anyangan atau sering, cobain Uri-Cran juga ya karena Uri-Cran merupakan solusi alami untuk mencegah anyang-anyangan. Bukan menakut-nakuti, tapi lebih baik mencegah daripada mengobati ya kan agar tidak menyesal kemudian? Jangan sampai anyang-anyangan mengarah pada ISK.

Nah, Uricran bisa didapatkan di apotek terdekat atau bisa juga via online dengan harga terjangkau. Teman tinggal pilih lebih suka yang kapsul atau sachet.

Prive Uricran 30 caps

prive-uricran-30-caps-4632-14541388-b788bcf7e9ae0980cad6fd23f2a61c4a-catalog_233

Prive Uricran plus 15’s 

prive-uricran-plus-1539s-5514-70961388-dfe715fcdb5ae237dad22b02e69ccd4f-catalog_233

 

Semoga bermanfaat ya☺

[UPDATE: 18 April 2018]

 

 

Andalan
Diposkan pada Feature

Menemukan Passion dengan Kebiasaan Masa Kecil

“Love what you do or do what you love?”

Sering kan ya mendengar kalimat tersebut. Mencintai apa yang kita lakukan atau melakukan apa yang kita cintai.

Sangat beruntung jika bisa melakukan apa yang kita cintai. Namun, terkadang apa yang kita lakukan bisa karena terpaksa dengan kata lain tidak sesuai hati. Misalnya di bidang pekerjaan daripada menganggur kita bekerja apa saja. Begitu juga saat mengambil jurusan kuliah daripada tidak kuliah akhirnya mengambil jurusan apapun walau tidak sesuai minat. Paling enak memang melakukan sesuatu berdasarkan yang kita cintai atau sesuai passion.

Passion merupakan gairah atau antusiasme terhadap sesuatu. Bahkan kita bisa menikmati pekerjaan atau bidang tersebut meski tidak dibayar sekalipun. Lalu bagaimana cara menemukan passion tersebut?

Menemukan passion menurutku proses yang tidak singkat. Ia tidak sekedar minat atau kita bisa melakukan hal tersebut. Nah, salah satu cara menemukan passion adalah dengan mengingat hal-hal yang suka dilakukan atau kebiasaan masa kanak-kanak. Kalau aku pikir-pikir memang benar lho.

Waktu SD aku suka ditunjuk menjadi “guru” kalau belajar kelompok oleh teman-teman. Kadang saat di kelas aku pun suka main guru-guruan dan teman yang lain menjadi murid. Sekarang aku berkontribusi menjadi relawan pengajar di kelas inspirasi.

Kebiasaan lain waktu kecil adalah suka ngebolang. Senang menyusuri sungai, suka sepedaan antah berantah, suka jalan-jalan jauh untuk anak seusiaku waktu itu. Eh lulus SMA masuk jurusan Konservasi Sumber Daya Hutan Fakultas Kehutanan. Identik dengan bertualang. Skripsinya mengenai karakter hidrologi di kawasan hulu Sungai Bengawan Solo. Nyambung kan ya?

Lalu kenapa bisa kecemplung ke dunia blogging? Kalau dirunut kembali sejak SMP aku sudah konsisten menulis diari. Selalu excited jika melihat buku diari di toko buku. Buku diari di toko buku yang colourful seolah selalu melambai-lambai. Beberapa diari masih tersimpan rapi, beberapa yang lain sengaja dibakar karena malu isinya curhatannya cinta monyet hehe… Mungkin anak zaman sekarang keberadaan diari sudah digantikan dengan smartphone atau laptop kali ya?

P_20180219_125516
Namiya dan diariku

Kembali ke passion, aku pribadi mengetahui dan mulai menggunakan istilah ini sejak membaca buku Rene Suhardono Your Job is Not Your Career sekitar tahun 2012. Kalau novel yang memengaruhiku untuk menemukan passion adalah 23 Episentrum karya Adenita. Meski begitu, aku pun masih terus mencari apa passionku sebenarnya, cara dimana aku bisa berbagi dan bermanfaat.

Masa kecilku menjadi pondasi di masa dewasaku. Masa kecilku menyenangkan tapi ada beberapa hal yang ingin aku perbaiki jika bisa kembali ke masa kecil. Apa yang aku sesali lebih kenapa aku tidak menghafal banyak saat kecil. Seperti tidak menghafal lebih banyak kosakata bahasa asing, menghafal surat-surat dalam Alquran. Padahal saat itu banyak yang mengingatkan agar banyak menghafal tapi kok ya ngeyel.

Benar sih masa kecil harusnya diisi berbagai pengetahuan. Karena saat itu kita tidak mempunyai beban apapun. Karena ketika mulai dewasa kita mulai disibukkan apalagi setelah bekerja dan menikah. Memang benar, bukan berarti saat dewasa kita tidak bisa menghafal tapi waktu kita lebih terbatas tidak sebebas waktu kecil.

Kata pepatah kita tidak bisa memilih masa kecil tapi bisa menciptakan masa depan. Masa kecilku adalah sumber pelajaran dan pengajaran yang menjadi bekal berharga untuk mendidik anak-anakku. Aku bertekad menjadikan masa kecil mereka menyenangkan dan penuh pembelajaran. Setidaknya, ketika kelak dewasa mereka tersenyum mengenang masa kecilnya.

Itu bagian cerita masa kecilku, kalau foto mungkin tak banyak karena saat itu belum era jeprat-jepret seperti sekarang. Kalau ingin mengabadikan foto ya memanggil tukang foto atau datang ke studio foto. Sebab, kamera masih barang mewah di masa kecilku tahun 1990an.

Bagaimana dengan masa kecil kamu? Bagi juga, yuk!

Semoga bermanfaat ya^^

Andalan
Diposkan pada Tips & Trik

Bagaimana Menjadi Influencer yang Bagus?

Screenshot_2018-02-12-16-54-37_1

Kok aku tiba-tiba menulis tentang influencer ya. Bukan berarti aku sudah ekspert lho ya. Ini sharing hasil mengikuti Arisan Ilmu Kumpulan Emak Blogger (KEB) Solo. “Influencer How dan Why” di Grapari Telkomsel Solo, 11 Februari 2018 bersama Bellawati Dityasari, Digital Marketing Communication Enthusiast.

Jadi sedikit cerita bagaimana aku bisa join acara ini. Karena kebetulan sedang di Klaten. Niat awal pulang kampung karena mau ke mantenan (pernikahan) saudara. Ternyata kok jadwal Kelas Inspirasi (KI) di bulan yang sama sekalian saja berpartisipasi. Eh setelah KI malah ada Arisan Ilmu Solo (padahal malah acaranya utama mantenan
belum). Sekalian saja mumpung belum balik Bandung. Jadi ibarat sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.

Rasanya beruntung banget aku ikut Arisan Ilmu KEB ini. Wow banget buatku. Apalagi aku yang baru aktif ngeblog dan ikut komunitas akhir akhir ini. Walaupun umur blognya sendiri sudah lama. Tapi ya begitu ga konsisten dan ala kadarnya alias let it flow.

Sembari mendengarkan aku merasa ternyata dunia blogger itu tak selebar daun kelor (kemana aja ya kan?). Hingga blogger bisa menjadi influencer tak kalah sama selebriti. Menurut Bella, dalam piramida influencer, rata-rata para blogger berada pada posisi micro influencer dengan followers 1000- 50 k tapi memiliki engagement 25-50%. Sedangkan artis sebagai mega influencer dengan followers 500k++ mempunyai engagement 2-5%. Hmmm…

Nah, untuk menjadi influencer ini menurutku tidak mudah. Butuh effort dan perjalanan yang tak cepat. Bagaimana sih menjadi influencer yang bagus dan dilirik oleh agensi. Berikut point-point dari Bella:

P_20180211_103907

1. Bangun personal branding
Berbicara tentang personal branding ini kalau bagi aku sendiri susah banget. Karenanya blog masih bertahan di gratisan. Susah mau menentukan niche. Soalnya kalau menurut buku Rene Suhardono “YJNC” aku itu cenderung generalis bukan spesialis. Makanya pingin nulis tentang review buku tapi kok ya pingin nulis tentang sepak bola tapi kok ya pingin nulis berkebun tapi kok ya pingin nulis yang lain. Jadi random banget. Padahal kata Bella ini pilihan niche yang tepat mempengaruhi kesuksesan blog lho. Kalau masih random kaya aku dia menyarankan untuk melihat konten yang sering kita tulis, popular post, dan interest kita. Bagus juga kalau kita memiliki konten yang unik yang lain belum mempunyai.

2. Tulis konten dan presentasikan dirimu sesuai persona
Kuncinya konsisten. Wah aku langsung melirik blog. Susah konsisten ini biasanya karena bingung mau menulis apa. Konsisten menulis pun harus sesuai branding diatas misalnya parenting konten-konten harus berhubungan. Nah, kalau dapat sponsor post harus dibuat se-smooth mungkin. Hindari misalnya kalau tidak pernah menulis A kok tiba-tiba mengulas A. Billboard banget kan ya. Padahal masyarakat kita sudah makin pintar dan mulai jenuh dengan iklan. Kalau tulisan kita jelas iklan pasti di skip oleh pembaca. Ga mau kan ya?

3. Kenali pembaca dan kumpulkan massa
Siapa sih pembaca blog kita?  Kalau sudah segmented lebih enak dan jelas sasarannya. Kalau belum, saran Bella, tulis konten yang bikin kamu di-follow. Kalau sudah menulis kemudian jangan sungkan untuk share konten ke komunitas yang sekiranya membutuhkan artikel kita. Jangan hanya dibagikan ke komunitas sesama blogger saja. Nanti yang tahu informasinya ya teman-teman kalangan blogger sendiri. Karenanya, itulah pentingnya networking. Katanya, jangan lupa juga maintain engagement dengan followers.

4. Melek data
Jangan malas untuk mengevaluasi performa. Urusan angka memang terlihat njlimet ya. Tapi kalau ada sponsor post urusan report ini penting. Karena report inilah yang penting bagi brand atau agensi untuk dilaporkan kembali ke atasan. Biasanya untuk dianalisis kembali apakah strategi campaign berhasil apa tidak? Selain itu bisa juga dipakai sebagai bahan portofolio.

5. Buat portofolio
Portofolio ini tidak hanya blog tapi termasuk aset media sosial blog seperti Instagram, twitter, dsb). Data followers, engagement rate. Nah, misalkan kita kuat di twitter tapi kurang di IG, bisa dijelaskan di portofolio. Tentunya harus dengan bukti bisa dengan screenshot aktivitas di twitter. Kalau ada lampirkan juga contoh sponsored post dan hasilnya. Hasilnya ini bisa komentar dari pengunjung blog/media sosial yang di screenshot.

Kalau aku pribadi sih, semua point tersebut sepertinya belum bisa ditemukan di blogku. Kalau kamu bagaimana? Sudah di tahap mana? Atau malah sudah semua? Share juga, yuk 🙂

26871994_181170839322158_8520690935980359680_n

Credit image @bellazadithya, foto tengah dokpri

Andalan
Diposkan pada Tips & Trik

5 Kesalahan Terbesar Waktu Wawancara Kerja

1518169664612

Setiap hari ribuan pencari kerja di seluruh dunia bermimpi untuk menemukan pekerjaan baik yang digaji tinggi dan cukup bergengsi. Selain mempersiapkan CV yang baik, mereka perlu mengalahkan ribuan pelamar kerja dengan berturut-turut menjalani berbagai tes dan wawancara kerja.

Untuk itu, wawancara sebagai salahsatu bagian penting dalam tahap mencari kerja perlu dipersiapkan dengan baik. Silahkan simak beberapa tips tentang 5 kesalahan saat wawancara kerja dari perwakilan Jooble, agregator lowongan kerja internasional.

  1. Pilih busana yang sesuai. Sekarang ini semakin banyak perusahaan tidak lagi menggunakan dress-code di kantor. Namun, ini tidak berarti bahwa Anda boleh berpakaian terlalu casual atau malah tidak rapi. Baju yang tidak disetrika atau terlihat terlalu boros akan membuat kesan negatif terhadap Anda di depan mata pemberi kerja. Coba memakai baju yang sederhana saja seperti kemeja dan celana atau jeans biasa. Kesederhanaan dalam penampilan belum pernah mempengaruhi keputusan perusahaan waktu wawancara kerja.
  2. Jangan pernah berbohong. Ketika membuat CV, sebutkan hal-hal yang real dan yang benar-benar dimiliki Anda. Tidak usah memperindah keterampilan dan pengetahuan Anda, apalagi kalau mereka kurang kuat. Pewawancara akan langsung melihat jika Anda berbohong atau ingin terlihat lebih “keren” di depan matanya. Anda kan tidak mau terlihat lucu iya? Contohnya, jika tingkat bahasa Inggris Anda kurang tinggi, jangan pernah tulis di CV bahwa Anda punya advanced level of English. Anda pasti tidak akan mempelajarinya sebelum wawancara kerja.
  3. Tidak usah sebutkan fakta negatif tentang tempat kerja sebelumnya. Jika ditanyakan tentang pengalaman sebelumnya, jangan pernah menceriatakan sesuatu yang tidak baik tentang pemberi kerja Anda. Apalagi, pemberi kerja baru dapat menganggap Anda terlalu sombong dan sulit dalam proses kerja. Pewawancara selalu membandingkan perilaku Anda pada jabatan yang sebelumnya dengan apa yang bisa dia harapkan dari pekerjaan Anda di perusahaannya.
  4. Hati-hati menjilat. Pertama-tama tunjukkan keterampilan dan pengetahuan profesional Anda. Baru setelah itu mulai kasih komplimen atau bercanda dengan para rekan kerja. Jangan berbuat sebaliknya, supaya tidak terlihat sama sekali tidak serius pada awal karir Anda di suatu perusahaan.
  5. Bicara dengan bijak. Wawancara kerja merupakan proses yang kompleks dan sangat menarik. Banyak yang ditanyakan dan banyak yang harus dijawab. Akan tetapi, terlepas dari itu semua, ingatlah bahwa saat wawancara kerja Anda adalah pekerja baru, bukan sebaliknya. Tidak usah sebutkan seri favorit Anda atau hobi yang mungkin akan dianggap aneh.

Semoga bermanfaat ya tipsnya. Kalau kamu mempunyai tips menghadapi wawancara yang lain boleh banget lho di share ^^

Andalan
Diposkan pada Education

Merangsang Anak Berani Bicara di Depan Kelas

IMG_0558

Bicara di depan itu tak semudah tertawa dari belakang lho. Lalu, pernahkah kita menertawakan orang/teman yang sedang berbicara di depan saat melakukan kesalahan. Padahal belum tentu kita berani maju meskipun itu ditunjuk. Saya tanpa sadar mungkin pernah. Maafkan ya teman-teman atau siapapun itu yang pernah saya “lecehkan”.

Saya termasuk anak pendiam waktu di sekolah. Jarang mengacung untuk maju ke depan kelas kecuali ditunjuk. Jarang bertanya meskipun sebenarnya tidak mengerti. Tidak menjawab dengan inisiatif sendiri meskipun tahu. Parah sekali saya ya.

Meski akhirnya keberanian datang seiring berjalannya waktu, tapi saya merasa terlalu lambat. Sewaktu SMA di Klaten bahkan saya sempat minder dengan anak pindahan dari Bandung. Ia cas cis cus dan memiliki kepercayaan diri yang jarang dimiliki anak-anak desa seperti kami. Tak butuh waktu lama ia pun populer di kalangan siswa maupun guru.

Kenapa dia bisa pintar ngomong seperti itu? Kenapa dia memiliki kepercayaan diri yang tinggi? Saya harus bisa? Saya juga harus berani?

Karenanya, ketika diberi kesempatan menjadi pengajar inspirator di Kelas Inspirasi (KI) Klaten #2 dan #3, saya selalu menstimulus agar para siswa berani maju ke depan dan berani bercerita. Siswa yang di belakang harus mendengarkan dan menegur jika ada yang menertawakan.

Keberanian untuk bicara di depan umum ini menurut saya sangat penting. Karena tidak semua mempunyai bakat alami. Tidak semua anak terlahir dari keluarga yang mendorong anak berani. Untuk itu perlulah guru memberi rangsangan. Keberanian menjadi salahsatu kunci kesuksesan anak di pekerjaan maupun di masa depan. Berani memulai, berani mandiri, berani mewujudkan mimpi, berani… berani…

Setiap masuk kelas, usai menyampaikan materi, saya mendorong anak agar berani maju ke depan untuk menjelaskan kembali. Kadang sekedar menceritakan cita-cita dan alasannya. Rata-rata mereka maju karena saya tunjuk dan iming-iming hadiah bahkan karena mau difoto hoho… Tetapi apapun itu, keberanian harus dimulai. Sebab, merekalah calon anak-anak hebat negeri ini.

IMG_20180208_112723

Dengan inspirasi dari kakak-kakak pengajar beragam profesi harapannya makin terbuka pemikiran mereka. Kian gigih mereka belajar. Di hari inspirasi 5 Februari 2018, murid SDN 01 Sudimoro, mendapat ilmu dan pengetahuan langsung dari Kak Aria dokter, Kak Tari pengusaha, Kak Novia perekam medis, Kak Tias purchasing, Kak Nuy konsultan engineering, Pak Soemantri perekayasa, dan saya sendiri. Mereka juga melihat langsung proses dokumentasi dari fotografer Kak Uken dan Kak Fisa, Videografer oleh Kak Zakaria, serta peran fasilitator yang mengatur kegiatan oleh Kak Dwi dan Kak Yuda.

Semoga sehari menginspirasi melekat dalam benak anak-anak untuk menjadi generasi emas Indonesia. Indonesia hebat!

IMG-20180207-WA0002

*foto dan grafis oleh team dokumentasi KI Klaten #3 SDN 01 Sudimoro

Andalan
Diposkan pada Education

Apa Saja sih Persiapan untuk Kelas Inspirasi?

Bagi yang sudah terbiasa ikut Kelas Inspirasi (KI) mungkin hal ini tidak terlalu menjadi momok. Tapi bagi yang pertama? Pasti banyak dag dig dug-nya seperti kita mulai bekerja di hari pertama atau pertama masuk sekolah/kampus.

Namun, meskipun sudah bukan pertama kalinya, persiapan ini sangat penting lho. Karenanya, sebelum dilaksanakan hari inspirasi seluruh pegiat KI baik yang belum maupun sudah “wajib” ikut briefing yang diadakan panitia lokal. Briefing diadakan kurang lebih diadakan dua minggu sebelum KI tapi pada Kelas Inspirasi Klaten #3 dilaksanakan sehari sebelum Hari H. Kelebihan briefing dan hari inspirasi yang berturutan adalah waktu cuti bagi yang bekerja jauh sehingga tidak perlu bolak-balik.

Di sisi lain briefing yang berturutan dengan hari inspirasi dirasa kurang cukup waktu untuk menyiapkan pernak-pernik KI. Namun, semua itu bisa disiasati sebelumnya, sebab tak lama usai pengumuman relawan pengajar dan dokumentator yang diterima, fasilitator akan membentuk group lewat whats app tentu sesuai persetujuan kita terlebih dahulu. Tidak asal memasukkan ke group. Group online sangat membantu koordinasi jarak jauh sebelum bertatap muka.

Briefing KI Klaten #3 dilaksanakan di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kecamatan Tulung, Jalan Cokro – Tulung Klaten. Aulanya yang luas sangat nyaman untuk dilaksanakan pembekalan rombongan belajar (rombel) dalam jumlah banyak. Meski di pinggir jalan raya tapi jauh dari bising kendaraan karena kiri kanannya sawah. *eh malah bahas tempat briefing*

Berikut point-point yang saya catat dalam pembekalan KI Klaten #3, 4 Februari 2018

Penguatan “Unggah-Ungguh” Sejak Dini
Point pertama yang saya catat dari pembekalan kali ini adalah “titipan” dari Pak Suroyo sebagai wakil dari Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten. Sebelumnya Beliau menyayangkan kasus penganiayaan guru seni oleh muridnya hingga meninggal di Sampang. Menurutnya, hal tersebut karena kurangnya pendidikan karakter sejak dini. Penguatan karakter tidak hanya di sekolah tapi juga dari keluarga dan lingkungan.

Karakter yang harus terus dibina di antaranya disiplin, gotong royong, saling menghargai, dan tak kalah penting adalah menghormati yang lebih tua atau dalam masyarakat Jawa disebut unggah-ungguh. Dalam Bahasa Indonesia disebut tata krama. Contoh unggah-ungguh adalah penggunaan Bahasa Jawa yang terdapat tiga tingkatan yaitu krama inggil (paling halus), krama madya, dan ngoko (sesama). Bahasa Jawa atau bahasa daerah harus dibiasakan kepada anak sejak kecil.

Luruskan Kembali Niat Ikut KI
Point kedua yang saya catat dalam pembekalan KI adalah niat ikut KI. Pegiat KI Mbak Karina yang sudah malang melintang di dunia ini mengingatkan tujuh nilai KI yaitu sukarela, bebas kepentingan, tanpa biaya, siap belajar, turun tangan langsung, siap bersilaturahim, dan tulus. Sudahkah kita menanamkan nilai tersebut saat mantap ikut KI? Sehingga ikut KI bukan karena kepentingan eksis di media sosial bahkan portofolio.

Fokus KI adalah orang yang ingin berkontribusi di bidang pendidikan tapi sudah bekerja. Di hari inspirasi, pengajar inspirator mengenalkan profesi dan bagaimana menjadi saya. Inspirator harus senang dengan profesinya bukan malah “curhat” kepada siswa-siswa SD. Inspirator juga harus menyelipkan empat nilai kepada anak-anak untuk meraih cita-cita yaitu kemandirian, kejujuran, kerja keras, dan pantang menyerah.

Dia juga mengingatkan agar selama di KI, semua pegiat KI harus tunduk terhadap UU Perlindungan Anak. Misalnya tidak mengupload foto anak di media sosial “seenaknya” atau berpotensi untuk hal negatif. Menghindari kekerasan dan pelecehan seksual. Berperilaku yang pantas, dan lainnya.

Manajemen Kelas
Point ketiga yang saya garis bawahi adalah bagaimana kita memanajemen kelas. Kali ini Mbak Titis menitikberatkan pada lesson plan. Sebab, adanya rencana ini yang akan menuntun pengajar tidak ngalor ngidul maupun menghindari kebuntuan di kelas.

Metode yang bisa digunakan adalah BOMBER B (Bang!, Outline, Message, Bridge, Example, Recap, Bang!). Bagaimana kita berkenalan dan menarik 5 menit pertama dengan cara yang unik dan menyenangkan, masuk ke pengajaran, dan bang! closing dengan cara berkesan.

Saat menulis ini pun saya dag dig dug, mau menyampaikan apa besok, bagaimana saya harus menyampaikan materi, ice breaking apa yang saya gunakan, lalu bagaimana menyiasati jangan sampai saya kehilangan suara lagi di akhir-akhir pelajaran seperti pengalaman ikut KI pertama, silakan mampir baca di sini.

Walaupun ini bukan pengalaman pertama, tapi rombel baru dan SD baru pula. Pengalamannya pun pasti berbeda ya kan. Jadi dijamin asyik dan seru!

IMG-20180204-WA0000_1

P_20180204_120215_1

Nantikan pengalaman hari inspirasi saya dan teman-teman di KI Klaten #3 SD Sudimoro Tulung ya 🙂

Andalan
Diposkan pada Education

Berbagi Pengalaman Kelas Inspirasi; Jadi Guru SD Itu Ternyata Tak Gampang

Siapa di sini yang masih kecil bercita-cita menjadi guru? Saya ngacung. Karena bagi generasi 90-an seperti saya, cita-cita favorit rata-rata anak kecil adalah menjadi guru. Meskipun seiring berjalannya waktu cita-cita tersebut berubah. Bahkan, ketika bapak menyuruh saya untuk kuliah di fakultas keguruan, saya memilih jalan yang lain.

Tahun 2010-an ada gerakan Indonesia Mengajar (IM) yang diinisiasi oleh tokoh pendidikan Anies Bawesdan. IM merupakan wadah bagi para fresh graduate yang ingin mengabdikan diri setahun mengajar di daerah perbatasan atau pelosok nusantara. Pengalaman mereka ini pun dibukukan hingga sampailah ke tangan saya. Cita-cita menjadi guru seolah terpanggil. Namun, karena satu dan lain hal, saya tak jadi ikut IM.

Tahun 2012-an sebagai bagian dari IM, tercetuslah Kelas Inspirasi (KI), yang menjadi ruang unjuk gigi para profesional untuk mengajar sehari. Tidak harus nun jauh, karena KI diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia. Berawal dari Jakarta, Bandung, jumlah kota/kabupaten penyelenggara KI pun terus bertambah hingga ke seluruh pulau di Indonesia.

Tahun 2016, saat “libur” pasca melahirkan anak kedua di Klaten, tanpa sengaja di detik-detik akhir pendaftaran KI Klaten #2, saya menemukan formulir registrasi di linimasa twitter humas pemkab Klaten. Pendaftaran  dilakukan secara online dengan mengisi data diri dan menjawab pertanyaan yang cukup banyak menurut saya tapi gampang kok karena rata-rata tinggal menceritakan pengalaman kita meraih impian.

Tarara… awal tahun 2017, saya diantara sekian ratus dinyatakan terpilih menjadi pengajar inspirator untuk KI yang diselenggarakan kedua kalinya di kota kelahiran ini. KI ini ternyata sangat profesional, dari perekrutan, bagaimana mengoordinir para relawan sebelum hari inspirasi,  hingga pendanaan yang semua dilakukan secara mandiri.

 

Hari Inspirasi Tiba

Saya masuk dalam rombongan belajar SD Nengahan Kecamatan Bayat bersama lima relawan pengajar lainnya, tiga fasilitator, dan dua relawan dokumenter. Meski kami berasal dari beragam latar profesi dan asal, semua happy dan tak canggung. Karena sebelum hari H, sudah ada briefing oleh panitia lokal (panlok), dan pembentukan group lewat whats app. Semua persiapan sudah dibahas matang. Tinggal eksekusi di hari H, 18 Februari 2017.

Di luar dugaan saya sendiri, ternyata hobi ngeblog membawa saya berdiri sini, di depan anak-anak untuk menginspirasi agar mereka mempunyai mimpi di masa depan dan berani mewujudkan. Karena, dari lulus kuliah mungkin dari masih kuliah (part time), saya adalah seorang kutu loncat sejati, bekerja dari sini ke sana, pindah dari kota ini ke kota itu, saat teman bertanya saya kerja apa eh pas dia bertanya sudah berganti lagi, makanya cukup bingung juga saat harus menulis pekerjaan waktu registrasi. Tapi, terlepas dari semua itu, saya percaya banyak jalan menuju roma. Tahun 2012 saat masih menjadi karyawan perusahaan sedikit ternama, saya sudah berkeinginan ikut KI. Namun, empat tahun kemudian baru sempat mendaftar, saat sudah menjadi ibu rumah tangga. Semua indah pada waktunya.

Kembali, di depan anak-anak, saat itu saya harus bergantian masuk lima kelas kecuali kelas V (disesuaikan jam pelajaran dan jumlah inspirator) dengan pengajar lain. Di sini kita tidak menyuruh mereka bercita-cita seperti para profesional yang sedang menggantikan guru mereka di depan. Tapi, menceritakan profesi kita, bagaimana meraihnya, agar pikiran mereka terbuka bahwa banyak profesi di luar sekolah mereka. Untuk mewujudkannya harus dengan kerja keras, berusaha, tak menyerah, berdoa, berani, jujur sebagai bagian tujuh sikap kelas inspirasi yang diawali dari impian. Profesi rombel SD Nengahan yaitu pegawai pajak, karyawan, engineering consultant, pengawas, dan quality control.

Masuk kelas pertama di kelas IV, oke, saya begitu semangat, karena kami mengajar bebas alias tidak formal, lesson plan pun sesuai profesi masing-masing. Jadi cara mengajar pun berbeda, ada yang memakai pakaian sesuai profesi, membawa alat peraga, menonton film, atau dengan cara bermain.  Diawali yel-yel, menanyakan cita-cita, sangat kondusif dan menyenangkan…bla…bla…bla… Ketika masuk di kelas ketiga, kelas dua, situasi mulai agak, saya harus teriak-teriak, ada yang ngobrol sama teman, ada yang cuek,… suara sudah serak. Ahhh… ternyata itu belum seberapa, masuk kelas satu, lebih heboh lagi. Ada yang rebutan, ada yang mau nangis, oh dunia masa kecil…suara mana suara. Tapi untunglah, kelas saya berakhir di kelas 6 yang sudah mengerti dan kembali kondusif. Cuma sayangnya, suara saya tak selantang awal –awal haha…

Kesimpulannya, jadi guru SD itu tak mudah. Sebab, harus bisa mengendalikan situasi belajar mengajar anak yang masih “ngeyel” apalagi di kelas kecil 1-3 dan menjaga suara jangan terlalu berlebihan di awal karena rata-rata guru SD mengampu semua mata pelajaran dari awal hingga akhir jam pelajaran.  

Tapi, itu tak membuat saya kapok. Karena Februari 2018 ini, saya kembali menjadi salahsatu inspirator untuk KI Klaten #3. Kenapa Klaten? Karena sekaligus saya bisa pulang kampung dan saat harus menjadi inspirator tidak perlu khawatir dengan duo krucil karena mereka bersama mbah setri dan mbah kakung-nya juga pakde-nya.

Yuk, apapun profesi kamu, jadi bagian Kelas Inspirasi, karena setiap pengalaman itu berharga buat generasi bangsa ini dan setiap profesi itu pasti bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Dijamin canduuuuu!!!!

 

Foto oleh pribadi dan dokumentator (Pak Budi dan Mas Arif) KI Klaten #2 SD Nengahan, 18 Februari 2017

16789092_1851345155146297_7337569270047440896_n

IMG_9490

_DSC0351

IMG_9648

Andalan
Diposkan pada blog competition

10 Langkah Mencintai Rupiah

10

Selembar eh bukan selembar lagi. Selembar uang 50 ribuan rupiah terpecah usai dijajakan. Tapi kok uang kembaliannya kucel, kumel, dan kusut begini. Jadi benar donk anggapan kalau uang adalah sarang kuman. Akibat sering berpindah tangan.

Haduh… aku kok tidak setuju ya jika uang disebut sarana menyebarnya penyakit. Bagiku, uang adalah sesuatu yang bernilai dan berharga, sudah selayaknya diperlakukan semestinya. Baik itu pecahan logam maupun kertas berapapun nominalnya.

Jpeg
Uang kumal (dok. pri)

Selain kasus, uang kumal, ada lagi orang yang kurang menghargai uang logam nominal kecil seperti 100 atau 200 rupiah karena yang lebih kecil sudah jarang dijumpai. Pernah ada yang membuang uang seratus rupiah di sebelahku. Spontan aku menatapnya. Mungkin dia mengerti maksud tatapanku, lalu mengatakan bahwa uang tersebut tidak laku bahkan untuk membeli permen. Ada lagi yang ngedumel saat mendapat kembalian uang receh. Pernah juga aku menjumpai, pengamen atau peminta-minta yang membuang uang 200 rupiah. Dalam hati aku membatin, bagaimana bisa kaya jika mental memperlakukan uang saja seperti itu. Tidak bisa menghargai alat pembayaran ini.

Pernah terpikir, kenapa Bank Indonesia terus mencetak uang logam nominal kecil ini. Sebab, di warung-warung sudah jarang dengan harga “ganjil” ini. Kalau di minimarket atau sistem kasir sih memang masih digunakan. Tapi, sebagai pengatur kebijakan keuangan tentu semua ada alasannya. Cuma sayang ya kalau kurang dihargai dan dibuang begitu kan? Aku pun kadang kalau lagi jalan suka memungut uang-uang ini lho. Tak peduli dijuluki apapun. Karena, ya menurutku setiap rupiah itu bermakna dan berharga.

Pernah melihat iklan Bank Indonesia Di Setiap Makna Indonesia tentang bagaimana uang bisa sampai ke tangan kita. Kalau belum bisa tonton klik di sini.

“Tahu ga kalau uang yang setiap hari kita pegang mempunyai cerita perjalanannya masing-masing. Pada awalnya, direncanakan, disiapkan, dan diantarkan ke seluruh penjuru Indonesia. Setelah itu, didampingi oleh alat-alat negara. Uang rupiah akan terbang di udara. Dan dibawa mengarungi luas samudra dengan perahu yang sangat besar hingga perahu yang kecil. Terkadang ada moment moment tersendiri yang membuat perjalanan ribuan kilometer itu semakin istimewa. Dari sabang sampai Merauke. Dari Miangas sampai Pulau Rote. Demi melihat senyuman sampai akhirnya rupiah sampai di tangan. Hingga tanpa kita sadari rupiah sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Membawa kebahagiaan, kenyamanan, dan kebanggaan sebagai Bangsa Indonesia. Inilah yang membuat perjalanan rupiah ini lebih bermakna. Kalau kalian pakai rupiah untuk apa?”

Kalau perjalanannya saja sedemikian rupa, dari percetakan di Perusahaan Umum Pencetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri), kenapa pas sampai ke kita malah semena-mena ya. Jangan hanya nominal besar yang disayang yang kecil dibuang.

Mulai tahun 2014 BI sudah mencanangkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT)  dan mengarahkan gaya hidup masyarakat menuju e-money. Menurutku, cara ini efektif untuk mengembalikan nilai recehan di mata masyarakat. Selain itu, memang banyak manfaat lainnya sih. Tapi, untuk masyarakat pedesaan, pedalaman, dan perbatasan mungkin masih membutuhkan usaha ekstra ditambah fasilitas dan akses yang menunjang secara lebih baik lagi ya kan. Kalau yang di kota mungkin sudah tidak asing lagi ya setiap transaksi menggunakan kartu, mau belanja, membayar tagihan, tol, dan lain-lain.

 

Rupiah, Tak Sekedar Uang

Nah, ngomongin soal rupiah ini, ada yang bilang kalau rupiah merupakan turunan dari rupee, mata uang India. Rupiah Indonesia berasal dari kata Rupya dari Bahasa Sansekerta berarti koin perak. Saat ini merupakan alat tukar menukar barang atau jasa yang sah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Rupiah jangan hanya numpang lewat, coba yuk mengamati dan mencermati desainnya. Bank Indonesia sebagai otoritas meneter telah menetapkan logo dan desain melalui proses panjang lho. Bahkan penentuan 12 gambar pahlawan nasional melalui Keputusan Presiden (kepres). Gambar-gambar pahlawan nasional, wonderful Indonesia, dan seni budayanya bukan hanya untuk keperluan design semata tapi harapannya bisa diteladani dan lebih mencintai Indonesia. Aku yakin belum tentu kita semua mengetahui tentang rupa-rupa yang ada dalam rupiah tersebut. Dan, karena suka mengamati rupiah ini, suatu ketika membantuku menjawab soal tes wawasan kebangsaan tentang pahlawan nasional asal Papua yang mempunyai andil dalam Konferensi Malinau. Jawabannya ada di pecahan uang 10 ribu emisi 2016, Frans Kaisiepo.

Setelah lebih mengenal lebih dekat uang rupiah, saatnya mencintai. Nah, kalau mengaku cinta pasti ada tindakan terhadap si cinta ya kan. Kita bakal rela mengorbankan dan melakukan apa saja demi kebahagiaannya, kebahagiaan bersama. Istilahnya simbolis mutualisme, saling menguntungkan kedua belah pihak.

Nah, dalam mencintai rupiah setidaknya 10 hal yang aku lakukan:

  1. Menata berdasarkan nominal di dompet.
  2. Tidak menaruh/menyimpan sembarangan misal dekat makanan, air dan tidak meremasnya di tangan. Hal ini mencegah uang rupiah menjadi tidak layak edar karena kondisinya kumal bahkan sobek.
  3. Mengambil uang receh di jalan dan mengumpulkannya. Sebagai alternatif, bisa dimasukkan kotak infaq akan lebih berguna. Kotak infaq pun banyak tersebar di berbagai tempat selain masjid, di depan minimarket, di warung, dan tempat publik lainnya.
  4. Saat mendapat uang kumal berusaha merapikan kembali.
  5. Mengajari anak cinta rupiah. Lewat teladan, karena children see children do. Saat anak jajan sendiri tidak selalu memberikan uang kertas kadang juga logam. Tidak satu dua anak tetangga yang tidak mau saat diberi receh oleh orang tuanya, karena menganggap tidak laku buat jajan. Menurut saya ini kembali kepada perilaku dan penjelasan orang tua ya.
  6. Tidak mencoret-coret uang. Di era media sosial, banyak cara untuk narsis jadi sudah ga zaman vandalisme pada uang kertas
  7. Menjauhkan dari jangkauan anak bawah tiga tahun (batita). Karena mereka biasanya akan menggigit, memakan, merobek. Pengalaman pribadi, karena lalai si kecil (1 tahun) meraih uang 20 ribu di meja, lalu menggigitnya dan robek jadi tiga bagian. Sobekan pun sudah masuk mulut. Jangan sampai ya, karena kalau terbagi kecil-kecil bahaya juga kan kalau tertelan.
  8. Saat menerima kembalian, menyingkir dari kasir, dan mengambil waktu sejenak merapikan sehingga tidak langsung dimasukkan ke dompet dengan buru-buru.
  9. Bangga dengan rupiah. Kata Presiden Joko Widodo, setiap lembar rupiah adalah wujud kedaulatan sebagai negara. Aku sih belum pernah langsung tinggal di perbatasan ya tapi kalau berdasarkan cerita atau menonton film memang sih daerah perbatasan lebih rentan. Dalam film “Tanah Surga Katanya” yang ber-setting di perbatasan Kalimantan dan Malaysia, ada adegan anak kecil yang membantu dokter dari kota membawa barangnya. Saat membayar jasa sang anak, dokter memberikan selembar uang 50 ribu rupiah. Tapi si anak menolak karena mengaku tidak pernah melihat uang tersebut dan malah merasa ditipu. Lalu, datanglah seorang guru yang setelah mendengar cerita anak segera menukar uang dokter dengan dua lembar 10 ringgit Malaysia. “Ini baru duit,” kata sang anak sumringah. Selain itu Pak Jokowi juga mengajak agar menyimpan tabungan dalam bentuk rupiah, kalau ini mungkin untuk kalangan atas ya.
  10. Mendapatkan dan membelanjakan dengan cara yang halal agar berkah.

Demikian, pandanganku tentang uang yang harus dihargai. Karena menghargai uang itu menurutku bagian dari mental kita sendiri. Layaknya banyak jalan menuju roma, banyak langkah yang bisa dilakukan untuk mencintai mata uang kita. Dari hal yang paling sederhana hingga yang tak terpikirkan. Kalau kamu seperti apa?

 

*Grafis foto uang rupiah oleh di sini, design with canva

Andalan
Diposkan pada Beauty, blog competition

Rahasia Bebas Keputihan, Lebih Resik, dan Makin Harmonis

Apa sih yang paling membuat kaum hawa risih (tidak nyaman) terkait organ kewanitaan?

Yup, pertama, bau tak sedap. Tak bisa dipungkiri, organ kewanitaan apabila tidak dijaga dengan baik dan benar menyebabkan bau tak enak. Tentu saja hal ini membuat kita sebagai perempuan merasa tidak nyaman saat berkumpul dengan orang lain. Apalagi bau organ intim ini sangat “khas” sekali.

Kedua, keputihan. Keluhan para perempuan menjelang menstruasi biasanya adalah gangguan keputihan. Keputihan biasanya juga akan diikuti rasa gatal. Akibatnya kadang tangan “gatal” ingin menggaruk. Kalau kita sedang di rumah, kita bisa segera membilas dan mengganti celana dalam. Kalau sedang diluar dan kondisi tidak memungkinkan melakukannya bagaimana?

Untuk itu ada beberapa tips untuk mengatasi ketidaknyamanan tersebut, di antaranya:

  1. Rajin mengganti celana dalam. Terlalu lama memakai celana dalam akan membuat organ kewanitaan lembab. Dianjurkan mengganti 3 sampai 4 jam sekali.
  2. Menjaga selalu kering. Caranya bisa dilap dengan tisu kering. Untuk membersihkannya yaitu menyiramkan air dari depan ke belakang. Bukan sebaliknya, kalau dari belakang ke depan, kan di anus banyak bakteri nanti bakterinya pindah ke depan.
  3. Memperhatikan penggunaan pembalut saat menstruasi. Sama dengan pemakaian celana dalam, dianjurkan mengganti 3-4 jam sekali. Kondisi lembab lebih berpotensi memicu tumbuhnya jamur dan bakteri jahat.
  4. Menggunakan air bersih bukan sabun. Perlu diketahui organ kewanitaan memiliki pH bersifat asam 3,5-4 sedangkan sabun bersifat basa yang justru menyebabkan bakteri lebih cepat berkembang.

Bagi yang sudah menikah membersihkan organ intim ini sangat penting. Bukan justru malah acuh tak acuh mentang-mentang sudah “laku”. Apalagi kalau sudah mempunyai anak, belum disibukkan dengan pekerjaan rumah tangga, suami dinomorsekiankan *cubit diri sendiri. Padahal harusnya sama-sama prioritas ya. Kalau saya sih maunya selalu dekat-dekat dengan suami. Ini tak hanya buat pengantin baru lho.

Ingat kembali yuk tujuan kita berumah tangga apa? Tentu membentuk keluarga harmonis dan langgeng. Untuk Muslim, setiap pernikahan acap selalu diikuti doa agar pengantin menjadi keluarga samara. Samara singkatan dari sakinah, mawadah, warohmah. Sakinah berarti tenteram tenang, mawaddah artinya saling cinta, dan rahmah yang senantiasa mendapatkan naungan kasih sayang dari Alloh SWT. Mau kan ya? Untuk mewujudkannya tentu harus mulai dari diri sendiri kan? Bagaimana keluarga utamanya hubungan suami istri bisa bahagia kalau kita sebagai istri “bermasalah” alias tidak memperhatikan penampilan dan diri sendiri. Nah, terlebih dalam Islam, kebersihan merupakan sebagian dari iman. Tengok cara kita membersihkan organ kewanitaan, sudah disiplin belum?

 

Resik v Rina
Resik V (dok. pri)

Kalau ingin gampang, seperti saya menggunakan Resik V. Resik V merupakan pembersih yang terbuat dari air godokan daun sirih. Tiga kata kunci dari saya untuk Resik V: alami, higienis, dan halal. Saat dituangkan, warnanya tidak bening (bukan kotor ya tapi karena hasil ekstrak daun sirih), aromanya khas sangat alami seperti rebusan daun sirih yang suka direbuskan ibu di rumah. Higienis, karena bukan sabun dan memiliki pH seimbang. Halal, karena sudah melalui proses panjang mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Resik V juga menjadi andalan karena alasan kepraktisan. Kemasan air godokan sirih ini membantu gaya hidup perempuan urban yang berkejaran dengan waktu dan susah mendapatkan daun sirih. Nah, menggunakan Resik V berarti juga melestarikan warisan leluhur, kok bisa, iya menggunakan rebusan daun sirih kan resep turun temurun untuk merawat organ kewanitaan, saya juga pertama mengetahui dari ibu.

Bagi saya pribadi menggunakan Resik V, terbukti bebas keputihan secara hormonal. Ngomongin masalah keputihan ini sempat sangat menganggu saya pada kehamilan kedua. Memang bukan keputihan patologis tapi tetap saja tidak nyaman kan. Selain itu, Resik V membantu merawat organ kewanitaan selalu resik dan keset.

Jadi, meski sudah mempunyai dua anak selalu cinta dan lengket kaya perangko dengan suami. Sayonara keputihan dan bau tak sedap. Rangkul si cinta, yuk!

 

#ArisanResik #Liputan6com

Andalan
Diposkan pada Food & Culinary

#FunCookingCompetition Chef vs Jurnalism

Sebelumnya, saya tidak pernah membayangkan bisa berkolaborasi memasak bareng juru masak beken dari Indonesian Chef Association (ICA). Kemampuan dapur saya yang amatir sebenarnya membuat kurang percaya diri. Tapi justru karena kelemahan itu saya malah tertarik mengikuti #FunCookingCompetition sebagai penutup rangkaian acara Seminar Nasional Potensi Wisata Kuliner Indonesia di Dunia Internasional bertempat di STP NHI Bandung, Jum’at (22/12/2017) lalu.

Chef-chef dari ICA ini ternyata friendly banget lho. Seulas senyum ramah dan ajakan bergabung dalam kelompok 2, membuat saya tidak sungkan berbaur. Sebenarnya, saya sudah mendapat kelompok 15 di sesi kedua. Karena sudah terlalu sore dan kelamaan meninggalkan krucil di rumah, saya berniat bertukar di sesi pertama. Tapi tidak diperbolehkan oleh panitia. Akhirnya, saya celingak-celinguk ngider pada kelompok di sesi pertama hingga akhirnya gayung bersambut dari Chef Dodo dan Chef Rian serta para senior chef yang begitu bersahabat.

Canggung, tentu saja berada di tengah dua chef muda yang tampak profesional sekali ini. Kalau saya memasak di depan mereka, mempermalukan diri sendiri pasti ya. Tapi dalam hati juga saya terpecut, bagaimana tidak, saya ini perempuan yang kodratnya harus pandai memasak tapi kalah dengan para lelaki ini. “Saya masih amatir, saya barisan penggembira aja ya. Saya percayakan pada ahlinya,” kata saya pada mereka sebelum memulai kompetisi. Haha…

Mereka tidak sok pintar dan menggurui bahkan selalu memberi kesempatan pada saya. Tapi, karena saya tidak ingin merusak kreasi dan imajinasi mereka, setiap mereka menyuruh saya selalu minta diberi contoh takut tidak sesuai ekspektasi yang mereka harapkan. Mungkin batin mereka saya seperti anak SD haha… Tapi, kesan yang saya tangkap mereka tidak pelit berbagi ilmu lho.

Selain have fun, saya banyak belajar pada kompetisi memasak dengan menu nasi goreng ini. Menu yang merupakan masakan Indonesia yang menduduki peringkat 2 di dunia lewat survei facebook oleh CNN tahun 2011. Gampang, praktis, banyak kreasinya, dan mendunia lagi ya.

Chef Rian tidak sungkan-sungkan memperlihatkan nyala api di kompor untuk panas yang pas saat membuat nasi goreng. Katanya, begitulah yang diterapkan di hotel-hotel sehingga menghasilkan nasi goreng yang enak. Saat nasi digoreng Chef Dodo yang juga koordinator kelompok meracik hiasan dari selada, cabai merah, daun bawang, udang, telur dadar.

Selama ini saya kalau membuat nasi goreng, kalau tidak diulek bumbunya ya pakai racik yang praktis. Mereka menggunakan metode tumis bawang merah dan bawang putih. Telur sudah didadar terlebih dahulu lalu diangkat. Ini baru buat saya lho.

Setelah tumisan harum ditambahkan bumbu-bumbu lain seperti garam, penyedap. Termasuk udang kupas yang sudah dipotong kecil-kecil. Karena saya juga membantu mengiris-iris, sehingga tidak bisa detail mengamati. Tahu-tahu sudah matang dan tinggal penyajian dengan hiasan. Ini nih tampilan hasil kreasi Chef Dodo.

nasgor
Usai membuat nasi goreng, peserta ditantang menyajikan dessert dengan menghias Bolu Susu Lembang. BSL ini tanpa embel-embel pun sudah lembut dan enak banget apalagi diracik kembali ya oleh para chef. Taburan bubuk coklat, selai, dan lemon. By the way, saya yang diminta menaburkan bubuk coklat, lihat hasilnya kacau banget. Tapi lupakan, over all… tarara… Yummy…
bslica
Saking antusias mengikuti lomba memasak ini tak perlu menunggu di rumah saya langsung mengoceh di depan suami begitu ia menjemput.
“Jadi bisa dipraktekkan donk belajar memasaknya,” kata suami usai saya berpanjang lebar cerita heboh.
Bagaimana kemampuan memasak kamu, share juga, yuk 🙂
Andalan
Diposkan pada Food & Culinary

Rendang, National Food untuk Indonesia?

Jepang mempunya Sushi, Korea Selatan mempunyai Kimchi, Vietnam ada Pho, Thailand ada Tom Yam, Nasi Lemak dari Malaysia pun telah diakui dunia, lalu bagaimana dengan masakan yang bisa mewakili negara Indonesia? Begitulah, kira-kira Bu Vita Datau Messakh, Presiden Akademi Gastronomi Indonesia melempar pertayaan yang membuat kami peserta seminar cukup bingung juga.

Ya, minggu lalu (Jumat, 21/12/2017) saya berkesempatan menghadiri seminar nasional “Promosi Pesona Indonesia Melalui Makanan ke Dunia Internasional” di Sekolah Tinggi Pariwisata NHI, Bandung. Materi gastronomi awalnya merupakan pembahasan yang jauh dari awang-awang saya. Apa sih gastronomi itu? Yang pernah saya dengar ya astronomi, itu pun berarti angkasa lalu gastronomi apa hubungannya dengan kuliner? Kira-kira begitu yang berkecamuk dalam pikiran saya sebelum mengikuti diskusi ini.

Gastronomi merupakan art seni kebiasaan makan yang baik (good eating). Gastronomi menjadi sangat penting untuk memperkenalkan kuliner Indonesia di dunia internasional. Dunia global memiliki persaingan yang ketat. Meskipun, Indonesia memiliki lebih dari 5000 resep masakan tradisional tanpa pengemasan dan branding yang baik akan gagal di pasar internasional. Apalagi jika ingin mendorong kuliner sebagai bagian dari pariwisata. Kunci sukses gastronomi adalah adanya locomotive food dan tagline atau branding yang tercipta di pikiran orang.

Kembali lagi, masakan apa yang bisa menjadi lokomotif di dunia internasional? Bukan saja peserta yang bingung sebab diakui Bu Vita, yang “diatas” antara pemerintah dan sektor-sektor terkait pun sedang memperdebatkan ini. Lalu, kenapa ini nampaknya sulit? Saking banyaknya makanan Indonesia menjadi galau dan takut dibilang egois. Ada yang ngotot memperjuangkan soto sedangkan dari Bu Vita memperjuangkan rendang.

Soto Madura

Kenapa soto tidak bisa mewakili Indonesia? Syarat locomotive food harus ada produk, filosofi, dan prosesnya. Nah, makanan ini sifatnya juga harus main course bukan sekedar numpang lewat. Soto biasa dimakan sebagai hidangan pembuka sedangkan rendang merupakan main course yang bisa divariasi. Kemudian filosofinya atau sejarah makanan tersebut nah yang ini cukup membuat saya tercengang, soto bagian pelengkapnya merupakan ayam yang disuwir-suwir. Karena dulu daging ayam termasuk makanan mewah sehingga agar semua kebagian ayam maka di suwir-suwirlah bagian ayam tersebut. Awalnya, soto merupakan lambang kemiskinan. Jadi ya masa, makanan nasional kita simbol ketidakmampuan. Rendang, merupakan bagian dari masyarakat Minangkabau yang diolah oleh para perempuan dengan kasih sayang dalam menunggu anak lelakinya atau suaminya “merantau”. Itulah proses, seperti pembuatan kimchi yang disebut kimjang yaitu satu keluarga berkumpul bersama untuk memasak saat liburan. Bahkan, kimjang juga telah didaftarkan ke United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) PBB sebagai warisan budaya.

rendang

Survei CNN tahun 2011 melalui facebook menempatkan rendang sebagai makanan nomor satu di dunia diikuti nasi goreng. Eje Kim, penulis buku Happy Yummy Journey menganggap rendang sebagai representative Indonesia. Sebab dimana-mana rasanya sama atau dipertahankan sesuai aslinya. Nasi goreng meskipun tersebar di Indonesia tapi memiliki rasa yang berbeda-beda di tiap daerah sehingga tidak bisa mewakili lidah Indonesia. Ketika saya mencoba berpikir, mungkin begitu juga dengan soto ya, meskipun soto ada di seluruh tanah air tapi bahan yang digunakan berbeda dan rasanya pun tidak sama termasuk tampilannya. Saya pecinta soto langsung membayangkan soto bandung, soto lamongan, soto madura, soto betawi, soto banyumas, dan soto-soto lain yang pernah saya cicip. Ya, semua berbeda. Setuju?

Ketika Indonesia sudah memiliki makanan yang “dijual” di luar negeri tentu akan mudah membawa masuk makanan-makanan yang lain. Sebab, yang terpenting adalah image atau makanan apa? Seperti Thailand yang sukses di bidang kulinernya. Siapapun yang masuk ke restoran Thailand di luar negeri akan diajak berpengalaman semua inderanya. Tidak hanya penciuman dan pengecap yang digunakan saat makan tapi penglihatan, pendengaran, dan perasa seluruhnya bekerja. Itulah nuansa makan yang tak bisa dinikmati di restoran lainnya. Kenapa Indonesia tidak bisa seperti Thailand? Selain masih “galau” menentukan national food, Indonesia juga terkendala tugas pokok dan fungsi (tupoksi) lintas sektor misalnya antar kementrian pariwisata, perdagangan, ekonomi kreatif. Berbeda di Thailand, yang dilakukan atas satu arahan. Bu Vita juga tengah memperjuangkan tagline “Indonesia Spice Up The World”. Indonesia adalah bumbu, bumbu adalah ruh atau DNA dari masakan itu sendiiri.

Jadi menurut Kamu, masakan apa yang pantas menjadi makanan nasional Indonesia?

 

ibu vita

 

Andalan
Diposkan pada Food & Culinary

Kabita BOLU SUSU LEMBANG, Mau dan Mau Lagi!

Begitu mendengar kata bolu, bayangan pertama saya adalah kue dengan rasa “eneg” apalagi dengan kandungan susunya. Dalam Bahasa Jawa eneg(k) berarti tidak enak, tidak menyenangkan. Kedua, image bolu bagi saya adalah kue yang membosankan dan monoton. Namun, semua yang jelek dalam benak saya hilang usai melihat tampilan Bolu Susu Lembang yang kekinian dan dijamin langsung bikin ngiler atau kata Orang Sunda, kabita.

Pada kesempatan Grand Launching Promo Bolu Susu Lembang (BSL), Minggu 17 Desember 2017 di Cihampelas Walk Bandung, antusias warga membuat Pak Syafei General Manager BSL merinding. Di sela-sela antrean pengunjung yang ingin membeli BSL, beliau bahkan mengaku tidak menyangka antusiasme warga Kota Bandung yang tinggi dalam menyambut kehadiran BSL. Acara sendiri sangat seru, selain launching BSL, berlangsung pula lomba mewarnai anak usia PAUD  hingga SD, demo memasak, menghias BSL, lomba food fotography, dan banjir doorprize.

Harga yang dibandrol untuk satu box pun sangat murah, hanya Rp 29 ribu. Harga murah yang tidak murahan lho. Ada tiga varian rasa yang ditawarkan yaitu susu original, vanila, dan coklat. Saya berkesempatan mencicip rasa susu coklat. Taraaa… begitu box dibuka taburan slices toping kejunya sudah membuat menahan liur. Begitu diiris, rasa manis coklatnya langsung terkirim di otak dan seketika membuat mood happy. Wajar karena coklat mengandung Phenylethylamine yang dapat menimbulkan perasaan senang dan bahagia bagi yang mengonsumsinya hingga layaknya seorang yang sedang jatuh cinta. Padahal ini belum dicoba, ya. Pas dicoba, dalam sekali gigit yummmy banget lembut dan terlebih ada kejutan lapisan coklat didalamnya. Apakah saya berlebihan? Untuk membuktikannya, Teman, bisa mencoba sendiri.

Dari soal harga dan rasa sudah tidak diragukan lagi. Bagaimana dengan kandungan gulanya? Tidak perlu khawatir, bagi penderita diabetes pun bisa mengonsumsi BSL ini. Karenanya, saya pun tak khawatir memberikan BSL sebagai oleh-oleh buat Abah yang benar-benar menjaga gula diabet ya. Setahu saya, mertua saya ini sangat menghindari makanan dengan kadar gula tinggi termasuk minum dengan gula. Bahkan, ketika Beliau ulang tahun, salah seorang kakak ipar saya mengirim kue ulang tahun. Karena, tidak ingin anaknya kecewa, Beliau memang menerimanya tapi tebak donk siapa yang kalap menghabiskan, SAYA!

 

Bakal Jadi Most Wanted di Bandung

Menurut Curhat Si Ambu, BSL ini elegan dan tidak kalah dengan menjamurnya cake-cake artis termasuk yang masuk ke Bandung. Ditambah lagi dari Cerita Ida, BSL pas buat oleh-oleh dan cemilan keluarga. Panganan yang aman, halal, dan higienis. Kandungan nutrisi hasil olahan berkolaborasi dengan Indonesian Chef Association (ICA) ini  juga sudah tidak diragukan lagi plus gizi dari susu lembang-nya.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak langsung ke media sosialnya BSL, facebook dan instagram @bolulembang. Jika ingin pesan via online bisa menghubungi telepon atau  whats app ke nomor 0811-1500-146. Dalam mempermudah konsumennya, BSL juga melayani delivery order lho atau “BSL Gancang”. Nah, kalau mau membeli kuliner anyar ini sembari melihat-lihat dulu bisa mendatangi mitra-mitra resmi berikut:

  1. Jalan Raya Bojongsoang No. 108, Terusan Buah Batu
  2. Jalan Jenderal Amir Machmud No. 218, Cimahi Utara
  3. Jalan AH. Nasution No. 105 Bandung
  4. Jalan Raya Jatinangor No. 172
  5. Jalan Malabar, Kosambi Bandung

Selamat menikmati ya 🙂

 

*Foto-foto dokumen pribadi

 

 

Andalan
Diposkan pada Beauty, blog competition

Tampil Cantik BerHIJUP dan Selalu Resik, Kunci Keluarga Harmonis

“Cantik itu bukan hanya penampilan di luar tapi juga resik di dalam.”

Maksudnya gimana sih kalimat tersebut? Perempuan diciptakan Tuhan sebagai makhluk yang indah dipandang. Bagi yang belum menikah, perempuan harus selalu cantik karena tidak tahu kapan akan bertemu jodohnya. Perempuan yang sudah menikah, dituntut tidak hanya cantik di luar tapi juga harus resik di dalam untuk menyenangkan suami. Mmm… sudah mulai nyambung kan?

Cantik, resik, keluarga bahagia demikianlah tema yang diusung  dalam acara #HIJUPBloggersmeetup x Arisan Resik bertempat di Morning Glory Rooftop Mitra Hotel, Bandung (14/12/2017). Kak Laras yang bertindak sebagai MC membuka acara dengan memperkenalkan narasumber dan rangkaian kegiatan. Kedua narasumber yaitu Rimma Bawazier, seorang Social Media Influencer dan designer lalu Ibu Yuna Eka Christian selaku Senior Public Relation PT Kino Indonesia. Acara dimulai dengan inspiring talkshow, arisan resik, makan siang, dan workshop Brush and Hand Lettering.

 

Manajemen Waktu Keluarga Harmonis Ala Rimma Bawazier

HIJUP1

Perempuan mana yang tidak ingin sukses dalam karier dan keluarga. Saya yakin semua perempuan pasti menginginkan keduanya. Namun, hanya sedikit yang bisa meraih keduanya. Sayangnya, sebagai perempuan terkadang kita dihadapkan pada pilihan untuk mengorbankan salah satunya.

Nah, pada kesempatan kali ini, Kak Rimma berbagi kunci keharmonisan keluarga. Baginya, keluarga adalah prioritas dan ladang ibadah. Dia bersyukur memiliki pekerjaan yang tidak terikat waktu. Sehingga setiap waktu bisa bersama anak atau suami. Ditanya mengenai resep keluarga harmonis, ia menjawab sesuai nasehat orang tuanya sesaat sebelum menikah. Suami itu dibuat bahagianya dengan tiga cara yaitu matanya, perutnya, dan “itunya”. Di depan suami harus selalu tampil cantik dan enak dipandang. Jangan malas memasak untuk mengenyangkan perut suami, dan yang terakhir “itunya” dengan cara menjaga kebersihan organ kewanitaan.

Ngomongin soal kebersihan organ kewanitaan ini, selain ratus Rimma juga menggunakan air godokan sirih. Air godokan sirih membantu mengurangi keluhan keputihan apalagi menjelang menstruasi. Hidup di perkotaan terkadang membuat daun sirih susah ditemukan. Selanjutnya, masih harus ribet merebusnya sedangkan kita berloncat-loncatan dengan pekerjaan maupun urusan rumah tangga. Dengan adanya kemasan Resik V, resep turun temurun ini sekarang mudah dan praktis didapat maupun digunakan.

 

Resik V Alami, Halal, dan Higienis 

Turut membantu menjelaskan produk Resik V, Ibu Yuna Eka Christina. Kenapa membersihkan organ kewanitaan ini penting? Pertama, perempuan secara alami atau hormonal rentan terkena #keputihan. Lebih dari 70% perempuan yang berkonsultasi ke dokter biasanya terkait masalah ini. Kedua, organ wanita letaknya tersembunyi berbeda dengan laki-laki. Jika tidak dirawat akan menimbulkan berkembangnya bakteri dan jamur. Mikrofauna memang dibutuhkan tapi dalam jumlah seimbang. Ketika tidak dirawat apalagi jarang mengganti celana dalam masa menstruasi keadaan akan menjadi lebih lembab dan memicu berkembangnya jamur.

Masyarakat Indonesia secara turun temurun rata-rata mengatasinya dengan menggunakan air godokan daun sirih. Sebagai bagian spirit PT Kino Indonesia, to global from local, dikemaslah air ini dalam produk Resik V. Adanya kemasan ini membantu kepraktisan dan mempermudah gaya hidup kaum hawa urban yang berkejaran waktu.

Resik V ini sifatnya alami. Sebab, terbuat dari godokan daun sirih asli. #Manfaatdaunsirih merupakan antiseptik alami dan memiliki kandungan minyak atsiri. Produknya juga berlabel halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Artinya produk telah melalui perjalanan panjang mulai dari bahan baku, proses produksi hingga pengemasan. Sertifikat ini bukan main-main ya.

“Siapa yang suka mencuci organ kewanitaan dengan sabun?”

Di tengah-tengah talkshow, Bu Yuna melemparkan pertanyaan. Pertanyaan tersebut dijawab anggukan oleh beberapa peserta. Bu Yuna mengingatkan kalau sabun itu bersifat basa sedangkan daerah organ kewanitaan kita memiliki pH asam antara 3,5-4. Jika kondisi basa justru bakteri akan cepat berkembang.

Penting untuk diketahui, Resik V merupakan pembersih kewanitaan bukan sabunPenjelasan ini mengena banget buat saya, sebelum mengikuti acara ini saya anti dengan segala bentuk pembersih untuk organ kewanitaan. Alasannya, takut bakteri alami yang dibutuhkan mati. Resik V tidak mengandung bakterisida atau bahan untuk membunuh bakteri tapi mempertahankan keseimbangan mikrofauna atau dengan kata lain tidak mematikan bakteri alami. Karena sifatnya tersebut sehingga bisa digunakan kapan saja tanpa menimbulkan efek samping. Ini juga menjawab MITOS rahim kering jika kebanyakan menggunakan pembersih kewanitaan yang ditanyakan oleh Teh Tian, Blogger Bandung. Pemakaian Resik V hanya diluar tidak dipakai ke dalam. Kalau kebanyakan pun akan terbuang sendiri. Jadi kembali lagi ke pembersih yang digunakan.

Sebenarnya saya juga ingin bertanya tapi karena kurang cepat mengangkat tangan, saya pun tidak berkesempatan. Saya ingin kroscek, “Apakah Resik V bisa mempercepat keringnya jahitan pasca melahirkan normal? Berdasarkan pengalaman pribadi, ibu merebuskan daun sirih agar dibasuhkan saat buang air atau mandi sehingga terbukti mengurangi nyeri, mempercepat penyembuhan, dan mengurangi anyir akibat nifas”

Di akhir-akhir sesi, Bu Yuna menambahkan agar efektif #mengatasikeputihan dan masalah infeksi daerah kewanitaan, pemakaiannya dianjurkan selama atau sesudah masa haid. Sebab air godokan sirih dapat mematikan jamur Candida albicans penyebab keputihan. Kalau hanya untuk merawat dan menjaga kebersihan, penggunaannya normal setiap mandi.

HIJUP2

Wah, penjelasannya simple tapi mudah dimengerti ya. Jadi tidak mikir lagi kan untuk menggunakan Resik V agar keluarga lebih harmonis. Kamu yang belum menikah, boleh kok menggunakan produk ini asal sudah mendapat haid. Bagi yang hamil juga aman. Catatan, Resik V bukan obat jadi kalau mendapatkan keputihan yang tidak normal atau patologis harus tetap konsultasi ke dokter.

Oya, ketika saya mencobanya di rumah, warna airnya tidak bening sama dengan godokan daun sirih ibu saya lho. Sampai ke bau-baunya juga. Tidak banyak mengeluarkan busa. Benar asli dan alami ya. Area kewanitaan jadi bersih, keset, dan terbebas dari bau tidak sedap. Jadi, kangen ibu di Klaten.

Coba buktikan sendiri, yuk! Harganya terjangkau banget hanya Rp 20 ribuan.

Grafis Resik

 

Look Good, Feel Good, Do Good BerHIJUP

Setelah membahas yang resik-resik, dimana kebersihan merupakan sebagian dari iman. Sekarang bagaimana dengan HIJUP-nya. Sebagai Muslim kita pasti pernah mendengar bahwa Alloh menyukai keindahan. Nah, untuk mensyukuri karunianya sebagai seorang perempuan kita juga harus mempedulikan keindahan dan kecantikan. Salah satu pilihan agar kita bisa selalu tampil anggun adalah dengan berseluncur ke HijUp.com. Banyak koleksi dari brand-brand ternama agar selalu Look Good, Feel Good, dan Do Good.

Tadinya di rumah saya berpikir kalau HIJUP akan memberikan talkshow juga. Mungkin tentang workshop berhijab stylish dan modern, atau tutorial berhijab. Tapi tidak. Dalam acara ini HIJUP membagi-bagi gift untuk peserta beruntung dan hampers termasuk juga produk Resik V. Saya beruntung mendapatkan ghayda scarf dari Fashion HIJUP.  Paduan putih pink dan kuntum bunga mawar, feminim sekali, ya. Langsung dipakai saat akhir pekan bersama keluarga di Curug Cimahi. Nah, kalau ini salah satu cara kami menjaga keluarga harmonis. Selalu menyempatkan liburan bareng maklum anak masih kecil juga. Masa kecil cepat berlalu dan harus dioptimalkan sebaik mungkin untuk bonding atau perekat ikatan batin anak dengan orang tua.

HIJUP4

Eitsss…. Kamu yang tidak ikut acaranya jangan berkecil hati, HijUp.com juga memberikan special voucher buat Kalian. Keren sekali ya. Langsung cusss untuk melihat koleksinya dari sepatu, busana, hijab, aksesoris, dan produk lainnya. Kalau sudah mengincar barangnya, nih saya kasih kode voucher senilai Rp 50 ribu untuk minimal pembelian Rp 250 ribu. Voucher berlaku hingga 28 Februari 2018. Lumayan banget kan. Buruan ya jangan sampai kehabisan apalagi voucher-nya sampai hangus karena kelamaan berpikir.

HIJUPBMUBANDUNG

Silakan klik gambar di bawah untuk langsung bisa berbelanja ke HijUp.com

Resik-V-bandung-blogbanner2

 

Belajar Modern Calligraphy bareng Bandung Menulis

Sudah resik, cantik, pandai menulis indah pula. Betapa beruntungnya pasangan kamu. Keluarga harmonis pun sudah di depan mata.

Para blogger dilatih modern calligraphy dengan kuas oleh kakak-kakak dari Bandung Menulis. Ada Kak Eko Fitriyono dan Kak Afri Tias. Mereka begantian menjelaskan dengan penuh kesabaran. Maklum pesertanya sudah bukan anak kecil lagi. Dan, ternyata memang saya tidak berbakat pada seni menggambar ini. Dari sejak sekolah dasar dulu memang kemampuan menggambar saya hanya cukup. Namun, Kak Afri Tias ini pandai banget agar kita yang merasa tidak bisa tidak menyerah lho. Katanya, hasil pertama kurang memuaskan biasa yang penting terus berlatih. Benar kata pepatah ya, bakat terkadang kalah dengan latihan atau dengan kata lain orang yang memiliki bakat alami bisa kalah dengan orang yang terus berlatih.

Kalau kamu ingin mencoba teknik ini sangat gampang kok asal telaten dan terus berlatih itu tadi.

Salinan dari HIJUP1

Alat dan bahan yang perlu disiapkan cat air, kuas, wadah, sedikit air, pensil, penghapus, dan kertas. Prinsipnya bisa membedakan tebal dan tipis. Yaitu saat menggores ke bawah tebal dan tipis saat menarik ke atas. Kemudian pelajari juga basic stroke-nya atau pembentuk hurufnya. Misalnya huruf a dasarnya lingkaran.

Lalu kami pun ditantang menulis dengan memilih tiga kalimat yang telah disediakan.

Femininity is my strength

Embrace our femininity

Femininity leads to happiness

Di akhir acara dipilih tiga hand lettering terbaik. Saya pun tak berharap. Evaluasi usai melihat hand lettering terpilih, hasilnya tulisan saya monoton sekali baik dari segi gaya maupun warna. Huruf-huruf dibuat melengkung, saya standar sekali. Padahal kami diberi warna merah, hijau, kuning, merah, biru lalu saya hanya memakai warna biru saja. Benar-benar tidak memiliki nilai seni ya.

Keseruan #HIJUPmeetupBandung yang berlangsung cair dan akrab pun berakhir. Sayang sekali kami harus berpisah dalam acara yang bertabur inspirasi, ilmu aplikatif, gift maupun voucher ini. Yang beruntung mendapat tambahan goodie bag adalah tiga penanya, tiga pemenang lomba foto instagram, pemenang arisan, dan tiga hand lettering terpilih.

Saya termasuk peserta yang kurang beruntung dalam live #HIJUPevent tersebut. Namun, kabar gembiranya ada blog competition yang berlangsung hingga 28 Desember 2017. Semoga saya beruntung. Wish me luck 😌

Resik-V-bandung-blogbanner1

*Foto-foto dokumen pribadi, design with @canva; banner: @hijup

 


Artikel ini mendapat juara ketiga dalam blog competition yang diadakan oleh HIJUP

Andalan
Diposkan pada CJ

Gathering Netizen MPR dan Blogger Bandung; Tantangan Nasionalisme

Diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, netizen dan MPR RI ngariung dalam satu atap. Netizen atau warga digital ini berasal dari kalangan Blogger Bandung dan sekitarnya termasuk beberapa media. Acara berlangsung di Hotel Aston Tropicana, Cihampelas Bandung, Senin (11/12/2017).

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan yang kemudian senang disapa Pak Zul Hasan hadir didampingi dengan Sekjen MPR Pak Ma’ruf Cahyono. Dipandu oleh Mbak Lia, Blogger asal Jakarta, Pak Zul Hasan memulai dengan mendengar keluh kesah para netizen. Katanya, jika biasanya Beliau terlebih dahulu berbicara, pada kesempatan kali ini, Beliau ingin mendengar terlebih dahulu.

Ada sepuluh peserta yang mengangkat tangan dalam acara Gathering Netizen MPR dan Blogger Bandung. Berikut saya mencoba meringkas pertanyaannya (mohon maaf dan diluruskan kalau ada kesalahan penulisan nama), pertama, dari Ibu Intan yang mengeluhkan kelangkaan gas, kedua, dari Ibu Maria, mengenai masalah sampah dan lingkungan, ketiga, Bu Sugi, terkait reformasi, keempat, Kang Yoga, tentang strategi MPR, kelima, Kang Aswi mengangkat tema royalti untuk penulis, keenam, Rina atau saya sendiri, pemilihan presiden langsung, ketujuh, Ibu Retno, hampir sama dengan Kang Aswi, kedelapan, Pak Zam-Zam, kasus Ustad Abdul Somad, kesembilan, Ibu Putu penghilangan pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP), dan terakhir kesepuluh Pak Dede, mengenai efek pilkada DKI yang mengangkat isu SARA.

Nah, berikut kurang lebih tanggapan dari Pak Zul Hasan yang saya tangkap.  MPR RI merupakan rumah kebangsaan pengawal ideologi Pancasila dan kedaulatan rakyat, tugasnya mengawal konstitusi. Gas merupakan hak setiap warga negara yang berjanji akan terus dikawalnya. Dalam menjawab persoalan sampah, Pak Zul Hasan, memulai dengan pertanyaan, “Persoalan sampah tanggung jawab siapa?” Ada yang menjawab Wali Kota, Gubernur, dan saya sendiri menggumam tukang sampah. Eitsss..  sampah itu urusan kita masing-masing. Kata beliau, sampah bukan cuma urusan pemerintah, kalau semua diserahkan ke pemerintah tidak akan kelar-kelar, sampah itu urusan masing-masing seperti di negara maju Singapura dan Jepang. Iya, saya berpikir benar juga sih, salahsatu dosen saya Pak Ris Hadi yang pernah mengenyam pendidikan di Jepang, pada suatu kesempatan pernah bercerita, Beliau salah memasukkan sampah pada kantongnya, karena di sana sampah sudah dipilah dari rumah tangga. Nah, kantong tersebut selama berhari-hari tidak diambil oleh petugas. Ketika diusut ternyata ada sampah yang bukan kategorinya misalnya sampah organik masuk ke kantong an organik. Beliau pun harus mengorek-ngorek sampah yang sudah bau dan memilahnya. Baru esoknya, sampah diangkut petugas. Sebegitunya, kita di Indonesia? Untuk ke tahap itu kita masih berproses dengan kesadaran dan sumberdaya manusia yang terbatas. Selalu perlunya sosialisasi dan pendidikan yang berkesinambungan dan tegasnya aturan pemerintah.

Kita yang berumur lebih dari 30 tahun, tentu akan mengingat reformasi 1998. Reformasi yang hampir bergulir 20 tahun, saya ingat samar-samar, karena waktu itu masih SD kelas IV. Pasca reformasi, warga negara Indonesia bebas menyampaikan pendapat dan berkumpul. Pak Zul Hasan mencontohkan, sebelum reformasi 1998, “Berkumpul-kumpul seperti ini bisa ditangkap?” Adanya reformasi tersebut setidaknya juga melahirkan otonomi dan demokrasi. Sebagai rakyat Indonesia kita wajib bersyukur, Beliau mencontohkan kegagalan demokrasi di Timur Tengah dengan bom meledak bisa terjadi kapan saja dan di Thailand yang kedua perdana menterinya kabur.

Pak Zul Hasan setuju dengan masalah royalti penulis. Royalti yang kecil tapi terus dibajak. Salah satu wakil rakyat yang terus menggaungkan masalah royalti adalah Anang Hermansyah (hak cipta lagu).

Orang melakukan plagiat sama dengan rampok sama dengan korupsi

Kemudian, terkait tidak adanya lagi PMP, MPR akan menggalakkan kembali Pancasila. Sebab, jika tidak ada filter Pancasila dikhawatirkan nanti “yang lain” masuk. Mungkin dari sisi ekonomi maupun kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia sedemikian gencar di era globalisasi dan pasar bebas ini.

Indonesia merupakan negara dengan toleransi tinggi, kasus persekusi di Bali kepada Ustad Somad tidak boleh menciderai kerukunan umat beragama. Itu hanya oknum. Karenanya, penegak hukum harus bertindak tegas kepada para provokator ini. Begitu juga dengan isu SARA di Pilkada DKI kemarin, pada dasarnya pilkada merupakan adu gagasan dan konsep, pertarungan antar anak negeri. Sehingga diharapkan isu tidak melebar ke daerah lain.

Terkait pertanyaan saya sendiri, sebenarnya dilatarbelakangi kenapa pemilihan presiden langsung sepertinya ribet, banyak makan anggaran, dan kadang malah membuat antar warga negara bermusuhan karena berbeda dukungan. Kenapa tidak melalui MPR sesuai dengan sila ke empat melalui mufakat, “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat permusyawaratan dan perwakilan”. Untungnya, Pak Zul Hasan menangkap opini yang saya sampaikan dengan ngalor-ngidul kadang suara gemetar, bahkan hingga lupa melafalkan sila keempat Pancasila *tepuk jidat*. Ternyata, ngomong di depan banyak orang memang tidak gampang harus sering dilatih. Kembali ke pertanyaan, pilpres langsung one man one vote sudah diamanatkan oleh UUD 1945. Secara konstitusional sudah diamandemen dari tidak langsung ke pemilihan langsung. Kata Beliau, bisa saja balik seperti dulu jika DPR sepakat, itu berarti harus diamandemen lagi. Hmmmm….

Nah, itu tadi rangkuman tanya jawab blogger yang kata Pak Zul Hasan bisa merubah peradaban. Beberapa point, mungkin saya kelewat karena gagal fokus. Usai menjawab keluh kesah netizen, Beliau pun memaparkan pekerjaan rumah negeri ini dan tantangan generasi millenial.

Netizen berkeluh kesah kepada Ketua MPR RI Zulkifli Hasan

 

Pekerjaan Rumah dan Tantangan Generasi Millenial

Semenjak reformasi bergulir, silih berganti kepemimpinan, permasalahan-permasalahan di Indonesia dicoba dicari solusinya. Namun, setidaknya ada beberapa permasalahan yang belum selesai. Di antaranya:

  1. In Justice” Penegakan hukum yang tebang pilih. Contohnya, dalam menangani kasus pejabat rasanya gampang sedangkan rakyat susah. Penanganan yang berbeda ini menimbulkan keresahan rakyat.
  2. Belum selesainya masalah pengangguran tapi terdapat tantangan dengan masuknya tenaga kerja asing dari Tiongkok yang sempat memanas di media. Emil Salim bahkan mengatakan masuknya tenaga kerja asing merupakan penjajahan gaya baru. Padahal diamanatkan dalam UUD 1945 maupun Pancasila, bahwa rakyat Indonesia harus didahulukan seperti terkutip dalam Pembukaan UUD 1945 “…Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap Bangsa Indonesia…”
  3. Permasalahan korupsi. Masalah korupsi di kalangan dewan dan pemimpin daerah menyebabkan distrust di kalangan rakyat. Tapi balik lagi, siapa yang memilih mereka? Karena itu, sebagai warga negara kita harus jeli dan kritis menggunakan hak pilih.
  4. Kesenjangan sumberdaya alam Timur ke Barat. Pertumbuhan ekonomi yang terpusat di Jawa terkadang membuat masyarakat luar Jawa “cemburu”. Perbedaaan nilai APBD juga sering menjadi permasalahan. Pak Zul Hasan bahkan mencontohkan dirinya yang berasal dari Lampung Selatan.
  5. Merah Putih terkoyak. Adanya distrust seperti contoh persekusi Ustad Somad. Bali memiliki filosofi “Tri Hita Karana” yaitu penyebab tercipta kebahagiaan adalah hubungan dengan Tuhan, manusia, dan alam. Sehingga, kehadiran oknum-oknum tak bertanggungjawab ini jangan mengoyak toleransi umat beragama di Bali dan Indonesia umumnya.

Di samping PR yang belum selesai, generasi muda Indonesia yang berada di era digital ini memiliki tantangan tersendiri. Jika dulu generasi muda melawan penjajah untuk kemerdekaan bangsa, maka saat ini anak Indonesia harus pandai memanfaatkan era serba cepat dan mudah untuk kemajuan bangsa. Pak Zul Hasan mengatakan tantangan nasionalisme kita sekarang adalah revolusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), globalisasi, lalu media sosial dan personalisasi individu. Karenanya, generasi millenial yang HEBAT harus memiliki:

  1. KOKOH darimana ia berasal. Agar tidak terombang-ambing dalam pergaulan sudah selayaknya, kita mengetahui budaya nenek moyang kita, adat istiadat yang kita pegang sehingga kita akan memiliki jati diri.
  2. Mencintai negerinya. Rasa nasionalisme sangat penting ditengah derasnya globalisasi yang mana bangsa asing bebas masuk wilayah NKRI tidak hanya berkunjung tapi juga berdagang.
  3. Mengutip kata Bung Karno, tidak berilmu maka akan menjadi kuli di negeri orang. Jangan sampai ya?
  4. Jaringan ini harus terus diperluas tidak hanya dalam negeri tapi juga di luar negeri.

Akhirnya, pesan Beliau menjahit kembali Merah Putih agar kembali utuh dan maju dengan kembali ke nilai-nilai Pancasila. Untuk itu setiap warga negara harus mengetahui dan aware terhadap empat pilar MPR RI. Sehingga, terwujud tujuan bangsa dan negara yang adil bagi seluruh rakyat Indonesia. Sesi pun diakhiri dengan foto bersama.

Empat pilar MPR RI yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Lalu, apakah kita bisa menjawab tantangan nasionalisme di era digital ini? Setidaknya, dengan bekerja keras sesuai passion seperti oleh-oleh yang saya terima dari acara ini. Kalau Kamu?

 

Andalan
Diposkan pada lomba blogging

Harbolnas; Selancari IPhone Refurbish di Lazada, Pilihan Si Budget Pas-pasan

Harbolnas segera tiba. #diskonmengguncangsemesta tak bisa dilewatkan begitu saja ya kan? Surga belanja dan saatnya memboyong barang-barang impian dalam genggaman.

Temans, apa barang wishlist kamu? Coba cek langsung ke Lazada, yuk! Siapa tahu diskonnya yang gede membuat bukan tidak mungkin kamu memasukkan ke keranjang belanja ya kan?

Temans, melirik IPhone? Bukan tidak mungkin lho memiliki smartphone besutan Apple ini. Logo buah apel tergigit di casing belakang pasti membuat si empunya bangga. Lalu, kalau budget kita pas-pasan seperti saya bagaimana? Tenang Lazada menawarkan solusinya yaitu smartphone refurbish. Refurbish ini artinya barang yang dikembalikan dari penjual ke produsennya untuk di cek kembali komponennya. Grading refurbish yaitu:

  1. Grade A berarti keseluruhan produk masih berfungsi. Bodi mulus dengan lecet ringan. Dijual lengkap dengan boks kemasan, buku manual, dan aksesorisnya.
  2. Grade B berarti hampir sama dengan grade A namun dijual minus buku manual.
  3. Grade C berarti produk masih berfungsi dengan bodi mulus dan lecet ringan hanya saja dijual perangkatnya saja tanpa boks.

Tidak masalah kan toh fungsinya balik 100 persen. Jadi ini beda sama kalau kita beli handphone second ya, sebab sesuai pengertian tadi HP refurbish bukan berarti HP bekas. Lalu, mengapa kita membeli HP refurbish?

Refurbish

Belinya di Lazada aja, karena sudah terbukti terpercaya dan banyak diskonnya. Sehingga tak perlu takut tertipu. Lazada juga mengingatkan pembeli agar tidak tertipu supaya tidak melayani transaksi diluar situs resmi Lazada. Misalnya via whats app dan melakukan transfer di luar rekening resmi Lazada Indonesia.

Oya, ngomong-ngomong IPhone Refurbish Apple iPhone 6 – 16 GB – Space Gray – Grade A, ini yang saya incar pas harbolnas. Tentunya setelah mempertimbangkan anggaran ibu rumah tangga seperti saya, ya? Hitungan yang saya pakai seperti ini, tabungan Rp 200 ribu per bulan dengan disiplin tinggi kali 12 sama dengan Rp 2,4 juta. Harga aslinya Rp 7,5 juta, setelah diskon menjadi Rp 3,140 juta. Jadi saya tinggal menambah sisanya Rp 740 ribu. Ini tidak terlalu memberatkan kan ya dibanding jika harus mengeluarkan uang full? HP refurbish juga sangat memungkinkan ibu rumah tangga yang suka menulis seperti saya memiliki smartphone Apple.

Screenshot (12)

Selain wishlist comes true di tiga hari kalap belanja; 12, 13, dan 14 Desember 2017, banyak lho promo dan event menarik dari toko online revolusi ini. Siapkan adrenaline, Temans ya. Nih, di antaranya:

  • Gunakan kode voucher HARBOLNAS50 untuk potongan harga menarik.
  • Diskon heboh semua elektronik. Langsung dech, cek, bakal gila karena semua tawaran menggiurkan.
  • Promo menarik dari koleksi Taobao di Harbolnas. Gratis ongkir untuk minimal belanja Rp 150 ribu dan diskon hingga 90 persen. Wow… yuk segera mulai hunting fashion dari sekarang dan catat tanggalnya.
  • Lazada Pesta menuju 12-12 live di SCTV pukul 20.00-22.00 WIB dimeriahkan artis-artis tenar. Ada Afghan, GAC, dan sederet bintang lainnya. Suara indah yang tak diragukan lagi untuk menghibur dan menyambut harbolnas.
  • Pesta hadiah di jam 19.30 WIB dari tanggal 1 sampai 12 Desember 2017 hanya di official account Lazada. Jadi pantengin terus media sosialnya ya.
  • Bingkisan tahun baru. Voucher akan diberikan langsung kepada 20.000 pelanggan pertama JOOX, GRAB, UBER, AIRY, ZENROOMS, dan BERANDA CAFE saat harbolnas.
  • Penawaran dari partner Lazada. Diskon 10 persen untuk bank partner dan diskon 15 persen untuk pengguna go-points. Klik disini untuk info lengkapnya.
  • dan masih banyak lainnya. Langsung saja cuss ke Lazada Indonesia atau yang belum buruan download aplikasinya di playstore.

Gimana nih, Temans, diskonnya banyak, bisa bayar ditempat atau COD, dan gratis ongkir. Benar-benar #DiskonMengguncangSemesta. Temans, juga tidak perlu khawatir kalau tiba-tiba situs lemot atau nge-hank. Sebab dilansir dari CNN dengan bantuan teknologi Alibaba, memungkinkan Lazada menerima hingga 90 juta transaksi per hari.

Masih ragu merayakan Hari Belanja Online Nasional bersama Lazada? Buktikan sendiri kuy, Temans bakal mendapatkan barang impian kamu di sini 🙂

 

 

Andalan
Diposkan pada Artikel

Seberapa Penting Akses Wifi Gratis bagi Smart City?

images wifi
Gambar Middlesbrough Council

Awal tahun 2000an baru segelintir orang saja yang mengenal internet. Saat itu bisa mengakses internet terbilang “wah”. Itupun kebanyakan diakses melalui warung internet (warnet) yang mulai menjamur. Handphone belum banyak yang mengandalkan internet kecuali sebagai fitur tambahan seperti email, mesin pencari, dan media sosial yang terbatas.

Mulai pertengahan dekade pertama millenium, masyarakat sudah mulai melirik laptop. Sekitar tahun 2010, modem mulai menjadi piranti wajib pemilik laptop untuk bisa mengakses internet secara gampang dan tak perlu kemana-mana. Internet gratis oleh pemerintah melalui Kominfo di kantor-kantor pemerintah juga gencar dibangun.

Meninggalkan sepuluh tahun pertama era millenial seperti itu juga warnet mulai ditinggalkan. Warnet-warnet yang sempat menjamur seperti disemprot pembasmi hama yang mulai jarang ditemukan. Hanya satu dua yang bertahan dengan inovasi dan mengubah menjadi game online. Kemudian masuklah era smartphone yang membuat internet kian mudah saja. Tua, muda, remaja bahkan anak-anak semua bisa mengakses tanpa batas asal mempunyai paket data.

Akses wifi yang tadinya hanya bisa dinikmati pemilik laptop kini juga menjadi incaran pemilik smartphone. Free wifi atau adanya hotspot berkembang pula menjadi salahsatu strategi bisnis menarik konsumen. Misalnya di tempat kuliner yang mana sembari bersantap bisa berseluncur ke dunia maya, di pusat-pusat perbelanjaan, dan hiburan. Wifi juga sudah hampir menjadi sebuah kewajiban di kantor-kantor publik maupun perusahaan baik milik pemerintah maupun swasta.

Sekitar tahun 2015, kemana-mana sebagian besar pemilik smartphone atau laptop, akan menanyakan, ada wifi-nya ga? Bahkan akses wifi gratis ini juga menjadi parodi salah satu iklan yang lucu dan menghibur.

Melalui akses internet, semua orang bisa saling terhubung tanpa batas. Di era digital, internet juga telah masuk ke berbagai lini kehidupan. Sekarang ini rasanya semua bisa dilakukan secara online. Di antaranya melakukan aktivitas sosial, mencari informasi, memesan layanan transportasi atau akomodasi, berbelanja online, streaming, melakukan transaksi perbankan maupun pembayaran tagihan, belajar, berkarya bagi sebagian orang, dan lain-lain.

Jadi, menurut saya akses wifi gratis di era digital ini sangat penting. Terlebih jika ini mendukung  keberhasilan smart city.

 

Posisi CBN Digital Nation

Screenshot (11)

Istilah hosting, server, Internet Service Provider (ISP) apa sih ini? Sama halnya dulu awal-awal mendengar internet, wifi, hotspot, apa sih itu? Namun, tentu sebagai generasi millenial meskipun sudah ibu-ibu tidak boleh tidak mengetahui. Apalagi jika memutuskan menjadi seorang blogger. Menjadi blogger walau belum profesional memaksa saya terus belajar mengenai istilah-istilah teknologi informasi, konten marketing, dan mengikuti perkembangan digital.

CBN Digital Nation merupakan salah satu pioneer Digital Service Provider (DSP) sejak tahun 1996. Perusahaan ini resmi menjadi DSP sejak 28 Oktober 2017 yang dilangsungkan di 23Paskal Shopping Centre. CBN Digital Nation menjamin kualitas kecepatan internetnya karena menggunakan fiber optik. Kecepatannya mencapai 1 Giga byte per second (Gbps) artinya bisa mengunduh file ukuran 1 GB dan 2 GB hanya dalam waktu 1 detik saja. Atau seperti membuka enam layar youtube full HD tanpa buffering alias lancar tak tersendat.

Wow… dengan internet sedemikian cepat tentu kita sebagai users terutama pecinta game online dan yang berkarya di bidang ini akan semakin dimanjakan. Tak cukup disitu, CBN Digital Nation dan Fiber Star bekerjasama dengan raksasa internet Google menghadirkan akses wifi gratis di beberapa kota di Indonesia. Awalnya Google Station ini diterapkan di India. Mengutip twitter @mobileworldlive, sebanyak 15 ribu users mengakses wifi Google Station di 150 stasiun kereta atau dengan kata lain 6,5 users per bulan. Di Indonesia, Google Station telah menghadirkan akses wifi gratis di spot-spot publik seperti di kota Bandung, Depok, dan Tangerang Selatan. Hal tersebut dilakukan dalam upaya mendukung smart city. Sebuah kota cerdas dengan kemudahan akses informasi bagi warga kotanya dan mendukung kampanye literasi digital di Indonesia.

Akses wifi gratis di ruang publik CBN Google Station yang ada di Bandung saat ini terdapat di tujuh titik. Mengutip twitter CBN Digital @di_cbn yaitu di RS Halmahera Siaga, Upside Down World, Taman Sempur (ini kalau tidak salah Bogor), Sudirman Street dan night market, RS Melinda 2, Sentosa Hospital, dan RS Muhammadiyah. Kalau saya melihatnya, akses wifi gratis ini tersebar di ruang publik seperti pelayanan kesehatan, pedestrian, dan ekonomi. Hal ini senada dengan konsep yang diusung CBN Digital Nation yaitu smart city dan integrated system.

Bagi pusat pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, kerjasama ini menghasilkan kualitas koneksi yang lebih baik. Artinya rumah sakit akan dapat memberikan pelayanan lebih optimal dengan pengurusan administrasi secara online. Pasien tidak perlu antri mendaftar sehingga begitu tiba bisa langsung tertangani dengan baik. Efektif waktu dan tenaga. Kemudian terbayang jika sudah tercatat sebagai member lalu kita bisa mengakses rincian biaya dan melakukan pembayaran secara online pula.

Seperti kata Walikota Bandung Kang Emil pada suatu kesempatan, anak muda Bandung suka nongkrong. Nongkrong-nongkrong kemudian terbentuk komunitas sehingga banyak komunitas kreatif di kota ini. Sebagai salahsatu kota yang telah mencanangkan smart city, kecepatan internet tinggi akan memudahkan anak-anak muda generasi “zaman now” yang membutuhkan streaming video Full HD dalam mencari dan menggali inspirasi, inovasi maupun kreativitas. Itulah pentingnya wifi gratis diberikan di tempat-tempat berkumpulnya anak muda seperti Upside Down World, tempat wisata terbalik yang kekinian. Di tempat wisata internet juga mendukung e-ticket.

Berjalan di pedestrian sebagai bagian gaya hidup kaum urban perlu didukung dengan gampangnya mengakses berbagai layanan internet seperti email, pemesanan transportasi online, pembayaran, dan jasa pengiriman makanan maupun barang lainnya. Masyarakat harus didorong dan didukung bersosialisasi di tempat publik terbuka yang nyaman. Misalnya di Jalan Sudirman yang sudah disediakan bangku-bangku di pinggir jalan. Adanya wifi gratis akan mendorong warga datang ke sini sehingga ada interaksi sosial dan perekonomian di sekitar. Jalanan kota bukan sekedar perlintasan kendaraan bermotor. Kota lebih humanis sebagai sebuah ciri lain kota cerdas.

Untuk mendukung e-commerce atau di sektor perdagangan maka tempat-tempat makan, kuliner perlu juga dilirik untuk diberikan akses wifi gratis. Sembari makan, di pedestrian, atau nongkrong, warga tetap bisa produktif dan berkarya. Terlebih saat ini pekerjaan di bidang digital ragam pilihannya dan sedang digandrungi mulai blogger, vlogger, youtuber, dan lain-lain.

 

Dens TV; Its Simply Entertaining

dens tv

Salahsatu inovasi lain CBN Digital Nation adalah aplikasi televisi berbayar melalui smartphone. CBN Digital Nation menghadirkan Dens TV sebagai layanan digital entertainment. Mengusung Its Simply Entertaining, Dens TV bakal menjadi salahsatu lifestyle generasi masa kini. Pengalaman baru dalam dunia hiburan dengan akses mudah cukup dalam genggaman. Sebuah new experience menonton televisi kapan saja dan dimana saja. Plus e-classroom sebagai ruang mendampingi anak SD belajar dan e-commerce yang memanjakan kaum hawa pada umumnya berbelanja online. Hmmm…

Kalau Temans mau mencoba bisa diunduh melalui playstore. Dens TV menyajikan saluran premium, televisi lokal, dan internasional. Mau menonton acara favorit tapi kok masih terjebak macet? Solusinya cukup dengan membuka Dens TV dari layar smartphone.

Selain saluran televisi yang bisa ditonton secara langsung. Banyak daftar film yang bisa disaksikan ketika mungkin sedang bosan menunggu. Pilihannya sangat banyak dari award winning, watch out, adrenalin rush, kartun lovers, dan asian/western movie. Film-film yang bisa juga ditonton bersama anak.

Lalu, saya mencoba bertanya pada diri sendiri, kalau bisa melihat televisi di rumah dengan layar besar, kenapa sih harus menyaksikan dari smartphone? Kembali pada uraian sebelumnya, ya, sebuah pengalaman baru dan bagian gaya hidup kaum urban sebagai generasi millenial. Mau itu sedang nongkrong, dalam perjalanan, kita bisa mengakses televisi dan tidak ketinggalan acara maupun update berita. Sebuah terobosan di bidang hiburan yang memanjakan bukan apalagi ditambah internet cepat?

 

CBN Blog Competition

 

Andalan
Diposkan pada Artikel, lomba blogging

Smartphone antara Kebutuhan dan Gaya Hidup

Ketika kita belajar ekonomi di sekolah dikenal tiga macam kebutuhan. Kebutuhan tersebut adalah kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Kebutuhan primer merupakan kebutuhan pokok setidaknya meliputi sandang, pangan, dan papan. Kemudian ditunjang dan dilengkapi dengan kebutuhan sekunder. Selanjutnya adalah kebutuhan tersier jika dua kebutuhan sebelumnya telah terpenuhi  yaitu kebutuhan akan kemewahan.

Di akhir tahun 1990-an dan awal millenium, ponsel termasuk kebutuhan tersier. Namun, hal tersebut semakin bergeser. Memasuki 10 tahun kedua millenium, seiring hadirnya posel pintar atau smarthone, telepon genggam rasanya bukan barang  “wow” lagi kecuali jika kita membicarakan tipe atau merek yang digunakan.

Saat ini, bisa dikatakan siapa sih yang tidak memiliki smartphone? Bahkan, di kota-kota besar tak jarang kita jumpai, satu orang memiliki lebih dari smartphone? Banyak alasan dari alasan memisahkan antara ponsel untuk personal dan bisnis hingga sekedar mengikuti gaya hidup “zaman now”-katanya.

Lalu bagaimana pengaruhnya dengan keluarga kita? Jika dulu orang tua memegang HP layar sentuh dibilang “nggaya” sekarang tidak lagi. Orang tua bahkan bukan golongan pejabat, pengusaha sekalipun sekarang sudah banyak yang memiliki HP. Pakde saya, sudah berumur kepala lima ke atas, soal smartphone jangan salah, bisa-bisa kita yang muda kalah. Dari strata sosial, dia bukan golongan kelas atas tapi urusan ponsel pintar tak boleh ketinggalan pun aplikasinya, dari facebook hingga sekarang booming instragam, dari era BBM sampai what’s app dan lainnya.

Telepon genggam diciptakan pada mulanya untuk mempermudah komunikasi hingga sekarang menjadi kebutuhan aktualisasi diri. Tanpa smartphone dengan jaringan internet tentunya, setiap orang bisa mengunggah aktivitas dan apa yang sedang dipikirkan, tentang kicauan, dan live gambar maupun video. Bayangkan saja, beberapa tahun yang lalu, kita rela antri di warung-warung internet hanya untuk update status facebook atau sekedar chatting via yahoo masenger atau membuka email dan browsing artikel untuk tugas bandingkan dengan sekarang, hanya dengan membuka telapak tangan dan tab layar semua terasa mudah dan cepat tanpa perlu kemana-mana.

Smartphone adalah kebutuhan, oke, tidak salah bagi yang membutuhkannya. Memiliki smartphone untuk lifestyle, boleh juga, tidak salah. Namun, yang penting diingat dengan segala kemudahan dan daya tarik smartphone alangkah baiknya jika kita menggunakan secara bijak. Terlebih pengaruh smartphone ini sudah masuk hampir  ke segala lini kehidupan termasuk anak saya yang masih balita. Setiap hal memiliki sisi positif dan negatif. Beruntunglah kita yang mampu mengoptimalkan sisi baiknya dan meminimalisir yang buruk.

Pertama. Smartphone tidak menggantikan peran sosial kita di masyarakat. Jangan sampai ada istilah, adanya smartphone menjadikan yang dekat menjadi jauh dan menjauhkan yang dekat. Pernah mengalami, sedang duduk berdua dengan teman tapi teman kita asyik sendiri dengan gadget-nya ditambah nyengar-nyengir sendiri lalu kita bagai obat nyamuk? Kadang ini pun terjadi antara saya dan suami, tapi tak segan di antara kami saling menegur jika salah satunya sudah mulai asyik sendiri dengan smartphone. Itulah pentingnya ketegasan bahwa di waktu keluarga tak boleh ada gadget terutama di depan anak yang masih balita.

Kedua. Menggunakan sesuai kebutuhan dan tujuan kita membeli smartphone. Misalnya tujuan ibu rumah tangga membeli smartphone adalah untuk online shop lewat media sosial. Jangan justru porsi besarnya untuk memposting status-status privasi yang berujung pada retaknya rumah tangga. bahkan saling bergosip lewat group maya. Selain juga hindari menyebarkan hoax atau kabar yang belum dicek kebenarannya, mengunggah status yang menyebarkan kebencian, pornografi, isu-isu SARA. Tidak mau kan karena status kita terkena UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Meskipun negara menjamin kebebasan dan kemerdekaan berpendapat tapi ada norma ada kaidah yang harus kita patuhi baik tertulis maupun tidak.

Ketiga. Menghindari memberikan hak milik smartphone pada anak sebelum umur yang disarankan. Dikutip dari The Asian Parent bos komputer dunia Bill Gates justru tidak memperbolehkan gadget sebelum usia 14 tahun. Dia bahkan tegas menolak ketika anaknya meminta gadget sebelum usia tersebut disaat teman-teman mereka sudah memiliki smartphone. Kenapa? Karena anak sudah belajar membedakan mana yang baik dan buruk. Sebelum usia itu, anak bisa dipinjami gadget dengan batasan waktu tertentu dan dalam pengawasan orang tua tentunya agar terhindar dari efek kesehatan maupun pengaruh negatif dari sisi mental dan sosial. Masa-masa emas seorang anak harus dilatih dan dirangsang motoriknya sebagai ibu jangan malas terus melatih kreativitasnya. Jangan karena anteng dengan smartphone, kita sebagai ibu jadi lalai dan malah asyik bermedia sosial juga. Ini juga tantangan tersendiri bagi saya sebagai seorang ibu.

Selalu bijak dengan smartphone yang sudah menjadi kebutuhan dan gaya hidup ya 🙂

 

 

 

 

Andalan
Diposkan pada Beauty

Merawat Kulit Wajah Turning Thirty

usia-30-jangan-lupa-untuk-memakai-skin-care-dengan-kandungan-ini

Jelang usia 30 tahun sebagian wanita mungkin mulai mempermasalahkan kulit wajah maupun bagian tubuh lainnya. Misalnya mulai adanya kerutan, bersisik, kasar, bercak hitam atau kulit menggelambir. Secara pribadi, saya tergolong wanita yang cuek soal perawatan kulit wajah atau tubuh ini. Namun, di tahun-tahun terakhir kepala dua ini, saya mulai risih juga dengan kulit yang cepat kering.

Saat membuka majalah lama, Kalawarta edisi September 2014 halaman 16-17, saya menemukan artikel melawan penuaan dini. Dulu sih masih cuek tapi karena tahun ini saya akan berkepala tiga jadi ya dilirik juga. Nah, berikut saya coba share point-point cara mencegah penuaan dini oleh Dokter spesialis kulit dan kelamin RS Cahya Kawaluyan dr. Meily Anggraeni, Sp. KK ya.

  • Menghindari paparan sinar matahari langsung secara berlebihan pada pukul 10.00-15.00. Terlalu sering terpapar sinar matahari dapat membuat kulit mengalami penuaan lebih cepat. Berkurangnya jaringan elastin dalam kulit menimbulkan kerutan serta bercak-bercak hitam pada daerah yang sering terpapar. Hmmm… baca bagian ini saya manggut-manggut, terjawab ya kenapa seiring bertambahnya umur atau mereka yang lebih banyak terkena sinar matahari terdapat bercak hitam. Kebanyakan yang saya lihat di wajah mungkin karena wajah tak terlindungi secara langsung. Top tips menggunakan tabir surya SPF 30, atau menggunakan pelindung topi atau payung.
  • Minum banyak air. Ini sepele tapi saya paling malas padahal manfaat minum air putih sangat banyak manfaatnya. Sekedar cerita di kehamilan pertama saat usia kandungan sekitar enam bulan saya kekurangan cairan ketuban. Untunglah segera terdeteksi saat USG. Penyebabnya kurang minum air. Jangan ditiru ya. Sedangkan untuk tubuh yang terhidrasi baik dengan banyak minum air akan menghindarkan dari kulit kusam dan kering. Bold buat saya 😀
  • Rajin membersihkan kulit wajah. Sembari mengingatkan diri sendiri sih, kalau habis pergi tuh, apalagi kalau sudah malam, bawaannya langsung pingin tepar malas mencuci muka padahal debu jalanan maupun kotoran banyak yang menempel. Terkadang membersihkan dengan air saja tidak cukup. Banyak kotoran, minyak, keringat, mikroorganisme, sel yang mengelupas dari kulit, dan polutan lainnya. Karenanya, kita bisa memilih sabun pembersih wajah yang aman dan lembut sesuai jenis kulit.
  • Menggunakan pelembab. Tujuan pelembab yaitu membantu meningkatkan dan mempertahankan hidrasi kulit, memperbaiki fungsi sawar kulit, dan melindungi lapisan kulit. Nah, saran dari dr. Meily tetap gunakan pelembab sesuai tipe kulit dan bagi yang sensitif gunakan pelembab hipoalergenik. Kalau saya lagi belajar memakai pelembab tapi itu tadi ga telaten haha…
  • Menggunakan krim malam. Krim malam digunakan pada malam hari dan sebaiknya digunakan mulai umur 30 tahun. Krim malam akan membantu kulit beregenerasi. Beberapa kegunaannya adalah menstimulasi produksi kolagen, menutrisi kulit, membantu kelainan hiperpigmentasi (contohnya bercak coklat dan hitam pada wajah), dan membantu mengurangi kerutan halus. Perhatikan ya krim malam akan berbeda pada Anda usia 20, 30-40, 50-60 tahun.
  • Mengonsumsi anti oksidan. Anti oksidan bisa didapatkan dengan mengonsumsi buah-buahan, biji-bijian, sayuran, dan ikan. Makan secara teratur setiap hari dapat melindungi sel tubuh dari radikal bebas dan melawan penuaan.
  • Menggunakan serum vitamin C. Vitamin C dapat membuat kulit lebih cerah karena menghambat pembentukan pigmen warna. Selain itu juga akan meningkatkan dan merangsang produksi kolagen kulit yang membantu mempertahankan elastisitas kulit sehingga mengurangi kerutan halus.
  • Menghindari kebiasaan tidak sehat. Kebiasaan minum alkohol dan merokok dapat mempercepat penuaan. Begitu juga dengan kurang tidur dan stres. Sehingga usahan tidur minimal delapan jam setiap hari agar tubuh dan otot lebih rileks.

Tipsnya sederhana ya, murah dan tidak mengeluarkan biaya mahal. Kuncinya disiplin dan jangan malas. Haduh jangan malas ya… Jangan sering coba-coba make up malah bisa merusak kulit wajah. Kembali lagi, baca dulu petunjuk dan aturan pakai, apakah cocok dengan kulit kita atau tidak? Sebab cocok untuk A belum tentu cocok untuk B.

Oke, semoga bermanfaat. Punya tips lain share juga, yuk 🙂

Andalan
Diposkan pada Artikel

Tips Lulus Passing Grade Ujian CAT CPNS

Hi…

Saya muncul lagi setelah agak lama vakum. Alasannya fokus mempersiapkan diri untuk ujian CAT. Salah satu tahapan mengikuti CPNS 2017. Usai dinyatakan lolos berkas administrasi peserta CPNS dipanggil mengikuti tahap berikutnya yaitu Tes Kompetensi Dasar (TKD) berbasis komputer secara online atau Computer Assisted Test (CAT).

Memang sih agak momok tersendiri TKD yang terdiri dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelejensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) ini ditambah beban passing grade yang lumayan. Sesuai Permenpan RB No 22 Tahun 2017 tentang nilai ambang batas TKD CPNS tahun 2017 yaitu TWK 75, TIU 80, dan TKP 143.

Jumlah soal TKD ini secara keseluruhan ada 100 soal terdiri dari TWK 35 soal, TIU 30 soal, dan TKP 35 soal yang dikerjakan dalam waktu 90 menit. TWK merupakan tes yang mengujikan wawasan kebangsaan bagi peserta CPNS yang meliputi empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). TIU mirip soal potensi akademik ujian masuk perguruan tinggi negeri sedangkan TKP semacam psikotes.

Sistem CAT diterapkan agar penerimaan CPNS jauh dari praktek PUNGLI, transparan, dan menjaring sumberdaya terbaik. Karena itu, usai mengikuti tes ini skore pun akan langsung keluar sehingga peserta akan mengetahui lolos passing grade atau tidak. Saya sendiri awalnya tidak mau melihat skore karena takut tidak lolos tapi begitu waktu habis soal akan menutup sendiri dan langsung keluar rekapitulasi data kita dan skore ujian. Tarara… Saya syok, kaget, dan langsung berucap alhamdulillah… Saya lolos dengan nilai tidak mepet-mepet banget mengingat persiapan saya yang ya…ibu rumah tangga dengan dua batita tanpa pengasuh…bisa dibayangkan^^

Nah, untuk yang akan mengikuti tes ini, berikut tips dari saya supaya bisa lolos juga ya.

  • Banyak latihan soal. Kalau fresh graduate mungkin masih manjur metode menghafal ya. Tapi kalau yang sudah bekerja atau seperti saya mungkin banyak latihan soal akan sangat membantu. Saya sendiri tidak membeli buku latihan soal CPNS. Namun, kebanyakan download dan belajar dari contoh soal SNMPTN milik adik. Latihan soal ini menurut saya lebih efektif karena kita bisa mengetahui berbagai model soal daripada menghafal. Kalau menghafal materi kita kan sangat luas berbeda dengan ujian sekolah atau kuliah yang sudah ditentukan materinya. Lagipula banyak blog yang memposting contoh soal-soal CPNS.
  • Sering ikut simulasi CAT BKN. Karena yang memfasilitasi Ujian CAT ini adalah Badan Kepegawaian Negara (BKN) maka jangan sungkan “menengok” website-nya ya. Kita bisa ikut simulasi CAT secara gratis hanya cukup mendaftarkan email dan mengisi nomor KTP. Saran saya jangan cuma sekali tapi berkali-kali. Sebab, soal antara simulasi pertama dan berikutnya berbeda meski ada beberapa yang sama. Simulasi ini akan membiasakan otak kita dengan sistem CAT dan tentunya mengetahui model soal. Jadi sewaktu dihadapkan dengan CAT yang sesungguhnya kita sudah terbiasa dan tidak gaptek atau shock terlebih dahulu. Setelah dinyatakan dipanggil TKD ada jeda dua minggu untuk ujian CAT. Saya melakukan simulasi CAT sebanyak lima kali dan tidak ada yang lolos passing grade wahaha…
  • Yakin Kamu adalah Pemenang. Ada suatu pepatah saya lupa lengkapnya, kurang lebih ketahui medannya, jika kamu sudah merasa yakin lawanlah, maka dalam setiap pertempuran kamu akan memenangkannya. Yakin adalah suatu upaya psikologis agar otak kita merespon hal yang sama dan berusaha mewujudkannya. Psikis dan Mental sangat penting dalam ujian CAT. Sugesti positif akan sangat membantu agar dorongan semangat dan berpikir lebih lancar saat mengerjakan soal. Berbeda dengan orang pesimis, soal mudah pun akan terasa rumit karena otak sudah diajak untuk berpikir negatif.
  • Minta Restu Orang Tua dan Suami (kalau sudah menikah). Sebelum ujian saya menelpon bapak untuk minta do’anya tak lupa tentu ibu yang pasti terlebih dahulu. Meski do’a ibu adalah mustajab, jangan sepelekan do’a ayah ya. Terkadang usai kita minta restu, ayah akan memberi wejangan dengan logika-nya berbeda dengan ibu yang cenderung menggunakan sisi emosi. Jadi agar seimbang otak kita dalam menerima nasehat dan tentu saja karena kita wajib berbakti pada ibu dan bapak bukan ibu saja. Ketika menikah, ridho Alloh jika suami ridho, dari sejak memutuskan ingin mendaftar CPNS, saya melibatkan suami. Toh, saya bekerja bukan untuk mencari nafkah apalagi menggantikan posisinya. Saya ingin mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku sekolah maupun kuliah atas jerih keringat orang tua saya agar berkah dan menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama dan bangsa. Juga ingin menjadi teladan bagi anak-anak saya. Beruntung, suami mengantar dan menunggui ujian, sebelum masuk ruang ujian saya kembali memohon doa darinya. Meresap banget lho ke hati dan sangat berperan dari sisi psikis. Terima kasih Ibu, Bapak, dan Suami senantiasa mendoakan yang terbaik bagi saya.
  • Pasrah dengan Yang Maha Kuasa. Setelah usaha dan ikhtiar telah dilakukan pasrah kepada Alloh SWT. Karena sepintar apapun kita, tanpa campur tangan-Nya, kita bukanlah apa-apa. Selalu memohon pertolongan dari-Nya dan mengingat-Nya dimanapun dan kapanpun kita berada. Sebelum ujian berdoa terlebih dahulu begitu pula setelahnya dan di sela-sela ujian, selalu berdzikir pada-Nya.
  • Manajemen waktu. Karena jumlah soal ada 100 dan waktu 90 menit berarti satu soalnya harus dikerjakan kurang dalam satu menit. Kerjakan yang mudah dulu. Lewatkan soal dengan paragraf panjang karena ini sangat memakan waktu. Sayang kan kalau waktu habis sebelum semua soal terbaca padahal bisa jadi setelah soal dengan paragraf panjang kamu bisa menjawab dengan jawaban yang benar. Terlalu lama di satu soal juga akan membuat kita bisa lebih panik begitu melihat waktu. Jadi kalau saya ya kerjakan yang mudah, baru berdasarkan tingkat kesulitan. Kalau mengerjakan paling sulit dulu takutnya energi kita keburu habis di soal tersebut dan malah soal yang mudah kita jadi kehilangan fokus dan tidak konsentrasi.

Semoga tips saya bermanfaat ya. Keep fight meraih impianmu. Jangan jadikan keadaan menjadi alasan yang menghalangi mewujudkan mimpi. Oia, salah satu teman saya yang lebih dahulu menjadi CPNS memberi nasehat, sing penting sinau, ga sinau, rugi, adoh-adoh, kesel awak (yang penting belajar, ga belajar rugi, jauh-jauh, capek badan). Kalimat itu menjadi cambuk bagi saya.

Meski sudah lolos, bukan berarti saya hip hip hura, karena saya masih harus menunggu dipanggil tes tahapan berikutnya, yaitu Tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Do’akan semoga saya dipanggil di instansti yang saya daftar ya, nanti saya akan share lagi pengalaman saya 😀

Ada yang ikut CPNS 2017 juga, share yuk!

Halten Geist!!!

Andalan
Diposkan pada Book Review

[Book Review] Meraih Mimpi dengan Beasiswa; Step be a Smart Mom

Siapa bilang ibu rumah tangga harus melupakan impiannya. Menjadi ibu bukan berarti lantas mengubur ambisi kita. Meneruskan jenjang ke pendidikan lebih tinggi, kembali ke karier, kenapa tidak? Buku ini dipersembahkan kepada siapa saja yang bertekad untuk maju lewat pendidikan. Saya ngacung!

Ibu merupakan madrasah pertama buat anak-anaknya. Jadi sangat penting menjadi ibu yang smart dan “melek”.

Ngomong-ngomong soal buku ini sebenarnya sudah pingin dari tahun lalu sejak rilis. Tapi harus tertunda dengan kelahiran anak kedua. Memang niat mau melanjutkan magister hihi…

20170922_094838-1

Judul:Meraih Mimpi dengan Beasiswa
Penulis: Abellia Anggi Wardani
Editor: Weka Swasti
Proof Reader: Herlina P Dewi
Desain Cover: Teguh Santosa
Layout Isi: Arya Zendi
Tebal: 228 halaman
ISBN: 978-602-7572-45-4
Penerbit: Stiletto Book

Blurb

Mendapatkan beasiswa merupakan impian banyak orang, karena dengan beasiswa, kita bisa menuntut ilmu di institusi-institusi terbaik di mana pun tanpa terbebani masalah biaya. Apalagi kalau beasiswa yang didapat tidak hanya memberikan kesempatan untuk menimba ilmu, tetapi juga untuk berkenalan dengan budaya-budaya bangsa lain.
Pasti seru!

Selain informasi seputar sumber beasiswa dalam negeri ataupun luar negeri, buku ini juga membahas A – Z persiapan mendapatkan beasiswa, di antaranya:

  • Checklist dokumen-dokumen yang diperlukan
  • Cara menulis CV yang menarik
  • Cara membuat surat motivasi dan surat rekomendasi yang baik
  • Cara menulis esai yang mencuri perhatian
  • Tip menjalani tes-tes di setiap tahap
  • Sampai, cara agar bisa survive di lingkungan baru dan lulus dengan predikat Cum Laude


Dituturkan dengan jelas dan detail oleh seorang penulis yang telah mendapat lebih dari 10 beasiswa, baik di universitas dalam negeri ataupun luar negeri. Penulis juga banyak membagi pengalaman pribadinya dalam buku ini, yang tentu saja akan membuat kalian lebih semangat lagi untuk mengikuti jejaknya.

 

REVIEW

Mengawali buku ini, penulis mengajak kita untuk percaya pada kekuatan keyakinan terlebih dahulu. Ya, faith. Seperti kata pepatah, apa yang kamu yakini itu yang akan terjadi. Sama halnya ketika kita akan apply beasiswa, kita harus yakin bahwa pengajuan beasiswa kita akan diterima.

Mengutip testimoni Icha Ayu yang juga penulis novel Distance dan Remember Paris terbitan Stiletto Book, “Once you apply for a scholarship, you already posses at least 99% of chance to win the scholarship.

Pengalaman dulu sih, banyak teman-teman yang bilang kalau mengurus beasiswa itu ribet. Harus mempersiapkan berkas-berkas persyaratan apalagi kalau harus ujian atau tes.

Membaca buku ini, kamu akan diyakinkan kalau mengurus pengajuan beasiswa bukanlah hal ribet tapi effort. Tidak ada sukses yang instant bukankah untuk mendapatkan sesuatu kita butuh perjuangan. Bahkan mengorbankan waktu dan tenaga kalau perlu materi. Tidak ada hasil yang mengkhianati usaha. Setuju, Mom?

Saat menempuh S1 saya pun mendapat beberapa beasiswa yang sangat membantu selama studi di Fakultas Kehutanan UGM. Di antaranya Branita Sandhini, Peningkatan Prestasi Akademik (PPA), dan Karya Salemba Empat.

Oiya, seperti kata Abel, beasiswa bukan melulu karena kita tidak mampu tapi karena prestasi. Jadi jangan minder kalau mau mengajukan atau menerima beasiswa, lihat beasiswa apa dulu donk? Kita boleh sombong kok dengan beasiswa karena prestasi akademik maupun non akademik kita.

Begitu juga saat sudah berstatus ibu, saya sempat ragu untuk sekolah lagi. Namun, seorang “kakak” menyemangati saya. Justru pengalaman ibu rumah tangga belum tentu dimiliki mereka yang sama-sama kuliah. Ini bisa menjadi poin plus karena tantangannya berbeda, pengalamannya pun berbeda apalagi sudah pernah bekerja juga. Up…up…wake up!

Namun, yang penting diingat ketika sudah berstatus menikah, suami dan anak adalah yang utama. Sebelum memutuskan apapun sebaiknya meminta pertimbangan terlebih dahulu. Jangan sampai beasiswa sia-sia karena mundur ditengah jalan seperti ibu 35 tahun dengan dua anak kenalan Abel yang tak bisa melanjutkan magister karena satu dan lainnya seperti shock culture dan musim.

Untuk menyiasatinya, tak harus ke luar negeri, perguruan tinggi di Indonesia juga sudah banyak yang berkualitas bagus. Kita tinggal mengecek di internet mengenai akreditasi dan world ranking-nya.

Dalam buku ini, Abel juga memaparkan tes-tes bahasa asing dan tes potensi akademik yang wajib jika ingin menyeberang benua. Mulai dari gambaran tes hingga tips mengerjakan. Di lampiran, terdapat contoh curriculum vitae, motivasi, dan esai yang kerap dibutuhkan pemburu beasisw termasuk saya, baik banget ya Abel.

Baca sendiri dech, kamu bakal merasakan gigihnya Abel untuk mendapatkan beasiswa hingga lulus cumlaude tanpa harus meninggalkan pergaulan. Ke luar negeri juga tetap bisa traveling di sela studi dan mendapatkan pengalaman bekerja. Seru banget! Buku ini jauh dari kesan menggurui, tutur sangat ramah seperti warna tosca sampulnya, simple tapi tetap elegan dan cerdas.

Sukses untuk Abelia Anggi Wardani yang konsent pada bidang budaya dan wisata 🙂

 

 

 

 

 

Andalan
Diposkan pada Football lover

[Persib Day] Bermain Imbang; Persib Bandung 0 – 0 Bali United

Ezechiel Endouasel hampir saja membuat bobotoh bersorak sorai di menit ke 81 andai saja tendangannya tidak melenceng. Jingkrak kemenangan harus ditunda kembali usai Persib Bandung bermain imbang saat menjamu tamunya Bali United di pekan ke -25 Liga 1 Gojek Traveloka.

eci-persib vs bali united 1
Foto: Darma Legi || Galamedia

Laga yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung (21/9) berlangsung dalam tempo sedang. Sejumlah peluang diciptakan oleh kedua tim. Di babak pertama Persib Bandung melalui Achmad Jufriyanto menciptakan peluang namun tendangannya masih berhasil diamankan penjaga gawang Wawan Hendriawan.

Di babak kedua maung bandung tercacat beberapa kali menciptakan peluang. Umpan yang diterima belum bisa dimaksimalkan oleh Ezechiel untuk membobol kesebelasan Serdadu Tridadu. Irfan Bachdim yang mencari celah pun tak bisa mencuri tiga poin tandang.

Berikut beberapa moment yang diabadikan lewat fotografer Galamedia, Darma Legi.

eci-persib vs bali united 3
Pemain Persib Bandung Raphael Maitimo (kanan) berusaha menyontek bola yang berusaha ditangkap penjaga gawang Bali United
eci-persib vs bali united 4
Pemain Persib Bandung Henhen Herdiana (kiri) berusaha berebut bola dengan pemain Bali United
eci-persib vs bali united 5
Pemain Persib Bandung Ezechiel Endouasel (kanan) berusaha melewati hadangan pemain Bali United

 

Susunan Pemain:

Persib Bandung:
Muhammad Natshir (PG); Achmad Jufriyanto, Henhen Herdiana, Vladimir Vujovic, Wildansyah, Dedi Kusnandar, Febri Haryadi, Kim Jeffrey Kurniawan, Raphael Maitimo, Shohei Matsunaga (Atep-72), Ezechiel N’Douassel.

Bali United:
Wawan Hendrawan (PG); Agus Nova Wiantara, Ahn Byungkeon, Fadil (C), Hasim Kipuw, Ricky Fajrin, Nick Van Der Velden (Stefano Lilipaly-52), Taufiq, Irfan Bachdim (I Gede Sukadana-88), Marcos Flores (Yabes Roni-71), Sylavo Comvalius

Andalan
Diposkan pada lomba blogging

Menemukan Makna Keluarga di Tanah Dayak

Rumah adalah sangkar yang mengekang. Bukan rumahku istanaku. Begitu lulus kuliah dan diterima bekerja di Tanah Dayak rasanya begitu buncah. Akhirnya, saya gadis yang dimanjakan keluarga akan terbang bebas, begitu pikir saya kala itu.

Niat utama perjalanan saat itu memang bukan untuk traveling. Namun, melintas Laut Jawa ditempuh untuk bekerja di perusahaan perkayuan di Kalimantan Barat. Saya menganggapnya tak sekedar bekerja karena saya akan menemukan banyak hal baru. Tempat-tempat baru, budaya baru juga teman-teman yang baru. Inilah perantauan pertama bagi saya.

Pontianak bukan sekedar kota tugu khatulistiwa berada. Titik nol derajat yang membelah bumi menjadi dua bagian yaitu lintang di sebelah utara dan selatan. Bukan juga tentang Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia. Panjang totalnya mencapai 1.143 kilometer. Panjangnya melebihi dari dua kali Bengawan Solo sungai terpanjang di Jawa. Airnya mengalir melintasi 12 kabupaten/kota dengan panjangnya 548,53 kilometer.

FB_IMG_1504471598557
Menyaksikan Kulminasi di Tugu Khatulistiwa, 2012 (dokpri)

Bergaul dengan kawan-kawan baru dengan latar belakang suku, agama, dan budaya yang berbeda membawa saya pada sebuah pemahaman baru akan rumah. Dari pulau yang berbeda ini justru saya menemukan makna keluarga. Mereka yang selalu menerima dan menyayangi kita apa adanya. Tulus tanpa pamrih meski kita berbuat salah. Terutama kedua orang tua kita.

Dalam perantauan ini saya juga mendapatkan keluarga baru. Keluarga yang membuka pintu rumahnya dengan terbuka. Mereka yang merangkul saya meski kami berbeda suku dan agama. Inilah indahnya bhineka. Walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Rumah bukanlah sangkar tapi tempat yang paling dirindukan. Mungkin memang tak megah tapi tempat bentangan kasih sayang tercurah. Inilah salahsatu hikmah kita melakukan perjalanan. Bukan sekedar hura-hura tapi ada makna lebih dalam, semakin mengenal diri, menjadi pribadi yang lebih matang, dan tahu kemana kita harus pulang. Sebab, keluarga selalu menunggu kita.

Usai melakukan perjalanan, beberapa orang juga terinspirasi untuk melahirkan buku. Karya untuk melestarikan apa yang didapat dari perjalanan. Pengalaman untuk belajar bagi orang lain. Misalnya, Junianto Herdiawan dengan buku Shocking Japan, Trinity dengan The Nacked Traveler, Hanum Salsabila Rais dengan 99 Cahaya di Langit Eropa. Saya pun terinspirasi menulis buku dari hasil perjalanan ini, Halimun; Seberkas Cahaya di Tanah Dayak. Terinspirasi dari perjalanan yang juga menjadi salah satu pemenang Publisher Search Author (PSA) 2 Grasindo.

FB_IMG_1504471551375
Novel Halimun, 2014

 

Dengan Skyscanner Perjalanan Jadi Mudah

Jarak tak perlu lagi menjadi rintangan. Kemanapun di seluruh penjuru dunia bisa ditempuh singkat. Skyscanner akan membantu membawa pada keluarga yang membesarkan saya di Yogyakarta. Lalu, di lain kesempatan saya akan kembali bersilaturahim ke rumah Dayak di Landak, Kalimantan Barat. Skyscanner akan membantu mencari tiket pesawat murah. Membandingkan dengan beberapa tiket promo yang lain sehingga kita bisa memilih yang pas dengan kebutuhan kita. Ada juga bulan murahnya, loh!

Screenshot_2017-09-04-03-25-59-1
Screenshot contoh pencarian tiket pesawat

Sembari mengunjungi rumah “keluarga baru” yang ditempuh empat jam dari Kota Pontianak tersebut. Kami bisa mencari hotel untuk sekaligus berwisata ke kota yang bagi saya banyak huruf China-nya ini. Di beberapa kesempatan saya memang kerap menjumpai orang mengobrol dengan bahasa Mandarin. Toko-toko dengan tulisan China besar-besar. Wajah-wajah etnis Thiong Hoa, sekilas saya merasa telah meninggalkan Indonesia. Tapi tidak, kami tetap menyatu dalam perbedaan dan saling menghargai.

Tanpa perlu merepotkan orang lain lewat Skyscanner kita juga bisa mencari tempat sewa mobil di bandara maupun kota. Transfer bandara juga gampang dengan berbagai pilihan kendaraan. Niat dan rencana perjalanan Temans pun tak berantakan.

Hmmm… satu lagi, kalau kamu pernah membaca atau tahu buku Meraih Mimpi dengan Beasiswa karya Abellia Anggi Wardhani, dia merekomendasikan Skyscanner lhoh. Apa hubungannya beasiswa dengan situs Skyscanner? Bagi Temans yang menerima beasiswa ke luar negeri tentu jangan melewatkan kesempatan traveling juga yah. Walaupun biaya kuliah dari beasiswa tapi bukan berarti tidak bisa menyiasati untuk aktivitas yang satu ini. Menghilangkan rasa jenuh dari rutinitas perkuliahan dan ya untuk oleh-oleh cerita sekembalinya ke tanah air. Bahwa Temans sudah melintas beberapa negara tidak hanya berkutat di kampus dan perpustakaan. Kata Abel, website Skyscanner akan membantu membandingkan harga dari berbagai maskapai di seluruh dunia dan membantu mencari harga yang paling murah.

Sudah coba Skyscanner belum? Tidak usah bersusah menunggu promo karena Skyscanner selalu ada bulan termurah. Belum yakin coba klik video berikut. Cusss traveling cerdas dan hemat ala Skyscanner, yuk 🙂

 

 

Temans mempunyai inspirasi atau ide kreatif usai melakukan perjalanan? Tuliskan juga kisahnya, siapa tahu Kamu yang beruntung dapat voucher tiket pesawat ke berbagai kota pilihan kamu. Cek Kompetisi Blog Aha Moments di sini yah ^^

 

#ahaskyscanner #skyscannerindonesia