Andalan
Diposkan pada Feature

Menemukan Passion dengan Kebiasaan Masa Kecil

“Love what you do or do what you love?”

Sering kan ya mendengar kalimat tersebut. Mencintai apa yang kita lakukan atau melakukan apa yang kita cintai.

Sangat beruntung jika bisa melakukan apa yang kita cintai. Namun, terkadang apa yang kita lakukan bisa karena terpaksa dengan kata lain tidak sesuai hati. Misalnya di bidang pekerjaan daripada menganggur kita bekerja apa saja. Begitu juga saat mengambil jurusan kuliah daripada tidak kuliah akhirnya mengambil jurusan apapun walau tidak sesuai minat. Paling enak memang melakukan sesuatu berdasarkan yang kita cintai atau sesuai passion.

Passion merupakan gairah atau antusiasme terhadap sesuatu. Bahkan kita bisa menikmati pekerjaan atau bidang tersebut meski tidak dibayar sekalipun. Lalu bagaimana cara menemukan passion tersebut?

Menemukan passion menurutku proses yang tidak singkat. Ia tidak sekedar minat atau kita bisa melakukan hal tersebut. Nah, salah satu cara menemukan passion adalah dengan mengingat hal-hal yang suka dilakukan atau kebiasaan masa kanak-kanak. Kalau aku pikir-pikir memang benar lho.

Waktu SD aku suka ditunjuk menjadi “guru” kalau belajar kelompok oleh teman-teman. Kadang saat di kelas aku pun suka main guru-guruan dan teman yang lain menjadi murid. Sekarang aku berkontribusi menjadi relawan pengajar di kelas inspirasi.

Kebiasaan lain waktu kecil adalah suka ngebolang. Senang menyusuri sungai, suka sepedaan antah berantah, suka jalan-jalan jauh untuk anak seusiaku waktu itu. Eh lulus SMA masuk jurusan Konservasi Sumber Daya Hutan Fakultas Kehutanan. Identik dengan bertualang. Skripsinya mengenai karakter hidrologi di kawasan hulu Sungai Bengawan Solo. Nyambung kan ya?

Lalu kenapa bisa kecemplung ke dunia blogging? Kalau dirunut kembali sejak SMP aku sudah konsisten menulis diari. Selalu excited jika melihat buku diari di toko buku. Buku diari di toko buku yang colourful seolah selalu melambai-lambai. Beberapa diari masih tersimpan rapi, beberapa yang lain sengaja dibakar karena malu isinya curhatannya cinta monyet hehe… Mungkin anak zaman sekarang keberadaan diari sudah digantikan dengan smartphone atau laptop kali ya?

P_20180219_125516
Namiya dan diariku

Kembali ke passion, aku pribadi mengetahui dan mulai menggunakan istilah ini sejak membaca buku Rene Suhardono Your Job is Not Your Career sekitar tahun 2012. Kalau novel yang memengaruhiku untuk menemukan passion adalah 23 Episentrum karya Adenita. Meski begitu, aku pun masih terus mencari apa passionku sebenarnya, cara dimana aku bisa berbagi dan bermanfaat.

Masa kecilku menjadi pondasi di masa dewasaku. Masa kecilku menyenangkan tapi ada beberapa hal yang ingin aku perbaiki jika bisa kembali ke masa kecil. Apa yang aku sesali lebih kenapa aku tidak menghafal banyak saat kecil. Seperti tidak menghafal lebih banyak kosakata bahasa asing, menghafal surat-surat dalam Alquran. Padahal saat itu banyak yang mengingatkan agar banyak menghafal tapi kok ya ngeyel.

Benar sih masa kecil harusnya diisi berbagai pengetahuan. Karena saat itu kita tidak mempunyai beban apapun. Karena ketika mulai dewasa kita mulai disibukkan apalagi setelah bekerja dan menikah. Memang benar, bukan berarti saat dewasa kita tidak bisa menghafal tapi waktu kita lebih terbatas tidak sebebas waktu kecil.

Kata pepatah kita tidak bisa memilih masa kecil tapi bisa menciptakan masa depan. Masa kecilku adalah sumber pelajaran dan pengajaran yang menjadi bekal berharga untuk mendidik anak-anakku. Aku bertekad menjadikan masa kecil mereka menyenangkan dan penuh pembelajaran. Setidaknya, ketika kelak dewasa mereka tersenyum mengenang masa kecilnya.

Itu bagian cerita masa kecilku, kalau foto mungkin tak banyak karena saat itu belum era jeprat-jepret seperti sekarang. Kalau ingin mengabadikan foto ya memanggil tukang foto atau datang ke studio foto. Sebab, kamera masih barang mewah di masa kecilku tahun 1990an.

Bagaimana dengan masa kecil kamu? Bagi juga, yuk!

Semoga bermanfaat ya^^

Iklan
Andalan
Diposkan pada Tips & Trik

Bagaimana Menjadi Influencer yang Bagus?

Screenshot_2018-02-12-16-54-37_1

Kok aku tiba-tiba menulis tentang influencer ya. Bukan berarti aku sudah ekspert lho ya. Ini sharing hasil mengikuti Arisan Ilmu Kumpulan Emak Blogger (KEB) Solo. “Influencer How dan Why” di Grapari Telkomsel Solo, 11 Februari 2018 bersama Bellawati Dityasari, Digital Marketing Communication Enthusiast.

Jadi sedikit cerita bagaimana aku bisa join acara ini. Karena kebetulan sedang di Klaten. Niat awal pulang kampung karena mau ke mantenan (pernikahan) saudara. Ternyata kok jadwal Kelas Inspirasi (KI) di bulan yang sama sekalian saja berpartisipasi. Eh setelah KI malah ada Arisan Ilmu Solo (padahal malah acaranya utama mantenan
belum). Sekalian saja mumpung belum balik Bandung. Jadi ibarat sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.

Rasanya beruntung banget aku ikut Arisan Ilmu KEB ini. Wow banget buatku. Apalagi aku yang baru aktif ngeblog dan ikut komunitas akhir akhir ini. Walaupun umur blognya sendiri sudah lama. Tapi ya begitu ga konsisten dan ala kadarnya alias let it flow.

Sembari mendengarkan aku merasa ternyata dunia blogger itu tak selebar daun kelor (kemana aja ya kan?). Hingga blogger bisa menjadi influencer tak kalah sama selebriti. Menurut Bella, dalam piramida influencer, rata-rata para blogger berada pada posisi micro influencer dengan followers 1000- 50 k tapi memiliki engagement 25-50%. Sedangkan artis sebagai mega influencer dengan followers 500k++ mempunyai engagement 2-5%. Hmmm…

Nah, untuk menjadi influencer ini menurutku tidak mudah. Butuh effort dan perjalanan yang tak cepat. Bagaimana sih menjadi influencer yang bagus dan dilirik oleh agensi. Berikut point-point dari Bella:

P_20180211_103907

1. Bangun personal branding
Berbicara tentang personal branding ini kalau bagi aku sendiri susah banget. Karenanya blog masih bertahan di gratisan. Susah mau menentukan niche. Soalnya kalau menurut buku Rene Suhardono “YJNC” aku itu cenderung generalis bukan spesialis. Makanya pingin nulis tentang review buku tapi kok ya pingin nulis tentang sepak bola tapi kok ya pingin nulis berkebun tapi kok ya pingin nulis yang lain. Jadi random banget. Padahal kata Bella ini pilihan niche yang tepat mempengaruhi kesuksesan blog lho. Kalau masih random kaya aku dia menyarankan untuk melihat konten yang sering kita tulis, popular post, dan interest kita. Bagus juga kalau kita memiliki konten yang unik yang lain belum mempunyai.

2. Tulis konten dan presentasikan dirimu sesuai persona
Kuncinya konsisten. Wah aku langsung melirik blog. Susah konsisten ini biasanya karena bingung mau menulis apa. Konsisten menulis pun harus sesuai branding diatas misalnya parenting konten-konten harus berhubungan. Nah, kalau dapat sponsor post harus dibuat se-smooth mungkin. Hindari misalnya kalau tidak pernah menulis A kok tiba-tiba mengulas A. Billboard banget kan ya. Padahal masyarakat kita sudah makin pintar dan mulai jenuh dengan iklan. Kalau tulisan kita jelas iklan pasti di skip oleh pembaca. Ga mau kan ya?

3. Kenali pembaca dan kumpulkan massa
Siapa sih pembaca blog kita?  Kalau sudah segmented lebih enak dan jelas sasarannya. Kalau belum, saran Bella, tulis konten yang bikin kamu di-follow. Kalau sudah menulis kemudian jangan sungkan untuk share konten ke komunitas yang sekiranya membutuhkan artikel kita. Jangan hanya dibagikan ke komunitas sesama blogger saja. Nanti yang tahu informasinya ya teman-teman kalangan blogger sendiri. Karenanya, itulah pentingnya networking. Katanya, jangan lupa juga maintain engagement dengan followers.

4. Melek data
Jangan malas untuk mengevaluasi performa. Urusan angka memang terlihat njlimet ya. Tapi kalau ada sponsor post urusan report ini penting. Karena report inilah yang penting bagi brand atau agensi untuk dilaporkan kembali ke atasan. Biasanya untuk dianalisis kembali apakah strategi campaign berhasil apa tidak? Selain itu bisa juga dipakai sebagai bahan portofolio.

5. Buat portofolio
Portofolio ini tidak hanya blog tapi termasuk aset media sosial blog seperti Instagram, twitter, dsb). Data followers, engagement rate. Nah, misalkan kita kuat di twitter tapi kurang di IG, bisa dijelaskan di portofolio. Tentunya harus dengan bukti bisa dengan screenshot aktivitas di twitter. Kalau ada lampirkan juga contoh sponsored post dan hasilnya. Hasilnya ini bisa komentar dari pengunjung blog/media sosial yang di screenshot.

Kalau aku pribadi sih, semua point tersebut sepertinya belum bisa ditemukan di blogku. Kalau kamu bagaimana? Sudah di tahap mana? Atau malah sudah semua? Share juga, yuk 🙂

26871994_181170839322158_8520690935980359680_n

Credit image @bellazadithya, foto tengah dokpri

Andalan
Diposkan pada Tips & Trik

5 Kesalahan Terbesar Waktu Wawancara Kerja

1518169664612

Setiap hari ribuan pencari kerja di seluruh dunia bermimpi untuk menemukan pekerjaan baik yang digaji tinggi dan cukup bergengsi. Selain mempersiapkan CV yang baik, mereka perlu mengalahkan ribuan pelamar kerja dengan berturut-turut menjalani berbagai tes dan wawancara kerja.

Untuk itu, wawancara sebagai salahsatu bagian penting dalam tahap mencari kerja perlu dipersiapkan dengan baik. Silahkan simak beberapa tips tentang 5 kesalahan saat wawancara kerja dari perwakilan Jooble, agregator lowongan kerja internasional.

  1. Pilih busana yang sesuai. Sekarang ini semakin banyak perusahaan tidak lagi menggunakan dress-code di kantor. Namun, ini tidak berarti bahwa Anda boleh berpakaian terlalu casual atau malah tidak rapi. Baju yang tidak disetrika atau terlihat terlalu boros akan membuat kesan negatif terhadap Anda di depan mata pemberi kerja. Coba memakai baju yang sederhana saja seperti kemeja dan celana atau jeans biasa. Kesederhanaan dalam penampilan belum pernah mempengaruhi keputusan perusahaan waktu wawancara kerja.
  2. Jangan pernah berbohong. Ketika membuat CV, sebutkan hal-hal yang real dan yang benar-benar dimiliki Anda. Tidak usah memperindah keterampilan dan pengetahuan Anda, apalagi kalau mereka kurang kuat. Pewawancara akan langsung melihat jika Anda berbohong atau ingin terlihat lebih “keren” di depan matanya. Anda kan tidak mau terlihat lucu iya? Contohnya, jika tingkat bahasa Inggris Anda kurang tinggi, jangan pernah tulis di CV bahwa Anda punya advanced level of English. Anda pasti tidak akan mempelajarinya sebelum wawancara kerja.
  3. Tidak usah sebutkan fakta negatif tentang tempat kerja sebelumnya. Jika ditanyakan tentang pengalaman sebelumnya, jangan pernah menceriatakan sesuatu yang tidak baik tentang pemberi kerja Anda. Apalagi, pemberi kerja baru dapat menganggap Anda terlalu sombong dan sulit dalam proses kerja. Pewawancara selalu membandingkan perilaku Anda pada jabatan yang sebelumnya dengan apa yang bisa dia harapkan dari pekerjaan Anda di perusahaannya.
  4. Hati-hati menjilat. Pertama-tama tunjukkan keterampilan dan pengetahuan profesional Anda. Baru setelah itu mulai kasih komplimen atau bercanda dengan para rekan kerja. Jangan berbuat sebaliknya, supaya tidak terlihat sama sekali tidak serius pada awal karir Anda di suatu perusahaan.
  5. Bicara dengan bijak. Wawancara kerja merupakan proses yang kompleks dan sangat menarik. Banyak yang ditanyakan dan banyak yang harus dijawab. Akan tetapi, terlepas dari itu semua, ingatlah bahwa saat wawancara kerja Anda adalah pekerja baru, bukan sebaliknya. Tidak usah sebutkan seri favorit Anda atau hobi yang mungkin akan dianggap aneh.

Semoga bermanfaat ya tipsnya. Kalau kamu mempunyai tips menghadapi wawancara yang lain boleh banget lho di share ^^

Andalan
Diposkan pada Education

Merangsang Anak Berani Bicara di Depan Kelas

IMG_0558

Bicara di depan itu tak semudah tertawa dari belakang lho. Lalu, pernahkah kita menertawakan orang/teman yang sedang berbicara di depan saat melakukan kesalahan. Padahal belum tentu kita berani maju meskipun itu ditunjuk. Saya tanpa sadar mungkin pernah. Maafkan ya teman-teman atau siapapun itu yang pernah saya “lecehkan”.

Saya termasuk anak pendiam waktu di sekolah. Jarang mengacung untuk maju ke depan kelas kecuali ditunjuk. Jarang bertanya meskipun sebenarnya tidak mengerti. Tidak menjawab dengan inisiatif sendiri meskipun tahu. Parah sekali saya ya.

Meski akhirnya keberanian datang seiring berjalannya waktu, tapi saya merasa terlalu lambat. Sewaktu SMA di Klaten bahkan saya sempat minder dengan anak pindahan dari Bandung. Ia cas cis cus dan memiliki kepercayaan diri yang jarang dimiliki anak-anak desa seperti kami. Tak butuh waktu lama ia pun populer di kalangan siswa maupun guru.

Kenapa dia bisa pintar ngomong seperti itu? Kenapa dia memiliki kepercayaan diri yang tinggi? Saya harus bisa? Saya juga harus berani?

Karenanya, ketika diberi kesempatan menjadi pengajar inspirator di Kelas Inspirasi (KI) Klaten #2 dan #3, saya selalu menstimulus agar para siswa berani maju ke depan dan berani bercerita. Siswa yang di belakang harus mendengarkan dan menegur jika ada yang menertawakan.

Keberanian untuk bicara di depan umum ini menurut saya sangat penting. Karena tidak semua mempunyai bakat alami. Tidak semua anak terlahir dari keluarga yang mendorong anak berani. Untuk itu perlulah guru memberi rangsangan. Keberanian menjadi salahsatu kunci kesuksesan anak di pekerjaan maupun di masa depan. Berani memulai, berani mandiri, berani mewujudkan mimpi, berani… berani…

Setiap masuk kelas, usai menyampaikan materi, saya mendorong anak agar berani maju ke depan untuk menjelaskan kembali. Kadang sekedar menceritakan cita-cita dan alasannya. Rata-rata mereka maju karena saya tunjuk dan iming-iming hadiah bahkan karena mau difoto hoho… Tetapi apapun itu, keberanian harus dimulai. Sebab, merekalah calon anak-anak hebat negeri ini.

IMG_20180208_112723

Dengan inspirasi dari kakak-kakak pengajar beragam profesi harapannya makin terbuka pemikiran mereka. Kian gigih mereka belajar. Di hari inspirasi 5 Februari 2018, murid SDN 01 Sudimoro, mendapat ilmu dan pengetahuan langsung dari Kak Aria dokter, Kak Tari pengusaha, Kak Novia perekam medis, Kak Tias purchasing, Kak Nuy konsultan engineering, Pak Soemantri perekayasa, dan saya sendiri. Mereka juga melihat langsung proses dokumentasi dari fotografer Kak Uken dan Kak Fisa, Videografer oleh Kak Zakaria, serta peran fasilitator yang mengatur kegiatan oleh Kak Dwi dan Kak Yuda.

Semoga sehari menginspirasi melekat dalam benak anak-anak untuk menjadi generasi emas Indonesia. Indonesia hebat!

IMG-20180207-WA0002

*foto dan grafis oleh team dokumentasi KI Klaten #3 SDN 01 Sudimoro

Andalan
Diposkan pada Education

Apa Saja sih Persiapan untuk Kelas Inspirasi?

Bagi yang sudah terbiasa ikut Kelas Inspirasi (KI) mungkin hal ini tidak terlalu menjadi momok. Tapi bagi yang pertama? Pasti banyak dag dig dug-nya seperti kita mulai bekerja di hari pertama atau pertama masuk sekolah/kampus.

Namun, meskipun sudah bukan pertama kalinya, persiapan ini sangat penting lho. Karenanya, sebelum dilaksanakan hari inspirasi seluruh pegiat KI baik yang belum maupun sudah “wajib” ikut briefing yang diadakan panitia lokal. Briefing diadakan kurang lebih diadakan dua minggu sebelum KI tapi pada Kelas Inspirasi Klaten #3 dilaksanakan sehari sebelum Hari H. Kelebihan briefing dan hari inspirasi yang berturutan adalah waktu cuti bagi yang bekerja jauh sehingga tidak perlu bolak-balik.

Di sisi lain briefing yang berturutan dengan hari inspirasi dirasa kurang cukup waktu untuk menyiapkan pernak-pernik KI. Namun, semua itu bisa disiasati sebelumnya, sebab tak lama usai pengumuman relawan pengajar dan dokumentator yang diterima, fasilitator akan membentuk group lewat whats app tentu sesuai persetujuan kita terlebih dahulu. Tidak asal memasukkan ke group. Group online sangat membantu koordinasi jarak jauh sebelum bertatap muka.

Briefing KI Klaten #3 dilaksanakan di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kecamatan Tulung, Jalan Cokro – Tulung Klaten. Aulanya yang luas sangat nyaman untuk dilaksanakan pembekalan rombongan belajar (rombel) dalam jumlah banyak. Meski di pinggir jalan raya tapi jauh dari bising kendaraan karena kiri kanannya sawah. *eh malah bahas tempat briefing*

Berikut point-point yang saya catat dalam pembekalan KI Klaten #3, 4 Februari 2018

Penguatan “Unggah-Ungguh” Sejak Dini
Point pertama yang saya catat dari pembekalan kali ini adalah “titipan” dari Pak Suroyo sebagai wakil dari Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten. Sebelumnya Beliau menyayangkan kasus penganiayaan guru seni oleh muridnya hingga meninggal di Sampang. Menurutnya, hal tersebut karena kurangnya pendidikan karakter sejak dini. Penguatan karakter tidak hanya di sekolah tapi juga dari keluarga dan lingkungan.

Karakter yang harus terus dibina di antaranya disiplin, gotong royong, saling menghargai, dan tak kalah penting adalah menghormati yang lebih tua atau dalam masyarakat Jawa disebut unggah-ungguh. Dalam Bahasa Indonesia disebut tata krama. Contoh unggah-ungguh adalah penggunaan Bahasa Jawa yang terdapat tiga tingkatan yaitu krama inggil (paling halus), krama madya, dan ngoko (sesama). Bahasa Jawa atau bahasa daerah harus dibiasakan kepada anak sejak kecil.

Luruskan Kembali Niat Ikut KI
Point kedua yang saya catat dalam pembekalan KI adalah niat ikut KI. Pegiat KI Mbak Karina yang sudah malang melintang di dunia ini mengingatkan tujuh nilai KI yaitu sukarela, bebas kepentingan, tanpa biaya, siap belajar, turun tangan langsung, siap bersilaturahim, dan tulus. Sudahkah kita menanamkan nilai tersebut saat mantap ikut KI? Sehingga ikut KI bukan karena kepentingan eksis di media sosial bahkan portofolio.

Fokus KI adalah orang yang ingin berkontribusi di bidang pendidikan tapi sudah bekerja. Di hari inspirasi, pengajar inspirator mengenalkan profesi dan bagaimana menjadi saya. Inspirator harus senang dengan profesinya bukan malah “curhat” kepada siswa-siswa SD. Inspirator juga harus menyelipkan empat nilai kepada anak-anak untuk meraih cita-cita yaitu kemandirian, kejujuran, kerja keras, dan pantang menyerah.

Dia juga mengingatkan agar selama di KI, semua pegiat KI harus tunduk terhadap UU Perlindungan Anak. Misalnya tidak mengupload foto anak di media sosial “seenaknya” atau berpotensi untuk hal negatif. Menghindari kekerasan dan pelecehan seksual. Berperilaku yang pantas, dan lainnya.

Manajemen Kelas
Point ketiga yang saya garis bawahi adalah bagaimana kita memanajemen kelas. Kali ini Mbak Titis menitikberatkan pada lesson plan. Sebab, adanya rencana ini yang akan menuntun pengajar tidak ngalor ngidul maupun menghindari kebuntuan di kelas.

Metode yang bisa digunakan adalah BOMBER B (Bang!, Outline, Message, Bridge, Example, Recap, Bang!). Bagaimana kita berkenalan dan menarik 5 menit pertama dengan cara yang unik dan menyenangkan, masuk ke pengajaran, dan bang! closing dengan cara berkesan.

Saat menulis ini pun saya dag dig dug, mau menyampaikan apa besok, bagaimana saya harus menyampaikan materi, ice breaking apa yang saya gunakan, lalu bagaimana menyiasati jangan sampai saya kehilangan suara lagi di akhir-akhir pelajaran seperti pengalaman ikut KI pertama, silakan mampir baca di sini.

Walaupun ini bukan pengalaman pertama, tapi rombel baru dan SD baru pula. Pengalamannya pun pasti berbeda ya kan. Jadi dijamin asyik dan seru!

IMG-20180204-WA0000_1

P_20180204_120215_1

Nantikan pengalaman hari inspirasi saya dan teman-teman di KI Klaten #3 SD Sudimoro Tulung ya 🙂

Andalan
Diposkan pada Education

Berbagi Pengalaman Kelas Inspirasi; Jadi Guru SD Itu Ternyata Tak Gampang

Siapa di sini yang masih kecil bercita-cita menjadi guru? Saya ngacung. Karena bagi generasi 90-an seperti saya, cita-cita favorit rata-rata anak kecil adalah menjadi guru. Meskipun seiring berjalannya waktu cita-cita tersebut berubah. Bahkan, ketika bapak menyuruh saya untuk kuliah di fakultas keguruan, saya memilih jalan yang lain.

Tahun 2010-an ada gerakan Indonesia Mengajar (IM) yang diinisiasi oleh tokoh pendidikan Anies Bawesdan. IM merupakan wadah bagi para fresh graduate yang ingin mengabdikan diri setahun mengajar di daerah perbatasan atau pelosok nusantara. Pengalaman mereka ini pun dibukukan hingga sampailah ke tangan saya. Cita-cita menjadi guru seolah terpanggil. Namun, karena satu dan lain hal, saya tak jadi ikut IM.

Tahun 2012-an sebagai bagian dari IM, tercetuslah Kelas Inspirasi (KI), yang menjadi ruang unjuk gigi para profesional untuk mengajar sehari. Tidak harus nun jauh, karena KI diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia. Berawal dari Jakarta, Bandung, jumlah kota/kabupaten penyelenggara KI pun terus bertambah hingga ke seluruh pulau di Indonesia.

Tahun 2016, saat “libur” pasca melahirkan anak kedua di Klaten, tanpa sengaja di detik-detik akhir pendaftaran KI Klaten #2, saya menemukan formulir registrasi di linimasa twitter humas pemkab Klaten. Pendaftaran  dilakukan secara online dengan mengisi data diri dan menjawab pertanyaan yang cukup banyak menurut saya tapi gampang kok karena rata-rata tinggal menceritakan pengalaman kita meraih impian.

Tarara… awal tahun 2017, saya diantara sekian ratus dinyatakan terpilih menjadi pengajar inspirator untuk KI yang diselenggarakan kedua kalinya di kota kelahiran ini. KI ini ternyata sangat profesional, dari perekrutan, bagaimana mengoordinir para relawan sebelum hari inspirasi,  hingga pendanaan yang semua dilakukan secara mandiri.

 

Hari Inspirasi Tiba

Saya masuk dalam rombongan belajar SD Nengahan Kecamatan Bayat bersama lima relawan pengajar lainnya, tiga fasilitator, dan dua relawan dokumenter. Meski kami berasal dari beragam latar profesi dan asal, semua happy dan tak canggung. Karena sebelum hari H, sudah ada briefing oleh panitia lokal (panlok), dan pembentukan group lewat whats app. Semua persiapan sudah dibahas matang. Tinggal eksekusi di hari H, 18 Februari 2017.

Di luar dugaan saya sendiri, ternyata hobi ngeblog membawa saya berdiri sini, di depan anak-anak untuk menginspirasi agar mereka mempunyai mimpi di masa depan dan berani mewujudkan. Karena, dari lulus kuliah mungkin dari masih kuliah (part time), saya adalah seorang kutu loncat sejati, bekerja dari sini ke sana, pindah dari kota ini ke kota itu, saat teman bertanya saya kerja apa eh pas dia bertanya sudah berganti lagi, makanya cukup bingung juga saat harus menulis pekerjaan waktu registrasi. Tapi, terlepas dari semua itu, saya percaya banyak jalan menuju roma. Tahun 2012 saat masih menjadi karyawan perusahaan sedikit ternama, saya sudah berkeinginan ikut KI. Namun, empat tahun kemudian baru sempat mendaftar, saat sudah menjadi ibu rumah tangga. Semua indah pada waktunya.

Kembali, di depan anak-anak, saat itu saya harus bergantian masuk lima kelas kecuali kelas V (disesuaikan jam pelajaran dan jumlah inspirator) dengan pengajar lain. Di sini kita tidak menyuruh mereka bercita-cita seperti para profesional yang sedang menggantikan guru mereka di depan. Tapi, menceritakan profesi kita, bagaimana meraihnya, agar pikiran mereka terbuka bahwa banyak profesi di luar sekolah mereka. Untuk mewujudkannya harus dengan kerja keras, berusaha, tak menyerah, berdoa, berani, jujur sebagai bagian tujuh sikap kelas inspirasi yang diawali dari impian. Profesi rombel SD Nengahan yaitu pegawai pajak, karyawan, engineering consultant, pengawas, dan quality control.

Masuk kelas pertama di kelas IV, oke, saya begitu semangat, karena kami mengajar bebas alias tidak formal, lesson plan pun sesuai profesi masing-masing. Jadi cara mengajar pun berbeda, ada yang memakai pakaian sesuai profesi, membawa alat peraga, menonton film, atau dengan cara bermain.  Diawali yel-yel, menanyakan cita-cita, sangat kondusif dan menyenangkan…bla…bla…bla… Ketika masuk di kelas ketiga, kelas dua, situasi mulai agak, saya harus teriak-teriak, ada yang ngobrol sama teman, ada yang cuek,… suara sudah serak. Ahhh… ternyata itu belum seberapa, masuk kelas satu, lebih heboh lagi. Ada yang rebutan, ada yang mau nangis, oh dunia masa kecil…suara mana suara. Tapi untunglah, kelas saya berakhir di kelas 6 yang sudah mengerti dan kembali kondusif. Cuma sayangnya, suara saya tak selantang awal –awal haha…

Kesimpulannya, jadi guru SD itu tak mudah. Sebab, harus bisa mengendalikan situasi belajar mengajar anak yang masih “ngeyel” apalagi di kelas kecil 1-3 dan menjaga suara jangan terlalu berlebihan di awal karena rata-rata guru SD mengampu semua mata pelajaran dari awal hingga akhir jam pelajaran.  

Tapi, itu tak membuat saya kapok. Karena Februari 2018 ini, saya kembali menjadi salahsatu inspirator untuk KI Klaten #3. Kenapa Klaten? Karena sekaligus saya bisa pulang kampung dan saat harus menjadi inspirator tidak perlu khawatir dengan duo krucil karena mereka bersama mbah setri dan mbah kakung-nya juga pakde-nya.

Yuk, apapun profesi kamu, jadi bagian Kelas Inspirasi, karena setiap pengalaman itu berharga buat generasi bangsa ini dan setiap profesi itu pasti bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Dijamin canduuuuu!!!!

 

Foto oleh pribadi dan dokumentator (Pak Budi dan Mas Arif) KI Klaten #2 SD Nengahan, 18 Februari 2017

16789092_1851345155146297_7337569270047440896_n

IMG_9490

_DSC0351

IMG_9648

Andalan
Diposkan pada blog competition

10 Langkah Mencintai Rupiah

10

Selembar eh bukan selembar lagi. Selembar uang 50 ribuan rupiah terpecah usai dijajakan. Tapi kok uang kembaliannya kucel, kumel, dan kusut begini. Jadi benar donk anggapan kalau uang adalah sarang kuman. Akibat sering berpindah tangan.

Haduh… aku kok tidak setuju ya jika uang disebut sarana menyebarnya penyakit. Bagiku, uang adalah sesuatu yang bernilai dan berharga, sudah selayaknya diperlakukan semestinya. Baik itu pecahan logam maupun kertas berapapun nominalnya.

Jpeg
Uang kumal (dok. pri)

Selain kasus, uang kumal, ada lagi orang yang kurang menghargai uang logam nominal kecil seperti 100 atau 200 rupiah karena yang lebih kecil sudah jarang dijumpai. Pernah ada yang membuang uang seratus rupiah di sebelahku. Spontan aku menatapnya. Mungkin dia mengerti maksud tatapanku, lalu mengatakan bahwa uang tersebut tidak laku bahkan untuk membeli permen. Ada lagi yang ngedumel saat mendapat kembalian uang receh. Pernah juga aku menjumpai, pengamen atau peminta-minta yang membuang uang 200 rupiah. Dalam hati aku membatin, bagaimana bisa kaya jika mental memperlakukan uang saja seperti itu. Tidak bisa menghargai alat pembayaran ini.

Pernah terpikir, kenapa Bank Indonesia terus mencetak uang logam nominal kecil ini. Sebab, di warung-warung sudah jarang dengan harga “ganjil” ini. Kalau di minimarket atau sistem kasir sih memang masih digunakan. Tapi, sebagai pengatur kebijakan keuangan tentu semua ada alasannya. Cuma sayang ya kalau kurang dihargai dan dibuang begitu kan? Aku pun kadang kalau lagi jalan suka memungut uang-uang ini lho. Tak peduli dijuluki apapun. Karena, ya menurutku setiap rupiah itu bermakna dan berharga.

Pernah melihat iklan Bank Indonesia Di Setiap Makna Indonesia tentang bagaimana uang bisa sampai ke tangan kita. Kalau belum bisa tonton klik di sini.

“Tahu ga kalau uang yang setiap hari kita pegang mempunyai cerita perjalanannya masing-masing. Pada awalnya, direncanakan, disiapkan, dan diantarkan ke seluruh penjuru Indonesia. Setelah itu, didampingi oleh alat-alat negara. Uang rupiah akan terbang di udara. Dan dibawa mengarungi luas samudra dengan perahu yang sangat besar hingga perahu yang kecil. Terkadang ada moment moment tersendiri yang membuat perjalanan ribuan kilometer itu semakin istimewa. Dari sabang sampai Merauke. Dari Miangas sampai Pulau Rote. Demi melihat senyuman sampai akhirnya rupiah sampai di tangan. Hingga tanpa kita sadari rupiah sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Membawa kebahagiaan, kenyamanan, dan kebanggaan sebagai Bangsa Indonesia. Inilah yang membuat perjalanan rupiah ini lebih bermakna. Kalau kalian pakai rupiah untuk apa?”

Kalau perjalanannya saja sedemikian rupa, dari percetakan di Perusahaan Umum Pencetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri), kenapa pas sampai ke kita malah semena-mena ya. Jangan hanya nominal besar yang disayang yang kecil dibuang.

Mulai tahun 2014 BI sudah mencanangkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT)  dan mengarahkan gaya hidup masyarakat menuju e-money. Menurutku, cara ini efektif untuk mengembalikan nilai recehan di mata masyarakat. Selain itu, memang banyak manfaat lainnya sih. Tapi, untuk masyarakat pedesaan, pedalaman, dan perbatasan mungkin masih membutuhkan usaha ekstra ditambah fasilitas dan akses yang menunjang secara lebih baik lagi ya kan. Kalau yang di kota mungkin sudah tidak asing lagi ya setiap transaksi menggunakan kartu, mau belanja, membayar tagihan, tol, dan lain-lain.

 

Rupiah, Tak Sekedar Uang

Nah, ngomongin soal rupiah ini, ada yang bilang kalau rupiah merupakan turunan dari rupee, mata uang India. Rupiah Indonesia berasal dari kata Rupya dari Bahasa Sansekerta berarti koin perak. Saat ini merupakan alat tukar menukar barang atau jasa yang sah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Rupiah jangan hanya numpang lewat, coba yuk mengamati dan mencermati desainnya. Bank Indonesia sebagai otoritas meneter telah menetapkan logo dan desain melalui proses panjang lho. Bahkan penentuan 12 gambar pahlawan nasional melalui Keputusan Presiden (kepres). Gambar-gambar pahlawan nasional, wonderful Indonesia, dan seni budayanya bukan hanya untuk keperluan design semata tapi harapannya bisa diteladani dan lebih mencintai Indonesia. Aku yakin belum tentu kita semua mengetahui tentang rupa-rupa yang ada dalam rupiah tersebut. Dan, karena suka mengamati rupiah ini, suatu ketika membantuku menjawab soal tes wawasan kebangsaan tentang pahlawan nasional asal Papua yang mempunyai andil dalam Konferensi Malinau. Jawabannya ada di pecahan uang 10 ribu emisi 2016, Frans Kaisiepo.

Setelah lebih mengenal lebih dekat uang rupiah, saatnya mencintai. Nah, kalau mengaku cinta pasti ada tindakan terhadap si cinta ya kan. Kita bakal rela mengorbankan dan melakukan apa saja demi kebahagiaannya, kebahagiaan bersama. Istilahnya simbolis mutualisme, saling menguntungkan kedua belah pihak.

Nah, dalam mencintai rupiah setidaknya 10 hal yang aku lakukan:

  1. Menata berdasarkan nominal di dompet.
  2. Tidak menaruh/menyimpan sembarangan misal dekat makanan, air dan tidak meremasnya di tangan. Hal ini mencegah uang rupiah menjadi tidak layak edar karena kondisinya kumal bahkan sobek.
  3. Mengambil uang receh di jalan dan mengumpulkannya. Sebagai alternatif, bisa dimasukkan kotak infaq akan lebih berguna. Kotak infaq pun banyak tersebar di berbagai tempat selain masjid, di depan minimarket, di warung, dan tempat publik lainnya.
  4. Saat mendapat uang kumal berusaha merapikan kembali.
  5. Mengajari anak cinta rupiah. Lewat teladan, karena children see children do. Saat anak jajan sendiri tidak selalu memberikan uang kertas kadang juga logam. Tidak satu dua anak tetangga yang tidak mau saat diberi receh oleh orang tuanya, karena menganggap tidak laku buat jajan. Menurut saya ini kembali kepada perilaku dan penjelasan orang tua ya.
  6. Tidak mencoret-coret uang. Di era media sosial, banyak cara untuk narsis jadi sudah ga zaman vandalisme pada uang kertas
  7. Menjauhkan dari jangkauan anak bawah tiga tahun (batita). Karena mereka biasanya akan menggigit, memakan, merobek. Pengalaman pribadi, karena lalai si kecil (1 tahun) meraih uang 20 ribu di meja, lalu menggigitnya dan robek jadi tiga bagian. Sobekan pun sudah masuk mulut. Jangan sampai ya, karena kalau terbagi kecil-kecil bahaya juga kan kalau tertelan.
  8. Saat menerima kembalian, menyingkir dari kasir, dan mengambil waktu sejenak merapikan sehingga tidak langsung dimasukkan ke dompet dengan buru-buru.
  9. Bangga dengan rupiah. Kata Presiden Joko Widodo, setiap lembar rupiah adalah wujud kedaulatan sebagai negara. Aku sih belum pernah langsung tinggal di perbatasan ya tapi kalau berdasarkan cerita atau menonton film memang sih daerah perbatasan lebih rentan. Dalam film “Tanah Surga Katanya” yang ber-setting di perbatasan Kalimantan dan Malaysia, ada adegan anak kecil yang membantu dokter dari kota membawa barangnya. Saat membayar jasa sang anak, dokter memberikan selembar uang 50 ribu rupiah. Tapi si anak menolak karena mengaku tidak pernah melihat uang tersebut dan malah merasa ditipu. Lalu, datanglah seorang guru yang setelah mendengar cerita anak segera menukar uang dokter dengan dua lembar 10 ringgit Malaysia. “Ini baru duit,” kata sang anak sumringah. Selain itu Pak Jokowi juga mengajak agar menyimpan tabungan dalam bentuk rupiah, kalau ini mungkin untuk kalangan atas ya.
  10. Mendapatkan dan membelanjakan dengan cara yang halal agar berkah.

Demikian, pandanganku tentang uang yang harus dihargai. Karena menghargai uang itu menurutku bagian dari mental kita sendiri. Layaknya banyak jalan menuju roma, banyak langkah yang bisa dilakukan untuk mencintai mata uang kita. Dari hal yang paling sederhana hingga yang tak terpikirkan. Kalau kamu seperti apa?

 

*Grafis foto uang rupiah oleh di sini, design with canva

Andalan
Diposkan pada Beauty, blog competition

Rahasia Bebas Keputihan, Lebih Resik, dan Makin Harmonis

Apa sih yang paling membuat kaum hawa risih (tidak nyaman) terkait organ kewanitaan?

Yup, pertama, bau tak sedap. Tak bisa dipungkiri, organ kewanitaan apabila tidak dijaga dengan baik dan benar menyebabkan bau tak enak. Tentu saja hal ini membuat kita sebagai perempuan merasa tidak nyaman saat berkumpul dengan orang lain. Apalagi bau organ intim ini sangat “khas” sekali.

Kedua, keputihan. Keluhan para perempuan menjelang menstruasi biasanya adalah gangguan keputihan. Keputihan biasanya juga akan diikuti rasa gatal. Akibatnya kadang tangan “gatal” ingin menggaruk. Kalau kita sedang di rumah, kita bisa segera membilas dan mengganti celana dalam. Kalau sedang diluar dan kondisi tidak memungkinkan melakukannya bagaimana?

Untuk itu ada beberapa tips untuk mengatasi ketidaknyamanan tersebut, di antaranya:

  1. Rajin mengganti celana dalam. Terlalu lama memakai celana dalam akan membuat organ kewanitaan lembab. Dianjurkan mengganti 3 sampai 4 jam sekali.
  2. Menjaga selalu kering. Caranya bisa dilap dengan tisu kering. Untuk membersihkannya yaitu menyiramkan air dari depan ke belakang. Bukan sebaliknya, kalau dari belakang ke depan, kan di anus banyak bakteri nanti bakterinya pindah ke depan.
  3. Memperhatikan penggunaan pembalut saat menstruasi. Sama dengan pemakaian celana dalam, dianjurkan mengganti 3-4 jam sekali. Kondisi lembab lebih berpotensi memicu tumbuhnya jamur dan bakteri jahat.
  4. Menggunakan air bersih bukan sabun. Perlu diketahui organ kewanitaan memiliki pH bersifat asam 3,5-4 sedangkan sabun bersifat basa yang justru menyebabkan bakteri lebih cepat berkembang.

Bagi yang sudah menikah membersihkan organ intim ini sangat penting. Bukan justru malah acuh tak acuh mentang-mentang sudah “laku”. Apalagi kalau sudah mempunyai anak, belum disibukkan dengan pekerjaan rumah tangga, suami dinomorsekiankan *cubit diri sendiri. Padahal harusnya sama-sama prioritas ya. Kalau saya sih maunya selalu dekat-dekat dengan suami. Ini tak hanya buat pengantin baru lho.

Ingat kembali yuk tujuan kita berumah tangga apa? Tentu membentuk keluarga harmonis dan langgeng. Untuk Muslim, setiap pernikahan acap selalu diikuti doa agar pengantin menjadi keluarga samara. Samara singkatan dari sakinah, mawadah, warohmah. Sakinah berarti tenteram tenang, mawaddah artinya saling cinta, dan rahmah yang senantiasa mendapatkan naungan kasih sayang dari Alloh SWT. Mau kan ya? Untuk mewujudkannya tentu harus mulai dari diri sendiri kan? Bagaimana keluarga utamanya hubungan suami istri bisa bahagia kalau kita sebagai istri “bermasalah” alias tidak memperhatikan penampilan dan diri sendiri. Nah, terlebih dalam Islam, kebersihan merupakan sebagian dari iman. Tengok cara kita membersihkan organ kewanitaan, sudah disiplin belum?

 

Resik v Rina
Resik V (dok. pri)

Kalau ingin gampang, seperti saya menggunakan Resik V. Resik V merupakan pembersih yang terbuat dari air godokan daun sirih. Tiga kata kunci dari saya untuk Resik V: alami, higienis, dan halal. Saat dituangkan, warnanya tidak bening (bukan kotor ya tapi karena hasil ekstrak daun sirih), aromanya khas sangat alami seperti rebusan daun sirih yang suka direbuskan ibu di rumah. Higienis, karena bukan sabun dan memiliki pH seimbang. Halal, karena sudah melalui proses panjang mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Resik V juga menjadi andalan karena alasan kepraktisan. Kemasan air godokan sirih ini membantu gaya hidup perempuan urban yang berkejaran dengan waktu dan susah mendapatkan daun sirih. Nah, menggunakan Resik V berarti juga melestarikan warisan leluhur, kok bisa, iya menggunakan rebusan daun sirih kan resep turun temurun untuk merawat organ kewanitaan, saya juga pertama mengetahui dari ibu.

Bagi saya pribadi menggunakan Resik V, terbukti bebas keputihan secara hormonal. Ngomongin masalah keputihan ini sempat sangat menganggu saya pada kehamilan kedua. Memang bukan keputihan patologis tapi tetap saja tidak nyaman kan. Selain itu, Resik V membantu merawat organ kewanitaan selalu resik dan keset.

Jadi, meski sudah mempunyai dua anak selalu cinta dan lengket kaya perangko dengan suami. Sayonara keputihan dan bau tak sedap. Rangkul si cinta, yuk!

 

#ArisanResik #Liputan6com

Andalan
Diposkan pada blog competition

Karena Ibu, Aku “Kuat”

Tanpa kata. Seperti itulah Buk’e (ibu, Jawa) menatapku. Anak perempuan satu-satunya yang hendak merantau di pulau seberang. Ia tak menyiapkan jimat keberuntungan apapun. Mulutnya masih beku. Ketika tiba saatnya aku meraih tangannya untuk berpamitan. Ia mengecup ubun-ubunku lama sekali.

Kedua kelopak mataku langsung tergenang. Buram semua pandangan. Kata-kata tercekat di tenggorokan. Tak satu patah pun keluar dari mulut. Malah ingus yang tak mau dibendung. Gadis yang selalu jadi anak kecil di matanya akan pergi, atas nama mimpi.

Buk’e mengasuhku dengan konservatif. Lebih banyak ini itu dilarang. Ia protektif  malah over, kataku. Ia egois. Karenanya, begitu aku dinyatakan diterima kerja di Kalimantan, betapa buncahnya hatiku. Burung segera terbang bebas dari sarangnya.

Namun, belum juga sebulan, ternyata teoriku salah. Aku harus terpisah jarak dulu untuk mengerti seberapa besar kasih sayang buk’e yang tak terhingga. Bahkan, dengan ribuan jutaan ucapan terima kasih pun tak sanggup menggantinya. Maafkan, anakmu yang banyak salah ini.

Buk’e tak berpendidikan tinggi. Dari mulutnya tak pernah keluar kata mutiara. Tapi ialah teladan. Sangkan paran, begitulah prinsipnya. Jika kita menolong orang lain yang membutuhkan maka kita juga akan ditolong. “Bukan Buk’e, tapi agar Kalian selalu ditolong orang lain.”

Masya Alloh, Buk’e memikirkan anaknya terlebih dahulu. Aku kira itulah mengapa keberuntungan selalu ada dimanapun aku berada karena prinsip sangkan paran Buk’e. Aku yang jauh di perantauan dan saat kesempitan selalu ada yang berbaik hati menolong.

Buk’e menitipkan kepercayaannya kepadaku. Makanya, saat orang kampung banyak yang “membicarakan” buk’e karena membiarkan anak perempuannya merantau, ia selalu tersenyum. Justru karena tak ingin melanggar kepercayaan itulah aku bisa seperti sekarang. Aku tetap menjaga diri di perantauan. Aku berbuat terbaik karena tak ingin buk’e sedih dan murung.

Buk’e bukan ibu yang suka memberi hadiah. Bahkan ketika aku rangking pertama sekalipun. Buk’e lebih mendorong supaya ketiga anaknya berprestasi sehingga bisa hidup lebih baik dari orang tuanya. Kini segala didikannya itu membuatku mandiri dan tidak manja bahkan ketika harus mengasuh dua cucu kesayangannya sendiri. Bagaimana hidup prihatin, buk’e mengajari semua kekuatan itu lewat teladannya.

Pernah kawanku bertanya. Kenapa aku berani merantau tanpa teman dan saudara? Aku terdiam. Dia menjawab sendiri. Karena aku mempunyai senjata. Aku bingung. Senjataku adalah doa ibu yang selalu menyertaiku, katanya.

Saat aku hendak melahirkan anak pertama, tak sedikit orang yang men-judge aku tak bisa melahirkan normal karena perawakanku kecil. Tapi, buk’e percaya aku bisa. Aku menjawab kepercayaan dengan persalinan normal untuk kedua cucunya.

Buk'e menggendong cucu pertamanya

Aku bertemu suami di perantauan. Kini ikut suami dan tinggal di Bandung jauh dari buk’e di Klaten.

Hingga kini meski terpisah jarak, buk’e adalah solusi setiap kesempitanku. Entah bagaimana ia selalu terasa jika aku sedang susah. Bahkan, ketika anakku sakit, tiba-tiba buk’e menelepon merasa kalau cucunya sakit. Seampuh itukah bonding seorang ibu.

Buk’e, syukurku tak terhingga kepada Yang Kuasa menganugerahkanmu sebagai perempuan yang melahirkanku. Mengandungku dalam rahimmu dalam segala keterbatasan dan kekurangan tapi itu menjadi kekuatanku mengarungi hidup di perantauan.

Kecupan tujuh tahun lalu itu, tak akan kulupakan sepanjang hayatku. Ciuman kasih sayang sarat makna.

Aku tahu walau tak ada kata, tapi dalam sholat malammu, dalam sujudmu, kamilah anak-anakmu yang selalu kau sebut agar kami bisa hidup bahagia dan selalu dalam kebaikan.

Buk’e, terima kasih untuk doa yang tak pernah putus dari lubuk terdalammu. Itu adalah hadiah yang tak lekang oleh waktu, tak ada emas berlian yang bisa membelinya. Buk’e, engkaulah kalimat, engkaulah nyawa di setiap tulisan ini.

Buk’e, sebagaimana kamu percaya pada prinsip sangkan paran, aku pun begitu. Semoga selalu ada yang menolongmu, karena anak perempuanmu ini tak ada dekat denganmu setiap waktu. Cukuplah, Alloh sebagai sebaik-baik penjagamu dan bapak di rumah.

I love you… i love you…  Aku kangen Buk’e

 

Bagaimana kisah kamu dengan ibu, ceritakan juga, yuk!

Andalan
Diposkan pada Food & Culinary

#FunCookingCompetition Chef vs Jurnalism

Sebelumnya, saya tidak pernah membayangkan bisa berkolaborasi memasak bareng juru masak beken dari Indonesian Chef Association (ICA). Kemampuan dapur saya yang amatir sebenarnya membuat kurang percaya diri. Tapi justru karena kelemahan itu saya malah tertarik mengikuti #FunCookingCompetition sebagai penutup rangkaian acara Seminar Nasional Potensi Wisata Kuliner Indonesia di Dunia Internasional bertempat di STP NHI Bandung, Jum’at (22/12/2017) lalu.

Chef-chef dari ICA ini ternyata friendly banget lho. Seulas senyum ramah dan ajakan bergabung dalam kelompok 2, membuat saya tidak sungkan berbaur. Sebenarnya, saya sudah mendapat kelompok 15 di sesi kedua. Karena sudah terlalu sore dan kelamaan meninggalkan krucil di rumah, saya berniat bertukar di sesi pertama. Tapi tidak diperbolehkan oleh panitia. Akhirnya, saya celingak-celinguk ngider pada kelompok di sesi pertama hingga akhirnya gayung bersambut dari Chef Dodo dan Chef Rian serta para senior chef yang begitu bersahabat.

Canggung, tentu saja berada di tengah dua chef muda yang tampak profesional sekali ini. Kalau saya memasak di depan mereka, mempermalukan diri sendiri pasti ya. Tapi dalam hati juga saya terpecut, bagaimana tidak, saya ini perempuan yang kodratnya harus pandai memasak tapi kalah dengan para lelaki ini. “Saya masih amatir, saya barisan penggembira aja ya. Saya percayakan pada ahlinya,” kata saya pada mereka sebelum memulai kompetisi. Haha…

Mereka tidak sok pintar dan menggurui bahkan selalu memberi kesempatan pada saya. Tapi, karena saya tidak ingin merusak kreasi dan imajinasi mereka, setiap mereka menyuruh saya selalu minta diberi contoh takut tidak sesuai ekspektasi yang mereka harapkan. Mungkin batin mereka saya seperti anak SD haha… Tapi, kesan yang saya tangkap mereka tidak pelit berbagi ilmu lho.

Selain have fun, saya banyak belajar pada kompetisi memasak dengan menu nasi goreng ini. Menu yang merupakan masakan Indonesia yang menduduki peringkat 2 di dunia lewat survei facebook oleh CNN tahun 2011. Gampang, praktis, banyak kreasinya, dan mendunia lagi ya.

Chef Rian tidak sungkan-sungkan memperlihatkan nyala api di kompor untuk panas yang pas saat membuat nasi goreng. Katanya, begitulah yang diterapkan di hotel-hotel sehingga menghasilkan nasi goreng yang enak. Saat nasi digoreng Chef Dodo yang juga koordinator kelompok meracik hiasan dari selada, cabai merah, daun bawang, udang, telur dadar.

Selama ini saya kalau membuat nasi goreng, kalau tidak diulek bumbunya ya pakai racik yang praktis. Mereka menggunakan metode tumis bawang merah dan bawang putih. Telur sudah didadar terlebih dahulu lalu diangkat. Ini baru buat saya lho.

Setelah tumisan harum ditambahkan bumbu-bumbu lain seperti garam, penyedap. Termasuk udang kupas yang sudah dipotong kecil-kecil. Karena saya juga membantu mengiris-iris, sehingga tidak bisa detail mengamati. Tahu-tahu sudah matang dan tinggal penyajian dengan hiasan. Ini nih tampilan hasil kreasi Chef Dodo.

nasgor
Usai membuat nasi goreng, peserta ditantang menyajikan dessert dengan menghias Bolu Susu Lembang. BSL ini tanpa embel-embel pun sudah lembut dan enak banget apalagi diracik kembali ya oleh para chef. Taburan bubuk coklat, selai, dan lemon. By the way, saya yang diminta menaburkan bubuk coklat, lihat hasilnya kacau banget. Tapi lupakan, over all… tarara… Yummy…
bslica
Saking antusias mengikuti lomba memasak ini tak perlu menunggu di rumah saya langsung mengoceh di depan suami begitu ia menjemput.
“Jadi bisa dipraktekkan donk belajar memasaknya,” kata suami usai saya berpanjang lebar cerita heboh.
Bagaimana kemampuan memasak kamu, share juga, yuk 🙂
Andalan
Diposkan pada Food & Culinary

Rendang, National Food untuk Indonesia?

Jepang mempunya Sushi, Korea Selatan mempunyai Kimchi, Vietnam ada Pho, Thailand ada Tom Yam, Nasi Lemak dari Malaysia pun telah diakui dunia, lalu bagaimana dengan masakan yang bisa mewakili negara Indonesia? Begitulah, kira-kira Bu Vita Datau Messakh, Presiden Akademi Gastronomi Indonesia melempar pertayaan yang membuat kami peserta seminar cukup bingung juga.

Ya, minggu lalu (Jumat, 21/12/2017) saya berkesempatan menghadiri seminar nasional “Promosi Pesona Indonesia Melalui Makanan ke Dunia Internasional” di Sekolah Tinggi Pariwisata NHI, Bandung. Materi gastronomi awalnya merupakan pembahasan yang jauh dari awang-awang saya. Apa sih gastronomi itu? Yang pernah saya dengar ya astronomi, itu pun berarti angkasa lalu gastronomi apa hubungannya dengan kuliner? Kira-kira begitu yang berkecamuk dalam pikiran saya sebelum mengikuti diskusi ini.

Gastronomi merupakan art seni kebiasaan makan yang baik (good eating). Gastronomi menjadi sangat penting untuk memperkenalkan kuliner Indonesia di dunia internasional. Dunia global memiliki persaingan yang ketat. Meskipun, Indonesia memiliki lebih dari 5000 resep masakan tradisional tanpa pengemasan dan branding yang baik akan gagal di pasar internasional. Apalagi jika ingin mendorong kuliner sebagai bagian dari pariwisata. Kunci sukses gastronomi adalah adanya locomotive food dan tagline atau branding yang tercipta di pikiran orang.

Kembali lagi, masakan apa yang bisa menjadi lokomotif di dunia internasional? Bukan saja peserta yang bingung sebab diakui Bu Vita, yang “diatas” antara pemerintah dan sektor-sektor terkait pun sedang memperdebatkan ini. Lalu, kenapa ini nampaknya sulit? Saking banyaknya makanan Indonesia menjadi galau dan takut dibilang egois. Ada yang ngotot memperjuangkan soto sedangkan dari Bu Vita memperjuangkan rendang.

Soto Madura

Kenapa soto tidak bisa mewakili Indonesia? Syarat locomotive food harus ada produk, filosofi, dan prosesnya. Nah, makanan ini sifatnya juga harus main course bukan sekedar numpang lewat. Soto biasa dimakan sebagai hidangan pembuka sedangkan rendang merupakan main course yang bisa divariasi. Kemudian filosofinya atau sejarah makanan tersebut nah yang ini cukup membuat saya tercengang, soto bagian pelengkapnya merupakan ayam yang disuwir-suwir. Karena dulu daging ayam termasuk makanan mewah sehingga agar semua kebagian ayam maka di suwir-suwirlah bagian ayam tersebut. Awalnya, soto merupakan lambang kemiskinan. Jadi ya masa, makanan nasional kita simbol ketidakmampuan. Rendang, merupakan bagian dari masyarakat Minangkabau yang diolah oleh para perempuan dengan kasih sayang dalam menunggu anak lelakinya atau suaminya “merantau”. Itulah proses, seperti pembuatan kimchi yang disebut kimjang yaitu satu keluarga berkumpul bersama untuk memasak saat liburan. Bahkan, kimjang juga telah didaftarkan ke United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) PBB sebagai warisan budaya.

rendang

Survei CNN tahun 2011 melalui facebook menempatkan rendang sebagai makanan nomor satu di dunia diikuti nasi goreng. Eje Kim, penulis buku Happy Yummy Journey menganggap rendang sebagai representative Indonesia. Sebab dimana-mana rasanya sama atau dipertahankan sesuai aslinya. Nasi goreng meskipun tersebar di Indonesia tapi memiliki rasa yang berbeda-beda di tiap daerah sehingga tidak bisa mewakili lidah Indonesia. Ketika saya mencoba berpikir, mungkin begitu juga dengan soto ya, meskipun soto ada di seluruh tanah air tapi bahan yang digunakan berbeda dan rasanya pun tidak sama termasuk tampilannya. Saya pecinta soto langsung membayangkan soto bandung, soto lamongan, soto madura, soto betawi, soto banyumas, dan soto-soto lain yang pernah saya cicip. Ya, semua berbeda. Setuju?

Ketika Indonesia sudah memiliki makanan yang “dijual” di luar negeri tentu akan mudah membawa masuk makanan-makanan yang lain. Sebab, yang terpenting adalah image atau makanan apa? Seperti Thailand yang sukses di bidang kulinernya. Siapapun yang masuk ke restoran Thailand di luar negeri akan diajak berpengalaman semua inderanya. Tidak hanya penciuman dan pengecap yang digunakan saat makan tapi penglihatan, pendengaran, dan perasa seluruhnya bekerja. Itulah nuansa makan yang tak bisa dinikmati di restoran lainnya. Kenapa Indonesia tidak bisa seperti Thailand? Selain masih “galau” menentukan national food, Indonesia juga terkendala tugas pokok dan fungsi (tupoksi) lintas sektor misalnya antar kementrian pariwisata, perdagangan, ekonomi kreatif. Berbeda di Thailand, yang dilakukan atas satu arahan. Bu Vita juga tengah memperjuangkan tagline “Indonesia Spice Up The World”. Indonesia adalah bumbu, bumbu adalah ruh atau DNA dari masakan itu sendiiri.

Jadi menurut Kamu, masakan apa yang pantas menjadi makanan nasional Indonesia?

 

ibu vita

 

Andalan
Diposkan pada blog competition, Mom & Kids

Terima Kasih TEMPRA Penurun Demam, Anakku Ceria Kembali

Moms, suka panik dan riweuh sendiri ga sih kalau anak sedang sakit? Dari si kecil rewel, nafsu makan berkurang, kurang tidur, pasca sakit badan terlihat kurusan. Sebagai seorang ibu pun kita harus meluangkan waktu perhatian lebih ekstra dan men-skip beberapa kegiatan demi menjaga buah hati. Pekerjaan rumah tangga terbengkalai. Jika kita pekerja hasilnya pasti sedikit banyak terpengaruh. Mungkin karena kita kurang istirahat mood menjadi jelek dan lebih sensitif. Suami menjadi sarana meluapkan emosi. Katakan tidak ya, Moms!

Jangan sampai ya kita mengeluh saat anak sakit apalagi dijadikan alasan tertundanya sebuah pekerjaan.

Sudah tugas seorang ibu menjaga kesehatan buah hati dan keluarga. Saya memiliki dua anak balita dengan jarak dua tahun, Kak Namiya berusia 40 bulan dan Dik Oziel umurnya 16 bulan. Yang gede, imunitas tubuh alaminya bagus sehingga jarang sakit. Saat usianya tujuh-delapan bulan pernah kami bawa perjalanan Bandung-Ciamis-Kuningan balik lagi ke Bandung dalam waktu tiga hari dengan sepeda motor, ia kuat. Berbeda dengan yang kecil, daya tahan tubuh alaminya kurang bagus. Terkena angin malam atau hujan sedikit, badannya bisa langsung panas dan muntah. Contohnya, pada usia yang sama dengan kakaknya hanya dari Alun-Alun Bandung ke rumah di Jalan Peta, terpaksa karena hari sudah malam kami nekad menerobos gerimis. Ia sudah ditutup selimut tapi toh malam menjelang pagi, ia demam.

Nah, setelah mempunyai adik, entah itu karena ikatan batin atau bagaimana, kalau adiknya sakit, kakaknya turut sakit. Polanya begini, adiknya demam ditambah masa penyembuhan dua hari, setelah sembuh kakaknya yang sakit, sama sekitar dua tiga hari. Saya ikut ambruk kemudian suami. Kalau yang bagian terakhir, saya dan suami sudah bisa mengantisipasi. Jika anak sakit, kami berusaha tetap makan yang banyak agar saat kelelahan perut dalam posisi tidak kosong. Walaupun sedikit drop karena terkuras energi tapi tidak ikut jatuh sakit.

Katanya kalau dalam satu rumah ada dua anak kecil, jika satunya sakit pasti yang lainnya akan tertular

Karenanya, sebagai seorang ibu, saya paling menghindari anak-anak sakit. Namun, kita juga tidak mengetahui, karena sakit bisa datang kapan saja. Apalagi demam, kadang demamnya batita menurut kepercayaan orang Jawa dianggap dia mau bisa apa atau berkembang, mungkin mau tumbuh gigi, mungkin menurunkan berat badan karena mau bisa berjalan, dan lain-lain.

 

Segera Beri Pertolongan dan Pelukan

Akhir pekan merupakan quality time bagi keluarga. Waktu dimana kami bisa seharian bersama setelah enam hari suami harus mencari nafkah. Sekedar haha-hihi di rumah, mengunjungi abah dan nenek, makan di luar, dan yang paling sering dilakukan adalah piknik jarak dekat. Sebab, anak-anak bisa belajar mengeksplorasi alam, mengenal kotanya, bersosialisasi dengan orang-orang baru, dan banyak lagi manfaatnya.

Pertengahan Desember lalu kami mengunjungi Curug Cimahi. Pertimbangannya, si sulung sedang gandrung kartun Detektif Peet. Detektif yang diminta memecahkan kasus di sekitar hutan. Di sisi lain, berwisata ke hutan akan mengenalkan bahwa lingkungan ia tinggal tidak hanya didominasi bangunan tapi juga alam dengan kekayaan tumbuhan dan binatang di dalamnya.

Kekayaan oksigen di curug yang hutannya masih terjaga ini bisa memperbaiki udara perkotaan yang biasa kita hirup dalam paru-paru. Badan lebih fresh dan bugar. Untuk ke curug harus menuruni tangga yang juga bisa menjadi latihan fisik bagi kita yang biasa dimanja kendaraan.

Nah, karena tujuan piknik ini lebih ke pembelajaran anak maka sebagai ibu kita harus aktif menunjukkan sesuatu yang baru ditemui maupun baru didengar bahkan mungkin yang baru dirasakan.

tempra3

“Suara apa itu, Ibu?”

Namiya mulai bertanya mendengar suara tongeret bersahutan.  Sebagai orang tua juga harus menjawab setiap pertanyaan anak dengan sabar dan benar. Kalau ternyata kita belum mengetahui jawabannya, kita bisa jujur dan mengatakan akan mencari tahu terlebih dahulu. Kalau kakak mulai bertanya ini-itu, yang kecil tak mau kalah merangsek turun. Kalau di rumah, ia sudah jago naik turun tangga sendiri, wah, di sini, adik harus belajar lagi karena licin dan takut kepleset. Saya pun memapahnya.

Ketika akan pulang, hujan mengguyur kawasan Curug Cimahi. Kami memutuskan berteduh terlebih dahulu di warung. Air hujan rasanya tak mau berhenti hingga magrib pun tiba. Kami akhirnya nekad pulang  dalam rintik hujan. Kedua anak di jaket rapat, duduk di antara kami dalam satu motor. Kami memakai jas hujan sehingga anak-anak juga ternaungi. Di rekayasa sedemikian mungkin mereka nyaman dan tidak terkena hujan serta berharap hujan reda dalam sekitar sejam perjalanan. Namun, hingga sampai di rumah hujan pun tak berhenti. Untungnya keduanya langsung tertidur di jalan.

Menjelang subuh, Oziel mulai gelisah. Ia menyusu dan sesekali merengek. Ketika saya pegang dahinya pun panas. Oziel demam. Ia mulai tak nyaman tidur dan segera saya berinisiatif menggendong dan mendekapnya. Biasanya, kalau anak sakit demam seperti ini pertolongan pertama membalur badan dengan minyak telon dan mengompres dengan air hangat. Alhamdulillah, panasnya turun dan ia bisa ditidurkan.

Ketika bangun di pagi harinya, ia panas lagi. Lalu, saya ingat TEMPRA Syrup, banyak teman blogger yang mengulas obat penurun demam dan pereda nyeri ini. Untunglah, TEMPRA Syrup mudah didapat. Saya hanya perlu berjalan ke Alfamart yang jaraknya lebih dekat dibanding jika ke apotek, ya, karena suami sudah berangkat kerja dan terlalu lama jika menunggu ia pulang lebih dahulu. Harganya pun aman di kantong.

tempra

TEMPRA Syrup penurun panas disertai gelas takar yang sangat memudahkan saya dalam memberikan dosis kepada si kecil. Dalam label, tertera jelas aturan pemakaiannya. Nah, karena Oziel dibawah dua tahun, saya memberikan dosis separo dari anjuran untuk anak 2-3 tahun yaitu 2,5 ml. Selang beberapa waktu kemudian panasnya turun. Saya pun lega. Namun, yang namanya anak kecil, sore harinya, ketika saya sedikit lengah dia sudah berada di kamar mandi sendiri mainan air dingin. Masya Allah, dia kan habis demam, pikir saya. Benar saja, malam harinya ia panas kembali. Tapi, sekarang saya tidak perlu pusing, karena sudah ada TEMPRA. Ia pun segera terbebas dari panas dan tidur nyenyak hingga pagi.

tempra oziel

Seperti yang saya katakan di atas, saat adiknya sudah sembuh, kakaknya terkena demam. Padahal, sebelumnya ia sehat-sehat saja bahkan ketika malam habis kehujanan. Saat adiknya sakit, ia pun masih ceria dan riang bermain-main seperti biasa. Saya pun sudah tenang. Tapi, mungkin karena saudara ya, ia pun ikut demam. Karena adiknya sembuh berkat TEMPRA, Kak Mia juga saya kasih syrup obat ini. Hmmm… yang gede ini ya super duper susah kalau mau diberi obat, harus dipegangin lah, dicubit hidungnya lah, mulutnya setengah paksa harus dibuka, karena bujuk rayu tak mempan. Mau dibalur badannya harus nyuri-nyuri, mau dikompres juga tidak mau. Makanya, kalau mau mengobati yang besar harus menunggu suami pulang kerja untuk memegangi.

“Ini sirup rasa anggur enak… cobain dulu biar sembuh…” rayu saya.

“Rasa anggur Ibu, enak… ” katanya sembari mulutnya setengah rapat.

Beruntunglah, sirup obatnya masuk meski beberapa disemprotin. Makanya, kalau memberi obat yang besar ini saya melebihkan karena pasti akan ada yang terbuang. Sekali diobatin Namiya sudah sembuh. Keduanya sudah ceria kembali sekarang. Ngapain berlama-lama sakit kalau bisa segera sembuh, ya kan, Moms?

tempra mia

Nah, Moms, kalau si kecil panas bisa mengandalkan TEMPRA Syrup karena aman di lambung, tidak perlu dikocok (100% larut), dan dosis tepat (tidak kurang maupun over dosis). TEMPRA Syrup mengandung paracetamol yang bekerja sebagai antipiretika pada pusat pengaturan suhu di otak dan analgetika dengan meningkatkan ambang rasa sakit. TEMPRA Syrup bisa juga digunakan sebagai pereda panas sehabis imunisasi.

Bagi saya, kelebihan TEMPRA Syrup memiliki rasa anggur sehingga Namiya tidak takut pahit dan cairannya tidak terlalu kental jadi bisa mudah masuk atau tertelan. Inovasi tutup botolnya tidak membuat gampang tumpah maupun dibuka anak yang suka penasaran, dan gelas takar yang sangat memudahkan sehingga tidak mengira-ira banyaknya dosis yang diberikan. 

Ngomongin soal demam ini segera berikan pertolongan kepada buah hati ya, Moms. Demam merupakan pertanda infeksi penyakit menyerang ke tubuh. Panas yang melebihi 40 derajat celcius pada anak bisa menimbulkan kejang dan bisa merusak saraf. Kalau sudah tidak wajar seperti ini, jangan sembrono ya, Moms, harus cepat-cepat dibawa ke dokter.

Tidak hanya obat, pelukan dan perhatian dari kita juga bisa menjadi obat yang ampuh lho. Sebab, ibu adalah simbol kasih sayang #SelaluAdaCintadiHatiBunda. Pekerjaan bisa kita tunda tetap anak yang utama. Terima kasih TEMPRA, Anakku Ceria Kembali 🙂

tempra2

Kalau pengalaman Moms saat anak demam seperti apa, cerita juga, yuk!

 

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra

 

 

 

Andalan
Diposkan pada Food & Culinary

Kabita BOLU SUSU LEMBANG, Mau dan Mau Lagi!

Begitu mendengar kata bolu, bayangan pertama saya adalah kue dengan rasa “eneg” apalagi dengan kandungan susunya. Dalam Bahasa Jawa eneg(k) berarti tidak enak, tidak menyenangkan. Kedua, image bolu bagi saya adalah kue yang membosankan dan monoton. Namun, semua yang jelek dalam benak saya hilang usai melihat tampilan Bolu Susu Lembang yang kekinian dan dijamin langsung bikin ngiler atau kata Orang Sunda, kabita.

Pada kesempatan Grand Launching Promo Bolu Susu Lembang (BSL), Minggu 17 Desember 2017 di Cihampelas Walk Bandung, antusias warga membuat Pak Syafei General Manager BSL merinding. Di sela-sela antrean pengunjung yang ingin membeli BSL, beliau bahkan mengaku tidak menyangka antusiasme warga Kota Bandung yang tinggi dalam menyambut kehadiran BSL. Acara sendiri sangat seru, selain launching BSL, berlangsung pula lomba mewarnai anak usia PAUD  hingga SD, demo memasak, menghias BSL, lomba food fotography, dan banjir doorprize.

Harga yang dibandrol untuk satu box pun sangat murah, hanya Rp 29 ribu. Harga murah yang tidak murahan lho. Ada tiga varian rasa yang ditawarkan yaitu susu original, vanila, dan coklat. Saya berkesempatan mencicip rasa susu coklat. Taraaa… begitu box dibuka taburan slices toping kejunya sudah membuat menahan liur. Begitu diiris, rasa manis coklatnya langsung terkirim di otak dan seketika membuat mood happy. Wajar karena coklat mengandung Phenylethylamine yang dapat menimbulkan perasaan senang dan bahagia bagi yang mengonsumsinya hingga layaknya seorang yang sedang jatuh cinta. Padahal ini belum dicoba, ya. Pas dicoba, dalam sekali gigit yummmy banget lembut dan terlebih ada kejutan lapisan coklat didalamnya. Apakah saya berlebihan? Untuk membuktikannya, Teman, bisa mencoba sendiri.

Dari soal harga dan rasa sudah tidak diragukan lagi. Bagaimana dengan kandungan gulanya? Tidak perlu khawatir, bagi penderita diabetes pun bisa mengonsumsi BSL ini. Karenanya, saya pun tak khawatir memberikan BSL sebagai oleh-oleh buat Abah yang benar-benar menjaga gula diabet ya. Setahu saya, mertua saya ini sangat menghindari makanan dengan kadar gula tinggi termasuk minum dengan gula. Bahkan, ketika Beliau ulang tahun, salah seorang kakak ipar saya mengirim kue ulang tahun. Karena, tidak ingin anaknya kecewa, Beliau memang menerimanya tapi tebak donk siapa yang kalap menghabiskan, SAYA!

 

Bakal Jadi Most Wanted di Bandung

Menurut Curhat Si Ambu, BSL ini elegan dan tidak kalah dengan menjamurnya cake-cake artis termasuk yang masuk ke Bandung. Ditambah lagi dari Cerita Ida, BSL pas buat oleh-oleh dan cemilan keluarga. Panganan yang aman, halal, dan higienis. Kandungan nutrisi hasil olahan berkolaborasi dengan Indonesian Chef Association (ICA) ini  juga sudah tidak diragukan lagi plus gizi dari susu lembang-nya.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak langsung ke media sosialnya BSL, facebook dan instagram @bolulembang. Jika ingin pesan via online bisa menghubungi telepon atau  whats app ke nomor 0811-1500-146. Dalam mempermudah konsumennya, BSL juga melayani delivery order lho atau “BSL Gancang”. Nah, kalau mau membeli kuliner anyar ini sembari melihat-lihat dulu bisa mendatangi mitra-mitra resmi berikut:

  1. Jalan Raya Bojongsoang No. 108, Terusan Buah Batu
  2. Jalan Jenderal Amir Machmud No. 218, Cimahi Utara
  3. Jalan AH. Nasution No. 105 Bandung
  4. Jalan Raya Jatinangor No. 172
  5. Jalan Malabar, Kosambi Bandung

Selamat menikmati ya 🙂

 

*Foto-foto dokumen pribadi

 

 

Andalan
Diposkan pada Beauty, blog competition

Tampil Cantik BerHIJUP dan Selalu Resik, Kunci Keluarga Harmonis

“Cantik itu bukan hanya penampilan di luar tapi juga resik di dalam.”

Maksudnya gimana sih kalimat tersebut? Perempuan diciptakan Tuhan sebagai makhluk yang indah dipandang. Bagi yang belum menikah, perempuan harus selalu cantik karena tidak tahu kapan akan bertemu jodohnya. Perempuan yang sudah menikah, dituntut tidak hanya cantik di luar tapi juga harus resik di dalam untuk menyenangkan suami. Mmm… sudah mulai nyambung kan?

Cantik, resik, keluarga bahagia demikianlah tema yang diusung  dalam acara #HIJUPBloggersmeetup x Arisan Resik bertempat di Morning Glory Rooftop Mitra Hotel, Bandung (14/12/2017). Kak Laras yang bertindak sebagai MC membuka acara dengan memperkenalkan narasumber dan rangkaian kegiatan. Kedua narasumber yaitu Rimma Bawazier, seorang Social Media Influencer dan designer lalu Ibu Yuna Eka Christian selaku Senior Public Relation PT Kino Indonesia. Acara dimulai dengan inspiring talkshow, arisan resik, makan siang, dan workshop Brush and Hand Lettering.

 

Manajemen Waktu Keluarga Harmonis Ala Rimma Bawazier

HIJUP1

Perempuan mana yang tidak ingin sukses dalam karier dan keluarga. Saya yakin semua perempuan pasti menginginkan keduanya. Namun, hanya sedikit yang bisa meraih keduanya. Sayangnya, sebagai perempuan terkadang kita dihadapkan pada pilihan untuk mengorbankan salah satunya.

Nah, pada kesempatan kali ini, Kak Rimma berbagi kunci keharmonisan keluarga. Baginya, keluarga adalah prioritas dan ladang ibadah. Dia bersyukur memiliki pekerjaan yang tidak terikat waktu. Sehingga setiap waktu bisa bersama anak atau suami. Ditanya mengenai resep keluarga harmonis, ia menjawab sesuai nasehat orang tuanya sesaat sebelum menikah. Suami itu dibuat bahagianya dengan tiga cara yaitu matanya, perutnya, dan “itunya”. Di depan suami harus selalu tampil cantik dan enak dipandang. Jangan malas memasak untuk mengenyangkan perut suami, dan yang terakhir “itunya” dengan cara menjaga kebersihan organ kewanitaan.

Ngomongin soal kebersihan organ kewanitaan ini, selain ratus Rimma juga menggunakan air godokan sirih. Air godokan sirih membantu mengurangi keluhan keputihan apalagi menjelang menstruasi. Hidup di perkotaan terkadang membuat daun sirih susah ditemukan. Selanjutnya, masih harus ribet merebusnya sedangkan kita berloncat-loncatan dengan pekerjaan maupun urusan rumah tangga. Dengan adanya kemasan Resik V, resep turun temurun ini sekarang mudah dan praktis didapat maupun digunakan.

 

Resik V Alami, Halal, dan Higienis 

Turut membantu menjelaskan produk Resik V, Ibu Yuna Eka Christina. Kenapa membersihkan organ kewanitaan ini penting? Pertama, perempuan secara alami atau hormonal rentan terkena #keputihan. Lebih dari 70% perempuan yang berkonsultasi ke dokter biasanya terkait masalah ini. Kedua, organ wanita letaknya tersembunyi berbeda dengan laki-laki. Jika tidak dirawat akan menimbulkan berkembangnya bakteri dan jamur. Mikrofauna memang dibutuhkan tapi dalam jumlah seimbang. Ketika tidak dirawat apalagi jarang mengganti celana dalam masa menstruasi keadaan akan menjadi lebih lembab dan memicu berkembangnya jamur.

Masyarakat Indonesia secara turun temurun rata-rata mengatasinya dengan menggunakan air godokan daun sirih. Sebagai bagian spirit PT Kino Indonesia, to global from local, dikemaslah air ini dalam produk Resik V. Adanya kemasan ini membantu kepraktisan dan mempermudah gaya hidup kaum hawa urban yang berkejaran waktu.

Resik V ini sifatnya alami. Sebab, terbuat dari godokan daun sirih asli. #Manfaatdaunsirih merupakan antiseptik alami dan memiliki kandungan minyak atsiri. Produknya juga berlabel halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Artinya produk telah melalui perjalanan panjang mulai dari bahan baku, proses produksi hingga pengemasan. Sertifikat ini bukan main-main ya.

“Siapa yang suka mencuci organ kewanitaan dengan sabun?”

Di tengah-tengah talkshow, Bu Yuna melemparkan pertanyaan. Pertanyaan tersebut dijawab anggukan oleh beberapa peserta. Bu Yuna mengingatkan kalau sabun itu bersifat basa sedangkan daerah organ kewanitaan kita memiliki pH asam antara 3,5-4. Jika kondisi basa justru bakteri akan cepat berkembang.

Penting untuk diketahui, Resik V merupakan pembersih kewanitaan bukan sabunPenjelasan ini mengena banget buat saya, sebelum mengikuti acara ini saya anti dengan segala bentuk pembersih untuk organ kewanitaan. Alasannya, takut bakteri alami yang dibutuhkan mati. Resik V tidak mengandung bakterisida atau bahan untuk membunuh bakteri tapi mempertahankan keseimbangan mikrofauna atau dengan kata lain tidak mematikan bakteri alami. Karena sifatnya tersebut sehingga bisa digunakan kapan saja tanpa menimbulkan efek samping. Ini juga menjawab MITOS rahim kering jika kebanyakan menggunakan pembersih kewanitaan yang ditanyakan oleh Teh Tian, Blogger Bandung. Pemakaian Resik V hanya diluar tidak dipakai ke dalam. Kalau kebanyakan pun akan terbuang sendiri. Jadi kembali lagi ke pembersih yang digunakan.

Sebenarnya saya juga ingin bertanya tapi karena kurang cepat mengangkat tangan, saya pun tidak berkesempatan. Saya ingin kroscek, “Apakah Resik V bisa mempercepat keringnya jahitan pasca melahirkan normal? Berdasarkan pengalaman pribadi, ibu merebuskan daun sirih agar dibasuhkan saat buang air atau mandi sehingga terbukti mengurangi nyeri, mempercepat penyembuhan, dan mengurangi anyir akibat nifas”

Di akhir-akhir sesi, Bu Yuna menambahkan agar efektif #mengatasikeputihan dan masalah infeksi daerah kewanitaan, pemakaiannya dianjurkan selama atau sesudah masa haid. Sebab air godokan sirih dapat mematikan jamur Candida albicans penyebab keputihan. Kalau hanya untuk merawat dan menjaga kebersihan, penggunaannya normal setiap mandi.

HIJUP2

Wah, penjelasannya simple tapi mudah dimengerti ya. Jadi tidak mikir lagi kan untuk menggunakan Resik V agar keluarga lebih harmonis. Kamu yang belum menikah, boleh kok menggunakan produk ini asal sudah mendapat haid. Bagi yang hamil juga aman. Catatan, Resik V bukan obat jadi kalau mendapatkan keputihan yang tidak normal atau patologis harus tetap konsultasi ke dokter.

Oya, ketika saya mencobanya di rumah, warna airnya tidak bening sama dengan godokan daun sirih ibu saya lho. Sampai ke bau-baunya juga. Tidak banyak mengeluarkan busa. Benar asli dan alami ya. Area kewanitaan jadi bersih, keset, dan terbebas dari bau tidak sedap. Jadi, kangen ibu di Klaten.

Coba buktikan sendiri, yuk! Harganya terjangkau banget hanya Rp 20 ribuan.

Grafis Resik

 

Look Good, Feel Good, Do Good BerHIJUP

Setelah membahas yang resik-resik, dimana kebersihan merupakan sebagian dari iman. Sekarang bagaimana dengan HIJUP-nya. Sebagai Muslim kita pasti pernah mendengar bahwa Alloh menyukai keindahan. Nah, untuk mensyukuri karunianya sebagai seorang perempuan kita juga harus mempedulikan keindahan dan kecantikan. Salah satu pilihan agar kita bisa selalu tampil anggun adalah dengan berseluncur ke HijUp.com. Banyak koleksi dari brand-brand ternama agar selalu Look Good, Feel Good, dan Do Good.

Tadinya di rumah saya berpikir kalau HIJUP akan memberikan talkshow juga. Mungkin tentang workshop berhijab stylish dan modern, atau tutorial berhijab. Tapi tidak. Dalam acara ini HIJUP membagi-bagi gift untuk peserta beruntung dan hampers termasuk juga produk Resik V. Saya beruntung mendapatkan ghayda scarf dari Fashion HIJUP.  Paduan putih pink dan kuntum bunga mawar, feminim sekali, ya. Langsung dipakai saat akhir pekan bersama keluarga di Curug Cimahi. Nah, kalau ini salah satu cara kami menjaga keluarga harmonis. Selalu menyempatkan liburan bareng maklum anak masih kecil juga. Masa kecil cepat berlalu dan harus dioptimalkan sebaik mungkin untuk bonding atau perekat ikatan batin anak dengan orang tua.

HIJUP4

Eitsss…. Kamu yang tidak ikut acaranya jangan berkecil hati, HijUp.com juga memberikan special voucher buat Kalian. Keren sekali ya. Langsung cusss untuk melihat koleksinya dari sepatu, busana, hijab, aksesoris, dan produk lainnya. Kalau sudah mengincar barangnya, nih saya kasih kode voucher senilai Rp 50 ribu untuk minimal pembelian Rp 250 ribu. Voucher berlaku hingga 28 Februari 2018. Lumayan banget kan. Buruan ya jangan sampai kehabisan apalagi voucher-nya sampai hangus karena kelamaan berpikir.

HIJUPBMUBANDUNG

Silakan klik gambar di bawah untuk langsung bisa berbelanja ke HijUp.com

Resik-V-bandung-blogbanner2

 

Belajar Modern Calligraphy bareng Bandung Menulis

Sudah resik, cantik, pandai menulis indah pula. Betapa beruntungnya pasangan kamu. Keluarga harmonis pun sudah di depan mata.

Para blogger dilatih modern calligraphy dengan kuas oleh kakak-kakak dari Bandung Menulis. Ada Kak Eko Fitriyono dan Kak Afri Tias. Mereka begantian menjelaskan dengan penuh kesabaran. Maklum pesertanya sudah bukan anak kecil lagi. Dan, ternyata memang saya tidak berbakat pada seni menggambar ini. Dari sejak sekolah dasar dulu memang kemampuan menggambar saya hanya cukup. Namun, Kak Afri Tias ini pandai banget agar kita yang merasa tidak bisa tidak menyerah lho. Katanya, hasil pertama kurang memuaskan biasa yang penting terus berlatih. Benar kata pepatah ya, bakat terkadang kalah dengan latihan atau dengan kata lain orang yang memiliki bakat alami bisa kalah dengan orang yang terus berlatih.

Kalau kamu ingin mencoba teknik ini sangat gampang kok asal telaten dan terus berlatih itu tadi.

Salinan dari HIJUP1

Alat dan bahan yang perlu disiapkan cat air, kuas, wadah, sedikit air, pensil, penghapus, dan kertas. Prinsipnya bisa membedakan tebal dan tipis. Yaitu saat menggores ke bawah tebal dan tipis saat menarik ke atas. Kemudian pelajari juga basic stroke-nya atau pembentuk hurufnya. Misalnya huruf a dasarnya lingkaran.

Lalu kami pun ditantang menulis dengan memilih tiga kalimat yang telah disediakan.

Femininity is my strength

Embrace our femininity

Femininity leads to happiness

Di akhir acara dipilih tiga hand lettering terbaik. Saya pun tak berharap. Evaluasi usai melihat hand lettering terpilih, hasilnya tulisan saya monoton sekali baik dari segi gaya maupun warna. Huruf-huruf dibuat melengkung, saya standar sekali. Padahal kami diberi warna merah, hijau, kuning, merah, biru lalu saya hanya memakai warna biru saja. Benar-benar tidak memiliki nilai seni ya.

Keseruan #HIJUPmeetupBandung yang berlangsung cair dan akrab pun berakhir. Sayang sekali kami harus berpisah dalam acara yang bertabur inspirasi, ilmu aplikatif, gift maupun voucher ini. Yang beruntung mendapat tambahan goodie bag adalah tiga penanya, tiga pemenang lomba foto instagram, pemenang arisan, dan tiga hand lettering terpilih.

Saya termasuk peserta yang kurang beruntung dalam live #HIJUPevent tersebut. Namun, kabar gembiranya ada blog competition yang berlangsung hingga 28 Desember 2017. Semoga saya beruntung. Wish me luck 😌

Resik-V-bandung-blogbanner1

*Foto-foto dokumen pribadi, design with @canva; banner: @hijup

 


Artikel ini mendapat juara ketiga dalam blog competition yang diadakan oleh HIJUP

Andalan
Diposkan pada CJ

Gathering Netizen MPR dan Blogger Bandung; Tantangan Nasionalisme

Diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, netizen dan MPR RI ngariung dalam satu atap. Netizen atau warga digital ini berasal dari kalangan Blogger Bandung dan sekitarnya termasuk beberapa media. Acara berlangsung di Hotel Aston Tropicana, Cihampelas Bandung, Senin (11/12/2017).

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan yang kemudian senang disapa Pak Zul Hasan hadir didampingi dengan Sekjen MPR Pak Ma’ruf Cahyono. Dipandu oleh Mbak Lia, Blogger asal Jakarta, Pak Zul Hasan memulai dengan mendengar keluh kesah para netizen. Katanya, jika biasanya Beliau terlebih dahulu berbicara, pada kesempatan kali ini, Beliau ingin mendengar terlebih dahulu.

Ada sepuluh peserta yang mengangkat tangan dalam acara Gathering Netizen MPR dan Blogger Bandung. Berikut saya mencoba meringkas pertanyaannya (mohon maaf dan diluruskan kalau ada kesalahan penulisan nama), pertama, dari Ibu Intan yang mengeluhkan kelangkaan gas, kedua, dari Ibu Maria, mengenai masalah sampah dan lingkungan, ketiga, Bu Sugi, terkait reformasi, keempat, Kang Yoga, tentang strategi MPR, kelima, Kang Aswi mengangkat tema royalti untuk penulis, keenam, Rina atau saya sendiri, pemilihan presiden langsung, ketujuh, Ibu Retno, hampir sama dengan Kang Aswi, kedelapan, Pak Zam-Zam, kasus Ustad Abdul Somad, kesembilan, Ibu Putu penghilangan pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP), dan terakhir kesepuluh Pak Dede, mengenai efek pilkada DKI yang mengangkat isu SARA.

Nah, berikut kurang lebih tanggapan dari Pak Zul Hasan yang saya tangkap.  MPR RI merupakan rumah kebangsaan pengawal ideologi Pancasila dan kedaulatan rakyat, tugasnya mengawal konstitusi. Gas merupakan hak setiap warga negara yang berjanji akan terus dikawalnya. Dalam menjawab persoalan sampah, Pak Zul Hasan, memulai dengan pertanyaan, “Persoalan sampah tanggung jawab siapa?” Ada yang menjawab Wali Kota, Gubernur, dan saya sendiri menggumam tukang sampah. Eitsss..  sampah itu urusan kita masing-masing. Kata beliau, sampah bukan cuma urusan pemerintah, kalau semua diserahkan ke pemerintah tidak akan kelar-kelar, sampah itu urusan masing-masing seperti di negara maju Singapura dan Jepang. Iya, saya berpikir benar juga sih, salahsatu dosen saya Pak Ris Hadi yang pernah mengenyam pendidikan di Jepang, pada suatu kesempatan pernah bercerita, Beliau salah memasukkan sampah pada kantongnya, karena di sana sampah sudah dipilah dari rumah tangga. Nah, kantong tersebut selama berhari-hari tidak diambil oleh petugas. Ketika diusut ternyata ada sampah yang bukan kategorinya misalnya sampah organik masuk ke kantong an organik. Beliau pun harus mengorek-ngorek sampah yang sudah bau dan memilahnya. Baru esoknya, sampah diangkut petugas. Sebegitunya, kita di Indonesia? Untuk ke tahap itu kita masih berproses dengan kesadaran dan sumberdaya manusia yang terbatas. Selalu perlunya sosialisasi dan pendidikan yang berkesinambungan dan tegasnya aturan pemerintah.

Kita yang berumur lebih dari 30 tahun, tentu akan mengingat reformasi 1998. Reformasi yang hampir bergulir 20 tahun, saya ingat samar-samar, karena waktu itu masih SD kelas IV. Pasca reformasi, warga negara Indonesia bebas menyampaikan pendapat dan berkumpul. Pak Zul Hasan mencontohkan, sebelum reformasi 1998, “Berkumpul-kumpul seperti ini bisa ditangkap?” Adanya reformasi tersebut setidaknya juga melahirkan otonomi dan demokrasi. Sebagai rakyat Indonesia kita wajib bersyukur, Beliau mencontohkan kegagalan demokrasi di Timur Tengah dengan bom meledak bisa terjadi kapan saja dan di Thailand yang kedua perdana menterinya kabur.

Pak Zul Hasan setuju dengan masalah royalti penulis. Royalti yang kecil tapi terus dibajak. Salah satu wakil rakyat yang terus menggaungkan masalah royalti adalah Anang Hermansyah (hak cipta lagu).

Orang melakukan plagiat sama dengan rampok sama dengan korupsi

Kemudian, terkait tidak adanya lagi PMP, MPR akan menggalakkan kembali Pancasila. Sebab, jika tidak ada filter Pancasila dikhawatirkan nanti “yang lain” masuk. Mungkin dari sisi ekonomi maupun kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia sedemikian gencar di era globalisasi dan pasar bebas ini.

Indonesia merupakan negara dengan toleransi tinggi, kasus persekusi di Bali kepada Ustad Somad tidak boleh menciderai kerukunan umat beragama. Itu hanya oknum. Karenanya, penegak hukum harus bertindak tegas kepada para provokator ini. Begitu juga dengan isu SARA di Pilkada DKI kemarin, pada dasarnya pilkada merupakan adu gagasan dan konsep, pertarungan antar anak negeri. Sehingga diharapkan isu tidak melebar ke daerah lain.

Terkait pertanyaan saya sendiri, sebenarnya dilatarbelakangi kenapa pemilihan presiden langsung sepertinya ribet, banyak makan anggaran, dan kadang malah membuat antar warga negara bermusuhan karena berbeda dukungan. Kenapa tidak melalui MPR sesuai dengan sila ke empat melalui mufakat, “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat permusyawaratan dan perwakilan”. Untungnya, Pak Zul Hasan menangkap opini yang saya sampaikan dengan ngalor-ngidul kadang suara gemetar, bahkan hingga lupa melafalkan sila keempat Pancasila *tepuk jidat*. Ternyata, ngomong di depan banyak orang memang tidak gampang harus sering dilatih. Kembali ke pertanyaan, pilpres langsung one man one vote sudah diamanatkan oleh UUD 1945. Secara konstitusional sudah diamandemen dari tidak langsung ke pemilihan langsung. Kata Beliau, bisa saja balik seperti dulu jika DPR sepakat, itu berarti harus diamandemen lagi. Hmmmm….

Nah, itu tadi rangkuman tanya jawab blogger yang kata Pak Zul Hasan bisa merubah peradaban. Beberapa point, mungkin saya kelewat karena gagal fokus. Usai menjawab keluh kesah netizen, Beliau pun memaparkan pekerjaan rumah negeri ini dan tantangan generasi millenial.

Netizen berkeluh kesah kepada Ketua MPR RI Zulkifli Hasan

 

Pekerjaan Rumah dan Tantangan Generasi Millenial

Semenjak reformasi bergulir, silih berganti kepemimpinan, permasalahan-permasalahan di Indonesia dicoba dicari solusinya. Namun, setidaknya ada beberapa permasalahan yang belum selesai. Di antaranya:

  1. In Justice” Penegakan hukum yang tebang pilih. Contohnya, dalam menangani kasus pejabat rasanya gampang sedangkan rakyat susah. Penanganan yang berbeda ini menimbulkan keresahan rakyat.
  2. Belum selesainya masalah pengangguran tapi terdapat tantangan dengan masuknya tenaga kerja asing dari Tiongkok yang sempat memanas di media. Emil Salim bahkan mengatakan masuknya tenaga kerja asing merupakan penjajahan gaya baru. Padahal diamanatkan dalam UUD 1945 maupun Pancasila, bahwa rakyat Indonesia harus didahulukan seperti terkutip dalam Pembukaan UUD 1945 “…Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap Bangsa Indonesia…”
  3. Permasalahan korupsi. Masalah korupsi di kalangan dewan dan pemimpin daerah menyebabkan distrust di kalangan rakyat. Tapi balik lagi, siapa yang memilih mereka? Karena itu, sebagai warga negara kita harus jeli dan kritis menggunakan hak pilih.
  4. Kesenjangan sumberdaya alam Timur ke Barat. Pertumbuhan ekonomi yang terpusat di Jawa terkadang membuat masyarakat luar Jawa “cemburu”. Perbedaaan nilai APBD juga sering menjadi permasalahan. Pak Zul Hasan bahkan mencontohkan dirinya yang berasal dari Lampung Selatan.
  5. Merah Putih terkoyak. Adanya distrust seperti contoh persekusi Ustad Somad. Bali memiliki filosofi “Tri Hita Karana” yaitu penyebab tercipta kebahagiaan adalah hubungan dengan Tuhan, manusia, dan alam. Sehingga, kehadiran oknum-oknum tak bertanggungjawab ini jangan mengoyak toleransi umat beragama di Bali dan Indonesia umumnya.

Di samping PR yang belum selesai, generasi muda Indonesia yang berada di era digital ini memiliki tantangan tersendiri. Jika dulu generasi muda melawan penjajah untuk kemerdekaan bangsa, maka saat ini anak Indonesia harus pandai memanfaatkan era serba cepat dan mudah untuk kemajuan bangsa. Pak Zul Hasan mengatakan tantangan nasionalisme kita sekarang adalah revolusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), globalisasi, lalu media sosial dan personalisasi individu. Karenanya, generasi millenial yang HEBAT harus memiliki:

  1. KOKOH darimana ia berasal. Agar tidak terombang-ambing dalam pergaulan sudah selayaknya, kita mengetahui budaya nenek moyang kita, adat istiadat yang kita pegang sehingga kita akan memiliki jati diri.
  2. Mencintai negerinya. Rasa nasionalisme sangat penting ditengah derasnya globalisasi yang mana bangsa asing bebas masuk wilayah NKRI tidak hanya berkunjung tapi juga berdagang.
  3. Mengutip kata Bung Karno, tidak berilmu maka akan menjadi kuli di negeri orang. Jangan sampai ya?
  4. Jaringan ini harus terus diperluas tidak hanya dalam negeri tapi juga di luar negeri.

Akhirnya, pesan Beliau menjahit kembali Merah Putih agar kembali utuh dan maju dengan kembali ke nilai-nilai Pancasila. Untuk itu setiap warga negara harus mengetahui dan aware terhadap empat pilar MPR RI. Sehingga, terwujud tujuan bangsa dan negara yang adil bagi seluruh rakyat Indonesia. Sesi pun diakhiri dengan foto bersama.

Empat pilar MPR RI yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Lalu, apakah kita bisa menjawab tantangan nasionalisme di era digital ini? Setidaknya, dengan bekerja keras sesuai passion seperti oleh-oleh yang saya terima dari acara ini. Kalau Kamu?

 

Andalan
Diposkan pada lomba blogging

Harbolnas; Selancari IPhone Refurbish di Lazada, Pilihan Si Budget Pas-pasan

Harbolnas segera tiba. #diskonmengguncangsemesta tak bisa dilewatkan begitu saja ya kan? Surga belanja dan saatnya memboyong barang-barang impian dalam genggaman.

Temans, apa barang wishlist kamu? Coba cek langsung ke Lazada, yuk! Siapa tahu diskonnya yang gede membuat bukan tidak mungkin kamu memasukkan ke keranjang belanja ya kan?

Temans, melirik IPhone? Bukan tidak mungkin lho memiliki smartphone besutan Apple ini. Logo buah apel tergigit di casing belakang pasti membuat si empunya bangga. Lalu, kalau budget kita pas-pasan seperti saya bagaimana? Tenang Lazada menawarkan solusinya yaitu smartphone refurbish. Refurbish ini artinya barang yang dikembalikan dari penjual ke produsennya untuk di cek kembali komponennya. Grading refurbish yaitu:

  1. Grade A berarti keseluruhan produk masih berfungsi. Bodi mulus dengan lecet ringan. Dijual lengkap dengan boks kemasan, buku manual, dan aksesorisnya.
  2. Grade B berarti hampir sama dengan grade A namun dijual minus buku manual.
  3. Grade C berarti produk masih berfungsi dengan bodi mulus dan lecet ringan hanya saja dijual perangkatnya saja tanpa boks.

Tidak masalah kan toh fungsinya balik 100 persen. Jadi ini beda sama kalau kita beli handphone second ya, sebab sesuai pengertian tadi HP refurbish bukan berarti HP bekas. Lalu, mengapa kita membeli HP refurbish?

Refurbish

Belinya di Lazada aja, karena sudah terbukti terpercaya dan banyak diskonnya. Sehingga tak perlu takut tertipu. Lazada juga mengingatkan pembeli agar tidak tertipu supaya tidak melayani transaksi diluar situs resmi Lazada. Misalnya via whats app dan melakukan transfer di luar rekening resmi Lazada Indonesia.

Oya, ngomong-ngomong IPhone Refurbish Apple iPhone 6 – 16 GB – Space Gray – Grade A, ini yang saya incar pas harbolnas. Tentunya setelah mempertimbangkan anggaran ibu rumah tangga seperti saya, ya? Hitungan yang saya pakai seperti ini, tabungan Rp 200 ribu per bulan dengan disiplin tinggi kali 12 sama dengan Rp 2,4 juta. Harga aslinya Rp 7,5 juta, setelah diskon menjadi Rp 3,140 juta. Jadi saya tinggal menambah sisanya Rp 740 ribu. Ini tidak terlalu memberatkan kan ya dibanding jika harus mengeluarkan uang full? HP refurbish juga sangat memungkinkan ibu rumah tangga yang suka menulis seperti saya memiliki smartphone Apple.

Screenshot (12)

Selain wishlist comes true di tiga hari kalap belanja; 12, 13, dan 14 Desember 2017, banyak lho promo dan event menarik dari toko online revolusi ini. Siapkan adrenaline, Temans ya. Nih, di antaranya:

  • Gunakan kode voucher HARBOLNAS50 untuk potongan harga menarik.
  • Diskon heboh semua elektronik. Langsung dech, cek, bakal gila karena semua tawaran menggiurkan.
  • Promo menarik dari koleksi Taobao di Harbolnas. Gratis ongkir untuk minimal belanja Rp 150 ribu dan diskon hingga 90 persen. Wow… yuk segera mulai hunting fashion dari sekarang dan catat tanggalnya.
  • Lazada Pesta menuju 12-12 live di SCTV pukul 20.00-22.00 WIB dimeriahkan artis-artis tenar. Ada Afghan, GAC, dan sederet bintang lainnya. Suara indah yang tak diragukan lagi untuk menghibur dan menyambut harbolnas.
  • Pesta hadiah di jam 19.30 WIB dari tanggal 1 sampai 12 Desember 2017 hanya di official account Lazada. Jadi pantengin terus media sosialnya ya.
  • Bingkisan tahun baru. Voucher akan diberikan langsung kepada 20.000 pelanggan pertama JOOX, GRAB, UBER, AIRY, ZENROOMS, dan BERANDA CAFE saat harbolnas.
  • Penawaran dari partner Lazada. Diskon 10 persen untuk bank partner dan diskon 15 persen untuk pengguna go-points. Klik disini untuk info lengkapnya.
  • dan masih banyak lainnya. Langsung saja cuss ke Lazada Indonesia atau yang belum buruan download aplikasinya di playstore.

Gimana nih, Temans, diskonnya banyak, bisa bayar ditempat atau COD, dan gratis ongkir. Benar-benar #DiskonMengguncangSemesta. Temans, juga tidak perlu khawatir kalau tiba-tiba situs lemot atau nge-hank. Sebab dilansir dari CNN dengan bantuan teknologi Alibaba, memungkinkan Lazada menerima hingga 90 juta transaksi per hari.

Masih ragu merayakan Hari Belanja Online Nasional bersama Lazada? Buktikan sendiri kuy, Temans bakal mendapatkan barang impian kamu di sini 🙂

 

 

Andalan
Diposkan pada lomba blogging

Bebas Antri, #JadiBisa Nikmati Quality Time Liburan

Screenshot_2017-11-24-13-22-48-1

Traveloka dulu, traveling kemudian;
Traveloka dulu, lebaran kemudian;
Traveloka dulu, hotel idaman kemudian”
“Traveloka dulu, liburan tenang kemudian”
Diadaptasi dari iklan Traveloka.

Bagi Temans, iklan ini ngena banget ga sih? Kalau saya pribadi sudah tentu. Bahasa iklan yang simpel tapi jelas tujuan dan sasarannya. Hingga kalau saya menangkapnya, semua akan aman, mudah, dan nyaman hanya dengan klik Traveloka. Tentunya dalam konteks konten pelayanan Traveloka terkait akomodasi, transportasi, merambah kemudahan atraksi, dan komunikasi dalam suatu perjalanan khususnya pecinta traveling.

Kemudahan memesan tiket Traveloka sudah tak diragukan lagi. Setidaknya lebih dari 15 juta orang telah terbantu dengan adanya situs ini. Saya mencoba bertanya lewat salahsatu akun media sosial. Hmmm dari delapan teman yang sudah menggunakan aplikasi ini, semuanya mengatakan kalau Traveloka terpercaya, mudah, dan aman baik tiket kereta maupun pesawat. Jadi, sangat direkomendasikan ya. Maka layak Traveloka mendapat berbagai penghargaan, satu di antaranya yaitu Peringkat 1 Top Brand Award 2015 & 2016 kategori Situs Online Booking Tiket Pesawat & Situs Online Reservasi Hotel.

 

Pesan Tiket Attractions & Activities

Bagi seorang ibu dengan dua balita seperti saya paling malas kalau disuruh antri panjang ya kan? Kadang kalau terlalu lama si kecil mulai rewel karena gerah atau merasa tidak nyaman. Yang sulung tak mau kalah merengek-rengek tergiur tukang es krim yang setia menunggu. Tak jarang juga tukang balon atau mainan. Tentu sangat repot kalau antri tidak bergantian dengan ayahnya.

Seperti minggu-minggu kemarin, kami berlibur ke Ciater, Subang. Kami mengantri cukup lama karena weekend. Bungsu yang lagi senang-senangnya belajar berjalan merangsek minta turun dari gendongan. Begitu lepas langsung buncah kesana kemari padahal lagi ramai dan posisi jalan yang tidak rata sehingga sangat butuh perhatian. Si sulung mulai tergoda dengan penjaja es krim hingga harus dibujuk rayu supaya bisa mengendalikan diri. Pun anak yang bertipe cepat bosan itu sudah menunjukkan tanda-tanda ingin “kabur”.

Traveloka menawarkan solusinya untuk menghindari situasi rempong ala ibu rumah tangga seperti saya ini. Tinggal klik menu attractions & activities. Lalu pilih tujuan wisata kamu. Tinggal lakukan search di menu yang di sediakan atau memilih rekomendasi yang ditawarkan Traveloka, yang sedang trending baik di Indonesia maupun Internasional. Well… Traveloka juga menawarkan atraksi dan aktivitas di sekitar kamu sekarang, loh. Bisa saja kita yang sebelumnya belum tahu ternyata berminat dengan event atau destinasi tersebut. Liburan spontan tanpa rencana biasanya lebih seru.

Oke back. Saya mencoba mencari destinasi Bandung. Slide show panorama-panorama Bandung disertai deskripsi tentang kota ini sangat membantu pelancong yang belum menetapkan tujuan khususnya. Sangat lengkap dan banyak pilihannya dari wisata alam outdoor, indoor, dan atraksi atau event yang lengkap dengan detail informasinya. Detail ini juga menolong sekali bagi awam yang belum pernah ke kota tersebut. Ditambah bagian popular destinations sangat menggiurkan pasti ya. Tinggal dipilih yang sesuai budget dan tipe atraksi seperti apa, misalnya yang tujuannya menghibur diri sendiri, refreshing bersama keluarga, hingga bertualang. Di bagian bawah juga terdapat testimoni dari yang sudah berkunjung.

Testimoni dari  yang sudah berkunjung bisa jadi bahan pertimbangan untuk ke suatu destinasi.

Setelah dipikir-pikir, Miniapolis Paris van Java boleh juga dipilih sebagai tempat liburan yang menyenangkan bagi anak balita. Wahana permainan ini bisa menjadi sarana edukasi dan mengembangkan kemampuan motorik buat anak. Anak bisa bermain trampoline, net climbing, melukis dan mencoba kreavitas melalui handcrafting. Di bagian detail deskripsi dan review destinasinya sangat membantu saya untuk memutuskan, loh. Ada juga keterangan bagaimana transportasi ke lokasinya lengkap dengan map-nya. Jadi tidak perlu khawatir nyasar kan ya. Foto-fotonya juga banyak. Jam buka. Tiketnya mulai Rp 82.650,00/pax. Sehingga sudah jauh-jauh datang, sudah kehilangan uang kita tidak akan merasa tertipu. Sudah membaca semua temukan tiket dengan harga yang tidak akan berubah. Pilih tanggal dan jumlah wisatawannya. Book Now. Bayar. Selesai!

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Jadi menurut saya keunggulan pesan tiket wisata via Traveloka, di antaranya:
Pembelian tiket wisata yang instan. Di era digital yang mana semua serba online kemudahan, kecepatan, dan situs terpercaya akan selalu dicari. Traveloka sebagai Online Travel Agent (OTA) sudah membuktikannya. Meski begitu Traveloka dituntut untuk bisa mempertahankan bahkan meningkatkan performa dan melakukan inovasi-inovasi seiring dengan banyaknya pesaing di bidang serupa.

Paperless. Adanya tanda petir, artinya kita bisa tinggal menunjukkan e-voucher kepada petugas. Tak perlu mencetak tiket itu artinya menghemat waktu dan mengurangi produksi kertas yang berbahan baku dari pohon. Di sisi lain, isu degradasi hutan atau penyusutan luas hutan yang dan ajakan untuk berperilaku “hijau” membuat kampanye pengurangan kertas sangat “seksi”. Dengan menggunakan situs Traveloka yang tinggal menunjukkan kode booking tanpa harus mencetak tiket berarti kita ikut berpartisipasi dalam menjaga produksi hutan. Tahun 2030 diperkirakan 170 hektar hutan musnah untuk produksi kertas. Berperilaku paperless artinya kita ikut memperpanjang umur hutan sebagai penghasil oksigen yang sangat kita butuhkan kan ya.

Banyak pilihan attraction dan activities-nya. Traveloka menawarkan pilihan atraksi dan event di lebih 100 kota baik di dalam maupun luar negeri. Setiap mau liburan, suami selalu bertanya mau kemana? Dia tidak mau pergi tanpa rencana. Nah, banyaknya pilihan yang ditawarkan ini tentu sangat bermanfaat. Selain itu, banyaknya pilihan saat kita berada di suatu destinasi tentu membuat perjalanan dan traveling kita makin menarik. Lebih banyak yang kita lihat, pengalaman, pengetahuan, dan mengenal kekayaan budaya masing-masing daerah. Itu artinya semakin matang pribadi kita.

Deskripsi dan harga yang tak menipu. Untuk mendapatkan untung yang sebesar-besarnya terkadang dibuat iklan yang bombastis. Kadang juga dibuat penggambaran yang hiperbola. Namun, mem-booking destinasi melalui Traveloka dijamin tidak akan menyesal. Karena semua di deskripsi sesuai aslinya. Banyaknya foto yang real time juga sangat membantu kita memutuskan mengunjungi lokasi tersebut atau tidak.

Dengan segala kemudahan, kenyamanan, kecepatan, dan pelayanan yang prima kepada pelanggan pada akhirnya pengguna Traveloka #JadiBisa menikmati liburan bersama keluarga yang lebih quality time. Tidak sekedar hebring sana hebring sini, menguras energi, waktu, dan uang.

Saatnya berlibur akhir tahun bersama Traveloka.
Traveloka dulu, liburan akhir tahun kemudian.

blog-contest-jadibisa-extended-768x384

 

keterangan: gambar diperoleh melalui screenshoot di aplikasi Traveloka

Andalan
Diposkan pada Artikel, lomba blogging

Blok M Square; Tak Sekedar Nongkrong dan Belanja

Siang itu, saya sedang tidak mempunyai tujuan. Jakarta terik. Sinar ultraviolet bercampur dengan karbonmonoksida sisa pembakaran kendaraan bermotor yang hampir selalu padat. Tiba-tiba, saya teringat kata salah seorang rekan tentang pelukis sketsa wajah di Blok M Square. Sepertinya menarik. Segera meluncurlah saya ke sana bersama si skupi.

Selain di Blok M Square, pelukis sketsa ini bisa dijumpai di emperan-emperan ruko Harmoni mendekati Kota Tua. Namun, tentu saja alasan kenyamanan dan kemudahan parkir menjadi pertimbangan. Blok M Square juga merupakan salahsatu Trade Mall (TM) Agung Podomoro sehingga selain bercengkerama dengan para pelukis, kita bisa sembari shopping fashion, berburu buku baru maupun bekas, dan kulineran.

Di pelataran Blok M Square, para pelukis sudah menjajarkan karyanya. Sebenarnya, saya ini awam sekali soal lukisan. Dan, baru kali ini benar-benar dekat dengan lukisan dan perupa-nya. Seorang pelukis, yang kemudian saya kenal dengan nama Pak Suwardi tengah mencoretkan kuas di canvas. Tangannya menggoreskan tegas tapi tak ceroboh. Gambarnya sudah setengah jadi. Tampak sebuah muka, terdapat beberapa coretan di wajah tersebut. Di atas kepalanya bermahkota bulu-bulu unggas mungkin juga burung.

“Melukis wajah orang Dayak, ya, Pak?”
Ia tersenyum. Usai meletakkan kuas dan wadahnya, ia memutar bangku kursi pendeknya ke arah saya.
“Bukan, ini Apache.”
Pikiran langsung tertuju pada rokok. Bahkan, dulu saya pernah melihat poster-poster semacam ini dalam iklannya.
“Apache itu apa sih, Pak?”
“Ya, Dayak-nya Amerika. Suku Indian di Amerika.”

Kami semakin asik mengobrol. Darah Jawa yang sama di antara kami, membuat suasana semakin cair. Kemudian, datanglah seniman yang lain. Satunya sedikit formal dan berperawakan kecil adalah Pak Rip Dinar. Satu lagi bergaya khas pecinta reggae, berambut gimbal, topi rasta, kaos hitam kebesaran, memakai tas slempang rotan, dan dia seorang Dayak. Seniman lukis aliran surealis asal Balikpapan. Dialah Bob Borneo (almarhum). Wow, beruntunglah saya.

Walau baru kenal, ia begitu luar biasa. Umur yang lebih separuh abad membuatnya begitu bijak merangkul anak yang masih bau kencur ini. Kisahnya tidur di jalanan, melanglang buana dari satu daerah ke daerah lain, sebuah pengalaman yang saya pikir inilah mereka para pengejar passion sesungguhnya. Mereka berkarya bukan pekerja. Mereka sepenuh hati. Kalau mengutip Rene Suhardono, seorang Career Coach, great money follows great works, always.

Oya, kalau Temans tertarik untuk melukis sketsa wajah di sini bisa banget. Harganya dari ratusan ribu hingga jutaan tergantung kerumitan. Nominal yang sebanding dengan hasilnya tentunya, ya.

 

Saatnya Berburu Buku

Jika ditanya benda yang paling membuat saya gila adalah buku. Mempunyai uang lebih, larinya ke buku. Hampir setiap bulan, koleksi saya pasti bertambah. Buku yang saya sukai adalah novel perjalanan, buku motivasi atau inspirasi, dan ketrampilan merajut meski ada juga buku yang lain yang saya beli sesuai kebutuhan.

Di lantai B ini, tumpukan buku-buku membuat saya begitu antusias. Baik buku baru maupun bekas, kalau ingin mencari cepat tinggal bertanya kepada penjualnya. Tapi, karena saat itu saya tidak mempunyai rencana membeli buku apa, saya memutuskan membaca-baca terlebih dahulu. Ini bagus, itu bagus… rasanya ingin semua diboyong ke rumah. Tahan… tahan… hingga akhirnya tangan meraih buku rajutan, tentang replika makanan untuk souvenir. Covernya langsung membuat excited. Hmmm… yang mana… yang mana? Bibir saya komat-kamit sendiri sembari mata bolak-balik ke sana kemari melihat judul buku. Dan pilihannya, buku ketrampilan ini.

Karena di Jakarta saya lebih sering jenuh jadi saya harus bisa menyiasatinya. Salahsatunya dengan terus mengasah hobi merajut. Bosan-bosan menghasilkan karya, luar biasa kan? Dan, salahsatu wejangan Pak Bob Borneo yang akhirnya tahu saya suka merajut, katanya, sesuatu yang dibuat dengan tangan itu dibuat dari hati. Makjleb sekali ya.

IMG-20171130-WA0000-1
Buku Replika Makanan untuk Souvenir (dok. pri)

 

Temans, itu cerita saya tentang Blok M Square yang mengenalkan pada perupa-perupa hebat. Yang bagi saya merupakan salahsatu keunggulan trade mall milik Agung Podomoro ini. Kami bisa berbaur dan nongkrong asyik dengan yang lain. Bahkan, dengan mereka yang bergelut di sini. Tadinya, saya sendiri, tapi setelah dari Blok M Square, teman saya bertambah, bahkan usai dari situ saya diundang ke pelatihan melukis juga pamerannya, lho! Akhirnya saya jadi suka ke pameran lukisan atau sekedar melihat karya yang dipajang di emperan ruko.

Kalau kata saya, jangan takut sendiri. Elang itu terbang sendiri, begitu kata Bu Erni, salahsatu dosen ketika kuliah dulu. Yang penting percaya diri asal jangan over dan tetap rendah hati. Pertama saya hanya menunggui Pak Suwardi yang bahkan belum saya kenal namanya ketika sedang melukis, tapi akhirnya kami bisa menjalin pertemanan juga dengan temannya. Kedua, inilah yang saya kira bukan sekedar nongkrong tapi ada ilmu, ada hikmah dibaliknya.

Kelebihan lainnya yaitu terletak pada perbedaan antara trade mall dan mall. Selain brand produk yang dipajang, mungkin interaksi penjual dan pembelinya termasuk antar penjual atau antar pembeli. Di mall lebih ke sarat gengsi. Trade mall Agung Podomoro ini juga mewadahi para pelaku UKM agar berjaya di negeri sendiri. Sebab di trade mall space sewanya lebih kecil dibanding dengan mall jadi terjangkau oleh pengusaha kecil. Dengan memasarkan di sini, pelaku akhirnya bisa meningkatkan daya saing dan terus meningkatkan kualitas hingga naik kelas.

Blok M menganut one stop shopping. Artinya satu tempat bisa belanja banyak, dari fashion, elektronik, jam, aksesoris, dan buku seperti saya tadi. Harganya tidak terlalu menguras kantong. Fasilitas di sini juga oke, dari tempat parkir, musholla, toilet, ATM, dan lainnya. Tempatnya juga ramah anak, ada koleksi mainan dan wahana bermainnya. Jadi, Blok M Square ini bisa buat alternatif liburan juga. Mereka yang suka nongkrong, pecinta kuliner, seniman, pecinta buku, hobiis, shopping holic dari anak kecil hingga dewasa, tua maupun muda. Seru ya!

Noted nih. Buat kaum hawa seperti saya, yang satu ini tak bisa dilewatkan program undian, belanja untung. Undiannya sudah pasti menggiurkan, ya. Apalagi grand prize-nya itu lho Toyota Fortuner, belum lagi Apartemen PGV, sepeda motor, dan masih banyak lainnya. Program TM Vaganza 2017 ini masih berlangsung hingga 13 Desember 2017. Masih ada waktu kan?

Nah, Mall Agung Podomoro ini bukan hanya Blok M Square tapi juga tersebar di beberapa titik di Jakarta. Di antaranya Mangga Dua Square, Blok B Tanah Abang, Seasons City, Lindeteves Trade Center (LTC) Glodok, Harco Glodok, Thamrin City, Kalibata City, dan Kenari Mas. Ada juga di Balikpapan, The Plaza Balikpapan.

 

Bagaimana ke Blok M Square?

Blok M Square ini terletak di sebelah Terminal Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kalau menggunakan kendaraan pribadi, rambu dari dinas perhubungan sangat jelas kok tinggal mengikuti. Kalau naik transportasi umum bisa mencoba Transjakarta tinggal naik arah Blok M.

Cobain pengalaman kamu sendiri, yuk! Bagi cerita kamu ya, Temans ^^

 

Andalan
Diposkan pada Artikel

Seberapa Penting Akses Wifi Gratis bagi Smart City?

images wifi
Gambar Middlesbrough Council

Awal tahun 2000an baru segelintir orang saja yang mengenal internet. Saat itu bisa mengakses internet terbilang “wah”. Itupun kebanyakan diakses melalui warung internet (warnet) yang mulai menjamur. Handphone belum banyak yang mengandalkan internet kecuali sebagai fitur tambahan seperti email, mesin pencari, dan media sosial yang terbatas.

Mulai pertengahan dekade pertama millenium, masyarakat sudah mulai melirik laptop. Sekitar tahun 2010, modem mulai menjadi piranti wajib pemilik laptop untuk bisa mengakses internet secara gampang dan tak perlu kemana-mana. Internet gratis oleh pemerintah melalui Kominfo di kantor-kantor pemerintah juga gencar dibangun.

Meninggalkan sepuluh tahun pertama era millenial seperti itu juga warnet mulai ditinggalkan. Warnet-warnet yang sempat menjamur seperti disemprot pembasmi hama yang mulai jarang ditemukan. Hanya satu dua yang bertahan dengan inovasi dan mengubah menjadi game online. Kemudian masuklah era smartphone yang membuat internet kian mudah saja. Tua, muda, remaja bahkan anak-anak semua bisa mengakses tanpa batas asal mempunyai paket data.

Akses wifi yang tadinya hanya bisa dinikmati pemilik laptop kini juga menjadi incaran pemilik smartphone. Free wifi atau adanya hotspot berkembang pula menjadi salahsatu strategi bisnis menarik konsumen. Misalnya di tempat kuliner yang mana sembari bersantap bisa berseluncur ke dunia maya, di pusat-pusat perbelanjaan, dan hiburan. Wifi juga sudah hampir menjadi sebuah kewajiban di kantor-kantor publik maupun perusahaan baik milik pemerintah maupun swasta.

Sekitar tahun 2015, kemana-mana sebagian besar pemilik smartphone atau laptop, akan menanyakan, ada wifi-nya ga? Bahkan akses wifi gratis ini juga menjadi parodi salah satu iklan yang lucu dan menghibur.

Melalui akses internet, semua orang bisa saling terhubung tanpa batas. Di era digital, internet juga telah masuk ke berbagai lini kehidupan. Sekarang ini rasanya semua bisa dilakukan secara online. Di antaranya melakukan aktivitas sosial, mencari informasi, memesan layanan transportasi atau akomodasi, berbelanja online, streaming, melakukan transaksi perbankan maupun pembayaran tagihan, belajar, berkarya bagi sebagian orang, dan lain-lain.

Jadi, menurut saya akses wifi gratis di era digital ini sangat penting. Terlebih jika ini mendukung  keberhasilan smart city.

 

Posisi CBN Digital Nation

Screenshot (11)

Istilah hosting, server, Internet Service Provider (ISP) apa sih ini? Sama halnya dulu awal-awal mendengar internet, wifi, hotspot, apa sih itu? Namun, tentu sebagai generasi millenial meskipun sudah ibu-ibu tidak boleh tidak mengetahui. Apalagi jika memutuskan menjadi seorang blogger. Menjadi blogger walau belum profesional memaksa saya terus belajar mengenai istilah-istilah teknologi informasi, konten marketing, dan mengikuti perkembangan digital.

CBN Digital Nation merupakan salah satu pioneer Digital Service Provider (DSP) sejak tahun 1996. Perusahaan ini resmi menjadi DSP sejak 28 Oktober 2017 yang dilangsungkan di 23Paskal Shopping Centre. CBN Digital Nation menjamin kualitas kecepatan internetnya karena menggunakan fiber optik. Kecepatannya mencapai 1 Giga byte per second (Gbps) artinya bisa mengunduh file ukuran 1 GB dan 2 GB hanya dalam waktu 1 detik saja. Atau seperti membuka enam layar youtube full HD tanpa buffering alias lancar tak tersendat.

Wow… dengan internet sedemikian cepat tentu kita sebagai users terutama pecinta game online dan yang berkarya di bidang ini akan semakin dimanjakan. Tak cukup disitu, CBN Digital Nation dan Fiber Star bekerjasama dengan raksasa internet Google menghadirkan akses wifi gratis di beberapa kota di Indonesia. Awalnya Google Station ini diterapkan di India. Mengutip twitter @mobileworldlive, sebanyak 15 ribu users mengakses wifi Google Station di 150 stasiun kereta atau dengan kata lain 6,5 users per bulan. Di Indonesia, Google Station telah menghadirkan akses wifi gratis di spot-spot publik seperti di kota Bandung, Depok, dan Tangerang Selatan. Hal tersebut dilakukan dalam upaya mendukung smart city. Sebuah kota cerdas dengan kemudahan akses informasi bagi warga kotanya dan mendukung kampanye literasi digital di Indonesia.

Akses wifi gratis di ruang publik CBN Google Station yang ada di Bandung saat ini terdapat di tujuh titik. Mengutip twitter CBN Digital @di_cbn yaitu di RS Halmahera Siaga, Upside Down World, Taman Sempur (ini kalau tidak salah Bogor), Sudirman Street dan night market, RS Melinda 2, Sentosa Hospital, dan RS Muhammadiyah. Kalau saya melihatnya, akses wifi gratis ini tersebar di ruang publik seperti pelayanan kesehatan, pedestrian, dan ekonomi. Hal ini senada dengan konsep yang diusung CBN Digital Nation yaitu smart city dan integrated system.

Bagi pusat pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, kerjasama ini menghasilkan kualitas koneksi yang lebih baik. Artinya rumah sakit akan dapat memberikan pelayanan lebih optimal dengan pengurusan administrasi secara online. Pasien tidak perlu antri mendaftar sehingga begitu tiba bisa langsung tertangani dengan baik. Efektif waktu dan tenaga. Kemudian terbayang jika sudah tercatat sebagai member lalu kita bisa mengakses rincian biaya dan melakukan pembayaran secara online pula.

Seperti kata Walikota Bandung Kang Emil pada suatu kesempatan, anak muda Bandung suka nongkrong. Nongkrong-nongkrong kemudian terbentuk komunitas sehingga banyak komunitas kreatif di kota ini. Sebagai salahsatu kota yang telah mencanangkan smart city, kecepatan internet tinggi akan memudahkan anak-anak muda generasi “zaman now” yang membutuhkan streaming video Full HD dalam mencari dan menggali inspirasi, inovasi maupun kreativitas. Itulah pentingnya wifi gratis diberikan di tempat-tempat berkumpulnya anak muda seperti Upside Down World, tempat wisata terbalik yang kekinian. Di tempat wisata internet juga mendukung e-ticket.

Berjalan di pedestrian sebagai bagian gaya hidup kaum urban perlu didukung dengan gampangnya mengakses berbagai layanan internet seperti email, pemesanan transportasi online, pembayaran, dan jasa pengiriman makanan maupun barang lainnya. Masyarakat harus didorong dan didukung bersosialisasi di tempat publik terbuka yang nyaman. Misalnya di Jalan Sudirman yang sudah disediakan bangku-bangku di pinggir jalan. Adanya wifi gratis akan mendorong warga datang ke sini sehingga ada interaksi sosial dan perekonomian di sekitar. Jalanan kota bukan sekedar perlintasan kendaraan bermotor. Kota lebih humanis sebagai sebuah ciri lain kota cerdas.

Untuk mendukung e-commerce atau di sektor perdagangan maka tempat-tempat makan, kuliner perlu juga dilirik untuk diberikan akses wifi gratis. Sembari makan, di pedestrian, atau nongkrong, warga tetap bisa produktif dan berkarya. Terlebih saat ini pekerjaan di bidang digital ragam pilihannya dan sedang digandrungi mulai blogger, vlogger, youtuber, dan lain-lain.

 

Dens TV; Its Simply Entertaining

dens tv

Salahsatu inovasi lain CBN Digital Nation adalah aplikasi televisi berbayar melalui smartphone. CBN Digital Nation menghadirkan Dens TV sebagai layanan digital entertainment. Mengusung Its Simply Entertaining, Dens TV bakal menjadi salahsatu lifestyle generasi masa kini. Pengalaman baru dalam dunia hiburan dengan akses mudah cukup dalam genggaman. Sebuah new experience menonton televisi kapan saja dan dimana saja. Plus e-classroom sebagai ruang mendampingi anak SD belajar dan e-commerce yang memanjakan kaum hawa pada umumnya berbelanja online. Hmmm…

Kalau Temans mau mencoba bisa diunduh melalui playstore. Dens TV menyajikan saluran premium, televisi lokal, dan internasional. Mau menonton acara favorit tapi kok masih terjebak macet? Solusinya cukup dengan membuka Dens TV dari layar smartphone.

Selain saluran televisi yang bisa ditonton secara langsung. Banyak daftar film yang bisa disaksikan ketika mungkin sedang bosan menunggu. Pilihannya sangat banyak dari award winning, watch out, adrenalin rush, kartun lovers, dan asian/western movie. Film-film yang bisa juga ditonton bersama anak.

Lalu, saya mencoba bertanya pada diri sendiri, kalau bisa melihat televisi di rumah dengan layar besar, kenapa sih harus menyaksikan dari smartphone? Kembali pada uraian sebelumnya, ya, sebuah pengalaman baru dan bagian gaya hidup kaum urban sebagai generasi millenial. Mau itu sedang nongkrong, dalam perjalanan, kita bisa mengakses televisi dan tidak ketinggalan acara maupun update berita. Sebuah terobosan di bidang hiburan yang memanjakan bukan apalagi ditambah internet cepat?

 

CBN Blog Competition

 

Andalan
Diposkan pada Artikel, lomba blogging

Smartphone antara Kebutuhan dan Gaya Hidup

Ketika kita belajar ekonomi di sekolah dikenal tiga macam kebutuhan. Kebutuhan tersebut adalah kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Kebutuhan primer merupakan kebutuhan pokok setidaknya meliputi sandang, pangan, dan papan. Kemudian ditunjang dan dilengkapi dengan kebutuhan sekunder. Selanjutnya adalah kebutuhan tersier jika dua kebutuhan sebelumnya telah terpenuhi  yaitu kebutuhan akan kemewahan.

Di akhir tahun 1990-an dan awal millenium, ponsel termasuk kebutuhan tersier. Namun, hal tersebut semakin bergeser. Memasuki 10 tahun kedua millenium, seiring hadirnya posel pintar atau smarthone, telepon genggam rasanya bukan barang  “wow” lagi kecuali jika kita membicarakan tipe atau merek yang digunakan.

Saat ini, bisa dikatakan siapa sih yang tidak memiliki smartphone? Bahkan, di kota-kota besar tak jarang kita jumpai, satu orang memiliki lebih dari smartphone? Banyak alasan dari alasan memisahkan antara ponsel untuk personal dan bisnis hingga sekedar mengikuti gaya hidup “zaman now”-katanya.

Lalu bagaimana pengaruhnya dengan keluarga kita? Jika dulu orang tua memegang HP layar sentuh dibilang “nggaya” sekarang tidak lagi. Orang tua bahkan bukan golongan pejabat, pengusaha sekalipun sekarang sudah banyak yang memiliki HP. Pakde saya, sudah berumur kepala lima ke atas, soal smartphone jangan salah, bisa-bisa kita yang muda kalah. Dari strata sosial, dia bukan golongan kelas atas tapi urusan ponsel pintar tak boleh ketinggalan pun aplikasinya, dari facebook hingga sekarang booming instragam, dari era BBM sampai what’s app dan lainnya.

Telepon genggam diciptakan pada mulanya untuk mempermudah komunikasi hingga sekarang menjadi kebutuhan aktualisasi diri. Tanpa smartphone dengan jaringan internet tentunya, setiap orang bisa mengunggah aktivitas dan apa yang sedang dipikirkan, tentang kicauan, dan live gambar maupun video. Bayangkan saja, beberapa tahun yang lalu, kita rela antri di warung-warung internet hanya untuk update status facebook atau sekedar chatting via yahoo masenger atau membuka email dan browsing artikel untuk tugas bandingkan dengan sekarang, hanya dengan membuka telapak tangan dan tab layar semua terasa mudah dan cepat tanpa perlu kemana-mana.

Smartphone adalah kebutuhan, oke, tidak salah bagi yang membutuhkannya. Memiliki smartphone untuk lifestyle, boleh juga, tidak salah. Namun, yang penting diingat dengan segala kemudahan dan daya tarik smartphone alangkah baiknya jika kita menggunakan secara bijak. Terlebih pengaruh smartphone ini sudah masuk hampir  ke segala lini kehidupan termasuk anak saya yang masih balita. Setiap hal memiliki sisi positif dan negatif. Beruntunglah kita yang mampu mengoptimalkan sisi baiknya dan meminimalisir yang buruk.

Pertama. Smartphone tidak menggantikan peran sosial kita di masyarakat. Jangan sampai ada istilah, adanya smartphone menjadikan yang dekat menjadi jauh dan menjauhkan yang dekat. Pernah mengalami, sedang duduk berdua dengan teman tapi teman kita asyik sendiri dengan gadget-nya ditambah nyengar-nyengir sendiri lalu kita bagai obat nyamuk? Kadang ini pun terjadi antara saya dan suami, tapi tak segan di antara kami saling menegur jika salah satunya sudah mulai asyik sendiri dengan smartphone. Itulah pentingnya ketegasan bahwa di waktu keluarga tak boleh ada gadget terutama di depan anak yang masih balita.

Kedua. Menggunakan sesuai kebutuhan dan tujuan kita membeli smartphone. Misalnya tujuan ibu rumah tangga membeli smartphone adalah untuk online shop lewat media sosial. Jangan justru porsi besarnya untuk memposting status-status privasi yang berujung pada retaknya rumah tangga. bahkan saling bergosip lewat group maya. Selain juga hindari menyebarkan hoax atau kabar yang belum dicek kebenarannya, mengunggah status yang menyebarkan kebencian, pornografi, isu-isu SARA. Tidak mau kan karena status kita terkena UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Meskipun negara menjamin kebebasan dan kemerdekaan berpendapat tapi ada norma ada kaidah yang harus kita patuhi baik tertulis maupun tidak.

Ketiga. Menghindari memberikan hak milik smartphone pada anak sebelum umur yang disarankan. Dikutip dari The Asian Parent bos komputer dunia Bill Gates justru tidak memperbolehkan gadget sebelum usia 14 tahun. Dia bahkan tegas menolak ketika anaknya meminta gadget sebelum usia tersebut disaat teman-teman mereka sudah memiliki smartphone. Kenapa? Karena anak sudah belajar membedakan mana yang baik dan buruk. Sebelum usia itu, anak bisa dipinjami gadget dengan batasan waktu tertentu dan dalam pengawasan orang tua tentunya agar terhindar dari efek kesehatan maupun pengaruh negatif dari sisi mental dan sosial. Masa-masa emas seorang anak harus dilatih dan dirangsang motoriknya sebagai ibu jangan malas terus melatih kreativitasnya. Jangan karena anteng dengan smartphone, kita sebagai ibu jadi lalai dan malah asyik bermedia sosial juga. Ini juga tantangan tersendiri bagi saya sebagai seorang ibu.

Selalu bijak dengan smartphone yang sudah menjadi kebutuhan dan gaya hidup ya 🙂

 

 

 

 

Andalan
Diposkan pada Beauty

Merawat Kulit Wajah Turning Thirty

usia-30-jangan-lupa-untuk-memakai-skin-care-dengan-kandungan-ini

Jelang usia 30 tahun sebagian wanita mungkin mulai mempermasalahkan kulit wajah maupun bagian tubuh lainnya. Misalnya mulai adanya kerutan, bersisik, kasar, bercak hitam atau kulit menggelambir. Secara pribadi, saya tergolong wanita yang cuek soal perawatan kulit wajah atau tubuh ini. Namun, di tahun-tahun terakhir kepala dua ini, saya mulai risih juga dengan kulit yang cepat kering.

Saat membuka majalah lama, Kalawarta edisi September 2014 halaman 16-17, saya menemukan artikel melawan penuaan dini. Dulu sih masih cuek tapi karena tahun ini saya akan berkepala tiga jadi ya dilirik juga. Nah, berikut saya coba share point-point cara mencegah penuaan dini oleh Dokter spesialis kulit dan kelamin RS Cahya Kawaluyan dr. Meily Anggraeni, Sp. KK ya.

  • Menghindari paparan sinar matahari langsung secara berlebihan pada pukul 10.00-15.00. Terlalu sering terpapar sinar matahari dapat membuat kulit mengalami penuaan lebih cepat. Berkurangnya jaringan elastin dalam kulit menimbulkan kerutan serta bercak-bercak hitam pada daerah yang sering terpapar. Hmmm… baca bagian ini saya manggut-manggut, terjawab ya kenapa seiring bertambahnya umur atau mereka yang lebih banyak terkena sinar matahari terdapat bercak hitam. Kebanyakan yang saya lihat di wajah mungkin karena wajah tak terlindungi secara langsung. Top tips menggunakan tabir surya SPF 30, atau menggunakan pelindung topi atau payung.
  • Minum banyak air. Ini sepele tapi saya paling malas padahal manfaat minum air putih sangat banyak manfaatnya. Sekedar cerita di kehamilan pertama saat usia kandungan sekitar enam bulan saya kekurangan cairan ketuban. Untunglah segera terdeteksi saat USG. Penyebabnya kurang minum air. Jangan ditiru ya. Sedangkan untuk tubuh yang terhidrasi baik dengan banyak minum air akan menghindarkan dari kulit kusam dan kering. Bold buat saya 😀
  • Rajin membersihkan kulit wajah. Sembari mengingatkan diri sendiri sih, kalau habis pergi tuh, apalagi kalau sudah malam, bawaannya langsung pingin tepar malas mencuci muka padahal debu jalanan maupun kotoran banyak yang menempel. Terkadang membersihkan dengan air saja tidak cukup. Banyak kotoran, minyak, keringat, mikroorganisme, sel yang mengelupas dari kulit, dan polutan lainnya. Karenanya, kita bisa memilih sabun pembersih wajah yang aman dan lembut sesuai jenis kulit.
  • Menggunakan pelembab. Tujuan pelembab yaitu membantu meningkatkan dan mempertahankan hidrasi kulit, memperbaiki fungsi sawar kulit, dan melindungi lapisan kulit. Nah, saran dari dr. Meily tetap gunakan pelembab sesuai tipe kulit dan bagi yang sensitif gunakan pelembab hipoalergenik. Kalau saya lagi belajar memakai pelembab tapi itu tadi ga telaten haha…
  • Menggunakan krim malam. Krim malam digunakan pada malam hari dan sebaiknya digunakan mulai umur 30 tahun. Krim malam akan membantu kulit beregenerasi. Beberapa kegunaannya adalah menstimulasi produksi kolagen, menutrisi kulit, membantu kelainan hiperpigmentasi (contohnya bercak coklat dan hitam pada wajah), dan membantu mengurangi kerutan halus. Perhatikan ya krim malam akan berbeda pada Anda usia 20, 30-40, 50-60 tahun.
  • Mengonsumsi anti oksidan. Anti oksidan bisa didapatkan dengan mengonsumsi buah-buahan, biji-bijian, sayuran, dan ikan. Makan secara teratur setiap hari dapat melindungi sel tubuh dari radikal bebas dan melawan penuaan.
  • Menggunakan serum vitamin C. Vitamin C dapat membuat kulit lebih cerah karena menghambat pembentukan pigmen warna. Selain itu juga akan meningkatkan dan merangsang produksi kolagen kulit yang membantu mempertahankan elastisitas kulit sehingga mengurangi kerutan halus.
  • Menghindari kebiasaan tidak sehat. Kebiasaan minum alkohol dan merokok dapat mempercepat penuaan. Begitu juga dengan kurang tidur dan stres. Sehingga usahan tidur minimal delapan jam setiap hari agar tubuh dan otot lebih rileks.

Tipsnya sederhana ya, murah dan tidak mengeluarkan biaya mahal. Kuncinya disiplin dan jangan malas. Haduh jangan malas ya… Jangan sering coba-coba make up malah bisa merusak kulit wajah. Kembali lagi, baca dulu petunjuk dan aturan pakai, apakah cocok dengan kulit kita atau tidak? Sebab cocok untuk A belum tentu cocok untuk B.

Oke, semoga bermanfaat. Punya tips lain share juga, yuk 🙂

Andalan
Diposkan pada Artikel

Tips Lulus Passing Grade Ujian CAT CPNS

Hi…

Saya muncul lagi setelah agak lama vakum. Alasannya fokus mempersiapkan diri untuk ujian CAT. Salah satu tahapan mengikuti CPNS 2017. Usai dinyatakan lolos berkas administrasi peserta CPNS dipanggil mengikuti tahap berikutnya yaitu Tes Kompetensi Dasar (TKD) berbasis komputer secara online atau Computer Assisted Test (CAT).

Memang sih agak momok tersendiri TKD yang terdiri dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelejensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) ini ditambah beban passing grade yang lumayan. Sesuai Permenpan RB No 22 Tahun 2017 tentang nilai ambang batas TKD CPNS tahun 2017 yaitu TWK 75, TIU 80, dan TKP 143.

Jumlah soal TKD ini secara keseluruhan ada 100 soal terdiri dari TWK 35 soal, TIU 30 soal, dan TKP 35 soal yang dikerjakan dalam waktu 90 menit. TWK merupakan tes yang mengujikan wawasan kebangsaan bagi peserta CPNS yang meliputi empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). TIU mirip soal potensi akademik ujian masuk perguruan tinggi negeri sedangkan TKP semacam psikotes.

Sistem CAT diterapkan agar penerimaan CPNS jauh dari praktek PUNGLI, transparan, dan menjaring sumberdaya terbaik. Karena itu, usai mengikuti tes ini skore pun akan langsung keluar sehingga peserta akan mengetahui lolos passing grade atau tidak. Saya sendiri awalnya tidak mau melihat skore karena takut tidak lolos tapi begitu waktu habis soal akan menutup sendiri dan langsung keluar rekapitulasi data kita dan skore ujian. Tarara… Saya syok, kaget, dan langsung berucap alhamdulillah… Saya lolos dengan nilai tidak mepet-mepet banget mengingat persiapan saya yang ya…ibu rumah tangga dengan dua batita tanpa pengasuh…bisa dibayangkan^^

Nah, untuk yang akan mengikuti tes ini, berikut tips dari saya supaya bisa lolos juga ya.

  • Banyak latihan soal. Kalau fresh graduate mungkin masih manjur metode menghafal ya. Tapi kalau yang sudah bekerja atau seperti saya mungkin banyak latihan soal akan sangat membantu. Saya sendiri tidak membeli buku latihan soal CPNS. Namun, kebanyakan download dan belajar dari contoh soal SNMPTN milik adik. Latihan soal ini menurut saya lebih efektif karena kita bisa mengetahui berbagai model soal daripada menghafal. Kalau menghafal materi kita kan sangat luas berbeda dengan ujian sekolah atau kuliah yang sudah ditentukan materinya. Lagipula banyak blog yang memposting contoh soal-soal CPNS.
  • Sering ikut simulasi CAT BKN. Karena yang memfasilitasi Ujian CAT ini adalah Badan Kepegawaian Negara (BKN) maka jangan sungkan “menengok” website-nya ya. Kita bisa ikut simulasi CAT secara gratis hanya cukup mendaftarkan email dan mengisi nomor KTP. Saran saya jangan cuma sekali tapi berkali-kali. Sebab, soal antara simulasi pertama dan berikutnya berbeda meski ada beberapa yang sama. Simulasi ini akan membiasakan otak kita dengan sistem CAT dan tentunya mengetahui model soal. Jadi sewaktu dihadapkan dengan CAT yang sesungguhnya kita sudah terbiasa dan tidak gaptek atau shock terlebih dahulu. Setelah dinyatakan dipanggil TKD ada jeda dua minggu untuk ujian CAT. Saya melakukan simulasi CAT sebanyak lima kali dan tidak ada yang lolos passing grade wahaha…
  • Yakin Kamu adalah Pemenang. Ada suatu pepatah saya lupa lengkapnya, kurang lebih ketahui medannya, jika kamu sudah merasa yakin lawanlah, maka dalam setiap pertempuran kamu akan memenangkannya. Yakin adalah suatu upaya psikologis agar otak kita merespon hal yang sama dan berusaha mewujudkannya. Psikis dan Mental sangat penting dalam ujian CAT. Sugesti positif akan sangat membantu agar dorongan semangat dan berpikir lebih lancar saat mengerjakan soal. Berbeda dengan orang pesimis, soal mudah pun akan terasa rumit karena otak sudah diajak untuk berpikir negatif.
  • Minta Restu Orang Tua dan Suami (kalau sudah menikah). Sebelum ujian saya menelpon bapak untuk minta do’anya tak lupa tentu ibu yang pasti terlebih dahulu. Meski do’a ibu adalah mustajab, jangan sepelekan do’a ayah ya. Terkadang usai kita minta restu, ayah akan memberi wejangan dengan logika-nya berbeda dengan ibu yang cenderung menggunakan sisi emosi. Jadi agar seimbang otak kita dalam menerima nasehat dan tentu saja karena kita wajib berbakti pada ibu dan bapak bukan ibu saja. Ketika menikah, ridho Alloh jika suami ridho, dari sejak memutuskan ingin mendaftar CPNS, saya melibatkan suami. Toh, saya bekerja bukan untuk mencari nafkah apalagi menggantikan posisinya. Saya ingin mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku sekolah maupun kuliah atas jerih keringat orang tua saya agar berkah dan menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama dan bangsa. Juga ingin menjadi teladan bagi anak-anak saya. Beruntung, suami mengantar dan menunggui ujian, sebelum masuk ruang ujian saya kembali memohon doa darinya. Meresap banget lho ke hati dan sangat berperan dari sisi psikis. Terima kasih Ibu, Bapak, dan Suami senantiasa mendoakan yang terbaik bagi saya.
  • Pasrah dengan Yang Maha Kuasa. Setelah usaha dan ikhtiar telah dilakukan pasrah kepada Alloh SWT. Karena sepintar apapun kita, tanpa campur tangan-Nya, kita bukanlah apa-apa. Selalu memohon pertolongan dari-Nya dan mengingat-Nya dimanapun dan kapanpun kita berada. Sebelum ujian berdoa terlebih dahulu begitu pula setelahnya dan di sela-sela ujian, selalu berdzikir pada-Nya.
  • Manajemen waktu. Karena jumlah soal ada 100 dan waktu 90 menit berarti satu soalnya harus dikerjakan kurang dalam satu menit. Kerjakan yang mudah dulu. Lewatkan soal dengan paragraf panjang karena ini sangat memakan waktu. Sayang kan kalau waktu habis sebelum semua soal terbaca padahal bisa jadi setelah soal dengan paragraf panjang kamu bisa menjawab dengan jawaban yang benar. Terlalu lama di satu soal juga akan membuat kita bisa lebih panik begitu melihat waktu. Jadi kalau saya ya kerjakan yang mudah, baru berdasarkan tingkat kesulitan. Kalau mengerjakan paling sulit dulu takutnya energi kita keburu habis di soal tersebut dan malah soal yang mudah kita jadi kehilangan fokus dan tidak konsentrasi.

Semoga tips saya bermanfaat ya. Keep fight meraih impianmu. Jangan jadikan keadaan menjadi alasan yang menghalangi mewujudkan mimpi. Oia, salah satu teman saya yang lebih dahulu menjadi CPNS memberi nasehat, sing penting sinau, ga sinau, rugi, adoh-adoh, kesel awak (yang penting belajar, ga belajar rugi, jauh-jauh, capek badan). Kalimat itu menjadi cambuk bagi saya.

Meski sudah lolos, bukan berarti saya hip hip hura, karena saya masih harus menunggu dipanggil tes tahapan berikutnya, yaitu Tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Do’akan semoga saya dipanggil di instansti yang saya daftar ya, nanti saya akan share lagi pengalaman saya 😀

Ada yang ikut CPNS 2017 juga, share yuk!

Halten Geist!!!

Andalan
Diposkan pada Book Review

[Book Review] Meraih Mimpi dengan Beasiswa; Step be a Smart Mom

Siapa bilang ibu rumah tangga harus melupakan impiannya. Menjadi ibu bukan berarti lantas mengubur ambisi kita. Meneruskan jenjang ke pendidikan lebih tinggi, kembali ke karier, kenapa tidak? Buku ini dipersembahkan kepada siapa saja yang bertekad untuk maju lewat pendidikan. Saya ngacung!

Ibu merupakan madrasah pertama buat anak-anaknya. Jadi sangat penting menjadi ibu yang smart dan “melek”.

Ngomong-ngomong soal buku ini sebenarnya sudah pingin dari tahun lalu sejak rilis. Tapi harus tertunda dengan kelahiran anak kedua. Memang niat mau melanjutkan magister hihi…

20170922_094838-1

Judul:Meraih Mimpi dengan Beasiswa
Penulis: Abellia Anggi Wardani
Editor: Weka Swasti
Proof Reader: Herlina P Dewi
Desain Cover: Teguh Santosa
Layout Isi: Arya Zendi
Tebal: 228 halaman
ISBN: 978-602-7572-45-4
Penerbit: Stiletto Book

Blurb

Mendapatkan beasiswa merupakan impian banyak orang, karena dengan beasiswa, kita bisa menuntut ilmu di institusi-institusi terbaik di mana pun tanpa terbebani masalah biaya. Apalagi kalau beasiswa yang didapat tidak hanya memberikan kesempatan untuk menimba ilmu, tetapi juga untuk berkenalan dengan budaya-budaya bangsa lain.
Pasti seru!

Selain informasi seputar sumber beasiswa dalam negeri ataupun luar negeri, buku ini juga membahas A – Z persiapan mendapatkan beasiswa, di antaranya:

  • Checklist dokumen-dokumen yang diperlukan
  • Cara menulis CV yang menarik
  • Cara membuat surat motivasi dan surat rekomendasi yang baik
  • Cara menulis esai yang mencuri perhatian
  • Tip menjalani tes-tes di setiap tahap
  • Sampai, cara agar bisa survive di lingkungan baru dan lulus dengan predikat Cum Laude


Dituturkan dengan jelas dan detail oleh seorang penulis yang telah mendapat lebih dari 10 beasiswa, baik di universitas dalam negeri ataupun luar negeri. Penulis juga banyak membagi pengalaman pribadinya dalam buku ini, yang tentu saja akan membuat kalian lebih semangat lagi untuk mengikuti jejaknya.

 

REVIEW

Mengawali buku ini, penulis mengajak kita untuk percaya pada kekuatan keyakinan terlebih dahulu. Ya, faith. Seperti kata pepatah, apa yang kamu yakini itu yang akan terjadi. Sama halnya ketika kita akan apply beasiswa, kita harus yakin bahwa pengajuan beasiswa kita akan diterima.

Mengutip testimoni Icha Ayu yang juga penulis novel Distance dan Remember Paris terbitan Stiletto Book, “Once you apply for a scholarship, you already posses at least 99% of chance to win the scholarship.

Pengalaman dulu sih, banyak teman-teman yang bilang kalau mengurus beasiswa itu ribet. Harus mempersiapkan berkas-berkas persyaratan apalagi kalau harus ujian atau tes.

Membaca buku ini, kamu akan diyakinkan kalau mengurus pengajuan beasiswa bukanlah hal ribet tapi effort. Tidak ada sukses yang instant bukankah untuk mendapatkan sesuatu kita butuh perjuangan. Bahkan mengorbankan waktu dan tenaga kalau perlu materi. Tidak ada hasil yang mengkhianati usaha. Setuju, Mom?

Saat menempuh S1 saya pun mendapat beberapa beasiswa yang sangat membantu selama studi di Fakultas Kehutanan UGM. Di antaranya Branita Sandhini, Peningkatan Prestasi Akademik (PPA), dan Karya Salemba Empat.

Oiya, seperti kata Abel, beasiswa bukan melulu karena kita tidak mampu tapi karena prestasi. Jadi jangan minder kalau mau mengajukan atau menerima beasiswa, lihat beasiswa apa dulu donk? Kita boleh sombong kok dengan beasiswa karena prestasi akademik maupun non akademik kita.

Begitu juga saat sudah berstatus ibu, saya sempat ragu untuk sekolah lagi. Namun, seorang “kakak” menyemangati saya. Justru pengalaman ibu rumah tangga belum tentu dimiliki mereka yang sama-sama kuliah. Ini bisa menjadi poin plus karena tantangannya berbeda, pengalamannya pun berbeda apalagi sudah pernah bekerja juga. Up…up…wake up!

Namun, yang penting diingat ketika sudah berstatus menikah, suami dan anak adalah yang utama. Sebelum memutuskan apapun sebaiknya meminta pertimbangan terlebih dahulu. Jangan sampai beasiswa sia-sia karena mundur ditengah jalan seperti ibu 35 tahun dengan dua anak kenalan Abel yang tak bisa melanjutkan magister karena satu dan lainnya seperti shock culture dan musim.

Untuk menyiasatinya, tak harus ke luar negeri, perguruan tinggi di Indonesia juga sudah banyak yang berkualitas bagus. Kita tinggal mengecek di internet mengenai akreditasi dan world ranking-nya.

Dalam buku ini, Abel juga memaparkan tes-tes bahasa asing dan tes potensi akademik yang wajib jika ingin menyeberang benua. Mulai dari gambaran tes hingga tips mengerjakan. Di lampiran, terdapat contoh curriculum vitae, motivasi, dan esai yang kerap dibutuhkan pemburu beasisw termasuk saya, baik banget ya Abel.

Baca sendiri dech, kamu bakal merasakan gigihnya Abel untuk mendapatkan beasiswa hingga lulus cumlaude tanpa harus meninggalkan pergaulan. Ke luar negeri juga tetap bisa traveling di sela studi dan mendapatkan pengalaman bekerja. Seru banget! Buku ini jauh dari kesan menggurui, tutur sangat ramah seperti warna tosca sampulnya, simple tapi tetap elegan dan cerdas.

Sukses untuk Abelia Anggi Wardani yang konsent pada bidang budaya dan wisata 🙂

 

 

 

 

 

Andalan
Diposkan pada Football lover

[Persib Day] Bermain Imbang; Persib Bandung 0 – 0 Bali United

Ezechiel Endouasel hampir saja membuat bobotoh bersorak sorai di menit ke 81 andai saja tendangannya tidak melenceng. Jingkrak kemenangan harus ditunda kembali usai Persib Bandung bermain imbang saat menjamu tamunya Bali United di pekan ke -25 Liga 1 Gojek Traveloka.

eci-persib vs bali united 1
Foto: Darma Legi || Galamedia

Laga yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung (21/9) berlangsung dalam tempo sedang. Sejumlah peluang diciptakan oleh kedua tim. Di babak pertama Persib Bandung melalui Achmad Jufriyanto menciptakan peluang namun tendangannya masih berhasil diamankan penjaga gawang Wawan Hendriawan.

Di babak kedua maung bandung tercacat beberapa kali menciptakan peluang. Umpan yang diterima belum bisa dimaksimalkan oleh Ezechiel untuk membobol kesebelasan Serdadu Tridadu. Irfan Bachdim yang mencari celah pun tak bisa mencuri tiga poin tandang.

Berikut beberapa moment yang diabadikan lewat fotografer Galamedia, Darma Legi.

eci-persib vs bali united 3
Pemain Persib Bandung Raphael Maitimo (kanan) berusaha menyontek bola yang berusaha ditangkap penjaga gawang Bali United
eci-persib vs bali united 4
Pemain Persib Bandung Henhen Herdiana (kiri) berusaha berebut bola dengan pemain Bali United
eci-persib vs bali united 5
Pemain Persib Bandung Ezechiel Endouasel (kanan) berusaha melewati hadangan pemain Bali United

 

Susunan Pemain:

Persib Bandung:
Muhammad Natshir (PG); Achmad Jufriyanto, Henhen Herdiana, Vladimir Vujovic, Wildansyah, Dedi Kusnandar, Febri Haryadi, Kim Jeffrey Kurniawan, Raphael Maitimo, Shohei Matsunaga (Atep-72), Ezechiel N’Douassel.

Bali United:
Wawan Hendrawan (PG); Agus Nova Wiantara, Ahn Byungkeon, Fadil (C), Hasim Kipuw, Ricky Fajrin, Nick Van Der Velden (Stefano Lilipaly-52), Taufiq, Irfan Bachdim (I Gede Sukadana-88), Marcos Flores (Yabes Roni-71), Sylavo Comvalius

Andalan
Diposkan pada lomba blogging

Menemukan Makna Keluarga di Tanah Dayak

Rumah adalah sangkar yang mengekang. Bukan rumahku istanaku. Begitu lulus kuliah dan diterima bekerja di Tanah Dayak rasanya begitu buncah. Akhirnya, saya gadis yang dimanjakan keluarga akan terbang bebas, begitu pikir saya kala itu.

Niat utama perjalanan saat itu memang bukan untuk traveling. Namun, melintas Laut Jawa ditempuh untuk bekerja di perusahaan perkayuan di Kalimantan Barat. Saya menganggapnya tak sekedar bekerja karena saya akan menemukan banyak hal baru. Tempat-tempat baru, budaya baru juga teman-teman yang baru. Inilah perantauan pertama bagi saya.

Pontianak bukan sekedar kota tugu khatulistiwa berada. Titik nol derajat yang membelah bumi menjadi dua bagian yaitu lintang di sebelah utara dan selatan. Bukan juga tentang Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia. Panjang totalnya mencapai 1.143 kilometer. Panjangnya melebihi dari dua kali Bengawan Solo sungai terpanjang di Jawa. Airnya mengalir melintasi 12 kabupaten/kota dengan panjangnya 548,53 kilometer.

FB_IMG_1504471598557
Menyaksikan Kulminasi di Tugu Khatulistiwa, 2012 (dokpri)

Bergaul dengan kawan-kawan baru dengan latar belakang suku, agama, dan budaya yang berbeda membawa saya pada sebuah pemahaman baru akan rumah. Dari pulau yang berbeda ini justru saya menemukan makna keluarga. Mereka yang selalu menerima dan menyayangi kita apa adanya. Tulus tanpa pamrih meski kita berbuat salah. Terutama kedua orang tua kita.

Dalam perantauan ini saya juga mendapatkan keluarga baru. Keluarga yang membuka pintu rumahnya dengan terbuka. Mereka yang merangkul saya meski kami berbeda suku dan agama. Inilah indahnya bhineka. Walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Rumah bukanlah sangkar tapi tempat yang paling dirindukan. Mungkin memang tak megah tapi tempat bentangan kasih sayang tercurah. Inilah salahsatu hikmah kita melakukan perjalanan. Bukan sekedar hura-hura tapi ada makna lebih dalam, semakin mengenal diri, menjadi pribadi yang lebih matang, dan tahu kemana kita harus pulang. Sebab, keluarga selalu menunggu kita.

Usai melakukan perjalanan, beberapa orang juga terinspirasi untuk melahirkan buku. Karya untuk melestarikan apa yang didapat dari perjalanan. Pengalaman untuk belajar bagi orang lain. Misalnya, Junianto Herdiawan dengan buku Shocking Japan, Trinity dengan The Nacked Traveler, Hanum Salsabila Rais dengan 99 Cahaya di Langit Eropa. Saya pun terinspirasi menulis buku dari hasil perjalanan ini, Halimun; Seberkas Cahaya di Tanah Dayak. Terinspirasi dari perjalanan yang juga menjadi salah satu pemenang Publisher Search Author (PSA) 2 Grasindo.

FB_IMG_1504471551375
Novel Halimun, 2014

 

Dengan Skyscanner Perjalanan Jadi Mudah

Jarak tak perlu lagi menjadi rintangan. Kemanapun di seluruh penjuru dunia bisa ditempuh singkat. Skyscanner akan membantu membawa pada keluarga yang membesarkan saya di Yogyakarta. Lalu, di lain kesempatan saya akan kembali bersilaturahim ke rumah Dayak di Landak, Kalimantan Barat. Skyscanner akan membantu mencari tiket pesawat murah. Membandingkan dengan beberapa tiket promo yang lain sehingga kita bisa memilih yang pas dengan kebutuhan kita. Ada juga bulan murahnya, loh!

Screenshot_2017-09-04-03-25-59-1
Screenshot contoh pencarian tiket pesawat

Sembari mengunjungi rumah “keluarga baru” yang ditempuh empat jam dari Kota Pontianak tersebut. Kami bisa mencari hotel untuk sekaligus berwisata ke kota yang bagi saya banyak huruf China-nya ini. Di beberapa kesempatan saya memang kerap menjumpai orang mengobrol dengan bahasa Mandarin. Toko-toko dengan tulisan China besar-besar. Wajah-wajah etnis Thiong Hoa, sekilas saya merasa telah meninggalkan Indonesia. Tapi tidak, kami tetap menyatu dalam perbedaan dan saling menghargai.

Tanpa perlu merepotkan orang lain lewat Skyscanner kita juga bisa mencari tempat sewa mobil di bandara maupun kota. Transfer bandara juga gampang dengan berbagai pilihan kendaraan. Niat dan rencana perjalanan Temans pun tak berantakan.

Hmmm… satu lagi, kalau kamu pernah membaca atau tahu buku Meraih Mimpi dengan Beasiswa karya Abellia Anggi Wardhani, dia merekomendasikan Skyscanner lhoh. Apa hubungannya beasiswa dengan situs Skyscanner? Bagi Temans yang menerima beasiswa ke luar negeri tentu jangan melewatkan kesempatan traveling juga yah. Walaupun biaya kuliah dari beasiswa tapi bukan berarti tidak bisa menyiasati untuk aktivitas yang satu ini. Menghilangkan rasa jenuh dari rutinitas perkuliahan dan ya untuk oleh-oleh cerita sekembalinya ke tanah air. Bahwa Temans sudah melintas beberapa negara tidak hanya berkutat di kampus dan perpustakaan. Kata Abel, website Skyscanner akan membantu membandingkan harga dari berbagai maskapai di seluruh dunia dan membantu mencari harga yang paling murah.

Sudah coba Skyscanner belum? Tidak usah bersusah menunggu promo karena Skyscanner selalu ada bulan termurah. Belum yakin coba klik video berikut. Cusss traveling cerdas dan hemat ala Skyscanner, yuk 🙂

 

 

Temans mempunyai inspirasi atau ide kreatif usai melakukan perjalanan? Tuliskan juga kisahnya, siapa tahu Kamu yang beruntung dapat voucher tiket pesawat ke berbagai kota pilihan kamu. Cek Kompetisi Blog Aha Moments di sini yah ^^

 

#ahaskyscanner #skyscannerindonesia

 

 

 

 

 

Andalan
Diposkan pada ODOP

Hari Arofah

Hari Arofah setiap tahun jatuh pada 9 Dzulhijjah Kalender Hijriyah. Tahun ini hari arofah bertepatan dengan tanggal 31 Agustus 2017. Disebut hari arofah karena pada hari ini seluruh umat Muslim yang sedang menunaikan ibadah haji melakukan wukuf di Padang Arofah. Muslim yang tidak berhaji disunnahkan berpuasa.

Karenanya, puasa sehari jelang hari raya Idul Adha ini disebut Puasa Arofah. Cara berpuasanya sama yaitu menahan diri dari lapar dan haus sejak subuh hingga maghrib hanya niatnya berbeda yaitu niat puasa sunnah arofah. Hal-hal yang membatalkan puasa wajib juga membatalkan puasa sunnah.

Puasa arofah dilaksanakan mengiringi mereka yang tengah wukuf. Wukuf merupakan puncak ibadah haji dan sarat sahnya rukun Islam yang kelima ini. Seluruh Muslim dari segala penjuru dunia berkumpul di siang hari di Padang Arofah yang gersang dan tandus untuk berdiam diri berfokus pada Alloh SWT. Wukuf merupakan contoh miniatur padang mahsyar tempat dibangkitkannya dan dihimpunnya manusia setelah kematian untuk mempertanggungjawabkan kehidupannya. Apakah akan menerima buku catatan amal dari tangan kanan atau kiri?

Terbayang panasnya sengatan matahari dan pantulan gurun sehingga yang tidak berhaji disunnahkan berpuasa agar bisa turut merasakan sedangkan yang tengah berhaji haram puasa.

gambar-arafah-dari-udara
Wukuf di Arofah (daftarhajiumroh.com)

Apa-apa yang diperintahkan oleh Alloh SWT pasti mengandung hikmah. Begitu pula dengan puasa sunnah arofah, HR Muslim menyebutkan, “Puasa Arafah bisa menghapuskan dosa setahun lalu dan setahun yang akan datang.” Sebagai Muslim yang senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan tentu tidak ingin melewatkan waktu-waktu seperti ini bukan? Sayang sekali tahun ini saya tidak bisa berpuasa karena sedang menyusui dan kondisi anak sedang sakit. Kata guru ibadah SMA saya dulu, kalau yang tidak sahur dan belum makan boleh terus diniatkan puasa.

Saat berpuasa, doa kita mustajab. Banyak-banyak berdoa untuk kebahagiaan dunia dan akherat serta dijauhkan dari siksa neraka. Berdoa untuk apa yang kita butuhkan.

Selain itu hikmah lain puasa sunnah sebelum Hari Raya Idul Adha adalah dianugerahi kemuliaan oleh Alloh. Di antaranya keberkahan dalam hidupnya, dihapuskan dosanya, dilipatgandakan amalnya, dijamin rumah tangganya, dimudahkan kematiannya, diterangkan kuburnya, diberatkan timbangan kebaikan, diselamatkan dari kejatuhan kedudukan di dunia, dan dinaikkan derajatnya di sisi Alloh SWT (sumber klik di sini).

Temans puasa tahun ini? Semoga bisa mengambil hikmahnya bukan hanya mendapat lapar dan haus saja. Dan, semoga suatu hari kita yang wukuf di Padang Arofah memenuhi panggilanNya.

Amiin…

“labbaikallaahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wanni’mata laka wal mulk laa syariika lak.” (Aku datang memenuhi panggilan-Mu Ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan-Mu tiada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala nikmat dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, dan tiada sekutu bagi-Mu)

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Andalan
Diposkan pada Football lover, ODOP

Pembuktian Garuda Muda; Indonesia 3 – 1 Myanmar

IMG_20170830_065355
Pic: @TabloidBola

Medali perunggu disumbangkan cabang olahraga sepak bola SEA GAMES 2017 usai mengalahkan kesebelasan Myanmar. Indonesia unggul 3 – 1 atas myanmar di laga penentuan posisi ketiga (29/8). Gol tersebut dicetak oleh Evan Dimas Darmono, David Maulana, dan tendangan berkelas Rezaldi Hehanusa di babak kedua.

Di babak pertama tim nasional Indonesia tampil kurang meyakinkan. Anak asuh Luis Milla ini bahkan kecolongan satu gol terlebih dahulu lewat Than Paing di menit 22. Indonesia terus berusaha menyerang tapi gagal.

Di babak kedua Ezra masuk menggantikan Marinus. Para pemain garuda muda menunjukkan kualitasnya. Gol balasan tercipta melalui tendangan Evan Dimas di menit 55. Tak lama berselang, Garuda Muda memimpin lewat Septian David Maulana di menit 59. Indonesia muda kembali menggandakan gol di menit 77 melalui Rezaldi Hehanusa. Skor bertahan hingga pertandingan dihentikan wasit.

Indonesia memastikan posisi ketiga usai menjadi runner up group B. Hasil imbang 1-1 saat meladeni Thailand di laga pembuka. Unggul 3-0 atas Philipina. Menang tipis 1-0 dengan Timor Leste. Berbagi angka 0-0 dengan Vietnam. Dan, memastikan lolos ke semifinal usai mengalahkan Kamboja 2-1.

Sayang laga Indonesia terhenti di semifinal setelah tumbang 0-1 melawan Malaysia. Tim Harimau Malaya pun gagal meraih emas. Thailand keluar sebagai juara pertama SEA GAMES 2017 di ajang sepak bola unggul 1-0 atas Malaysia. Thailand unggul karena own goal pemain Malaysia Haziq Nadzli pada menit 39.

Terima kasih kepada seluruh punggawa Garuda Muda. Para pemain dengan segenap jiwa dengan lambang garuda di dada telah memberikan permainan terbaik. Menang dan kalah adalah keharusan dalam setiap pertandingan. Yang kalah harus sportif dan yang menang tak boleh jumawa. Evaluasi dan terus meningkatkan kualitas agar mimpi mendapatkan emas lewat cabang ini bisa segera dipenuhi.

Susunan Pemain Timnas U-22 Indonesia melawan Myanmar:

Indonesia (4-2-3-1): Satria Tama; Gavin Kwan Adsit, Hansamu Yama, Andy Setyo, Ricky Fajrin; Muhammad Hargianto, Evan Dimas; Osvaldo Haay, Septian David Maulana, Febri Hariyadi; Marinus Wanewar

Pelatih: Luis Milla

Myanmar (4-4-2): Sann Sat Naing; Nan Wai Min, Htike Aung, Thiha Htet Aung, Hein Thiha Zaw; Hlaing Bo Bo, Si Thu Aung, Mg Mg Lwin, Yan Naing Oo; Aung Thu, Than Paing.

Pelatih: Gerd Zeise

 

#ODOP #BloggerMuslimah Indonesia

 

 

Andalan
Diposkan pada ODOP

Menemukan Passion

Passion selalu menjadi perbincangan menarik. Sebagian orang peduli sebaliknya sebagian yang lain “mengalir saja”. Mereka yang peduli dengan passion akan rela mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran. Mereka juga bahkan berani keluar dari zona nyaman termasuk mengundurkan diri dari pekerjaan yang sedang digeluti.

Passion merupakan suatu gairah yang membawa kita melakukan sesuatu hal tanpa beban. Bahkan jika tidak dibayar sekalipun. Passion bukan hanya sekedar hobi. Kalau kata Rene Suhardono dalam buku Your Job is Not Your Career, passion adalah It is (NOT) what you’re good at. It is what you enjoy the most (hal. 56).

passion-758x512
Grafis:  Inovasee

Dorongan untuk mencari passion ini mungkin paling terasa saat kita sudah bekerja. Ada kalanya kita akan merasa jenuh, tidak mampu, dan ingin keluar dari pekerjaan. Namun, sebelum buru-buru memutuskan pindah kerja atau alih profesi, cobalah untuk menarik diri sejenak dari rutinitas pekerjaan. Bisa dengan mengambil cuti dan rekreasi di alam terbuka atau sesuai kesenangan. Setelah kembali Temans lebih fresh atau tetap masih tidak semangat bekerja?

Mencari mentor. Saya pernah merasakan kegalauan yang lur biasa saat menjadi karyawan. Berbicara uneg-uneg dengan senior bisa sangat membantu kita melihat gambaran pekerjaan dari kacamatanya yang sudah pengalaman. Nah, untuk topik-topik seperti ini lebih baik hindari mengobrol dengan teman sebaya karena biasanya emosinya sama dan pengalamannya relatif sama. Nanti malah jadi kompor-komporan. Tapi bukan berarti tidak boleh mengobrol sama sekali yang penting bisa saling mengendalikan diri.

Membaca buku tentang passion. Novel tentang passion yang juga berpengaruh terhadap hidup saya adalah 23 Episentrum karya Adenita Priambodo. Setelah membaca buku tersebut saya mendapat keberanian lebih untuk memutuskan pekerjaan impian. Sebab, berkarya itu bisa lewat banyak hal. Kemudian buku Career Coach Rene Suhardono yang sudah saya kutip di atas. Membaca buku itu sangat penting bagi saya karena kita belajar dengan pengalaman orang lain. Kita akan semakin kaya dan terus belajar.

Dengarkan suara hati. Ada orang yang bingung dengan suara hatinya sendiri. Kalau waktu saya biasanya untuk mendengarkan suara hati adalah sepertiga malam terakhir usai shalat tahajud. Setelah kita melepaskan beban hati kepada Sang Pencipta, kita bisa mengambil jeda sejenak, tidak langsung berdiri. Tanyakan ke dalam diri apa-apa yang mengganjal di hati. Hening dan sunyi biasanya kita akan banyak mendapat inspirasi. Selain itu, cara saya mencari apa yang dicari adalah naik gunung. Saat sampai di puncak tak sekedar pongah dan berfoto tapi merenungkan apa yang sudah dan akan kita lakukan di bawah sana. Perjalanan terjal dan susah akan semakin membuat kita menghargai perjuangan. Tidak ada yang instan.

Bagi saya passion adalah terus berproses termasuk blogging apakah passion saya? Atau sekedar me time atau untuk mencari uang?

Pada akhirnya ketika kita belum bisa do what you love adalah love what you do. Berkarya sepenuh hati.

Kalau Temans sudah menemukan passion atau masih mencari? Share juga, yuk! 🙂

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Andalan
Diposkan pada ODOP

Tips Aman Berkendara

Peningkatan infrastruktur jalan raya dan mudahnya mendapatkan kendaraan pribadi membuat akses lalu lintas kian padat. Selain juga kebutuhan masyarakat akan transportasi untuk ke tempat kerja. Ketidak hati-hatian di jalan dan kurangnya pengetahuan berkendaraan di jalan raya kerap mengakibatkan kecelakaan. Kecelakaan berlalu lintas termasuk sepuluh besar penyumbang penyebab kematian di Indonesia.

Menurut data Kepolisian, di Indonesia, rata-rata 3 orang meninggal setiap jam akibat kecelakaan jalan. Data tersebut juga menyatakan bahwa besarnya jumlah kecelakaan tersebut disebabkan oleh beberapa hal. Di antaranya, yaitu :

  1. 61 % kecelakaan disebabkan oleh faktor manusia yaitu yang terkait dengan kemampuan serta karakter pengemudi,
  2. 9 % disebabkan karena faktor kendaraan (persyaratan teknik laik jalan) dan
  3. 30 % karena faktor prasarana dan lingkungan.

Karenanya banyak tips dan panduan dari pihak terkait untuk keselamatan di jalan raya. Berikut tips dari Kementerian Perhubungan RI supaya Teman-teman selalu aman berkendara karena #SayangiNyawa itu penting.

1. Mempertimbangkan waktu mengemudi

Sayangi-Nyawa-8

2. Melengkapi mobil dengan penghapus kaca yang sesuai persyaratan

Sayangi-Nyawa-7

3. Menggunakan sabuk keselamatan

Sayangi-Nyawa-6

4. Sepeda motor tidak diperkenankan membawa penumpang lebih dari satu

Sayangi-Nyawa-5

5. Dilarang menumpang kendaraan angkut barang

Sayangi-Nyawa-4

6. Menggunakan helm SNISayangi-Nyawa-3

7. Melakukan uji laik jalan untuk mobil pengangkutan umum

Sayangi-Nyawa-1

Demikian tipsnya, semoga bermanfaat. Jangan lupa pastikan kondisi fisik anda sedang sehat dan tidak mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan yang tidak direkomendasikan.

Sumber infografis: Kominfo

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

 

Andalan
Diposkan pada Football lover, ODOP

#TimnasDay Fighting Spirit Sang Garuda, Malaysia 1 – 0 Indonesia

Semifinal sepak bola di ajang SEA GAMES 29 2017 menyajikan laga klasik antara tuan rumah Malaysia dan Indonesia (26/8). Harimau Malaya langsung berinisiatif menyerang dan memborbardir pertahanan Garuda Muda. Permainan kedua negara serumpun ini pun berlangsung dalam tempo cepat.

Penjaga gawang Indonesia Satria Tama beberapa kali menyelamatkan gawang dari kebobolan. Ezra dan yang lain pun kerap mengancam gawang Tim Malaysia. Hingga babak pertama berakhir, skor masih kacamata.

Di babak kedua, pertandingan masih berlangsung dalam tempo cepat. Baik Febri Haryadi, Evan Dimas, kerjasama antar pemain mampu menciptakan peluang. Gol yang dinanti-nanti publik Merah Putih masih nihil. Ezra yang bermain sejak menit pertama digantikan oleh Osvaldo Haay. Osvaldo dengan gaya permainannya mampu menyulitkan pertahanan Malaysia. Namun, keberuntungan berpihak pada Tim Nasional Malaysia. Lewat top skorer Malaysia, berawal dari menyambut sepak pojok Thanabalan, gawang Indonesia robek jelang menit akhir babak kedua dibunyikan.

Indonesia masih berusaha memanfaatkan waktu tersisa. Osvaldo Haay dijatuhkan di kotak pinalti tapi tak dianggap pelanggaran oleh wasit asal Sri Lanka. Tambahan waktu lima menit tak mengubah skor. Malaysia melaju ke final yang ditunggu Thailand. Mimpi emas Indonesia pupus di Stadium Shah Alam.

IMG_20170827_071136
Timnas Indonesia (Foto: twitter @TabloidBola)

Walaupun hasil pertandingan tak sesuai harapan, perjuangan dan semangat para punggawa Timnas di lapangan hijau pantas diacungi jempol. Meski berada dibawah tekanan suporter tuan rumah, mereka tetap menampilkan permainan terbaik. Dalam pertandingan memang harus ada yang menang dan yang kalah, pemain dan suporter serta segala pihak terkait harus sportif.

Kekecewaan anak asuh Luis Milla tidak boleh berlarut-larut. Kekalahan harus menjadi evaluasi. Segera bangkit karena masih ada pertandingan perebutan juara ketiga. Indonesia ditunggu Myanmar, Selasa 29 Agustus 2017 pukul 15.00 WIB.

Screenshot_2017-08-27-07-09-08-1

Susunan Pemain

Malaysia XI: Haziq, Davies, Adib, Safawi, Nor Azam, Adam Nor, Kumaahran, Thanabalan, Syamer, Syazwan, Irfan

Indonesia XI: Satria Tama, Putu Gede, Andy Setyo, Ricky Fajrin, Rezaldi Hehanusa, Evan Dimas, Hanif Sjahbandi, Septian David Maulana (Saddil Ramdani), Febri Hariyadi, Yabes Roni, Ezra Walian (Osvaldo Haay)

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

 

Andalan
Diposkan pada lomba blogging, ODOP

Jogja Miniatur Indonesia

Daerah Istimewa Yogyakarta atau lebih dikenal dengan Jogja maupun Yogyakarta. Luasnya 1,26% wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun, menurut saya lewat Jogja kita bisa melihat Indonesia. Bolehlah saya mengatakannya Jogja, miniatur Indonesia.

Kenapa saya bisa mengatakannya demikian?

  • Bentang alam. Yogyakarta memiliki topografi dari laut hingga gunung. Layaknya ring of fire Kepulauan Indonesia, gunung teraktif di Indonesia ada di Yogyakarta tepatnya diperbatasan Sleman dan antara kabupaten di Jawa Tengah yaitu Boyolali, Klaten, dan Magelang. Palung laut yang berbahaya juga terdapat di Parangtritis. Pantai yang terkenal akan gulungan ombaknya yang besar. Di kawasan pantai ini kita juga bisa menyaksikan sand dune, satu-satunya gumuk pasir di Asia Tenggara. Fenomena alam yang terbentuk dari pasir merapi yang tertiup embusan angin Samudera Hindia. Sungai yang membelah Jogja, Sungai Code, Gadjah Wong hingga Kali Progo. Dari topografi dengan tanah aluvial yang datar dengan tingkat kesuburan tinggi, Jogja khususnya Gunung Kidul merupakan kawasan karst. Surga bagi para pecinta geologi, geografi, dan mereka yang tertarik pada teori pengangangkatan lautan menjadi daratan di muka bumi.
  • Budaya. Sudah tidak diragukan lagi, adanya kraton Yogyakarta Hadiningrat menyebabkan kota ini terus memegang tradisi di tengah gempuran modernitas dan globalisasi. Sebelum festival kedaerahan di berbagai daerah marak digelar, Yogyakarta selalu rutin mengadakan Labuhan Merapi, Sekatenan, Kirab Budaya, dan lainnya. Budaya merupakan bentukan masyarakat yang telah menjadi tradisi dan kebiasaan di masyarakat secara turun temurun. Nah, adanya kebudayaan menjadi cermin bangsa dan filter bagi budaya asing yang masuk yang tidak sesuai dengan norma bangsa.
  • Pusat pendidikan. Universitas tertua di Indonesia terdapat di kota gudeg ini. Perguruan tinggi ternama yang selalu menarik para pelajar datang ke kota ini. Setiap tahun puluhan ribu lulusan SMA datang mengadu nasib di Universitas Gadjah Mada. Selain itu banyak juga perguruan tinggi menjadikannya menyemat kota pelajar.
  • Keragaman. Banyaknya tempat menimba ilmu menjadi pelajar dari berbagau daerah di Indonesia datang. Mereka datang dari berbagai latar suku dan bahasa daerah. Bukan tak ada konflik tapi lewat Jogja mereka membaur dalam satu kebhinekaan.
  • Destinasi wisata. Indonesia surga wisata dengan menyemat Wonderful Indonesia. Jogja merupakan salahsatu destinasi favorit di Indonesia yang kaya. Mulai dari Jalan Malioboro, Kulineran di angkringan, dan wisata alam maupun buatan lainnya.
  • Sistem transportasi. Syarat utama kota gampang diakses sudah dipenuhi. Bandara Adi Sutjipto berkelas internasional, Stasiun Tugu, Lempuyangan, Wates, stasiun bahan bakar di Rewulu,  Terminal modern pertama, Giwangan, jaringan bus rapid transit, dan jalur bus kecil. Jaringan transportasi yang baik dan terpadu akan menghindarkan kota ini dari kemacetan. Meskipun beberapa tahun terakhir gempuran kendaraan pribadi mau tak mau membuat kota ini harus memperbaiki sarana transportasinya.
  • Pernah menjadi ibu kota Republik Indonesia. Kota gudeg juga kota bersejarah. Gedung Agung yang berdiri kokoh di ujung Jalan Malioboro berseberangan dengan Museum Benteng Verderbug menjadi saksi bisu beberapa presiden berkantor di sini.

Jogja selalu istimewa bagi yang pernah menyinggahinya walau sejenak. Saya mengenal Jogja lebih dekat ketika kuliah selama sekitar empat tahun di kota ini. Sekali lagi dan berkali-kali, Jogja selalu istimewa.

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Andalan
Diposkan pada Football lover, ODOP

#TimnasDay Ambisi Garuda Muda, Indonesia 2 – 0 Kamboja

Pemain muda terus melancarkan serangan bergelombang dengan kecepatan dan teknik permainan yang tinggi. Pertahanan yang dibuat oleh Tim Nasional Kamboja tak kalah rapat. Hingga peluit akhir babak pertama, Tim Nasional Indonesia belum bisa menjebol gawang Kamboja.

Di babak kedua, tim asuhan Luis Milla tak mengendorkan serangan. Dukungan pun diberikan para suporter secara langsung di Stadion Syah Alam maupun lewat media sosial dengan #PakaiKepalaDingin, #SaatnyaJuara, #IndonesiaMenang maupun #TimnasDay. Kamboja terus memberikan perlawanan walau hanya bermain dengan sepuluh pemain sejak akhir babak pertama. Di menit ke -55 sorak sorai pendukung Garuda Muda pecah membahana. Gol tercipta melalui kaki kiri pemain pengganti Ezra Walian. Gol yang membangkitkan semangat dan penuh arti bagi kesebelasan Indonesia. Permainan terus berlangsung dengan tempo cepat. Lewat tendangan jarak jauh Febri Haryadi yang juga pemain cadangan, gol kemenangan Indonesia tercipta.

IMG_20170825_062013
Ezra Walian (Foto: twitter @Timnas_Day)

Indonesia unggul 2-0 atas Kamboja di partai terakhir group B di ajang SEA GAMES 2017 (24/8). Dengan kemenangan ini, Indonesia menjadi runner up group B dengan poin 11. Indonesia mendampingi Thailand sebagai juara dengan poin 13 lolos dari fase group untuk melaju ke babak semifinal. Garuda akan bertemu tuan rumah harimau malaya, Malaysia Sabtu, 26 Agustus 2017.

Pelatih Indonesia memprediksi laga klasik melawan Malaysia akan sulit. Namun, bukan berarti garuda akan menyerah begitu saja. Indonesia banyak memiliki pemain dengan skill tinggi seperti Evan Dimas Darmono, penjaga gawang Ajie Kartika, dan sederet nama muda lainnya. Yang penting dijaga adalah emosi para pemain muda agar tak mudah dipancing oleh tim lawan. Inilah saatnya membuktikan Indonesia adalah negara hebat bukan sekedar #ShameonYouMalaysia akibat salah meletakkan warna bendera Indonesia.

Jeda pertandingan yang hanya dua hari mengharuskan cepatnya recovery dan fisik pemain. Ditambah euphoria para pendukung Indonesia yang ingin menyaksikan Indonesia juara. Para pemain dengan ambisi menggondol emas. Usaha keras mereka, perjuangan di lapangan hijau, dan doa dari segenap rakyat Indonesia semoga membuahkan hasil terbaik. Kita sebagai generasi millenial boleh berasa tapi ketika harapan itu pupus, jangan memaki jangan menghujat. Karena seperti itulah yang kerap terjadi di media sosial kita. Maka menjadi pengguna media sosial yang bijak dan cerdas agar tak mempengaruhi mental para pemain yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran dengan harumnya nama bangsa.

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

 

Andalan
Diposkan pada Artikel, Echi's Wife, ODOP

Tips Melahirkan Normal

Melahirkan secara normal merupakan dambaan setiap ibu. Sebab, pemulihan seorang ibu lebih cepat, begitu juga ASI dipercaya lebih lancar. Kecuali untuk keadaan darurat demi menyelamatkan ibu dan bayi, persalinan melalui operasi sesar memang dibutuhkan.

Waktu kehamilan pertama banyak yang menyangsikan, saya dapat melahirkan secara normal. Fisik saya yang kecil dengan tinggi badan sekitar 150 sentimeter penyebab utama keraguan tersebut.

Agar bisa melahirkan secara normal. Persiapan-persiapan yang saya lakukan di antaranya:

  • Latihan napas. Saat melahirkan normal kita harus mengejan. Nah, saat mengejan ini kita butuh napas yang panjang. Sering – sering latihan napas panjang atau bisa dengan berjalan kaki.
  • Senam hamil. Iku kelas senam hamil mungkin lebih baik. Tapi kalau saya dulu hanya mengikuti petunjuk di buku pink dari bidan dan mencari di internet. Senam ini akan membantu mempersiapkan otot-otot yang berhubungan dengan kelahiran normal.
  • Banyak berdoa dan bersujud. Kalau kita Muslim, sujud dalam sholat secara ilmiah sudah terbukti akan membantu posisi bayi sempurna yaitu kepala di bawah. Saat sujud pula kita disarankan banyak berdoa karena waktu itu adalah waktu kita terdekat dengan Alloh.
  • Sering mengobrol dengan jabang bayi. Sejak dalam kandungan saya suka bicara sama anak. Misalnya kalau sudah waktunya lahir yang lancar ya, saling menguatkan sama ibu ya… dan sebagainya. Ini juga bisa menghilangkan stress atau rasa khawatir jelang waktu melahirkan lho,Bund.
  • Minta restu ibu dan suami. Jika masih mempunyai ibu, doa ibu adalah yang terbaik. Kalau ibu sudah meninggal jangan  berkecil hati. Karena setelah orang tua, saat kita sudah menikah, ridho Alloh jika suami sudah ridho. Saya sering meminta suami mendoakan saya dan anak. Jangan sungkan ya sama suami sendiri. Toh, kita sudah setuju dipinangnya seumur hidup.
  • Mantapkan niat dan tekad. Ada senior waktu di kampus yang menjadi contoh saya. Pinggangnya lebih kecil dari saya. Dia sudah divonis kelahiran sesar. Tapi, dengan niat dan tekad yang kuat ia akhirnya bisa melahirkan normal. Di kesempatan terakhir yang diberikan bidan, anak pertamanya lahir dengan sehat. Ibunya juga.

Alhamdulillah dengan melakukan hal tersebut, kedua anak saya lahir dengab normal. Dua-duanya lahir di bidan desa dengan kelahiran normal dan waktu bersalin yang lancar.

Tidak ada yang memungkiri rasa sakit seorang ibu yang hendak melahirkan. Namun, semua rasa sakit dan lelah tersebut akan terbayar dengan jerit tangis bayi yang lahir. Kemudian saat bidan meletakkannya di dada kita untuk di Inisiasi Menyusui Ini (IMD). Saat tangan kita menyentuh tubuh mungil darah daging kita.

Bunda sedang hamil, semangat ya. Semoga tips saya bisa membantu. Jangan mengeluh karena anak adalah amanah 🙂

images (1)
Sumber: Kumpulan Doa Pilihan

 

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Andalan
Diposkan pada ODOP

Sunda to Java on The Lodaya Train (2)

Menyambung tulisan Parahyangan Scenery on The Lodaya Train, mari kembali menikmati perjalanan kereta api Lodaya. Kereta yang membawa penumpangnya dari Tanah Sunda nan mempesona ke Tanah Jawa yang tak kalah ciamik. Let’s having fun trip!

 

Jpeg
Lansekap Tanah Sunda (dok. pri)

Lansekap mulai berganti dari topografi pegunungan ke daerah yang datar, itu artinya perjalanan mulai meninggalkan Jawa bagian barat menuju Jawa bagian tengah. Sawah-sawah dengan sistem terasering akan mulai digantikan dengan hamparan sawah yang luas sejauh mata memandang. Dari sini, kita sudah meninggalkan jalur kereta di tepi jurang dengan pemandangan di bawah yang indah tapi bukan berarti tak ada lagi yang bisa dinikmati.

Jpeg
Bangunan tua tergerus waktu (dok. pri)

Bangunan-bangunan kuno yang mulai rapuh dimakan usia di sekitar stasiun kereta juga bisa menjadi bukti sudah lamanya sistem perkereta-apian di tanah Jawa. Jaringan kereta api pada awalnya dibangun oleh Pemerintahan Hindia Belanda untuk mengangkut hasil bumi dari tanam paksa. Jaringan pertama yang dibangun yaitu di Semarang yang dimulai pada tahun 1864, kemudian diteruskan Jakarta, Bogor, Bandung, Surabaya hingga terhubung sistem rel di Jawa tahun 1888. Jalur tersebut berkembang hingga sekarang dari satu jalur sekarang sudah double track untuk menambah perjalanan jumlah kereta.

Karena, masih dalam gegap gempita kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72, di sepanjang pemukiman yang dilalui masih banyak warna-warni bendera maupun umbul-umbul. Sebuah usia bangsa yang harusnya sudah matang. Indonesia terus berbenah dari sistem transportasi, infrastruktur namun utamanya adalah kesejahteraan rakyatnya yang adil dan makmur.

Jpeg
Salahsatu pabrik genteng (dok. pri)

Begitu kereta api memasuki wilayah Kebumen, mata penumpang akan dimanjakan dengan pabrik-pabrik tradisional pembuatan genteng. Genteng Sokka yang terkenal kualitasnya sebagai penutup atap rumah. Karena percaya akan kualitasnya ini bahkan bapak saya juga mempercayakan Genteng Sokka untuk melindungi penghuni rumah dari sengatan hujan dan panas, siang maupun malam hari. Mutu genteng yang awet ini dipercaya karena bahan baku tanah liat yang digunakan bagus.

Jpeg
Saluran irigasi peninggalan Belanda (dok. pri)

Pemandangan memang bisa dikatakan cukup monoton hingga menumbuk pada saluran irigasi peninggalan Belanda saat kereta akan mulai memasuki wilayah Yogyakarta. Masuk Yogyakarta berarti kita akan melewati Kali Kulon Progo yang bermuara di Laut Selatan. Kemudian perlahan akan masuk ke kota Yogya. Dari sini kita akan melihat Malioboro, tujuan banyak wisatawan ke Jogja.

Dari sini, saya mulai tidak konsentrasi pada perjalanan. Karena, saya akan berhenti di stasiun berikutnya, Klaten. Kami harus bersiap dengan dua krucil dan barang bawaan.

Okay, sampai ketemu di perjalanan berikutnya, ya 🙂

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

 

 

 

Andalan
Diposkan pada ODOP

Parahyangan Scenery on The Lodaya Train

Cara lain menikmati pemandangan bumi parahyangan adalah dengan naik kereta. Melihat dari balik jendela kereta api keindahan yang tersembunyi. Sebab, umumnya jalur kereta api “tersembunyi”. Tidak seperti jalan raya yang sudah maju.

Kali ini, saya akan membagi apa yang saya lihat dari kereta api Lodaya dari Bandung dengan tujuan akhir Solo Balapan. Perjalanan saya sendiri akan berakhir di Stasiun Klaten, sebelum Solo untuk pulang ke kampung halaman.

Kereta api berangkat dari Bandung pukul 07.20 WIB tanpa delay. Sebuah reformasi perkeretaapian yang sangat terasa disamping kenyamanan dan keamanan. Perubahan yang begitu dinikmati oleh para pengguna kereta utamanya sejak Dirut KA dijabat oleh Pak Ignasius Jonan yang sekarang ditunjuk menjadi Menteri ESDM setelah sebelumnya menjabat Menteri Perhubungan di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo.

Ular besi gesit berjalan di atas jalurnya meninggalkan Kota Bandung. Pemandangan awal yang saya lihat adalah bangunan semi hingga permanen membelakangi jalur kereta. Sepertinya bangunan ini liar atau berdiri di atas lahan PT KAI. Membayangkan ada sebuah lahan semacam bahu jalan di jalan raya, baru jalan dan rumah menghadap ke arah jalur kereta. Pasti lebih cantik dilihat dari atas kereta. Di beberapa titik memang sudah ada cuma sebentar saja.

Jpeg
Stadiin GBLA dari kereta Lodaya (dok. pri)

Meninggalkan bangunan padat di Kota Bandung menyambut hamparan sawah padi menghijau. Nun kejauhan Stadion Gelora Bandung Lautan Api kebanggaan warga Bandung menyembul seperti kapsul raksasa atau siput raksasa ya… Mulai dari sini panorama akan berganti lansekap alami yang memanjakan mata.

“Mama…mama ada sawah!” tunjuk anak kecil girang kepada ibunya yang duduk di belakang saya. Lahan pertanian yang memang langka ditemui warga kota.

Jpeg
Jalan lingkar Nagreg dari atas Kereta Api Lodaya (dok. pri)

Rumah -rumah tradisional orang Sunda mulai menggantikan hunian modern. Bangunan yang bertahan ini akan mulai banyak dijumpai begitu masuk daerah Cicalengka. Rumah mungil semi panggung dengan dinding dari bambu. Di kiri kanannya kadang terdapat balong atau kolam ikan yang menambah kesan sejuk rumah. Sayangnya banyak rumah terkesan tak terawat dengan cat yang mulai pudar atau percikan tanah merah ke dinding yang tidak dibersihkan. Padahal ini unik.

Jpeg

Itu dulu ya ceritanya. Ini juga ditulis di atas kereta dengan keterbatasan sinyal.

Nantikan cerita selanjutnya. Don’t go anywhere 😀

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Andalan
Diposkan pada lomba blogging, ODOP

Akhirnya Menemukan Tetralogi Buru Preloved di Prelo

Screenshot_2017-08-18-01-04-27

Hai Temans, apa kabar? Yang selalu semangat dan bergembira. Seperti saya yang lagi happy karena menemukan Tetralogi Buru incaran. Beberapa hari yang lalu, saya mengecek di beberapa toko buku online. Namun kecewa karena stok sudah tidak tersedia. Akhirnya berjodoh di Prelo, jual beli barang bekas berkualitas.

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.

Karya-karya Pramoedya Ananta Toer ini fenomenal banget. Bahkan kutipan-kutipan dalam bukunya sering dijadikan qoute favorit mereka yang gemar menulis. Seperti saya juga yang mulai mengenal novel-novel Pram waktu kuliah. Saat itu baca novel pinjaman. Setelah menikah dan pindah ke rumah sendiri, pingin banget Tetralogi Buru ini jadi koleksi perpustakaan mini di rumah. Sampai jadi salahsatu daftar resolusi 2017 hihi… 😀 Tapi ya gitu, karena buku lama jadi kesulitan untuk menemukan satu set tetralogi yang berisi empat buku. Mungkin di Palasari ada dengan harga relatif murah tapi saya tidak suka dengan buku KW. Cara membajak seperti ini saya tidak setuju kasihan banget sama penulisnya. Menulis dengan buah pikiran dan menguras energi yang dibalas dengan royalti tapi produknya malah diduplikat secara tidak bertanggung jawab.

Prelo ini menjamin banget kalau dagangannya original. Sebab, dagangan yang di upload penjual akan di review terlebih dahulu oleh tim Prelo. Kalau memang tidak masuk kriteria ya tidak bisa dipajang. Makanya senang banget ketemu Tetralogi Buru yang masih segel. Alasan dijual karena memiliki dua set. Wah, sampai alasan menjual juga ada. Keren ya, jadi kita sebagai pembeli juga tahu kenapa barang tersebut dijual. Kita juga tidak ragu membeli second.

Screenshot_2017-08-18-01-05-48

Selain buku, saya juga lagi mengincar mesin jahit portable. Karena lagi belajar membuat tas serut multifungsi. Dijahitnya sementara masih manual memakai tangan. Tidak rapi dan waktunya lama. Rencananya mau bikin banyak untuk souvenir bag. Kalau pakai mesin jahit beneran belum bisa mengoperasikan. Harganya juga lumayan. Makanya pilihannya jatuh ke mesin jahit mini portable bekasNah lho, di Prelo juga ada. Harganya sangat terjangkau 160 ribu rupiah.

20170819_080051
tas serut hasil uji coba

Begitu masuk ke aplikasi Prelo ini, lovelist saya langsung banyak banget. Sebagian di lovelist terlebih dahulu karena belinya harus disesuaikan dengan prioritas, ibu rumah tangga. Istilahnya langsung lapar mata kalau tidak bisa mengerem. Soalnya di Prelo, Tupperware juga ada. Perempuan mana yang tidak mengetahui merk ini, kayanya hampir semuanya tahu dan suka, ya. Saya sendiri bukan tipe orang yang suka belanja. Saya cenderung memiliki sedikit barang tapi yang awet. Ada istilah ada harga ada rupa. Mungkin itu yang cocok untuk menggambarkan Tupperware ini. Namun, di Prelo yang paling membuat tidak sabar, harganya yang jauh di bawah katalog. Sangat menggiurkan dech. Bunda, boleh cek sendiri, kok!

My Lovelist on Prelo, ada lagi kamus Bahasa Jerman second. Saya ini ibu rumah tangga yang banyak maunya. Sebelum menikah sudah mempunyai rencana untuk kursus Bahasa Jerman. Namun, Tuhan memberi skenario yang lain. Saya belum bisa membagi waktu dan memutuskan fokus pada anak dan keluarga terlebih dahulu. Setelah dirasa bisamempunyai cukup waktu, saya perlahan mencoba belajar bahasa Jerman secara otodidak dengan bantuan internet dan youtube. Tentu saja saya membutuhkan kamus donk. Sudah mengecek ke Toko buku tapi karena pertimbangan prioritas ditunda dulu beli kamusnya. Sampai akhirnya ada yang menawarkan Kamus Bahasa Jerman bekas. Tidak apa-apa toh kondisinya masih layak.

Screenshot_2017-08-19-06-38-48

Itu tadi sebagian lovelist saya di Prelo. Ngomong-ngomong tentang Prelo, kenapa harus belanja di Prelo?

  • Meskipun labelnya, jual beli barang bekas tapi tidak melulu barang yang dijual sudah dipakai. Ada keterangan barang masih baru 95-100% alias belum digunakan. Alasannya bisa karena tidak dipakai sampai kelebihan stok.
  • Harga lebih murah dan berkualitas. Setidaknya saya langsung tahu harus kemana mencari barang bekas idaman yang tidak mengecewakan.
  • Adanya kategori dan filter yang membuat belanja lebih efektif. Kategorinya women, men, beauty, book, gadget, antique, hobby, baby & kids, dan living. Filter-nya bisa berdasarkan urutan (populer, terkini, harga terendah, dan harga tertinggi), kondisi (masih baru 95-100%, sangat bagus 85-95%, bagus 70-85%, dan cukup <70%), free ongkos kirim, lokasi penjual, ukuran, dan rentang harga.
  • Gampang cara bertransaksi dan bayarnya.
  • Pas buat dompet ibu rumah tangga seperti saya.

Penasaran. Download Prelo sekarang, yuk. Lovelist barang incaran, Temans dan cobain belanja. Kalau ada yang cocok langsung chat dengan penjualnya dan klik beli. Nih, saya ada voucher Rp 25.000. Gunakan kode referral berikut ya:

rinadarmaRmh

Share juga pengalaman kamu menggunakan Prelo dan raih hadiahnya 🙂

 

 

header-blog-vol-2-mobile-rev

 

 

Andalan
Diposkan pada Echi's Wife, ODOP

Perbedaan Karakter Anak

Bunda… Setiap anak itu unik. Kalau kata ibu saya, beda anak beda hati. Kalau anaknya dua ya hatinya dua. Mengerti maksudnya tidak? Jadi kira-kira begini, beda anak beda perlakuannya. Kita sebagai ibunya harus bisa membelah hati sesuai karakter mereka. Antara anak yang satu dengan yang lain tidak bisa diperlakukan sama. Makanya terkadang hasil didikan sama tapi anaknya tumbuh berbeda. Karena harus kita sadari meskipun anak terlahir kembar tapi sifat mereka berbeda.

Saya sedang belajar dan terus belajar dalam mendidik anak. Anak sulung saya perempuan dan adiknya laki-laki, terpaut umur dua tahun. Meskipun, sekarang masih balita justru yang rewel yang perempuan, si anak pertama. Kalau secara teori, yang besar yang mengalah, yang besar harus menjadi contoh. Memang benar tapi harus sesuai situasi dan kondisi juga ya, Bund.

20170505_120807
Foto: dok. pribadi

Anak Sulung, Si Pemimpin 

Anak sulung biasanya mendapat perhatian yang sangat dari orang tua, dari masa kehamilan hingga lahir. Karenanya, orang tua biasanya menaruh banyak harapan pada anak sulung. Harapan menjadi contoh bagi saudara yang lain maupun harapan jika tumbuh besar nanti. Jika tidak hati-hati kecenderungan orang tua ini akan menjadi beban baginya. Rata-rata karakter yang dimiliki si sulung adalah sosok yang dapat diandalkan, terstruktur, rapi, cenderung serius, penuh kendali, mencapai prestasi, dan berjiwa pemimpin.

Meski begitu sebagai orang tua kita tetap harus memberinya pilihan sesuai bakat dan kemampuannya. Biarkan juga dia berkembang optimal tanpa melulu dikte dari kita.

Anak Bungsu, Si Jenaka

Kerasa sih saya sama saya, ketika anak pertama, saya begitu detail dengan perkembangannya. Saya juga menanti-nanti, kapan ia tumbuh gigi, merangkak, berjalan, dan lainnya. Nah, giliran adiknya bukannya tidak memperhatikan ya tapi rasanya saya lebih percaya diri dalam mengasuh. Anak pun rasanya tumbuh dengan sendirinya. Karena perbedaan pola pengasuhan tersebut umumnya anak terkecil tumbuh menjadi pribadi menyenangkan, jenaka, ceria, rileks, mudah bergaul, sederhana, dan spontan.

Yang tidak boleh dilalaikan sebagai orang tua adalah tetap harus memupuk jiwa pemimpinnya. Apalagi kalau dia laki-laki. Meskipun dilahirkan bukan anak pertama tapi saya lebih mengarahkan jiwa pemimpin ini pada anak kedua. Boleh jadi secara urutan anak kedua saya laki-laki dan anak pertama perempuan. Tapi dalam pengasuhannya saya membaliknya. Seperti kata psikolog Valensia Gowanda, urutan lahir bukan hanya berdasarkan urutan kelahiran tetapi juga peran urutan lahir yang diberikan orang tua untuk anak. Seperti saya yang memperlakukan anak kedua sebagai pemimpin. Kalau bunda gimana?

Nah, selain karakter sulung dan bungsu, ada juga yang ditakdirkan menjadi anak tunggal. Anak tunggal ini biasanya perfeksionis dan umumnya serius. Karena mendapat curahan kasih sayang dari kedua orang tua, ia tumbuh dengan kepercayaan diri tinggi. Namun, kurang bisa menyesuaikan dengan diri dengan kebutuhan teman sebayanya.

Jika memiliki anak tunggal, sebagai orangtua harus melatih empati maupun kemampuan negoisasi karena ia tidak memiliki kakak atau adik. Kita juga tidak boleh mempunyai banyak harapan kepada anak tunggal. Biarkan ia tetap mandiri dan bertumbuh dengan style-nya.

Beda lagi dengan anak tengah, si fleksibel. Karena mempunyai kakak dan adik, ia pun merasa lebih nyaman. Karenanya, anak tengah biasanya mudah menyesuaikan diri, mementingkan persahabatan, pendamai, namun cenderung “memberontak” atau tampil beda.

Sebagai orang tua kita harus menyediakan waktu ekstra untuk anak tengah agar ia tetap berekspresi sesuai gayanya. Memastikan ia juga disayang seperti kakak dan adiknya sehingga tidak minder dalam pergaulan.

Selain urutan kelahiran, menurut Valensia, jarak usia juga perlu dipertimbangkan. Misalnya jarak anak pertama dan kedua selisih lima tahun. Biasanya anak pertama akan memiliki sifat anak tunggal dan anak kedua menjadi si sulung.

Begitu kira-kira, bunda, meskipun begitu pola asuh tetap sesuaikan dengan kepribadian anak agar mereka tumbuh optimal menjadi generasi emas. Sebagai ibunya, kita adalah orang yang paling mengetahui tentang anak kita. Jadi ibu itu tidak gampang tapi tidak berarti susah juga. Semoga kita bisa menjadi ibu yang amanah buat anak-anak kita ya 🙂

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Andalan
Diposkan pada ODOP

Refleksi 72TH Indonesia Kerja Bersama

72thindonesia

 

17 Agustus, 72 tahun yang lalu, para pendiri bangsa ini memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Hari penuh semangat, penuh sukacita usai melepaskan diri dari belenggu penjajahan bangsa asing. Cita-cita, impian bangsa segera terajut untuk lepas dari keterpurukan dan menjelma menjadi bangsa yang berdikari.

Bangsa yang berdiri di atas kaki sendiri adalah salahsatu cita-cita presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Sebuah cita-cita mulia yang sudah seharusnya diteruskan oleh generasi mudanya.

Indonesia diberi modal anugerah kekayaan alam yang melimpah. Negara pemilik hutan tropis terluas ketiga di dunia. Negeri dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia. Modal alam yang harus diimbangi dengan sumberdaya manusia yang memadai.

Belum lama ini, Indonesia mengimpor garam, mengapa? Indonesia dengan sawah yang luas, tanah yang subur? Mengapa memasukkan beras dari negara lain? Kita juga mempunyai perkebunan tebu lalu kenapa mesti impor gula? Belum cabe yang harus membeli dari negara lain. Itu hanya salahsatu contoh masalah bangsa ini.

Impor dilakukan ketika stok yang ada tidak mencukupi kebutuhan dalam periode tertentu. Apakah berarti petani, nelayan tidak bekerja? Mereka bekerja kok setiap hari. Lalu bagaimana rasanya, setiap hari berpeluh dengan harapan harga jual hasil panen tinggi tapi anjlok karena digempur barang impor? Petani berjaya di negeri sendiri, kapan?

Teknologi yang harus digenjot oleh pemerintah. Kebanyakan masyarakat Indonesia di sektor agraris, maritim, bahkan pertambangan masih bekerja secara tradisional atau konvensional. Itulah salahsatu penyebab kita seperti kekurangan bahan pangan karena harus menunggu dari tanam sampai panen. Modernisasi harus masuk ke sektor ini. Sektor-sektor strategis bangsa ini. Pemerintah setidaknya bisa menyediakan banyak beasiswa untuk generasi muda di sektor ini untuk belajar di luar negeri lalu mengadaptasinya ke Indonesia. Kebanyakan lulusan luar negeri dengan jurusan tertentu terkadang malah bingung mau bekerja apa di Indonesia? Tugas pemerintah memfasilitasi ini agar aset bangsa dengan kecermelangan daya pikir mereka tidak diambil bangsa lain. Tapi untuk memajukan bangsa ini menjadi Macan Asia, visi Presiden Soeharto, presiden kedua Indonesia.

Presiden Joko Widodo mempunyai tugas berat karena nampaknya sebagian generasi muda terlena dengan era digital. Era serba mudah serba cepat bahkan era pasar global sudah memasuki Indonesia. Ketika dengan mudahnya kita menjumpai orang asing -bukan turis- yang bekerja di bumi pertiwi.

Mari kita dukung revolusi mental demi generasi emas Indonesia 2045, dan semangat bekerja maupun berkarya yang beliau tularkan lewat berbagai kesempatan.

Hari merdeka bukan hanya sekedar upacara, gegap gempita perlombaan, berburu diskon independent day, tapi lebih dari itu. Mari isi kemerdekaan dengan peran kita masing-masing. Setiap peran boleh berbeda tugas tapi satu tujuan. Indonesia. Sebab cinta tanah air adalah sebagian dari iman.

 

Selamat 72 tahun Indonesiaku,

Semoga kami bisa menjadi pengemban amanah yang kau titipkan,

Indonesia yang gemah ripah loh jinawi – kekayaan alam yang berlimpah,

Sehingga terwujud Indonesia yang baldatun thoyyibatun warrobun ghofurrun – negeri yang aman tenteram dalam naungan ridho dan ampunan Alloh

Amiin…

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Andalan
Diposkan pada Book Review, ODOP

[Book Review] Critical Eleven; Skenario Tuhan

20170814_064559

Judul Critical Eleven

A novel by Ika Natassa

Paperback, 344 pages

Published August 10th 2015 by PT Gramedia Pustaka Utama

ISBN139786020318929
BLURB
Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah critical eleven, sebelas menit paling kritis di dalam pesawat—tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing—karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umumnya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu. It’s when the aircraft is most vulnerable to any danger.
In a way, it’s kinda the same with meeting people. Tiga menit pertama kritis sifatnya karena saat itulah kesan pertama terbentuk, lalu ada delapan menit sebelum berpisah—delapan menit ketika senyum, tindak tanduk, dan ekspresi wajah orang tersebut jelas bercerita apakah itu akan jadi awal sesuatu ataukah justru menjadi perpisahan.
Ale dan Anya pertama kali bertemu dalam penerbangan Jakarta-Sydney. Tiga menit pertama Anya terpikat, tujuh jam berikutnya mereka duduk bersebelahan dan saling mengenal lewat percakapan serta tawa, dan delapan menit sebelum berpisah Ale yakin dia menginginkan Anya.
Kini, lima tahun setelah perkenalan itu, Ale dan Anya dihadapkan pada satu tragedi besar yang membuat mereka mempertanyakan pilihan-pilihan yang mereka ambil, termasuk keputusan pada sebelas menit paling penting dalam pertemuan pertama mereka.
Diceritakan bergantian dari sudut pandang Ale dan Anya, setiap babnya merupakan kepingan puzzle yang membuat kita jatuh cinta atau benci kepada karakter-karakternya, atau justru keduanya.

 

REVIEW

Mungkin terlambat banget ya me-review novel yang edisi pertama sudah cetak dari tahun 2015. Sedangkan saya baru membeli edisi keduapuluh dengan cover film tentu saja karena novel karya ke tujuh Ika Natassa ini sudah difilmkan. Ini buku kedua Ika Natassa yang saya baca. Twivortiare adalah buku yang saya baca di tahun 2012 dipinjami teman waktu di Jakarta. Menggunakan twitter dalam ceritanya membuat saya kurang bisa mengikuti alur ceritanya ya karena dulu saya belum sefamiliar ini dengan twitter.

Novel Critical Eleven ini sendiri maupun setelah film-nya sudah rilis, saya belum tahu ceritanya sampai menamatkannya sendiri. Karena saya pada umumnya lebih suka novel perjalanan, rekam sejarah, dan motivasi seperti karya Mbak Hanum Salsabila Rais, Pramoedya Ananta Toer. Cerita novel ini bisa menjadi koleksi perpustakaan pribadi karena buku yang ingin saya beli di toko buku online sudah tidak ready (saya telat Pre Order) daripada ribet refund saya mengganti buku yang ready dalam 24 jam. “Ini novel sudah difilmkan dan pemerannya Reza Rahardian (kepincut di akting Habibie Ainun) pasti bagus.” pikir saya. Tapi sebenarnya yang paling menarik tangan gatal membelinya adalah hadiah special post card-nya.

Review ini sudah ada dua bagian yang saya tulis sebelumnya yaitu mengenai perjalanan dan belajar dari kehilangan. Di tulisan ini saya akan melihat secara keseluruhan.

Ringkasan kisahnya Tanya Letitia Baskoro (Anya) dan Aldebaran Risjad (Ale) bertemu secara meet-cute dalam penerbangan Jakarta-Sidney. Meminjam istilah penerbangan critical eleven, 11 menit waktu krusial dalam penerbangan yaitu tiga menit take off dan delapan menit landing, keduanya saling tertarik. Hubungan berlanjut hingga setahun dari pertemuan mereka memutuskan menikah.

Tidak ada hambatan berarti, pernikahan sempurna layaknya impian banyak pasangan di dunia meskipun mereka saling LDR. Karena Ale tetap harus bekerja sebagai tukang minyak di laut lepas Teluk Meksiko. Dia pulang kurang lebih sebulan sekali setelah menempuh 26 jam penerbangan.

Kehidupan pernikahan yang bahagia itu kandas setelah bayi yang dalam kandungan penuh semangat itu meninggal sebelum dilahirkan. Tak dijelaskan secara pasti tapi pembaca sudah bisa menebak alasannya adalah kesibukan Anya dan jam terbang yang tinggi, menurut saya. Suatu ketika Ale keceplosan mengatakan bahwa jika Anya tak terlalu sibuk Aidan – nama bayi mereka- pasti masih hidup. Kalimat inilah yang memicu prahara rumah tangga romantis mereka.

Selama enam bulan mereka satu atap tapi pisah kamar tak banyak bicara. Perubahan drastis ditunjukkan oleh Anya sedangkan Ale terus menerus berusaha membuat kondisi lebih baik. Mungkin sikap Anya ini lebay tapi ya itulah respon seorang ibu yang berduka. Setiap wanita adalah makhluk lemah yang ingin dilindungi dipenuhi kasih sayang oleh pendampingnya mungkin begitu maksud penulis. Tapi Ale tidak peka. Ia hanyalah lelaki dengan logika bukan sisi emosional.

Saya mengira-ira bagaimana keduanya rujuk. Aidan-lah yang membuat papa-mamanya bersatu. Keduanya bertemu di pemakaman dan hilanglah semua benci menjadi kerinduan akan cinta. Dan, Anya hamil kembali. Bagaimanapun seorang anak ialah pengikat antara seorang ayah dan ibu, benar kan?

Kisah kehilangan bayi merupakan cerita yang dekat dengan kehidupan kita tapi diracik dengan metropop, gaya hidup kaum urban yang glamour. Diceritakan bergantian dari sudut pandang Anya dan Ale. Meski novel berbahasa Indonesia banyak juga percakapan dalam bahasa Inggris. Saya yang sudah lama tak belajar bahasa Inggris pun harus membuka kamus agar tak kehilangan maknanya. Ciri khas novel Ika, selalu ada selingan percakapan Bahasa Inggrisnya. Maklumlah, Ika menyelesaikan novel pertamanya di usia 19 tahun dengan Bahasa Inggris.

Novel ini menunjukkan riset dan pengetahuan luas penulisnya. Tebakan saya terbukti di halaman belakang novel dimana penulis mengucapkan terima kasih pada orang-orang yang telah membantunya dari Dewi Lestari, dokter kandungan, insinyur perminyakan, psikologi, tukang kopi, dan lain-lain.

Overall, saya suka buku ini, meski tidak dekat dengan kehidupan saya. Tapi memberikan gambaran baru tentang kehidupan kaum urban Jakarta sana yang mungkin tak terjamah oleh sebagian yang lain di Indonesia. Mereka rela menghabiskan uang demi liburan ke luar negeri, sepatu hak tinggi yang katanya membuat seksi, jam tangan super mahal simbol prestisius yang bahkan sebagian lain masyarakat Indonesia tak peduli dengan hal itu.

Pelajaran yang saya dapat adalah jangan pernah menganggap tidak penting setiap perjalananmu, selalu ada hikmah dibaliknya. Saat kita kehilangan bukan berarti kita kehilangan seluruh dunia tapi Alloh hendak menunjukkan siapa yang paling menyayangimu dan membuatmu naik kelas jika lulus dari ujian-Nya. Setiap kehilangan akan digantikan kado terindah. Sebagai manusia kita tidak boleh serakah bagaimanapun sempurnanya kehidupan tak ada gading yang tak retak. Karena itu setiap hari kita belajar, belajar menjadi manusia terbaik. Tidak perlu melulu belajar itu membaca buku tapi juga mendengarkan kisah orang lain, membaca apa yang kita lihat, belajar dari pengalaman orang lain, dan sebagainya.

Eh hampir kelewat padahal menurut saya ini menarik. Di bagian akhir cerita Ale flashback pertemuan pertamanya dengan Anya. Sewaktu keduanya telah saling mengucapkan salam perpisahan dan Ale meninggalkan Anya, ada dorongan yang membuat Ale menoleh. Saat itu Anya tengah menolong seorang kakek menurunkan bagasinya. Ale tersenyum tanpa diketahui Anya. Dalam hati Ale berkata benar-benar menginginkan Anya sebagai istrinya. Silakan dimaknai sendiri ya hehe…

Okay, sekian pandangan novel ini versi saya, kalau menurut Temans yang sudah membaca atau menonton filmnya bagaimana?

 

#ODOP # BloggerMuslimahIndonesia

 

 

 

Andalan
Diposkan pada Book Review, ODOP

Belajar Kehilangan dari Critical Eleven

20170815_063251-1-1

Mungkin kalau dulu kamu ga terlalu sibuk, Aidan masih…” (hal.77)

Sebuah kalimat dari Aldebaran Risjad (Ale) yang terus terngiang oleh Tanya Letitia Baskoro (Anya). Kata-kata yang menjadi sumber tragedi dalam pernikahan mereka.

Aidan Athaillah Risjad, nama calon bayi mereka digariskan untuk menjemput ibundanya kelak di surga. Anya melahirkan bayinya tanpa nyawa setelah hampir sembilan bulan mengandung. Ale yang begitu menantikan jagoan kecilnya menerima tubuh mungil itu dari dokter untuk dikembalikan kepada Pencipta-Nya.

Anya terus berduka sejak kehilangan bayinya. Kamar Aidan yang sudah disiapkan sebelum kelahirannya dibiarkan. Bahkan, ia selalu membawa pakaian atau sekedar kaus kaki Aidan untuk menemani perjalanannya. Setiap malam ia memeluk pakaian Aidan. Ia sudah kehilangan kepercayaan pada laki-laki yang dipilihnya untuk menjadi pendamping hidupnya yang dikenalnya dalam “11 menit” perjalanan di pesawat. Karena sebuah kalimat.

Jika kemarin kita belajar makna perjalanan melalui novel Critical Eleven oleh Ika Natassa ini, di tulisan ini kita belajar menghadapi kehilangan.

Saya merasakan emosi yang diaduk-aduk ketika membaca buku ini. Memang ini hanyalah fiksi tapi bukan berarti kita tidak bisa belajar. Ibu saya kehilangan dua bayinya. Kakak dan adik saya. Traumanya sampai sekarang. Jika ada bayi tetangga yang meninggal atau saudara, ibu tidak akan pernah sanggup bertakziah. Meski sudah lewat 25 tahun, duka seorang ibu nampaknya tidak akan pernah terhapus waktu. Setiap yang bernyawa pasti akan mati. Tinggal bagaimana kita menghadapinya. Temans yang sudah pernah kehilangan apapun itu, dia pasti orang yang kuat, benar kan?

Kita harus mengikhlaskan orang yang sudah meninggal dunia. Karena sejatinya semua bukan milik kita tapi milik Alloh SWT, tempat berpulang. Bukan saling menyalahkan. Seperti Ale. Mungkin itu hanya kalimat pengandaian tapi itu seperti tombak yang menghunjam ke jantung Anya berkali-kali. Dari kisah ini, kita belajar memilih kalimat jika ada saudara, teman, atau tetangga yang kehilangan. Jika kita tidak mempunyai kalimat lebih baik diam. Karena Alloh sudah menuntun kita mengucapkan, innalillahi wa inna ilaihi rojiun, ketika ditimpa musibah.

Back to cerita, apakah Anya dan Ale akan berbaikan setelah enam bulan berbeda kamar. Ale yang keberadaannya tak dianggap lagi oleh Anya. Dan, apakah Anya dan Ale sanggup mengikhlaskan Aidan?

Tunggu ya, saya selesaikan bacanya….

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

 

Andalan
Diposkan pada Book Review, ODOP

Mencari Makna Travel dalam Novel Critical Eleven

20170814_064559

Critical Eleven merupakan novel ketujuh Ika Natassa. Novel terbitan Gramedia Pustaka Utama ini sudah cetak ke dua puluh kali di bulan Mei 2017. Kisahnya sudah diangkat dalam layar lebar terlihat juga dari sampul cover-nya.

Kisahnya tentang Tanya Baskoro (Anya) dan Aldebaran Risjad (Ale) yang bertemu pertama kali di sebuah pesawat penerbangan ke Sidney. Mengadaptasi dari istilah penerbangan critical eleven, 11 menit krusial yaitu tiga menit pertama pesawat take off dan delapan menit menuju landing. Bagaimana dengan Anya dan Ale, saya sendiri belum mengetahui ceritanya karena belum selesai baca novelnya. Tapi dibanding kisah drama cintanya saya lebih senang mengulik makna travel di novel ini yang tentu saja akan menambah wawasan kita dalam melakukan travelling.

Screenshot_2017-08-14-06-47-13-1

Travel is remarkable thing, right? Di pesawat, di bus, di kereta api, berjalan kaki, it somehow brings you to a whole other dimension more than just the physical destination. Di negara kita yang kurang paham bahasanya, travel is learning to communicate with just a smile. It’s where broken English is welcomed with a smile instead of being greeted by a grammar Nazi.

It’s simple chance of reinventing ourselves at new places where we are nobody but stranger.

But you know what travel means to me tonight?

This.

Ngobrol panjang tanpa pretensi apa-apa dengan seseorang. About nothing and everything.

Isn’t it funny that sometimes the best conversations are the ones that lead to nowhere? Ketika percakapan itu sendiri cukup gregetnya untuk jadi main act. Bukan sekedar opening act atau foreplay seperti biasanya. (hal. 9-10)

This is another thing that travel does to you. The sheer joy of laughing freely with a complete stranger. Just because laughing is a pretty good idea at the moment. (hal. 12-13)

Hmmm…

Kalau saya memaknainya, travel bukan sekedar tiba di lokasi tujuan tapi juga proses menuju tempat tujuan. Seperti arti travel itu sendiri perjalanan. Tersenyum dan mencoba berkomunikasi dengan penumpang di sebelah kita. Maupun sekedar ngobrol yang tidak penting dengan orang yang duduk di sebelah kita. Kalau pun kita naik kendaraan pribadi ada kalanya juga kita akan singgah sekedar mengisi bensin atau berhenti makan.

Jadi ingat waktu saya sering melakukan perjalanan sendiri dulu dengan kereta api maupun pesawat sudah tak terhitung berapa kenalan saya. Tak sekedar itu juga berlanjut dengan bertukar nomor handphone dan silaturahim meski sekedar ber-say hello. Dari obrolan yang tidak penting itu biasanya akan menjadi penting suatu ketika nanti. Misalnya saya membutuhkan tanaman hias eh ada kenalan yang ayahnya jualan, kebetulan sekali bukan? Harganya pun pertemanan. Jangan pernah menganggap sesuatu itu tidak penting.

Seperti Anya dan Ale ini meet cute di dalam pesawat.

Balik lagi ada yang sudah baca novel ini sampai kelar? Pecinta buku Ika Natassa pasti sudah apalagi sudah ada filmnya. Karena saya belum beres bacanya, saya akan melanjutkan membaca lagi. Sengaja sih tidak baca cepat sedang berganti gaya membaca. Tidak seperti dulu asal baca tahu jalan ceritanya, sudah. Padahal penulisnya sudah capek-capek memilih kata dan pesan yang ingin disampaikan. Sekarang baca bukunya mau dipahami dan diresapi. Begitu juga kalau baca Al Qur’an tidak mengejar khatam berapa kali tapi mending satu hari satu halaman plus terjemahan yang dibaca pelan-pelan (dihayati).

Penasaran cerita Anya dan Ale selanjutnya. Dan Travel. Bersambung ya…

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Andalan
Diposkan pada Artikel, lomba blogging, ODOP

Mencari Stalagtit Penghasil Bunyi Gooongg

“Senternya… Di dalam gelap!” Para tukang penyewaan senter itu segera menghampiri kami. Mereka berebut setiap wisatawan tampak berkunjung. Mencoba mengais rezeki bermodalkan senter penerang kegelapan. Kami menolak halus dan berlalu dari satu ke yang lainnya.

Hujan menyambut kami, saya dan suami begitu tiba di pelataran Goa Gong. Goa terindah di Asia Tenggara. Ikon Kota seribu satu goa, Pacitan. Sudah lewat duhur kami sampai usai menikmati merdunya Seruling Laut di Pantai Klayar. Takut keburu senja, kami segera meniti anak tangga menuju Gua Gong. Melewati dua patung penjaga, kalau tidak salah namanya patung gandapura. Patung penyambut yang biasa terdapat di candi. Kadang juga dijumpai di rumah maupun hotel penganut atau pecinta Jawa kuno.

jalan di dalam goa gong
Goa Gong (Foto: Wisata Kita)

Begitu memasuki lorong gua, ornamen gua yang cantik segera menyambut kami. Stalagtit yang tergantung dan stalagmit yang menjulang dipendar warna warni lampu bak pelangi. Menyusuri lorong gua sedalam kurang lebih 256 meter ini jalurnya sudah memadai. Guanya pun tak benar-benar gelap, beberapa lampu pijar membuat dalam gua temaram. Sehingga wisatawan bisa masuk sendiri meski pemandu tetap akan merayu menjajakan dongengannya.

Tak seperti keberadaan candi yang biasanya ditemukan oleh orang asing misalnya Candi Borobudur di Magelang yang ditemukan oleh Thomas Stanford Raffles, gua ini ditemukan oleh dua orang penduduk lokal. Namanya Mbah Noyo Semito dan Mbah Joyo sekitar tahun 1930. Mereka hendak mencari mata air karena kondisi Dusun Pule saat itu dilanda kemarau panjang. Berdasarkan sumber cerita dengan menggunakan obor yang terbuat dari daun kelapa kering yang diikat, mereka mencoba menelusuri lorong-lorong gua. Setelah menghabiskan tujuh ikat obor, mereka menemukan beberapa sendang dan mandi di dalamnya.

Batu Gong-nya Dimana?

Goa ini dinamakan Goa Gong karena berdasarkan pengakuan masyarakat konon sering terdengar bunyi gong dari dalam goa ini. Gong alat tetabuhan musik Jawa yang bila dipukul akan memantulkan bunyi gooonggg dengan cukup keras.

Secara ilmiah suara mirip gong yang didengar oleh masyarakat sekitar merupakan bunyi tetes-tetes air yang jatuh di dasar gua. Suara tersebut kemudian bergema dan menyerupai bunyi gong. Namun, tak ada salahnya mencoba mencari batu gong kan ya?

Kami pun penasaran mencari batu gong tersebut. Kami mulai menuruni anak tangga yang cukup curam. Di dalam gua pun dibagi dalam beberapa ruang yang sudah ditandai dan terlihat jelas. Meski fasilitas tangga sudah baik dan berpagar pembatas dari besi tapi tetap harus berhati-hati. Terlalu asyik mengagumi fenomena alam ini bisa membuat kita terlena dan tergelincir. Batuan di dalam gua ini memiliki ujung-ujung yang lancip sehingga jika terkena bisa merobek kulit. Namun, batuan yang merupakan endapan beberapa mineral ini sangat keras tidak rapuh. Meski begitu kita tidak boleh sembarangan memegang. Sayang kan kalau kotor dan mengurangi nilai keindahan maupun estetikanya.

keindahan goa gong (1)
Ornamen Goa Gong ( Foto: Wisata-Kita.com)

Sembari menuruni anak tangga, ornamen yang terbuat dari karst, kristal, dan marmer membuat takjub. Keberadaan ornamen di dalam Gua Gong membuatnya menjadi gua terlengkap di Jawa. Siapapun pasti terpesona. Karena bingung mendiskripsikannya mengutip artikel Goa Gong, Keajaiban Dunia dari Pacitan, salah satu keindahannya adalah menyerupai gorden dengan bintik-bintik seperti mutiara di dalamnya. Beberapa stalagtit dan stalagmit pun diberi nama yaitu Cello Giri, Selo Citro Cipto Agung, Cello Pakuan Bomo, Cello Adi Citro Buwono, Cello Bantaran Angin dan Cello Susuh Angin.

Saat musim hujan seperti kunjungan kami di awal Januari ini, kita bisa menyaksikan proses pembentukan stalagtit dan stalagmit dari rembesan air tanah yang menetes ke dalam gua. Stalagtit adalah endapan yang menggantung di atas atap gua sebaliknya stalagmit adalah yang lancip ke atas. Tetes-tetes air ini terus mengendapkan kalsium yang dibawanya sehingga batu di dalam Gua Gong merupakan batu hidup yang bisa bertambah panjang 0.3-1.3 milimeter per tahun.

Begitu sampai di dasar gua, saking penasaran dengan batu gong, suami hampir menepukkan dengan tangan ke setiap batu. Saya pun menguntit setia sambil ikut penasaran. “Jadi yang mana? Yang itu mungkin?”

Yeayyy… yayy… di ruangan Batu Gong inilah penghasil suara tersebut. Suami pun mencoba menepukkan tangannya. Goonggg…suara pun bergema. Seulas senyum tersungging di bibir kami.

bebatuan goa gong
Stalagtit di Gua Gong (Foto: Wisata Kita)

Mitos sendang penyembuh penyakit.

Ada apa selain stalagtit dan stalagmit? Selain banyaknya stalagtit dan stalagmit, terdapat lima sendang yang dipercaya mengandung magis yang dapat menyembuhkan penyakit. Diantaranya Sendang Jampi Rogo, Sendang Panguripan, Sendang Relung Jiwo, Sendang Kamulyan, dan Sendang Relung Nisto.

Selain sendang tersebut terdapat juga sendang bidadari. Konon beberapa orang melihat penampakan gadis cantik di sekitar lokasi ini. Mistis juga ya? Penasaran mau wisata horor boleh juga lho di tempat ini. Kalau saya pribadi langsung angkat tangan.

Ya, bau-bau mistis gua dan letaknya yang tersembunyi biasanya dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk bertapa dan mencari pesugihan. Kalau Temans di era digital ini masih percaya dengan pesugihan yang membuat kita kaya?

Oleh-oleh

Berkunjung di Goa Gong, cindera mata yang banyak ditawarkan adalah batuan. Batu-batu semacam batu akik banyak dijual di sini. Kalung dengan bandul batu mirip bola dunia itu begitu memikat. Batu warna-warni yang akan mengkilap dalam gelap. Dan tak lupa oleh-oleh batu bandul buat ibu. Eitsss…tapi bukan batu enteng jodoh maupun pembawa berkah ya?

Bicara soal harga, jangan khawatir, sangat terjangkau. Sebab langsung ke perajin batunya. Tak ada salahnya mencoba menawar terlebih dahulu. Selain membeli kita juga bisa menyaksikan mereka saat berkarya mengubah batu-batu jadi bernilai ini secara langsung.

Bagaimana ke sana?

Lokasinya berada di Dusun Pule, Bomo, Kecamatan Punung sekitar 30 kilometer dari jantung kota Pacitan atau 10 kilometer sebelum Pantai Klayar. Bisa naik kendaraan umum maupun naik kendaraan pribadi.

Atau mencoba seperti kami yang berangkat dari Klaten naik sepeda motor. Dari Klaten kami mengambil arah Wonogiri. Mulai dari Wonogiri perjalanan mulai berliku khas kota pegunungan. Dari kota waduk Gadjah Mungkur ini, kami langsung menuju Pacitan dengan berbekal plang tanda penunjuk arah dari Dinas Perhubungan. Tak hanya di lokasi wisata, julukan Paradise of Java memang pantas menyemat untuk Kota Pacitan. Ciri khas kawasan karst layaknya Gunung Kidul dan Wonogiri akan menyuguhkan sajian panorama yang amazing. Jika Temans mau berkunjung naik mobil, usahakan jangan tidur selama perjalanan. Selamat mencoba!

Screenshot_2017-08-13-10-05-26-1

Belum ke sini? Ke sini, yuk! Sudah ke sini? Ke sini lagi, yuk! Sharing cerita perjalanan Temans juga ya^^

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Andalan
Diposkan pada Artikel, lomba blogging, ODOP

Menantikan Merdunya Seruling Laut

Deburan ombak menghantam batuan karang. Dedaunan kelapa berdesir diembus angin. Paduan sempurna membentuk nada-nada indah. Nyanyian gelombang di tepi Pantai Klayar. Sihir seruling laut nan memikat pelancong.

Pntai-Klayar.jpg
Pantai Klayar (Foto: wisataindonesia77.blogspot.co.id)

Pagi-pagi benar, saya dan suami sudah tiba kembali di Pantai Klayar. Sebelumnya, kami datang kesorean dan hanya bisa menikmati sunset. Meski kurang sempurna karena tertutup gerombolan mega mendung. Kami tak berniat mengejar sunrise tapi penasaran menantikan merdunya seruling laut. Celah-celah batu karang yang mengeluarkan bunyi. Mix ciamik antara angin, air, dan gelombang yang menyembur laksana air mancur instan.

Untuk bisa menikmati karang-karang penghasil nyanyian ini, dari jalan masuk utama, ambil arah ke sebelah kiri sampai mentok. Letaknya di sisi timur atau ujung timur Pantai Klayar. Kita akan melewati pantai datar yang relatif tenang sebelum sampai ke lokasi pasir putih dengan ombak khas pantai selatan. Gelombang-gelombang besar akan bergantian datang menghantam karang-karang. Ya, sekitar 200 meter dari awal berjalan. Selamat, Temans sudah sampai di karang penghasil nyanyian gelombang!

Kalau seperti yang saya tonton di acara Jejak Petualang, paling asyik menikmati pancuran hasil air laut yang menembus celah karang ini dari puncak bukit. Sedikit berolahraga mendaki tebing yang ada di sekitar. Di sini akan terlihat jelas pancuran air yang bisa mencapai tinggi 15 meter saat air pasang.

Kalau ingin mendekat harus menunggu air surut lalu menaiki karang yang licin dan berbahaya. Di sepanjang jalur menuju seruling laut dipasang tangga dan pagar pembatas seadanya. Selain itu, juga terdapat bendera di titik-titik rawan. Tidak disarankan menuju lokasi tanpa pemandu. Kami ingin mendekat tapi karena pantai masih sepi dan tidak ada tanda-tanda guide, nyali kami ciut juga. Bagaimana kalau gelombang tiba-tiba menyapu kami tanpa seorang pun tahu. Nekad yang konyol itu namanya.

seruling-samodra-di-tebing-karang-pantai-klayar.jpg
Seruling Samudra (Foto: Jejak Piknik)

 

Tidak bisa melihat seruling laut dengan dekat tidak usah berkecil hati. Di hamparan pasir putih yang terapit karang ini kita bisa menikmati gulungan ombak yang besar, kalau saya baca-baca ombak di sini bisa juga untuk mereka yang ingin berselancar. Namun, kami tak melihat para peselancar ini mungkin waktunya yang tak pas. Ombak besar yang tingginya bisa empat meteran dari tengah laut itu perlahan memecah menuju kaki-kaki kami. Gelombang yang membuat takjub itu sampai juga menjadi riak membawa karang-karang kecil yang telah remuk menjadi butiran pasir.

Sejauh mata memandang ke depan samudra biru membentang dinaungi atap langit biru. Sejauh telinga mendengarkan, irama musik hasil tiupan seruling laut dipadu nyangian alam menjadi soundtrack menikmati panorama laut. Tak lupa, keindahan disimpan dalam hati. Maha karya sempurna dari Sang Pencipta yang wajib disyukuri dan dijaga selawasnya. Sempurna.

pacitan1.jpg
Pantai Klayar sisi barat (Foto: kabar24.bisnis.com)

Meskipun tidak ada larangan bagi siapapun datang ke pantai Klayar, menurut saya paling pas untuk mereka yang ingin pacaran halal atau honeymoon seperti saya waktu itu. Lokasinya masih lumayan sepi asal datangnya tidak berbarengan waktu liburan. Bisa juga untuk yang merencakan piknik keluarga. Pantai Klayar bisa mengakrabkan keluarga misalnya dengan kemah atau makan bersama. Saling bercengkerama dalam suatu waktu akan memperatkan hubungan bukan? Dan study tour, layaknya pantai-pantai di Gunung Kidul, pantai ini juga merupakan pantai di kawasan karst. Sehingga sangat cocok bagi mereka yang ingin belajar tentang geologi atau belajar mengenai teori pengangkatan laut menjadi daratan jutaan tahun lalu. Di salahsatu sisi pantai ini juga terdapat tanda kalau pantai ini merupakan situs geologi. Jadi teringat lagi jepretan foto-foto kami yang tak tersisa, semua moment hanya bisa terekam dalam memori.

Saya tidak menyarankan bagi yang berfisik lemah, orang yang sudah lanjut, atau yang membawa balita. Karena ya alasan kesehatan, keamanan, dan kenyamanan. Ada beberapa tanjakan dan turunan. Saya sih mau banget datang ke sana kembali. Namun, tunggu Namiya dan Oziel bisa diajak piknik dulu. Saya bisa menikmati, mereka pun juga.

 

Cara lain menikmati Pantai Klayar. Kalau kamu memutuskan ke Pantai Klayar banyak kok yang bisa dieksplor. Di antaranya bisa mendaki bukit di sisi kanan dari jalan masuk. Tenang, anak tangga sudah di beton cuma tarik nafas dulu ya. Cukup menguras energi juga mendaki. Sesudah tiba di puncak bukit, terdapat gasebo yang bisa untuk bercengkerama dan menikmati lansekap Pantai Klayar dari atas. Gradasi perubahan warna dari Samudra Hindia hingga tepi pantai, warna yang bisa menginsipirasi siapapun yang ingin mencipta karya. Pemandangan di sebelah kiri adalah garis pantai Klayar dengan lambaian nyiur di sisinya. Dan, pastinya memandang karang-karang seruling laut yang disebut juga bentuknya mirip sphink atau patung singa di Mesir. Sphink ini juga dikenal juga dengan nama Watu Lumbung.

bukit-dan-pepohonan-yang-memperindah-pantai-klayar.jpg
Garis Pantai Klayar (Foto: Jejak Piknik)

Menyeruput kelapa hijau di warung-warung warga. Usai menikmati pemandangan dari atas bukit, degan ijo adalah minuman pas pelepas dahaga. Air kelapa hijau yang manfaatnya sudah tidak diragukan lagi. Dipercaya bisa mengganti ion-ion tubuh yang hilang . Apalagi degan ini belum melakukan perjalanan panjang ke kota ya, masih habis dipetik. Segarnya. Sruputtt!

Berjalan-jalan di atas batu berkarang. Di sini bisa belajar makhluk laut seperti ikan, bintang laut (Echirnodenata), kerang-kerangan (Mollusca), rumput laut, dan lain-lain. Namun, tetap waspada ya saat melangkah takut terjebak di antara karang. Paling pas menikmati saat air surut sehingga binatang-binatang terjebak di antara karang.

Mengenal budaya sekitar. Ketika berwisata ke suatu tempat tidak cukup hanya dengan datang, kagum, berfoto, kuliner, lalu pulang. Kalau bisa saya sendiri sih setidaknya mengobrol dengan satu orang penduduk asli bisa juga penjual di warung-warung. Dari obrolan ini biasanya kita akan lebih bersyukur pada diri kita sendiri. Belajar menghargai orang dan banyak makna perjalanan yang akan kita dapatkan. Misalnya kita belajar nama asal usul tempat. Klayar dinamakan dari istilah klayar kluyur yang artinya jalan-jalan.

Mitos di Pantai Klayar, Sumur Pembawa Berkah?

Layaknya cerita-cerita keangkeran Laut Selatan, Pantai Klayar juga mempunyai mitos sendiri. Tebing-tebing batuan bukan semata-mata terjadi akibat abrasi tapi dipercaya masyarakat terbentuk dari perang gaib penguasa Laut Cilacap yang ingin menguasai Pantai Klayar. Di balik tebing-tebing batu terdapat tiga sumur yang dipercaya membawa berkah, yaitu sumur sunyarata, cindelaras, dan satu sumur besar.  Dengan membasuh muka dengan air tersebut dipercaya dapat memancarkan aura kebaikan. Kalau Temans percaya?

Bagaimana ke sana?

Lokasi Pantai Klayar terletak sekitar 40 kilometer dari pusat Kota Pacitan, Jawa Timur berbatasan dengan Wonogiri, Jawa Tengah. Tepatnya di Kalak, Sendang, Donorejo. Untuk menuju Pacitan bisa melalui Yogyakarta dengan jarak tempuh sekitar 110 kilometer melalui Gunung Kidul-Wonogiri-Pacitan. Kalau dari arah Semarang (utara) bisa masuk lewat Solo-Wonogiri-Pacitan kurang lebih berjarak 100 kilometer. Sedangkan dari arah timur melalui Ponorogo-Pacitan dengan jarak kurang lebih 110 kilometer. Paling enak menggunakan kendaraan pribadi. Jalanan menuju Pantai Klayar bisa dikatakan memicu adrenalin. Jalanan menanjak, berkelok, menikung, dan turunan khas pegunungan. Jangan sampai terlena dengan pemandangan di sisi kiri kanan jalan ya. Kalau mau naik kendaraan umum, bisa naik bus ke Pacitan. Untuk menuju ke Pantai Klayar dengan naik ojek, bak terbuka, dan mobil matuk, mobil yang mengantar-jemput mereka yang pergi ke pasar.

Screenshot_2017-08-12-07-34-57-1

Dimana bermalam? Di Pacitan rasanya sayang kalau tidak memutuskan menginap. Perjalanan yang cukup jauh harus dibayar tuntas di sini. Kalau ingin mencari hotel dengan fasilitas lengkap terdapat di pusat kota. Namun, kalau ingin dekat dengan lokasi wisata, pilihan utama adalah homestay penduduk. Kalau kami waktu itu memilih menginap di rumah warga, keramahan penduduknya membuat kami kepincut untuk membaur bersama. Sangat terjangkau, satu kamar dengan dua bed lengkap dengan televisi plus satu kamar mandi bonus sarapan hanya 100 ribu per malam. Itu harga tahun 2014 ya.

 

Gimana keindahan Pantai Klayar, ciamik kan? Segera buka kalender cari dan tandai tanggal yang pas. Yuk, dengarkan sendiri seruling lautnya 🙂

 

” Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Pacitan Paradise Of Java yang diselengarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pacitan”

 

 

Andalan
Diposkan pada ODOP

Pelajaran ODOP Hari Kesepuluh

Mengikuti one day one post (ODOP) yang diselenggarakan oleh Blogger Muslimah Indonesia sangat bermakna bagi saya. Memasuki hari kesepuluh ini banyak pelajaran yang saya dapat. Saya pun mencoba mengevaluasi sendiri, teman-teman juga boleh banget kok memberikan masukan pada blog ini biar naik kelas. Blog yang bangun-tidur-bangun-tidur ini 😀

Kita mulai dari kekurangan dulu. Usai update post saya biasanya baru menyadari sesuatu eh kok begini ya harusnya begitu. Temans, suka kaya gitu gak sih? Sebelum mem-posting biasanya saya akan preview terlebih dahulu. Setidaknya saya akan menemukan beberapa typo atau kesalahan dalam pengetikan tapi tetap saja seperti yang saya katakan sebelumnya setelah klik publish biasanya tetap merasa ada yang kurang. Sepuluh hari mengikuti tantangan ODOP ini setidaknya berikut point yang kerap membuat saya tidak bisa tidur:

  • Tulisan sering gagal fokus karena terlalu ingin banyak memberi informasi. Rasanya mau di-edit atau dipotong kok sayang, ini penting begitu kira-kira. Tapi setelah dibaca lagi suatu ketika jadi kalimat yang tidak nyambung. Mungkin itulah perlunya kita mendiamkan dulu tulisan sebelum langsung klik publish. Cuma karena dikejar waktu itu biasanya langsung klik publish saja.
  • Kurang mengeksplorasi tema. Banyak tulisan saya yang tidak mendalam. Isi tulisan terlalu general kurang spesifik untuk ide-ide tertentu. Harus lebih banyak rajin membaca dan mencari referensi untuk mengatasi hal ini. Semangat, Kakak!
  • Postingan tidak bertema, setiap hari ganti “acara”. Tidak seperti Mbak April Hamsa yang fokus menulis tentang breastfeeding. Ya, itulah bedanya blogger amatir seperti saya dengan blogger profesional yang sudah tidak diragukan lagi kemampuannya. Saya harus bisa seperti Mbak April.
  • Alasan klasik, kesulitan membagi waktu antara peran ibu rumah tangga dengan dua batita dan menulis. Sebenarnya dipikir-pikir kalau saya memiliki tekad kuat sekeras baja alasan ini tidak akan pernah jadi alasan. Kebiasaan menunda itu harus dienyahkan jauh-jauh. Lalu, saya harus mengurangi porsi tidur di malam hari. Simple banget, kan? Mantapkan niat. Orang sukses itu sedikit tidur, Rin. Seperti kata Beliau Nabi Muhammad SAW, sedikit tidur, sedikit makan, dan sedikit bicara.
  • Inginnya tidak ada posting lomba di waktu ikut ODOP ini tapi dari 10, ada dua postingan lomba. Padahal sejak awal mengikuti ODOP, sudah diniatkan dalam hati agar ODOP bisa meningkatkan produktivitas tulisan. Lagi-lagi, balik ke alasan klasik, kurangnya bisa memanajemen waktu jadi tidak bisa posting lebih dari satu tulisan per hari.
  • suka menulis mepet-mepet deadline. Banyak justifikasi untuk menjawabnya. Tapi saya skip sajalah nanti jadi membenarkan alasan yang seharusnya tidak perlu.

Dua puluh hari berikutnya juga selanjutnya, kekurangan-kekurangan tersebut harus bisa diperbaiki. Sebab, melalui ODOP ini banyak juga manfaat yang saya rasakan. Kebaikan-kebaikan tersebut di antaranya:

  • Menambah teman karena blog walking. Special thanks to Aisyah dan Dian Ravi yang setia mengomentari postingan saya^^
  • Memaksa diri untuk belajar. Setiap tulisan yang saya buat otomatis membuat saya harus mencari referensi sehingga ilmu pengetahuan bertambah setiap hari. Amiin
  • Termotivasi untuk mempercantik tampilan blog. Saat berkunjung ke blog lain, saya jadi malu dengan tampilan blog. Waktu ada kelonggaran saya mengganti tema dan terlihat lebih baik dari sebelumnya.
  • Proses menemukan gaya menulis blog. Saya sudah lama menulis tapi tidak konsisten mungkin itulah tulisan saya tidak ada gayanya. Beberapa hari menulis konsisten saya merasa-rasa oh saya nyaman menulis begini. Gaya menulis adalah proses. Karenanya harus ajeg menulis.

Masih ada sepuluh hari kedua dan sepuluh hari ketiga. Semoga bisa lebih baik dan tujuan mengikuti program ODOP terpenuhi. Semangat konsisten dan disiplin ngeblog. Kalau Temans pelajaran apa yang sudah didapat dari mengikuti ODOP yang sukses bikin otak muter mencari ide setiap hari ini? Sharing ya…

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Andalan
Diposkan pada Artikel, lomba blogging, ODOP

Borobudur International Festival 2017, Momentum Kembalikan Kejayaan Nusantara di Mata Dunia

Nenek moyangku orang pelaut,

gemar mengarung luas samudra,

menerjang ombak tiada takut,

menempuh badai sudah biasa.

Lagu ini diciptakan bukan untuk dongeng-dongengan semata. Tidak hanya Marcopolo, Vasco da Gama, Laksamana Cheng Ho, pelaut-pelaut Bugis pun melakukan petualangan melintas samudra dan benua. Hanya sayangnya, mungkin saat itu pelaut nusantara tidak gemar menuliskan petualangan sehingga kurangnya catatan sejarah. Negara kepulauan dengan pelaut-pelaut gagah berani juga membuat Indonesia menyemat Negara Maritim. Sebuah slogan yang kembali digaungkan Presiden Joko Widodo. Tak tanggung-tanggung untuk mewujudkannya dipilih Menteri Kelautan dan Kemaritiman yang tegas dan pemberani asal Pangandaran Ibu Susi Pudjiastuti. Tanpa ragu, beliau akan meledakkan dan atau menenggelamkan kapal asing yang melakukan illegal fishing di wilayah perairan Indonesia.

Bukti lain kalau penduduk Nusantara gemar berlayar adalah dengan adanya relief kapal di Candi Borobudur, Jawa Tengah. Saking indahnya, mantan Angkatan Laut Inggris Phillipe Beale yang berkunjung ke Borobudur tahun 1982 ingin membuat kapal serupa dan melakukan ekspedisi seperti yang dilakukan pelaut Indonesia. Dua puluh tahun kemudian, cita-cita kapal dengan bahan baku kayu tersebut baru terwujud. Kapal mulai berlayar menjelajah Samudra Hindia hingga wilayah Afrika. Jika ingin melihat kapal tersebut dan menelisik lebih lanjut jalur ekspedisi kayu manis bisa berkunjung ke museum dengan nama yang sama, Museum Kapal Samudraraksa di kompleks Candi Borobudur, Magelang Jawa Tengah.

Kapal Samudraraksa

DSCN0375
Kapal Samudraraksa (Foto by berbagifun)

Jika orang asing saja tertarik dengan sejarah masa lampau Indonesia bahkan rela merogoh kocek, tenaga, dan pikiran untuk membuat replikanya dan merasakan “sensasi”nya, bagaimana dengan kita sebagai generasi muda?

Event International Festival Borobudur (IBF), 28-30 Juli 2017, mengusung Pesona Borobudur di Mata Dunia secara tidak langsung akan menyorot Indonesia. Candi Borobudur merupakan candi Budha yang setiap Hari Raya Waisak dilaksanakan perayaan tapi bukan berarti candi ini hanya milik umat Budha saja. Candi Borobudur juga menjadi cermin kebhinekaan toleransi antar umat beragama di negara yang mayoritasnya Muslim ini. Sudah selayaknya kita tidak cukup hanya bangga, tapi juga menjaga dan merawat Warisan Budaya yang sudah diakui UNESCO tahun 1991 yang juga menjadi salahsatu dari tujuh keajaiban dunia ini.

Bagaimana kita mengambil hikmah dari peninggalan nenek moyang di abad 8 pada masa Raja Samaratungga dari Dinasti Syailendra ini, apakah kita harus membangun bangunan serupa? Tentu tidak. Tapi, setidaknya saya pribadi akan berkata, jika pada zaman dahulu sebelum teknologi dan era sebegitu mudahnya seperti sekarang bisa tercipta bangunan sedemikian megah, bangunan tanpa semen hanya dengan menyusun batu, lalu apa karya kita di masa sekarang?

Terlepas dari kekurangan manusia, di era Presiden Soeharto, beliau menggaungkan Indonesia menjadi salahsatu “Macan Asia”, hal ini salahsatunya diwujudkan oleh Pak BJ Habibie lewat pesawat-pesawat ciptaannya seperti N250 melalui Industri Pesawat Terbang Nusantara, kala itu. Sebagai rakyat Indonesia, tentu kita akan bangga tinggal di negara maju. Tidak hanya itu, tapi di negeri yang baldatun thoyyibatun warobun ghofurrun. 

Borobudur, Negeri Kahyangan; Indonesia. Negeri Kaya dan Damai

Candi Borobudur dari Puncak Bukit Suroloyo (foto by panduanwisata.com)

Pernah mendengar Indonesia disebut-sebut sebagai Atlantis yang hilang? Ilmuwan asal Brasil Aryos Santos setelah melakukan penelitian selama 30 tahun menyebutkan Atlantis yang hilang itu adalah Indonesia. Dalam buku “Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization” ditampilkan 33 perbandingan seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.

Terkait cara bercocok tanam bersawah, konon ini berasal dari Indonesia dan disebut pula dalam Al Quran Surat Ali Imron ayat 14 sebagai al harats. Para ahli sejarah percaya percaya bahwa nasi atau beras yang mudah penanamannya, peradaban awalnya berasal dari Nuswantarah (nama kuno Indonesia) sekitar 10.000-9.000 tahun yang lalu. Kemudian menyebar seiring penyebaran manusia  dan ditanam di kawasan tinggi Himalaya, daratan Thionghoa, Eropa Timur, Australia Barat, Afrika, dan Amerika. Karenanya, selain menyandang negara maritim, Indonesia juga menyemat Negara Agraris. Subhanallah sekali ya negara kita.

Karena itu, sudah selayaknya kita mengembalikan kejayaan Indonesia salah satunya melalui pesona Borobudur di mata dunia. Tidak usah berpikir rumit, ya, semua bisa mulai dari yang kecil misalnya dengan keahlian dan ketrampilan kita. Misalnya menulis seperti ini, buat Indonesia bangga karena melahirkan kamu. 

Terlepas fakta atau tidak, sematan benua atlantis yang hilang tidak boleh membuat generasi muda terlena. Saat ini kebutuhan travelling sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Misalnya saat mengunjungi Candi Borobudur, kebanyakan wisatawan mancanegara tidak hanya sekedar mengagumi tapi juga meneliti dan melakukan langkah lanjutan. Kita sebagai tuan rumah tentu harus lebih unggul, jangan sekedar ber-selfie. Banyak yang bisa dipelajari di Candi Borobudur dari arsiteknya, mempelajari reliefnya, filosofinya, dan sebagainya. Masa orang lain justru yang mengetahui lebih banyak tentang rumah kita. Atlantis dikenal mempunyai peradaban yang tinggi diantara ciri masyarakatnya yang bisa dicontoh, antara lain:

  1. Kehidupan yang dipenuhi kecerdasan.
  2. Teknologi yang tinggi
  3. Pengobatan yang maju
  4. Pendidikan anak yang ketat

Saya rasanya kok terlalu menggebu-gebu ya menulis tentang Candi Borobudur ini. Mungkin karena dari “zaman” piknik TK – SD, dan saat kuliah sering main ke sini. Saat kuliah tak terhitung berapa kali mengunjungi world heritage ini sebab lokasinya mudah terjangkau, kurang lebih bisa ditempuh satu jam naik sepeda motor. Teman-teman sudah ke sini belum? Yuk, kita napak tilas kejayaan Nusantara dengan berkunjung ke Candi Borobudur?

 

#GenPIJatengBorobudur

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

 
Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Generasi Pesona Indonesia Jawa Tengah 2017 yang diselenggarakan oleh Generasi Pesona Indonesia Jawa Tengah

Andalan
Diposkan pada Artikel, ODOP

Ibu Hamil Harus Mandi Saat Gerhana Bulan, Mitos atau Fakta?

“Nanti malam jangan lupa mandi pas gerhana bulan,” ucapan bernada mengingatkan dari ibu “senior” itu tiba-tiba menghentikan percakapan kami, tiga ibu muda yang tengah bercengkerama sembari menunggu anak-anak bermain. Kami bertiga saling memandang dan tertawa. Bukan meledek tapi bergurau sehingga tidak ada yang tersinggung. Maklum satu di antara kami ada yang tengah mengandung delapan bulan.

Saya yang belum pernah mendengar mitos ini langsung bertanya, memangnya kenapa? Katanya kalau tidak mandi nanti ada tanda lahir atau bulatan-bulatan gelap di kulit si bayi. Nah, si ibu yang hamil, mengatakan ada empat tanda di kepala anaknya yang sulung (5 tahun) karena waktu tengah kehamilannya tidak mandi. Kebetulan atau memang fakta karena pengaruh gerhana bulan?

Sebagai ibu generasi millenial tentu tidak boleh memakan mentah-mentah informasi ini donk ya. Memanfaatkan google saya mencari tentang mitos ini, belum ada bukti ilmiah yang mengatakan bahwa gerhana bulan menyebabkan cacat pada bayi dalam kandungan saat lahir nanti. Namun, sebagian besar masyarakat Bandung masih mempercayai tradisi dan kepercayaan ini. Seperti dikutip inilah, tahun 2011 malah puluhan ibu hamil mandi bersama saat gerhana bulan.

Karena penasaran, begitu pagi hari dan bertemu teman yang tengah hamil, saya langsung bertanya, “Tadi malam mandi pas gerhana bulan?”

“Iya, setengah dua-an,” jawabnya.

Hmmm… Skip…

Selain searching lewat mesin pencari biasanya saya juga berdiskusi dengan suami. Saya menyampaikan dulu uneg-uneg lalu meminta tanggapan. Bla…bla…bla… kami ngobrol tentang gerhana bulan dan mitos yang baru saya dengar. Tiba-tiba saya berceletuk, “Jangan-jangan tanda lahir di tangan Oziel (anak bungsu saya, 10 bulan) gara-gara tidak mandi waktu gerhana, kalau tidak salah waktu hamilnya kan terjadinya gerhana matahari total.”

Suami langsung tertawa, “Ah…itu mitos!”

Kalau menurut teman-teman bagaimana dengan mitos ini? Memang kadang sedikit susah ya dengan mitos-mitos yang beredar di masyarakat ini terlebih mitos terhadap ibu hamil. Jika tidak menuruti takut sang jabang bayi kenapa-kenapa, kalau diikuti kok tidak masuk akal.

Btw, yang kelewat gak menyaksikan fenomena alam ini, ini penampakan gerhana bulan parsial Selasa, 8 Agustus 2017 sekitar pukul 00.30 WIB-02.15 WIB hasil jepretan suami, @chidarma.

Mitos lain gerhana bulan yang pernah saya alami

Suara kentongan bertalu-talu. Disambung dengan bunyi kentongan yang lain. Bulannya dimakan buto (raksasa jahat).  Pukul-pukul terus kentongannya hinga buto memuntahkan bulan. Kami anak-anak bau kencur terus mendongak ke atas menanti bulan kembali bersinar. Lalu, ketika telah bersinar seperti biasa kami saling berceletuk, itu sudah dimuntahin, iya gak jadi dimakan, iya benar, dan lainnya. Itu ingatan kecil saya saat mendapati gerhana bulan ya sekitar awal tahun 1990-an bersama teman-teman kecil di Klaten.

Ketika telah memasuki era milenium, bergantilah bunyi kentongan menjadi ajakan sholat gerhana berjamaah lewat towa-towa masjid. Di Bandung, tidak hanya mengajak sholat berjamaah tapi lewat pengeras masjid juga bergema takbir layaknya menyambut hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha.

Dini hari tadi Namiya (anak sulung saya) ikut-ikutan menyaksikan gerhana bulan, saya mengatakan kepadanya kalau bulan sedang dimakan buto seperti pemahaman saya saat kecil sambil menggendongnya dan menunjukkan bulan yang mulai tertutup bayangan hitam.

Lalu, apa katanya? “Bulannya dimakan monster, Ibu.” Hadeuuhh

Karena segera sadar tidak ingin memberi pemahaman yang salah, saya mencoba menjelaskan dengan bahasa sederhana yang bisa ditangkapnya, “Itu bulannya sedang tertutup bumi, makanya sinar matahari gak bisa sampai ke bulan.”

Dia yang baru mau tiga tahun pun menirukan, “Bulannya ketutup bumi ya, Ibu.”

“Iya”

Dan, malah ganti bertanya, “Mana bumi? Ibu, bumi mana?”

Ibunya mumet lagi mencari bahasa untuk menjelaskan 😀

Memahami Gerhana dengan Al-Quran

Jika saja bulan dan matahari bersujud atas keagungan Alloh SWT, mengapa sebagai manusia kita begitu angkuh? Kita eh saya pribadi kerap lalai melaksanakan sholat lima waktu. Setidaknya begitulah yang saya tangkap pada kultum usai sholat berjamaah gerhana tadi di Masjid Al Furqon, tempat saya tinggal. Peristiwa gerhana sudah seharusnya diambil pelajaran bahwa bulan dan matahari senantiasa tunduk dan sujud kepada Sang Pencipta dengan beredar pada garis atau poros yang sudah ditentukan.

Di masa Nabi Muhammad SAW dalam novel Humaira yang saya baca diceritakan terjadi gerhana bulan bertepatan dengan wafatnya salahsatu putra Beliau. Namun, sesuai bimbingan Alloh SWT, Nabi bersabda bahwa peristiwa gerhana tidak berhubungan dengan kehidupan dan kematian manusia. Sepertinya ini sudah menjawab mitos ya. *mohon koreksi kalau saya salah.

Ada sepuluh ayat lebih yang menjelaskan tentang matahari dan bulan di Al-Qur’an di antaranya:

وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ دَآئِبَيْنِ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ ٣٣

Dan Dia (Allah) telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.” (QS. Ibrahim 14:33)

Semoga kita termasuk orang-orang yang bisa menangkap ayat-ayat Alloh SWT lewat penglihatan, pendengaran, maupun hati. Dan, termasuk orang yang bisa mengambil hikmahnya. Amiin …

Balik lagi, jadi ibu hamil harus mandi saat gerhana bulan, mitos atau fakta? 😀

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Andalan
Diposkan pada Artikel, lomba blogging, ODOP

Cara Gampang Menjadi Citizen Journalism

Istilah citizen journalism sudah tidak asing lagi bagi sebagian masyarakat Indonesia. Beberapa televisi juga telah menjadikan citizen journalism sebagai program untuk menarik penonton. Pengirimnya juga mendapat imbalan dari hasil peliputan berita ala warga. Selain itu saat ini mulai banyak portal-portal aduan warga ala jurnalis terhadap pelayanan publik.

Citizen jurnalism atau jurnalisme warga menurut Santhabriancha merupakan aktivitas jurnalistik yang dilakukan oleh warga biasa (yang bukan wartawan). Kegiatan ini mulai dari pengumpulan berita, pelaporan, analisis hingga menyebarkan informasi ke khalayak. Menjadi bagian jurnalisme warga ini semakin gampang di era digital ini yakni dengan mengakses melalui smartphone yang tidak mengenal ruang dan waktu.

Setidaknya menurut saya ada tiga syarat jadi citizen journalism ini:

  1. Mempunyai rasa ingin tahu tinggi. Untuk menjadi “wartawan” ala warga dituntut mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi terhadap apa yang terjadi di sekitarnya. Kita tidak akan bisa melaporkan sesuatu jika kita tidak peduli. Bagi mereka yang berjiwa curiosity tinggi akan penasaran jika terjadi kerumunan di jalan. Sementara sebagian lain mungkin abai. Nah, setelah ingin tahu seorang jurnalis warga akan mencari seseorang yang bisa ditanya untuk dilakukan cek dan recek. Jangan sampai hanya berdasarkan prasangka karena bisa menjadi hoax atau berita bohong. Ingat, Indonesia sudah memiliki Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Jangan sampai niat berbagi berita karena tidak dikonfirmasi terlebih dahulu dan langsung posting malah membuat kita di-bully maupun di bui.
  2. Mempunyai jiwa berbagi. Setelah mendapatkan informasi di lapangan, seorang jurnalis pasti mempunyai keinginan untuk membagi apa yang dilihatnya dan informasi yang ia miliki. Ketika kita hanya memiliki informasi tapi hanya disimpan sendiri itu bukan berarti “wartawan” tapi ya hanya sekedar ingin tahu saja. Coba tengok para reporter mereka tidak hanya mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) tapi juga melaporkan kepada masyarakat melalui media baik online, cetak maupun elektronik.
  3. Bisa menulis dan bercerita. Syarat yang ketiga adalah bisa menulis, minimal bercerita. Kita mengetahui peristiwa, kita ingin berbagi tapi cara kita menyampaikan belepotan malah membuat orang lain susah mengerti, gagal donk jadi ala-ala wartawannya. Misalnya ada teman yang sedang menceritakan kerumunan di jalan saat ia hendak ke kantor tapi ceritanya ngalor-ngidul dulu, kening dibuat berkerut, jadi malas kan kita mendengarnya. Bukan hanya itu informasi pun tak sampai. Nah, dalam cerita tersebut harus mengandung 5W + 1H. Who, What, When, Where, Why, + How. Sehingga kabar dari sang jurnalis tidak diterima sepotong-potong tapi utuh sang jurnalis juga terhindar dari banyak pertanyaan mendasar.

Jika sudah memenuhi syarat tersebut hasil reportase bisa dikirim ke portal-portal pelayanan pengaduan terhadap pelayanan publik bahkan bisa dikirim ke media dan kita mendapat honorarium… yeayy. Untuk masalah teknis tinggal disesuaikan saja dan relatif lebih mudah dipelajari. Mau belajar citizen journalism salahsatu contohnya adalah atmago.

Warga Bantu Warga

Kita bisa mengakses lamannya di http://www.atmago.com atau mengunduh aplikasinya, atmaGo. Seperti pada umumnya untuk bisa mengakses lebih lanjut, kita akan diminta mendaftar bisa melalui email atau akun sosial media.

 

Setelah masuk ke aplikasi, kita bisa melakukan searching terkait laporan, berita, aduan, hingga acara yang dibuat oleh warga dan untuk warga yang membutuhkan informasi. Kita tinggal klik bagian kategori yang diinginkan. Kita juga bisa searching misalnya karena akan mencari berita dengan mengetik kata Bandung. Hasilnya tentu all about Bandung.

Screenshot_2017-08-07-19-37-21
Contoh hasil pencarian berita terkait Bandung di atmago.com

Jreng…jreng… jika naluri kewartawanan sudah muncul tinggal klik menu “tambah” di bagian tengah bawah. Tuliskan judul hasil liputan kita dan deskripsi yang jelas dan tidak bertele-tele serta tentu mengandung unsur 5W + 1H tadi. Untuk lebih meyakinkan tambahkan hasil jepretan untuk di-upload. Klik simpan dan tarara…berita kita sudah dimuat. Mudah sekali bukan?

Karena baru-baru install atmago, belum sempat mencari bahan liputan ala warga. Akhirnya saya mencoba posting acara hasil search di facebook. Ini dia tampilannya.

Screenshot_2017-08-07-20-00-23
postingan pertama saya di atmago.com

Tertarik juga, cobain yuk warga bantu warga. Siapa tahu lewat tulisan kamu bermanfaat bagi orang lain yang sedang membutuhkan informasi 🙂

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia