Andalan
Diposkan pada Artikel, lomba blogging

Smartphone antara Kebutuhan dan Gaya Hidup

Ketika kita belajar ekonomi di sekolah dikenal tiga macam kebutuhan. Kebutuhan tersebut adalah kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Kebutuhan primer merupakan kebutuhan pokok setidaknya meliputi sandang, pangan, dan papan. Kemudian ditunjang dan dilengkapi dengan kebutuhan sekunder. Selanjutnya adalah kebutuhan tersier jika dua kebutuhan sebelumnya telah terpenuhi  yaitu kebutuhan akan kemewahan.

Di akhir tahun 1990-an dan awal millenium, ponsel termasuk kebutuhan tersier. Namun, hal tersebut semakin bergeser. Memasuki 10 tahun kedua millenium, seiring hadirnya posel pintar atau smarthone, telepon genggam rasanya bukan barang  “wow” lagi kecuali jika kita membicarakan tipe atau merek yang digunakan.

Saat ini, bisa dikatakan siapa sih yang tidak memiliki smartphone? Bahkan, di kota-kota besar tak jarang kita jumpai, satu orang memiliki lebih dari smartphone? Banyak alasan dari alasan memisahkan antara ponsel untuk personal dan bisnis hingga sekedar mengikuti gaya hidup “zaman now”-katanya.

Lalu bagaimana pengaruhnya dengan keluarga kita? Jika dulu orang tua memegang HP layar sentuh dibilang “nggaya” sekarang tidak lagi. Orang tua bahkan bukan golongan pejabat, pengusaha sekalipun sekarang sudah banyak yang memiliki HP. Pakde saya, sudah berumur kepala lima ke atas, soal smartphone jangan salah, bisa-bisa kita yang muda kalah. Dari strata sosial, dia bukan golongan kelas atas tapi urusan ponsel pintar tak boleh ketinggalan pun aplikasinya, dari facebook hingga sekarang booming instragam, dari era BBM sampai what’s app dan lainnya.

Telepon genggam diciptakan pada mulanya untuk mempermudah komunikasi hingga sekarang menjadi kebutuhan aktualisasi diri. Tanpa smartphone dengan jaringan internet tentunya, setiap orang bisa mengunggah aktivitas dan apa yang sedang dipikirkan, tentang kicauan, dan live gambar maupun video. Bayangkan saja, beberapa tahun yang lalu, kita rela antri di warung-warung internet hanya untuk update status facebook atau sekedar chatting via yahoo masenger atau membuka email dan browsing artikel untuk tugas bandingkan dengan sekarang, hanya dengan membuka telapak tangan dan tab layar semua terasa mudah dan cepat tanpa perlu kemana-mana.

Smartphone adalah kebutuhan, oke, tidak salah bagi yang membutuhkannya. Memiliki smartphone untuk lifestyle, boleh juga, tidak salah. Namun, yang penting diingat dengan segala kemudahan dan daya tarik smartphone alangkah baiknya jika kita menggunakan secara bijak. Terlebih pengaruh smartphone ini sudah masuk hampir  ke segala lini kehidupan termasuk anak saya yang masih balita. Setiap hal memiliki sisi positif dan negatif. Beruntunglah kita yang mampu mengoptimalkan sisi baiknya dan meminimalisir yang buruk.

Pertama. Smartphone tidak menggantikan peran sosial kita di masyarakat. Jangan sampai ada istilah, adanya smartphone menjadikan yang dekat menjadi jauh dan menjauhkan yang dekat. Pernah mengalami, sedang duduk berdua dengan teman tapi teman kita asyik sendiri dengan gadget-nya ditambah nyengar-nyengir sendiri lalu kita bagai obat nyamuk? Kadang ini pun terjadi antara saya dan suami, tapi tak segan di antara kami saling menegur jika salah satunya sudah mulai asyik sendiri dengan smartphone. Itulah pentingnya ketegasan bahwa di waktu keluarga tak boleh ada gadget terutama di depan anak yang masih balita.

Kedua. Menggunakan sesuai kebutuhan dan tujuan kita membeli smartphone. Misalnya tujuan ibu rumah tangga membeli smartphone adalah untuk online shop lewat media sosial. Jangan justru porsi besarnya untuk memposting status-status privasi yang berujung pada retaknya rumah tangga. bahkan saling bergosip lewat group maya. Selain juga hindari menyebarkan hoax atau kabar yang belum dicek kebenarannya, mengunggah status yang menyebarkan kebencian, pornografi, isu-isu SARA. Tidak mau kan karena status kita terkena UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Meskipun negara menjamin kebebasan dan kemerdekaan berpendapat tapi ada norma ada kaidah yang harus kita patuhi baik tertulis maupun tidak.

Ketiga. Menghindari memberikan hak milik smartphone pada anak sebelum umur yang disarankan. Dikutip dari The Asian Parent bos komputer dunia Bill Gates justru tidak memperbolehkan gadget sebelum usia 14 tahun. Dia bahkan tegas menolak ketika anaknya meminta gadget sebelum usia tersebut disaat teman-teman mereka sudah memiliki smartphone. Kenapa? Karena anak sudah belajar membedakan mana yang baik dan buruk. Sebelum usia itu, anak bisa dipinjami gadget dengan batasan waktu tertentu dan dalam pengawasan orang tua tentunya agar terhindar dari efek kesehatan maupun pengaruh negatif dari sisi mental dan sosial. Masa-masa emas seorang anak harus dilatih dan dirangsang motoriknya sebagai ibu jangan malas terus melatih kreativitasnya. Jangan karena anteng dengan smartphone, kita sebagai ibu jadi lalai dan malah asyik bermedia sosial juga. Ini juga tantangan tersendiri bagi saya sebagai seorang ibu.

Selalu bijak dengan smartphone yang sudah menjadi kebutuhan dan gaya hidup ya 🙂

 

 

 

 

Iklan
Andalan
Diposkan pada Artikel, Echi's Wife

Merawat Kulit Wajah Turning Thirty

Jelang usia 30 tahun sebagian wanita mungkin mulai mempermasalahkan kulit wajah maupun bagian tubuh lainnya. Misalnya mulai adanya kerutan, bersisik, kasar, bercak hitam atau kulit menggelambir. Secara pribadi, saya tergolong wanita yang cuek soal perawatan kulit wajah atau tubuh ini. Namun, di tahun-tahun terakhir kepala dua ini, saya mulai risih juga dengan kulit yang cepat kering.

Saat membuka majalah lama, Kalawarta edisi September 2014 halaman 16-17, saya menemukan artikel melawan penuaan dini. Nah, berikut saya coba share point-point cara mencegah penuaan dini oleh Dokter spesialis kulit dan kelamin RS Cahya Kawaluyan dr. Meily Anggraeni, Sp. KK ya.

  • Menghindari paparan sinar matahari langsung secara berlebihan pada pukul 10.00-15.00. Terlalu sering terpapar sinar matahari dapat membuat kulit mengalami penuaan lebih cepat. Berkurangnya jaringan elastin dalam kulit menimbulkan kerutan serta bercak-bercak hitam pada daerah yang sering terpapar. Hmmm… baca bagian ini saya manggut-manggut, terjawab ya kenapa seiring bertambahnya umur atau mereka yang lebih banyak terkena sinar matahari terdapat bercak hitam. Kebanyakan yang saya lihat di wajah mungkin karena wajah tak terlindungi secara langsung. Top tips menggunakan tabir surya SPF 30, atau menggunakan pelindung topi atau payung.
  • Minum banyak air. Ini sepele tapi saya paling malas padahal manfaat minum air putih sangat banyak manfaatnya. Sekedar cerita di kehamilan pertama saat usia kandungan sekitar enam bulan saya kekurangan cairan ketuban. Untunglah segera terdeteksi saat USG. Penyebabnya kurang minum air. Jangan ditiru ya. Sedangkan untuk tubuh yang terhidrasi baik dengan banyak minum air akan menghindarkan dari kulit kusam dan kering. Bold buat saya 😀
  • Rajin membersihkan kulit wajah. Sembari mengingatkan diri sendiri sih, kalau habis pergi tuh, apalagi kalau sudah malam, bawaannya langsung pingin tepar malas mencuci muka padahal debu jalanan maupun kotoran banyak yang menempel. Terkadang membersihkan dengan air saja tidak cukup. Banyak kotoran, minyak, keringat, mikroorganisme, sel yang mengelupas dari kulit, dan polutan lainnya. Karenanya, kita bisa memilih sabun pembersih wajah yang aman dan lembut sesuai jenis kulit.
  • Menggunakan pelembab. Tujuan pelembab yaitu membantu meningkatkan dan mempertahankan hidrasi kulit, memperbaiki fungsi sawar kulit, dan melindungi lapisan kulit. Nah, saran dari dr. Meily tetap gunakan pelembab sesuai tipe kulit dan bagi yang sensitif gunakan pelembab hipoalergenik. Kalau saya lagi belajar memakai pelembab tapi itu tadi ga telaten haha…
  • Menggunakan krim malam. Krim malam digunakan pada malam hari dan sebaiknya digunakan mulai umur 30 tahun. Krim malam akan membantu kulit beregenerasi. Beberapa kegunaannya adalah menstimulasi produksi kolagen, menutrisi kulit, membantu kelainan hiperpigmentasi (contohnya bercak coklat dan hitam pada wajah), dan membantu mengurangi kerutan halus. Perhatikan ya krim malam akan berbeda pada Anda usia 20, 30-40, 50-60 tahun.
  • Mengonsumsi anti oksidan. Anti oksidan bisa didapatkan dengan mengonsumsi buah-buahan, biji-bijian, sayuran, dan ikan. Makan secara teratur setiap hari dapat melindungi sel tubuh dari radikal bebas dan melawan penuaan.
  • Menggunakan serum vitamin C. Vitamin C dapat membuat kulit lebih cerah karena menghambat pembentukan pigmen warna. Selain itu juga akan meningkatkan dan merangsang produksi kolagen kulit yang membantu mempertahankan elastisitas kulit sehingga mengurangi kerutan halus.
  • Menghindari kebiasaan tidak sehat. Kebiasaan minum alkohol dan merokok dapat mempercepat penuaan. Begitu juga dengan kurang tidur dan stres. Sehingga usahan tidur minimal delapan jam setiap hari agar tubuh dan otot lebih rileks.

Tipsnya sederhana ya, murah dan tidak mengeluarkan biaya mahal. Kuncinya disiplin dan jangan malas. Haduh jangan malas ya… Jangan sering coba-coba make up malah bisa merusak kulit wajah. Kembali lagi, baca dulu petunjuk dan aturan pakai, apakah cocok dengan kulit kita atau tidak? Sebab cocok untuk A belum tentu cocok untuk B.

Oke, semoga bermanfaat. Punya tips lain share juga, yuk 🙂

Andalan
Diposkan pada Artikel

Tips Lulus Passing Grade Ujian CAT CPNS

Hi…

Saya muncul lagi setelah agak lama vakum. Alasannya fokus mempersiapkan diri untuk ujian CAT. Salah satu tahapan mengikuti CPNS 2017. Usai dinyatakan lolos berkas administrasi peserta CPNS dipanggil mengikuti tahap berikutnya yaitu Tes Kompetensi Dasar (TKD) berbasis komputer secara online atau Computer Assisted Test (CAT).

Memang sih agak momok tersendiri TKD yang terdiri dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelejensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) ini ditambah beban passing grade yang lumayan. Sesuai Permenpan RB No 22 Tahun 2017 tentang nilai ambang batas TKD CPNS tahun 2017 yaitu TWK 75, TIU 80, dan TKP 143.

Jumlah soal TKD ini secara keseluruhan ada 100 soal terdiri dari TWK 35 soal, TIU 30 soal, dan TKP 35 soal yang dikerjakan dalam waktu 90 menit. TWK merupakan tes yang mengujikan wawasan kebangsaan bagi peserta CPNS yang meliputi empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). TIU mirip soal potensi akademik ujian masuk perguruan tinggi negeri sedangkan TKP semacam psikotes.

Sistem CAT diterapkan agar penerimaan CPNS jauh dari praktek PUNGLI, transparan, dan menjaring sumberdaya terbaik. Karena itu, usai mengikuti tes ini skore pun akan langsung keluar sehingga peserta akan mengetahui lolos passing grade atau tidak. Saya sendiri awalnya tidak mau melihat skore karena takut tidak lolos tapi begitu waktu habis soal akan menutup sendiri dan langsung keluar rekapitulasi data kita dan skore ujian. Tarara… Saya syok, kaget, dan langsung berucap alhamdulillah… Saya lolos dengan nilai tidak mepet-mepet banget mengingat persiapan saya yang ya…ibu rumah tangga dengan dua batita tanpa pengasuh…bisa dibayangkan^^

Nah, untuk yang akan mengikuti tes ini, berikut tips dari saya supaya bisa lolos juga ya.

  • Banyak latihan soal. Kalau fresh graduate mungkin masih manjur metode menghafal ya. Tapi kalau yang sudah bekerja atau seperti saya mungkin banyak latihan soal akan sangat membantu. Saya sendiri tidak membeli buku latihan soal CPNS. Namun, kebanyakan download dan belajar dari contoh soal SNMPTN milik adik. Latihan soal ini menurut saya lebih efektif karena kita bisa mengetahui berbagai model soal daripada menghafal. Kalau menghafal materi kita kan sangat luas berbeda dengan ujian sekolah atau kuliah yang sudah ditentukan materinya. Lagipula banyak blog yang memposting contoh soal-soal CPNS.
  • Sering ikut simulasi CAT BKN. Karena yang memfasilitasi Ujian CAT ini adalah Badan Kepegawaian Negara (BKN) maka jangan sungkan “menengok” website-nya ya. Kita bisa ikut simulasi CAT secara gratis hanya cukup mendaftarkan email dan mengisi nomor KTP. Saran saya jangan cuma sekali tapi berkali-kali. Sebab, soal antara simulasi pertama dan berikutnya berbeda meski ada beberapa yang sama. Simulasi ini akan membiasakan otak kita dengan sistem CAT dan tentunya mengetahui model soal. Jadi sewaktu dihadapkan dengan CAT yang sesungguhnya kita sudah terbiasa dan tidak gaptek atau shock terlebih dahulu. Setelah dinyatakan dipanggil TKD ada jeda dua minggu untuk ujian CAT. Saya melakukan simulasi CAT sebanyak lima kali dan tidak ada yang lolos passing grade wahaha…
  • Yakin Kamu adalah Pemenang. Ada suatu pepatah saya lupa lengkapnya, kurang lebih ketahui medannya, jika kamu sudah merasa yakin lawanlah, maka dalam setiap pertempuran kamu akan memenangkannya. Yakin adalah suatu upaya psikologis agar otak kita merespon hal yang sama dan berusaha mewujudkannya. Psikis dan Mental sangat penting dalam ujian CAT. Sugesti positif akan sangat membantu agar dorongan semangat dan berpikir lebih lancar saat mengerjakan soal. Berbeda dengan orang pesimis, soal mudah pun akan terasa rumit karena otak sudah diajak untuk berpikir negatif.
  • Minta Restu Orang Tua dan Suami (kalau sudah menikah). Sebelum ujian saya menelpon bapak untuk minta do’anya tak lupa tentu ibu yang pasti terlebih dahulu. Meski do’a ibu adalah mustajab, jangan sepelekan do’a ayah ya. Terkadang usai kita minta restu, ayah akan memberi wejangan dengan logika-nya berbeda dengan ibu yang cenderung menggunakan sisi emosi. Jadi agar seimbang otak kita dalam menerima nasehat dan tentu saja karena kita wajib berbakti pada ibu dan bapak bukan ibu saja. Ketika menikah, ridho Alloh jika suami ridho, dari sejak memutuskan ingin mendaftar CPNS, saya melibatkan suami. Toh, saya bekerja bukan untuk mencari nafkah apalagi menggantikan posisinya. Saya ingin mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku sekolah maupun kuliah atas jerih keringat orang tua saya agar berkah dan menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama dan bangsa. Juga ingin menjadi teladan bagi anak-anak saya. Beruntung, suami mengantar dan menunggui ujian, sebelum masuk ruang ujian saya kembali memohon doa darinya. Meresap banget lho ke hati dan sangat berperan dari sisi psikis. Terima kasih Ibu, Bapak, dan Suami senantiasa mendoakan yang terbaik bagi saya.
  • Pasrah dengan Yang Maha Kuasa. Setelah usaha dan ikhtiar telah dilakukan pasrah kepada Alloh SWT. Karena sepintar apapun kita, tanpa campur tangan-Nya, kita bukanlah apa-apa. Selalu memohon pertolongan dari-Nya dan mengingat-Nya dimanapun dan kapanpun kita berada. Sebelum ujian berdoa terlebih dahulu begitu pula setelahnya dan di sela-sela ujian, selalu berdzikir pada-Nya.
  • Manajemen waktu. Karena jumlah soal ada 100 dan waktu 90 menit berarti satu soalnya harus dikerjakan kurang dalam satu menit. Kerjakan yang mudah dulu. Lewatkan soal dengan paragraf panjang karena ini sangat memakan waktu. Sayang kan kalau waktu habis sebelum semua soal terbaca padahal bisa jadi setelah soal dengan paragraf panjang kamu bisa menjawab dengan jawaban yang benar. Terlalu lama di satu soal juga akan membuat kita bisa lebih panik begitu melihat waktu. Jadi kalau saya ya kerjakan yang mudah, baru berdasarkan tingkat kesulitan. Kalau mengerjakan paling sulit dulu takutnya energi kita keburu habis di soal tersebut dan malah soal yang mudah kita jadi kehilangan fokus dan tidak konsentrasi.

Semoga tips saya bermanfaat ya. Keep fight meraih impianmu. Jangan jadikan keadaan menjadi alasan yang menghalangi mewujudkan mimpi. Oia, salah satu teman saya yang lebih dahulu menjadi CPNS memberi nasehat, sing penting sinau, ga sinau, rugi, adoh-adoh, kesel awak (yang penting belajar, ga belajar rugi, jauh-jauh, capek badan). Kalimat itu menjadi cambuk bagi saya.

Meski sudah lolos, bukan berarti saya hip hip hura, karena saya masih harus menunggu dipanggil tes tahapan berikutnya, yaitu Tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Do’akan semoga saya dipanggil di instansti yang saya daftar ya, nanti saya akan share lagi pengalaman saya 😀

Ada yang ikut CPNS 2017 juga, share yuk!

Halten Geist!!!

Andalan
Diposkan pada Book Review

[Book Review] Meraih Mimpi dengan Beasiswa; Step be a Smart Mom

Siapa bilang ibu rumah tangga harus melupakan impiannya. Menjadi ibu bukan berarti lantas mengubur ambisi kita. Meneruskan jenjang ke pendidikan lebih tinggi, kembali ke karier, kenapa tidak? Buku ini dipersembahkan kepada siapa saja yang bertekad untuk maju lewat pendidikan. Saya ngacung!

Ibu merupakan madrasah pertama buat anak-anaknya. Jadi sangat penting menjadi ibu yang smart dan “melek”.

Ngomong-ngomong soal buku ini sebenarnya sudah pingin dari tahun lalu sejak rilis. Tapi harus tertunda dengan kelahiran anak kedua. Memang niat mau melanjutkan magister hihi…

20170922_094838-1

Judul:Meraih Mimpi dengan Beasiswa
Penulis: Abellia Anggi Wardani
Editor: Weka Swasti
Proof Reader: Herlina P Dewi
Desain Cover: Teguh Santosa
Layout Isi: Arya Zendi
Tebal: 228 halaman
ISBN: 978-602-7572-45-4
Penerbit: Stiletto Book

Blurb

Mendapatkan beasiswa merupakan impian banyak orang, karena dengan beasiswa, kita bisa menuntut ilmu di institusi-institusi terbaik di mana pun tanpa terbebani masalah biaya. Apalagi kalau beasiswa yang didapat tidak hanya memberikan kesempatan untuk menimba ilmu, tetapi juga untuk berkenalan dengan budaya-budaya bangsa lain.
Pasti seru!

Selain informasi seputar sumber beasiswa dalam negeri ataupun luar negeri, buku ini juga membahas A – Z persiapan mendapatkan beasiswa, di antaranya:

  • Checklist dokumen-dokumen yang diperlukan
  • Cara menulis CV yang menarik
  • Cara membuat surat motivasi dan surat rekomendasi yang baik
  • Cara menulis esai yang mencuri perhatian
  • Tip menjalani tes-tes di setiap tahap
  • Sampai, cara agar bisa survive di lingkungan baru dan lulus dengan predikat Cum Laude


Dituturkan dengan jelas dan detail oleh seorang penulis yang telah mendapat lebih dari 10 beasiswa, baik di universitas dalam negeri ataupun luar negeri. Penulis juga banyak membagi pengalaman pribadinya dalam buku ini, yang tentu saja akan membuat kalian lebih semangat lagi untuk mengikuti jejaknya.

 

REVIEW

Mengawali buku ini, penulis mengajak kita untuk percaya pada kekuatan keyakinan terlebih dahulu. Ya, faith. Seperti kata pepatah, apa yang kamu yakini itu yang akan terjadi. Sama halnya ketika kita akan apply beasiswa, kita harus yakin bahwa pengajuan beasiswa kita akan diterima.

Mengutip testimoni Icha Ayu yang juga penulis novel Distance dan Remember Paris terbitan Stiletto Book, “Once you apply for a scholarship, you already posses at least 99% of chance to win the scholarship.

Pengalaman dulu sih, banyak teman-teman yang bilang kalau mengurus beasiswa itu ribet. Harus mempersiapkan berkas-berkas persyaratan apalagi kalau harus ujian atau tes.

Membaca buku ini, kamu akan diyakinkan kalau mengurus pengajuan beasiswa bukanlah hal ribet tapi effort. Tidak ada sukses yang instant bukankah untuk mendapatkan sesuatu kita butuh perjuangan. Bahkan mengorbankan waktu dan tenaga kalau perlu materi. Tidak ada hasil yang mengkhianati usaha. Setuju, Mom?

Saat menempuh S1 saya pun mendapat beberapa beasiswa yang sangat membantu selama studi di Fakultas Kehutanan UGM. Di antaranya Branita Sandhini, Peningkatan Prestasi Akademik (PPA), dan Karya Salemba Empat.

Oiya, seperti kata Abel, beasiswa bukan melulu karena kita tidak mampu tapi karena prestasi. Jadi jangan minder kalau mau mengajukan atau menerima beasiswa, lihat beasiswa apa dulu donk? Kita boleh sombong kok dengan beasiswa karena prestasi akademik maupun non akademik kita.

Begitu juga saat sudah berstatus ibu, saya sempat ragu untuk sekolah lagi. Namun, seorang “kakak” menyemangati saya. Justru pengalaman ibu rumah tangga belum tentu dimiliki mereka yang sama-sama kuliah. Ini bisa menjadi poin plus karena tantangannya berbeda, pengalamannya pun berbeda apalagi sudah pernah bekerja juga. Up…up…wake up!

Namun, yang penting diingat ketika sudah berstatus menikah, suami dan anak adalah yang utama. Sebelum memutuskan apapun sebaiknya meminta pertimbangan terlebih dahulu. Jangan sampai beasiswa sia-sia karena mundur ditengah jalan seperti ibu 35 tahun dengan dua anak kenalan Abel yang tak bisa melanjutkan magister karena satu dan lainnya seperti shock culture dan musim.

Untuk menyiasatinya, tak harus ke luar negeri, perguruan tinggi di Indonesia juga sudah banyak yang berkualitas bagus. Kita tinggal mengecek di internet mengenai akreditasi dan world ranking-nya.

Dalam buku ini, Abel juga memaparkan tes-tes bahasa asing dan tes potensi akademik yang wajib jika ingin menyeberang benua. Mulai dari gambaran tes hingga tips mengerjakan. Di lampiran, terdapat contoh curriculum vitae, motivasi, dan esai yang kerap dibutuhkan pemburu beasisw termasuk saya, baik banget ya Abel.

Baca sendiri dech, kamu bakal merasakan gigihnya Abel untuk mendapatkan beasiswa hingga lulus cumlaude tanpa harus meninggalkan pergaulan. Ke luar negeri juga tetap bisa traveling di sela studi dan mendapatkan pengalaman bekerja. Seru banget! Buku ini jauh dari kesan menggurui, tutur sangat ramah seperti warna tosca sampulnya, simple tapi tetap elegan dan cerdas.

Sukses untuk Abelia Anggi Wardani yang konsent pada bidang budaya dan wisata 🙂

 

 

 

 

 

Andalan
Diposkan pada Football lover

[Persib Day] Bermain Imbang; Persib Bandung 0 – 0 Bali United

Ezechiel Endouasel hampir saja membuat bobotoh bersorak sorai di menit ke 81 andai saja tendangannya tidak melenceng. Jingkrak kemenangan harus ditunda kembali usai Persib Bandung bermain imbang saat menjamu tamunya Bali United di pekan ke -25 Liga 1 Gojek Traveloka.

eci-persib vs bali united 1
Foto: Darma Legi || Galamedia

Laga yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung (21/9) berlangsung dalam tempo sedang. Sejumlah peluang diciptakan oleh kedua tim. Di babak pertama Persib Bandung melalui Achmad Jufriyanto menciptakan peluang namun tendangannya masih berhasil diamankan penjaga gawang Wawan Hendriawan.

Di babak kedua maung bandung tercacat beberapa kali menciptakan peluang. Umpan yang diterima belum bisa dimaksimalkan oleh Ezechiel untuk membobol kesebelasan Serdadu Tridadu. Irfan Bachdim yang mencari celah pun tak bisa mencuri tiga poin tandang.

Berikut beberapa moment yang diabadikan lewat fotografer Galamedia, Darma Legi.

eci-persib vs bali united 3
Pemain Persib Bandung Raphael Maitimo (kanan) berusaha menyontek bola yang berusaha ditangkap penjaga gawang Bali United
eci-persib vs bali united 4
Pemain Persib Bandung Henhen Herdiana (kiri) berusaha berebut bola dengan pemain Bali United
eci-persib vs bali united 5
Pemain Persib Bandung Ezechiel Endouasel (kanan) berusaha melewati hadangan pemain Bali United

 

Susunan Pemain:

Persib Bandung:
Muhammad Natshir (PG); Achmad Jufriyanto, Henhen Herdiana, Vladimir Vujovic, Wildansyah, Dedi Kusnandar, Febri Haryadi, Kim Jeffrey Kurniawan, Raphael Maitimo, Shohei Matsunaga (Atep-72), Ezechiel N’Douassel.

Bali United:
Wawan Hendrawan (PG); Agus Nova Wiantara, Ahn Byungkeon, Fadil (C), Hasim Kipuw, Ricky Fajrin, Nick Van Der Velden (Stefano Lilipaly-52), Taufiq, Irfan Bachdim (I Gede Sukadana-88), Marcos Flores (Yabes Roni-71), Sylavo Comvalius

Andalan
Diposkan pada lomba blogging

Menemukan Makna Keluarga di Tanah Dayak

Rumah adalah sangkar yang mengekang. Bukan rumahku istanaku. Begitu lulus kuliah dan diterima bekerja di Tanah Dayak rasanya begitu buncah. Akhirnya, saya gadis yang dimanjakan keluarga akan terbang bebas, begitu pikir saya kala itu.

Niat utama perjalanan saat itu memang bukan untuk traveling. Namun, melintas Laut Jawa ditempuh untuk bekerja di perusahaan perkayuan di Kalimantan Barat. Saya menganggapnya tak sekedar bekerja karena saya akan menemukan banyak hal baru. Tempat-tempat baru, budaya baru juga teman-teman yang baru. Inilah perantauan pertama bagi saya.

Pontianak bukan sekedar kota tugu khatulistiwa berada. Titik nol derajat yang membelah bumi menjadi dua bagian yaitu lintang di sebelah utara dan selatan. Bukan juga tentang Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia. Panjang totalnya mencapai 1.143 kilometer. Panjangnya melebihi dari dua kali Bengawan Solo sungai terpanjang di Jawa. Airnya mengalir melintasi 12 kabupaten/kota dengan panjangnya 548,53 kilometer.

FB_IMG_1504471598557
Menyaksikan Kulminasi di Tugu Khatulistiwa, 2012 (dokpri)

Bergaul dengan kawan-kawan baru dengan latar belakang suku, agama, dan budaya yang berbeda membawa saya pada sebuah pemahaman baru akan rumah. Dari pulau yang berbeda ini justru saya menemukan makna keluarga. Mereka yang selalu menerima dan menyayangi kita apa adanya. Tulus tanpa pamrih meski kita berbuat salah. Terutama kedua orang tua kita.

Dalam perantauan ini saya juga mendapatkan keluarga baru. Keluarga yang membuka pintu rumahnya dengan terbuka. Mereka yang merangkul saya meski kami berbeda suku dan agama. Inilah indahnya bhineka. Walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Rumah bukanlah sangkar tapi tempat yang paling dirindukan. Mungkin memang tak megah tapi tempat bentangan kasih sayang tercurah. Inilah salahsatu hikmah kita melakukan perjalanan. Bukan sekedar hura-hura tapi ada makna lebih dalam, semakin mengenal diri, menjadi pribadi yang lebih matang, dan tahu kemana kita harus pulang. Sebab, keluarga selalu menunggu kita.

Usai melakukan perjalanan, beberapa orang juga terinspirasi untuk melahirkan buku. Karya untuk melestarikan apa yang didapat dari perjalanan. Pengalaman untuk belajar bagi orang lain. Misalnya, Junianto Herdiawan dengan buku Shocking Japan, Trinity dengan The Nacked Traveler, Hanum Salsabila Rais dengan 99 Cahaya di Langit Eropa. Saya pun terinspirasi menulis buku dari hasil perjalanan ini, Halimun; Seberkas Cahaya di Tanah Dayak. Terinspirasi dari perjalanan yang juga menjadi salah satu pemenang Publisher Search Author (PSA) 2 Grasindo.

FB_IMG_1504471551375
Novel Halimun, 2014

 

Dengan Skyscanner Perjalanan Jadi Mudah

Jarak tak perlu lagi menjadi rintangan. Kemanapun di seluruh penjuru dunia bisa ditempuh singkat. Skyscanner akan membantu membawa pada keluarga yang membesarkan saya di Yogyakarta. Lalu, di lain kesempatan saya akan kembali bersilaturahim ke rumah Dayak di Landak, Kalimantan Barat. Skyscanner akan membantu mencari tiket pesawat murah. Membandingkan dengan beberapa tiket promo yang lain sehingga kita bisa memilih yang pas dengan kebutuhan kita. Ada juga bulan murahnya, loh!

Screenshot_2017-09-04-03-25-59-1
Screenshot contoh pencarian tiket pesawat

Sembari mengunjungi rumah “keluarga baru” yang ditempuh empat jam dari Kota Pontianak tersebut. Kami bisa mencari hotel untuk sekaligus berwisata ke kota yang bagi saya banyak huruf China-nya ini. Di beberapa kesempatan saya memang kerap menjumpai orang mengobrol dengan bahasa Mandarin. Toko-toko dengan tulisan China besar-besar. Wajah-wajah etnis Thiong Hoa, sekilas saya merasa telah meninggalkan Indonesia. Tapi tidak, kami tetap menyatu dalam perbedaan dan saling menghargai.

Tanpa perlu merepotkan orang lain lewat Skyscanner kita juga bisa mencari tempat sewa mobil di bandara maupun kota. Transfer bandara juga gampang dengan berbagai pilihan kendaraan. Niat dan rencana perjalanan Temans pun tak berantakan.

Hmmm… satu lagi, kalau kamu pernah membaca atau tahu buku Meraih Mimpi dengan Beasiswa karya Abellia Anggi Wardhani, dia merekomendasikan Skyscanner lhoh. Apa hubungannya beasiswa dengan situs Skyscanner? Bagi Temans yang menerima beasiswa ke luar negeri tentu jangan melewatkan kesempatan traveling juga yah. Walaupun biaya kuliah dari beasiswa tapi bukan berarti tidak bisa menyiasati untuk aktivitas yang satu ini. Menghilangkan rasa jenuh dari rutinitas perkuliahan dan ya untuk oleh-oleh cerita sekembalinya ke tanah air. Bahwa Temans sudah melintas beberapa negara tidak hanya berkutat di kampus dan perpustakaan. Kata Abel, website Skyscanner akan membantu membandingkan harga dari berbagai maskapai di seluruh dunia dan membantu mencari harga yang paling murah.

Sudah coba Skyscanner belum? Tidak usah bersusah menunggu promo karena Skyscanner selalu ada bulan termurah. Belum yakin coba klik video berikut. Cusss traveling cerdas dan hemat ala Skyscanner, yuk 🙂

 

 

Temans mempunyai inspirasi atau ide kreatif usai melakukan perjalanan? Tuliskan juga kisahnya, siapa tahu Kamu yang beruntung dapat voucher tiket pesawat ke berbagai kota pilihan kamu. Cek Kompetisi Blog Aha Moments di sini yah ^^

 

#ahaskyscanner #skyscannerindonesia

 

 

 

 

 

Andalan
Diposkan pada ODOP

#ODOP30 Hari Arofah

Hari Arofah setiap tahun jatuh pada 9 Dzulhijjah Kalender Hijriyah. Tahun ini hari arofah bertepatan dengan tanggal 31 Agustus 2017. Disebut hari arofah karena pada hari ini seluruh umat Muslim yang sedang menunaikan ibadah haji melakukan wukuf di Padang Arofah. Muslim yang tidak berhaji disunnahkan berpuasa.

Karenanya, puasa sehari jelang hari raya Idul Adha ini disebut Puasa Arofah. Cara berpuasanya sama yaitu menahan diri dari lapar dan haus sejak subuh hingga maghrib hanya niatnya berbeda yaitu niat puasa sunnah arofah. Hal-hal yang membatalkan puasa wajib juga membatalkan puasa sunnah.

Puasa arofah dilaksanakan mengiringi mereka yang tengah wukuf. Wukuf merupakan puncak ibadah haji dan sarat sahnya rukun Islam yang kelima ini. Seluruh Muslim dari segala penjuru dunia berkumpul di siang hari di Padang Arofah yang gersang dan tandus untuk berdiam diri berfokus pada Alloh SWT. Wukuf merupakan contoh miniatur padang mahsyar tempat dibangkitkannya dan dihimpunnya manusia setelah kematian untuk mempertanggungjawabkan kehidupannya. Apakah akan menerima buku catatan amal dari tangan kanan atau kiri?

Terbayang panasnya sengatan matahari dan pantulan gurun sehingga yang tidak berhaji disunnahkan berpuasa agar bisa turut merasakan sedangkan yang tengah berhaji haram puasa.

gambar-arafah-dari-udara
Wukuf di Arofah (daftarhajiumroh.com)

Apa-apa yang diperintahkan oleh Alloh SWT pasti mengandung hikmah. Begitu pula dengan puasa sunnah arofah, HR Muslim menyebutkan, “Puasa Arafah bisa menghapuskan dosa setahun lalu dan setahun yang akan datang.” Sebagai Muslim yang senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan tentu tidak ingin melewatkan waktu-waktu seperti ini bukan? Sayang sekali tahun ini saya tidak bisa berpuasa karena sedang menyusui dan kondisi anak sedang sakit. Kata guru ibadah SMA saya dulu, kalau yang tidak sahur dan belum makan boleh terus diniatkan puasa.

Saat berpuasa, doa kita mustajab. Banyak-banyak berdoa untuk kebahagiaan dunia dan akherat serta dijauhkan dari siksa neraka. Berdoa untuk apa yang kita butuhkan.

Selain itu hikmah lain puasa sunnah sebelum Hari Raya Idul Adha adalah dianugerahi kemuliaan oleh Alloh. Di antaranya keberkahan dalam hidupnya, dihapuskan dosanya, dilipatgandakan amalnya, dijamin rumah tangganya, dimudahkan kematiannya, diterangkan kuburnya, diberatkan timbangan kebaikan, diselamatkan dari kejatuhan kedudukan di dunia, dan dinaikkan derajatnya di sisi Alloh SWT (sumber klik di sini).

Temans puasa tahun ini? Semoga bisa mengambil hikmahnya bukan hanya mendapat lapar dan haus saja. Dan, semoga suatu hari kita yang wukuf di Padang Arofah memenuhi panggilanNya.

Amiin…

“labbaikallaahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wanni’mata laka wal mulk laa syariika lak.” (Aku datang memenuhi panggilan-Mu Ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan-Mu tiada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala nikmat dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, dan tiada sekutu bagi-Mu)

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Andalan
Diposkan pada Football lover, ODOP

#ODOP29 Pembuktian Garuda Muda; Indonesia 3 – 1 Myanmar

IMG_20170830_065355
Pic: @TabloidBola

Medali perunggu disumbangkan cabang olahraga sepak bola SEA GAMES 2017 usai mengalahkan kesebelasan Myanmar. Indonesia unggul 3 – 1 atas myanmar di laga penentuan posisi ketiga (29/8). Gol tersebut dicetak oleh Evan Dimas Darmono, David Maulana, dan tendangan berkelas Rezaldi Hehanusa di babak kedua.

Di babak pertama tim nasional Indonesia tampil kurang meyakinkan. Anak asuh Luis Milla ini bahkan kecolongan satu gol terlebih dahulu lewat Than Paing di menit 22. Indonesia terus berusaha menyerang tapi gagal.

Di babak kedua Ezra masuk menggantikan Marinus. Para pemain garuda muda menunjukkan kualitasnya. Gol balasan tercipta melalui tendangan Evan Dimas di menit 55. Tak lama berselang, Garuda Muda memimpin lewat Septian David Maulana di menit 59. Indonesia muda kembali menggandakan gol di menit 77 melalui Rezaldi Hehanusa. Skor bertahan hingga pertandingan dihentikan wasit.

Indonesia memastikan posisi ketiga usai menjadi runner up group B. Hasil imbang 1-1 saat meladeni Thailand di laga pembuka. Unggul 3-0 atas Philipina. Menang tipis 1-0 dengan Timor Leste. Berbagi angka 0-0 dengan Vietnam. Dan, memastikan lolos ke semifinal usai mengalahkan Kamboja 2-1.

Sayang laga Indonesia terhenti di semifinal setelah tumbang 0-1 melawan Malaysia. Tim Harimau Malaya pun gagal meraih emas. Thailand keluar sebagai juara pertama SEA GAMES 2017 di ajang sepak bola unggul 1-0 atas Malaysia. Thailand unggul karena own goal pemain Malaysia Haziq Nadzli pada menit 39.

Terima kasih kepada seluruh punggawa Garuda Muda. Para pemain dengan segenap jiwa dengan lambang garuda di dada telah memberikan permainan terbaik. Menang dan kalah adalah keharusan dalam setiap pertandingan. Yang kalah harus sportif dan yang menang tak boleh jumawa. Evaluasi dan terus meningkatkan kualitas agar mimpi mendapatkan emas lewat cabang ini bisa segera dipenuhi.

Susunan Pemain Timnas U-22 Indonesia melawan Myanmar:

Indonesia (4-2-3-1): Satria Tama; Gavin Kwan Adsit, Hansamu Yama, Andy Setyo, Ricky Fajrin; Muhammad Hargianto, Evan Dimas; Osvaldo Haay, Septian David Maulana, Febri Hariyadi; Marinus Wanewar

Pelatih: Luis Milla

Myanmar (4-4-2): Sann Sat Naing; Nan Wai Min, Htike Aung, Thiha Htet Aung, Hein Thiha Zaw; Hlaing Bo Bo, Si Thu Aung, Mg Mg Lwin, Yan Naing Oo; Aung Thu, Than Paing.

Pelatih: Gerd Zeise

 

#ODOP #BloggerMuslimah Indonesia

 

 

Andalan
Diposkan pada ODOP

ODOP28 Menemukan Passion

Passion selalu menjadi perbincangan menarik. Sebagian orang peduli sebaliknya sebagian yang lain “mengalir saja”. Mereka yang peduli dengan passion akan rela mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran. Mereka juga bahkan berani keluar dari zona nyaman termasuk mengundurkan diri dari pekerjaan yang sedang digeluti.

Passion merupakan suatu gairah yang membawa kita melakukan sesuatu hal tanpa beban. Bahkan jika tidak dibayar sekalipun. Passion bukan hanya sekedar hobi. Kalau kata Rene Suhardono dalam buku Your Job is Not Your Career, passion adalah It is (NOT) what you’re good at. It is what you enjoy the most (hal. 56).

passion-758x512
Grafis:  Inovasee

Dorongan untuk mencari passion ini mungkin paling terasa saat kita sudah bekerja. Ada kalanya kita akan merasa jenuh, tidak mampu, dan ingin keluar dari pekerjaan. Namun, sebelum buru-buru memutuskan pindah kerja atau alih profesi, cobalah untuk menarik diri sejenak dari rutinitas pekerjaan. Bisa dengan mengambil cuti dan rekreasi di alam terbuka atau sesuai kesenangan. Setelah kembali Temans lebih fresh atau tetap masih tidak semangat bekerja?

Mencari mentor. Saya pernah merasakan kegalauan yang lur biasa saat menjadi karyawan. Berbicara uneg-uneg dengan senior bisa sangat membantu kita melihat gambaran pekerjaan dari kacamatanya yang sudah pengalaman. Nah, untuk topik-topik seperti ini lebih baik hindari mengobrol dengan teman sebaya karena biasanya emosinya sama dan pengalamannya relatif sama. Nanti malah jadi kompor-komporan. Tapi bukan berarti tidak boleh mengobrol sama sekali yang penting bisa saling mengendalikan diri.

Membaca buku tentang passion. Novel tentang passion yang juga berpengaruh terhadap hidup saya adalah 23 Episentrum karya Adenita Priambodo. Setelah membaca buku tersebut saya mendapat keberanian lebih untuk memutuskan pekerjaan impian. Sebab, berkarya itu bisa lewat banyak hal. Kemudian buku Career Coach Rene Suhardono yang sudah saya kutip di atas. Membaca buku itu sangat penting bagi saya karena kita belajar dengan pengalaman orang lain. Kita akan semakin kaya dan terus belajar.

Dengarkan suara hati. Ada orang yang bingung dengan suara hatinya sendiri. Kalau waktu saya biasanya untuk mendengarkan suara hati adalah sepertiga malam terakhir usai shalat tahajud. Setelah kita melepaskan beban hati kepada Sang Pencipta, kita bisa mengambil jeda sejenak, tidak langsung berdiri. Tanyakan ke dalam diri apa-apa yang mengganjal di hati. Hening dan sunyi biasanya kita akan banyak mendapat inspirasi. Selain itu, cara saya mencari apa yang dicari adalah naik gunung. Saat sampai di puncak tak sekedar pongah dan berfoto tapi merenungkan apa yang sudah dan akan kita lakukan di bawah sana. Perjalanan terjal dan susah akan semakin membuat kita menghargai perjuangan. Tidak ada yang instan.

Bagi saya passion adalah terus berproses termasuk blogging apakah passion saya? Atau sekedar me time atau untuk mencari uang?

Pada akhirnya ketika kita belum bisa do what you love adalah love what you do. Berkarya sepenuh hati.

Kalau Temans sudah menemukan passion atau masih mencari? Share juga, yuk! 🙂

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Andalan
Diposkan pada ODOP

#ODOP27 Tips Aman Berkendara

Peningkatan infrastruktur jalan raya dan mudahnya mendapatkan kendaraan pribadi membuat akses lalu lintas kian padat. Selain juga kebutuhan masyarakat akan transportasi untuk ke tempat kerja. Ketidak hati-hatian di jalan dan kurangnya pengetahuan berkendaraan di jalan raya kerap mengakibatkan kecelakaan. Kecelakaan berlalu lintas termasuk sepuluh besar penyumbang penyebab kematian di Indonesia.

Menurut data Kepolisian, di Indonesia, rata-rata 3 orang meninggal setiap jam akibat kecelakaan jalan. Data tersebut juga menyatakan bahwa besarnya jumlah kecelakaan tersebut disebabkan oleh beberapa hal. Di antaranya, yaitu :

  1. 61 % kecelakaan disebabkan oleh faktor manusia yaitu yang terkait dengan kemampuan serta karakter pengemudi,
  2. 9 % disebabkan karena faktor kendaraan (persyaratan teknik laik jalan) dan
  3. 30 % karena faktor prasarana dan lingkungan.

Karenanya banyak tips dan panduan dari pihak terkait untuk keselamatan di jalan raya. Berikut tips dari Kementerian Perhubungan RI supaya Teman-teman selalu aman berkendara karena #SayangiNyawa itu penting.

1. Mempertimbangkan waktu mengemudi

Sayangi-Nyawa-8

2. Melengkapi mobil dengan penghapus kaca yang sesuai persyaratan

Sayangi-Nyawa-7

3. Menggunakan sabuk keselamatan

Sayangi-Nyawa-6

4. Sepeda motor tidak diperkenankan membawa penumpang lebih dari satu

Sayangi-Nyawa-5

5. Dilarang menumpang kendaraan angkut barang

Sayangi-Nyawa-4

6. Menggunakan helm SNISayangi-Nyawa-3

7. Melakukan uji laik jalan untuk mobil pengangkutan umum

Sayangi-Nyawa-1

Demikian tipsnya, semoga bermanfaat. Jangan lupa pastikan kondisi fisik anda sedang sehat dan tidak mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan yang tidak direkomendasikan.

Sumber infografis: Kominfo

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

 

Andalan
Diposkan pada Football lover, ODOP

#TimnasDay Fighting Spirit Sang Garuda, Malaysia 1 – 0 Indonesia

Semifinal sepak bola di ajang SEA GAMES 29 2017 menyajikan laga klasik antara tuan rumah Malaysia dan Indonesia (26/8). Harimau Malaya langsung berinisiatif menyerang dan memborbardir pertahanan Garuda Muda. Permainan kedua negara serumpun ini pun berlangsung dalam tempo cepat.

Penjaga gawang Indonesia Satria Tama beberapa kali menyelamatkan gawang dari kebobolan. Ezra dan yang lain pun kerap mengancam gawang Tim Malaysia. Hingga babak pertama berakhir, skor masih kacamata.

Di babak kedua, pertandingan masih berlangsung dalam tempo cepat. Baik Febri Haryadi, Evan Dimas, kerjasama antar pemain mampu menciptakan peluang. Gol yang dinanti-nanti publik Merah Putih masih nihil. Ezra yang bermain sejak menit pertama digantikan oleh Osvaldo Haay. Osvaldo dengan gaya permainannya mampu menyulitkan pertahanan Malaysia. Namun, keberuntungan berpihak pada Tim Nasional Malaysia. Lewat top skorer Malaysia, berawal dari menyambut sepak pojok Thanabalan, gawang Indonesia robek jelang menit akhir babak kedua dibunyikan.

Indonesia masih berusaha memanfaatkan waktu tersisa. Osvaldo Haay dijatuhkan di kotak pinalti tapi tak dianggap pelanggaran oleh wasit asal Sri Lanka. Tambahan waktu lima menit tak mengubah skor. Malaysia melaju ke final yang ditunggu Thailand. Mimpi emas Indonesia pupus di Stadium Shah Alam.

IMG_20170827_071136
Timnas Indonesia (Foto: twitter @TabloidBola)

Walaupun hasil pertandingan tak sesuai harapan, perjuangan dan semangat para punggawa Timnas di lapangan hijau pantas diacungi jempol. Meski berada dibawah tekanan suporter tuan rumah, mereka tetap menampilkan permainan terbaik. Dalam pertandingan memang harus ada yang menang dan yang kalah, pemain dan suporter serta segala pihak terkait harus sportif.

Kekecewaan anak asuh Luis Milla tidak boleh berlarut-larut. Kekalahan harus menjadi evaluasi. Segera bangkit karena masih ada pertandingan perebutan juara ketiga. Indonesia ditunggu Myanmar, Selasa 29 Agustus 2017 pukul 15.00 WIB.

Screenshot_2017-08-27-07-09-08-1

Susunan Pemain

Malaysia XI: Haziq, Davies, Adib, Safawi, Nor Azam, Adam Nor, Kumaahran, Thanabalan, Syamer, Syazwan, Irfan

Indonesia XI: Satria Tama, Putu Gede, Andy Setyo, Ricky Fajrin, Rezaldi Hehanusa, Evan Dimas, Hanif Sjahbandi, Septian David Maulana (Saddil Ramdani), Febri Hariyadi, Yabes Roni, Ezra Walian (Osvaldo Haay)

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

 

Andalan
Diposkan pada lomba blogging, ODOP

ODOP26 Jogja Miniatur Indonesia

Daerah Istimewa Yogyakarta atau lebih dikenal dengan Jogja maupun Yogyakarta. Luasnya 1,26% wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun, menurut saya lewat Jogja kita bisa melihat Indonesia. Bolehlah saya mengatakannya Jogja, miniatur Indonesia.

Kenapa saya bisa mengatakannya demikian?

  • Bentang alam. Yogyakarta memiliki topografi dari laut hingga gunung. Layaknya ring of fire Kepulauan Indonesia, gunung teraktif di Indonesia ada di Yogyakarta tepatnya diperbatasan Sleman dan antara kabupaten di Jawa Tengah yaitu Boyolali, Klaten, dan Magelang. Palung laut yang berbahaya juga terdapat di Parangtritis. Pantai yang terkenal akan gulungan ombaknya yang besar. Di kawasan pantai ini kita juga bisa menyaksikan sand dune, satu-satunya gumuk pasir di Asia Tenggara. Fenomena alam yang terbentuk dari pasir merapi yang tertiup embusan angin Samudera Hindia. Sungai yang membelah Jogja, Sungai Code, Gadjah Wong hingga Kali Progo. Dari topografi dengan tanah aluvial yang datar dengan tingkat kesuburan tinggi, Jogja khususnya Gunung Kidul merupakan kawasan karst. Surga bagi para pecinta geologi, geografi, dan mereka yang tertarik pada teori pengangangkatan lautan menjadi daratan di muka bumi.
  • Budaya. Sudah tidak diragukan lagi, adanya kraton Yogyakarta Hadiningrat menyebabkan kota ini terus memegang tradisi di tengah gempuran modernitas dan globalisasi. Sebelum festival kedaerahan di berbagai daerah marak digelar, Yogyakarta selalu rutin mengadakan Labuhan Merapi, Sekatenan, Kirab Budaya, dan lainnya. Budaya merupakan bentukan masyarakat yang telah menjadi tradisi dan kebiasaan di masyarakat secara turun temurun. Nah, adanya kebudayaan menjadi cermin bangsa dan filter bagi budaya asing yang masuk yang tidak sesuai dengan norma bangsa.
  • Pusat pendidikan. Universitas tertua di Indonesia terdapat di kota gudeg ini. Perguruan tinggi ternama yang selalu menarik para pelajar datang ke kota ini. Setiap tahun puluhan ribu lulusan SMA datang mengadu nasib di Universitas Gadjah Mada. Selain itu banyak juga perguruan tinggi menjadikannya menyemat kota pelajar.
  • Keragaman. Banyaknya tempat menimba ilmu menjadi pelajar dari berbagau daerah di Indonesia datang. Mereka datang dari berbagai latar suku dan bahasa daerah. Bukan tak ada konflik tapi lewat Jogja mereka membaur dalam satu kebhinekaan.
  • Destinasi wisata. Indonesia surga wisata dengan menyemat Wonderful Indonesia. Jogja merupakan salahsatu destinasi favorit di Indonesia yang kaya. Mulai dari Jalan Malioboro, Kulineran di angkringan, dan wisata alam maupun buatan lainnya.
  • Sistem transportasi. Syarat utama kota gampang diakses sudah dipenuhi. Bandara Adi Sutjipto berkelas internasional, Stasiun Tugu, Lempuyangan, Wates, stasiun bahan bakar di Rewulu,  Terminal modern pertama, Giwangan, jaringan bus rapid transit, dan jalur bus kecil. Jaringan transportasi yang baik dan terpadu akan menghindarkan kota ini dari kemacetan. Meskipun beberapa tahun terakhir gempuran kendaraan pribadi mau tak mau membuat kota ini harus memperbaiki sarana transportasinya.
  • Pernah menjadi ibu kota Republik Indonesia. Kota gudeg juga kota bersejarah. Gedung Agung yang berdiri kokoh di ujung Jalan Malioboro berseberangan dengan Museum Benteng Verderbug menjadi saksi bisu beberapa presiden berkantor di sini.

Jogja selalu istimewa bagi yang pernah menyinggahinya walau sejenak. Saya mengenal Jogja lebih dekat ketika kuliah selama sekitar empat tahun di kota ini. Sekali lagi dan berkali-kali, Jogja selalu istimewa.

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Andalan
Diposkan pada Football lover, ODOP

#TimnasDay Ambisi Garuda Muda, Indonesia 2 – 0 Kamboja

Pemain muda terus melancarkan serangan bergelombang dengan kecepatan dan teknik permainan yang tinggi. Pertahanan yang dibuat oleh Tim Nasional Kamboja tak kalah rapat. Hingga peluit akhir babak pertama, Tim Nasional Indonesia belum bisa menjebol gawang Kamboja.

Di babak kedua, tim asuhan Luis Milla tak mengendorkan serangan. Dukungan pun diberikan para suporter secara langsung di Stadion Syah Alam maupun lewat media sosial dengan #PakaiKepalaDingin, #SaatnyaJuara, #IndonesiaMenang maupun #TimnasDay. Kamboja terus memberikan perlawanan walau hanya bermain dengan sepuluh pemain sejak akhir babak pertama. Di menit ke -55 sorak sorai pendukung Garuda Muda pecah membahana. Gol tercipta melalui kaki kiri pemain pengganti Ezra Walian. Gol yang membangkitkan semangat dan penuh arti bagi kesebelasan Indonesia. Permainan terus berlangsung dengan tempo cepat. Lewat tendangan jarak jauh Febri Haryadi yang juga pemain cadangan, gol kemenangan Indonesia tercipta.

IMG_20170825_062013
Ezra Walian (Foto: twitter @Timnas_Day)

Indonesia unggul 2-0 atas Kamboja di partai terakhir group B di ajang SEA GAMES 2017 (24/8). Dengan kemenangan ini, Indonesia menjadi runner up group B dengan poin 11. Indonesia mendampingi Thailand sebagai juara dengan poin 13 lolos dari fase group untuk melaju ke babak semifinal. Garuda akan bertemu tuan rumah harimau malaya, Malaysia Sabtu, 26 Agustus 2017.

Pelatih Indonesia memprediksi laga klasik melawan Malaysia akan sulit. Namun, bukan berarti garuda akan menyerah begitu saja. Indonesia banyak memiliki pemain dengan skill tinggi seperti Evan Dimas Darmono, penjaga gawang Ajie Kartika, dan sederet nama muda lainnya. Yang penting dijaga adalah emosi para pemain muda agar tak mudah dipancing oleh tim lawan. Inilah saatnya membuktikan Indonesia adalah negara hebat bukan sekedar #ShameonYouMalaysia akibat salah meletakkan warna bendera Indonesia.

Jeda pertandingan yang hanya dua hari mengharuskan cepatnya recovery dan fisik pemain. Ditambah euphoria para pendukung Indonesia yang ingin menyaksikan Indonesia juara. Para pemain dengan ambisi menggondol emas. Usaha keras mereka, perjuangan di lapangan hijau, dan doa dari segenap rakyat Indonesia semoga membuahkan hasil terbaik. Kita sebagai generasi millenial boleh berasa tapi ketika harapan itu pupus, jangan memaki jangan menghujat. Karena seperti itulah yang kerap terjadi di media sosial kita. Maka menjadi pengguna media sosial yang bijak dan cerdas agar tak mempengaruhi mental para pemain yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran dengan harumnya nama bangsa.

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

 

Andalan
Diposkan pada Artikel, Echi's Wife, ODOP

#ODOP23 Tips Melahirkan Normal

Melahirkan secara normal merupakan dambaan setiap ibu. Sebab, pemulihan seorang ibu lebih cepat, begitu juga ASI dipercaya lebih lancar. Kecuali untuk keadaan darurat demi menyelamatkan ibu dan bayi, persalinan melalui operasi sesar memang dibutuhkan.

Waktu kehamilan pertama banyak yang menyangsikan, saya dapat melahirkan secara normal. Fisik saya yang kecil dengan tinggi badan sekitar 150 sentimeter penyebab utama keraguan tersebut.

Agar bisa melahirkan secara normal. Persiapan-persiapan yang saya lakukan di antaranya:

  • Latihan napas. Saat melahirkan normal kita harus mengejan. Nah, saat mengejan ini kita butuh napas yang panjang. Sering – sering latihan napas panjang atau bisa dengan berjalan kaki.
  • Senam hamil. Iku kelas senam hamil mungkin lebih baik. Tapi kalau saya dulu hanya mengikuti petunjuk di buku pink dari bidan dan mencari di internet. Senam ini akan membantu mempersiapkan otot-otot yang berhubungan dengan kelahiran normal.
  • Banyak berdoa dan bersujud. Kalau kita Muslim, sujud dalam sholat secara ilmiah sudah terbukti akan membantu posisi bayi sempurna yaitu kepala di bawah. Saat sujud pula kita disarankan banyak berdoa karena waktu itu adalah waktu kita terdekat dengan Alloh.
  • Sering mengobrol dengan jabang bayi. Sejak dalam kandungan saya suka bicara sama anak. Misalnya kalau sudah waktunya lahir yang lancar ya, saling menguatkan sama ibu ya… dan sebagainya. Ini juga bisa menghilangkan stress atau rasa khawatir jelang waktu melahirkan lho,Bund.
  • Minta restu ibu dan suami. Jika masih mempunyai ibu, doa ibu adalah yang terbaik. Kalau ibu sudah meninggal jangan  berkecil hati. Karena setelah orang tua, saat kita sudah menikah, ridho Alloh jika suami sudah ridho. Saya sering meminta suami mendoakan saya dan anak. Jangan sungkan ya sama suami sendiri. Toh, kita sudah setuju dipinangnya seumur hidup.
  • Mantapkan niat dan tekad. Ada senior waktu di kampus yang menjadi contoh saya. Pinggangnya lebih kecil dari saya. Dia sudah divonis kelahiran sesar. Tapi, dengan niat dan tekad yang kuat ia akhirnya bisa melahirkan normal. Di kesempatan terakhir yang diberikan bidan, anak pertamanya lahir dengan sehat. Ibunya juga.

Alhamdulillah dengan melakukan hal tersebut, kedua anak saya lahir dengab normal. Dua-duanya lahir di bidan desa dengan kelahiran normal dan waktu bersalin yang lancar.

Tidak ada yang memungkiri rasa sakit seorang ibu yang hendak melahirkan. Namun, semua rasa sakit dan lelah tersebut akan terbayar dengan jerit tangis bayi yang lahir. Kemudian saat bidan meletakkannya di dada kita untuk di Inisiasi Menyusui Ini (IMD). Saat tangan kita menyentuh tubuh mungil darah daging kita.

Bunda sedang hamil, semangat ya. Semoga tips saya bisa membantu. Jangan mengeluh karena anak adalah amanah 🙂

images (1)
Sumber: Kumpulan Doa Pilihan

 

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Andalan
Diposkan pada Football lover, ODOP

#TimnasDay Garuda Tak Menyerah; Indonesia 0 – 0 Vietnam

Bermain dengan sepuluh pemain di 30 menit sisa pertandingan, tak membuat Indonesia menyerah. Perjuangan para garuda muda dalam pertandingan sepak bola diajang Sea Games 2017 melawan tim nasional Vietnam (22/8) pantas diacungin jempol.

Jangan sampai kalah jika tetap ingin mempertahankan target emas untuk cabang olahraga sepak bola. Mereka membuktikannya dengan berjibaku di atas lapangan hijau meski tanpa kehadiran sang otak permainan Evan Dimas yang terkena akumulasi kartu kuning dari pertandingan sebelumnya.

IMG_20170823_080100
Timnas Indonesia (Foto: twitter @Timnas_Day)

Kehilangan Hanif Syahbandi akibat terkena kartu merah bukan berarti pertandingan menjadi tidak enak ditonton. Kami pendukung dibalik layar kaca dibuat tegang. Pertahanan Indonesia diuji dengan gempuran para pemain Vietnam yang terus melancarkan serangan.

Di menit-menit akhir pertandingan, hampir saja gawang Indonesia jebol. Para pemain belakang garuda sudah berhenti bernapas untuk sekian detik memandangi bola. Kiper Kartika Ajie menjawab kepercayaan dengan perjuangannya mempertahankan gawang. Dari layar kaca terlihat bagaimana tangannya mengisyaratkan kepada teman-temannya untuk segera bangkit. Bangun…bangun… ini masih belum berakhir. Peluit panjang pertandingan belum ditiup sang wasit.

Dengan hasil imbang, peluang Indonesia untuk lolos ke fase selanjutnya sangat terbuka jika bisa mengalahkan Kamboja. Catatannya, Vietnam dan Thailand harus saling mengalahkan. Kalau ingin aman harus unggul setidaknya 3-0 atas Kamboja. Keep fight Garuda!

Dukungan kita sebagai rakyat Indonesia sangat penting terhadap atlet-atlet yang berjuang di Sea Games Kuala Lumpur 2017. Bukan sekedar hastag #ShameonYouMalaysia karena kesalahan teknis terbaliknya warna bendera Indonesia di buku panduan Sea Games. Alangkah bangganya jika Indonesia bisa meraih emas untuk sepak bola di Malaysia. Bukankah ini kebanggaan luar biasa. Jangan hanya menghujat tapi dukungan positif akan sangat bagus dalam membangkitkan para atlet yang berjuang mengharumkan nama bangsa.

Infografis : Kominfo

 

Indonesia sendiri menargetkan 55 emas dari 37 cabang olahraga yang diikuti dengan memberangkatkan 533 atlet. Ayo Indonesia bisa, berjuanglah para pahlawan peraih medali Sea Games 2017 untuk memberi kado terbaik 72 tahun kemerdekaan Indonesia. Pemuda Maju! Olahraga Jaya!

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Andalan
Diposkan pada ODOP

#ODOP21 Sunda to Jawa on The Lodaya Train (2)

Menyambung tulisan Parahyangan Scenery on The Lodaya Train, mari kembali menikmati perjalanan kereta api Lodaya. Kereta yang membawa penumpangnya dari Tanah Sunda nan mempesona ke Tanah Jawa yang tak kalah ciamik. Let’s having fun trip!

 

Jpeg
Lansekap Tanah Sunda (dok. pri)

Lansekap mulai berganti dari topografi pegunungan ke daerah yang datar, itu artinya perjalanan mulai meninggalkan Jawa bagian barat menuju Jawa bagian tengah. Sawah-sawah dengan sistem terasering akan mulai digantikan dengan hamparan sawah yang luas sejauh mata memandang. Dari sini, kita sudah meninggalkan jalur kereta di tepi jurang dengan pemandangan di bawah yang indah tapi bukan berarti tak ada lagi yang bisa dinikmati.

Jpeg
Bangunan tua tergerus waktu (dok. pri)

Bangunan-bangunan kuno yang mulai rapuh dimakan usia di sekitar stasiun kereta juga bisa menjadi bukti sudah lamanya sistem perkereta-apian di tanah Jawa. Jaringan kereta api pada awalnya dibangun oleh Pemerintahan Hindia Belanda untuk mengangkut hasil bumi dari tanam paksa. Jaringan pertama yang dibangun yaitu di Semarang yang dimulai pada tahun 1864, kemudian diteruskan Jakarta, Bogor, Bandung, Surabaya hingga terhubung sistem rel di Jawa tahun 1888. Jalur tersebut berkembang hingga sekarang dari satu jalur sekarang sudah double track untuk menambah perjalanan jumlah kereta.

Karena, masih dalam gegap gempita kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72, di sepanjang pemukiman yang dilalui masih banyak warna-warni bendera maupun umbul-umbul. Sebuah usia bangsa yang harusnya sudah matang. Indonesia terus berbenah dari sistem transportasi, infrastruktur namun utamanya adalah kesejahteraan rakyatnya yang adil dan makmur.

Jpeg
Salahsatu pabrik genteng (dok. pri)

Begitu kereta api memasuki wilayah Kebumen, mata penumpang akan dimanjakan dengan pabrik-pabrik tradisional pembuatan genteng. Genteng Sokka yang terkenal kualitasnya sebagai penutup atap rumah. Karena percaya akan kualitasnya ini bahkan bapak saya juga mempercayakan Genteng Sokka untuk melindungi penghuni rumah dari sengatan hujan dan panas, siang maupun malam hari. Mutu genteng yang awet ini dipercaya karena bahan baku tanah liat yang digunakan bagus.

Jpeg
Saluran irigasi peninggalan Belanda (dok. pri)

Pemandangan memang bisa dikatakan cukup monoton hingga menumbuk pada saluran irigasi peninggalan Belanda saat kereta akan mulai memasuki wilayah Yogyakarta. Masuk Yogyakarta berarti kita akan melewati Kali Kulon Progo yang bermuara di Laut Selatan. Kemudian perlahan akan masuk ke kota Yogya. Dari sini kita akan melihat Malioboro, tujuan banyak wisatawan ke Jogja.

Dari sini, saya mulai tidak konsentrasi pada perjalanan. Karena, saya akan berhenti di stasiun berikutnya, Klaten. Kami harus bersiap dengan dua krucil dan barang bawaan.

Okay, sampai ketemu di perjalanan berikutnya, ya 🙂

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

 

 

 

Andalan
Diposkan pada ODOP

#ODOP20 Parahyangan Scenery on The Lodaya Train

Cara lain menikmati pemandangan bumi parahyangan adalah dengan naik kereta. Melihat dari balik jendela kereta api keindahan yang tersembunyi. Sebab, umumnya jalur kereta api “tersembunyi”. Tidak seperti jalan raya yang sudah maju.

Kali ini, saya akan membagi apa yang saya lihat dari kereta api Lodaya dari Bandung dengan tujuan akhir Solo Balapan. Perjalanan saya sendiri akan berakhir di Stasiun Klaten, sebelum Solo untuk pulang ke kampung halaman.

Kereta api berangkat dari Bandung pukul 07.20 WIB tanpa delay. Sebuah reformasi perkeretaapian yang sangat terasa disamping kenyamanan dan keamanan. Perubahan yang begitu dinikmati oleh para pengguna kereta utamanya sejak Dirut KA dijabat oleh Pak Ignasius Jonan yang sekarang ditunjuk menjadi Menteri ESDM setelah sebelumnya menjabat Menteri Perhubungan di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo.

Ular besi gesit berjalan di atas jalurnya meninggalkan Kota Bandung. Pemandangan awal yang saya lihat adalah bangunan semi hingga permanen membelakangi jalur kereta. Sepertinya bangunan ini liar atau berdiri di atas lahan PT KAI. Membayangkan ada sebuah lahan semacam bahu jalan di jalan raya, baru jalan dan rumah menghadap ke arah jalur kereta. Pasti lebih cantik dilihat dari atas kereta. Di beberapa titik memang sudah ada cuma sebentar saja.

Jpeg
Stadiin GBLA dari kereta Lodaya (dok. pri)

Meninggalkan bangunan padat di Kota Bandung menyambut hamparan sawah padi menghijau. Nun kejauhan Stadion Gelora Bandung Lautan Api kebanggaan warga Bandung menyembul seperti kapsul raksasa atau siput raksasa ya… Mulai dari sini panorama akan berganti lansekap alami yang memanjakan mata.

“Mama…mama ada sawah!” tunjuk anak kecil girang kepada ibunya yang duduk di belakang saya. Lahan pertanian yang memang langka ditemui warga kota.

Jpeg
Jalan lingkar Nagreg dari atas Kereta Api Lodaya (dok. pri)

Rumah -rumah tradisional orang Sunda mulai menggantikan hunian modern. Bangunan yang bertahan ini akan mulai banyak dijumpai begitu masuk daerah Cicalengka. Rumah mungil semi panggung dengan dinding dari bambu. Di kiri kanannya kadang terdapat balong atau kolam ikan yang menambah kesan sejuk rumah. Sayangnya banyak rumah terkesan tak terawat dengan cat yang mulai pudar atau percikan tanah merah ke dinding yang tidak dibersihkan. Padahal ini unik.

Jpeg

Itu dulu ya ceritanya. Ini juga ditulis di atas kereta dengan keterbatasan sinyal.

Nantikan cerita selanjutnya. Don’t go anywhere 😀

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Andalan
Diposkan pada lomba blogging, ODOP

Akhirnya Menemukan Tetralogi Buru Preloved di Prelo

Screenshot_2017-08-18-01-04-27

Hai Temans, apa kabar? Yang selalu semangat dan bergembira. Seperti saya yang lagi happy karena menemukan Tetralogi Buru incaran. Beberapa hari yang lalu, saya mengecek di beberapa toko buku online. Namun kecewa karena stok sudah tidak tersedia. Akhirnya berjodoh di Prelo, jual beli barang bekas berkualitas.

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.

Karya-karya Pramoedya Ananta Toer ini fenomenal banget. Bahkan kutipan-kutipan dalam bukunya sering dijadikan qoute favorit mereka yang gemar menulis. Seperti saya juga yang mulai mengenal novel-novel Pram waktu kuliah. Saat itu baca novel pinjaman. Setelah menikah dan pindah ke rumah sendiri, pingin banget Tetralogi Buru ini jadi koleksi perpustakaan mini di rumah. Sampai jadi salahsatu daftar resolusi 2017 hihi… 😀 Tapi ya gitu, karena buku lama jadi kesulitan untuk menemukan satu set tetralogi yang berisi empat buku. Mungkin di Palasari ada dengan harga relatif murah tapi saya tidak suka dengan buku KW. Cara membajak seperti ini saya tidak setuju kasihan banget sama penulisnya. Menulis dengan buah pikiran dan menguras energi yang dibalas dengan royalti tapi produknya malah diduplikat secara tidak bertanggung jawab.

Prelo ini menjamin banget kalau dagangannya original. Sebab, dagangan yang di upload penjual akan di review terlebih dahulu oleh tim Prelo. Kalau memang tidak masuk kriteria ya tidak bisa dipajang. Makanya senang banget ketemu Tetralogi Buru yang masih segel. Alasan dijual karena memiliki dua set. Wah, sampai alasan menjual juga ada. Keren ya, jadi kita sebagai pembeli juga tahu kenapa barang tersebut dijual. Kita juga tidak ragu membeli second.

Screenshot_2017-08-18-01-05-48

Selain buku, saya juga lagi mengincar mesin jahit portable. Karena lagi belajar membuat tas serut multifungsi. Dijahitnya sementara masih manual memakai tangan. Tidak rapi dan waktunya lama. Rencananya mau bikin banyak untuk souvenir bag. Kalau pakai mesin jahit beneran belum bisa mengoperasikan. Harganya juga lumayan. Makanya pilihannya jatuh ke mesin jahit mini portable bekasNah lho, di Prelo juga ada. Harganya sangat terjangkau 160 ribu rupiah.

20170819_080051
tas serut hasil uji coba

Begitu masuk ke aplikasi Prelo ini, lovelist saya langsung banyak banget. Sebagian di lovelist terlebih dahulu karena belinya harus disesuaikan dengan prioritas, ibu rumah tangga. Istilahnya langsung lapar mata kalau tidak bisa mengerem. Soalnya di Prelo, Tupperware juga ada. Perempuan mana yang tidak mengetahui merk ini, kayanya hampir semuanya tahu dan suka, ya. Saya sendiri bukan tipe orang yang suka belanja. Saya cenderung memiliki sedikit barang tapi yang awet. Ada istilah ada harga ada rupa. Mungkin itu yang cocok untuk menggambarkan Tupperware ini. Namun, di Prelo yang paling membuat tidak sabar, harganya yang jauh di bawah katalog. Sangat menggiurkan dech. Bunda, boleh cek sendiri, kok!

My Lovelist on Prelo, ada lagi kamus Bahasa Jerman second. Saya ini ibu rumah tangga yang banyak maunya. Sebelum menikah sudah mempunyai rencana untuk kursus Bahasa Jerman. Namun, Tuhan memberi skenario yang lain. Saya belum bisa membagi waktu dan memutuskan fokus pada anak dan keluarga terlebih dahulu. Setelah dirasa bisamempunyai cukup waktu, saya perlahan mencoba belajar bahasa Jerman secara otodidak dengan bantuan internet dan youtube. Tentu saja saya membutuhkan kamus donk. Sudah mengecek ke Toko buku tapi karena pertimbangan prioritas ditunda dulu beli kamusnya. Sampai akhirnya ada yang menawarkan Kamus Bahasa Jerman bekas. Tidak apa-apa toh kondisinya masih layak.

Screenshot_2017-08-19-06-38-48

Itu tadi sebagian lovelist saya di Prelo. Ngomong-ngomong tentang Prelo, kenapa harus belanja di Prelo?

  • Meskipun labelnya, jual beli barang bekas tapi tidak melulu barang yang dijual sudah dipakai. Ada keterangan barang masih baru 95-100% alias belum digunakan. Alasannya bisa karena tidak dipakai sampai kelebihan stok.
  • Harga lebih murah dan berkualitas. Setidaknya saya langsung tahu harus kemana mencari barang bekas idaman yang tidak mengecewakan.
  • Adanya kategori dan filter yang membuat belanja lebih efektif. Kategorinya women, men, beauty, book, gadget, antique, hobby, baby & kids, dan living. Filter-nya bisa berdasarkan urutan (populer, terkini, harga terendah, dan harga tertinggi), kondisi (masih baru 95-100%, sangat bagus 85-95%, bagus 70-85%, dan cukup <70%), free ongkos kirim, lokasi penjual, ukuran, dan rentang harga.
  • Gampang cara bertransaksi dan bayarnya.
  • Pas buat dompet ibu rumah tangga seperti saya.

Penasaran. Download Prelo sekarang, yuk. Lovelist barang incaran, Temans dan cobain belanja. Kalau ada yang cocok langsung chat dengan penjualnya dan klik beli. Nih, saya ada voucher Rp 25.000. Gunakan kode referral berikut ya:

rinadarmaRmh

Share juga pengalaman kamu menggunakan Prelo dan raih hadiahnya 🙂

 

 

header-blog-vol-2-mobile-rev

 

 

Andalan
Diposkan pada Echi's Wife, ODOP

#ODOP17 Perbedaan Karakter Anak

Bunda… Setiap anak itu unik. Kalau kata ibu saya, beda anak beda hati. Kalau anaknya dua ya hatinya dua. Mengerti maksudnya tidak? Jadi kira-kira begini, beda anak beda perlakuannya. Kita sebagai ibunya harus bisa membelah hati sesuai karakter mereka. Antara anak yang satu dengan yang lain tidak bisa diperlakukan sama. Makanya terkadang hasil didikan sama tapi anaknya tumbuh berbeda. Karena harus kita sadari meskipun anak terlahir kembar tapi sifat mereka berbeda.

Saya sedang belajar dan terus belajar dalam mendidik anak. Anak sulung saya perempuan dan adiknya laki-laki, terpaut umur dua tahun. Meskipun, sekarang masih balita justru yang rewel yang perempuan, si anak pertama. Kalau secara teori, yang besar yang mengalah, yang besar harus menjadi contoh. Memang benar tapi harus sesuai situasi dan kondisi juga ya, Bund.

20170505_120807
Foto: dok. pribadi

Anak Sulung, Si Pemimpin 

Anak sulung biasanya mendapat perhatian yang sangat dari orang tua, dari masa kehamilan hingga lahir. Karenanya, orang tua biasanya menaruh banyak harapan pada anak sulung. Harapan menjadi contoh bagi saudara yang lain maupun harapan jika tumbuh besar nanti. Jika tidak hati-hati kecenderungan orang tua ini akan menjadi beban baginya. Rata-rata karakter yang dimiliki si sulung adalah sosok yang dapat diandalkan, terstruktur, rapi, cenderung serius, penuh kendali, mencapai prestasi, dan berjiwa pemimpin.

Meski begitu sebagai orang tua kita tetap harus memberinya pilihan sesuai bakat dan kemampuannya. Biarkan juga dia berkembang optimal tanpa melulu dikte dari kita.

Anak Bungsu, Si Jenaka

Kerasa sih saya sama saya, ketika anak pertama, saya begitu detail dengan perkembangannya. Saya juga menanti-nanti, kapan ia tumbuh gigi, merangkak, berjalan, dan lainnya. Nah, giliran adiknya bukannya tidak memperhatikan ya tapi rasanya saya lebih percaya diri dalam mengasuh. Anak pun rasanya tumbuh dengan sendirinya. Karena perbedaan pola pengasuhan tersebut umumnya anak terkecil tumbuh menjadi pribadi menyenangkan, jenaka, ceria, rileks, mudah bergaul, sederhana, dan spontan.

Yang tidak boleh dilalaikan sebagai orang tua adalah tetap harus memupuk jiwa pemimpinnya. Apalagi kalau dia laki-laki. Meskipun dilahirkan bukan anak pertama tapi saya lebih mengarahkan jiwa pemimpin ini pada anak kedua. Boleh jadi secara urutan anak kedua saya laki-laki dan anak pertama perempuan. Tapi dalam pengasuhannya saya membaliknya. Seperti kata psikolog Valensia Gowanda, urutan lahir bukan hanya berdasarkan urutan kelahiran tetapi juga peran urutan lahir yang diberikan orang tua untuk anak. Seperti saya yang memperlakukan anak kedua sebagai pemimpin. Kalau bunda gimana?

Nah, selain karakter sulung dan bungsu, ada juga yang ditakdirkan menjadi anak tunggal. Anak tunggal ini biasanya perfeksionis dan umumnya serius. Karena mendapat curahan kasih sayang dari kedua orang tua, ia tumbuh dengan kepercayaan diri tinggi. Namun, kurang bisa menyesuaikan dengan diri dengan kebutuhan teman sebayanya.

Jika memiliki anak tunggal, sebagai orangtua harus melatih empati maupun kemampuan negoisasi karena ia tidak memiliki kakak atau adik. Kita juga tidak boleh mempunyai banyak harapan kepada anak tunggal. Biarkan ia tetap mandiri dan bertumbuh dengan style-nya.

Beda lagi dengan anak tengah, si fleksibel. Karena mempunyai kakak dan adik, ia pun merasa lebih nyaman. Karenanya, anak tengah biasanya mudah menyesuaikan diri, mementingkan persahabatan, pendamai, namun cenderung “memberontak” atau tampil beda.

Sebagai orang tua kita harus menyediakan waktu ekstra untuk anak tengah agar ia tetap berekspresi sesuai gayanya. Memastikan ia juga disayang seperti kakak dan adiknya sehingga tidak minder dalam pergaulan.

Selain urutan kelahiran, menurut Valensia, jarak usia juga perlu dipertimbangkan. Misalnya jarak anak pertama dan kedua selisih lima tahun. Biasanya anak pertama akan memiliki sifat anak tunggal dan anak kedua menjadi si sulung.

Begitu kira-kira, bunda, meskipun begitu pola asuh tetap sesuaikan dengan kepribadian anak agar mereka tumbuh optimal menjadi generasi emas. Sebagai ibunya, kita adalah orang yang paling mengetahui tentang anak kita. Jadi ibu itu tidak gampang tapi tidak berarti susah juga. Semoga kita bisa menjadi ibu yang amanah buat anak-anak kita ya 🙂

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Andalan
Diposkan pada Echi's Wife, ODOP

#ODOP16 Refleksi 72TH Indonesia Kerja Bersama

72thindonesia

 

17 Agustus, 72 tahun yang lalu, para pendiri bangsa ini memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Hari penuh semangat, penuh sukacita usai melepaskan diri dari belenggu penjajahan bangsa asing. Cita-cita, impian bangsa segera terajut untuk lepas dari keterpurukan dan menjelma menjadi bangsa yang berdikari.

Bangsa yang berdiri di atas kaki sendiri adalah salahsatu cita-cita presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Sebuah cita-cita mulia yang sudah seharusnya diteruskan oleh generasi mudanya.

Indonesia diberi modal anugerah kekayaan alam yang melimpah. Negara pemilik hutan tropis terluas ketiga di dunia. Negeri dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia. Modal alam yang harus diimbangi dengan sumberdaya manusia yang memadai.

Belum lama ini, Indonesia mengimpor garam, mengapa? Indonesia dengan sawah yang luas, tanah yang subur? Mengapa memasukkan beras dari negara lain? Kita juga mempunyai perkebunan tebu lalu kenapa mesti impor gula? Belum cabe yang harus membeli dari negara lain. Itu hanya salahsatu contoh masalah bangsa ini.

Impor dilakukan ketika stok yang ada tidak mencukupi kebutuhan dalam periode tertentu. Apakah berarti petani, nelayan tidak bekerja? Mereka bekerja kok setiap hari. Lalu bagaimana rasanya, setiap hari berpeluh dengan harapan harga jual hasil panen tinggi tapi anjlok karena digempur barang impor? Petani berjaya di negeri sendiri, kapan?

Teknologi yang harus digenjot oleh pemerintah. Kebanyakan masyarakat Indonesia di sektor agraris, maritim, bahkan pertambangan masih bekerja secara tradisional atau konvensional. Itulah salahsatu penyebab kita seperti kekurangan bahan pangan karena harus menunggu dari tanam sampai panen. Modernisasi harus masuk ke sektor ini. Sektor-sektor strategis bangsa ini. Pemerintah setidaknya bisa menyediakan banyak beasiswa untuk generasi muda di sektor ini untuk belajar di luar negeri lalu mengadaptasinya ke Indonesia. Kebanyakan lulusan luar negeri dengan jurusan tertentu terkadang malah bingung mau bekerja apa di Indonesia? Tugas pemerintah memfasilitasi ini agar aset bangsa dengan kecermelangan daya pikir mereka tidak diambil bangsa lain. Tapi untuk memajukan bangsa ini menjadi Macan Asia, visi Presiden Soeharto, presiden kedua Indonesia.

Presiden Joko Widodo mempunyai tugas berat karena nampaknya sebagian generasi muda terlena dengan era digital. Era serba mudah serba cepat bahkan era pasar global sudah memasuki Indonesia. Ketika dengan mudahnya kita menjumpai orang asing -bukan turis- yang bekerja di bumi pertiwi.

Mari kita dukung revolusi mental demi generasi emas Indonesia 2045, dan semangat bekerja maupun berkarya yang beliau tularkan lewat berbagai kesempatan.

Hari merdeka bukan hanya sekedar upacara, gegap gempita perlombaan, berburu diskon independent day, tapi lebih dari itu. Mari isi kemerdekaan dengan peran kita masing-masing. Setiap peran boleh berbeda tugas tapi satu tujuan. Indonesia. Sebab cinta tanah air adalah sebagian dari iman.

 

Selamat 72 tahun Indonesiaku,

Semoga kami bisa menjadi pengemban amanah yang kau titipkan,

Indonesia yang gemah ripah loh jinawi – kekayaan alam yang berlimpah,

Sehingga terwujud Indonesia yang baldatun thoyyibatun warrobun ghofurrun – negeri yang aman tenteram dalam naungan ridho dan ampunan Alloh

Amiin…

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Andalan
Diposkan pada Book Review, ODOP

#ODOP15 [Book Review] Critical Eleven; Skenario Tuhan

20170814_064559

Judul Critical Eleven

A novel by Ika Natassa

Paperback, 344 pages

Published August 10th 2015 by PT Gramedia Pustaka Utama

ISBN139786020318929
BLURB
Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah critical eleven, sebelas menit paling kritis di dalam pesawat—tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing—karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umumnya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu. It’s when the aircraft is most vulnerable to any danger.
In a way, it’s kinda the same with meeting people. Tiga menit pertama kritis sifatnya karena saat itulah kesan pertama terbentuk, lalu ada delapan menit sebelum berpisah—delapan menit ketika senyum, tindak tanduk, dan ekspresi wajah orang tersebut jelas bercerita apakah itu akan jadi awal sesuatu ataukah justru menjadi perpisahan.
Ale dan Anya pertama kali bertemu dalam penerbangan Jakarta-Sydney. Tiga menit pertama Anya terpikat, tujuh jam berikutnya mereka duduk bersebelahan dan saling mengenal lewat percakapan serta tawa, dan delapan menit sebelum berpisah Ale yakin dia menginginkan Anya.
Kini, lima tahun setelah perkenalan itu, Ale dan Anya dihadapkan pada satu tragedi besar yang membuat mereka mempertanyakan pilihan-pilihan yang mereka ambil, termasuk keputusan pada sebelas menit paling penting dalam pertemuan pertama mereka.
Diceritakan bergantian dari sudut pandang Ale dan Anya, setiap babnya merupakan kepingan puzzle yang membuat kita jatuh cinta atau benci kepada karakter-karakternya, atau justru keduanya.

 

REVIEW

Mungkin terlambat banget ya me-review novel yang edisi pertama sudah cetak dari tahun 2015. Sedangkan saya baru membeli edisi keduapuluh dengan cover film tentu saja karena novel karya ke tujuh Ika Natassa ini sudah difilmkan. Ini buku kedua Ika Natassa yang saya baca. Twivortiare adalah buku yang saya baca di tahun 2012 dipinjami teman waktu di Jakarta. Menggunakan twitter dalam ceritanya membuat saya kurang bisa mengikuti alur ceritanya ya karena dulu saya belum sefamiliar ini dengan twitter.

Novel Critical Eleven ini sendiri maupun setelah film-nya sudah rilis, saya belum tahu ceritanya sampai menamatkannya sendiri. Karena saya pada umumnya lebih suka novel perjalanan, rekam sejarah, dan motivasi seperti karya Mbak Hanum Salsabila Rais, Pramoedya Ananta Toer. Cerita novel ini bisa menjadi koleksi perpustakaan pribadi karena buku yang ingin saya beli di toko buku online sudah tidak ready (saya telat Pre Order) daripada ribet refund saya mengganti buku yang ready dalam 24 jam. “Ini novel sudah difilmkan dan pemerannya Reza Rahardian (kepincut di akting Habibie Ainun) pasti bagus.” pikir saya. Tapi sebenarnya yang paling menarik tangan gatal membelinya adalah hadiah special post card-nya.

Review ini sudah ada dua bagian yang saya tulis sebelumnya yaitu mengenai perjalanan dan belajar dari kehilangan. Di tulisan ini saya akan melihat secara keseluruhan.

Ringkasan kisahnya Tanya Letitia Baskoro (Anya) dan Aldebaran Risjad (Ale) bertemu secara meet-cute dalam penerbangan Jakarta-Sidney. Meminjam istilah penerbangan critical eleven, 11 menit waktu krusial dalam penerbangan yaitu tiga menit take off dan delapan menit landing, keduanya saling tertarik. Hubungan berlanjut hingga setahun dari pertemuan mereka memutuskan menikah.

Tidak ada hambatan berarti, pernikahan sempurna layaknya impian banyak pasangan di dunia meskipun mereka saling LDR. Karena Ale tetap harus bekerja sebagai tukang minyak di laut lepas Teluk Meksiko. Dia pulang kurang lebih sebulan sekali setelah menempuh 26 jam penerbangan.

Kehidupan pernikahan yang bahagia itu kandas setelah bayi yang dalam kandungan penuh semangat itu meninggal sebelum dilahirkan. Tak dijelaskan secara pasti tapi pembaca sudah bisa menebak alasannya adalah kesibukan Anya dan jam terbang yang tinggi, menurut saya. Suatu ketika Ale keceplosan mengatakan bahwa jika Anya tak terlalu sibuk Aidan – nama bayi mereka- pasti masih hidup. Kalimat inilah yang memicu prahara rumah tangga romantis mereka.

Selama enam bulan mereka satu atap tapi pisah kamar tak banyak bicara. Perubahan drastis ditunjukkan oleh Anya sedangkan Ale terus menerus berusaha membuat kondisi lebih baik. Mungkin sikap Anya ini lebay tapi ya itulah respon seorang ibu yang berduka. Setiap wanita adalah makhluk lemah yang ingin dilindungi dipenuhi kasih sayang oleh pendampingnya mungkin begitu maksud penulis. Tapi Ale tidak peka. Ia hanyalah lelaki dengan logika bukan sisi emosional.

Saya mengira-ira bagaimana keduanya rujuk. Aidan-lah yang membuat papa-mamanya bersatu. Keduanya bertemu di pemakaman dan hilanglah semua benci menjadi kerinduan akan cinta. Dan, Anya hamil kembali. Bagaimanapun seorang anak ialah pengikat antara seorang ayah dan ibu, benar kan?

Kisah kehilangan bayi merupakan cerita yang dekat dengan kehidupan kita tapi diracik dengan metropop, gaya hidup kaum urban yang glamour. Diceritakan bergantian dari sudut pandang Anya dan Ale. Meski novel berbahasa Indonesia banyak juga percakapan dalam bahasa Inggris. Saya yang sudah lama tak belajar bahasa Inggris pun harus membuka kamus agar tak kehilangan maknanya. Ciri khas novel Ika, selalu ada selingan percakapan Bahasa Inggrisnya. Maklumlah, Ika menyelesaikan novel pertamanya di usia 19 tahun dengan Bahasa Inggris.

Novel ini menunjukkan riset dan pengetahuan luas penulisnya. Tebakan saya terbukti di halaman belakang novel dimana penulis mengucapkan terima kasih pada orang-orang yang telah membantunya dari Dewi Lestari, dokter kandungan, insinyur perminyakan, psikologi, tukang kopi, dan lain-lain.

Overall, saya suka buku ini, meski tidak dekat dengan kehidupan saya. Tapi memberikan gambaran baru tentang kehidupan kaum urban Jakarta sana yang mungkin tak terjamah oleh sebagian yang lain di Indonesia. Mereka rela menghabiskan uang demi liburan ke luar negeri, sepatu hak tinggi yang katanya membuat seksi, jam tangan super mahal simbol prestisius yang bahkan sebagian lain masyarakat Indonesia tak peduli dengan hal itu.

Pelajaran yang saya dapat adalah jangan pernah menganggap tidak penting setiap perjalananmu, selalu ada hikmah dibaliknya. Saat kita kehilangan bukan berarti kita kehilangan seluruh dunia tapi Alloh hendak menunjukkan siapa yang paling menyayangimu dan membuatmu naik kelas jika lulus dari ujian-Nya. Setiap kehilangan akan digantikan kado terindah. Sebagai manusia kita tidak boleh serakah bagaimanapun sempurnanya kehidupan tak ada gading yang tak retak. Karena itu setiap hari kita belajar, belajar menjadi manusia terbaik. Tidak perlu melulu belajar itu membaca buku tapi juga mendengarkan kisah orang lain, membaca apa yang kita lihat, belajar dari pengalaman orang lain, dan sebagainya.

Eh hampir kelewat padahal menurut saya ini menarik. Di bagian akhir cerita Ale flashback pertemuan pertamanya dengan Anya. Sewaktu keduanya telah saling mengucapkan salam perpisahan dan Ale meninggalkan Anya, ada dorongan yang membuat Ale menoleh. Saat itu Anya tengah menolong seorang kakek menurunkan bagasinya. Ale tersenyum tanpa diketahui Anya. Dalam hati Ale berkata benar-benar menginginkan Anya sebagai istrinya. Silakan dimaknai sendiri ya hehe…

Okay, sekian pandangan novel ini versi saya, kalau menurut Temans yang sudah membaca atau menonton filmnya bagaimana?

 

#ODOP # BloggerMuslimahIndonesia

 

 

 

Andalan
Diposkan pada Book Review, ODOP

#ODOP14 Belajar Kehilangan dari Critical Eleven

20170815_063251-1-1

Mungkin kalau dulu kamu ga terlalu sibuk, Aidan masih…” (hal.77)

Sebuah kalimat dari Aldebaran Risjad (Ale) yang terus terngiang oleh Tanya Letitia Baskoro (Anya). Kata-kata yang menjadi sumber tragedi dalam pernikahan mereka.

Aidan Athaillah Risjad, nama calon bayi mereka digariskan untuk menjemput ibundanya kelak di surga. Anya melahirkan bayinya tanpa nyawa setelah hampir sembilan bulan mengandung. Ale yang begitu menantikan jagoan kecilnya menerima tubuh mungil itu dari dokter untuk dikembalikan kepada Pencipta-Nya.

Anya terus berduka sejak kehilangan bayinya. Kamar Aidan yang sudah disiapkan sebelum kelahirannya dibiarkan. Bahkan, ia selalu membawa pakaian atau sekedar kaus kaki Aidan untuk menemani perjalanannya. Setiap malam ia memeluk pakaian Aidan. Ia sudah kehilangan kepercayaan pada laki-laki yang dipilihnya untuk menjadi pendamping hidupnya yang dikenalnya dalam “11 menit” perjalanan di pesawat. Karena sebuah kalimat.

Jika kemarin kita belajar makna perjalanan melalui novel Critical Eleven oleh Ika Natassa ini, di tulisan ini kita belajar menghadapi kehilangan.

Saya merasakan emosi yang diaduk-aduk ketika membaca buku ini. Memang ini hanyalah fiksi tapi bukan berarti kita tidak bisa belajar. Ibu saya kehilangan dua bayinya. Kakak dan adik saya. Traumanya sampai sekarang. Jika ada bayi tetangga yang meninggal atau saudara, ibu tidak akan pernah sanggup bertakziah. Meski sudah lewat 25 tahun, duka seorang ibu nampaknya tidak akan pernah terhapus waktu. Setiap yang bernyawa pasti akan mati. Tinggal bagaimana kita menghadapinya. Temans yang sudah pernah kehilangan apapun itu, dia pasti orang yang kuat, benar kan?

Kita harus mengikhlaskan orang yang sudah meninggal dunia. Karena sejatinya semua bukan milik kita tapi milik Alloh SWT, tempat berpulang. Bukan saling menyalahkan. Seperti Ale. Mungkin itu hanya kalimat pengandaian tapi itu seperti tombak yang menghunjam ke jantung Anya berkali-kali. Dari kisah ini, kita belajar memilih kalimat jika ada saudara, teman, atau tetangga yang kehilangan. Jika kita tidak mempunyai kalimat lebih baik diam. Karena Alloh sudah menuntun kita mengucapkan, innalillahi wa inna ilaihi rojiun, ketika ditimpa musibah.

Back to cerita, apakah Anya dan Ale akan berbaikan setelah enam bulan berbeda kamar. Ale yang keberadaannya tak dianggap lagi oleh Anya. Dan, apakah Anya dan Ale sanggup mengikhlaskan Aidan?

Tunggu ya, saya selesaikan bacanya….

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

 

Andalan
Diposkan pada ODOP, Review buku

#ODOP13 Mencari Makna Travel dalam Novel Critical Eleven

20170814_064559

Critical Eleven merupakan novel ketujuh Ika Natassa. Novel terbitan Gramedia Pustaka Utama ini sudah cetak ke dua puluh kali di bulan Mei 2017. Kisahnya sudah diangkat dalam layar lebar terlihat juga dari sampul cover-nya.

Kisahnya tentang Tanya Baskoro (Anya) dan Aldebaran Risjad (Ale) yang bertemu pertama kali di sebuah pesawat penerbangan ke Sidney. Mengadaptasi dari istilah penerbangan critical eleven, 11 menit krusial yaitu tiga menit pertama pesawat take off dan delapan menit menuju landing. Bagaimana dengan Anya dan Ale, saya sendiri belum mengetahui ceritanya karena belum selesai baca novelnya. Tapi dibanding kisah drama cintanya saya lebih senang mengulik makna travel di novel ini yang tentu saja akan menambah wawasan kita dalam melakukan travelling.

Screenshot_2017-08-14-06-47-13-1

Travel is remarkable thing, right? Di pesawat, di bus, di kereta api, berjalan kaki, it somehow brings you to a whole other dimension more than just the physical destination. Di negara kita yang kurang paham bahasanya, travel is learning to communicate with just a smile. It’s where broken English is welcomed with a smile instead of being greeted by a grammar Nazi.

It’s simple chance of reinventing ourselves at new places where we are nobody but stranger.

But you know what travel means to me tonight?

This.

Ngobrol panjang tanpa pretensi apa-apa dengan seseorang. About nothing and everything.

Isn’t it funny that sometimes the best conversations are the ones that lead to nowhere? Ketika percakapan itu sendiri cukup gregetnya untuk jadi main act. Bukan sekedar opening act atau foreplay seperti biasanya. (hal. 9-10)

This is another thing that travel does to you. The sheer joy of laughing freely with a complete stranger. Just because laughing is a pretty good idea at the moment. (hal. 12-13)

Hmmm…

Kalau saya memaknainya, travel bukan sekedar tiba di lokasi tujuan tapi juga proses menuju tempat tujuan. Seperti arti travel itu sendiri perjalanan. Tersenyum dan mencoba berkomunikasi dengan penumpang di sebelah kita. Maupun sekedar ngobrol yang tidak penting dengan orang yang duduk di sebelah kita. Kalau pun kita naik kendaraan pribadi ada kalanya juga kita akan singgah sekedar mengisi bensin atau berhenti makan.

Jadi ingat waktu saya sering melakukan perjalanan sendiri dulu dengan kereta api maupun pesawat sudah tak terhitung berapa kenalan saya. Tak sekedar itu juga berlanjut dengan bertukar nomor handphone dan silaturahim meski sekedar ber-say hello. Dari obrolan yang tidak penting itu biasanya akan menjadi penting suatu ketika nanti. Misalnya saya membutuhkan tanaman hias eh ada kenalan yang ayahnya jualan, kebetulan sekali bukan? Harganya pun pertemanan. Jangan pernah menganggap sesuatu itu tidak penting.

Seperti Anya dan Ale ini meet cute di dalam pesawat.

Balik lagi ada yang sudah baca novel ini sampai kelar? Pecinta buku Ika Natassa pasti sudah apalagi sudah ada filmnya. Karena saya belum beres bacanya, saya akan melanjutkan membaca lagi. Sengaja sih tidak baca cepat sedang berganti gaya membaca. Tidak seperti dulu asal baca tahu jalan ceritanya, sudah. Padahal penulisnya sudah capek-capek memilih kata dan pesan yang ingin disampaikan. Sekarang baca bukunya mau dipahami dan diresapi. Begitu juga kalau baca Al Qur’an tidak mengejar khatam berapa kali tapi mending satu hari satu halaman plus terjemahan yang dibaca pelan-pelan (dihayati).

Penasaran cerita Anya dan Ale selanjutnya. Dan Travel. Bersambung ya…

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Andalan
Diposkan pada Artikel, lomba blogging, ODOP

Mencari Stalagtit Penghasil Bunyi Gooongg

“Senternya… Di dalam gelap!” Para tukang penyewaan senter itu segera menghampiri kami. Mereka berebut setiap wisatawan tampak berkunjung. Mencoba mengais rezeki bermodalkan senter penerang kegelapan. Kami menolak halus dan berlalu dari satu ke yang lainnya.

Hujan menyambut kami, saya dan suami begitu tiba di pelataran Goa Gong. Goa terindah di Asia Tenggara. Ikon Kota seribu satu goa, Pacitan. Sudah lewat duhur kami sampai usai menikmati merdunya Seruling Laut di Pantai Klayar. Takut keburu senja, kami segera meniti anak tangga menuju Gua Gong. Melewati dua patung penjaga, kalau tidak salah namanya patung gandapura. Patung penyambut yang biasa terdapat di candi. Kadang juga dijumpai di rumah maupun hotel penganut atau pecinta Jawa kuno.

jalan di dalam goa gong
Goa Gong (Foto: Wisata Kita)

Begitu memasuki lorong gua, ornamen gua yang cantik segera menyambut kami. Stalagtit yang tergantung dan stalagmit yang menjulang dipendar warna warni lampu bak pelangi. Menyusuri lorong gua sedalam kurang lebih 256 meter ini jalurnya sudah memadai. Guanya pun tak benar-benar gelap, beberapa lampu pijar membuat dalam gua temaram. Sehingga wisatawan bisa masuk sendiri meski pemandu tetap akan merayu menjajakan dongengannya.

Tak seperti keberadaan candi yang biasanya ditemukan oleh orang asing misalnya Candi Borobudur di Magelang yang ditemukan oleh Thomas Stanford Raffles, gua ini ditemukan oleh dua orang penduduk lokal. Namanya Mbah Noyo Semito dan Mbah Joyo sekitar tahun 1930. Mereka hendak mencari mata air karena kondisi Dusun Pule saat itu dilanda kemarau panjang. Berdasarkan sumber cerita dengan menggunakan obor yang terbuat dari daun kelapa kering yang diikat, mereka mencoba menelusuri lorong-lorong gua. Setelah menghabiskan tujuh ikat obor, mereka menemukan beberapa sendang dan mandi di dalamnya.

Batu Gong-nya Dimana?

Goa ini dinamakan Goa Gong karena berdasarkan pengakuan masyarakat konon sering terdengar bunyi gong dari dalam goa ini. Gong alat tetabuhan musik Jawa yang bila dipukul akan memantulkan bunyi gooonggg dengan cukup keras.

Secara ilmiah suara mirip gong yang didengar oleh masyarakat sekitar merupakan bunyi tetes-tetes air yang jatuh di dasar gua. Suara tersebut kemudian bergema dan menyerupai bunyi gong. Namun, tak ada salahnya mencoba mencari batu gong kan ya?

Kami pun penasaran mencari batu gong tersebut. Kami mulai menuruni anak tangga yang cukup curam. Di dalam gua pun dibagi dalam beberapa ruang yang sudah ditandai dan terlihat jelas. Meski fasilitas tangga sudah baik dan berpagar pembatas dari besi tapi tetap harus berhati-hati. Terlalu asyik mengagumi fenomena alam ini bisa membuat kita terlena dan tergelincir. Batuan di dalam gua ini memiliki ujung-ujung yang lancip sehingga jika terkena bisa merobek kulit. Namun, batuan yang merupakan endapan beberapa mineral ini sangat keras tidak rapuh. Meski begitu kita tidak boleh sembarangan memegang. Sayang kan kalau kotor dan mengurangi nilai keindahan maupun estetikanya.

keindahan goa gong (1)
Ornamen Goa Gong ( Foto: Wisata-Kita.com)

Sembari menuruni anak tangga, ornamen yang terbuat dari karst, kristal, dan marmer membuat takjub. Keberadaan ornamen di dalam Gua Gong membuatnya menjadi gua terlengkap di Jawa. Siapapun pasti terpesona. Karena bingung mendiskripsikannya mengutip artikel Goa Gong, Keajaiban Dunia dari Pacitan, salah satu keindahannya adalah menyerupai gorden dengan bintik-bintik seperti mutiara di dalamnya. Beberapa stalagtit dan stalagmit pun diberi nama yaitu Cello Giri, Selo Citro Cipto Agung, Cello Pakuan Bomo, Cello Adi Citro Buwono, Cello Bantaran Angin dan Cello Susuh Angin.

Saat musim hujan seperti kunjungan kami di awal Januari ini, kita bisa menyaksikan proses pembentukan stalagtit dan stalagmit dari rembesan air tanah yang menetes ke dalam gua. Stalagtit adalah endapan yang menggantung di atas atap gua sebaliknya stalagmit adalah yang lancip ke atas. Tetes-tetes air ini terus mengendapkan kalsium yang dibawanya sehingga batu di dalam Gua Gong merupakan batu hidup yang bisa bertambah panjang 0.3-1.3 milimeter per tahun.

Begitu sampai di dasar gua, saking penasaran dengan batu gong, suami hampir menepukkan dengan tangan ke setiap batu. Saya pun menguntit setia sambil ikut penasaran. “Jadi yang mana? Yang itu mungkin?”

Yeayyy… yayy… di ruangan Batu Gong inilah penghasil suara tersebut. Suami pun mencoba menepukkan tangannya. Goonggg…suara pun bergema. Seulas senyum tersungging di bibir kami.

bebatuan goa gong
Stalagtit di Gua Gong (Foto: Wisata Kita)

Mitos sendang penyembuh penyakit.

Ada apa selain stalagtit dan stalagmit? Selain banyaknya stalagtit dan stalagmit, terdapat lima sendang yang dipercaya mengandung magis yang dapat menyembuhkan penyakit. Diantaranya Sendang Jampi Rogo, Sendang Panguripan, Sendang Relung Jiwo, Sendang Kamulyan, dan Sendang Relung Nisto.

Selain sendang tersebut terdapat juga sendang bidadari. Konon beberapa orang melihat penampakan gadis cantik di sekitar lokasi ini. Mistis juga ya? Penasaran mau wisata horor boleh juga lho di tempat ini. Kalau saya pribadi langsung angkat tangan.

Ya, bau-bau mistis gua dan letaknya yang tersembunyi biasanya dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk bertapa dan mencari pesugihan. Kalau Temans di era digital ini masih percaya dengan pesugihan yang membuat kita kaya?

Oleh-oleh

Berkunjung di Goa Gong, cindera mata yang banyak ditawarkan adalah batuan. Batu-batu semacam batu akik banyak dijual di sini. Kalung dengan bandul batu mirip bola dunia itu begitu memikat. Batu warna-warni yang akan mengkilap dalam gelap. Dan tak lupa oleh-oleh batu bandul buat ibu. Eitsss…tapi bukan batu enteng jodoh maupun pembawa berkah ya?

Bicara soal harga, jangan khawatir, sangat terjangkau. Sebab langsung ke perajin batunya. Tak ada salahnya mencoba menawar terlebih dahulu. Selain membeli kita juga bisa menyaksikan mereka saat berkarya mengubah batu-batu jadi bernilai ini secara langsung.

Bagaimana ke sana?

Lokasinya berada di Dusun Pule, Bomo, Kecamatan Punung sekitar 30 kilometer dari jantung kota Pacitan atau 10 kilometer sebelum Pantai Klayar. Bisa naik kendaraan umum maupun naik kendaraan pribadi.

Atau mencoba seperti kami yang berangkat dari Klaten naik sepeda motor. Dari Klaten kami mengambil arah Wonogiri. Mulai dari Wonogiri perjalanan mulai berliku khas kota pegunungan. Dari kota waduk Gadjah Mungkur ini, kami langsung menuju Pacitan dengan berbekal plang tanda penunjuk arah dari Dinas Perhubungan. Tak hanya di lokasi wisata, julukan Paradise of Java memang pantas menyemat untuk Kota Pacitan. Ciri khas kawasan karst layaknya Gunung Kidul dan Wonogiri akan menyuguhkan sajian panorama yang amazing. Jika Temans mau berkunjung naik mobil, usahakan jangan tidur selama perjalanan. Selamat mencoba!

Screenshot_2017-08-13-10-05-26-1

Belum ke sini? Ke sini, yuk! Sudah ke sini? Ke sini lagi, yuk! Sharing cerita perjalanan Temans juga ya^^

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Andalan
Diposkan pada Artikel, lomba blogging, ODOP

Menantikan Merdunya Seruling Laut

Deburan ombak menghantam batuan karang. Dedaunan kelapa berdesir diembus angin. Paduan sempurna membentuk nada-nada indah. Nyanyian gelombang di tepi Pantai Klayar. Sihir seruling laut nan memikat pelancong.

Pntai-Klayar.jpg
Pantai Klayar (Foto: wisataindonesia77.blogspot.co.id)

Pagi-pagi benar, saya dan suami sudah tiba kembali di Pantai Klayar. Sebelumnya, kami datang kesorean dan hanya bisa menikmati sunset. Meski kurang sempurna karena tertutup gerombolan mega mendung. Kami tak berniat mengejar sunrise tapi penasaran menantikan merdunya seruling laut. Celah-celah batu karang yang mengeluarkan bunyi. Mix ciamik antara angin, air, dan gelombang yang menyembur laksana air mancur instan.

Untuk bisa menikmati karang-karang penghasil nyanyian ini, dari jalan masuk utama, ambil arah ke sebelah kiri sampai mentok. Letaknya di sisi timur atau ujung timur Pantai Klayar. Kita akan melewati pantai datar yang relatif tenang sebelum sampai ke lokasi pasir putih dengan ombak khas pantai selatan. Gelombang-gelombang besar akan bergantian datang menghantam karang-karang. Ya, sekitar 200 meter dari awal berjalan. Selamat, Temans sudah sampai di karang penghasil nyanyian gelombang!

Kalau seperti yang saya tonton di acara Jejak Petualang, paling asyik menikmati pancuran hasil air laut yang menembus celah karang ini dari puncak bukit. Sedikit berolahraga mendaki tebing yang ada di sekitar. Di sini akan terlihat jelas pancuran air yang bisa mencapai tinggi 15 meter saat air pasang.

Kalau ingin mendekat harus menunggu air surut lalu menaiki karang yang licin dan berbahaya. Di sepanjang jalur menuju seruling laut dipasang tangga dan pagar pembatas seadanya. Selain itu, juga terdapat bendera di titik-titik rawan. Tidak disarankan menuju lokasi tanpa pemandu. Kami ingin mendekat tapi karena pantai masih sepi dan tidak ada tanda-tanda guide, nyali kami ciut juga. Bagaimana kalau gelombang tiba-tiba menyapu kami tanpa seorang pun tahu. Nekad yang konyol itu namanya.

seruling-samodra-di-tebing-karang-pantai-klayar.jpg
Seruling Samudra (Foto: Jejak Piknik)

 

Tidak bisa melihat seruling laut dengan dekat tidak usah berkecil hati. Di hamparan pasir putih yang terapit karang ini kita bisa menikmati gulungan ombak yang besar, kalau saya baca-baca ombak di sini bisa juga untuk mereka yang ingin berselancar. Namun, kami tak melihat para peselancar ini mungkin waktunya yang tak pas. Ombak besar yang tingginya bisa empat meteran dari tengah laut itu perlahan memecah menuju kaki-kaki kami. Gelombang yang membuat takjub itu sampai juga menjadi riak membawa karang-karang kecil yang telah remuk menjadi butiran pasir.

Sejauh mata memandang ke depan samudra biru membentang dinaungi atap langit biru. Sejauh telinga mendengarkan, irama musik hasil tiupan seruling laut dipadu nyangian alam menjadi soundtrack menikmati panorama laut. Tak lupa, keindahan disimpan dalam hati. Maha karya sempurna dari Sang Pencipta yang wajib disyukuri dan dijaga selawasnya. Sempurna.

pacitan1.jpg
Pantai Klayar sisi barat (Foto: kabar24.bisnis.com)

Meskipun tidak ada larangan bagi siapapun datang ke pantai Klayar, menurut saya paling pas untuk mereka yang ingin pacaran halal atau honeymoon seperti saya waktu itu. Lokasinya masih lumayan sepi asal datangnya tidak berbarengan waktu liburan. Bisa juga untuk yang merencakan piknik keluarga. Pantai Klayar bisa mengakrabkan keluarga misalnya dengan kemah atau makan bersama. Saling bercengkerama dalam suatu waktu akan memperatkan hubungan bukan? Dan study tour, layaknya pantai-pantai di Gunung Kidul, pantai ini juga merupakan pantai di kawasan karst. Sehingga sangat cocok bagi mereka yang ingin belajar tentang geologi atau belajar mengenai teori pengangkatan laut menjadi daratan jutaan tahun lalu. Di salahsatu sisi pantai ini juga terdapat tanda kalau pantai ini merupakan situs geologi. Jadi teringat lagi jepretan foto-foto kami yang tak tersisa, semua moment hanya bisa terekam dalam memori.

Saya tidak menyarankan bagi yang berfisik lemah, orang yang sudah lanjut, atau yang membawa balita. Karena ya alasan kesehatan, keamanan, dan kenyamanan. Ada beberapa tanjakan dan turunan. Saya sih mau banget datang ke sana kembali. Namun, tunggu Namiya dan Oziel bisa diajak piknik dulu. Saya bisa menikmati, mereka pun juga.

 

Cara lain menikmati Pantai Klayar. Kalau kamu memutuskan ke Pantai Klayar banyak kok yang bisa dieksplor. Di antaranya bisa mendaki bukit di sisi kanan dari jalan masuk. Tenang, anak tangga sudah di beton cuma tarik nafas dulu ya. Cukup menguras energi juga mendaki. Sesudah tiba di puncak bukit, terdapat gasebo yang bisa untuk bercengkerama dan menikmati lansekap Pantai Klayar dari atas. Gradasi perubahan warna dari Samudra Hindia hingga tepi pantai, warna yang bisa menginsipirasi siapapun yang ingin mencipta karya. Pemandangan di sebelah kiri adalah garis pantai Klayar dengan lambaian nyiur di sisinya. Dan, pastinya memandang karang-karang seruling laut yang disebut juga bentuknya mirip sphink atau patung singa di Mesir. Sphink ini juga dikenal juga dengan nama Watu Lumbung.

bukit-dan-pepohonan-yang-memperindah-pantai-klayar.jpg
Garis Pantai Klayar (Foto: Jejak Piknik)

Menyeruput kelapa hijau di warung-warung warga. Usai menikmati pemandangan dari atas bukit, degan ijo adalah minuman pas pelepas dahaga. Air kelapa hijau yang manfaatnya sudah tidak diragukan lagi. Dipercaya bisa mengganti ion-ion tubuh yang hilang . Apalagi degan ini belum melakukan perjalanan panjang ke kota ya, masih habis dipetik. Segarnya. Sruputtt!

Berjalan-jalan di atas batu berkarang. Di sini bisa belajar makhluk laut seperti ikan, bintang laut (Echirnodenata), kerang-kerangan (Mollusca), rumput laut, dan lain-lain. Namun, tetap waspada ya saat melangkah takut terjebak di antara karang. Paling pas menikmati saat air surut sehingga binatang-binatang terjebak di antara karang.

Mengenal budaya sekitar. Ketika berwisata ke suatu tempat tidak cukup hanya dengan datang, kagum, berfoto, kuliner, lalu pulang. Kalau bisa saya sendiri sih setidaknya mengobrol dengan satu orang penduduk asli bisa juga penjual di warung-warung. Dari obrolan ini biasanya kita akan lebih bersyukur pada diri kita sendiri. Belajar menghargai orang dan banyak makna perjalanan yang akan kita dapatkan. Misalnya kita belajar nama asal usul tempat. Klayar dinamakan dari istilah klayar kluyur yang artinya jalan-jalan.

Mitos di Pantai Klayar, Sumur Pembawa Berkah?

Layaknya cerita-cerita keangkeran Laut Selatan, Pantai Klayar juga mempunyai mitos sendiri. Tebing-tebing batuan bukan semata-mata terjadi akibat abrasi tapi dipercaya masyarakat terbentuk dari perang gaib penguasa Laut Cilacap yang ingin menguasai Pantai Klayar. Di balik tebing-tebing batu terdapat tiga sumur yang dipercaya membawa berkah, yaitu sumur sunyarata, cindelaras, dan satu sumur besar.  Dengan membasuh muka dengan air tersebut dipercaya dapat memancarkan aura kebaikan. Kalau Temans percaya?

Bagaimana ke sana?

Lokasi Pantai Klayar terletak sekitar 40 kilometer dari pusat Kota Pacitan, Jawa Timur berbatasan dengan Wonogiri, Jawa Tengah. Tepatnya di Kalak, Sendang, Donorejo. Untuk menuju Pacitan bisa melalui Yogyakarta dengan jarak tempuh sekitar 110 kilometer melalui Gunung Kidul-Wonogiri-Pacitan. Kalau dari arah Semarang (utara) bisa masuk lewat Solo-Wonogiri-Pacitan kurang lebih berjarak 100 kilometer. Sedangkan dari arah timur melalui Ponorogo-Pacitan dengan jarak kurang lebih 110 kilometer. Paling enak menggunakan kendaraan pribadi. Jalanan menuju Pantai Klayar bisa dikatakan memicu adrenalin. Jalanan menanjak, berkelok, menikung, dan turunan khas pegunungan. Jangan sampai terlena dengan pemandangan di sisi kiri kanan jalan ya. Kalau mau naik kendaraan umum, bisa naik bus ke Pacitan. Untuk menuju ke Pantai Klayar dengan naik ojek, bak terbuka, dan mobil matuk, mobil yang mengantar-jemput mereka yang pergi ke pasar.

Screenshot_2017-08-12-07-34-57-1

Dimana bermalam? Di Pacitan rasanya sayang kalau tidak memutuskan menginap. Perjalanan yang cukup jauh harus dibayar tuntas di sini. Kalau ingin mencari hotel dengan fasilitas lengkap terdapat di pusat kota. Namun, kalau ingin dekat dengan lokasi wisata, pilihan utama adalah homestay penduduk. Kalau kami waktu itu memilih menginap di rumah warga, keramahan penduduknya membuat kami kepincut untuk membaur bersama. Sangat terjangkau, satu kamar dengan dua bed lengkap dengan televisi plus satu kamar mandi bonus sarapan hanya 100 ribu per malam. Itu harga tahun 2014 ya.

 

Gimana keindahan Pantai Klayar, ciamik kan? Segera buka kalender cari dan tandai tanggal yang pas. Yuk, dengarkan sendiri seruling lautnya 🙂

 

” Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Pacitan Paradise Of Java yang diselengarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pacitan”

 

 

Andalan
Diposkan pada ODOP

#ODOP10 Pelajaran ODOP Hari Kesepuluh

Mengikuti one day one post (ODOP) yang diselenggarakan oleh Blogger Muslimah Indonesia sangat bermakna bagi saya. Memasuki hari kesepuluh ini banyak pelajaran yang saya dapat. Saya pun mencoba mengevaluasi sendiri, teman-teman juga boleh banget kok memberikan masukan pada blog ini biar naik kelas. Blog yang bangun-tidur-bangun-tidur ini 😀

Kita mulai dari kekurangan dulu. Usai update post saya biasanya baru menyadari sesuatu eh kok begini ya harusnya begitu. Temans, suka kaya gitu gak sih? Sebelum mem-posting biasanya saya akan preview terlebih dahulu. Setidaknya saya akan menemukan beberapa typo atau kesalahan dalam pengetikan tapi tetap saja seperti yang saya katakan sebelumnya setelah klik publish biasanya tetap merasa ada yang kurang. Sepuluh hari mengikuti tantangan ODOP ini setidaknya berikut point yang kerap membuat saya tidak bisa tidur:

  • Tulisan sering gagal fokus karena terlalu ingin banyak memberi informasi. Rasanya mau di-edit atau dipotong kok sayang, ini penting begitu kira-kira. Tapi setelah dibaca lagi suatu ketika jadi kalimat yang tidak nyambung. Mungkin itulah perlunya kita mendiamkan dulu tulisan sebelum langsung klik publish. Cuma karena dikejar waktu itu biasanya langsung klik publish saja.
  • Kurang mengeksplorasi tema. Banyak tulisan saya yang tidak mendalam. Isi tulisan terlalu general kurang spesifik untuk ide-ide tertentu. Harus lebih banyak rajin membaca dan mencari referensi untuk mengatasi hal ini. Semangat, Kakak!
  • Postingan tidak bertema, setiap hari ganti “acara”. Tidak seperti Mbak April Hamsa yang fokus menulis tentang breastfeeding. Ya, itulah bedanya blogger amatir seperti saya dengan blogger profesional yang sudah tidak diragukan lagi kemampuannya. Saya harus bisa seperti Mbak April.
  • Alasan klasik, kesulitan membagi waktu antara peran ibu rumah tangga dengan dua batita dan menulis. Sebenarnya dipikir-pikir kalau saya memiliki tekad kuat sekeras baja alasan ini tidak akan pernah jadi alasan. Kebiasaan menunda itu harus dienyahkan jauh-jauh. Lalu, saya harus mengurangi porsi tidur di malam hari. Simple banget, kan? Mantapkan niat. Orang sukses itu sedikit tidur, Rin. Seperti kata Beliau Nabi Muhammad SAW, sedikit tidur, sedikit makan, dan sedikit bicara.
  • Inginnya tidak ada posting lomba di waktu ikut ODOP ini tapi dari 10, ada dua postingan lomba. Padahal sejak awal mengikuti ODOP, sudah diniatkan dalam hati agar ODOP bisa meningkatkan produktivitas tulisan. Lagi-lagi, balik ke alasan klasik, kurangnya bisa memanajemen waktu jadi tidak bisa posting lebih dari satu tulisan per hari.
  • suka menulis mepet-mepet deadline. Banyak justifikasi untuk menjawabnya. Tapi saya skip sajalah nanti jadi membenarkan alasan yang seharusnya tidak perlu.

Dua puluh hari berikutnya juga selanjutnya, kekurangan-kekurangan tersebut harus bisa diperbaiki. Sebab, melalui ODOP ini banyak juga manfaat yang saya rasakan. Kebaikan-kebaikan tersebut di antaranya:

  • Menambah teman karena blog walking. Special thanks to Aisyah dan Dian Ravi yang setia mengomentari postingan saya^^
  • Memaksa diri untuk belajar. Setiap tulisan yang saya buat otomatis membuat saya harus mencari referensi sehingga ilmu pengetahuan bertambah setiap hari. Amiin
  • Termotivasi untuk mempercantik tampilan blog. Saat berkunjung ke blog lain, saya jadi malu dengan tampilan blog. Waktu ada kelonggaran saya mengganti tema dan terlihat lebih baik dari sebelumnya.
  • Proses menemukan gaya menulis blog. Saya sudah lama menulis tapi tidak konsisten mungkin itulah tulisan saya tidak ada gayanya. Beberapa hari menulis konsisten saya merasa-rasa oh saya nyaman menulis begini. Gaya menulis adalah proses. Karenanya harus ajeg menulis.

Masih ada sepuluh hari kedua dan sepuluh hari ketiga. Semoga bisa lebih baik dan tujuan mengikuti program ODOP terpenuhi. Semangat konsisten dan disiplin ngeblog. Kalau Temans pelajaran apa yang sudah didapat dari mengikuti ODOP yang sukses bikin otak muter mencari ide setiap hari ini? Sharing ya…

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Andalan
Diposkan pada Artikel, lomba blogging, ODOP

Borobudur International Festival 2017, Momentum Kembalikan Kejayaan Nusantara di Mata Dunia

Nenek moyangku orang pelaut,

gemar mengarung luas samudra,

menerjang ombak tiada takut,

menempuh badai sudah biasa.

Lagu ini diciptakan bukan untuk dongeng-dongengan semata. Tidak hanya Marcopolo, Vasco da Gama, Laksamana Cheng Ho, pelaut-pelaut Bugis pun melakukan petualangan melintas samudra dan benua. Hanya sayangnya, mungkin saat itu pelaut nusantara tidak gemar menuliskan petualangan sehingga kurangnya catatan sejarah. Negara kepulauan dengan pelaut-pelaut gagah berani juga membuat Indonesia menyemat Negara Maritim. Sebuah slogan yang kembali digaungkan Presiden Joko Widodo. Tak tanggung-tanggung untuk mewujudkannya dipilih Menteri Kelautan dan Kemaritiman yang tegas dan pemberani asal Pangandaran Ibu Susi Pudjiastuti. Tanpa ragu, beliau akan meledakkan dan atau menenggelamkan kapal asing yang melakukan illegal fishing di wilayah perairan Indonesia.

Bukti lain kalau penduduk Nusantara gemar berlayar adalah dengan adanya relief kapal di Candi Borobudur, Jawa Tengah. Saking indahnya, mantan Angkatan Laut Inggris Phillipe Beale yang berkunjung ke Borobudur tahun 1982 ingin membuat kapal serupa dan melakukan ekspedisi seperti yang dilakukan pelaut Indonesia. Dua puluh tahun kemudian, cita-cita kapal dengan bahan baku kayu tersebut baru terwujud. Kapal mulai berlayar menjelajah Samudra Hindia hingga wilayah Afrika. Jika ingin melihat kapal tersebut dan menelisik lebih lanjut jalur ekspedisi kayu manis bisa berkunjung ke museum dengan nama yang sama, Museum Kapal Samudraraksa di kompleks Candi Borobudur, Magelang Jawa Tengah.

Kapal Samudraraksa

DSCN0375
Kapal Samudraraksa (Foto by berbagifun)

Jika orang asing saja tertarik dengan sejarah masa lampau Indonesia bahkan rela merogoh kocek, tenaga, dan pikiran untuk membuat replikanya dan merasakan “sensasi”nya, bagaimana dengan kita sebagai generasi muda?

Event International Festival Borobudur (IBF), 28-30 Juli 2017, mengusung Pesona Borobudur di Mata Dunia secara tidak langsung akan menyorot Indonesia. Candi Borobudur merupakan candi Budha yang setiap Hari Raya Waisak dilaksanakan perayaan tapi bukan berarti candi ini hanya milik umat Budha saja. Candi Borobudur juga menjadi cermin kebhinekaan toleransi antar umat beragama di negara yang mayoritasnya Muslim ini. Sudah selayaknya kita tidak cukup hanya bangga, tapi juga menjaga dan merawat Warisan Budaya yang sudah diakui UNESCO tahun 1991 yang juga menjadi salahsatu dari tujuh keajaiban dunia ini.

Bagaimana kita mengambil hikmah dari peninggalan nenek moyang di abad 8 pada masa Raja Samaratungga dari Dinasti Syailendra ini, apakah kita harus membangun bangunan serupa? Tentu tidak. Tapi, setidaknya saya pribadi akan berkata, jika pada zaman dahulu sebelum teknologi dan era sebegitu mudahnya seperti sekarang bisa tercipta bangunan sedemikian megah, bangunan tanpa semen hanya dengan menyusun batu, lalu apa karya kita di masa sekarang?

Terlepas dari kekurangan manusia, di era Presiden Soeharto, beliau menggaungkan Indonesia menjadi salahsatu “Macan Asia”, hal ini salahsatunya diwujudkan oleh Pak BJ Habibie lewat pesawat-pesawat ciptaannya seperti N250 melalui Industri Pesawat Terbang Nusantara, kala itu. Sebagai rakyat Indonesia, tentu kita akan bangga tinggal di negara maju. Tidak hanya itu, tapi di negeri yang baldatun thoyyibatun warobun ghofurrun. 

Borobudur, Negeri Kahyangan; Indonesia. Negeri Kaya dan Damai

Candi Borobudur dari Puncak Bukit Suroloyo (foto by panduanwisata.com)

Pernah mendengar Indonesia disebut-sebut sebagai Atlantis yang hilang? Ilmuwan asal Brasil Aryos Santos setelah melakukan penelitian selama 30 tahun menyebutkan Atlantis yang hilang itu adalah Indonesia. Dalam buku “Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization” ditampilkan 33 perbandingan seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.

Terkait cara bercocok tanam bersawah, konon ini berasal dari Indonesia dan disebut pula dalam Al Quran Surat Ali Imron ayat 14 sebagai al harats. Para ahli sejarah percaya percaya bahwa nasi atau beras yang mudah penanamannya, peradaban awalnya berasal dari Nuswantarah (nama kuno Indonesia) sekitar 10.000-9.000 tahun yang lalu. Kemudian menyebar seiring penyebaran manusia  dan ditanam di kawasan tinggi Himalaya, daratan Thionghoa, Eropa Timur, Australia Barat, Afrika, dan Amerika. Karenanya, selain menyandang negara maritim, Indonesia juga menyemat Negara Agraris. Subhanallah sekali ya negara kita.

Karena itu, sudah selayaknya kita mengembalikan kejayaan Indonesia salah satunya melalui pesona Borobudur di mata dunia. Tidak usah berpikir rumit, ya, semua bisa mulai dari yang kecil misalnya dengan keahlian dan ketrampilan kita. Misalnya menulis seperti ini, buat Indonesia bangga karena melahirkan kamu. 

Terlepas fakta atau tidak, sematan benua atlantis yang hilang tidak boleh membuat generasi muda terlena. Saat ini kebutuhan travelling sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Misalnya saat mengunjungi Candi Borobudur, kebanyakan wisatawan mancanegara tidak hanya sekedar mengagumi tapi juga meneliti dan melakukan langkah lanjutan. Kita sebagai tuan rumah tentu harus lebih unggul, jangan sekedar ber-selfie. Banyak yang bisa dipelajari di Candi Borobudur dari arsiteknya, mempelajari reliefnya, filosofinya, dan sebagainya. Masa orang lain justru yang mengetahui lebih banyak tentang rumah kita. Atlantis dikenal mempunyai peradaban yang tinggi diantara ciri masyarakatnya yang bisa dicontoh, antara lain:

  1. Kehidupan yang dipenuhi kecerdasan.
  2. Teknologi yang tinggi
  3. Pengobatan yang maju
  4. Pendidikan anak yang ketat

Saya rasanya kok terlalu menggebu-gebu ya menulis tentang Candi Borobudur ini. Mungkin karena dari “zaman” piknik TK – SD, dan saat kuliah sering main ke sini. Saat kuliah tak terhitung berapa kali mengunjungi world heritage ini sebab lokasinya mudah terjangkau, kurang lebih bisa ditempuh satu jam naik sepeda motor. Teman-teman sudah ke sini belum? Yuk, kita napak tilas kejayaan Nusantara dengan berkunjung ke Candi Borobudur?

 

#GenPIJatengBorobudur

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

 
Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Generasi Pesona Indonesia Jawa Tengah 2017 yang diselenggarakan oleh Generasi Pesona Indonesia Jawa Tengah

Andalan
Diposkan pada Artikel, ODOP

#ODOP8 Ibu Hamil Harus Mandi Saat Gerhana Bulan, Mitos atau Fakta?

“Nanti malam jangan lupa mandi pas gerhana bulan,” ucapan bernada mengingatkan dari ibu “senior” itu tiba-tiba menghentikan percakapan kami, tiga ibu muda yang tengah bercengkerama sembari menunggu anak-anak bermain. Kami bertiga saling memandang dan tertawa. Bukan meledek tapi bergurau sehingga tidak ada yang tersinggung. Maklum satu di antara kami ada yang tengah mengandung delapan bulan.

Saya yang belum pernah mendengar mitos ini langsung bertanya, memangnya kenapa? Katanya kalau tidak mandi nanti ada tanda lahir atau bulatan-bulatan gelap di kulit si bayi. Nah, si ibu yang hamil, mengatakan ada empat tanda di kepala anaknya yang sulung (5 tahun) karena waktu tengah kehamilannya tidak mandi. Kebetulan atau memang fakta karena pengaruh gerhana bulan?

Sebagai ibu generasi millenial tentu tidak boleh memakan mentah-mentah informasi ini donk ya. Memanfaatkan google saya mencari tentang mitos ini, belum ada bukti ilmiah yang mengatakan bahwa gerhana bulan menyebabkan cacat pada bayi dalam kandungan saat lahir nanti. Namun, sebagian besar masyarakat Bandung masih mempercayai tradisi dan kepercayaan ini. Seperti dikutip inilah, tahun 2011 malah puluhan ibu hamil mandi bersama saat gerhana bulan.

Karena penasaran, begitu pagi hari dan bertemu teman yang tengah hamil, saya langsung bertanya, “Tadi malam mandi pas gerhana bulan?”

“Iya, setengah dua-an,” jawabnya.

Hmmm… Skip…

Selain searching lewat mesin pencari biasanya saya juga berdiskusi dengan suami. Saya menyampaikan dulu uneg-uneg lalu meminta tanggapan. Bla…bla…bla… kami ngobrol tentang gerhana bulan dan mitos yang baru saya dengar. Tiba-tiba saya berceletuk, “Jangan-jangan tanda lahir di tangan Oziel (anak bungsu saya, 10 bulan) gara-gara tidak mandi waktu gerhana, kalau tidak salah waktu hamilnya kan terjadinya gerhana matahari total.”

Suami langsung tertawa, “Ah…itu mitos!”

Kalau menurut teman-teman bagaimana dengan mitos ini? Memang kadang sedikit susah ya dengan mitos-mitos yang beredar di masyarakat ini terlebih mitos terhadap ibu hamil. Jika tidak menuruti takut sang jabang bayi kenapa-kenapa, kalau diikuti kok tidak masuk akal.

Btw, yang kelewat gak menyaksikan fenomena alam ini, ini penampakan gerhana bulan parsial Selasa, 8 Agustus 2017 sekitar pukul 00.30 WIB-02.15 WIB hasil jepretan suami, @chidarma.

Mitos lain gerhana bulan yang pernah saya alami

Suara kentongan bertalu-talu. Disambung dengan bunyi kentongan yang lain. Bulannya dimakan buto (raksasa jahat).  Pukul-pukul terus kentongannya hinga buto memuntahkan bulan. Kami anak-anak bau kencur terus mendongak ke atas menanti bulan kembali bersinar. Lalu, ketika telah bersinar seperti biasa kami saling berceletuk, itu sudah dimuntahin, iya gak jadi dimakan, iya benar, dan lainnya. Itu ingatan kecil saya saat mendapati gerhana bulan ya sekitar awal tahun 1990-an bersama teman-teman kecil di Klaten.

Ketika telah memasuki era milenium, bergantilah bunyi kentongan menjadi ajakan sholat gerhana berjamaah lewat towa-towa masjid. Di Bandung, tidak hanya mengajak sholat berjamaah tapi lewat pengeras masjid juga bergema takbir layaknya menyambut hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha.

Dini hari tadi Namiya (anak sulung saya) ikut-ikutan menyaksikan gerhana bulan, saya mengatakan kepadanya kalau bulan sedang dimakan buto seperti pemahaman saya saat kecil sambil menggendongnya dan menunjukkan bulan yang mulai tertutup bayangan hitam.

Lalu, apa katanya? “Bulannya dimakan monster, Ibu.” Hadeuuhh

Karena segera sadar tidak ingin memberi pemahaman yang salah, saya mencoba menjelaskan dengan bahasa sederhana yang bisa ditangkapnya, “Itu bulannya sedang tertutup bumi, makanya sinar matahari gak bisa sampai ke bulan.”

Dia yang baru mau tiga tahun pun menirukan, “Bulannya ketutup bumi ya, Ibu.”

“Iya”

Dan, malah ganti bertanya, “Mana bumi? Ibu, bumi mana?”

Ibunya mumet lagi mencari bahasa untuk menjelaskan 😀

Memahami Gerhana dengan Al-Quran

Jika saja bulan dan matahari bersujud atas keagungan Alloh SWT, mengapa sebagai manusia kita begitu angkuh? Kita eh saya pribadi kerap lalai melaksanakan sholat lima waktu. Setidaknya begitulah yang saya tangkap pada kultum usai sholat berjamaah gerhana tadi di Masjid Al Furqon, tempat saya tinggal. Peristiwa gerhana sudah seharusnya diambil pelajaran bahwa bulan dan matahari senantiasa tunduk dan sujud kepada Sang Pencipta dengan beredar pada garis atau poros yang sudah ditentukan.

Di masa Nabi Muhammad SAW dalam novel Humaira yang saya baca diceritakan terjadi gerhana bulan bertepatan dengan wafatnya salahsatu putra Beliau. Namun, sesuai bimbingan Alloh SWT, Nabi bersabda bahwa peristiwa gerhana tidak berhubungan dengan kehidupan dan kematian manusia. Sepertinya ini sudah menjawab mitos ya. *mohon koreksi kalau saya salah.

Ada sepuluh ayat lebih yang menjelaskan tentang matahari dan bulan di Al-Qur’an di antaranya:

وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ دَآئِبَيْنِ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ ٣٣

Dan Dia (Allah) telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.” (QS. Ibrahim 14:33)

Semoga kita termasuk orang-orang yang bisa menangkap ayat-ayat Alloh SWT lewat penglihatan, pendengaran, maupun hati. Dan, termasuk orang yang bisa mengambil hikmahnya. Amiin …

Balik lagi, jadi ibu hamil harus mandi saat gerhana bulan, mitos atau fakta? 😀

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Andalan
Diposkan pada Artikel, lomba blogging, ODOP

Cara Gampang Menjadi Citizen Journalism

Istilah citizen journalism sudah tidak asing lagi bagi sebagian masyarakat Indonesia. Beberapa televisi juga telah menjadikan citizen journalism sebagai program untuk menarik penonton. Pengirimnya juga mendapat imbalan dari hasil peliputan berita ala warga. Selain itu saat ini mulai banyak portal-portal aduan warga ala jurnalis terhadap pelayanan publik.

Citizen jurnalism atau jurnalisme warga menurut Santhabriancha merupakan aktivitas jurnalistik yang dilakukan oleh warga biasa (yang bukan wartawan). Kegiatan ini mulai dari pengumpulan berita, pelaporan, analisis hingga menyebarkan informasi ke khalayak. Menjadi bagian jurnalisme warga ini semakin gampang di era digital ini yakni dengan mengakses melalui smartphone yang tidak mengenal ruang dan waktu.

Setidaknya menurut saya ada tiga syarat jadi citizen journalism ini:

  1. Mempunyai rasa ingin tahu tinggi. Untuk menjadi “wartawan” ala warga dituntut mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi terhadap apa yang terjadi di sekitarnya. Kita tidak akan bisa melaporkan sesuatu jika kita tidak peduli. Bagi mereka yang berjiwa curiosity tinggi akan penasaran jika terjadi kerumunan di jalan. Sementara sebagian lain mungkin abai. Nah, setelah ingin tahu seorang jurnalis warga akan mencari seseorang yang bisa ditanya untuk dilakukan cek dan recek. Jangan sampai hanya berdasarkan prasangka karena bisa menjadi hoax atau berita bohong. Ingat, Indonesia sudah memiliki Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Jangan sampai niat berbagi berita karena tidak dikonfirmasi terlebih dahulu dan langsung posting malah membuat kita di-bully maupun di bui.
  2. Mempunyai jiwa berbagi. Setelah mendapatkan informasi di lapangan, seorang jurnalis pasti mempunyai keinginan untuk membagi apa yang dilihatnya dan informasi yang ia miliki. Ketika kita hanya memiliki informasi tapi hanya disimpan sendiri itu bukan berarti “wartawan” tapi ya hanya sekedar ingin tahu saja. Coba tengok para reporter mereka tidak hanya mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) tapi juga melaporkan kepada masyarakat melalui media baik online, cetak maupun elektronik.
  3. Bisa menulis dan bercerita. Syarat yang ketiga adalah bisa menulis, minimal bercerita. Kita mengetahui peristiwa, kita ingin berbagi tapi cara kita menyampaikan belepotan malah membuat orang lain susah mengerti, gagal donk jadi ala-ala wartawannya. Misalnya ada teman yang sedang menceritakan kerumunan di jalan saat ia hendak ke kantor tapi ceritanya ngalor-ngidul dulu, kening dibuat berkerut, jadi malas kan kita mendengarnya. Bukan hanya itu informasi pun tak sampai. Nah, dalam cerita tersebut harus mengandung 5W + 1H. Who, What, When, Where, Why, + How. Sehingga kabar dari sang jurnalis tidak diterima sepotong-potong tapi utuh sang jurnalis juga terhindar dari banyak pertanyaan mendasar.

Jika sudah memenuhi syarat tersebut hasil reportase bisa dikirim ke portal-portal pelayanan pengaduan terhadap pelayanan publik bahkan bisa dikirim ke media dan kita mendapat honorarium… yeayy. Untuk masalah teknis tinggal disesuaikan saja dan relatif lebih mudah dipelajari. Mau belajar citizen journalism salahsatu contohnya adalah atmago.

Warga Bantu Warga

Kita bisa mengakses lamannya di http://www.atmago.com atau mengunduh aplikasinya, atmaGo. Seperti pada umumnya untuk bisa mengakses lebih lanjut, kita akan diminta mendaftar bisa melalui email atau akun sosial media.

 

Setelah masuk ke aplikasi, kita bisa melakukan searching terkait laporan, berita, aduan, hingga acara yang dibuat oleh warga dan untuk warga yang membutuhkan informasi. Kita tinggal klik bagian kategori yang diinginkan. Kita juga bisa searching misalnya karena akan mencari berita dengan mengetik kata Bandung. Hasilnya tentu all about Bandung.

Screenshot_2017-08-07-19-37-21
Contoh hasil pencarian berita terkait Bandung di atmago.com

Jreng…jreng… jika naluri kewartawanan sudah muncul tinggal klik menu “tambah” di bagian tengah bawah. Tuliskan judul hasil liputan kita dan deskripsi yang jelas dan tidak bertele-tele serta tentu mengandung unsur 5W + 1H tadi. Untuk lebih meyakinkan tambahkan hasil jepretan untuk di-upload. Klik simpan dan tarara…berita kita sudah dimuat. Mudah sekali bukan?

Karena baru-baru install atmago, belum sempat mencari bahan liputan ala warga. Akhirnya saya mencoba posting acara hasil search di facebook. Ini dia tampilannya.

Screenshot_2017-08-07-20-00-23
postingan pertama saya di atmago.com

Tertarik juga, cobain yuk warga bantu warga. Siapa tahu lewat tulisan kamu bermanfaat bagi orang lain yang sedang membutuhkan informasi 🙂

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

 

Andalan
Diposkan pada ODOP

#ODOP6 Cantik Itu Dari Hatimu

You are beautiful, beautiful, beautiful,

Kamu cantik, cantik dari hatimu…

(Beautiful – Cherry Belle)

 

Penggalan lirik lagu dari Cherry Belle tersebut merupakan salah satu definisi cantik versi saya. Ketika saya pertama hamil dan mengetahui perkiraan calon bayi saya berjenis kelamin perempuan, saya kerap mengelus perut sambil menyanyikan dua baris lagu itu. Begitu juga saat ia telah terlahir dan kini berjalan menuju usia tiga tahun. Sambil menggendongnya, itulah lagu untuk menimangnya. Lagu yang juga saya nyanyikan untuk mengingatkan diri saya sendiri.

Kata suami, wanita cantik itu banyak tapi yang baik dan smart itu tak banyak. Setiap, manusia terlahir ada kebaikan yang mengikuti mengiringi. Namun, kadar kebaikan setiap orang khususnya perempuan itu berbeda. Seorang perempuan yang juga berkodrat menjadi seorang ibu tentu harus memiliki kadar kebaikan di atas rata-rata. Sebab, ia harus menjadi teladan pertama buat anak-anaknya.

Perempuan cantik itu aura-nya terpancar dari kebaikan hatinya. Dari ia tersenyum ramah kepada siapa saja, bersikap sabar di antrean, perempuan yang tidak langsung meledak-ledak perkataan maupun emosinya mendapati si kecil “nakal”. Nah, itulah definisi cantik yang paling dasar yang harus dimiliki seorang perempuan, bukan polesan riasan mahal tapi cantik itu pancaran kebaikan hati.

freshstart.com

Cantik itu Smart

Semangat Kartini pejuang emansipasi perempuan Indonesia harusnya tak hanya saat peringatannya saja setiap tanggal 21 April. Akan tetapi, motivasi, gagasan, dan cita-citanya untuk perempuan di Indonesia harus ada setiap saat. Lewat pendidikan yang diperjuangkannya untuk kaum hawa di zamannya lahirlah sekarang perempuan-perempuan cerdas yang tak diragukan lagi pemikiran dan sumbangsihnya untuk negeri ini. Perempuan bukan sekedar “teman belakang” bagi para suami.

Jangan percaya mitos, untuk apa perempuan sekolah tinggi-tinggi toh ujung-ujungnya jadi ibu rumah tangga juga?  Eitsss… jangan salah ya, pertama, meski dia ibu rumah tangga, tapi ialah madrasah pertama buat anak-anaknya. Ia yang mendidik dan mengajari anak pertama kali sebelum ke lembaga formal seperti sekolah. Ibu akan meletakkan pondasi norma, kepribadian, dan karakter pada anak. Kedua, di era teknologi menyasar segala lini kehidupan seperti ini ibu rumah tangga pun bisa membantu suami dari rumah. Seorang perempuan yang hobi menulis lalu menjadi blogger, menjadi penulis opini, atau freelance. Sembari mengurus anak seorang ibu di sela istirahatnya juga bisa berjualan online. Perekonomian berjalan bukan. Jadi, jangan remehkan posisi ibu rumah tangga.

Memutuskan menjadi ibu rumah tangga di era perempuan bisa bersaing dengan pria di bidang pekerjaan juga tak gampang loh. Picingan teman, tetangga bahkan keluarga. Tapi, menjadi ibu rumah tangga yang smart itu tak gampang. Background pendidikan sangat penting dimiliki. Ia akan menjadi pertimbangan suami untuk membuat keputusan-keputusan dalam rumah tangga, atau sekedar agar “nyambung” saat ngobrol dengan suami, yang kecil lagi, bagaimana kalau anak minta diajarin membuat PR? Belum lagi masalah keuangan keluarga yang biasanya dipegang oleh istri. Istri tak hanya harus menuruti emosi tapi juga memakai logika yang tentunya salah satunya di dapat melalui pendidikan. Hmmm…

Cantik itu Berkarya

Siapakah sosok perempuan idaman itu? Kalau saya tentu saja Ibunda umat Muslim, Khadijah. Beliau sebelum menjadi istri dari Rasululloh merupakan saudagar kaya kalau sekarang istilahnya entreprenuer. Setelah menikah, beliau mendukung perjuangan Nabi sepenuh hati bahkan meyakini wahyu pertama Nabi Muhammad SAW. Saat semua orang hampir tidak mempercayai wahyu di awal kenabian, beliau tetap ada disamping Rasul untuk menyemangati.

Setelah meninggal Khadijah, istri kesayangan Nabi, Aisyah adalah sosok yang smart. Beliau kerap menjadi salahsatu tempat pertimbangan Nabi saat akan mengambil keputusan misalnya berperang dan dalam pemerintahan. Aisyah putri Abu Bakar juga menjadi salahsatu perawi hadits karena daya ingatnya yang luar biasa terhadap perkataan maupun perilaku Rasulullah akhir zaman tersebut.

Itulah perempuan yang sumbangsihnya sangat luar biasa bagi dunia Muslim. Sehingga tak ada alasan bagi kita kaum hawa untuk bermalas-malasan maupun berhenti belajar ketika sudah menikah. Kita tetap bisa berkarya dengan apapun itu sesuai ketrampilan kita yang bisa berupa bakat alam maupun dipelajari. Mencetak generasi bangsa yang tangguh berkepribadian dan berakhlak mulia merupakan tanggung jawab besar utamanya perempuan sebagai seorang ibu.

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Andalan
Diposkan pada Artikel, ODOP

#ODOP5 Tips Beradaptasi di Rantau

Tak banyak orang berani memutuskan merantau. Biasanya mereka adalah orang yang banyak pertimbangan. Makannya cocok, budayanya gimana, bahasa yang berbeda, dan lain-lain.

Sejak kecil, saya bermimpi ke Pulau Kalimantan. Kenapa? Saya penasaran dengan daratan terluas di Indonesia yang disebut-sebut sebagai paru-paru dunia itu. Begitulah kata pelajaran di sekolah. Saya ingin melihat hutan hujan tropis. Konyolnya saya kecil ingin menyaksikan garis khatulistiwa yang membelah bumi menjadi bagian utara dan selatan.

Masuk di jurusan Kehutanan saat kuliah membawa impian ke Borneo kian menggebu-gebu. Tentu saja sebab pulau ini kerap disebut-sebut saat mata kuliah. Tentang kayu ulin yang awet dan kuat, tentang keberadaan masyarakat lokal yang tergerus perusahaan, tentang konflik hutan dan tambang, tentang orang utan yang terancam punah, dan lainnya.

Pucuk dicinta ulam tiba. Begitu mendapatkan tawaran bekerja ke Kalimantan Barat tentu tak butuh waktu lama memutuskan. Yang berat adalah meyakinkan orang tua terutama ibu dengan ketakutan-ketakutannya yang lebih merupakan kekhawatiran pada darah dagingnya. Jauh dari saudara, jauh dari rumah, dan bagi orang desa di Klaten, Kalimantan merupakan antah berantah.

Kuncinya dengan pendekatan dari hati ke hati bukan dengan amarah. Kita mengalah dulu dengan mendengarkan ibu bicara. Apa alasannya hingga berat melepas kita? Setelah beliau berhenti dan mengambil jeda nafas, mulai dengan senyuman kita bisa menjelaskan apakah alasan-alasannya tadi masuk akal. Kita berikan gambaran yang membuatnya yakin dengan keputusan kita 🙂

Kekuatan Senyum
Sebagai perempuan dan masih fresh graduate nyali saya ditantang begitu menginjak bumi khatulistiwa. Namun, segala ketakutan yang sempat terbesit harus segera dibuang kala dari balik jendela pesawat tanah menghijau itu mulai nampak. Dengan sebuah senyuman kecil saja, pikiran kembali menjadi positif. Rasa bahagia karena berhasil mewujudkan impian saat kecil. Coba kalau saat pertama saya datang, saya takut ini itu, mungkin kepuasan hati itu tak akan terasa.

Tersenyum itulah pertama kali juga yang saya lakukan saat memasuki area kantor. Lokasi yang masih asing dengan rekan-rekan kerja baru. Meski mereka sudah senior toh dengan manfaat senyuman mereka menyambut baik kedatangan si cupu ini kala itu. Bayangkan saja kalau saat saya datang, muka masam yang saya tunjukkan pertama kali. Mereka juga pasti malas berkenalan apalagi mengenal lebih jauh dengan kita seperti kita juga yang sungkan dengan orang yang tak ramah di kesan pertama.

Bekerja bukan berarti kita lepas dari hidup sosial bermasyarakat. Saat hendak ke lokasi perkebunan tentu kita terkadang melewati perkampungan. Ketika ada warga yang tengah bercengkerama apa kita lalu lalang saja? Memberi salam dan menyapa itulah etika dan norma yang saya anut sejak kecil. Nah, memberi salam dan menyapa yang paling efektif ini adalah dengan menundukkan kepala sambil menyunggingkan senyum. Jadi, kenapa harus bingung dengan bahasa dan budaya yang berbeda karena kita masih memiliki bahasa tubuh. Senyuman adalah pengikat itu. 

Saya jadi berpikir kenapa kerap terjadi konflik antara masyarakat dengan perusahaan ya mungkin salahsatunya adalah kesalahpahaman. Kedatangan orang kota dianggap ancaman apalagi jika mereka berperilaku angkuh terhadap penduduk lokal. Nasehat bapak yang selalu dan akan selalu saya ingat adalah ikutilah dimana kamu tinggal. Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Kita yang harus pertama kali beradaptasi karena kita pendatang. Bukan memaksa mereka menerima kita. Dengan kemampuan menyesuaikan diri itulah perlahan tapi pasti mereka akan merangkul kita. 

Kekuatan senyum ini membuat image ramah melekat pada diri saya. Setidaknya begitu kata teman kerja di Kalimantan. Selain itu, berawal dari senyuman tulus itu saya yang sendiri menjadi mempunyai keluarga, rumah untuk pulang saat akhir pekan. Salah satu karyawan menganggap saya anaknya paling sulung. Istri dan ketiga anaknya juga memperlakukan saya dengan sangat baik. Padahal kami terlahir dengan berbeda suku dan agama. Tapi dalam naungan kebhinnekaan, Indonesia Raya itulah kami tinggal.

Apakah semua persoalan baik pribadi maupun pekerjaan bisa diselesaikan dengan senyuman terlebih dahulu? Saya yakin iya. Syaratnya harus tulus bukan senyuman sinis atau mencibir. Saya setuju bahwa senyuman akan melahirkan sikap positif dalam menghadapi beragam tantangan dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. Karena dengan bersikap positif akan membantu kita dalam mencari jalan keluar dan menyelesaikan beragam tantangan dan masalah dengan baik. Dengan demikian hasil akhir yang bisa dicapai juga akan baik. Saya sudah membuktikkannya sepanjang hidup saya karena saya perantau bertemu suami saat dirantau dan kini tinggal di perantauan, kalau Temans?

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Andalan
Diposkan pada ODOP

#ODOP4 Tips Pesan Blog sampai ke Pembaca

Blog apa sih? Gampangnya blog merupakan diari yang dalam bentuk digital. Jika dulu sewaktu kecil, kita disarankan memiliki diari untuk menjadi seorang penulis, kini dianjurkan memiliki blog sebagai portofolio. Entah itu mau menerjenuni dunia kepenulisan hingga bisnis sekalipun.

Di era pengguna internet yang mencapai 88 juta jiwa ini, blog merupakan sosial media yang sudah familiar bagi penggunanya. Meskipun ia belum setenar facebook atau instagram. Sebab, memiliki blog bukan sekedar gaya-gayaan, ia tak sekedar memasang status activities kita maupun memajang jepretan. Memutuskan memiliki blog berarti harus konsisten untuk meningkatkan kuantitas maupun kualitas konten.

kenapa-saya-harus-ngeblog
gambar diambil dari blog kurniasepta

Pertama kali mengenal blog, saya tak sepenuhnya ingat mungkin sekitar tahun 2008-2009 dengan domain gratisan blogspot. Sejak saat itu saya kerap sekali membuat blog berganti antara blogspot maupun wordpress dengan satu alamat email. Karena waktu itu belum mengetahui cara menghapus blog. Nah, waktu saya memutuskan mengaktifkan blog ini sekitar tahun 2015 pun ada lima blog terdaftar di wordpress untuk satu akun email. Wah, kacau sekali saya 😀 Padahal ya dipikir-pikir jika satu saja sejak saat itu saya konsisten pasti blog saya sudah ramai sekali…

Sekedar informasi jika belum mengetahui cara menghapus atau mengedit nama blog, bisa langsung masuk ke menu setting tinggal memilih ingin mengganti nama blog atau men-delete permanent. 

Ketika ditanya untuk apa saya ngeblog? Jawaban saya karena ingin sharingBerbagi ilmu apapun kepada orang lain. Sebab ilmu yang bermanfaat merupakan salahsatu dari amal jariyah, yaitu amalan yang tidak terputus meskipun kita sudah meninggal. Karena itulah blog ini isinya gado-gado tidak jelas. Namun, hal tersebut tidak akan tercapai jika tidak ada yang berkunjung ke blog kita ibarat kita ingin memajang karya tapi tak ada yang mampir ke rumah. Lalu bagaimana agar pesan blog kita sampai ke pembaca, yuk kita review versi saya ya, blogger yang masih belajar.

  1. Blog harus memiliki tujuan. Tujuan ini sangat penting karena ia yang akan menuntun pemiliknya untuk fokus. Misalnya dengan pertanyaan mengapa saya harus ngeblog? Tapi ketika tujuan tersebut sudah terjawab misalnya untuk berbagi, tanya lagi berbagi apa? Inilah proses yang saya sendiri sedang mencari jawaban. Katanya blog yang baik itu yang ber-niche, yang memiliki tema spesifik sehingga pengunjung bisa jelas begitu pula google mendeteksi. Tapi apa ilmu spesifik saya? terus tanyakan karena tujuan bisa saja berubah sesuai dengan waktu, ia bisa saja harus diperbaiki pun cara mencapainya. Ibarat visi dan misi.
  2. Blogger harus konsisten dan disiplin. Setelah memiliki tujuan, seorang blogger harus konsisten dan disipilin. Jangan hanya berpuas, saya mempunyai blog tapi jarang di-update-nya *mencambuk diri sendiri* Kerap kita harus dipaksa untuk melakukan hal yang baik. Salahsatunya memotivasi diri dengan ikut program one day one post (ODOP) Blogger Muslimah Indonesia ini.
  3. Blogger harus mau terus belajarNever ending to study. Banyak pepatah yang mengatakan agar sebagai manusi kita terus belajar agar menjadi pribadi yang berkualitas. Begitu juga blogger, tuntutlah ilmu sampai ke negeri China, kalau sabda Nabi Muhammad SAW. Itu karena kemajuan peradaban China kala itu. Dengan belajar konten blog kita menjadi berisi sehingga pembaca tidak akan merasakan dikecewakan sekalipun itu hanya curhatan. Kita harus bisa pilah dan pilih informasi yang akan kita bagi.
  4. Blogger harus berjejaring. Meskipun di dunia maya bukan berarti seorang blogger bisa sendiri. Ia tetap harus memiliki kawan untuk saling bersilaturahim, saling meninggalkan komentar. Rumah yang bagus bukan karena isinya serba mahal tapi rumah yang sering mendapatkan tamu. Karena itu akan membuat rumah menjadi lebih hidup.
  5. Blog harus rajin dipercantik. Bagaimana jika ada tamu tapi kondisi rumah semrawut. Sudah pasti ia tidak akan betah. Terlalu ramai tidak bagus. Sederhana dan friendly mungkin itu lebih dicari.

Kurang lebih begitu versi saya yang masih amatir dan (sangat) ingin naik ke level profesional. Temans sangat boleh menambahkan jika memiliki pendapat lain. Yuk, kita saling belajar. Sharing ya, Temans 🙂

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Andalan
Diposkan pada ODOP

#ODOP3 Bandung, The City of Dreams

Bandung, kota Paris van Djava ini siapa yang tidak mengenalnya. Kota kembang dengan ketinggian di lebih dari 800 mdpl ini memikat dengan segala pesonanya. Jika di Jawa Timur ada Malang si kota apel, Jawa Barat mempunyai Bandung.

Saat SMP, sekolah kami SMP Muhammadiyah 1 Klaten berkesempatan study tour ke ibu kota Jawa Barat ini. Kami mengunjungi Museum Konferensi Asia Afrika, Tangkubanparahu, dan menyusuri jalanan Cibaduyut. Hawa subuh yang memerindingkan sekujur badan kala itu. Sayang, saya tak ingat dimana kami berhenti untuk sholat.

Sejak itu mungkin, Bandung masuk list kota yang bakal saya kunjungi kembali suatu hari nanti. Ditambah ada sinetron Cinta SMA yang dibintangi oleh Nabila Syakieb, Bandung makin membuat jatuh cintrong.

Kenangan kecil tentang Bandung hanya bisa terekam oleh sisa-sisa ingatan. Sebab, tahun 2001-an, belum era smartphone seperti sekarang, handphone saja belum pegang. Yang ada hanya kamera saku itupun satu dua orang yang mempunyai. Saya, tidak punya huhu… sedih ya tidak bisa mengabadikan moment saat itu.

Kandangkan  impianmu. Jangan pernah biarkan mimpimu keluar sangkar.

Saya mulai merajut mimpi-mimpi saya tentang Bandung. Di antaranya ingin melanjutkan sekolah ke STT TELKOM usai menamatkan dari SMA Muhammadiyah 1 Klaten. Ketika mendapatkan tawaran PMDK tentu hal ini sayang dilewatkan. Formulir sudah diisi sudah diserahkan ke Bimbingan Konseling tapi apa dikata restu bapak tak didapat. Alasannya setelah hitung-hitungan, ia tak bisa menanggung biaya sekolah dan hidup di Bandung. Saya kesal, sebel, putus asa mungkin, ya ngambek-ngambek ga jelas ala ababil haha. Akhirnya tanpa meminta pertimbangan dari bapak saya ikut SPMB, nama ujian masuk perguruan tinggi waktu itu di Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan, Fakultas Kehutanan UGM. Pundung itu terus berlanjut jangan dikira saya mulus kuliah, saya ogah-ogahan tak pernah belajar. Waktu lebih sering saya habiskan main keliling Jogja dan sekitarnya, bekerja part time atau apalah. Hingga akhirnya ucapan seorang teman menyentil saya, Eko, namanya. Kurang lebih ia mengatakan betapa beruntungnya saya bisa masuk UGM, banyak yang ingin masuk kampus ini tapi kurang beruntung seperti dia sendiri. Lalu, saya yang sudah menjadi bagiannya malah menyia-nyiakan.

Seperti ada pukulan yang langsung menghunjam jantung. Sejak itu ya semester empat-limaan saya baru mulai serius dan menjiwai kuliah. Sungguh terlambat, andai bisa mengulang waktu. Begitu lulus, empat tahun kurang sedikit dengan IPK lebih dari 3 adalah hal yang sangat saya syukuri hingga sekarang mengingat cara saya kuliah, mengambil part time, terjun di bidang pemberdayaan masyarakat, dan ikut organisasi.

Lalu, soal bapak seiring berjalannya waktu dan ibu yang selalu mengakurkan kami gara-gara penolakan waktu itu saya sadar. Anak gadis satu-satunya bakal pergi ke kota besar tanpa sanak saudara, itu yang paling mengkhawatirkan baginya. Pergaulan bebas di kota yang sering di dengar orang-orang desa bukan masalah biaya. Tapi bukan berarti saya mencoret Bandung dari list the city of dreams saya.

Bandung, Saya Kembali

Kesempatan kedua datang ke Bandung tiba awal tahun 2012. Ketika itu saya sudah bekerja di Ciamis dan untuk kepentingan pekerjaan bertugas di Bandung sehari.

Pada akhirnya tahun 2013, saya dipindah kerja ke cabang Bandung. Wow banget bukan, sebab saya tidak pernah menyangka bakal tinggal lebih lama di kota ini. Apalagi saat itu saya tengah galau-galaunya bekerja. Saya tidak betah dan ingin resign dari kantor tempat pekerjaan yang paling saya impi-impikan sejak kecil terwujud. Dipindah ke Bandung memberi suasana baru dan lewat pekerjaan inilah cara saya bertemu pasangan hidup, suami yang urang Bandung. Ini lebih tidak disangka-sangka lagi. Sekarang saya menetap di Bandung dengan dua anak yang masih batita.

Kota impian yang jadi nyata.

Jadi hal yang ingin saya sampaikan lewat secuil pengalaman hidup ini adalah jangan biarkan mimpi menguap seiring kamu terbangun. Meski itu bukan impian besar tapi bisa jadi lewat mimpi kecil itu akan membentukmu menjadi besar. Bangun dan wujudkan, kalaupun tertunda, Alloh mempunyai rahasia yang lebih indah buat kita. Lalu, jangan pernah menyalahkan orang tua, kalaupun tidak sependapat itu semata-mata karena mereka ingin yang terbaik buat kita. Jangan seperti saya waktu itu ya sangat kekanak-kanakan.

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

 

 

 

Andalan
Diposkan pada ODOP

#ODOP2 Lebih Dekat dengan Blogger Muslimah Indonesia

cropped-Blogger-Muslimah-Logo-2-1

Tak kenal maka tak sayang, tak kenal maka kenalan. Begitulah kata pepatah.

Di era serba digital dan hampir semua pengguna smartphone mengakses media sosial. Mereka bersosial media dengan blog, facebook, twitter, instagram, dan sebagainya. Karena itu pula tak heran kita banyak mendapatkan jejaring pertemanan melalui dunia maya. Apakah kita ikut hebring-hebring saja alias sekedar mengikuti trend di dunia online. Tentu sebagai seorang Muslim kita harus memiliki filter. Nah, salahsatu caranya sebelum klik berteman atau following di media sosial atau bergabung dengan komunitas maya adalah mengintip profil-nya.

Di tulisan one day one post #ODOP1 Belajar Konsisten dan Disiplin Nge-blog, Bisa! merupakan posting yang berisi motivasi mengikuti ODOP yang diselenggarakan oleh Blogger Muslimah Indonesia. Sebagai seorang yang memutuskan memiliki blog pastilah sudah tidak asing dengan komunitas-komunitas blogger yang memiliki kesamaan visi seperti Warung Blogger (WB), Kumpulan Emak Blogger (KEB), dan masih banyak lainnya. Lalu alasan saya bergabung dengan komunitas ini adalah kesamaan identitas sebagai seorang Muslimah, dengan bergabung dengan group ini saya berharap bisa menjadi agen Muslim yang baik. Wohoho… terpengaruh banget dengan Novel 99 Cahaya di Langit Eropa yang juga telah difilmkan karya Hanum Salsabila Rais dan suaminya Rangga Almahendra. Sebagai manusia yang kerap khilaf dengan bergabung di sini supaya baterai yang sering ngedrop bisa selalu ter-charge karena semangat dari teman-teman yang lain.

Perjalanan Join Group dengan Blogger Muslimah Indonesia

Saya mengetahui komunitas ini atas saran dari facebook, apa saya langsung klik gabung group, tidak tapi seperti apa yang telah saya bahas di atas, kita intip dulu profilnya. Maaf ya bukan su’udzon tapi hanya memastikan sebab agama kerap dijadikan alibi bagi mereka yang mempunyai paham-paham radikal. Website Blogger Muslimah, oke aktif dan ulasan atau postingannya, oke juga. Meluncur ke twitter @blogmuslimah_id tidak fiktif dan yang sedang booming akun instagram harus dicek juga donk @bloggermuslimah kirimannya sudah lebih dari seratus, follower-nya juga lebih dari 700… oke deh cek selesai. Tidak ada postingan negatif. Komunitas ini dibentuk untuk mewadahi penulis Muslimah yang menjadikan media dan jejaring sosial untuk berbagi informasi. Hmmm…dan ternyata pas mengecek sosial media beberapa teman telah terlebih dahulu mengikuti, oke, saya klik join group dan mengikuti semua media sosialnya.

Belum lama saya bergabung dengan komunitas ini. ODOP merupakan partisipasi pertama saya di program yang diadakan Blogger Muslimah Indonesia. Semoga menjadi blogger yang lebih baik lagi dengan konten yang berkualitas.

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

muslimah-tonggak-peradaban

Andalan
Diposkan pada Artikel, ODOP

#ODOP1 Belajar Konsisten dan Disiplin Nge-Blog, Bisa!

Good Morning Sunshine!

ODOP apa sih itu? One Post One Day merupakan salahsatu program Blogger Muslimah untuk para anggotanya agar mem-posting satu tulisan setiap hari di blog masing-masing. Waktunya selama bulan Agustus 2017 terhitung dari tanggal 1 sampai 31. Link tulisan wajib disetorkan kepada penanggung jawab (PJ) setiap harinya dengan hastag #ODOP dan #BloggerMuslimahIndonesia. Isi tulisan bisa disesuaikan dengan niche masing-masing blog dengan minimal 300 kata. Sepertinya gampang ya? Let’s see hingga akhir bulan nanti ya. Semoga bisa istiqomah 🙂

Nah, mengawali postingan #ODOP hari pertama adalah tulisan wajib dengan tema, Motivasi Mengikuti ODOP Blogger Muslimah Indonesia Ketika saya membaca status di group Facebook Blogger Muslimah terkait #ODOP tak perlu berlama-lama untuk mendaftarkan blog saya ini. Kenapa?

  1. Memaksa diri untuk konsisten nge-blog. Konsisten itu satu kata yang terdengar gampang tapi penuh aral ketika menjalaninya. Bahkan blogger sekelas Mbak Carolina Ratri pun mengakui hal ini. Dalam artikelnya “Konsisten Menjadi Blogger – Apakah Sesulit Itu?” ia membagi tips supaya bisa lebih konsisten nge-blog di antaranya enjoy the ride, temukan ritme, mulai dari yang kecil, mempunyai blog junjungan, dan keep your mind (and ear, and eye) open.
  2. Supaya disiplin membuat postingan. Konsisten dan disiplin sepertinya tidak jauh berbeda ya. Melalui #ODOP ini saya belajar disiplin atau mematuhi apa yang sudah saya putuskan. Begitu juga dengan memutuskan menjadi blogger seharusnya saya bisa lebih disiplin tidak hanya menganggap blog sebagai sampingan. Membuat postingan sekedarnya dan ala kadarnya saja. Tapi bagaimana disiplin membuat post yang berkualitas dan konsisten.
  3. Memperkuat tali silaturahim dan menambah jejaring. Sebagai makhluk sosial tentu kita tidak bisa hidup sendiri. Meskipun dunia blog berada di dunia maya bukan berarti kita tidak membutuhkan untuk bersosialisasi. Lewat #ODOP saya mengharapkan tidak menjadi blogger yang soliter tapi terintegrasi dalam komunitas yang saling berlomba-lomba dalam kebaikan, saling menimba ilmu antar blog. Kemudian, di lain kesempatan bisa berpartisipasi dalam kopdar seperti program yang direncakan oleh Komunitas Blogger Muslimah Indonesia.
  4. Keep on the track. Setiap blogger pasti mempunyai tujuan ketika membuatnya. Untuk mencapai tujuan tidaklah mudah. Pasti sesekali angin akan meniup dan mengombang-ambingkan kita. Nah, saat layar terhembus angin atau semangat kita mulai goyah, saat itulah kita membutuhkan pegangan atau butuh something untuk menjaga semangat. Semoga #ODOP akan membantu saya tetap di track untuk terus menulis dan berkarya.

Itulah motivasi saya ikut #ODOP. Temans pastinya memiliki motivasi sendiri. Apapun motivasi itu, semoga lewat #ODOP kita sebagai blogger makin bertumbuh dan berkembang. Amiin 🙂

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Andalan
Diposkan pada Artikel

Lenovo K6 Power atau Samsung Galaxy J5 Pro, pilih yang mana ya?

Jadi ceritanya mau membeli smartphone. Sudah mengincar beberapa merk dan tipe tapi lagi setengahnya menabung kok sudah muncul iklan baru lagi, ya. Jadi galau, nih. Temans pernah seperti itu? Pertimbangan apa yang akhirnya membuat Temans menentukan pilihan? Apa sekedar jatuh hati pada pandangan pertama atau mengecek detail spesifikasinya dan membandingkan antar smartphone atau berdasarkan harga?

Sebagai orang yang awam di bidang spesifikasi-an  smartphone bukan berarti harus abai ‘kan ya. Dulu pertimbangan saya kalau membeli handphone simple banget yaitu cuma melihat design-nya alias tampilan luarnya. Kurang peduli dengan harga maupun spesifikasinya, yang penting suka. Masalah spesifikasi ini justru dari adik, saya belajar. Walaupun kita bukan orang IT tapi jangan gaptek-gaptek banget-lah. Apalagi sekarang era serba digital, kita bisa mengintip secara online. Serba mudah dan cepat. Berbeda seperti dulu yang harus ke counter HP bertanya dengan pramuniaga atau sekedar meminjam tabloid HP hehe… Nah, sekarang salahsatu laman review smartphone adalah sinyaliti.com yang mengupas tuntas spesifikasi smartphone. Kehadirannya sangat membantu orang awam seperti saya ini. Selain itu, di situs-situs belanja online juga melampirkan deskripsi produk secara garis besar.

Okelah, karena saya sedang mengincar dua smartphone ini, saya akan mencoba menelisik lebih dalam sesuai pengetahuan saya yang minim. Sebelumnya berikut pertimbangan saya memilih smartphone. Kalau Temans mempunyai saran lain boleh juga di-share.

  1. Tetap masalah design yang stylish dan warna yang “different”. Konon pemilihan jenis smartphone atau bentuk handphone ini mencerminkan kepribadian kita. Nah lho.
  2. Mau buat apa smartphone-nya? Sekedar gaya-gayaan, mengikuti trend, atau untuk berkarya juga. Ini penting untuk menentukan spesifikasinya.
  3. Sesuaikan budget dari skala prioritas. Ya, maksudnya jangan sampai karena mengikuti keinginan membeli smartphone jadi uang untuk pos lain kepakai. Lebih baik tunda dulu atau kalau sudah ngebet cari dengan harga yang pas di dompet dengan spek yang kurang lebih sama.

Yuk, coba kita ulas…

Lenovo K6 Power

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sumber gambar Review Lenovo K6 Power

Samsung Galaxy J5 Pro

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sumber gambar Review Blibli

Perbandingan 

Perbandingan Lenovo K6 Power dan Samsung Galaxy J5 Pro
Diolah dari Sinyaliti dan Blibli

Spesifikasi yang ditampilkan hanya yang dimengerti dan berdasarkan kebutuhan saya akan smartphone ya. Jika Temans lebih paham tentang spek-spek smartphone mungkin akan lebih banyak lagi yang dibandingkan seperti prosesor dan lain sebagainya. Kalau ingin review, spesifikasi, dan membandingkan harga smartphone antara toko online dengan cepat langsung saja meluncur ke www.sinyaliti.com.

Btw, kembali antara Lenovo K6 Power dan Samsung Galaxy J5 Pro, secara umum sepertinya bagi saya tidak terlalu jauh ya, yang jelas berbeda adalah kamera depan yang mana Samsung Galaxy J5 Pro lebih unggul. Seperti iklannya, “more than selfie”. Untuk berat ponselnya juga tak jauh berbeda Lenovo K6 Power 145 gram dan Samsung Galaxy J5 Pro 158 gram. Masalah akses jaringan sudah pasti keduanya mengusung 4G LTE.

Saya sendiri yang sedang mencoba konsisten blogging akan menggunakan smartphone untuk ngeblog. Kemudian akan banyak menggunakan kamera untuk memotret produk. Ibu rumah tangga yang mencoba menjadi entrepreneur dengan ketrampilan merajut yang dimiliki. So…so… pilih yang mana? Hmmmm…

Semoga bisa memberi gambaran ya agar membeli ponsel pintarnya tidak sekedar mengikuti trend tapi sesuai tujuan Temans memiliki smartphone. Lagian kalau sekedar mengikuti trend rasanya bakal capek sendiri karena perkembangan teknologi berjalan sangat cepat. Jangan lupa mampir ke sinyaliti portal handphone terbaik di Indonesia untuk ulasan HP, spesifikasi ponsel, dan referensi harga. Semoga bermanfaat 🙂

 

 

Andalan
Diposkan pada Artikel

Menjadi Perempuan Kreatif dan Melek Digital

Never give up

Kalimat tersebut merupakan oleh-oleh mengikuti Roadshow Serempak 2017 “Kreatif Bersama Serempak, Literasi Digital Generasi Millenial” di Aula Masjid Mujahidin Bandung, Kamis 20 Juli 2017. Jangan pernah menyerah, kalimat yang sering kita dengar terutama dalam buku-buku motivasi maupun oleh sang motivator. Kalimat yang juga menginspirasi D’massive membuat lagu dengan judul “Jangan Menyerah”. Sebelumnya kata-kata tersebut hanya bersliweran di telinga. Namun, kalimat tersebut kini menjadi istimewa karena diucapkan oleh Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise. Jangan pernah menyerah dan bekerja keras itulah kunci kesuksesan Beliau. Hard work yang mengantarkannya menjadi perempuan pertama dari Papua yang menjadi menteri dan guru besar. Bolehlah saya menyebutnya, “Kartini dari Timur”.

Awalnya saya tak menyangka dengan kehadiran ibu menteri. Sebab tidak ada di poster narasumber undangan acara yang terselenggara atas kerjasama Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Iwita, Serempak, dan Kominfo ini. Tentunya ini menjadi kejutan tersendiri bagi saya dan peserta Roadshow Serempak lainnya.

flayer Bandung

Dalam kesempatan ini beliau berpesan agar mengambil yang positif dari internet dan media sosial supaya terhindar dari hoax atau berita bohong yang belum tentu kebenarannya. Pengalamannya sebagai dosen di Universitas Cendrawasih, beliau banyak menghadapi skripsi dari mahasiswa-nya. Beliau sangat menyayangkan tak sedikit yang masih copy-paste yang tidak dijelaskan sumbernya. Sebagai generasi bangsa, beliau senantiasa mengingatkan agar mahasiswa rajin membaca, jangan asal menjiplak di internet. Karena itulah fungsi perpustakaan. Beliau juga menekankan bahwa mahasiswa harus mempunyai teori yang lebih kreatif.

Sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, beliau berambisi terwujudnya planet fifty-fifty, sebelumnya saya tidak mengerti apa maksud planet fifty-fifty ini. Apakah planet di tahun 2050? Ternyata bukan, saya jadi merasa bodoh. Yang dimaksudkan beliau adalah ketika kesetaraan gender telah terwujud, yaitu seimbang antara laki-laki dan perempuan. Bukan masalah angka penduduknya ya, tapi terkait profesi maupun terkait “pengakuan”.

Selain itu dalam kesempatan ini beliau juga menyampaikan agar kita mengontrol teknologi yang telah merubah cara berpikir dan perilaku, dengan adat budaya Indonesia yang tinggi.

DSCN1355
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise

Perempuan Berkarya dengan Cinta

Sebelumnya, peserta mendapat inspirasi oleh Indari Mastuti. Sosok perempuan inspiratif yang berkarya dengan memanfaatkan teknologi digital, 99 persen dia mengaku merengkuh dunia melalui facebook. 

20170720_100418
Penggiat Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indari Mastuti

Menurutnya rugi jika perempuan tidak memanfaatkan era digital yang mana semua serba mudah dan cepat. Nah, apa itu online? Sebagai ibu yang melahirkan dan mendidik anak-anak sebagai generasi penerus bangsa harus mengikuti perkembangan zaman. Jika dulu saat awal-awal belajar membaca di sekolah, murid diajari kalimat, Ayah pergi ke kantor, Ibu pergi ke pasar. Saat ini hal tersebut sudah tidak berlaku. Sebab, baik ayah maupun ibu bisa bekerja dari rumah secara online seperti yang dilakukannya.

Bagi Indari, sosial media digunakannya untuk lima hal yaitu bisnis, silaturahmi, berbagi, campaign, dan pengembangan diri. Dari aktivitas di sosial media tersebut banyak hal yang telah diperolehnya, di antaranya 10 tahun berbisnis di dunia jasa penulisan, berdirinya komunitas ibu rumah tangga dengan anggota 50 ribu orang lebih, mendirikan portal emakpintar.org, meminimalisir kenakalan anak Indonesia lewat Sekolah Gratis Indonesia, dan menekan angka kelaparan dengan Kedai7K. Prestasi yang pantas kita teladani yang semuanya dijalankan via digital.

Sebagai ibu, ia juga mengatakan bahwa bermain digital dengan penuh cinta di rumah bersama anak akan memberikan efek positif jangka panjang. Ibu yang cerdas menggunakan internet dengan cerdas dan menyingkirkan keburukannya. Berikut tujuh tips internet yang bisa diterapkan oleh ibu di rumah:

  1. Tutup sejenak sosial media jika sedang marah
  2. Kalau sedang bahagia posting banyak tulisan
  3. Fokus membagi ilmu yang dikuasai
  4. Pilah dan pilih teman di sosial media
  5. Berhenti menulis secara subyektif
  6. Kalau ingin menulis hal negatif bercermin dahulu
  7. Evaluasi berkala bersama keluarga-anak, misalnya terkait status di sosial media

Perempuan Indonesia Kreatif dan Melek Digital

Kita sudah berbicara tentang perempuan kreatif di era digital. Namun, kerap kali kita juga mendengar literasi digital. Jadi apa itu literasi digital? Dosen Fikom UNISBA Andalusia Neneng Permatasari menjelaskan literasi digital pada intinya adalah melek teknologi. Tidak cukup hanya menggunakan tapi bisa menyortir informasi yang diperoleh. Agar bisa melek digital setidaknya harus kreatif, kritis dan evaluatif, pemahaman sosial budaya, dan kolaborasi.

Sehingga melek digital itu tidak hanya menggunakan, tapi bisa memahami, mengevaluasi, hingga membuatnya sendiri. Modalnya, passion, kemampuan, dan berkolaborasi. Katanya mengutip Ridwan Kamil, hidup itu adalah hubungan. Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Untuk bisa sukses berdigital, kita harus berkolaborasi dengan yang menguasai. Ia mencontohkan pengalamannya saat membuat aplikasi bekerjasama dengan ilustrator animasi.

Ketika masyarakat sudah melek digital, bagaimana dengan komitmen pemerintah? Pembicara dari Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Yulis Widia M mengatakan Kominfo bertekad membangun infrastruktur telekomunikasi dari Sabang sampai Merauke di antaranya melalui Palapa Ring. Sehingga tidak ada internet mahal untuk seluruh Indonesia. Targetnya adalah membangun Palapa Ring atau serat optik sepanjang 36.000 kilometer supaya tidak ada kesenjangan internet antara wilayah barat dan timur.

20170720_122705
Foto bersama para narasumber Roadshow “Kreatif Bersama Serempak, Literasi Digital Generasi Millenial”

Dengan kreatif dan melek digital, seperti kata satu-satunya speaker laki-laki dari Pimpinan Muhammadiyah Wilayah Jawa Barat Bapak Rizal, tidak ada lagi pernyataan perempuan berambut panjang berakal pendek tapi yang ada “perempuan berambut panjang berakal panjang“. Harapannya dengan optimalisasi digital berbasis kesetaraan gender membuat kaum perempuan dapat berpikir panjang dan bisa memberi manfaat untuk kemaslahatan umat.

Wish you luck!

Andalan
Diposkan pada Happy Writing, lomba blogging

Shocking Japan bareng Halal Tour Kanto Theme Park Royal Indonesia

Jepang kalau kata salahsatu iklan di televisi, negeri yang aneh dengan orang-orang yang aneh pula. Jepang di mata suami saya adalah Oda Nobunaga. Kisah para shagun-samurai-ronin yang selalu “dikejarnya”. Beda lagi versi si kecil saya Namiya, Jepang adalah Naruto. Kalau lari, kedua tangannya di belakang. Bagi saya pribadi, klasik sekali, Jepang adalah Gunung Fuji dan keindahan bunga sakura. Apapun itu tentang Jepang justru itulah letak daya tariknya. Bahkan, tinggal di Jepang selama kurang lebih dua tahun membuat flying traveler Junianto Herdiawan melahirkan buku Shocking Japan; Sisi Lain Jepang yang Mengejutkan. 

Hmmm…temans mengincar Jepang sebagai destinasi impian. Banyak buku-buku tentang traveler murah berikut panduan perjalanannya atau ingin nekad seperti Trinity yang sudah melahirkan banyak buku The Nacked Traveler. Lalu, ketika dipikir-pikir ulang takut ribet ini itu dari pengurusan dokumen administrasi, kendala bahasa, menetapkan obyek wisata bahkan hingga kebutuhan mendasar pangan yang halal. Temans tentu tahu donk jika Jepang bukan negara mayoritas Muslim seperti Indonesia.

Nah, sekarang tak perlu khawatir dengan semua itu. Karena, Royal Indonesia menjawab kegundahan para wisatawan yang ingin tour ke mancanegara dari mulai memfasilitasi pengurusan dokumen persyaratan seperti paspor atau visa, tempat tinggal, makanan halal hingga menjamin ibadah sholat secara nyaman.

Khusus artikel ini, saya akan me-review salahsatu tour yang ditawarkan oleh Royal Indonesia Tour and Travel, Halal Tour Kanto Theme Park. Boleh langsung meluncur ke Halal Holidays Japan Kanto Theme Park, ya. Ohya sebelum membahas itenary atau panduan perjalanannya, Royal Indonesia merupakan biro perjalanan travel, umroh, dan halal tour yang mendapat second winner Kementrian Pariwisata 2016 sebagai operator haji dan umroh terbaik. Jadi, temans tak perlu ragu dan khawatir lagi jika ingin menggunakan pelayanan biro perjalanan ini. Kenapa ini menjadi pertimbangan penting? Sebab tentu kita tidak ingin menjadi korban penipuan bukan, akhir-akhir ini sering muncul di berita kalau banyak biro perjalanan bodong. Uang kita melayang, perjalanan yang diimpikan tinggal angan-angan. Jangan sampai, ya.

Oke, lanjut, untuk Halal Tour Japan Kanto Theme Park ini dibandrol Rp 22 juta/px untuk dewasa selama enam hari perjalanan, wow kan? Temans, tidak perlu memusingkan biaya penerbangan, hotel, asuransi, masuk tujuan wisata, dan makan tapi jangan lupa bawa bekal untuk membeli “oleh-oleh” buat keluarga.

Kita intip itenary Halal Japan Kanto Theme Park, yuk!

Hari 1 :   Around Tokyo 

03.00   Berkumpul di bandara international Soekarno Hatta dan memulai perjalanan dengan penerbangan International menuju Tokyo International Airport, Jepang.

16:30   Tiba  at Haneda airport (ANA872)

17:30   Bertemu dengan guide dan melanjutkan perjalanan menuju Hotel

19:00   Tiba di Hotel (Tokyo) check in dan istirahat

Hari 2 :   : Around Mt.Fuji -Q-Highland

06.30   Sarapan pagi

8:30     check out hotel

10:30   Melanjutkan perjalanan tour menuju Mt.Fuji museum keindahan Mt. Fuji dari dekat dengan mengunjungi Fifht Floor of Mt.Fuji

12:00   Kemudian makan siang, sholat zuhur

13:30   Melanjutkan bermain

18:00   Transfer ke hotel untuk makan malam dan istirahat  Hotel (Izu)

Hari 3 :   Around Odaiba Toyota Megaweb Yoyogi Mosque

06.30   Sarapan pagi

08:30   Check out hotel

10:00   Melanjutkan city tour mengunjungi Odaiba shopping / Toyota Mega wab

13.00   Makan siang & Sholat Zuhur

15:00   Yoyogi Mosque Mengunjungi Yoyogi Mosque salah satu mesjid terbesar di Jepang yang di bangun dengan gaya Ottoman mengesankan

16:00   Kemudian mengunjungi Omotesando

18:30   Transfer to Hotel untuk istirahat & Dinner (Tokyo or Chiba)

Hari 4 :  Around Disney Land

06.30   Sarapan pagi

07.30   check out Hotel

08.00  All day enjoy at Disney land

21.00   Back to Hotel

Hari 5 :  Around Disney Sea

06.30  Sarapan pagi

07.30   check out Hotel

08.00  All day enjoy at Disney Sea

21.00   Back to Hotel

Hari 6 : Around Tokyo  Going to Haneda airport 

06.30   Sarapan pagi

08:30   Check out hotel dan melanjutkan perjalanan tour di hari terakhir

10:00   Mengunjungi Akihabara salah satu tempat belanja yang berada di sekitar setasiun Akibahara

12:00   Kemudian makan siang dan sholat zuhur

13:00   setelah makan siang dilanjutkan mengunjungi Asakusa , dan Ginza

18:00   dilanjutkan dengan makan malem dan transfer to Airport

21:00   Tiba di Bandara Haneda

23:30 : melanjutkan perjalanan dari Haneda menuju Jakarta dengan (ANA871)

Nah, bagaimana, siap-siap ikut Tour Kanto Park yang menggiurkan. Meskipun sudah ada guide, kita kalau bisa jangan terlalu awam. Nanti kita hanya akan jadi bagian barisan penggembira yang ikut kemana angin berhembus. Kalau sudah mempunyai gambaran tentang destinasi yang dituju kita kan bisa kroscek pada pemandu saat kunjungan. Kita juga bakal kelihatan keren dimata rombongan karena rajin bertanya. Cuma jangan sok tahu dan menggurui, ya. Kita intip satu per satu, yuk.

Berikut sedikit bekal perjalanan dari saya agar bisa Shocking Japan kaya Junianto Herdiawan, semoga bermanfaat:

Fifht Floor of Mt. Fuji

Sebagai pecinta gunung, ini adalah destinasi favorit bagi saya. Jepang adalah Gunung Fuji. Gunung Fuji merupakan gunung dengan puncak tertinggi di Jepang yaitu 3.776 mdpl. Nah, di sinilah tempat terbaik untuk memandang keindahan dan keangkuhan Gunung Fuji yang puncaknya tertutup salju. Kita juga akan menjumpai banyak toko souvenir dan rumah makan. It’s a great spot for sightseeing. (mtfuji-jp.com)

Odaiba Shopping/Toyota Mega Web

Setiap hari Odaiba banyak dikunjungi wisatawan asing. Lokasinya mirip Tokyo sehingga banyak keluarga bersama anak maupun pasangan menghabiskan waktu di tempat yang dikelilingi samudra dan lansekap mempesona yang tak akan terlupakan. Kalau temans sering mendengar televisi merk Fuji, ada di sini. Hmmm… pemburu Hello Kitty juga tak boleh melewatkannya donk. Let’s shop Tokyo Odaiba-style! (gotokyo)

Sedangkan di Toyota Mega Web merupakan ruang pamer “Toyota”. Merk mobil yang tak asing buat kita ya. Tentu saja bagi pecinta otomotif tak boleh melewatkannya ya.

18084412_1410831212312963_7966785659698413568_n
sumber: Fanpage Royal Indonesia Travel

Yoyogi Mosque

Merupakan salah satu masjid terbesar di Jepang yang di bangun dengan gaya Ottoman mengesankan. Sebagai tour yang mengusung konsep halal dan kemudahan beribadah bagi Muslim, masjid ini adalah destinasi andalan. Masjid Camii disebut-sebut sebagai masjid terindah di Asia (matcha-jp.com). Gaya arsitekturnya layak dikagumi. Beruntung sekali bisa mampir ke masjid yang bukan hanya sebagai tempat peribadatan Muslim tapi juga pusat kebudayaan Turki dan pengetahuan. Ingin oleh-oleh khas Turki bisa didapat di sini,Temans.

Saatnya makan… Salahsatu rekomendasi Royal Indonesia Travel adalah Mie Kaijin, ramen halal yang memiliki isian seafood, bakso dan toping telur rebus setengah matang. Bisa dicoba ya nanti saat di Jepang.

Mie Kaijin ramen halal
sumber: Fanpage Royal Indonesia Travel

Omotesando

Jalan sepanjang satu kilometer ini dijamin akan membuat lapar mata. Beragam merk-merk dunia dan berkualitas dari jam tangan, fashion hingga apple store (tripadvisor).

Disney Land and Sea

Sepanjang dua hari berada di dunia disney, wah bisa-bisa tidak mau balik lagi ke Indonesia ya. Masih ingat donk Sandra Dewi menggelar resepsi pernikahan ala princess di disney land. Selain melihat lokasi resepsi supermewah Sandra Dewi, di Disney Land maupun Sea pengunjung bisa memacu adrenalin dengan mencoba berbagai wahana yang ada, bersua dengan tokoh disney favorit, menyaksikan berbagai pertunjukan, dan lain- lain (tokyodisneyresort).

Akihabara

Belanja lagi di sekitar setasiun Akibahara. Bedanya di sini Temans bisa bertemu dengan maniak game, komik, dan manga juga pemuda-pemudi yang berpakaian costume-play. Kalau yang pernah ke Bandung mungkin tak asing lagi dengan costplay ini. Tapi yang pertama melihat mungkin aneh juga, bayangkan tiba-tiba ada orang mirip naruto, sailormoon, dan karakter lain berjalan-jalan di sekitar Temans. Selain itu, bisa juga berburu barang elektronik misalnya kamera (infojepang).

Asakusa

Distrik ini diisi oleh gangsters, geisha, courtesans, writers, artists, actors and beggars (japan-talk). Daya tarik di distrik ini adalah kuil Sensoji, festival Sanja Matsuri yang melibatkan banyak orang, dan parade penari samba Matsuri.

Ginza

Surganya fashion dari harga murah hingga branded mahal. Pas juga untuk berjalan-jalan saat car free day (detik.com). Wah, karena banyak lokasi shopping-nya diimbau jangan buru-buru mengeluarkan bekal ya. Pasti banyak keinginan, pilih yang prioritas dan sesuai budget. Shopping time agaian.

Untuk menapak tilas mereka yang sudah mengikuti tour ini bisa klik video berikut. Klik di sini.

Destinasinya seru-seru. Nikmati sendiri pengalaman perjalananmu. Harga bersaing dan route yang mengasyikan bukan? Untuk detailnya dan lebih meyakinkan temans bisa langsung surfing ke website Royal Indonesia Wisata. Baca baik-baik, biar sama-sama plong dan tidak ada kesalahpahaman ya 🙂

Atau langsung kontak:

DEPOK :
The Great Saladin Square, Jalan Margonda Raya No.39 Blok C.30, Depok 16431.

P : (+6221) 2940 22 32/46.
M : 0822 188 188 01.
E : hello@royalindonesia.id

IKUTI KAMI

 

 

 

Andalan
Diposkan pada Football Corner

#Liga1 Review Persib Bandung 2 – 2 Borneo FC; Belajar dari Kelengahan

 

IMG-20170520-WA0004

Stadion GBLA jelang laga #Liga1 antara Persib Bandung dan Pusamania Borneo Sabtu, 22 Mei 2017; Foto by @chidarma

Tim Maung Bandung turun full team. Michael Essien yang biasa masuk lapangan hijau sebagai pemain pengganti juga menjadi starter. Borneo FC secara ball possesion tidak unggul dari Persib Bandung. Namun, justru bobotoh yang memenuhi Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dibuat terkesiap oleh sepakan Riswan Yusman (78) yang melewati dua center back di menit ke-16. Gol mengejutkan untuk tim asuhan coach Djajang Nurjaman juga pemirsa yang bakal mengira kalau Persib berpeluang lebih besar untuk mencetak gol terlebih dahulu.

Tak selang waktu lama kelengahan Persib Bandung segera ditutup di menit ke-23 dengan gol cantik dari Gian Zola (8). Sebuah gol yang lahir dari tendangan kaki kiri menghunjam gawang Borneo. Persib menyamakan kedudukan. Persib kemudian membalikkan keadaan lewat Vladimir Vujovic (3) di menit ke-28. Keunggulan 2-1 membuat Persib menurunkan tempo permainan. Kelengahan ini membuat para pemain Borneo FC mampu mengembangkan permainan. Jantung pertahanan Pesib Bandung lemah. Dalam komentarnya di Gojek Traveloka Liga 1 yang disiarkan oleh TV One, Bung Yusuf Kurniawan juga menyayangkan hal ini. Persib malah mengendorkan serangan, memberi kesempatan lawan berkembang. Pusamania Borneo mudah melakukan umpan silang dan masuk ke area kotak pinalti. Banyak peluang yang didapatkan. Namun, kualitas finishing membuat Borneo belum bisa menyamakan kedudukan babak pertama berakhir.

Begitu kick off babak kedua dimulai pertandingan berlangsung dalam tempo sedang. Kemungkinan para pemain sudah kelelahan. Saya melihatnya juga mulai ngantuk-ngantuk 😀

Sampai akhirnya, Persib Bandung mendapat hadiah penalti. Tak seperti eksekusi penalti di pertandingan sebelumnya saat melawan Persipura, kali ini berakhir dengan Essien (5) memegangi kedua kepala dengan kedua tangannya. Tendangan akuratnya melenceng jauh ke atas mistar gawang. Ia kehilangan fokus sebab ia memandang mata penjaga kiper Borneo Muhammad Ridho (20) bukan melihat gawang. Eksekusi ini terkesan meremehkan. Fokus pada bola hilang, setidaknya begitu kata Bung Yuke.

Kegagalan tendangan melalui titik putih ini membuat pertandingan kembali hidup. Pusamania Borneo bangkit. Lini pertahanan Persib Bandung dibuat kocar-kacir. Strategi menurunkan tempo permainan membuat Borneo mendapat angin. Hal ini harus dibayar mahal oleh Tim Maung Bandung di menit 88 saat tendangan spekulasi Matheus (4) merobek gawang M Natshir (1) di hadapan publik sendiri. Tim asuhan Ahmad Amirudin berhasil menyamakan kedudukan dan mencuri poin di kandang lawan. Seperti mengulang laga Persib Bandung melawan PS TNI di menit-menit krusial PS TNI juga berhasil menyamakan kedudukan 2-2.

Permainan sepak bola memang susah ditebak. Seperti bola itu yang bulat dan beputar. Selagi masih ada waktu, selagi sang pengadil lapangan hijau belum meniup peluit panjangnya segala masih bisa berubah. Secara kualitas dan dukungan suporter tak ada yang meragukan tim yang dikapteni Atep (7) ini. Namun, hasil akhir berkata lain. Ya, belajar dari laga ini. Kelengahan bisa membuat aroma kemenangan menjauh. Kelengahan di babak pertama membuat lawan berhasil mencuri gol terlebih dahulu. Akibat kelengahan berikutnya di menit-menit akhir babak kedua juga membuat pemain belakang Pusamania Borneo mampu menyarangkan bola ke gawang kembali.

Pusamania Borneo layak diacungi jempol. Bermain tandang ke Bandung bukanlah hal mudah. Tak banyak tim yang berhasil mencuri poin di sini. Gemuruh ribuan bobotoh di GBLA kadang menyiutkan mental lawan terlebih dahulu. Kualitas pemain Persib Bandung yang bertabur bintang juga sudah tak diragukan lagi. Tapi selalu manfaatkan celah dan peluang sekecil apapun itu. Jangan menyerah dan semua akan berakhir indah bukan?

 

Andalan
Diposkan pada Echi's Wife

Sudah Matikan Lampu Belum?

Sebenarnya terlambat ya posting listrik naik ini. Tapi gapapa lah… Karena beberapa waktu lalu saya mendapat email yang subjeknya “Ini bukan #GaraGaraListrikNaik, tapi #EnergiBerkeadilan” dari Kominfo. Jadi tergelitik ingin menulis soal listrik ini.

Siapa yang syok waktu bayar listrik bulan kemarin? Khususnya yang memakai daya 900VA pascabayar, ya. Saya donk ngacung pertama kali hehe… Gimana tidak dari Rp 71,783 ribu menjadi Rp 178,203 ribu??? Hmmm… Sempat bingung dengan lonjakannya, perasaan sih makainya sama saja…

Eh, ternyata tetangga yang memakai daya yang sama juga ga kalah kaget. Dia mengaku biasanya membawa uang Rp 200 ribu bisa untuk membayar dua rumah malah ada kembalian. Ini kurang dan harus pulang lagi. Malu… akunya. Satu ibu rumah tangga lagi yang curhat ke saya, pajak listriknya per bulan biasanya sekitar Rp 60 ribu, di bulan April 2017 menjadi Rp 140 ribu. “Untung bawa uang lebih, kalau ga harus balik lagi,” katanya gitu.

listrik-untuk-semua-5
Jadi listrik 900VA ini ternyata mengalami penyesuaian tarif dalam tiga tahap. Ah kurang begitu mengerti sih saya. Untuk detail penyesuaian tarif bisa cek gambar di atas. Ya, pada intinya dicabut subsidinya begitu atau tidak dibantu oleh anggaran dari pemerintah. Karena dianggap tidak tepat sasaran sebab yang menikmati rata-rata dari golongan mampu. Sedangkan subsidi itu untuk kaum miskin dan tidak mampu. Landasan hukumnya UU No 30 Tahun 2007 tentang Energi pasal 7 dan UU No 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan pasal 4.

listrik-untuk-semua-1

Masuk akal sih ya meski masih grundelan hehe… Tapi bersyukurlah berarti kita termasuk golongan mampu, ya kan? Nah, sebagai informasi subsidi listrik paling besar dinikmati oleh pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA mencapai Rp. 49,32 Triliun (87%).

listrik-untuk-semua-2
Lalu, siapa saja yang berhak mendapatkan subsidi?
Sesuai Permen ESDM No 29 Tahun 2016 penerima subsidi adalah rumah tangga pengguna 450VA dan 900VA miskin dan tidak mampu. Penetapan rumah tangga miskin dan tidak mampu ini didasarkan pada Data Terpadu Penanganan Fakir Miskin yang dikelola oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dan Kementerian Sosial.
listrik-untuk-semua-3

Oya, jika kamu merasa layak mendapatkan subsidi atau menemukan orang yang seharusnya mendapat subsidi atau sebaliknya, kamu bisa mengadukan loh. Mudah kok. Kamu tinggal datang ke kantor kelurahan dengan membawa dokumen persyaratan di antaranya:
– salinan Kartu Tanda Penduduk ( KTP) atau surat keterangan domisili
– salinan Kartu Keluarga (KK)
– salinan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau Kartu Perlindungan Sosial (KPS), bila ada
– bukti pembayaran rekening listrik atau pembelian token listrik bagi yang sudah menjadi konsumen PLN
– listrik atau pembelian token listrik di alamat lama dan alamat baru, bila pindah alamat
– surat keterangan dari RT/RW setempat bila pindah alamat
– surat pernyataan yang telah ditandatangani bila pindah alamat

Selengkapnya bisa lihat gambar di bawah ini.


Listrik Untuk Semua; Subsidi Tepat Sasaran dan Energi Berkeadilan

listrik-untuk-semua-4

Sekitar tahun 2011, saya pernah beberapa waktu tinggal di Landak, Kalimantan Barat tepatnya di daerah Menjalin dan Senakin. Listrik benar-benar tak stabil. Dalam satu hari bisa beberapa kali lampu padam. Anehnya saat listrik padam sinyal handphone ikut menghilang. Selain itu listrik padam mendadak juga bisa berpengaruh terhadap keawetan perangkat elektronik seperti PC, kulkas, dan lainnya. Semoga hal ini sudah tak terjadi lagi di sana.

Karenanya, dengan dialihkannya subsidi listrik ini semoga bisa membantu saudara-saudara kita terutama yang masih belum mendapat aliran listrik. Saat ini masih ada 2.500 desa belum teraliri listrik. Sekitar 1,6 juta rumah tangga miskin dan tidak mampu  belum menikmati sambungan listrik. Sebanyak 12.659 desa juga masih kekurangan listrik. Begitu juga tingkat elektrifikasi yang masih harus ditingkatkan dari 88,3% tahun 2015. Berdasarkan KBBI, elektrifikasi artinya pemakaian atau penggantian dengan listrik (sebelumnya tidak digunakan listrik).

Semoga upaya penyesuaian tarif bisa mewujudkan listrik untuk semua. Dengan mendukung program pemerintah kita bisa membantu saudara yang masih membutuhkannya. Subsidi tepat sasaran demi mewujudkan energi berkeadilan. Setuju ga sih kalau listrik menjadi bagian kebutuhan dasar saat ini? Sebab listrik sudah menjadi bagian terpenting dalam kehidupan terutama penerangan misalnya untuk belajar demi masa depan generasi bangsa. Dan manfaat listrik lainnya yang sudah tak diragukan lagi.

Oke… daripada mengeluh dengan penyesuain tarif ini sebagai ibu rumah tangga yang berperan sebagai menteri keuangan keluarga yang bertugas membayar tagihan listrik bulanan yang bisa kita lakukan adalah menghemat listrik. Tak lain tak bukan agar biaya bulanan tak membengkak. Karenanya berbagai upaya dilakukan untuk menghemat listrik.

Tips menghemat listrik

20170515_134213[1]
Foto: dok. pribadi
Begitu pulang dari membayar tagihan listrik bulan April 2017, masuk rumah saya langsung mematikan lampu dapur yang masih menyala. “Lihat, ibumu langsung matiin lampu gitu, Nam,” kata suami sambil merenges.

Tapi bukan hanya saja lho yang menerapkan ini. Tetangga saya juga ditegur suaminya. Sebab saat pulang kerja rumah dalam keadaan gelap gulita karena dia lagi menyetrika. Ia sengaja mematikan lampu selama menggosok baju demi menghemat listrik. Dasar ibu-ibu ya 😀

Tapi ngomong-ngomong soal lampu, ini memang menyumbang listrik yang tak sedikit lho. Kata adik saya, ya meskipun watt-nya kecil tapi kan menyala berjam-jam. Jumlah lampu di rumah juga ada beberapa kan? Ibarat peribahasa sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit -dalam konteks biaya listrik-. Gambarannya misal satu lampu daya 5 watt nyala 12 jam, biaya per kwh anggap Rp 1.352 sesuai penyesuaian tarif tahap III atau bulan Mei. Nah, coba kita menghitung biaya listrik sehari untuk satu lampu.

Pemakaian per hari :
= (5 Watt /1.000) x 12 jam) x Rp 1.352,-
= Rp 81,12

Pemakaian per bulan (anggap 30 hari) :
= Rp. 81,12 x 30
= Rp. 2.433,60

Hasil tersebut merupakan gambaran pemakaian listrik satu buah lampu. Kalau di rumah ada lima lampu tinggal dikalikan lima atau sekitar Rp 12 ribu. Kita tidak bisa menyebut angka pasti sebab nyala listrik kan berbeda-beda tidak semua dan setiap harinya pasti 12 jam.

Sekarang coba kita memangkas 3 jam untuk kepeluan lampu ini, kita bisa menghemat sekitar tiga ribu rupiah. Lumayan bisa buat parkir kan? So, pastikan lampu dimatikan kalau kita mau pergi terutama di siang hari. Belum jika ditambah penghematan dari perangkat elektronik lainnya misalnya menyalakan dispenser saat butuh. Sebab, dispenser ini termasuk perangkat elektronik yang penggunaan listriknya dinamis sebab secara otomatis akan masak air. Contoh lain adalah setrika, rice cooker. Itulah mengapa perangkat elektronik yang berhubungan dengan panas memiliki kebutuhan daya yang tinggi terutama saat bekerja. Saat tidak membuat es batu sebaiknya kulkas dinyalakan pada pengatur suhu kondisi tiga. Pastikan tv mati kalau mau tidur. Jangan sampai tv nonton kita ingat meteran listrik jalan terus. Oiya…koreksi kalau perhitungannya salah.

Hasil tips tersebut, tagihan listrik bulan Mei saya sebesar jreng…jreng…jreng Rp 33,432 Saya lebih syok daripada pas naik bulan kemarin. Tapi mungkin angka ini masih karena dalam proses penyesuain oleh PLN ya. Coba kita lihat lagi bulan depan.

Ngobrol cantik soal tips menghemat listrik ini banyak lho yang sharing di facebook. Manggut-manggut kadang ngakak juga bacanya. Yang belum dapat share-nya, ini salahsatu yang saya ambil dari facebook.

1. belajar hemat ,, ojo nganti nyetel TV malah TV ne nonton sing nyetel  =D < budaya boros… *jangan menyalakan TV tapi malah TV-nya yang menonton kamu*
2. pakai alat listrik secara bergantian
3. usahakan mesin air memakai alat penampungan
jadi tidak sering menghidupkan mesin air
4. matikan lampu bila sudah tidak diperlukan
5. jangan menggunakan dispenser, pakailah kompor saja
6. pakailah lampu LED bukan lampu (TL maupun Bohlam)
#Semoga bermanfaat  (Y)

Mematikan lampu adalah tips sederhana yang bisa saya lakukan dalam upaya menghemat listrik. Kalau kamu apa tips hemat listrik mu? Share, yuk!

sumber infografis: kominfo

Andalan
Diposkan pada Football Corner

#Liga1 Persib 1 – 0 Persipura

Kalau ditanya special moment di Super big match antara Persib Bandung dan Persipura Jayapura, Minggu, 8 Mei 2017 live Tv One ini apa ya? Kata saya sih eksekusi pinalti secara dingin oleh Michael Essien. Tendangan mengarah ke tengah atas yang tidak bisa diantisipasi oleh kiper Yoo Jae Hoon. Satu-satunya gol di pertandingan kali ini yang mengantarkan kemenangan tim maung bandung.

Screenshot_2017-05-07-22-30-53-1
Michael Essien capture from twitter @infobdg

Ini adalah gol kedua mantan pemain Chelsea di Liga 1. Meski belum pernah turun full time nyatanya kematangan dan pengalamannya kerap menyelamatkan Persib dari kebuntuan. Hari ini atas sumbangan golnya Persib berjaya di puncak klasemen menggeser PSM Makassar dan Arema Malang.

Siapakah man of the match-nya? Ya, dialah kiper muda Persib Bandung Deden Natsir. Berkat timing-nya yang pas setidaknya mengutip Bung Tommy Welly ia melakukan penyelamatan 7-8 kali. Tanpa kerja keras Deden, Persipura yang menguasai ball possesion siap mengoyak gawang. Namun, ia menjawab kepercayaan pelatih Djajang Nurjaman dan tidak mengecewakan sekitar 20 ribuan bobotoh yang menyesaki tribun Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) maupun jutaan pasang mata yang menyaksikan melalui layar kaca.

Bagi saya sepak bola bukan sekedar sepak bola. Begitu peluit tanda berakhirnya pertandingan ditiup bukan berarti menguap begitu saja. Selalu ada hikmah dibaliknya. Meski Persipura Jayapura menguasai jalannya pertandingan tapi justru Persib Bandung yang keluar sebagai pemenang. Persib bisa memanfaatkan peluang dengan baik. Satu kesempatan pinalti yang tak disia-siakan Essien.

“Siapapun yang pandai menangkap peluang sekecil apapun itu, ialah juaranya. Meski dibawah tekanan sekalipun. Ketenangan adalah kuncinya.”

Klasemen sementara Gojek Traveloka Liga 1 Tv One, Minggu, 8 Mei 2017

Screenshot_2017-05-07-23-31-42-1
Sumber: http://www.goal.com
Andalan
Diposkan pada Echi's Wife, Happy Writing, lomba blogging

Kartini Muda Transmart Carrefour: Smart dan Hemat

Emansipasi oleh Raden Ajeng Kartini telah mencetak perempuan cantik, cerdas, dan mandiri. Sudah tak diragukan nama-nama seperti Ibu Susi Pudji Astuti Menteri Kelautan, Ibu Sri Mulyani Menteri Keuangan, Rosiana Silalahi Pemimpin Redaksi Kompas TV, dan berderet nama perempuan lain.

 

Perempuan itu harus smart

Point yang tidak boleh dilupakan bahwa Kartini memperjuangkan emansipasi bukan untuk menyaingi pria. Laki-laki dan perempuan terlahir dengan membawa kodrat masing-masing. Suami sebagai kepala keluarga. Istri akan menjadi ibu sebagai tiang keluarga dan madrasah pertama bagi anak-anaknya.

Untuk itulah, Kartini getol memperjuangkan pendidikan untuk kaum hawa. Lewat pemikiran-pemikirannya perempuan akhirnya tak hanya macak, masak, dan manak (menghias diri, memasak, dan melahirkan anak) tapi juga layak mendapat pendidikan setara. Sebab, ibu merupakan pencetak peradaban. Ia yang akan mendidik anak-anaknya menjadi generasi penerus bangsa. Hal ini juga senada dengan Psychology Spot yang mempublikasikan hasil risetnya bahwa tingkat kecerdasan seorang anak menurun dari ibunya (sumber: lifestyle.kompas).

Tak hanya itu, kecerdasan seorang istri juga berperan dalam hal keuangan. Sebab ia bertindak sebagai menteri keuangan di dalam keluarga. Karenanya, istri harus cerdas mengelola keuangan terlebih mengatur penghasilan suami yang diamanahkan kepadanya. Perempuan cerdas harus bisa menepis image yang tidak bisa dihindari bahwa perempuan itu boros dan konsumtif.

 

Perempuan itu harus hemat

Mengutip laman rula.co.id,  51 persen pengelolaan keuangan keluarga Indonesia ada di tangan perempuan. Kebiasaan buruk keuangan seperti sikap konsumtif yang berlebihan seperti mengikuti naluri shoping. Jika tidak waspada kebiasaan ini akan menyebabkan besar pasak daripada tiang. Untuk menutup lubang lalu berhutang sana-sini. Gali lubang dan tutup lubang, selalu seperti itu. Terkadang masalah keuangan ini memicu masalah-masalah rumah tangga hingga ketidakharmonisan keluarga. Untuk itulah dituntut perempuan yang cerdas menghargai penghasilan suami meskipun itu telah menjadi haknya.

Awal-awal pernikahan adalah masa sulit bagi saya. Masa beradaptasi. Saya yang menerima gaji dari suami harus mengaturnya sedemikian rupa untuk cukup satu bulan. Jujur saja, saya tidak pernah belajar memasak. Ketika dirumah, ibu selalu sudah menyiapkan dan saat merantau, saya makan jajan dan kerap memilih yang instan. Saat menikah itulah rasanya menyesal kenapa saat masih bersama ibu saya tidak meluangkan waktu belajar memasak bahkan sekedar menungguinya memasak dari awal sampai akhir. Kalaupun sempat ke dapur bersama ibu paling hanya mengobrol bukan fokus pada masakannya.

Akhirnya jebol juga gaji dari suami, uang saya pun kebawa-bawa untuk urusan makan ini. Misalnya dianggap satu kali makan per orang sekitar 10 ribu rupiah sekali makan, untuk dua orang adalah 20 ribu rupiah. Lalu untuk tiga kali makan? 60 ribu rupiah, dalam  sebulan, jika dikalikan 30 hari hasilnya biaya pengeluaran hanya untuk makan 1,8 juta. Belum tagihan listrik, kontrakan, belanja lain seperti keperluan sandang, mencuci, mandi, uang sampah, keamanan, dan lain-lain. Nah, yang perlu dicatat berapa sih gaji rata-rata karyawan dengan usia menikah sekitar 27 tahun?

Jika ini terus terjadi bagaimana nanti saat melahirkan, mempunyai anak, mau dikasih makan apa? Bagaimana dengan Makanan Pendamping ASI pertamanya? Masa semuanya serba instan? Ususnya masih kecil belum sekuat orang dewasa. Lalu, bagaimana kalau sudah sekolah? Bagaimana…bagaimana…itu terus terbayang? Saya pun mulai sedikit demi sedikit memasak meski beberapa kali tetap membeli makanan jadi. Itulah tuntutan penghematan pertama saya.

Agar tidak jebol keuangan, sebagai pemegang uang, hal-hal berikut coba saya terapkan meskipun agak keteter juga tapi kuncinya disiplin dan tegas terhadap diri sendiri.

Memisahkan pos-pos pengeluaran. Pengeluaran yang sudah wajib disisihkan pertama kali misalnya pajak listrik, keamanan, sampah, gas untuk memasak, galon air, dan uang bulanan untuk makan. Menyisihkan untuk menabung di awal kalau tidak bakal bablas tergiur diskon atau menuruti hobi.

Bijak belanja bulanan. Nah, belanja bulanan ini terkadang bisa dikatakan hemat tapi kalau tidak teliti justru disini juga menjadi letak pemborosan. Dari rumah biasanya saya sudah mencatat apa yang harus dibeli, mana yang optional artinya bisa dibeli bisa juga ditunda. Sehingga saat di pusat perbelanjaan tidak menjadi gagal fokus, barang prioritas tidak terbeli tapi malah yang kurang penting masuk keranjang belanja. Lalu, kita harus kembali belanja dan pasti belanjaan akan kembali membludak dengan asumsi mumpung-mumpung lagi ke supermaket. Dua kali belanja dua kali mengeluarkan isi dompet.

Selalu menjadi cerdas. Sebagai perempuan tentu kita akan tergiur dengan tawaran diskon yang seakan tiada habisnya terlebih di era belanja online sekarang ini. Setiap hari banyak penawaran menarik jika kita tidak bisa mengerem mengendalikan diri.

 

Belanja Smart dan Hemat ala Transmart Carrefour

transmart
Foto: Transmart Carrefour

Salah satu cara cerdas untuk menghemat belanja bulanan adalah memilih pusat perbelanjaan yang tepat. Ketatnya persaingan membuat perusahaan ini akan bersaing dalam segi harga. Harga biasanya akan menjadi pertimbangan ibu rumah tangga untuk berbelanja lalu kenyamanan. Untuk itulah, saya merekomendasikan Transmart Carrefour.

Kenapa harus Transmart Carrefour? Pertama, karena Transmart Carrefour menawarkan pengalaman berbelanja yang berbeda. Sebagai  perusahaan ritail yang sudah menggabungkan konsep 4 in 1 yaitu berbelanja bermain, bersantap, dan menonton bioskop. Konsep ini juga akan diusung di cabang baru yang akan dibuka di Buah Batu Bandung, 28 April 2017 dalam waktu dekat ini. Sebagai ibu yang cerdas, Transmart Carrefour juga menjadi salahsatu destinasi keluarga, sekali jalan bisa belanja sekaligus mengajak piknik buah hatinya. Kita juga berperan dalam penghematan bahan bakar untuk transportasi. Selain itu, pusat-pusat perbelanjaan dengan penataan lorong-lorong yang sempit acap membuat anak tidak merasa nyaman apalagi buah hati saya masih batita sehingga kenyamanan adalah yang utama. Jangan sampai belum memilih, anak sudah merengek karena merasa sumpek.

Kedua, kita bisa membeli apa saja di Transmart Carrefour dengan garansi harga murah setiap hari. Mulai fashion and beauty, electronic pro, buah dan sayur fresh setiap saat, food and beverages, dan kids city. Dari kebutuhan dasar seperti bahan memasak, aksesoris untuk smartphone, hingga peralatan elektronik untuk rumah tangga ada di sini. Bahan sayuran untuk MPASI anak juga lengkap tersedia. Harga bahan untuk memasak pun memiliki selisih dari warung di dekat rumah. Hmmm... jadi pikir-pikir kalau mau beli di warung. Untuk peralatan elektronik juga bisa menggunakan sistem angsuran, sangat memudahkan bukan?

Ketiga, ada diskon 5% persen setiap hari bagi pememgang kartu debit Bank Mega, diskon 10% dan cicilan bunga rendah setiap hari bagi pemegang kartu kredit Bank Mega. Sangat menggiurkan ya belanja super murah dan super mudah setiap hari seperti ini.

Mau jadi Kartini Muda Transmart Carrefour yang cerdas dan hemat, disayang suami dan anak, rasakan sendiri sensasi  one stop shopping experience di Transmart Carrefour terdekat di kotamu 🙂

Sharing juga bagaimana kamu menjadi ibu yang smart dan hemat ya 🙂

 

Andalan
Diposkan pada Happy Writing, lomba blogging

LUNA  Smartphone; Lebih Sekedar Bergaya Tapi Berkarya

Hanya membayangkannya kamu bisa tersenyum. Ketika melakukannya kamu bisa lupa waktu. Kamu juga rela nyolong-nyolong waktu untuk bertindak.  Dan, tanpa sadar kamu akan menggebu-gebu saat membicarakannya. Bisa-bisa orang yang mendengar akan tertular ”virus” yang menyerangmu. Sebuah gairah yang akan menuntun kamu pada kepuasan jiwa. Itulah gambaran passion menurut saya. Passion yang kemudian membawa kita pada gravitasi.

Me-Rajut Impian Be the Gravity

Ratu Elizabeth II merajut selama World War I dan World War II. Merajut –knitting– lebih dari sekedar hobi bagi Sang Ratu, ini menjadi salah satu caranya menunjukkan jiwa patriotisme. Sebab, para tentara membutuhkan sweaters, gloves, hats, dan banyak socks. Knitting, knitting, and knitting mengantarkannya menjadi salah satu perajut dunia sepanjang masa (sumber: 11 famous knitter).

queen-knitting-5-620x414

Princesses Margaret (left) and Elizabeth (right), knitting at Windsor Castle (Gambar by loveknitting)

Tanpa passions, sebagai seorang Queen mudah saja menyuruh para pelayannya. Ratu tidak harus membuatnya sendiri cukup memberi perintah. Namun, itu tidak dilakukannya. Karena kecintaannya pada rajutan dan kepeduliannya pada kebutuhan soldiers, ia menjadi gravitasi bagi para tentara dan negaranya.

Saya bisa “gila” walaupun hanya melintas depan toko yang menjajakan aneka benang rajut penuh warna. Greget saat memegangnya. Rela berjam-jam membenarkan benang ruwet saat melakukan project. Lalu tersenyum puas saat gulungan benang itu menjelma produk siap pakai.

Akan sangat luar biasa jika bisa be famous knitter in the world tapi jalan itu pasti panjang, terjal, dan berliku.  Komunitas Dunia Rajut yang saya usahakan masih belajar berjalan.  Ya, hobi yang kemudian saya coba kembangkan sebagai usaha rumahan.

Mimpi ingin bisa merajut ini mungkin dimulai dari sekitar tahun 2006. Ketika itu melihat teman SMA ada yang merajut sweater di kelas. Namun, si dia tidak mau mengajari. Akhirnya di tahun 2010-an itulah ada seorang kawan kampus yang berjasa banget dalam dunia perajutan saya. Ifa Elvira namanya, ia membawa saya ke workshop merajut di Yogyakarta. Yeayyy… saya bisa merajut. Satu pelajaran yang bisa dipetik, ketika kamu mempunyai impian adalah sekecil apapun mimpi itu, kandangkan! Jangan biarkan ia lepas. Jika memang niat dan bersungguh-sungguh pasti terwujud. Jangan menyerah, okay!

Begitu dinyatakan lulus, saya segera bekerja menjadi asisten dosen di lembaga pelatihan yang dimilikinya. Benang dan jarum rajut itu selalu nyempil di ransel. Di sela-sela istirahat atau saat luang kerjaan, jemari mulai menari.  Bu Sarminah, rekan dan senior di kantor, selalu setia menunggui saya merajut. Saat ada moment teman sekantor menikah, sepasang gloves untuk dia dan suaminya terbungkus rapi. Betapa bahagianya ketika ia memuji-muji dan mengaku senang dengan gift buatan tangan tersebut.

Resign dan berpindah tempat kerja di Kalimantan tak melupakan saya pada “alat perang”. Benang dan peralatan ikut terbang menemani ke Borneo. Teman-teman seolah “amazing” ketika saya merajut di sela-sela waktu luang. Teman cewek meminta untuk diajari. Satu per satu rekan pun mendapatkan gift handknit. Jiwa kutu loncat membawa saya menjadi salahsatu karyawan di Jakarta. Di sini pertama kali saya mulai memesan benang secara online karena kehabisan stok.

Tuntutan pekerjaan mengenalkan saya pada smartphone. Kala update-update status itulah, saya memajang karya rajutan. Dari situlah order rajutan pertama saya dimulai. Dari sekedar kado tak dinyana ada yang naksir lalu memesan. Ada juga teman kost ada yang ketagihan merajut lantas menitip dibelikan peralatan merajut. Tanpa sadar dimulai dari teman, teman kost, usaha ini sebenarnya telah dimulai. Berawal dari made by order.

Kutu loncat akhirnya lelah dan bosan. Saya berkata pada diri sendiri. Saya seorang wanita, suatu saat akan menjadi seorang istri dan ibu. Saya tidak mau bekerja. Saya ingin mendampingi keluarga. Eitss… jangan salah bukan berarti hanya bisa membuka telapak tangan pada suami, ya? Saya ingin mengikuti kata hati. Saya tidak bekerja tapi saya berkarya.

IMG_20170419_052816
Perbedaan bekerja dan berkarya (Foto by Billy Rahman Saputra)

Bandung adalah saksi bisu bahwa berkarya itu tak mudah. Banyak pengalaman suka duka dimulai. Banyak godaan untuk berhenti. Namun, seperti yang tertulis dalam buku karya Rene Suhardono, Your Jobs is Not Your Career, entreprenuer adalah dreamers who do. Mereka yang berani meraih mimpinya. Bertanggung jawab atas keputusannya. Rela mengorbankan waktu, tenaga, dan pemikiran demi tujuan.

Waktu itu, perusahaan saya menimba pengalaman berada di Bandung.  Saya anak rantau yang tinggal di kost. Dorongan kuat menjadi entreprenuer, membuat saya mengakhiri status karyawan di pertengahan 2013. Dimana ada niat dan usaha, disana pasti ada jalan. Berbekal ngobrol dengan Teh Yan, teman kost, untuk pertama kalinya saya mengikuti pameran komunitas dengan join stand bersama Klub Origami di Bandung Indah Plaza (BIP). Melalui pameran komunitas ini, jejaring bertambah banyak hingga mengantarkan saya berkenalan pada Bandung Creative City Forum (BCCF). Sebuah wadah antar komunitas di Bandung. Dari yang bukan siapa-siapa di kota kembang ini ibarat tanaman mulai bertunas.

Semua berjalan lancar, tentu tidak semudah dan segampang dalam rencana. Menerjuni usaha yang tak semulus dalam bayangan. Perjuangan ini dilihat oleh Mbak Nana dan hanya bermodal kepercayaan, ia menyuntikkan modal untuk mengembangkan usaha rajutan. Setelah menikah tahun 2014, dukungan suami tercinta, Echi dan Buk’e lebih dari segalanya. Pahit dimarahi pembeli, pasang surut usaha tapi tertutup oleh senangnya berbagi. Bersama Teh Fani, kami mengadakan rajut berbagi di panti asuhan. Sebuah kegiatan mengajari anak-anak panti asuhan merajut untuk meningkatkan kemandirian dan produktivitas mereka. Produk rajutan yang terjual bisa menambah uang bekal mereka. Turun tangan di Kampung Linggawastu untuk belajar merajut bersama yang diwadahi oleh BCCF. Salahsatu tujuannya agar para ibu rumah tangga bisa menambah uang belanja mereka.

Ket: Pameran Bandung Community Network di BIP/kiri (Foto: Pikiran Rakyat), Bersama ibu-ibu di Kampung Kreatif Linggawastu Bandung/kanan (Foto by BCCF)

Di usia yang menginjak 29 tahun ini, mungkin benang itulah yang mengikat saya #bethegravity dengan lingkungan sekitar. Memang belum seberapa dibanding mereka yang telah berbuat banyak. Tapi disitulah antusiasme saya. Gairah yang membuat saya dikenal. Hobi yang akhirnya membuat saya harus berjibaku belajar tanggung jawab dan profesional. Apakah sudah selesai? Belum, tantangan itu akan selalu ada selama kita hidup. Dulu tantangan terberat mungkin bagaimana harus bertahan, segumpal mimpi ini harus terus menyala, meyakinkan keluarga, sekarang dengan dua batita di rumah, kecepatan usaha ini melambat. Semua itu bukan alasan tapi semua harus dihadapi. Tidak ada justifikasi. Mental dan fisik harus selalu siap untuk challenge-challenge berikutnya baik yang terduga maupun tidak.

Masih banyak mimpi-mimpi dunia rajut yang belum terpenuhi. Mempunyai workshop terpisah dari rumah, menjadi lapangan kerja signifikan dan memberdayakan ibu rumah tangga sekitar, menjadikan produk rajutan sebagai salahsatu incaran souvenir khas Indonesia, ikut pameran bergengsi salahsatunya inacraft, dan memiliki galeri di Mall of Indonesia suatu waktu nanti. Amiin…

Berkarya dan Be the Gravity with LUNA

Siapa sih yang tidak bangga dengan pencapaian-pencapaian yang telah diraih? Standar sukses setiap orang berbeda-beda. Bagi saya, sanggup mewujudkan dan melampaui batas adalah kesuksesan. Setiap keberhasilan patut dirayakan asal tidak berlebihan, selalu rendah hati, dan keep smile baik untuk bersyukur maupun kepada sesama. Alangkah bahagianya ketika bisa memenuhi hadits Nabi Muhammad SAW, “Sebaik-baik manusia adalah ia yang paling bermanfaat buat sesama”. Menjadi gravitasi akan semakin lengkap rasanya dengan LUNA smartphone di tangan. Ponsel pintar besutan Foxconn dari Korea ini.

luna-float
Smartphone Luna (Sumber: luna.id)

Hadirnya LUNA memberi warna di pasar smartphone Indonesia. Kemampuan fotografi yang handal dan bersaing dengan iPhone 6S membuatnya tak butuh waktu lama menjadi incaran dan impian banyak pengguna smartphone. Apalagi selfie telah menjadi bagian dari gaya hidup sebagian besar pemilik smartphone. Fotografer senior Arbain Rambey dalam explore on Canggihnya Kamera Smartphone LUNA di NetOnTV mengatakan kamera pada LUNA bisa digunakan sebagai having fun atau masuk ke ranah pro.

Bagi saya kehandalan kemampuan fotografi ala LUNA ini akan sangat membantu dalam mengembangkan dunia entrepreneur di antaranya mengabadikan foto produk rajutan. Di era e-commerce, belanja via online terus mengalami peningkatan. Di dunia ini adanya gambar akan memberikan pengaruh signifikan kepada calon pembeli untuk memutuskan closing atau tidak. Untuk itulah kemampuan fotografi yang handal ditunjang kamera yang mumpuni sangat diperlukan. Smartphone LUNA hadir dengan kamera pure full sony, kamera utama memiliki lensa dengan resolusi 13 MP yang memiliki aperture (bukaan) F/2.0 sedangkan kamera depan beresolusi tinggi 8MP dan aperture F/1.8.

Sebagai seorang penjual, melayani pembeli adalah yang pertama. Terkadang pembeli lewat online atau yang sekedar ingin bertanya via what’s app ini tidak kenal waktu. Tak jarang malam-malam saya harus memotret rajutan maupun material-nya. Begitu pula saat pameran di indoor. Kelemahan-kelemahan kamera smartphone pada umumnya adalah saat cahaya redup atau malam hari. Namun, hadirnya LUNA smartphone sudah menjawabnya. Sebagaimana sudah diujicoba oleh Arbain Rambey, kamera LUNA yang digunakan di cahaya redup dengan menggunakan lokasi di bar ini menghasilkan gambar yang bagus. Pengaturan cahaya, white balance-nya sudah akurat. Tidak lagi simbol tapi sudah menggunakan angka.

Tuntutan untuk pameran yang berbeda-beda lokasi terkadang membuat kita lupa dimana foto itu diambil. Meski sebagian besar smartphone sudah menyimpan lokasi di bagian detail foto tapi watermark yang ditawarkan LUNA sangat membantu. Watemark ini akan menampilkan lokasi Base Transceiver Station (BTS) terdekat di foto bahkan hingga suhu udaranya. Sehingga akan membantu kita mengingat. Syaratnya harus ada dalam posisi online. Namun ini bukan masalah. Sebab, saat ini jaringan internet sudah ada dimana-mana.

Memotret stand pameran tanpa pengunjung umumnya susah. Mengutip Arbain, ibarat memotret Candi Borobudur tanpa wisatawan tentu akan butuh perjuangan ekstra. Jika menggunakan kamera profesional kita harus menggabungkan beberapa objek yang diambil dari beberapa jepretan. Dengan fitur selective picture, object iris yang belum ada dimana-mana. Efek jepretan ini adalah akan mencari otomatis, mendeteksi objek permanen, dan bergerak tanpa bantuan tripod sekalipun. Sehingga pengguna cukup diam dan bisa memotret tanpa orang atau objek bergerak.

Masih banyak fitur unggulan lain seperti brust shot, teknik memfoto sangat cepat dan lainnya.  Kecanggihan LUNA juga bisa untuk video broadcasting. Smartphone LUNA yang hadir dengan jaringan 4G dengan supported by all operator akan sangat membantu saat belajar merajut membutuhkan tutorial via video online. Dengan LUNA kita bisa menikmati akses tanpa batas dan streaming tanpa buffering.

Ketika ditanya tentang kualitasnya sama dengan iPhone 6S? Begini jawaban Arbain,

“Lihat saja hasilnya… dari cahaya yang cukup, warna pelangi yang indah, sampai warna pagi, matahari tenggelam, melawan matahari. Putuskan saja sendiri dari hasil yang saya buat!” 

Selain kamera yang sudah tidak diragukan kita bisa memaksimalkan kapasitas 64 GB memori internal  dan kapasitas memori eksternal hingga 128 GB smartphone LUNA untuk menyimpan semua jepretan  terbaik. Untuk lebih lengkapnya bisa disimak video youtube belajar fotografi dengan smartphone LUNA bersama Arbain Rambey. Klik di sini

LUNA G Superpower Performance hadir dilengkapi dengan RAM 4 GB dan ROM 32 GB. Sehingga LUNA G dapat mendukung menjalankan aktivitas seharian termasuk Membangun Toko Online. Dengan kapasitas baterai 4000mAh, LUNA G juga mampu bertahan lama memastikan semua kegiatan tetap asyik saat bekerja. Agar bisa senantiasa tetap terhubung dan memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggan, maka toko online harus bisa diakses darimana saja dan kapan saja.

lunasmartphone-1492125717469
Foto: Instagram Luna Smartphone

LUNA untuk me time. Sebagai manusia terutama peran ibu rumah tangga tentu saja butuh istirahat dan refreshing sejenak dari aktivitas harian agar otak bisa kembali berpikir optimal. Salah satu me time saya terkait handphone adalah bermain game. Ada satu game yang membuat saya ketagihan untuk memainkannya setiap rehat tapi permainan ini cukup memakan RAM. Sehingga untuk smartphone dengan kapasitas RAM kecil akan membuatnya lemot. Namun tidak perlu khawatir lagi rasanya, bermain game lebih lancar dan baterai yang tak akan cepat terkuras.

lunasmartphone-1492126172665
Foto: Instagram Luna Smartphone

Tak terkecuali untuk bergaya. Sudah menjadi kodrat perempuan sangat peduli dengan penampilan tak terkecuali smartphone yang digenggamnya. Hadir dengan dua varian warna yaitu silver dan space grey. Smartphone LUNA siap menemani aktivitas seharian yang dipadupadankan dengan fashion sehingga tetap gaya. Dibentuk dari alumunium utuh melalui delapan proses tahap CNC menghasilkan smartphone yang stylish, ramping, dan tahan lama.

Wow…keren ya, smartphone LUNA Indonesia. Meliriknya? Tentu saja. LUNA smartphone tidak hanya sekedar bergaya tapi juga mendampingimu berkarya. Siap #bethegravity? 🙂

Andalan
Diposkan pada Happy Writing, lomba blogging

Are You Ready to be a Part of Less Cash Society

Ekonomi digital sedang marak dibicarakan akhir-akhir ini. Terlebih dengan dikeluarkannya Paket Kebijakan Jilid 14 mengenai ekonomi digital. Pemerintah gencar mewacanakan gerakan nasional non tunai yang sudah mulai dicanangkan oleh Bank Indonesia pada 14 Agustus 2014 ini.

Sebagian masyarakat umumnya mulai mengenal transaksi non tunai saat mulai bekerja. Perusahaan saat ini sudah banyak yang membayar gaji karyawan dengan sistem transfer. Karyawan pun diwajibkan memiliki rekening bank untuk kemudahan pembayaran.

Sebagian lain masyarakat mulai bertransaksi nontunai karena mendapat bantuan dari pemerintah. Mereka yang mendapat kartu bisa mengambil uang di bank pemerintah atau lembaga yang sudah ditunjuk setelah mendapat transfer.

Selain itu, sistem nontunai juga sudah diterapkan di perguruan tinggi yang segala pembayarannya dari bantuan operasional (BOP) hingga SPP hanya diterima melalui transfer ke bank yang ditunjuk. Dengan kata lain, mahasiswa tidak perlu antre membawa uang tunai ke bagian keuangan kampus. Perguruan tinggi pun bekerja sama menggaet bank.

Uraian diatas merupakan gambaran transaksi nontunai yang sudah dilakukan masyarakat. Namun seiring perkembangan teknologi terutama masuknya era smartphone, transaksi nontunai pun semakin meningkat dan beragam. Saat ini ada 326 juta pengguna telepon genggam di Indonesia dan 88,1 juta pengguna internet aktif. Bahkan menurut riset Google dan Temasek, pertumbuhan pengguna internet di Indonesia mencapai 19 persen per tahun dan diproyeksikan mencapai 215 juta sebelum tahun 2020. Fakta ini dianggap sebagai pintu masuk financial technology (fintech) paling efektif di Indonesia.

Menyambut era fintech dan menyukseskan gerakan nasional non tunai (GNNT) setidaknya ada beberapa manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat. Pertama, kemudahan bertransaksi. Seiring tumbuhnya para start up maka banyak usaha rintisan bertumbuh. Yang umumnya dimininati adalah belanja via online, selain juga seperti pembayaran listrik, pembelian bbm, tol, dan lain-lain.

Bagi masyarakat belanja online memberi kemudahan dan efektifitas dalam waktu sehingga produktivitas tetap terjaga. Untuk bisa melakukan belanja daring ini syaratnya tentu memiliki akses dalam pembayaran. Rata-rata pembelian online diikuti pembayaran via transfer, hasil survei BMI Research terhadap 1.213 responden di 10 kota di Indonesia akhir 2014 lalu menunjukkan 82 persen konsumen mengandalkan metode transfer, cash on delivery (cod) sebanyak 22 persen, dan sisanya menggunakan kartu kredit/rekening bersama. Fenomena belanja online ini akan mendorong orang untuk menyimpan uangnya di bank atau dalam bentuk non tunai misalnya melalui mobile tunai untuk mempermudah transaksi.

Namun, sayangnya, kendala utama belanja daring adalah kepercayaan konsumen. Suatu ketika teman saya bercerita kalau ia kapok dan tak mau lagi berbelanja online sebab barang yang dipesan tak kunjung datang sedangkan uang telah ditransfer. Ada lagi cerita jika barang yang dipesan ternyata berbeda saat tiba.

Untuk itulah, pemerintah juga harus turun tangan menurunkan kebijakan mengatur bisnis-bisnis daring ini kepada pelakunya. Kredibilitas harus dibangun jika ingin meningkatkan peran masyarakat dalam transaksi nontunai yang mengincar sektor ini. Sumbangan nilai transaksi yang dikalkulasi oleh BMI Research mencapai Rp 21 triliun pada 2014 dan tahun 2015 diprediksi mencapai Rp 50 triliun.

Kedua, uang pecahankecillebih berharga. Transaksi non tunai juga akan membuat pecahan rupiah ber-nilai. Saat ini di warung-warung kampung hampir tak dijumpai barang-barang dengan harga ‘ganjil’, misalnya 300 rupiah, 600 rupiah, 750 rupiah apalagi puluhan. Di supermarket harga-harga ‘ganjil’ seperti ini masih dijumpai namun penggunaan uang pas juga jarang dilakukan begitu pula pengembaliannya. Beberapa perbelanjaan memanfaatkan nilai ganjil ini sebagai donasi dengan bertanya terlebih dahulu kepada konsumen yang umumnya menjawab ‘ya’. Atau ada juga yang membulatkan nilainya. Beberapa hari lalu saya bertransaksi tunai di supermarket, di nota tertera harga yang harus saya bayar 84.850 rupiah. Saya memberikan uang 90 ribu rupiah, kembalian yang saya terima 5.100 rupiah. Artinya total belanjaan saya dibulatkan menjadi 84.900 rupiah. Hal ini tentu tidak akan terjadi jika menggunakan transaksi nontunai.

Dengan adanya adanya transaksi non tunai bahkan nilai rupiah hingga satuan pun berharga. Ini akan membuat uang ‘kecil’ semakin ‘aji’ di masyarakat. Sangat disayangkan ketika beberapa orang menyepelekan fisik uang logam seratus rupiah, dua ratus rupiah. Bahkan saya pernah menjumpai orang yang dengan enteng membuangnya begitu saja karena dianggap tak berarti.

Ketiga, rasa aman. Masih ingat dalam ingatan kita, bagaimana Dimas Kanjeng Taat Pribadi menghebohkan publik dengan kemampuannya menggandakan uang. Ketika diusut ternyata hanya kedok penipuan saja. Nah, ketika masyarakat semakin cerdas maka kasus-kasus penipuan seperti ini dapat diminimalkan dikarenakan penggunaan uang kertas yang terbatas.

Selain itu, masyarakat tentunya juga akan merasa lebih aman dengan membawa uang misalnya 100 juta dalam kartu ketimbang segepok kertas dalam tas.

So, saya bangga menjadi bagian, I Am #LessCashSociety
Bahan bacaan:

http://gnnt.netcj.co.id/about

Hasil survey BMI research dikutip dari anonim dalam artikel Kepercayaan Konsumen Belum Utuh.

Fintech dan Optimisme Ekonomi Indonesia, oleh Junanto Herdiawan dalam Opini Harian Kompas, Rabu (30/11/2016)

Artikel “Agar Jatuh tak Tertimpa Tangga Pula; Mencuri resep keberhasilan dari kegagalan start up dunia“, Majalah Femina No. 45/XLIV, 12-18 November 2016 hal 56-58

Ringkasan Peta Jalan eCommerce Indonesia

Andalan
Diposkan pada lomba blogging

​Yuk, Jadikan Moment Menginap Lebih Berharga bareng Travelio

Haloha… Kalian semua yang suka melancong atau melakukan perjalanan. Teman-teman backpacker, traveler maupun yang sedang perjalanan dinas sekalipun tentu tidak memungkiri bahwa penginapan bukanlah urusan sepele.

Sebagai contoh, suatu ketika saya dan suami memutuskan berlibur ke Ujung Genteng, tempat terujung di Pulau Jawa bagian selatan yang terkenal dengan kawasan pantai nan ciamik itu. Diluar dugaan, kami tiba sudah hampir pukul sepuluh malam. Badan yang sudah lelah tentu ingin cepat-cepat rehat. Alhasil, kami tak optimal mendapatkan tempat menginap. Sebuah rumah yang tak cukup bersih, kamar yang seadanya, dan terlalu berisik karena dekat keramaian. Tidur pun jadi tak nyenyak boro-boro nyaman. Barulah di malam kedua, kami menemukan pondok yang layak setelah survey siangnya.

Bagi yang masih single atau liburan ala-ala backpacker yang kerap nekat, biasa berpikiran kalau menginap mah urusan belakangan. Tapi…no…no… Pemikiran ini salah. Ya, kalau kota tujuan kita itu ramah pelancong hingga malam hari, kalau tidak, bisa-bisa kita digasak rampok. Karena itu backpacker modal nekat pun harus memikirkan hal yang satu ini, mau bermalam dimana? Untuk itulah Travelio hadir mencoba menjawab kebutuhan Kamu 🙂

Penginapan layaknya sarana transportasi menjadi pertimbangan penting sebelum berwisata. Terlebih dorongan berwisata yang sudah menjadi kebutuhan ini pun berkembang dari lokasi jarak dekat hingga jauh. Agar bisa optimal dalam mengeksplorasi objek ada baiknya sudah memesan tempat penginapan sebelumnya supaya tidak seperti pengalaman saya dan suami. Sehingga waktu untuk menikmati liburan pun tak akan terganggu dengan pencarian penginapan ini.

Bagi yang sedang perjalanan dinas, memilih penginapan yang tepat bisa menjaga mood bekerja. Mau yang berkonsep modern atau tradisional sesuai pilihan Anda. Lokasi bermalam yang nyaman, tidak jauh dari lokasi meeting atau event justru bisa meningkatkan semangat kerja. Apalagi kalau tempat tersebut jauh dari hiruk pikuk, perjalanan dinas akan berasa seperti moment liburan. Alih-alih stress malah Anda bisa sembari refreshing. Pikiran yang jernih dan jauh dari sumpek akan banyak melahirkan ide-ide segar dan inovasi baru buat perusahaan. Lalu, ketika Anda pulang ke rumah, wajah sumringah akan membuat keluarga dan anak-anak menyambut riang.

Dengan meng-klik Travelio.com, akan banyak pilihan di sana sesuai dengan budget yang kita inginkan atau niat perjalanan yang akan kita lakukan. Sehingga, tentu saja pengalaman perjalanan tak akan Kamu lupakan. Travelio sebagai situs penyewaan menawarkan apartemen, rumah, villa, dan lain-lain dengan inventori di lebih dari 12.000 properti yang tersebar di berbagai kota/negara di wilayah Asia-Pasifik.

Ketika Kamu memutuskan memilih Travelio.com sebagai partner perjalanan maka Kamu akan merasakan pengalaman yang berbeda. Hal ini sesuai konsep baru yang diusungnya, “more choice, more space, more value”.

Kalau saya pribadi cenderung memilih homestay atau sewa rumah. Lokasi rumah umumnya tak jauh dari pemukiman penduduk. Bagi yang ingin perjalanannya lebih bernilai tentu saja bisa membaur dengan penduduk lokal. Di sini Kamu bisa belajar kebudayaan mereka, budaya yang telah berkembang dalam jangka waktu yang lama sebagai bagian kehidupan mereka bersama lingkungan sekitarnya. Untungnya lagi jika karena keramahanmu, Kamu menemukan keluarga baru. Kamu bisa belajar memasak kuliner lokal, bergabung dalam tradisi lokal yang unik, dan sebagainya.

Jangan lupa, Kamu juga harus meninggalkan “sesuatu” untuk masyarakat. Tidak melulu uang, bisa saja pengenalan teknologi atau hal-hal menarik dari asalmu yang bisa membantu mereka lebih percaya diri terhadap pendatang, dan sebagainya.

Tak perlu khawatir, Travelio menawarkan kemudahan dalam pemesanannya. Pada pencarian Your Home in di laman travelio.com, Kamu bisa mengisi sesuai tujuan kamu. Untuk lebih efektif, pastikan kamu sudah men-daftar terlebih dahulu untuk memudahkan proses berikutnya. Setelah memasukkan kota tujuan, pilih akomodasi yang kamu butuhkan. Kamu bisa menyaringnya sesuai yang kamu inginkan dari tipe kamar, tipe properti, fasilitas, dan lain-lain, mengurutkan berdasarkan harga maupun mencari berdasarkan lokasi. Begitu hasil pencarian keluar, sudah ada deskripsi mengenai tipe akomodasi yang dipilih. Keterangan ini tidak hanya promosi semata tapi sudah disurvei oleh tim Travelio secara langsung. Sehingga Kamu tidak akan merasa tertipu. Proses pembayarannya pun tidak ribet.

Uniknya lagi, di Travelio, Kamu bisa menawar harga. Sudah hemat bisa lebih hemat lagi. Wow kan?

Dan kabar gembiranya, Travelio kasih voucher diskon 40 persen nih special buat Kamu. Iya Kamu. Mau…mau…

Berikut kode voucher-nya:

LIOMORETHGAG3QI6

Yuk, jadi Sahabat Lio. Kamu bisa langsung pakai kode voucher-nya dan rasakan pengalaman kemudahan perjalanan bersama Travelio. Menginap lebih seru,hemat, dan menyenangkan tentunya 🙂

klik http://www.travelio.com sekarang

 

Detail Kode Voucher:

Kode voucher berfungsi sebagai kode diskon pemesanan Apartment, House, dan Villa di Travelio.com sebesar 40% dengan Syarat dan Ketentuan sebagai berikut:

1. Kode hanya bisa digunakan untuk pemesanan tipe properti Apartment, House, dan Villa yang tersedia di situs web Travelio.com, baik di desktop, mobile web, maupun aplikasi “Travelio”;

2. Kode berlaku sampai dengan tanggal 15 Desember 2016 pukul 23.59 WIB;

3. Nilai maksimum diskon yang dapat dinikmati setiap pelanggan adalah sebesar Rp300.000,00;

4. Setiap pelanggan hanya bisa menggunakan kode sebanyak maksimal 1 (satu) kali;

5. Kode voucher hanya bisa digunakan oleh pelanggan yang telah registrasi dan login saat melakukan pemesanan;

6. Kode voucher tidak dapat digabungkan dengan promo lainnya atau dengan penggunaan Travelio Reward Point;

7. danTravelio berhak membatalkan pemesanan apabila terjadi penyimpangan atau pelanggaran pada Syarat dan Ketentuan ini maupun Syarat dan Ketentuan layanan Travelio.com.

Andalan
Diposkan pada Happy Writing, lomba blogging

 Wonderful Indonesia

Wonderful Indonesia. Slogan diluncurkan demi menarik wisatawan. Tak tanggung-tanggung, Indonesia menarget 20 juta wisatawan asing dalam lima tahun ke depan (sumber: KEMENPAR).

Berbagai usaha dilakukan dari membebaskan visa dari beberapa negara maupun membuka objek wisata baru oleh pemerintah daerah. Namun, target dan usaha tersebut tak akan berarti jika tak diimbangi dengan perilaku wisatawan lokal dan pembangunan sektor wisata.

Kurangnya kesadaran pelaku wisata dan pemeliharaan yang belum memadai menyebabkan pengunjung menjadi kurang nyaman. Objek wisata yang layak tentunya terdapat fasilitas umum penunjang seperti toilet, taman, maupun tempat sampah. Namun seperti yang umumnya terlihat fasilitas-fasilitas ini akan cepat rusak karena kurang terawat. Tak sedikit gasibu-gasibu di taman yang kemudian jeplok atapnya, sarana MCK yang dibiarkan terbengkalai, vandalisme, tempat sampah yang entah kemana baknya. Belum lagi paving atau jalan yang mulai tak layak.

Di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, dalam upayanya meningkatkan sumberdaya manusia adalah melalui Gerakan Nasional Revolusi Mental #ayoberubah. Ini berlaku pada sektor apa saja termasuk wisata.

Untuk menanggulangi buruknya kualitas wisata di Indonesia. Pertama, dari segi pelaku wisata. Sumberdaya manusia yang rendah akan mempengaruhi perilaku wisatawan. Sebagai contoh membuang sampah sembarangan atau buang air yang tidak disiram menimbulkan efek langsung maupun tak langsung. Budaya sederhana tapi susah dilaksanakan. Jika ini dibiarkan maka wisatawan akan kapok pada kunjungan yang pertama. Niatnya refreshing tapi tempatnya malah kotor dan bau.

Kedua, dari segi pengelola wisata. Adanya anggaran pemeliharaan harus digunakan tepat sasaran bukan hanya sekedar formalitas. Ada pemeliharaan rutin seperti kebersihan dan pemeliharaan berkala seperti perawatan bangunan. Jangan sampai anggaran pemeliharaan ini merembes ke kantong pribadi.

Komunikasi Belum Efektif
Pertumbuhan wisata Indonesia yang mencapai 7.2 persen sayang jika tidak diimbangi  kesadaran para pelakunya. Indonesia yang keindahannya sudah tak diragukan di mata dunia dari laut hingga pengunungan perlu dijaga keberlanjutannya.

Untuk itu dunia wisata tidak hanya butuh slogan semata tapi juga perubahan perilaku. Komunikasi efektif diperlukan agar usaha pemerintah mewujudkan Wonderful Indonesia sampai ke masyarakat. Rakyat Indonesia sebagai tuan rumah dapat menjamu tamu dalam hal ini wisatawan asing dengan baik sehingga tamu bakal datang kembali bahkan mengajak yang lain. Target pemerintah terpenuhi dalam usaha pemasukan devisa Rp 260 triliun.
Poster-poster yang berisi ajakan agar perilaku wisatawan berubah lebih baik dan ikut menjaga kelestarian objek wisata tidak hanya di area wisata tapi juga di tempat-tempat strategis di suatu kota. Bahkan sekarang banyak kota sudah memiliki videotron. Pesan-pesan juga disampaikan melalui iklan masyarakat di berbagai media cetak, online, maupun televisi. Pembagian brosur juga harus diletakkan di tempat yang terjangkau banyak orang.
Sosialisasi dengan masuk ke lembaga pendidikan formal dan terhadap guide. Training terhadap para guide ini harus dilakukan sebab melalui merekalah ujung tombak penyampai pesan di sektor wisata. Selain wawasan sejarah tentang wisata mereka juga bisa menyelipkan pesan pemerintah dalam menjaga objek wisata sebagai andalan.

Terakhir, peran blogger. Jumlah blogger di Indonesia sekitar 3,5 persen dari 88.1 juta pengguna internet (sumber: antara) atau kurang lebih ada 3 juta blogger di Indonesia. Dari jumlah tersebut diantaranya ada yang mendedikasikan diri sebagai blogger traveler. Sangat penting menggaet para blogger ini. Sebab, usai berkunjung para blogger akan mengulas lokasi yang baru dikunjunginya. Pemerintah dapat merangkul mereka bisa melalui wadah temu komunitas blogger traveler, perlombaan, atau blogger camp. Dari berbagai aktivitas tersebut pemerintah bisa menyampaikan pesannya agar terhubung pada masyarakat.

Dengan tulisan kita bisa mengubah dunia. Lewat blogger wisata kita semakin berjaya. Wonderful Indonesia, sure it!

Andalan
Diposkan pada Happy Writing, lomba blogging

#SayaNgeblogKarena…

Selamat Hari Blogger Nasional 2016😘
Selalu ada harapan baru di hari istimewa. Selalu ada rencana dan flash back di moment special. Dan, selalu ada langkah dengan new spirit mengikutinya…

Blog dari sekedar catatan pribadi perlahan menjadi profesi. Ia pun dilirik sebagai media promosi. Tak kemana-mana tapi ada dimana-mana, begitulah blogger. Lewat tulisannya, seorang blogger bisa mendunia.

Di hari jadinya yang ke-sembilan, 27 Oktober 2016, semua blogger di Indonesia pasti mempunyai mimpi-mimpi baru. Mimpi yang diiringi dengan langkah-langkah pasti memajukan dunia blogging. Membangun kredibilitas blog agar lebih bertanggung jawab konten maupun penulisnya.

Sembilan tahun sejak Bapak Muhammad Nuh, Menteri Komunikasi dan Informatika kala itu mewadahi sebuah acara yang menyatukan blogger di Indonesia, dunia blogging berkembang begitu pesat. Di hari blogger ini, saya menjadikan sebagai ajang refleksi untuk menjawab kenapa saya nge-blog? Saya nge-blog karena…

Kira-kira empat tahun lalu saya membuat blog ini. Awal tujuan adalah menulis tentang jurnalistik. Rencananya menjadi blog rujukan bagi yang tertarik di bidang ini. Ehh… ga tahunya belum juga merangkak sudah vakum, alasannya sibuk kerja dan tak ada waktu mengurusnya.

Baru sekitar dua tahun kemudian, blog ini menggeliat kembali. Yakni karena perubahan status menjadi ibu rumah tangga yang membutuhkan saluran untuk hobi menulis. Terlebih banyak lomba menulis blog *mungkin ini alasan utamanya:mrgreen:

Blog pun berubah haluan 180 derajat dari bertema jurnalis menjadi campursari alias tidak jelas. Isinya pun tidak bertema, kebanyakan menulis blog hanya karena mengikuti lomba. Setahun kemudian buku Mbak Carolina Ratri yang berjudul Blogging: Have Fun Get The Money menyentil saya. Dari situ saya banyak belajar *meski sampai sekarang belum selesai membacanya karena langsung belajar mengaplikasikan hihi…

Blog yang berdomain nama saya, saya putuskan menjadi personal blog dengan tagline hobi saya yakni menulis, merajut, melakukan perjalanan, dan berkebun. Happy writing, walking, kniting, yang gardening.

Setelah bermuhasabah, rasanya saya pribadi masih jauh dari disebut blogger. Namun, perlahan saya sedang berusaha menjadi seorang blogger. Kesimpulan dari instropeksi itu, seorang blogger butuh:

Niat dan tujuan. Tanpa niat dan tujuan selalu ada justifikasi ketika kita malas posting tulisan. Namun begitu niat dan tujuan nge-blog terpatri dalam hati tidak akan ada alasan lagi seperti disibukkan oleh pekerjaan di kantor maupun sebagai ibu rumah tangga atau kesibukan yang lainnya.

Konsisten. Ajeg dalam melakukan posting ini penting untuk menilai kredibilitas suatu blog. Bagaimana mungkin seseorang akan menjadikan blog sebagai sebuah rujukan jika postingannya hanya kadangkala…

Curiosity. Rasa ingin tahu alias kepo yang bersifat positif akan membuat seorang blogger terus belajar. Bahan tulisan pun selalu berkembang sehingga pembacanya tidak hanya visitor yang numpang lewat. Namun, loyal dan selalu menanti postingan selanjutnya.

Bertanggungjawab. Internet dewasa ini sudah banyak dijadikan bahan rujukan dalam segala aspek. Untuk itulah pentingnya isi tulisan yang dapat dipertanggung jawabkan. Bukankah kita ikut bersalah ketika seseorang mengutip tulisan kita namun ternyata itu adalah tulisan yang ngawur atau sekedar copy paste.

#SayaNgeblogKarena… ingin berbagi

Kalau kamu?

Andalan
Diposkan pada Happy Writing, lomba blogging

Kenapa Butuh StayCation?

 

Sumber: karenmsutton.wordpress.com

stay·ca·tion/ˌstāˈkāSHn

noun

a vacation spent in one’s home country rather than abroad, or one spent at home and involving day trips to local attractions.

Mbak Putri membuka kotak pikiran saya ternyata berdiam diri saja di suatu tempat bisa disebut juga dengan liburan lho. Contoh yang sudah Mbak Putri lakukan adalah dengan staycation di Hotel Adhisthana, hotel bernuansa ‘ala’ Jawa modern yang ada di Yogyakarta. Seru juga kali ya!

Hotel identik dengan tempat menginap dalam suatu perjalanan entah liburan di luar kota atau dalam rangka menghadiri acara tertentu. Tapi saya masih ‘amazing’ ketika kita hanya harus berdiam saja dalam beberapa hari di hotel.

Ternyata banyak hal yang bisa dilakukan di hotel dengan beragam fasilitasnya yang membuat tamu betah berlama-lama tinggal. Di antaranya memanjakan diri di kolam renang, bersantai ria di kasur empuk sembari menonton televisi, menikmati sajian kuliner yang dihidangkan atau bagi yang suka berkenalan dengan orang baru bisa berbetah-betah di living room atau lobi sambil membaca koran atau majalah.

Lalu kenapa butuh staycation?

Pertama, lari dari rutinitas. Rutinitas setiap orang berbeda-beda. Melakukan sesuatu yang sama berulang-ulang pasti menimbulkan kebosanan dan kejenuhan. Sudah merasa jenuh dengan pekerjaan atau aktivitas sehari-hari baik sebagai karyawan maupun ibu rumah tangga bahkan entrepreneur sekalipun. Staycation penting untuk ‘mengambil napas’ agar setelah kita kembali ke rutinitas kembali menjadi lebih bernyawa. Ibarat gadget sudah di refresh jadi tidak lemot. So, take time to staycation.

Kedua, me time or family time. Istilah me time identik dengan wanita yang sibuk merawat bayi. Kerepotan merawat buah hati yang baru-baru lahir tidak bisa dipungkiri menguras fisik maupun batin seorang ibu. Makanya ada istilah me time atau waktu seorang ibu ‘memanjakan’ dirinya sendiri. Me time sederhana adalah ketika anak tidur, ibu bisa membaca buku atau melakukan aktivitas singkat yang meringankan tugas sebagai seorang ibu. Namun, jika ingin yang lebih bisa menitipkan anak ke orang tua lalu ber-staycation. Perilaku anak yang kadang menguras emosi berubah menjadi rasa kangen. Sehingga, pulang dari staycation bisa meningkatkan rasa sayang kepada anak. Tapiii…jangan kebablasan ya Mams staycation-nya.

Family time. Sibuk berkarier hingga diprotes istri atau suami atau anak. Itu menandakan ada yang salah. Ambil cuti sejenak dan habiskan waktu bersama keluarga. Keluarga juga butuh untuk ‘disenangkan’, mereka juga alasan kita mencari uang. Namun, jangan sampai kesibukan bekerja melalaikan dari mereka. Tanpa dukungan keluarga hidup juga tak berarti. So, yuk, cobain staycation!

Ketiga, get something new. Dengan ber-staycation bukan berarti kita tidak mendapatkan hal-hal baru. Berdiam diri saja justru membiarkan pikiran kita berkeliaran. Bisa saja banyak ide baru dan inspirasi muncul saat kita ber-staycation. Misalnya, bagi penulis bisa menghindari block writer, bagi seorang manajer bisa mendapatkan inovasi baru untuk produk atau jasa yang dijual perusahaan, bagi entrepreneur bisa menambah kenalan baru, dan sebagainya.

Wah asyik juga ya manfaat staycation. Kalau alasan saya pribadi jika mempunyai kesempatan staycation adalah family time. Kesibukan suami bekerja dan peran saya sebagai ibu dari dua anak yang masih batita kadangkala membuat protes. Tak jarang saat suami libur, saya merengek minta main ke suatu tempat yang dekat-dekat tak masalah asal friendly buat anak-anak.

Staycation di Hotel Adhisthana Yogyakarta rasanya pas. Yang terbayang adalah memindahkan kerepotan dari rumah ke hotel hihi… Enaknya lagi di hotel ada staff yang melayani dengan senyum ramah yang akan diuji kesabarannya dengan adanya tambahan dua kurcaci, Namiya dan Oziel 😀

Sumber: Instagram @adhistana

Sebagian besar waktu dapat dilewatkan di kamar dengan jumpalitan di kasur nan empuk, menonton televisi bersama, dan bersantap menu hotel. Bersepeda bisa juga menjadi alternatif menarik menikmati nuansa klasik kota Sultan ini. Mungkin norak tapi itulah moment kebersamaan yang ingin saya rasakan terutama anak dengan ayahnya agar bonding mereka dengan ayah terjalin seperti anak dan ibunya. Sebab, dalam tumbuh kembang anak itu bukan hanya peran ibu tapi juga ada peran ayah.

Hotel dengan arsitektur dan unsur tradisional yang kental ini juga akan memanjakan suami  yang kebetulan hobi fotografer. Kami pun bisa berpuas-puas untuk berpose di berbagai sudut hotel mungil serba putih nan unik dan nyentrik.

Dan, yang tak kalah penting, liburan tapi tetap berhikmah. Si kecil juga belajar bersosialisasi dengan orang baru dan tempat baru. Dengan mengajarkan bertemu banyak orang sejak kecil harapannya kelak ia tidak menjadi pribadi minder. Namun, tumbuh jadi pribadi percaya diri dan berwawasan luas.

So, Mbak Putri *kedip-kedip mata;)😇😘


“Tulisan ini diikutsertakan dalam #PUTRIJALANJALAN giveaway yang berlangsung selama 3 – 30 Oktober 2016” 


Andalan
Diposkan pada lomba blogging

Menjadi Seksi dengan Buku

image

Sexy itu smart, perempuan yang pintar atau berotak cemerlang. Perempuan seksi itu terpancar dari auranya. Bisa juga dibilang inner beauty. Kurang lebih begitulah kata guru les Bahasa Inggris saat itu menjelaskan pemahaman kata sexy di luar negeri. Sayangnya di Indonesia, seksi lebih merupakan istilah untuk perempuan montok maupun perempuan berbadan langsing dengan lekuk tubuh kentara.

“Be a smart and sexy with Stiletto Book“. Stiletto Book mengajak pembacanya khususnya kaum hawa bahwa cantik itu bukan sekedar wajah atau riasan diluarnya. Bentuk fisik itu anugerah yang harus disyukuri. Lalu isi otaknya, terserah kita mau dibawa kemana. Saya pilih seksi di antaranya bersama buku-buku terbitan penerbit buku perempuan Stiletto Book.

Laki-laki suka memiliki pendamping yang membuatnya nyaman. Salah satunya “nyambung” diajak ngobrol apa saja. Semakin banyak yang kita baca, kita bisa jadi teman debat yang asyik buat suami. Begitu pula menjadi smart mom, kalau kata saya itu keharusan buat wanita. Sebab, dialah teladan pertama buat anak-anaknya.

Beberapa ibu mungkin sebal ketika sang anak mulai belajar mengeksplor dunia. Ia bertanya tak karuan tentang apa saja. Terbayang kalau sebagai ibu tidak mampu menjawab, parahnya jika malah membentak sang anak supaya diam, mengatakan anaknya cerewet, dunianya langsung tertutup. Berbeda, jika kita bisa menjawabnya dengan tegas. Anak kita sebagai generasi bangsa Indonesia ini tumbuh jadi anak pintar dan percaya diri. Untuk itulah, wanita perlu rajin membaca, koran, fiksi maupun non fiksi, bahkan bungkus gorengan sekalipun. Sebab, ilmu itu dimana-mana.

Buku adalah jendela dunia. Secara pribadi buku adalah tempat belajar secara otodidak. Kehadiran Stiletto Book mendampingi mimpi-mimpi saya. Buku “Winter to Summer (republish: distance)” karya Icha Ayu adalah buku terbitan Stiletto pertama yang saya punya. Alasannya, saya pingin ke Swiss. Buku tersebut selalu menghidupkan mimpi saya.

“Handbook for newmom” karya Nana Aditya seolah ia menggantikan mulut ibu saya, tempat saya bertanya. Mempunyai anak pertama yang memilih mengasuh buah hati sendiri, dan terpaksa harus jauh dari ibu. Buku ini menjawab ketidaktahuan saya, problem solver bagi pertanyaan ini itu seputar bayi.

Buku-buku womenpreneur seperti “Sukses Membangun Toko Online” karya Carolina Ratri, “Sukses Bekerja dari Rumah” karya Brilyantini, “Womenpreneur Checklist” karya Dian Akbas, membantu saya sebagai ibu rumah tangga yang ingin punya pendapatan meski berada di rumah. Mengajari step by step membangun ketrampilan atau hobi menjadi modal usaha dari rumah.

Itu hanya contoh, masih banyak buku yang lain dengan ilmunya masing-masing. Jadi menurut saya, ya, supaya jadi gemar baca, pertama-tama beli buku dan sesuaikan dengan kebutuhan. Otomatis, kita pasti akan membacanya karena kita butuh pengetahuannya, butuh pengalaman orang lain untuk belajar. Lama-kelamaan pasti kita jadi tertarik untuk membaca buku lainnya. Buku seolah candu, ketika sudah menikmatinya, kita akan selalu haus akan buku-buku baru. Seperti slogan ulang tahun Stiletto yang kelima, Book addict is a new sexy.

image

Mimpi saya, punya rumah baca karenanya saya termasuk rajin ikutan giveaway. Hitung-hitung buat modal menambah koleksi. Sekarang masih rencana, mengiringi rencana punya rumah sendiri tahun ini (*amiiin…). Koleksi buku-buku pun masih tercecer. Ada yang di Klaten, yang di Bandung pun sebagian terpaksa dimasukin kardus karena alasan tempat. Maaf ya buku…

Harapan memiliki rumah baca supaya bisa menjembatani kaum pelajar maupun mahasiswa yang biasanya berkantong cekak. Pengalaman saya dulu saat masih sekolah dan kuliah kerap mampir ke taman bacaan untuk menyewa novel maupun buku-buku populer yang tidak difasilitasi di perpustakaan sekolah. Jadi, sewaktu sudah bekerja setiap gajian pasti membeli buku. Balas dendam ceritanya. Alhasil, setiap pindah kost bingung dengan buku yang membludak.

Stiletto Book sendiri sudah meluncurkan charity program kado buku stiletto. Program bagi-bagi buku gratis ke taman bacaan, kedai kopi maupun komunitas yang tidak mengambil keuntungan. Akan lebih baik jika kado buku dari Stiletto dilakukan rutin misalnya enam bulan sekali atau tiga bulan sekali bukan hanya sekali program. Karya-karya penulis penerbit buku perempuan ini pastinya sangat bermanfaat karena menambah koleksi. Sehingga program ini saya rasa bisa membantu Indonesia meningkatkan minat baca masyarakat yang menurut indeks pembangunan pendidikan UNESCO, Indonesia berada di urutan 69 dari 127 negara (sumber: Indonesia Menyala). Miris.

Beberapa pemerintah kabupaten atau kota pun sudah berbenah, dari perpustakaan keliling sebagai upaya jemput bola, renovasi perpustakaan supaya lebih menarik pengunjungnya. Sayangnya, terkadang tidak konsisten. Hanya wow di depan lalu terbengkalai saat berganti pejabatnya. Butuh sebuah kesadaran bahwa membaca itu penting.

Tak hanya perpustakaan daerah, yang lebih vital adalah perpustakaan sekolah. Sebab, sekolah merupakan pendidikan formal di negeri ini. Dari jumlah total sekolah dasar (SD) di Indonesia yang mencapai 148 ribu lebih, SD yang memiliki perpustakaan baru 50 ribu (30 persen). Sementara itu, SMP 13 ribu perpustakaan (36 persen), dan SMA 9.000 perpustakaan (54 persen) (sumber: Tempo.co). Karenanya, Indonesia yang ingin mencetak generasi emas di kemerdekaan 100 tahun pada 2045 mendatang, sudah seharusnya memfasilitasi perpustakaan yang berstandar dan memadai di setiap sekolah.

Rumah atau taman baca pun sudah bukan hal yang asing. Cuma, terkadang masih terkendala biaya operasional. Terkadang bukunya ala kadarnya berupa sumbangan, untuk menambah koleksi baru harus menunggu donatur maupun CSR. Koleksi yang ala kadarnya itu kadang membuat pengunjung lama-lama bosan. Di sisi lain, jika menarik uang yang mana di lingkungan rumah baca kondisi masyarakatnya tidak memungkinkan jadi dilema sendiri. Karenanya, butuh mental dan niat yang mantap untuk mereka yang terjun di sini. Mereka harus didukung, dibantu, bukan malah dipicingi sebelah mata.

Selain lokasi-lokasi membaca, ada juga klub para pembaca buku. Jika di lokasi membaca kita bisa meminjam buku, di klub atau komunitas kita bisa mendiskusikan segala hal terkait buku. Kita juga bisa update buku-buku terbaru, maupun mendapatkan rekomendasi buku-buku. Sekarang sudah banyak klub buku. Jangan ragu bergabung dengan klub buku yang ada di kota kamu. Kalau takut tidak ada waktu berkumpul, klub ini biasa membentuk group di what’s app. Jadi sharing ide bisa dilakukan kapan saja dan darimana saja. Belum lama ini saya juga memutuskan bergabung dengan Klub Buku Yogyakarta. Benar saja saya langsung merasa kecil. Maksudnya, masih banyak buku yang tidak saya ketahui. Banyak nama-nama pengarang terkenal yang belum familiar di telinga saya. Sangat bermanfaat banget bergabung di klub buku. Manfaat lainnya, kita bisa menambah teman silaturahmi. Asyik kan?

Membaca itu kembali ke masing-masing. Sebagai ibu, saya mencoba mengenalkan dunia baca kepada anak saya sejak dini. Kira-kira umur enam bulan, ia sudah bisa membolak-balik halaman buku. Sekarang, Namiya sudah 16 bulan. Ia sudah bisa mengambil buku sendiri. Buku kesukaannya adalah ensiklopedi binatang. Ia akan mengambil buku itu lalu bilang ajah…ajah alias gajah. Lalu, membolak-baliknya sambil menyebut nama binatang yang mulai dikenalinya.

Salut lagi, ia suka mengambilkan saya buku “Handbook for newmom”, mungkin di alam bawah sadarnya, ia sering melihat saya baca buku tersebut. Saat menyusui saya lebih sering mengoptimalkan waktu dengan membaca daripada bermain smartphone yang radiasinya tidak baik buat perkembangan bayi atau daripada bengong melamun tak karuan. Jadi, mau pekerja kantoran maupun ibu rumah tangga sebenarnya tak ada alasan tak ada waktu untuk membaca. Pandai-pandai mencuri waktu, kuncinya.

image

(Sumber foto-foto: koleksi pribadi)

So, masih malas baca buku? Membaca itu seksi lhoh!

Melalui tulisan ini, saya juga mau mengucapkan,
Happy birthday yang kelima Stiletto Book…
Selalu konsisten dan semangat dengan motto kamu ya, be a smart and sexy with Stiletto Book 🙂
Dan, semoga tahun ini, saya berjodoh menjadi penulis di Stiletto yang sudah ditolak tiga kali hohoho…

image

Nama: Rina TH
Twitter: @Rina_Darma13
Email: rinatriha@gmail.com