Diposkan pada Book Review

My Passions is…

Judul buku: 23 Episentrum

Penulis : Adenita Priambodo

Penerbit: Grasindo

504 pages

Published: Maret 26, 2012

ISBN13: 9789790817425
Tiga anak muda mengejar dan menemukan profesi yang didamba.

Matari, mengejar penghasilan untuk membayar utang kuliah dan menjalani hidup sebagai reporter.

Awan, seorang pegawai bank yang menunggu waktu untuk mewujudkan impiannya sebagai penulis skenario film. 

Prama, seorang pekerja di perusahaan minyak yang berlimpah materi, namun belum menemukan kebahagiaan dan makna hidup.

Mereka mencari tujuan, ambisi dan keinginan sampai akhirnya menemukan makna “23 Episentrum”. Ini lah kisah perjalanan Mata, Hari, dan Hati yang menggugah.

—– 

Dalam paket novel ini terkandung kisah nyata yang dituturkan oleh 23 anak muda yang memilih untuk bekerja seturut kata hati dan kecintaan. Seorang sarjana arsitek malah ingin jadi penerbang; seorang insiyur kimia malah menjadi penggiat biogas di satu desa; seorang sarjana matematika malah menjadi penulis skenario; dan seorang insinyur mesin yang sejak kecil bercita-cita menjadi guru.

Mereka semua membagi kisah sejati mereka mengenai kecintaan terhadap pekerjaan mereka. Mereka percaya bahwa sesuatu yang dilakukan dengan hati akan selalu menghasilkan energi, bahkan prestasi.


REVIEW

Novel ini salah satu rekomendasi novel tentang passions. Bercerita tentang anak muda yang berusaha mendengarkan kata hati untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan passions bukan semata karena uang.

Melalui 23 Episentrum, kita bisa belajar tentang arti kerja keras. Melalui tokoh Matari, pembaca dapat belajar bahwa sesuatu yang tidak mungkin asal kita berusaha sekuat tenaga pasti ada jalan. Keajaiban itu selalu mengikuti orang-orang yang mau berkorban sedikit lebih banyak daripada orang lain, entah itu waktu, tenaga, atau pikiran.

Dari tokoh Awan, pembaca dapat belajar bahwa bekerja tanpa mendengar kata hati tidak membuat hidup kita lebih baik meski uang yang kita terima lebih banyak. Sebaliknya, dengan mendengarkan suara hati, meski sedikit uang yang diperoleh namun kepuasan batin terpenuhi. Itulah passions. 

Bagi saya, suplemen 23 episentrum lebih mengena dibanding novelnya. Suplemen yang berisi tuturan 23 anak muda dengan kisah berbeda-beda dalam mengejar passions mampu memotivasi pembaca untuk berani mengejar cita-cita. Dimana ada kemauan disitu pasti ada jalan. Kegagalan adalah tangga menuju keberhasilan.

Buku ini juga menggerakkan pribadi saya untuk berani keluar dari zona nyaman. Berani mengejar mimpi yang tertunda. Kita tidak pernah tahu hasilnya tanpa mencoba terlebih dahulu. Gagal bukan berarti kalah tapi banyak pelajaran maupun Hikmah yang bisa diambil. Kemudian menjadikan kita lebih bijak dan bermanfaat bagi sekitar. 

23 Episentrum bukan sekedar novel tapi buku motivasi yang tersembunyi dalam kisah tokoh Matari, Awan, dan Prama dilengkapi dengan suplemen non fiksi. Meski terbit tahun 2012, buku ini rasanya tidak akan kedaluwarsa terutama bagi mereka pencari kebahagiaan hati.

So, finding your passions… šŸ˜€

Iklan

Penulis:

dreamer who do :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s