Diposkan pada ODOP

ODOP28 Menemukan Passion

Passion selalu menjadi perbincangan menarik. Sebagian orang peduli sebaliknya sebagian yang lain “mengalir saja”. Mereka yang peduli dengan passion akan rela mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran. Mereka juga bahkan berani keluar dari zona nyaman termasuk mengundurkan diri dari pekerjaan yang sedang digeluti.

Passion merupakan suatu gairah yang membawa kita melakukan sesuatu hal tanpa beban. Bahkan jika tidak dibayar sekalipun. Passion bukan hanya sekedar hobi. Kalau kata Rene Suhardono dalam buku Your Job is Not Your Career, passion adalah It is (NOT) what you’re good at. It is what you enjoy the most (hal. 56).

passion-758x512
Grafis:  Inovasee

Dorongan untuk mencari passion ini mungkin paling terasa saat kita sudah bekerja. Ada kalanya kita akan merasa jenuh, tidak mampu, dan ingin keluar dari pekerjaan. Namun, sebelum buru-buru memutuskan pindah kerja atau alih profesi, cobalah untuk menarik diri sejenak dari rutinitas pekerjaan. Bisa dengan mengambil cuti dan rekreasi di alam terbuka atau sesuai kesenangan. Setelah kembali Temans lebih fresh atau tetap masih tidak semangat bekerja?

Mencari mentor. Saya pernah merasakan kegalauan yang lur biasa saat menjadi karyawan. Berbicara uneg-uneg dengan senior bisa sangat membantu kita melihat gambaran pekerjaan dari kacamatanya yang sudah pengalaman. Nah, untuk topik-topik seperti ini lebih baik hindari mengobrol dengan teman sebaya karena biasanya emosinya sama dan pengalamannya relatif sama. Nanti malah jadi kompor-komporan. Tapi bukan berarti tidak boleh mengobrol sama sekali yang penting bisa saling mengendalikan diri.

Membaca buku tentang passion. Novel tentang passion yang juga berpengaruh terhadap hidup saya adalah 23 Episentrum karya Adenita Priambodo. Setelah membaca buku tersebut saya mendapat keberanian lebih untuk memutuskan pekerjaan impian. Sebab, berkarya itu bisa lewat banyak hal. Kemudian buku Career Coach Rene Suhardono yang sudah saya kutip di atas. Membaca buku itu sangat penting bagi saya karena kita belajar dengan pengalaman orang lain. Kita akan semakin kaya dan terus belajar.

Dengarkan suara hati. Ada orang yang bingung dengan suara hatinya sendiri. Kalau waktu saya biasanya untuk mendengarkan suara hati adalah sepertiga malam terakhir usai shalat tahajud. Setelah kita melepaskan beban hati kepada Sang Pencipta, kita bisa mengambil jeda sejenak, tidak langsung berdiri. Tanyakan ke dalam diri apa-apa yang mengganjal di hati. Hening dan sunyi biasanya kita akan banyak mendapat inspirasi. Selain itu, cara saya mencari apa yang dicari adalah naik gunung. Saat sampai di puncak tak sekedar pongah dan berfoto tapi merenungkan apa yang sudah dan akan kita lakukan di bawah sana. Perjalanan terjal dan susah akan semakin membuat kita menghargai perjuangan. Tidak ada yang instan.

Bagi saya passion adalah terus berproses termasuk blogging apakah passion saya? Atau sekedar me time atau untuk mencari uang?

Pada akhirnya ketika kita belum bisa do what you love adalah love what you do. Berkarya sepenuh hati.

Kalau Temans sudah menemukan passion atau masih mencari? Share juga, yuk! 🙂

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Iklan

Penulis:

dreamer who do :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s