Diposkan pada Artikel

Tips Lulus Passing Grade Ujian CAT CPNS

Hi…

Saya muncul lagi setelah agak lama vakum. Alasannya fokus mempersiapkan diri untuk ujian CAT. Salah satu tahapan mengikuti CPNS 2017. Usai dinyatakan lolos berkas administrasi peserta CPNS dipanggil mengikuti tahap berikutnya yaitu Tes Kompetensi Dasar (TKD) berbasis komputer secara online atau Computer Assisted Test (CAT).

Memang sih agak momok tersendiri TKD yang terdiri dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelejensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) ini ditambah beban passing grade yang lumayan. Sesuai Permenpan RB No 22 Tahun 2017 tentang nilai ambang batas TKD CPNS tahun 2017 yaitu TWK 75, TIU 80, dan TKP 143.

Jumlah soal TKD ini secara keseluruhan ada 100 soal terdiri dari TWK 35 soal, TIU 30 soal, dan TKP 35 soal yang dikerjakan dalam waktu 90 menit. TWK merupakan tes yang mengujikan wawasan kebangsaan bagi peserta CPNS yang meliputi empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). TIU mirip soal potensi akademik ujian masuk perguruan tinggi negeri sedangkan TKP semacam psikotes.

Sistem CAT diterapkan agar penerimaan CPNS jauh dari praktek PUNGLI, transparan, dan menjaring sumberdaya terbaik. Karena itu, usai mengikuti tes ini skore pun akan langsung keluar sehingga peserta akan mengetahui lolos passing grade atau tidak. Saya sendiri awalnya tidak mau melihat skore karena takut tidak lolos tapi begitu waktu habis soal akan menutup sendiri dan langsung keluar rekapitulasi data kita dan skore ujian. Tarara… Saya syok, kaget, dan langsung berucap alhamdulillah… Saya lolos dengan nilai tidak mepet-mepet banget mengingat persiapan saya yang ya…ibu rumah tangga dengan dua batita tanpa pengasuh…bisa dibayangkan^^

Nah, untuk yang akan mengikuti tes ini, berikut tips dari saya supaya bisa lolos juga ya.

  • Banyak latihan soal. Kalau fresh graduate mungkin masih manjur metode menghafal ya. Tapi kalau yang sudah bekerja atau seperti saya mungkin banyak latihan soal akan sangat membantu. Saya sendiri tidak membeli buku latihan soal CPNS. Namun, kebanyakan download dan belajar dari contoh soal SNMPTN milik adik. Latihan soal ini menurut saya lebih efektif karena kita bisa mengetahui berbagai model soal daripada menghafal. Kalau menghafal materi kita kan sangat luas berbeda dengan ujian sekolah atau kuliah yang sudah ditentukan materinya. Lagipula banyak blog yang memposting contoh soal-soal CPNS.
  • Sering ikut simulasi CAT BKN. Karena yang memfasilitasi Ujian CAT ini adalah Badan Kepegawaian Negara (BKN) maka jangan sungkan “menengok” website-nya ya. Kita bisa ikut simulasi CAT secara gratis hanya cukup mendaftarkan email dan mengisi nomor KTP. Saran saya jangan cuma sekali tapi berkali-kali. Sebab, soal antara simulasi pertama dan berikutnya berbeda meski ada beberapa yang sama. Simulasi ini akan membiasakan otak kita dengan sistem CAT dan tentunya mengetahui model soal. Jadi sewaktu dihadapkan dengan CAT yang sesungguhnya kita sudah terbiasa dan tidak gaptek atau shock terlebih dahulu. Setelah dinyatakan dipanggil TKD ada jeda dua minggu untuk ujian CAT. Saya melakukan simulasi CAT sebanyak lima kali dan tidak ada yang lolos passing grade wahaha…
  • Yakin Kamu adalah Pemenang. Ada suatu pepatah saya lupa lengkapnya, kurang lebih ketahui medannya, jika kamu sudah merasa yakin lawanlah, maka dalam setiap pertempuran kamu akan memenangkannya. Yakin adalah suatu upaya psikologis agar otak kita merespon hal yang sama dan berusaha mewujudkannya. Psikis dan Mental sangat penting dalam ujian CAT. Sugesti positif akan sangat membantu agar dorongan semangat dan berpikir lebih lancar saat mengerjakan soal. Berbeda dengan orang pesimis, soal mudah pun akan terasa rumit karena otak sudah diajak untuk berpikir negatif.
  • Minta Restu Orang Tua dan Suami (kalau sudah menikah). Sebelum ujian saya menelpon bapak untuk minta do’anya tak lupa tentu ibu yang pasti terlebih dahulu. Meski do’a ibu adalah mustajab, jangan sepelekan do’a ayah ya. Terkadang usai kita minta restu, ayah akan memberi wejangan dengan logika-nya berbeda dengan ibu yang cenderung menggunakan sisi emosi. Jadi agar seimbang otak kita dalam menerima nasehat dan tentu saja karena kita wajib berbakti pada ibu dan bapak bukan ibu saja. Ketika menikah, ridho Alloh jika suami ridho, dari sejak memutuskan ingin mendaftar CPNS, saya melibatkan suami. Toh, saya bekerja bukan untuk mencari nafkah apalagi menggantikan posisinya. Saya ingin mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku sekolah maupun kuliah atas jerih keringat orang tua saya agar berkah dan menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama dan bangsa. Juga ingin menjadi teladan bagi anak-anak saya. Beruntung, suami mengantar dan menunggui ujian, sebelum masuk ruang ujian saya kembali memohon doa darinya. Meresap banget lho ke hati dan sangat berperan dari sisi psikis. Terima kasih Ibu, Bapak, dan Suami senantiasa mendoakan yang terbaik bagi saya.
  • Pasrah dengan Yang Maha Kuasa. Setelah usaha dan ikhtiar telah dilakukan pasrah kepada Alloh SWT. Karena sepintar apapun kita, tanpa campur tangan-Nya, kita bukanlah apa-apa. Selalu memohon pertolongan dari-Nya dan mengingat-Nya dimanapun dan kapanpun kita berada. Sebelum ujian berdoa terlebih dahulu begitu pula setelahnya dan di sela-sela ujian, selalu berdzikir pada-Nya.
  • Manajemen waktu. Karena jumlah soal ada 100 dan waktu 90 menit berarti satu soalnya harus dikerjakan kurang dalam satu menit. Kerjakan yang mudah dulu. Lewatkan soal dengan paragraf panjang karena ini sangat memakan waktu. Sayang kan kalau waktu habis sebelum semua soal terbaca padahal bisa jadi setelah soal dengan paragraf panjang kamu bisa menjawab dengan jawaban yang benar. Terlalu lama di satu soal juga akan membuat kita bisa lebih panik begitu melihat waktu. Jadi kalau saya ya kerjakan yang mudah, baru berdasarkan tingkat kesulitan. Kalau mengerjakan paling sulit dulu takutnya energi kita keburu habis di soal tersebut dan malah soal yang mudah kita jadi kehilangan fokus dan tidak konsentrasi.

Semoga tips saya bermanfaat ya. Keep fight meraih impianmu. Jangan jadikan keadaan menjadi alasan yang menghalangi mewujudkan mimpi. Oia, salah satu teman saya yang lebih dahulu menjadi CPNS memberi nasehat, sing penting sinau, ga sinau, rugi, adoh-adoh, kesel awak (yang penting belajar, ga belajar rugi, jauh-jauh, capek badan). Kalimat itu menjadi cambuk bagi saya.

Meski sudah lolos, bukan berarti saya hip hip hura, karena saya masih harus menunggu dipanggil tes tahapan berikutnya, yaitu Tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Do’akan semoga saya dipanggil di instansti yang saya daftar ya, nanti saya akan share lagi pengalaman saya 😀

Ada yang ikut CPNS 2017 juga, share yuk!

Halten Geist!!!

Iklan

Penulis:

dreamer who do :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s