Diposkan pada blog competition, Mom & Kids

Terima Kasih TEMPRA Penurun Demam, Anakku Ceria Kembali

Moms, suka panik dan riweuh sendiri ga sih kalau anak sedang sakit? Dari si kecil rewel, nafsu makan berkurang, kurang tidur, pasca sakit badan terlihat kurusan. Sebagai seorang ibu pun kita harus meluangkan waktu perhatian lebih ekstra dan men-skip beberapa kegiatan demi menjaga buah hati. Pekerjaan rumah tangga terbengkalai. Jika kita pekerja hasilnya pasti sedikit banyak terpengaruh. Mungkin karena kita kurang istirahat mood menjadi jelek dan lebih sensitif. Suami menjadi sarana meluapkan emosi. Katakan tidak ya, Moms!

Jangan sampai ya kita mengeluh saat anak sakit apalagi dijadikan alasan tertundanya sebuah pekerjaan.

Sudah tugas seorang ibu menjaga kesehatan buah hati dan keluarga. Saya memiliki dua anak balita dengan jarak dua tahun, Kak Namiya berusia 40 bulan dan Dik Oziel umurnya 16 bulan. Yang gede, imunitas tubuh alaminya bagus sehingga jarang sakit. Saat usianya tujuh-delapan bulan pernah kami bawa perjalanan Bandung-Ciamis-Kuningan balik lagi ke Bandung dalam waktu tiga hari dengan sepeda motor, ia kuat. Berbeda dengan yang kecil, daya tahan tubuh alaminya kurang bagus. Terkena angin malam atau hujan sedikit, badannya bisa langsung panas dan muntah. Contohnya, pada usia yang sama dengan kakaknya hanya dari Alun-Alun Bandung ke rumah di Jalan Peta, terpaksa karena hari sudah malam kami nekad menerobos gerimis. Ia sudah ditutup selimut tapi toh malam menjelang pagi, ia demam.

Nah, setelah mempunyai adik, entah itu karena ikatan batin atau bagaimana, kalau adiknya sakit, kakaknya turut sakit. Polanya begini, adiknya demam ditambah masa penyembuhan dua hari, setelah sembuh kakaknya yang sakit, sama sekitar dua tiga hari. Saya ikut ambruk kemudian suami. Kalau yang bagian terakhir, saya dan suami sudah bisa mengantisipasi. Jika anak sakit, kami berusaha tetap makan yang banyak agar saat kelelahan perut dalam posisi tidak kosong. Walaupun sedikit drop karena terkuras energi tapi tidak ikut jatuh sakit.

Katanya kalau dalam satu rumah ada dua anak kecil, jika satunya sakit pasti yang lainnya akan tertular

Karenanya, sebagai seorang ibu, saya paling menghindari anak-anak sakit. Namun, kita juga tidak mengetahui, karena sakit bisa datang kapan saja. Apalagi demam, kadang demamnya batita menurut kepercayaan orang Jawa dianggap dia mau bisa apa atau berkembang, mungkin mau tumbuh gigi, mungkin menurunkan berat badan karena mau bisa berjalan, dan lain-lain.

 

Segera Beri Pertolongan dan Pelukan

Akhir pekan merupakan quality time bagi keluarga. Waktu dimana kami bisa seharian bersama setelah enam hari suami harus mencari nafkah. Sekedar haha-hihi di rumah, mengunjungi abah dan nenek, makan di luar, dan yang paling sering dilakukan adalah piknik jarak dekat. Sebab, anak-anak bisa belajar mengeksplorasi alam, mengenal kotanya, bersosialisasi dengan orang-orang baru, dan banyak lagi manfaatnya.

Pertengahan Desember lalu kami mengunjungi Curug Cimahi. Pertimbangannya, si sulung sedang gandrung kartun Detektif Peet. Detektif yang diminta memecahkan kasus di sekitar hutan. Di sisi lain, berwisata ke hutan akan mengenalkan bahwa lingkungan ia tinggal tidak hanya didominasi bangunan tapi juga alam dengan kekayaan tumbuhan dan binatang di dalamnya.

Kekayaan oksigen di curug yang hutannya masih terjaga ini bisa memperbaiki udara perkotaan yang biasa kita hirup dalam paru-paru. Badan lebih fresh dan bugar. Untuk ke curug harus menuruni tangga yang juga bisa menjadi latihan fisik bagi kita yang biasa dimanja kendaraan.

Nah, karena tujuan piknik ini lebih ke pembelajaran anak maka sebagai ibu kita harus aktif menunjukkan sesuatu yang baru ditemui maupun baru didengar bahkan mungkin yang baru dirasakan.

tempra3

“Suara apa itu, Ibu?”

Namiya mulai bertanya mendengar suara tongeret bersahutan.  Sebagai orang tua juga harus menjawab setiap pertanyaan anak dengan sabar dan benar. Kalau ternyata kita belum mengetahui jawabannya, kita bisa jujur dan mengatakan akan mencari tahu terlebih dahulu. Kalau kakak mulai bertanya ini-itu, yang kecil tak mau kalah merangsek turun. Kalau di rumah, ia sudah jago naik turun tangga sendiri, wah, di sini, adik harus belajar lagi karena licin dan takut kepleset. Saya pun memapahnya.

Ketika akan pulang, hujan mengguyur kawasan Curug Cimahi. Kami memutuskan berteduh terlebih dahulu di warung. Air hujan rasanya tak mau berhenti hingga magrib pun tiba. Kami akhirnya nekad pulang  dalam rintik hujan. Kedua anak di jaket rapat, duduk di antara kami dalam satu motor. Kami memakai jas hujan sehingga anak-anak juga ternaungi. Di rekayasa sedemikian mungkin mereka nyaman dan tidak terkena hujan serta berharap hujan reda dalam sekitar sejam perjalanan. Namun, hingga sampai di rumah hujan pun tak berhenti. Untungnya keduanya langsung tertidur di jalan.

Menjelang subuh, Oziel mulai gelisah. Ia menyusu dan sesekali merengek. Ketika saya pegang dahinya pun panas. Oziel demam. Ia mulai tak nyaman tidur dan segera saya berinisiatif menggendong dan mendekapnya. Biasanya, kalau anak sakit demam seperti ini pertolongan pertama membalur badan dengan minyak telon dan mengompres dengan air hangat. Alhamdulillah, panasnya turun dan ia bisa ditidurkan.

Ketika bangun di pagi harinya, ia panas lagi. Lalu, saya ingat TEMPRA Syrup, banyak teman blogger yang mengulas obat penurun demam dan pereda nyeri ini. Untunglah, TEMPRA Syrup mudah didapat. Saya hanya perlu berjalan ke Alfamart yang jaraknya lebih dekat dibanding jika ke apotek, ya, karena suami sudah berangkat kerja dan terlalu lama jika menunggu ia pulang lebih dahulu. Harganya pun aman di kantong.

tempra

TEMPRA Syrup penurun panas disertai gelas takar yang sangat memudahkan saya dalam memberikan dosis kepada si kecil. Dalam label, tertera jelas aturan pemakaiannya. Nah, karena Oziel dibawah dua tahun, saya memberikan dosis separo dari anjuran untuk anak 2-3 tahun yaitu 2,5 ml. Selang beberapa waktu kemudian panasnya turun. Saya pun lega. Namun, yang namanya anak kecil, sore harinya, ketika saya sedikit lengah dia sudah berada di kamar mandi sendiri mainan air dingin. Masya Allah, dia kan habis demam, pikir saya. Benar saja, malam harinya ia panas kembali. Tapi, sekarang saya tidak perlu pusing, karena sudah ada TEMPRA. Ia pun segera terbebas dari panas dan tidur nyenyak hingga pagi.

tempra oziel

Seperti yang saya katakan di atas, saat adiknya sudah sembuh, kakaknya terkena demam. Padahal, sebelumnya ia sehat-sehat saja bahkan ketika malam habis kehujanan. Saat adiknya sakit, ia pun masih ceria dan riang bermain-main seperti biasa. Saya pun sudah tenang. Tapi, mungkin karena saudara ya, ia pun ikut demam. Karena adiknya sembuh berkat TEMPRA, Kak Mia juga saya kasih syrup obat ini. Hmmm… yang gede ini ya super duper susah kalau mau diberi obat, harus dipegangin lah, dicubit hidungnya lah, mulutnya setengah paksa harus dibuka, karena bujuk rayu tak mempan. Mau dibalur badannya harus nyuri-nyuri, mau dikompres juga tidak mau. Makanya, kalau mau mengobati yang besar harus menunggu suami pulang kerja untuk memegangi.

“Ini sirup rasa anggur enak… cobain dulu biar sembuh…” rayu saya.

“Rasa anggur Ibu, enak… ” katanya sembari mulutnya setengah rapat.

Beruntunglah, sirup obatnya masuk meski beberapa disemprotin. Makanya, kalau memberi obat yang besar ini saya melebihkan karena pasti akan ada yang terbuang. Sekali diobatin Namiya sudah sembuh. Keduanya sudah ceria kembali sekarang. Ngapain berlama-lama sakit kalau bisa segera sembuh, ya kan, Moms?

tempra mia

Nah, Moms, kalau si kecil panas bisa mengandalkan TEMPRA Syrup karena aman di lambung, tidak perlu dikocok (100% larut), dan dosis tepat (tidak kurang maupun over dosis). TEMPRA Syrup mengandung paracetamol yang bekerja sebagai antipiretika pada pusat pengaturan suhu di otak dan analgetika dengan meningkatkan ambang rasa sakit. TEMPRA Syrup bisa juga digunakan sebagai pereda panas sehabis imunisasi.

Bagi saya, kelebihan TEMPRA Syrup memiliki rasa anggur sehingga Namiya tidak takut pahit dan cairannya tidak terlalu kental jadi bisa mudah masuk atau tertelan. Inovasi tutup botolnya tidak membuat gampang tumpah maupun dibuka anak yang suka penasaran, dan gelas takar yang sangat memudahkan sehingga tidak mengira-ira banyaknya dosis yang diberikan. 

Ngomongin soal demam ini segera berikan pertolongan kepada buah hati ya, Moms. Demam merupakan pertanda infeksi penyakit menyerang ke tubuh. Panas yang melebihi 40 derajat celcius pada anak bisa menimbulkan kejang dan bisa merusak saraf. Kalau sudah tidak wajar seperti ini, jangan sembrono ya, Moms, harus cepat-cepat dibawa ke dokter.

Tidak hanya obat, pelukan dan perhatian dari kita juga bisa menjadi obat yang ampuh lho. Sebab, ibu adalah simbol kasih sayang #SelaluAdaCintadiHatiBunda. Pekerjaan bisa kita tunda tetap anak yang utama. Terima kasih TEMPRA, Anakku Ceria Kembali 🙂

tempra2

Kalau pengalaman Moms saat anak demam seperti apa, cerita juga, yuk!

 

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra

 

 

 

Iklan

Penulis:

dreamer who do, @chidarma's wife, mom of two, kinabalu summit in here 5cm from forehead. Have same dream; contact me rinatriha@gmail.com

34 tanggapan untuk “Terima Kasih TEMPRA Penurun Demam, Anakku Ceria Kembali

  1. Sewaktu balita anak-anak sering demam, dan memang Tempra salah satu andalan kami saat masih tinggal di Bogor. Malah si sulung pernah sampai step. Alhamdulillah sekarang jarang sakit. Kalau anak sakit, duh, repot Mbak. Ortu panik dan ga bisa konsentrasi ini itu padahal ibu tugasnya banyaaaak banget. Kalau ceria lagi, pikiran kita ikut fresh jdan fokus kembali.

  2. Namiya dan Oziel… kalian kok lucu-lucu dan mirip sih wajahnya. Hihihi.. gemesss.. Sehati lagi, kalau yang satu sakit, yang lain juga ikutan. Kompak. Eh tapi semoga setelah ini sehat-sehat selalu yaa.. biar bisa main-main bareng dengan riang 🙂

  3. Setuju banget ternyata ga hanya obat saja, pelukan dan perhatian Ibu juga bisa menjadi obat yang ampuh ya..,
    Semoga selalu sehat yaaa anak2nya dan ita semua sebagai Ibuu

  4. Saya kasi Tempra juga buat Nabil, tapi gak langsung saya kasi minum. Tunggu 2-3 hari kalo demamnya masi normal saya biarkan aja banyakin minum air putih aja. Kalo tinggi bgt suhu badannya, barulah kasi Tempra. Lumayan ampuh juga, bikin si anak ngantuk & tidur. Bangun tidur keringetan, demamnya turun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s