Diposkan pada blog competition

10 Langkah Mencintai Rupiah

10

Selembar eh bukan selembar lagi. Selembar uang 50 ribuan rupiah terpecah usai dijajakan. Tapi kok uang kembaliannya kucel, kumel, dan kusut begini. Jadi benar donk anggapan kalau uang adalah sarang kuman. Akibat sering berpindah tangan.

Haduh… aku kok tidak setuju ya jika uang disebut sarana menyebarnya penyakit. Bagiku, uang adalah sesuatu yang bernilai dan berharga, sudah selayaknya diperlakukan semestinya. Baik itu pecahan logam maupun kertas berapapun nominalnya.

Jpeg
Uang kumal (dok. pri)

Selain kasus, uang kumal, ada lagi orang yang kurang menghargai uang logam nominal kecil seperti 100 atau 200 rupiah karena yang lebih kecil sudah jarang dijumpai. Pernah ada yang membuang uang seratus rupiah di sebelahku. Spontan aku menatapnya. Mungkin dia mengerti maksud tatapanku, lalu mengatakan bahwa uang tersebut tidak laku bahkan untuk membeli permen. Ada lagi yang ngedumel saat mendapat kembalian uang receh. Pernah juga aku menjumpai, pengamen atau peminta-minta yang membuang uang 200 rupiah. Dalam hati aku membatin, bagaimana bisa kaya jika mental memperlakukan uang saja seperti itu. Tidak bisa menghargai alat pembayaran ini.

Pernah terpikir, kenapa Bank Indonesia terus mencetak uang logam nominal kecil ini. Sebab, di warung-warung sudah jarang dengan harga “ganjil” ini. Kalau di minimarket atau sistem kasir sih memang masih digunakan. Tapi, sebagai pengatur kebijakan keuangan tentu semua ada alasannya. Cuma sayang ya kalau kurang dihargai dan dibuang begitu kan? Aku pun kadang kalau lagi jalan suka memungut uang-uang ini lho. Tak peduli dijuluki apapun. Karena, ya menurutku setiap rupiah itu bermakna dan berharga.

Pernah melihat iklan Bank Indonesia Di Setiap Makna Indonesia tentang bagaimana uang bisa sampai ke tangan kita. Kalau belum bisa tonton klik di sini.

“Tahu ga kalau uang yang setiap hari kita pegang mempunyai cerita perjalanannya masing-masing. Pada awalnya, direncanakan, disiapkan, dan diantarkan ke seluruh penjuru Indonesia. Setelah itu, didampingi oleh alat-alat negara. Uang rupiah akan terbang di udara. Dan dibawa mengarungi luas samudra dengan perahu yang sangat besar hingga perahu yang kecil. Terkadang ada moment moment tersendiri yang membuat perjalanan ribuan kilometer itu semakin istimewa. Dari sabang sampai Merauke. Dari Miangas sampai Pulau Rote. Demi melihat senyuman sampai akhirnya rupiah sampai di tangan. Hingga tanpa kita sadari rupiah sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Membawa kebahagiaan, kenyamanan, dan kebanggaan sebagai Bangsa Indonesia. Inilah yang membuat perjalanan rupiah ini lebih bermakna. Kalau kalian pakai rupiah untuk apa?”

Kalau perjalanannya saja sedemikian rupa, dari percetakan di Perusahaan Umum Pencetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri), kenapa pas sampai ke kita malah semena-mena ya. Jangan hanya nominal besar yang disayang yang kecil dibuang.

Mulai tahun 2014 BI sudah mencanangkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT)  dan mengarahkan gaya hidup masyarakat menuju e-money. Menurutku, cara ini efektif untuk mengembalikan nilai recehan di mata masyarakat. Selain itu, memang banyak manfaat lainnya sih. Tapi, untuk masyarakat pedesaan, pedalaman, dan perbatasan mungkin masih membutuhkan usaha ekstra ditambah fasilitas dan akses yang menunjang secara lebih baik lagi ya kan. Kalau yang di kota mungkin sudah tidak asing lagi ya setiap transaksi menggunakan kartu, mau belanja, membayar tagihan, tol, dan lain-lain.

 

Rupiah, Tak Sekedar Uang

Nah, ngomongin soal rupiah ini, ada yang bilang kalau rupiah merupakan turunan dari rupee, mata uang India. Rupiah Indonesia berasal dari kata Rupya dari Bahasa Sansekerta berarti koin perak. Saat ini merupakan alat tukar menukar barang atau jasa yang sah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Rupiah jangan hanya numpang lewat, coba yuk mengamati dan mencermati desainnya. Bank Indonesia sebagai otoritas meneter telah menetapkan logo dan desain melalui proses panjang lho. Bahkan penentuan 12 gambar pahlawan nasional melalui Keputusan Presiden (kepres). Gambar-gambar pahlawan nasional, wonderful Indonesia, dan seni budayanya bukan hanya untuk keperluan design semata tapi harapannya bisa diteladani dan lebih mencintai Indonesia. Aku yakin belum tentu kita semua mengetahui tentang rupa-rupa yang ada dalam rupiah tersebut. Dan, karena suka mengamati rupiah ini, suatu ketika membantuku menjawab soal tes wawasan kebangsaan tentang pahlawan nasional asal Papua yang mempunyai andil dalam Konferensi Malinau. Jawabannya ada di pecahan uang 10 ribu emisi 2016, Frans Kaisiepo.

Setelah lebih mengenal lebih dekat uang rupiah, saatnya mencintai. Nah, kalau mengaku cinta pasti ada tindakan terhadap si cinta ya kan. Kita bakal rela mengorbankan dan melakukan apa saja demi kebahagiaannya, kebahagiaan bersama. Istilahnya simbolis mutualisme, saling menguntungkan kedua belah pihak.

Nah, dalam mencintai rupiah setidaknya 10 hal yang aku lakukan:

  1. Menata berdasarkan nominal di dompet.
  2. Tidak menaruh/menyimpan sembarangan misal dekat makanan, air dan tidak meremasnya di tangan. Hal ini mencegah uang rupiah menjadi tidak layak edar karena kondisinya kumal bahkan sobek.
  3. Mengambil uang receh di jalan dan mengumpulkannya. Sebagai alternatif, bisa dimasukkan kotak infaq akan lebih berguna. Kotak infaq pun banyak tersebar di berbagai tempat selain masjid, di depan minimarket, di warung, dan tempat publik lainnya.
  4. Saat mendapat uang kumal berusaha merapikan kembali.
  5. Mengajari anak cinta rupiah. Lewat teladan, karena children see children do. Saat anak jajan sendiri tidak selalu memberikan uang kertas kadang juga logam. Tidak satu dua anak tetangga yang tidak mau saat diberi receh oleh orang tuanya, karena menganggap tidak laku buat jajan. Menurut saya ini kembali kepada perilaku dan penjelasan orang tua ya.
  6. Tidak mencoret-coret uang. Di era media sosial, banyak cara untuk narsis jadi sudah ga zaman vandalisme pada uang kertas
  7. Menjauhkan dari jangkauan anak bawah tiga tahun (batita). Karena mereka biasanya akan menggigit, memakan, merobek. Pengalaman pribadi, karena lalai si kecil (1 tahun) meraih uang 20 ribu di meja, lalu menggigitnya dan robek jadi tiga bagian. Sobekan pun sudah masuk mulut. Jangan sampai ya, karena kalau terbagi kecil-kecil bahaya juga kan kalau tertelan.
  8. Saat menerima kembalian, menyingkir dari kasir, dan mengambil waktu sejenak merapikan sehingga tidak langsung dimasukkan ke dompet dengan buru-buru.
  9. Bangga dengan rupiah. Kata Presiden Joko Widodo, setiap lembar rupiah adalah wujud kedaulatan sebagai negara. Aku sih belum pernah langsung tinggal di perbatasan ya tapi kalau berdasarkan cerita atau menonton film memang sih daerah perbatasan lebih rentan. Dalam film “Tanah Surga Katanya” yang ber-setting di perbatasan Kalimantan dan Malaysia, ada adegan anak kecil yang membantu dokter dari kota membawa barangnya. Saat membayar jasa sang anak, dokter memberikan selembar uang 50 ribu rupiah. Tapi si anak menolak karena mengaku tidak pernah melihat uang tersebut dan malah merasa ditipu. Lalu, datanglah seorang guru yang setelah mendengar cerita anak segera menukar uang dokter dengan dua lembar 10 ringgit Malaysia. “Ini baru duit,” kata sang anak sumringah. Selain itu Pak Jokowi juga mengajak agar menyimpan tabungan dalam bentuk rupiah, kalau ini mungkin untuk kalangan atas ya.
  10. Mendapatkan dan membelanjakan dengan cara yang halal agar berkah.

Demikian, pandanganku tentang uang yang harus dihargai. Karena menghargai uang itu menurutku bagian dari mental kita sendiri. Layaknya banyak jalan menuju roma, banyak langkah yang bisa dilakukan untuk mencintai mata uang kita. Dari hal yang paling sederhana hingga yang tak terpikirkan. Kalau kamu seperti apa?

 

*Grafis foto uang rupiah oleh di sini, design with canva

Iklan

Penulis:

dreamer who do, @chidarma's wife, mom of two, kinabalu summit in here 5cm from forehead. Have same dream; contact me rinatriha@gmail.com

10 tanggapan untuk “10 Langkah Mencintai Rupiah

  1. Aku kalo nemu uang kertas yang udah sobek terus diplester + lecek gitu kadang suka ilfeel teh, merasa nggak tega juga mau jajaninnya, kasian aja sama dapet uang itu, padahal mah uangnya bakalan pindah-pindah tangan juga ya hahaha

  2. Nah Pr banget, kadang naro uang kembalian suka diuyel2 simpenn saku jaket hihi
    Baiklah, makasih tipsnya yaa, ntr aku rapihin uangku dl..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s