Teman, pernah anyang-anyangan ga sih? Anyang-anyangan itu tuh pipis sedikit-sedikit dan bisa beberapa kali dalam jangka waktu dekat. Kadang diikuti rasa nyeri hingga mengeluarkan darah. Bukan anyang-anyangan dalam Bahasa Sunda yang berarti bermain ala anak kecil. Karena pernah aku dan suami roaming. Aku berasal dari Jawa dan suami orang Sunda. Waktu aku bilang sedang anyang-anyangan, suami gak langsung ngeh sampai aku menjelaskan. Nah, dia pun juga langsung menimpali kalau dalam Bahasa Sunda anyang-anyangan artinya main-mainan seperti masak-masakan.

Waktu masih sekolah aku sering anyang-anyangan. Seringkali dikatakan penyebabnya minum air setengah matang atau air mentah. Karena aku tinggal di desa dan biasa minum air putih dari sumur yang direbus.

Tentu saja, anyang-anyangan ini sangat mengganggu ya. Apalagi kalau harus bolak-balik kamar mandi. Kalau tidak bakalan merembes di celana dalam. Jadi pesing, basah, dan gak nyaman. Belum lagi untuk urusan ibadah salat, air kencing ini termasuk najis.

Solusi turun temurun mengatasi anyang-anyangan yakni dengan mengikat jempol kaki menggunakan karet gelang. Mitos atau fakta ya? Atau malah sembuh karena sugesti. Selain itu, sama ibu kalau aku anyang-anyangan dianjurkan minum air putih hangat yang banyak.

Lalu ada kaitannya gak ya mengikat karet di jempol dengan sembuhnya anyang-anyangan? Kalau menurut ardiba.com, mengikat karet gelang ini berdasarkan pada teori reflexiology sebab titik syaraf batu ginjal ada di titik ini. Tapi kalau mengikat terlalu lama atau kencang justru malah menyebabkan aliran darah terhambat dan jadi biru atau pucat dan terasa dingin. Kalau sudah begitu aku langsung melepas karet gelangnya. Karenanya, saran dari aku kalau ingin melakukan penyembuhan alternatif dengan menekan saraf ini biar dilakukan oleh ahli terapis ya, daripada…daripada…

Refleksi Kaki
Sumber : refleksiterapi

Risiko Anyang-anyangan bagi Kesehatan Wanita
Sedikit cerita, ibu guru agamaku saat SMA meninggal muda. Ia sering absen saat mengajar karena harus dirawat di rumah sakit. Suatu hari dalam kesempatan mengajar, almarhum sempat bilang kalau waktu muda suka menahan pipis. Sehingga beliau menyarankan agar murid-murid tidak sepertinya. Selang kurang lebih 4-5 tahun usai memberi nasehat tersebut beliau meninggal akibat penyakit yang dideritanya. Meninggalkan anak yang masih kecil-kecil di usia 40an tahun. Ternyata kebiasaan buruk ini bisa memicu infeksi saluran kemih (ISK). Penyakit ini jika dibiarkan bisa fatal akibatnya.

Waktu beliau meninggal aku sudah kuliah. Kisah ini menjadi cambukan keras bagiku. Sebab, saat masih sekolah aku suka menahan pipis. Padahal jam pelajaran bisa sampai 7 jam belum kalau ada kegiatan tambahan. Waktu kuliah di Fakultas Kehutanan, kami sering keluar masuk hutan yang hampir tidak ada fasilitas toilet layak. Kadang aku juga mendaki gunung. Setelah bekerja di perkayuan hampir setiap hari dituntut ke lapangan. Usai menikah, aku juga kerap melakukan perjalanan delapan jam Bandung-Klaten, untuk selalu bersilaturahmi dengan keluarga. Jika kalian pernah naik kereta api, kebayang kan bagaimana pipis dalam keadaan bergerak dengan kecepatan tinggi. Aktivitas-aktivitas tersebut membuatku masih kerap menahan pipis.

Namun, sebisa mungkin kebiasaan menahan pipis di luar rumah ini aku hindari. Aku tidak mau mempunyai penyakit serius sebab aku sudah pernah merasakan sakit saat buang air kecil. Jika dibiarkan berlarut-larut takut ada darah dalam kencing dan ini sudah menunjukkan gejala ISK. Apalagi saat ini mempunyai dua balita. Kalau kalian masih muda bahkan anak kecil sekalipun, jangan meniru kebiasaan buruk ini ya!

Stop Menahan Pipis
Saat dipikir-pikir sendiri akhirnya aku sadar, penyebab anyang-anyangan adalah karena aku sedikit sekali mengkonsumsi air putih dan kebiasaan menahan pipis. Sebab kamar mandi umum biasanya terlihat kotor dan bau pesing. Kadang melihatnya dari luar sudah malas masuk. Hal ini membuat sungkan dan memilih menahan sampai rumah. Jadi kalau belum terpaksa banget, aku jarang banget pipis di toilet umum.

So, menahan pipis bukan hal yang sepele ya. Karena bisa menyebabkan anyang-anyangan dan akibatnya bisa fatal kalau dibiarkan. Kenapa? Dikutip dari laman Uri-Cran karena urin yang terlalu lama di dalam kandung kemih dapat menjadi tempat yang ideal untuk bakteri berkembang biak dan menyebabkan gangguan saluran kemih. Alasan inilah yang menjadi penyebab sakit saat buang air kecil kecil yang menyertai anyang-anyangan karena sudah terinfeksi bakteri. Sandip Vasavada, MD, dari Glickman Urological Institute, Cleveland Clinic, menyarankan untuk meluangkan waktu ke kamar kecil setiap 3 atau 4 jam sekali.

Terjawab ya, penyebab anyang-anyanganku ya memang karena kebiasaan menahan pipis ini. Air pipis yang bisa dua kali malah aku rapel seharian. Tapi tidak disarankan juga minum air mentah karena kemungkinan ada kuman dan bakteri dalam air. Sehingga, air harus mendidih sempurna agar mikrofauna “jahat” ini mati.

Tips dari aku supaya tidak menahan pipis saat di luar rumah:
Pertama, selalu membawa tisu kering untuk berjaga kalau air kurang bersih dan tidak disediakan tisu di toilet umum.
Kedua, kalau sedang di lapangan, mencari tempat agak tersembunyi tapi jangan terlalu jauh dari jangkauan teman yang lain. Sekiranya aman dan nyaman. Memberitahu teman atau ketua rombongan dan mengajak satu teman untuk berjaga. Lalu, kalau tidak dengan air mineral bisa dengan tisu kering untuk membersihkan.

Mengapa Perempuan Harus Peduli ISK?
Sebab dikutip dari laman uricran, 5 dari 10 perempuan beresiko ISK. Secara alami perempuan lebih rentan karena struktur saluran kemih (uretra) wanita cenderung lebih pendek hanya sekitar 2.5 – 4 cm. Berbeda dengan pria yang panjang uretranya sekitar 20 cm.

Gejala awal ISK salah satunya adalah anyang-anyangan. Walaupun tidak selalu setiap anyang-anyangan adalah gejala penyakit ini. Namun, harus dilihat frekuensi, rasa sakit buang air kecil, dan diagnosa dokter. Yang terpenting, kita tidak boleh meremehkan hal satu ini. Karena bisa saja ini menjadi lampu kuning bagi kita.

Cara mencegah anyang-anyangan dan mengatasi susah buang air kecil di antaranya:
Pertama, menjaga kebersihan organ intim dan tidak menggunakan pembersih sembarangan. Cara membilas organ kewanitaan usai buang air kecil adalah dari depan ke belakang, agar bakteri di anus tidak terbawa ke vagina. Kemudian menghindari pembersih bersifat basa karena memicu jamur dan menghilangkan mikrofauna alami. Cara menjaga kebersihan organ kewanitaan pernah aku tulis di sini.

Kedua, berhenti menahan pipis. Jangan sampai kantung kemih penuh dan malah anyang-anyangan. Uretra yang terbuka bisa menjadi jalan masuk bagi bakteri Escherichia coli yang hidup di saluran cerna dapat menyebabkan infeksi saluran kemih.

Ketiga, banyak minum air putih. Saran yang telah disepakati oleh dunia kesehatan adalah minum air putih 6-8 gelas per hari. Jangan menganggap sepele air putih ya. Karena dengan banyak minum air putih akan membantu mengeluarkan bakteri dan berkembang biak di saluran kemih. Tuh kan, jadi anyang-anyanganku juga karena kurang minum air putih ini. Jadi jangan sungkan membawa bekal air putih dari rumah.

Semoga membantu ya ^^

Iklan