Terpikat Asus Zenbook Ultrathin, Kabar Gembira Bagi Surveyor Milenial

20190215_071320

Peluncuran ASUS ZenBook World’s Smallest 13, 14, 15″ (Foto: @asusid)

Belum lama ini, tepatnya, 17 Januari 2019, ASUS meluncurkan ultrabook premium hasil inovasi terbaru di usianya yang ke-30. Bertajuk ASUS ZenBook World’s Smallest 13, 14, 15”, ASUS merilis seri terbarunya yang terdiri dari ZenBook 13 UX333, ZenBook 14 UX433, dan ZenBook 15 UX533. Ultrabook canggih nan elegan dengan bezel yang sangat tipis dan mengusung Ergolift, smart hinge design.

“Dengan screen to body ratio mencapai 95 persen, laptop ini mampu menghadirkan pengalaman visual tanpa batas dan belum pernah ada sebelumnya. Ia merupakan standar baru untuk perangkat ultraportable.” Jimmy Lin, Regional Director ASUS South East Asia.

Gegap gempita peluncuran ultrabook premium paling ringkas ini tidak hanya dirasakan di acara launching yang diselenggarakan di Hotel Pullman Jakarta tersebut. Namun juga saya melalui media sosial. Termasuk iklan di VIU ketika menonton drama korea.

20190215_170607

ASUS ZenBook (Foto: ASUS)

Memang keren banget sih laptop terbaru ini. Menjadi kabar gembira bagi generasi milenial termasuk yang berkarya di bidang pengukuran dan pemetaan lahan atau surveyor.

Menjadi surveyor itu harus tangguh di segala medan. Amunisinya harus mumpuni. Fisik yang sudah lelah di lapangan jangan harus lagi ditambah drama dari laptop.

Spek-spek laptop berkinerja tinggi selalu menjadi andalan para surveyor supaya terus bisa tancap gas. Sebab, rata-rata software yang dipakai berat seperti yang bergerak di design grafis maupun editing video.

Nah, kalau saya hampir tak pernah membawa laptop ke lapangan. Membawa diri saja payah apalagi menambah beban laptop dengan body segede gambreng. Makan tempat juga karena harus membawa GPS yang sebesar HP bata dan prikintil lain. Surveyor milenial makin enak karena sekarang terdapat GPS dalam bentuk aplikasi. Jadi bisa ter-install dalam smartphone.

Makin menyenangkan lagi dengan keluarnya seri ZenBook terbaru. Jadi berpikir ulang untuk membawa alat perang ke medan tempur. Selain ramping, ringan, ketangguhannya siap menemani sang surveyor.

Cocok bagi surveyor dengan mobilitas tinggi dengan medan yang cenderung ekstrim penuh aral merintang.

Setiap pindah kota atau menyebrang pulau, surveyor juga harus mengkalibrasi GPS ke pantai terlebih dahulu agar kompas dan data altimeter atau ketinggian tetap akurat. Sehingga data ketinggian lahan dalam peta yang dihasilkan tetap akurat karena menyangkut hajat hidup orang banyak.

Wajarlah soundtrack sehari-hari kami seperti Ninja Hatori, mendaki gunung lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudra…

1 Pantai

Kalibrasi GPS di pantai (Foto: Koleksi pribadi)

3 hutan

Menembus hutan di Kalimantan (Foto: Koleksi pribadi)

2 jalan

Lokasi pengukuran di atas tebing Jalan Raya Ciamis-Kuningan (Foto: Koleksi pribadi)

4 sungai

Tengah beristirahat saat menyusuri aliran sungai (Foto: Koleksi pribadi)

Pertimbangan Memilih Laptop Bagi Surveyor

20190214_134522_0000

Dengan memperhatikan pengolahan data, kondisi medan, dan mobilitas, menurut saya ada beberapa pertimbangan memilih laptop jika bekerja di bidang ini:

  1. Spesifikasi multimedia

Kebutuhan laptop seorang surveyor bukan hanya mengetik tapi lebih mengolah data yang diambil di lapangan kemudian ditampilkan menjadi gambar atau peta. Untuk menunjang kinerja lancar dan cepat dibutuhkan laptop dengan komponen yang mumpuni.

Laptop terbaru ASUS ini ditenagai oleh Proseccor Intel Core Generasi ke-8. Opsi GPU NVIDIA GeForce MX150 tersedia untuk ZenBook 13 dan 14. Untuk seri UX355 disematkan GPU NVIDIA GeForce GTX 1050 Max-Q yang akan memberikan pengalaman grafis ekstra yang lebih kencang.

Adams_72650

NumPad yang nyaman (Foto: ASUS)

Pekerjaan surveyor erat dengan data yang artinya berhubungan dengan angka. Demi kenyamanan penggunanya ZenBook 13 dan 14 hadir dengan fitur ekslusif ASUS NumberPad. Fitur ini menggantikan tombol numpad fisik yang tidak bisa dihadirkan di laptop berukuran kecil. Hanya dengan menekan ikon di ujung touchpad, NumberPad akan muncul lewat lampu LED yang sudah terintegrasi dengan touchpad. Sedangkan untuk ZenBook 15, ASUS tetap menghadirkan tombol NumPad fisik karena dimensinya cukup besar untuk menampung tombol tersebut.

  1. Bobot ringan

Sesuai dengan istilahnya ultrabook, laptop ini tipis dan ringan dengan layar FHD NanoEdge. ZenBook UX333 ukurannya lebih kecil dari kertas A4 yang digambarkan dengan dikeluarkan dari amplop coklat berukuran A4 saat dirilis. Ketebalannya 1,69 cm dengan bobot 1,19 kg, dan memiliki layar 13,3 inchi serta perbandingan screen dan body mencapai 95%. ZenBook UX433 memiliki ketebalan 1,59 cm, berat 1,19 kg dengan layar 14,0 inchi. Perbandingan screen dan body mencapai 92%. Untuk UX533 mempunyai ketebalan 1,79 cm dengan berat 1,67 kg, dan layar 15,6 inchi FHD.

  1. Ukuran dimensi

Semakin besar ukuran laptop, tas yang digunakan semakin besar. Hal ini akan mempengaruhi pergerakan selama di lapangan. Jika hanya bekerja mengetik biasa layar 11 atau 13 sudah cukup, tapi seorang surveyor harus memperhatikan ukuran karena bekerja terkait multimedia. Area pandang yang luas lebih nyaman karena bekerja berjam-jam di depan laptop. Sehingga tidak sering-sering mencondongkan mata ke arah monitor untuk melihat detail titik yang membuat mata cepat lelah.

  1. Tangguh

Surveyor itu rentan terjatuh, kepleset, kesandung, bahkan hingga berguling-guling. Jika sedang membawa laptop, biasanya bukan luka yang segera diperiksa tapi kondisi laptop. Laptop ibarat nyawa kedua yang semua jerih payah ada di dalamnya. Jika laptop say good bye sembuhnya lebih lama daripada sakit hati. Lebih baik sakit hati daripada laptop mati. Mengingat proses menjadi tampilan peta itu tidak sederhana dan membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Nah, ASUS ZenBook mengantongi sertifikat Military Grade ML-STD-810G. Artinya laptop ini memiliki durabilitas atau daya tahan tinggi. Tak hanya lolos standar ketahanan uji internal tapi juga lolos berbagai pengujian ekstrem dari uji ketinggian, uji suhu dan kelembapan, hingga uji banting dan getaran.

  1. Baterai tahan lama

Untuk mendukung mobilitas surveyor yang tinggi di lapangan maupun saat mengolah data ZenBook 13 dan 14 memiliki ketahanan baterai hingga 14 jam, sedangkan ZenBook 15 hingga 16 jam. Jadi aktivitas tak terganggu oleh ribetnya mencari colokan. Mana ada juga ya colokan di tengah hutan atau lahan.

Keuntungan Menggunakan ZenBook bagi Surveyor

20190215_171448_0000

Efisien waktu

Dengan membawa laptop, di sela-sela istirahat bisa transfer data dari GPS yang berisi titik koordinat hasil pengambilan di lapangan. Pengalaman menunjukkan usai dari lapangan biasanya senda gurau dulu dengan kawan. Sampai di kost sudah capek badan dan malas langsung mengolah data.

Belum lagi, jika dalam satu hari bisa lebih dari satu pengukuran. Artinya data di GPS juga akan menumpuk dan harus dipilah lagi. Akan berbeda hasilnya jika selesai satu pengukuran, data langsung dipindahkan ke laptop. Jadi tidak menumpuk-numpuk akibat penyakit akut menunda-nunda ini.

Produktivitas Tanpa Kompromi

ZenBook tampil dengan port USB 3.1 Type A sehingga bisa menghubungkan berbagai perangkat yang dibutuhkan. Untuk perangkat modern tersedia port USB 3.1 Gen 2 Type C yang memiliki kecepatan transfer data hingga 10 Gps. Bluetooth 5.0 bisa digunakan untuk memindahkan file dari smartphone tanpa ribet dengan kabel data. Apalagi yang namanya kabel data ini rentan banget ketinggalan dan hilang, setuju ya?

Ohya, sembari menunggu transfer atau saat istirahat bisa mendengarkan musik. Dengan engsel yang membentuk sudut 3 derajat yang akan mengangkat bodi ketika digunakan. Sehingga meningkatkan performa audio harman lebih nyaring. Adanya engsel tersebut meski dalam posisi lesehan pun tetap nyaman saat mengoperasikan laptop. Adanya sirkulasi udara membantu laptop tidak panas.

Dengan efektivitas waktu di lapangan maka begitu sampai kantor tinggal fokus digitalisasi dan menggarap peta. Dengan efektivitas tersebut sejalan dengan produktivitas sehingga tidak banyak waktu yang menjadi sampah.

Saat sampai di kost bisa istirahat dan tidur yang cukup.  Sehingga akan mengurangi begadang yang menghasilkan kantong mata dan menganggu penampilan.

Prestasi Meningkat

Laporan tepat waktu bahkan sebelum diminta akan membuat bos senang. Kalau bos senang bisa jadi cepat dapat promosi dan naik jabatan. Namun, yang utama bisa menjadi karyawan teladan yang menginspirasi teman-teman untuk mengoptimalkan kinerja. Jika di breakdown lagi menjadi pribadi yang berprestasi.

Bukan harus ditagih dulu, baru petanya jadi. Itupun dikerjakan dengan SKS alias Sistem Kebut Semalam. Kebiasaan tersebut bukan gaya anak milenial.

Waktu Buat Keluarga Lebih Banyak

Karena sudah capek sepulang kerja biasanya langsung tepar. Kebangun lagi tengah malam untuk mengolah data. Kalau belum selesai pekerjaan dilanjutkan lagi usai subuh. Karenanya waktu buat sekedar menelpon orang tua di kampung halaman minim sekali. Begitu juga waktu buat bapak dan ibu kost yang sudah menganggap saya anak sendiri.

Kalau sudah mepet deadline banget saya bahkan tidak sempat sarapan bahkan sekedar mengambil minum. Kadang malu juga dengan induk semang yang tanpa diminta membawakan makanan dan minuman. Lalu, begitu masuk jam kerja, berangkat lagi ke lahan untuk pengukuran.

Pola yang demikian menyebabkan badan jadi kurang fresh dan rentan terkena maag. Berbeda jika memiliki manajemen baik dimulai dari membawa ultrabook ke lapangan.

“Dari manajemen waktu yang baik, produktivitas tanpa batas, sehingga baik prestasi di kantor maupun keluarga tetap sejalan dan harmoni.”

Selain empat point tersebut, menenteng ZenBook membuat penampilan tetap stylish. Ada tiga warna yang terinspirasi oleh alam disediakan sebagai pilihan ZenBook ini, royal blue, icicle silver, dan burgundi red.

Apalagi ekskusif untuk pengguna ZenBook terbaru berkesempatan mendapatkan tas ekslusif bekerjasama dengan Sebastian Gunawan (selama persediaan masih ada) di ASUS Exclusive Store di Kota Medan, Yogyakarta, dan Jakarta.

Jadi, meski orang lapangan bukan berarti tidak boleh bergaya. Asal pada tempatnya. Ya, masa juga bawa tas Sebastian Gunawan masuk hutan??? Ibarat pakai high heels buat masuk hutan ya bisa diketawain sama semut.

Spesifikasi ASUS ZenBook World’s Smallest 13, 14, 15”

20190214_152057

ASUS ZenBook (Foto: @asusid)

Screenshot_20190214-124610

Untuk harga ZenBook terbaru:

UX333FA
Rp 15.299.000,00 (8GB/256GB)
Rp 18.299.000,00 (8GB/512GB)
Rp 22.999.000,00 (16GB/512GB)

UX433FA
Rp 15.299.000,00 (8GB/256GB)
Rp 18.299.000,00 (8GB/512GB)
Rp 22.999.000,00 (16GB/512GB)

UX 533FN 
Rp 26.999.000,00 (16GB/512GB)

Demikian tadi tanggapan saya terkait peluncuran ZenBook World’s Smallest 13, 14, 15” dikaitkan dengan pengalaman saya sebagai bagian dari tim pengukuran dan pemetaan lahan. Kalau ada yang mau sharing dipersilakan sekali.

Semoga artikelnya bermanfaat ya^^

Referensi:
Keseruan Blogger Sambut Peluncuran Laptop Premium Paling Ringkas di Dunia
Sambut Seri ASUS ZenBook Terbaru, Laptop Premium Paling Ringkas di Dunia, diterbitkan Sabtu, 19 Januari 2019
9 Rekomendasi Laptop Murah Berkualitas untuk Aktivitas Kerja Anda, diterbitkan 24 Februari 2018

Foto:
ASUS
Instagram @asusid
Koleksi Pribadi

Iklan

Mengagumi J Gerber, Arsitek Gedung Sate Bandung

20190210_113224

Gunung Tangkuban Parahu dari halaman Gedung Sate (koleksi pribadi)

Untuk pertama kalinya sejak tinggal di Bandung 2013 lalu, saya memasuki bangunan Gedung Sate. Saya pantas bersyukur terpilih menjadi pengajar Kelas Inspirasi Bandung #7, 2019. Karena briefing atau pembekalan sebelum hari inspirasi diselenggarakan di aula gedung yang disebut bangunan terindah di Indonesia oleh D Ruhl dalam buku Bandoeng en haar Hoogvlakte tahun 1952 ini.

Sedangkan untuk datang ke kawasan markah Jawa Barat ini sendiri sudah sering banget. Hampir setiap Lebaran di Bandung, saya dan keluarga kecil sholat Idul Fitri di Gasibu. Setiap ada keluarga/sanak/sahabat jauh datang, Gedung Sate hampir selalu wajib dikunjungi.

Jadi saya tahu Gedung Sate fasade (tampak depan) dibangun menghadap ke utara dalam garis lurus dengan Gunung Tangkuban Parahu. Namun, pemandangan itu sangat berbeda ketika saya menyaksikan Gunung Tangkuban Parahu dari dalam bangunan. Terbayang panorama pertama kali ketika membuka pintu atau jendela. Saya takjub dengan detail J Gerber, sang arsitek.

Ini semakin menguatkan jika Gunung Tangkuban Parahu adalah magnet Kota Bandung. Tidak hanya tentang legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi. Seorang naturalist Junghuhn pun begitu terpikat dengan gunung ini dan dimakamkan di Jayagiri, kaki gunung berbentuk perahu ini. Salahsatunya karena gunung ini juga, seorang traveler Inggris Charles Walter Kinloch (1852) menyebut Bandung sebagai Kota Bandung sebagai Montpellier Jawa (kota diantara pegunungan di Eropa dan Kanada) yang indah.

Sayang banget saya lupa tidak menekan fokus saat mengambil gambar gunung ini dari dalam gedung karena buru-buru. Padahal cuacanya sedang bagus sehingga bagian gunung terlihat jelas.

20190213_080346

Gedung Sate dibangun satu garis lurus dengan Gunung Tangkuban Parahu (koleksi pribadi)

Ketika berdiri ke teras, gunung itu begitu menawan. Gunung yang mulai tak terlihat karena pesatnya pembangunan Kota Bandung. Kota ini nampak berlomba-lomba membuat bangunan tinggi.

20190210_113341

Air mancur di halaman Gedung Sate dengan latar Gunung Tangkuban Parahu (koleksi pribadi)

Dari segi arsitektur, bangunan yang pada masa Hindia Belanda disebut Gouverments Bedrijven ini dikatakan oleh dua arsitek Belanda Cor Pashier dan Jan Wittenberg sebagai “langgam arsitektur Gedung Sate adalah gaya hasil eksperimen sang arsitek yang mengarah pada bentuk gaya arsitektur Indo-Eropa”.

Wajah arsitektur tradisional nusantara juga tidak terlepas dari masukan maestro arsitek Hindia Belanda Dr. Hendrik Petrus Berlage yang memberikan masukan kepada J Gerber dan kelompoknya.

Paduan beberapa aliran arsitektur dalam rancangan Gerber terlihat dari jendela yang mengambil tema Moor Spanyol. Bangunannya bergaya Rennaisance Italia. Bagian menara, dimasukkan aliran Asia, yaitu gaya atap pura Bali atau pagoda di Thailand.

Yang paling menarik dan melatar belakangi sebutan bangunan ini, di puncaknya terdapat “tusuk sate” dengan 6 buah ornamen sate. Versi lain menyebutkan jambu air atau melati. Hal tersebut melambangkan 6 juta gulden, jumlah biaya yang digunakan untuk membangun Gedung Sate.

Selain itu, ornamen yang terbuat dari batu, terletak di atas pintu utama Gedung Sate, sering dikaitkan dengan Candi Borobudur karena bentuknya yang serupa.

Wow… dibangun dengan detail dan totalitas tinggi menjadikan bangunan yang dibangun 27 Juli 1920 tetap kokoh dan mempesona hingga kini. Karena umumnya bangunan heritage lebih terkesan angker dan mistis. Walau tidak dipungkiri hawa itu memang saya rasakan ketika memasuki bangunan. Hal ini mungkin wajar karena umurnya yang sudah hampir seabad dan kurangnya cahaya matahari yang bisa masuk.

Gedung Sate sekarang menjadi kantor Gubernur Jawa Barat. Di bagian utamanya terbagi menjadi aula barat dan timur dengan pilar-pilar tinggi dan kokoh. Di bagian langit-langitnya tergantung lampu gantung chandelier mengingatkan saya saat memasuki ballroom Hotel Indonesia. Mungkin karena awalnya berfungsi sebagai tempat dansa kegemaran masyarakat Eropa.

20190213_080416

Chandelier di bagian aula barat Gedung Sate (koleksi pribadi)

Nah, di aula inilah kami membahas persiapan Hari Inspirasi. Satu hari dimana para profesional berbagi kisah inspiratif agar anak Indonesia berani bercita-cita dan mewujudkannya demi Indonesia maju dan disegani.

Bagi saya sendiri, perjalanan ke Gedung Sate 10 Februari 2019, telah memberi hikmah. Bahwa lakukan yang terbaik jika ingin yang terbaik.

Semoga bermanfaat ya^^

Referensi:
Gedung Sate
Sejarah Gedung Sate Bandung dari Awal Berdiri

Memulai Usaha Tanaman Hias

Lakukan mulai dari yang Kamu sukai. 

Layaknya ide menulis, ide membangun usaha ini kerap menjadi alasan tak segera terjun ke dunia bisnis. Ada orang yang dikarunia beribu ide liar tapi tak sedikit juga yang setengah mati untuk mendapatkan ide.

Di era digital yang semakin kompetitif ini, tentu tak sedikit dari kita terutama emak-emak yang ingin memiliki usaha sendiri. Alasannya sih kalau aku tidak mau terikat nine to five atau jam kantor karena ada pertimbangan anak dan keluarga.

Jadi ya lebih fleksibel dari segi waktu. Namun, membangun usaha bukan berarti berleha-leha juga ya. Karena kita harus pandai mengatur waktu juga kalau mau usahanya sukses.

Kalau Kalian lagi merencanakan usaha sebagai bagian Resolusi Bisnis 2019, kita coret-coretan bareng, yuk!

Step 1 Menentukan Ide

Oke, mari mengikuti saran pakar dengan memulainya dari kesukaan atau minat. Gampangnya, bisa merujuk dari hobi. Atau kalau masih susah banget yang bikin tertarik banget dech. Contohnya aku nih, yang sudah mengenal aku, pasti tahu kalau aku excited banget sama bunga. Aku bisa ngomong sendiri sama bunga, aku bisa memandanginya tanpa bosan, jeprat-jepret dengan beragam angle, bahkan aku bisa melewatkan waktu berjam-jam di kebun hanya untuk mengotak-atik tanaman bunga ini.

DSC02901

Bunga Panca Warna (Koleksi Pribadi)

Step 2 Menentukan Jenis Usahanya

Karena aku suka bunga aku memilih usaha tanaman hias. Tapi mau yang model bagaimana? Setidaknya ada beberapa peluang usaha yang bisa dipilih, di antaranya:

  1. Jualan bibit atau benih dan tanaman
  2. Florist atau jualan bunga/jasa merangkai bunga
  3. Souvenir dari tanaman bisa untuk pernikahan, promosi, ulang tahun, dsb
  4. Tanaman hias dalam ruangan
  5. Grass Doll (boneka yang bisa tumbuh rumput)
  6. Terarium (wadah kaca yang berisi tanaman dan ornamennya)
  7. Kokedama (menanam dengan teknik bola tanah atau lumut)

Step 3 Melihat Peluang

Dari ketujuh peluang tersebut pasti ada kekurangan dan kelebihannya saat dijalankan tentunya disesuaikan dengan kondisi aku. Inilah pentingnya yang disebut riset pasar itu mungkin ya. Laku ga ya? bla bla bla…

Di sini aku mempertimbangkan modal, kebutuhan lahan, dan keahlian. Untuk point 1 dan 2, butuh lahan lumayan begitu juga modalnya, point 3 sepertinya untuk tahap awal usaha aku belum bisa menghasilkan dalam jumlah banyak, point 5, 6, dan 7 dibutuhkan keahlian sepertinya harus kursus dulu. Jadi pilihanku point 4, tanaman hias dalam ruangan.

Step 4 Menggambarkan Usaha

Pernah mendengar belum, katanya mimpi yang terlihat adalah kenyataan. Maksudnya bagaimana sih? Artinya menurut aku sih kalau kita bisa menceritakan dan menggambarkan apa yang dalam benak kita dengan detail. Usaha yang tergambar dengan jelas lebih gampang direalisasikan karena ya ada alam bawah sadar yang menuntun, jadi peluang berhasilnya lebih besar. Gitu ga sih?

Tanaman hias dalam ruangan ini masih terlalu luas kan? Aku spesifikkan lagi menjadi tanaman hias dalam ruangan/indoor yang bisa diletakkan di meja, rak, alias tidak makan tempat. Bentuknya tanaman bunga atau rerumputan dalam pot yang berukuran mini. Seseuai gaya hidup masa kini yang minimalis yeay kan?

Kenapa aku memilih ini atau yang melatarbelakangi jenis usaha ini karena akhir-akhir ini kita dituntut untuk bergaya hidup hijau. Pepohonan sebagai suplai oksigen terutama di perkotaan mulai berkurang. Polusi terus meningkat. Penelitian yang pernah aku baca menyebutkan bahwa satu orang bernapas membutuhkan setidaknya membutuhkan empat pot tanaman. Dari pemilihan jenis tanaman juga bisa digunakan sebagai penyerap polutan. Kebayang ga kalau perusahaan-perusahaan, rumah, sekolah, pabrik-pabrik mulai sadar, usaha ini menggiurkan. Ada benefit materi dan lingkungan.

Nah, dalam menggambarkan usaha ini tidak cukup di awang-awang. Makanya ada yang namanya business plan. Kalau teman-teman suka mengikuti kompetisi usaha/bisnis pasti yang pertama akan dimintai proposal bukan? Sebenarnya tidak hanya meyakinkan orang lain, ini berguna banget buat diri sendiri sebagai pedoman saat lelah atau kemana harus melangkah ceileh bahasanya…

20190211_175117_0000.png

Step memulai usaha by me

Coba dech lihat coret-coretan kasarku.

20190211_181328.jpg

Menuliskan gambaran rencana usaha

Dari coretan itu kelihatan, usaha yang akan aku mulai (judul), targetnya, sasarannya, manfaatnya, dan bagaimana strategi promosinya?

Kemudian ada analisis Break Even Point (BEP). Menurutku ini penting dihitung-hitung sejak awal untuk mengetahui kapan balik modal. Jadi kalau balik modalnya terlalu lama mending ganti rencana dulu.

Contoh analis bisnis tanaman hias aku ambil dari http://www.teknikmesin.com, bisa dilihat di gambar ya.

Dari analisis tersebut dengan menghitung investasi dibagi keuntungan per bulan, kesimpulannya balik modal terjadi dalam tiga bulan.

Namun, ternyata begitu memutuskan memulai  usaha, masalahnya tidak cukup disitu. Bagaimana supply bahan bakunya? Seperti pot, media tanam, tanaman itu sendiri.

Pilihan pemenuhannya,

Offline artinya mendatangi suplier satu per satu.

Kelebihannya: bisa melihat secara langsung barang satu toko dengan toko lain. Kekurangannya: tidak efektif waktu, ongkos transportasi dan akomodasi tinggi (boros pengeluaran), terbatas asal kota suplier yang didatangi

Online artinya menggunakan pihak ketiga melalui internet.

Kelebihannya: hemat waktu dan biaya karena hanya biaya data saat mengakses, bisa langsung membandingkan harga dan barang setelah memasukkan keyword, bisa mengakses suplier dari seluruh Indonesia

Kekurangannya: tidak bisa langsung melihat barang

Gabungan offline dan online. 

Dengan kelebihan dan kekurangan sesuai usahaku, aku memilih gabungan offline dan online. Untuk media tanam sendiri seperti mungkin sekam, tanah, kerikil, aku memilih offline. Karena pertimbangan pengiriman, lebih enak dilihat langsung, dsb. Untuk kepentingan pot dan pupuk, aku menggunakan online. 

Saat menggunakan suplier online yang kadang bikin ragu adalah takut tertipu, terpercaya ga sih, dan selalu mengecek rujukan atau review-nya. Untuk online ada nih ralali.com, B2B marketplace.

Judul ralali

Sebagai orang asli Jawa begitu mendengar ralali otomatis otak langsung mengartikan ojo lali; ra, ora artinya tidak, lali sama dengan lupa. Tidak lupa. Ya mungkin tidak lupa atau jangan lupa ada ralali yang siap membantu kebutuhan bahan baku usaha maupun pemasaran dengan bermitra sebagai seller.

B2B marketplace artinya business to business atau transaksi jual beli secara online antar pelaku usaha. Misalnya aku pengusaha tanaman hias membutuhkan pot dari pemilik usaha juga. Tapi perorangan pun bisa juga bertransaksi.

Awalnya aku ragu ada produk tanaman gini. Tapi aku salah, ternyata ada kategori Agriculture & Food yang sudah mempunyai 6.893 produk lho. Suprised juga sih? Keren dech!

Okeaku coba ya:

pot bunga

Pertama aku ketik pot bunga. Sudah muncul nih banyak pilihan, harga, maupun asal lengkap dengan ongkos kirim.

Aku langsung jatuh cintrong dengan pot mini stamp paris postale putih vintage. Cocok dengan gaya hidup milenial banget ya. Pas dilihat harganya, semakin banyak membeli semakin murah artinya sebagai sesama pemilik usaha kita semakin untung ya kan?

Tapi pas dilihat lagi ukurannya, kayaknya kok kegedean dengan usaha aku ya. Melalui fitur chat seller, aku bisa bertanya apakah bisa custom ukuran gitu dech. Jadi peluang buat si dia juga menambah jenis produk di display lagi kan? Siapa tahu lebih banyak minat juga ya kan?

Ongkos kirimnya pun murah lho hanya Rp 9.000,00 biasanya dari daerah Tangerang ke Bandung Rp 11 – 20 ribu. Lebih hemat ini karena ada ralali kargo. Makin meringankan ongkir apalagi jika keluar Jawa.

Screenshot_20190211-182212

Begitu juga saat aku mencari pupuk. Sudah keluar nih macam-macam pupuknya. Aku putuskan mengambil pupuk NPK Yara dengan harga Rp 10. 499 per pieces agar membantu tanamanku tumbuh optimal.

Keuntungan menggunakan ralali.com

20190211_182836_0001.png

Selain itu, aku juga suka berkunjung ke #BusinessStory ralali.com untuk membaca kisah inspiratif bagaimana para pengusaha memulai bisnisnya. Ini sih penting banget menurutku ya. Karena ya membantu aku pribadi untuk terus termotivasi. Memang ga gampang dan keterbatasan modal, pengetahuan bukan alasan.

Contohnya kisah Dodid Nurianto dengan Murai Coffee nya. Dia memulai dari hobinya mencari kopi dan dari nol tapi akhirnya sekarang ia bisa beromzet Rp 50 juta per bulan.

Coba kalau dia menunggu modal dulu, pintar meracik kopi dulu, ya mungkin ga akan jalan-jalan usahanya. Mikir memang harus tapi kebanyakan mikir juga menghambat.

Bisnis itu dari nol. Jangan mau suksesnya saja.

Ketika semua sudah direncanakan, saatnya kumpulkan KEBERANIAN dan mulai dengan niat yang tulus. Aku Bisa!!!

Ralali juga bakal membantu mewujudkan impian usaha tahun 2019 dengan bergabung menjadi seller. Ga ragu lah ya bergabung dengan pusat grosir online ini.

Cara menjadi seller di ralali.com

Ini beberapa kesan penjual yang sudah menggunakan ralali.com.

20190211_072303.gif

 

 

Ohya, jangan lupa pakai kode referral aku ya untuk digunakan pas pertama kali bertransaksi. Lumayan dapat voucher Rp 50 ribu. Kodenya: RINA71531. Kalau teman-teman mempunyai kode referral juga, sila tinggalkan di kolom komentar ya. Kita saling *sambil lirik-lirik.

Semoga artikelnya bermanfaat dan menginspirasi untuk segera memulai usaha ya^^

Dari Event BPNXJenius, Saya Belajar Ini tentang Blog…

Alhamdulillah, untuk pertama kalinya, saya bisa menghadiri Blogger Perempuan Gathering X Jenius di Lantai 27 Menara BTPN Kuningan, Sabtu, 02 Februari 2019 lalu.

Hadir perempuan-perempuan hebat dibalik berdirinya Blogger Perempuan Network (BPN) yang kini menjadi komunitas blogger perempuan terbesar di Indonesia dengan member lebih dari 4.800 blogger. Ada Kak Shintaries dan Almazia selaku founders BPN yang atas dasar kecintaan pada dunia blog mendirikan komunitas ini tahun 2015. Ada juga Kak Nunik Utami selaku content writer Blogger Perempuan yang sudah melahirkan lebih dari 50 judul buku.

Ketiganya pun secara marathon memberikan materi tentang blog dengan pembawa acara Kak Kartika Putri. Oke… lanjut,

Judul 1

Mengawali diskusi tentang blog, Kak Shintaries mengatakan apapun platform blog-nya yang terpenting adalah konten.

1

Kak Shintaries memberikan pemaparan tentang platform blog

Kemudian, kalau mau jadi profesional, seorang blogger harus memulai dengan target ngeblog-nya apa?

  • Traffic per hari
  • Popularitas – branding
  • Pembaca loyal – update
  • Penghasilan – endorser, publisher, backlink, review

Jika memutuskan ngeblog untuk jangka panjang, Kak Shintaries memberi kiat agar sejak awal memilih platform dan jangan pindah-pindah karena malah ga diindex google. Sayang juga kan ya???

Nah, platform blog yang mayoritas digunakan di Indonesia adalah blogspot, wordpress.com, dan wordpress.org. Untuk perbedaannya bisa dilihat dari tabel presentasi Kak Ries berikut:

2

Perbedaan platform blog

Semua memang ada kelebihan dan kekurangan. Selain harga dan kemudahan mengaplikasikan, yang saya tangkap dari penjelasannya adalah WordPress sejak awal memang SEO jadi traffic akan berjalan sendirinya meskipun postingnya tidak rutin sedangkan Blogspot untuk mendapatkan traffic berkesinambungan tinggi harus posting rutin atau berkala. Koreksi kalau saya salah ya.

Nah, penjelasan dari Kak Shintaries menjawab dengan gamblang uneg-uneg yang saya bawa dari rumah. Jadi saya mau nanya begini, saat ini saya masih nebeng di free WordPress. Saya ingin upgrade ke TLD. Tapi saya bingung apakah upgrade WordPress atau pindah ke Blogspot yang lebih murah? Apa saja yang harus saya pertimbangan untuk memutuskan?

Namun saya urung bertanya, penjelasan Kak Ries sudah begitu gamblang dan tercerahkan banget. Tapi saya tetap keluarkan saat berkesempatan menemuinya di akhir acara. Makasih Kak Ries.

Judul2

Materi berikutnya dipaparkan oleh Kak Almazia tentang visual blog. Nah, visual blog ini akan mendukung konten blog bahkan kadang sebaliknya karena visualnya bagus, orang jadi tertarik untuk mengetahui lebih dalam dan betah di blog kita.

Menurutnya, apa saja yang membuat blog enak untuk dibaca?

3

Kak Almazia menekankan pentingnya visual blog

  • Gampang dinavigasikan

Begitu ngomong navigasi, langsung bercermin ke blog sendiri, ini memang PR buat saya. Katanya jangan kebanyakan kategori tapi ambil saja beberapa poin yang utama, yang lain bisa dibikin sub. Kemudian yang suka dilupakan blogger adalah menu search atau kotak pencarian. Ini akan sangat membantu pembaca menemukan halaman sesuai dengan kata kunci yang diketiknya. Bisa diletakkan di menu atau sidebar.

  • Jelas bloggernya siapa?

Berkaca dari pengalamannya, Kak Almazia yang kebetulan juga seorang agency kadang menemukan blog yang bagus tapi susah mengetahui siapa bloggernya.

  • Being friendly

Sehingga sangat penting agar blog friendly. Di antaranya dengan memberikan foto profil, short bio di sidebar yang bisa di link ke about me, kontak email dan media sosial.

  • Enak dilihat

Blog yang membuat pembaca betah adalah yang tidak membuat mata pembaca lelah. Ukurannya bisa dilihat dari tema/template, usahakan tidak memilih warna neon/terang, jenis dan ukuran huruf, serta berikan ruang untuk pembaca bernafas.

Judul3

Content is The King. Kak Nunik Utami memulai pembahasannya tentang konten menarik dari sebuah blog. Konten blog yang menarik harus bisa dilihat sejak paragraf pertama. Paragraf pertama adalah kunci pembaca meneruskan hingga akhir. Ia mencontohkan agar paragraf pertama tidak bertele-tele dan tidak usah memasukkan informasi yang tidak bermanfaat atau ada hubungannya dengan pembaca.

4-1

Content Strategy menurut Kak Nunik Utami

Karena blog bersifat personal, sehingga bagaimana curhat bisa bermanfaat. Misalnya, sebagai seorang ibu yang anaknya terkena cacar. Bikin tulisan yang membantu ibu lain menemukan solusi dan harus ada temanya misalnya penyembuhannya.

Tulisan tersebut bisa diawali dengan kronologisnya yakni tanda-tanda terkena cacar. Jabarkan informasinya dan jangan lupa untuk memberi solusi.

Selain itu, sebagai penulis harus menghindari typo atau salah ketik dan menulis sesuai EYD/EBI.

Kiat dari Kak Nunik konten yang baik itu buat semenarik dan seinformatif mungkin. Jumlah kata 500 cukup tapi jika SEO 1000 kata dengan menyelipkan keyword.

Judul4

4-3

Kak Aprijanti, Kak Iva Asih, Kak Lia Harahap, dan Kak Astari dipandu oleh Kak Kartika Putri (dari kiri ke kanan) berbagi kiat dan pengalaman di dunia blogging

Marathon materi blog ditutup dengan diskusi dari empat blogger perempuan profesional yang inspiratif. Mereka adalah Aprijanti Beauty Blogger Konten, Astari Ratnadya Travel Blogger, Iva Asih Beauty Video Konten, Lia Harahap Lifestyle Konten yang dipandu sekaligus MC Kak Kartika Putri.

Yang bisa saya ambil hikmah berjumpa mereka adalah masih muda dan bisa sukses jika konsisten dan tekun berusaha keras untuk selalu menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain. Ini nih kiat yang saya comot dari ngobrol cantik mereka.

Seperti Kata Mbak Nunik, semoga artikel ini bisa bermanfaat dan memberi informasi buat Kalian ya 🙂

Untuk artikel terkait Jenius dan Cerdas Mengelola Keuangan, saya tulis di post selanjutnya karena kepanjangan dan beda tema^^

7

Foto bersama member BPN dan narasumber di BPNXJenius (Foto: IG @bloggerperempuan)

Foto dan grafis: koleksi pribadi, maaf kalau kurang eyecatching karena duduk di belakang

Dunia Ajaib Zenfone Max M2

Izinkan saya menyebut Zenfone Max M2 ajaib. Layaknya dunia saya yang dipenuhi keajaiban. Meski diluncurkan tanpa embel-embel Pro di belakangnya bukan berarti performanya tak gahar.

Tak kenal maka tak sayang. Mari kita mulai dengan mengenal Zenfone Max M2 ZB633KL ala Dr. Zen (ID). Boleh sekaligus untuk belajar mengenal kode seri Zenfone lho.

Smartphone Asus Zenfone Max M2 ZB633KL
Z: merupakan awalan kode untuk menentukan tipe Zenfone. Entah itu ZE, ZD, ZC, ZB sedangkan untuk huruf setelah Z bisa kode unik atau kode yang dipakai untuk mengategorikan produk ASUS.
63: ini adalah angka untuk menunjukkan lebar layar atau ukuran. Artinya Zenfone Max M2 ini memiliki layar 6,3 inchi. Angka 3 sesudahnya biasanya digunakan untuk menentukan atau membedakan spesifikasi dari smartphone dengan tipe yang sama atau bisa juga tidak ada artinya.
K: kode ini menunjukkan CPU yang digunakan. K singkatan dari Krait berarti menggunakan Qualcomm Snapdragon
L: huruf terakhir dari kode ini menunjukkan tingkat frekuensi smartphone. Huruf L sama dengan LTE dan kalau huruf G berarti GSM atau belum LTE.

Keren ya. Kode seri ini sangat membantu kita untuk secara cepat mengetahui spesifikasi umum.

Lalu, kira-kira bisa apa saja ya dengan Zenfone Max M2 ini:

Tak boleh diabaikan, kegunaan utama smartphone adalah untuk komunikasi kemudian informasi. Di antaranya melalui eksistensi di media sosial. Lewat gawai, saya bisa memperbaharui berita, browsing data sepuasnya dari mencari resep masakan, ilmu parenting, dan masalah-masalah lainnya.

Keunggulan yang ditawarkan dari saudara Zenfone Max Pro M2 ini adalah kenyamanan bermain game dalam genggaman dengan harga yang ringan.
Gaming

Dengan layar 6,3 inchi semakin mantap main game ya. Walaupun game favorit yang terpasang di smartphone tak sekelas PUBG tapi saya tak pernah bosan memainkannya sebagai me time sejak berkenalan akhir tahun 2015 lalu.

King Heroes Saga

king1

Ada yang suka main juga?

Game bagi saya dapat menjadi sarana untuk menyeimbangkan otak kiri dan kanan. Sebelum menikah otak kiri terlalu diberati dengan PR dan tugas akademisi yang seabrek. Setelah menikah otak kanan cenderung dominan. Sisi emosi lebih bermain entah karena pekerjaan rumah tangga yang rasanya tak kelar-kelar atau anak-anak yang selalu bikin drama masing-masing. Jadi King adalah salahsatu bentuk pelarian.

king2

Perjalanan King hingga mencapai level 856 begitu ajaib. Dari awalnya main di smartphone suami karena saya belum memakai Android dan harus menunggu ia pulang kerja. Kemudian, menggunakan layar 4 inchi, 5 inchi, dan saat ini menggunakan 5,5 inchi. Dengan perbedaan layar tersebut, layar 6,3 inchi 19:9 resolusi HD+ bakal sangat memanjakan mata dengan tampilan penuh dan tetap nyaman digenggam.

King sendiri entah berapa kali bongkar pasang. Aplikasi ini saat diinstall membutuhkan memori awal 70 MB. Namun, saat dijalankan memori dibawah 1 GB akan membuatnya lemot apalagi jika smartphone banyak aplikasi. Bahkan pernah, saya merelakan beberapa aplikasi media sosial untuk dicopot demi bisa terus main King.

king3

Nah, dengan pilihan RAM 3/4 GB berbasis operasi pure Android 8.0, saya tidak akan menunggu loading yang terlalu lama dan membosankan. Upgrade prosesor terbaru Qualcomm Snapdragon 632 dari 625 yang dibangun dengan arsitektur ARM 14nm. Hasilnya memberikan performa tinggi tetapi hemat daya dan tidak panas.

Sangat tidak nyaman memegang HP panas dan seringkali saya terpaksa harus menghentikan walau lagi asyik main. Ibarat tubuh memberi respon panas jika terjadi sesuatu yang tidak beres dalam badannya, begitu juga jika smartphone telah mengeluarkan panas yang tidak normal berarti ada sesuatu yang salah. Salahsatu tips yang pernah saya baca mengatakan jika HP sedang panas harus didiamkan dulu hingga normal baru di-charge. Sebab, kondisi demikian bisa mempengaruhi life time baterai. Padahal seringkali kita tidak peduli. Jika daya habis ya langsung cari colokan apalagi jika tengah tanggung main game.

Namun, dunia ajaib gaming belum selesai dengan baterai badak 4000mAh yang optimal hingga 8 jam non stop.

Waktu stand by di jaringan 4G selama 3 hari. Emak-emak yang doyan nonton video drama korea ditemani hingga 21 jam. Berselancar di dunia maya dengan menggunakan wifi tahan hingga 22 jam.
Fotografi

Keberadaan kamera saat ini rasanya susah dipisahkan dengan smartphone. Rasa-rasanya setiap moment yang terlewat terlalu susah jika dilalui begitu saja tanpa diabadikan lewat gambar. Terutama yang gandrung dengan media sosial instagram.

Karena setiap foto berkisah. Sebagai ibu, tak terhitung jumlah foto anak-anak saya yang setiap hari bertambah kelincahan dan kreativitasnya.

Zenfone Max M2 dilengkapi dengan kamera belakang 13 MP dengan aperture lebar f/1.8 dan kamera depan 8 MP. Bisa digunakan untuk menangkap momen sehari-hari.

Teknologi Electronic Image Stabilization (EIS) membantu pengambilan gambar tetap stabil dan tidak blur. Pas untuk merekam setiap momen balita yang rasanya setiap hari mereka selalu bertambah kemampuan ajaibnya. Diari bergambar ini menjadi pengingat secara visual. Mereka besar terlalu cepat.
Harga Terjangkau

Apalagi sih pertimbangan emak-emak seperti saya saat akan membeli smartphone, tak lain tak bukan budget. Jangan sampai gara-gara menuruti smartphone uang jajan anak harus dikorbankan ya kan? Ibu macam apa itu ya? 😀

Nah, Zenfone Max M2 menawarkan tiga pilihan warna yaitu Midnight Black, Space Blue, dan Meteor Silver.

Untuk harganya dibandrol:
Zenfone Max M2 3/32: Rp 2.299.000,00
Zenfone Max M2 4/64: Rp 2.699.000,00

Kesimpulan saya Zenfone Max M2, untuk sehari-hari oke, untuk bermain game mantap, untuk jeprat-jepret pun tidak mengecewakan, ditambah harga terjangkau dengan tampilan visual yang keren. Suara yang jernih dan keras. Desain tipis dan kesan metal yang kokoh asyik diajak jalan-jalan.

Untuk selengkapnya bisa dilihat di tabel spesifikasi yang saya ambil dari Blog Oom Yahya berikut.
Tabel spesifikasi:

Intinya jangan salah, walaupun tanpa embel-embel Pro, Max 2 tetap smartphone profesional yang bakal menambah dunia sehari-hari penuh keajaiban.

Walaupun emak-emak bukan berarti kita tak punya keajaiban. Karena keajaiban itu tidak melulu nasib baik tapi milik mereka yang bekerja keras dan pantang menyerah.

Halten Geist!

Referensi:
Belajar Mengenal Kode Seri Zenfone, last edited 15 Maret 2017
Edar di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harga Asus Zenfone Max (M2), diposting 2 Desember 2018
Review Zenfone Max M2: Melanjutkan Tradisi Baterai Badak, dipublikasikan 13 Januari 2019