Diposkan pada blog competition, Reviews

Tetap Langsing Meski Berbuntut Dua

sf01

“Mbak Rin, awet kecil ya badannya, yang lain (aku) pada mbedah (gemukan)…”

Begitu salahsatu temanku mengomentari foto diatas. Hmmm… Kalau kataku, tidak ada yang instan atau serta merta. Semua membutuhkan proses dan konsistensi termasuk dalam hal menjaga berat badan.

Akupun sama seperti perempuan lain. Paling takut badan melar setelah melahirkan. Bahkan saking parnonya, aku pernah bertanya pada suami, jauh sebelum kelahiran anak pertama, “kalau aku jadi gendut kamu masih cinta aku ga?”

Konyol banget ya. Karena perawakanku mungil jika berbadan melar serasa bola gelinding. Bisa-bisa kalau jalan sama suami layaknya angka sepuluh 10. Dia tinggi semampai dan aku membulat. *jangan dibayangkan ya

Daripada memikirkan momok tersebut. Ini nih rahasiaku menjaga agar badan tetap awet langsing, memiliki berat badan ideal, dan perut tetap kecil tanpa lemak bergelambir. Tiga hal sederhana yang aku lakukan, yaitu:

1. Puasa

Daripada kita diet ini itu untuk mengurangi karbohidrat agar tidak overweight, kenapa tidak sekalian diniatkan ibadah sunnah saja? Puasa sebagaimana kita tahu merupakan menahan makan dan minum dalam waktu yang ditentukan. Bahkan sebelum melakukan operasi dokter kerap meyarankan puasa. Sebab, dengan puasa tubuh kita sementara akan membersihkan diri dari zat-zat yang tidak berguna.

Cara berpuasaku disesuaikan dengan kebutuhan dan dilihat dari kesibukan kecuali puasa Ramadhan ya harus sebulan penuh kecuali mendapat halangan. Misalnya puasa setiap senin dan kamis. Kadang selang-seling, sehari puasa sehari berbuka atau disebut puasa Daud. Tapi yang penting diingat begitu berbuka jangan langsung rakus segala dimakan. Terus malamnya ngemil, ya sama saja bohong ya. Kembalikan ke niat utama sebagai ibadah ya. Apalagi dalam Islam saat puasa doa kita itu di-ijabah. Jadi selama berpuasa kita juga berdoa agar badan langsing hehe… Kamu juga bisa kok puasa sesuai keyakinan kamu.

2. Olahraga ringan

Olahraga yang aku lakukan sederhana saja asal rutin. Namanya sudah ibu-ibu, aku tahu diri kalau diajak lomba lari pasti ngos-ngosan. Mengejar si kecil yang lari saja langsung keringetan. Nah, kalau tujuan olahraga yang aku lakukan adalah agar perut tetap rata yakni dengan push up 3 kali sebelum tidur dan 3 kali sesudah bangun tidur. Kalau tidak push up ya sit up, kalau saat sit up bisa juga lho melibatkan si kecil. Misalnya minta tolong mereka untuk memegangkan kaki kita agar kita lebih enak saat mengangkat badan.  Untuk yang baru memulai latihan ini, ulangi dulu beberapa kali. Aku juga yang penting kualitas dan konsisten bukan berapa kali kita bisa tapi besok sudah KO. Mending rutin 3-6 kali daripada 100 kali tapi kadang kala. Yang penting konsisten sehingga tujuan agar perut tetap rata tercapai.

Gerakan ini cocok buat siapa saja kecuali kalau baru melahirkan/operasi ya jangan ya. Tidak perlu mengeluarkan biaya mahal. Kita tidak perlu menyisipkan jadwal ditengah agenda yang padat dan malah kadang batal padahal sudah direncanakan jauh-jauh hari di pusat kebugaran.

Kalau kita sudah menjadi ibu-ibu mempunyai perut rata adalah kebanggaan bukan? Hihi… Soalnya sekarang kalau ketemu teman, aku pasti melirik bagian perut.  Lalu aku tersenyum dan tak mengungkapkan. Karena ini bagian sensitif para ibu-bu jika disinggung lemak. *Maafkan ya teman… 

3. Mengonsumsi Slim & Fit

Sekarang pertanyaannya apakah dengan mengurangi porsi makan dan berolahraga saja sudah cukup? Sebab, tubuh kita juga memerlukan menu seimbang. Kandungan gizi seperti protein, serat, karobidrat, kalsium, vitamin, dan mineral harus tetap terpenuhi. Agar berat badan ideal dan sehat. Tidak baik juga kalau terlalu kurus dan berpenampilan tidak bugar. Sebab, berat badan ideal bukan berarti kurus. Cek dulu, berat badan kita sudah ideal belum, yuk. Rumus menghitung berat badan ideal:

Berat badan ideal perempuan (kg) = {tinggi badan (cm) – 100} – {[tinggi badan (cm) – 100] x 15%}

Contoh perhitungannya misal tinggi badan 150 cm. Berat badan ideal = {150 – 100} – {[150-100]*15%} = 42,5 kg

 

sf02

Slim&Fit ini rasanya kental dan enak. Tersedia dalam dua varian rasa coklat dan vanilla. Rasanya sendiri aku cocok karena sewaktu hamil dan menyusui terbiasa mengonsumsi produk dari Kalbe (Prenagen Mommy, Lovamil, Lactamom maupun Anmum). Yang jarang minum susu tidak akan merasa eneg karena bisa diselang-seling rasa. Bisa juga disajikan hangat atau dingin sesuai selera. Catat ya: Slim&Fit ini tidak disarankan bagi ibu hamil dan menyusui ya dan anak kecil dibawah lima tahun.

Mengonsumsi Slim&Fit dua kali sehari sebagai sarapan dan makan malam atau sehari sekali saat pagi atau malam hari dapat menjaga berat badan tubuh.

Untuk mendapatkan hasil optimal bisa mengikuti saran penyajian yaitu:

  • Satu gelas Slim&Fit milk 200 kkal sebagai sarapan plus dua apel/buah
  • Makan siang nasi seimbang
  • Satu gelas Slim&Fit milk 200 kkal sebagai makan malam plus sayur dan sepotong apel/buah

Kalau pas puasa bisa minum susu Slim&Fit saat sahur dan atau sebelum tidur.

Kelebihan Slim & Fit:

  • Kenyang lebih lama (karena tinggi protein, tinggi serat, dan mengandung karbohidrat lepas lambat Isomaltulosa). Proteinnya tinggi lho jadi bisa untuk mengencangkan otot juga.
  • Rendah lemak & gula (50% lebih rendah dari susu diet sejenis)
  • Tinggi Kalsium (setara dengan susu-susu tinggi kalsium lainnya)
  • Kalori terkontrol 200 kkal/saji
  • Hasil testimoni menyatakan dapat turun 1 kg/minggu bahkan 4-6 kg sebulan

Kalau teman-teman tertarik mau mencoba, aku mempunyai voucher untuk potongan diskon 20% dengan pembelian minimal 3 box Slim&Fit varian apa saja. Makin hemat karena tidak ada maksimal penggunaan kode voucher jadi bisa dipakai berkali-kali. Langsung ke www.kalbestore.com ya dan gunakan kode berikut:

rinatri20

Itu tadi rahasia sederhana badan awet singset ala aku eh sudah bukan rahasia lagi ya. Kalau kamu gimana cara menjaga badan tetap langsing walau sudah ibu-ibu. Share juga pengalaman kamu, ya.

Happy blogging with Rina^^

Iklan
Diposkan pada Reviews

Review Susu Cair SGM UHT

IMG_9762

Awal berkenalan dengan susu cair SGM UHT adalah saat mengikuti mom ambassador SGM di Yogyakarta, 7-9 Maret 2018. Alhamdulillah, aku terpilih sebagai mombassador batch #7. Acaranya sendiri bertabur ilmu dan penuh keseruan, dari outbond, workshop, kunjungan pabrik SGM di Klaten hingga galadinner. Tak hanya buat ibu, pihak SGM pun memberi oleh-oleh buat si kecil di rumah. Yup, varian baru SGM, susu cair UHT.

Waktu ditunjukkan respon Namiya (3,5 tahun) biasa saja. Mungkin karena baru pertama melihat susu kotak dengan kemasan warna merah. Awal ia menyeruput tak begitu lahap. Penasaran, aku mencobanya. Ternyata waktu aku coba memang rasanya kurang manis. Lidahnya sudah terbiasa susu UHT yang lebih manis.

Aku sendiri tak begitu kaget, karena sudah diberi penjelasan sebelumnya tim SGM dalam salahsatu diskusi dengan Sari Husada. Rasa kurang manis ini karena susu SGM tidak menambah pemanis melainkan hanya berasal dari gula susu. Sehingga membuat kadar gula yang dikonsumsi untuk anak menjadi aman.

Akhirnya sedikit dibujuk dan diberi pengertian, Namiya mau mencoba lagi. Yang bikin geleng-geleng, dia jadi suka langsung nyelonong ke rak susu cair SGM sendiri setiap ke minimarket alias wajib beli. Rasa yang disukai coklat kalau yang stroberi dari kecil emang ga mau.

Waktu pertama kali mencoba susu cair SGM pun tak ada keluhan sakit perut atau susah BAB. Soalnya ia pernah susah BAB saat awal-awal minum UHT. Aku sendiri ga khawatir memberi susu cair SGM karena mengadaptasi kebaikan susu bubuk SGM Eksplor yang sudah memberikan gizi kepada anak Indonesia sejak tahun 1965.

Kalau ditanya hal yang paling disukai dari susu ini karena mengandung complinutri yang penting untuk mendukung tumbuh kembang si kecil. Dari perkembangan otak yang mendukung kreativitas, kekuatan tulang dan gigi, menjaga imunitas, dan menambah energi.

SGM Aktif UHT mengandung nutrisi lengkap berupa:

  • omega 3 & 6 yang mendukung kreativitas dan perkembangan otak si kecil,
  • kalsium dan vitamin D meningkatkan kekuatan tulang si kecil,
  • zinc dan vitamin C menjaga imunitas si kecil, dan
  • B1, B2, B3, B5, B6, B9 menambah energi untuk beraktivitas.

Dibalik kemasannya terdapat permainan yang menarik buat si kecil. Sebelum, aku kasih tahu ternyata Namiya sudah menemukan sendiri permainan ini. Ia ngomong sendiri sambil menggerak-gerakkan jarinya dalam labirin. Mungkin pada kemasan berbeda bisa ditambah variasi lainnya misal tebak-tebakan atau pengetahuan. Tidak harus game yang berbasis aplikasi yang harus ribet download di playstore —makan kuota dan kapasitas ruang :D–. Selain itu, secara pribadi memang tidak suka, karena kita ingin meminimalir ketergantungan anak dengan gadget.

Secara keseluruhan, aku dan Namiya suka sekali dengan SGM aktif cair. SGM cair menjadi pilihan untuk menemani dan bekal sehari-hari untuk aktivitas positifnya seperti bermain sembari belajar dan berenang. Harganya juga masih relatif terjangkau untuk kemasan 110 ml berkisar Rp 3,500. Hanya pemasarannya belum masuk ke warung/toko terdekat sehingga masih harus jauh ke minimarket/supermarket.

Dengan nutrisi lengkap sebagai ibu aku berharap Namiya bisa menjadi generasi maju yang tumbuh pintar/kreatif, percaya diri, supel, dan mandiri.

Bagaimana dengan bunda? Sudah mencoba varian baru dari SGM ini belum? Share juga pengalaman si kecil minum susu ini di komentar ya ^^

 

Diposkan pada Uncategorized

Tiga Pemenang Writing Competition #HappyLifeBefore40s

Screenshot_2018-04-26-18-40-37-1

Taraaaa…

Selamat kepada tiga pemenang writing competition #HappyLifeBefore40s #IChooseHappy yang diselenggarakan oleh Commonwealth Life.

JUARA 1 (Notebook)
Lisa Desliana
Happy Life Before 40s I Choose Happy – Mimpi dari Seorang Perempuan Muda

JUARA 2 (Kamera Mirrorless)
Murtiyarini
Raih Rasa Aman dan Berbahagialah! #HappyLifeBefore40s

JUARA 3 (Samsung Smart Watch)
Rania Fardyani

Happy Life Before 40s – Yang Muda Yang Bahagia

 

Semoga bisa menjadi referensi bagi teman-teman agar bisa menulis lebih baik dan jadi juara di blog competition berikutnya.

Happy Blogging^^

Diposkan pada blog competition

Dari Shell Eco-Marathon Make the Future dan Energi Masa Depan untuk Indonesia  

macet
Macet Jakarta (dok.pri)

Haduh… macet lagi-macet lagi!

Hal paling konyol  yang aku lakukan saat macet adalah nangis. Inget banget, waktu masih bekerja di Jakarta, setiap hari harus berjubal dengan kepadatan lalu lintas. Suatu pagi, seorang kawan mendapati mukaku yang masih sembab usai memarkir sepeda motor di tempat kerja. Sebagai kawan yang baik tentu saja ia bertanya, aku kenapa? Aku yang belum sempat menyeka wajah, haduh malu banget ketahuan, akhirnya bercerita kalau penyebab aku menangis adalah macet.

Sebagai perempuan yang besar di kota kecil Klaten, macet menjadi hal yang sangat luar biasa buatku. Kemacetan begitu menguras sisi emosional. Akibatnya, aku bisa menangis sepanjang perjalanan. Sebagai gambaran, untuk jarak sekitar 10 kilometer di Klaten aku hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit tapi di ibu kota ini, lebih dari satu jam. Wow banget kan?

Efek dari macet tersebut membuat etos kerjaku menurun drastis. Terlalu banyak energi yang sudah kuhabiskan di jalan. Aku pun sering kena omel bos karena dianggap tidak becus bekerja yang dituntut deadline. Berbanding terbalik ketika aku bekerja di kota kecil dengan hawa segar minim polusi dan bebas macet. Hffttt…

Mobil pribadi kerap kujadikan kambing hitam. Mengapa sih harus memakai mobil jika hanya seorang diri toh ibukota ini mempunyai banyak transportasi massal, seperti Transjakarta, commuter line, angkot, bus umum lainnya, bisa join 3 in 1. Aku kerap menyayangkan bodi-nya yang besar hanya diisi satu orang. Lebar jalan yang dipakai satu mobil itu bisa dipakai tiga motor atau berapa lebar jalan yang bisa kosong jika para mobil tersebut tidak ikut membuat barisan panjang dan lebar.

“Ga enak, sama-sama macet ya mending pakai mobil pribadi, ber-AC, bisa sambil ngapa-ngapain,”  begitulah kurang lebih jawab teman yang kebetulan menggunakan mobil walau setiap hari menembus kemacetan lalu lintas jarak Bogor-Jakarta yang mungkin bisa menghabiskan waktu berjam-jam jika rush hour. Ya, lalu aku sadar, menggunakan mobil adalah hak, sama halnya aku lebih memilih sepeda motor daripada naik angkot. Yup, transportasi massal sebagai sarana mobilitas harus terus ditingkatkan supaya lebih memikat.

Tentang Shell

spbu shell
SPBU SHELL (dok.pri)

Jakarta tak selamanya buruk. Di sini, aku melihat banyak hal termasuk dunia yang luas. Aku mulai familiar dengan Shell, awalnya pengetahuanku hanya sebuah stasiun pengisian bahan bakar milik swasta. Nyatanya, Shell bukan industri baru sebab sudah hadir sejak tahun 1907 dalam bidang energi untuk memproduksi bahan bakar, minyak dan pelumas mesin. Tumbuh dari sebuah toko kecil di London hampir 200 tahun silam kini merupakan salahsatu dari enam perusahaan minyak dan gas terbesar di dunia.

Tahun 2050 jumlah penduduk dunia diprediksi meningkat hingga 9 milyar jiwa. Sekitar tiga perempat populasi dunia akan tinggal di perkotaan bergabung dengan kelas menengah global. Semakin banyak orang akan membeli mobil, lebih dari dua kali lipat jumlah yang ada di jalanan saat ini. Langsung eneg membayangkan kemacetan yang semakin parah. Bagaimana dengan anak-anakku nanti jika sudah bersekolah, kelelahan di jalan akan mempengaruhi daya pikirnya. Apalagi saat ini kami tinggal di Kota Bandung yang sudah mulai mengeluhkan kepadatan berikut panas akibat emisi juga.

Kembali ke contoh kasus di Jakarta, kerugian akibat macet yang dikalkulasi awal tahun 2018 ini oleh Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mencapai  185 Trilyun Rupiah meningkat dari Rp 68,2 T pada pertengahan 2017. Sedangkan taksiran Bappenas, Jakarta rugi sekitar Rp 67,5 T atau 5 Milyar Dolar per tahunnya akibat macet ini. Rinciannya mencakup boros BBM karena terbuang sia-sia, untuk mengobati aneka penyakit akibat polusi dan stres termasuk waktu.  Dengan pemilik mobil tercatat lebih dari 3 juta dan sepeda motor hampir 14 juta dan besar kemungkinan untuk terus meningkat.

Yang paling menonjol adalah kerugian akibat macet dari bahan bakar emisi karbonmonoksida (C02) sebagai gas buang ditengah perubahan iklim. Kadang secara tidak sadar kita menganggap panas di jalan akibat sengatan matahari padahal itu bisa diakibatkan oleh emisi gas buang. Sehingga perlu energi terbarukan atau energi hijau yang bukan sekedar jargon maupun gembar-gembor semata.

Shell telah bersiap menghadapi tantangan masa depan rendah karbon tersebut melalui energi surya dan angin yang dapat menyediakan hingga 40% energi secara global pada tahun 2060 dan menjadi sumber energi utama terbesar di dunia satu dekade kemudian. Sebab, masa depan energi yang berkelanjutan merupakan hal vital. Komitmen Shell di antaranya juga mengganti pembangkit listrik tenaga batu bara dengan tenaga gas yang memiliki CCS dapat memangkas CO2 hingga 90 %.

Karenanya, transportasi untuk mobilisasi baik bersifat pribadi maupun umum merupakan hal yang penting digarisbawahi. Diperlukan pelumas dan bahan bakar yang lebih efisien termasuk bahan bakar nabati dan hidrogen rendah karbon. Shell pun berfokus dalam bidang inovasi salahsatunya melalui Shell Eco-Marathon.

Shell Eco-Marathon

video

Bukan seorang yang bekerja di bidang engineer membuatku belum familiar dengan Shell Eco-Marathon. Ini bukan lomba lari tapi merupakan kompetisi bagi mahasiswa di tiga benua Asia, Amerika, dan Eropa. Mereka ditantang untuk men-design, menciptakan hingga menguji  dan mengendarai mobil masa depan dengan bahan bakar yang ultra efisien. Mobil yang diciptakan harus bisa menempuh perjalanan terjauh namun menggunakan sumber energi paling hemat dengan tetap memenuhi standar keamanan.

It’s not about speed. It’s about energi efficiency

Kompetisi ini dibagi menjadi kategori Prototype dan UrbanConcept. Mobil juga dibagi berdasarkan tipe energi: kategori pembakaran internal mencakup bensin, disel, bahan bakar cair yang terbuat dari gas alam dan etanol dan kategori mobil elektrik, kendaraan yang digerakkan oleh hidrogen dan baterai berbasis lithium.

Shell Eco-Marathon di Asia sudah berlangsung tanggal 8-11 Maret 2018 lalu di Singapura. Hasilnya tiga tim Indonesia menyapu bersih gelar pengemudi tercepat dan hemat enegi di Driver’s World Championship (DWC)) Asia bagian dari Make the Future. Tim yang dinobatkan di tempat tertinggi yaitu Tim Semar Urban UGM (Universitas Gadjah Mada) dikendarai oleh Tito Setyadi Wiguna dengan jumlah bahan bakar yang disisakan oleh mobil Semar Urban 3.0 sebanyak 0,9%. Diikuti  ITS Tim 2 (Institut Teknologi Surabaya), dan Garuda UNY ECO TEAM (Universitas Negeri Yogyakarta). Mereka bersaing dengan tujuh tim lainnya berjuang menyelesaikan sembilan putaran dalam cuaca panas di Changi Exhibition Center.

Perjuangan ketiga tim tersebut masih akan berlangsung dengan berhadapan dengan Tim UrbanConcept terbaik dari Amerika dan Eropa dalam putaran Grand Final, di London 8 Juli 2018. Pemenang DWC Global berkesempatan mengunjungi markas Scuderia Ferrari di Maranello Italia.

Selamat kepada tiga tim Indonesia yang berhasil menjadikan All Indonesian Team sebagai juara di DWC Asia. Kita semua bangga dengan pencapaian luar biasa ini. Bukti nyata dan inspiratif bahwa anak-anak muda Indonesia memiliki talenta dan kemampuan yang sangat kompetitif tidak hanya di tingkat regional, tapi juga di tingkat global.

Sumber daya manusia yang resilient, inovatif, dan mampu berkompetisi di ajang global menjadi modal untuk menjadi pemenang di era revolusi industri 4.0.

Darwin Silalahi, Country Chairman dan President Director PT Shell Indonesia

Selain DWC, ajang ini juga mengumumkan para pemenang kategori Prototype:

  • Rekor jarak tempuh terbaik adalah 2.341,1 km/l disabet oleh Panjavidhya1 dari Panjavidya Technological College (Thailand). Hasil ini juga memecahkan rekor sebelumnya di angka 2.288,9 km/l.
  • Kategori Battery Electric dengan hasil 511,0 km/kWh oleh Team HuaQi-EV dari Guangzhou College of South China University of Technology (China)
  • Kategori Hidrogen dengan hasil 404,3 km/m3 oleh TP ECO FLASH dari Temasek Polytechnic (Singapore)

Penghargaan off-track yang diberikan diluar kategori di atas:

  • GARUDA UNY ECO TEAM dari Universitas Negeri Yogyakarta (Indonesia) mendapatkan penghargaan Safety Award untuk desain UrbanConcept car.
  • EnduroKiwis dari University of Canterbury (New Zealand)mendapatkan penghargaan Technical Innovation Award untuk mesin 3D-printed titanium yang merupakan desain mobil
  • NUST Eco-motive dari National University of Siences and Technology (Pakistan) memenangkan penghargaan Preseverance and Spirit

Lokasi Ajang Shell Eco-Marathon Tahun 2018:

  • Shell Eco-Marathon Asia 8-11Maret di Singapura
  • Shell Eco-Marathon Amerika 19-22 April di Sonoma, California
  • Shell Eco-Marathon Eropa 5-8 Juli di London, Inggris

Dari Shell Eco-Marathon Untuk Indonesia

Team Indonesia di Shell Eco-Marathon 2018
Team Indonesia Merayakan Kemenangan

Sebagai warga Indonesia kita boleh bangga dengan pencapaian tim tanah air di Shell Eco-Marathon, Singapura tersebut. Total ada 26 tim mahasiswa Indonesia dari 120 tim mahasiswa seluruh kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah yang bertanding guna meraih gelar paling hemat energi. Bagi pemenang DWC, mereka akan berjuang kembali menjadi pemenang global. Kita mendoakan yang terbaik sebab tugas mulia mereka mengharumkan nama bangsa.

Namun, terlepas dari semua itu, begitu ajang ini usai, kerja dan karya tidak boleh berhenti. Hasil karya tersebut harus bisa lebih aplikatif dan bermanfaat bagi bangsa bahkan dunia. Jakarta sebagai tolok ukur dan model kota di Indonesia yang selalu terancam dead lock dibenahi dengan berbagai tawaran design mobil masa depan yang hemat energi.

Sehingga harapannya,

Satu Hasil Shell Eco-Marathon bukan hanya mobil untuk kompetisi melainkan menjadi mobil aplikatif. Mobil bisa layak dan bisa dikendarai di jalan raya untuk solusi kemacetan. Mobil ini bisa menjadi alternatif bagi mereka yang bepergian sendirian tapi tidak ingin kepanasan. Jadi tidak perlu membawa mobil segede gambreng yang hanya berisi satu orang tapi mengusai jalan dan menyerobot hak pengguna jalan lain. Karena, setiap pengguna jalan memiliki hak dan kewajiban serta prinsip saling menghargai.

Design Mobil Semar Urban UGM
Mobil Semar Urban UGM

Dua Mobil hemat energi dan bahan bakar terbarukan bisa mengalihkan bahan bakar fosil yang sudah digunakan ratusan tahun. Mengingat proses terbentuknya minyak dan batubara mengalami perjalanan panjang hingga jutaan tahun. Sisi baiknya, menggunakan energi terbarukan bisa meminimalkan dampak pemanasan global. Ilmuwan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menaksir suhu bumi meningkat 1.1-6.4 derajat celcius antara tahun 1900-2100 akibat aktivitas manusia yang menambah gas rumah kaca ke atmosfer. Pemanasan global mengancam cairnya es di kutub yang dapat meninggikan muka air laut. Ilmuwan IPCC memprediksi tinggi muka air laut naik 9-88 sentimer pada abad ke -21. Akibatnya dapat menenggelamkan pulau-pulau kecil dan daratan pantai.

Design Mobil Garuda UNY ECO TEAM
Mobil Garuda ECO UNY Team

Tiga Terbentuk kota modern yang ramah energi dan penuh warna. Kota yang sehat dan penduduknya bahagia melahirkan generasi muda kompetitif penantang revolusi industri berikutnya. Etos kerja tinggi meningkatkan daya saing bangsa menjadi bangsa yang maju. Hal tersebut diantaranya ditunjang adanya mobil futuristik dengan Design UrbanConcept yang minimalis dan modern, efisiensi bahan bakar dan safety melenggang di jalanan.

Melalui Shell yang telah memfasilitas diskusi, kolaborasi, dan inovasi seputar beragam tantangan energi,  semoga anak bangsa terus terpacu melahirkan karya yang menjadi solusi tantangan global back to local.

Event Shell Eco Marathon Singapura sukses dihadiri lebih dari 15 ribu pengunjung pelajar pengusaha perusahaan pemerintah dan masyarakat umum. Beragam gagasan dan inovasi dipamerkan, Energy Theater, lantai dansa kinetik hingga Liter of Light yang menghasilkan energi bagi perumahan perkotaan dan desa-desa di Filipina dengan menggunakan satu unit panel surya dan sebotol air.

Semoga tulisan ini bisa memberi informasi dan bermanfaat. Kawan juga bisa menuliskan terkait event Shell Eco-Marathon untuk mendapatkan hadiah kece dari Shell untuk  tiga tulisan terbaik.

Silakan klik gambar untuk informasi blog competition persembahan Warung Blogger dan PT. Shell Indonesia.

hadiah WB-SHell

*Sumber dan Referensi:
Foto Shell Eco Marathon http://www.flickr.com/photos/shell_eco-marathon
https://www.shell.com
https://www.shell.co.id
https://warungblogger.com
https://wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global
https://wikipedia.org/wiki/Shell

Diposkan pada Uncategorized

Ini lho Pemenang Lomba Blog HARKONAS, Konsumen Cerdas di Era Digital 2018

IMG_20180421_112442

Akhirnya, saat yang mendebarkan tiba ya. Setelah ditutup tanggal 14 April lalu untuk dilakukan penjurian, tepat tanggal 20 April 2018 diumumkan para juaranya.

Ini dia untuk kategori pemenang blog, selamat:

JUARA 1
Lalu Alfian Rifai
dengan total nilai 83 asal Lombok Barat
HARI GINI KAMU BELUM JADI KONSUMEN CERDAS?! RUGI SOB..!!

JUARA 2
Jovie Candra Purnama
dengan total nilai 81 asal Situbondo
Kunci Utama Berbelanja di Era Digital Adalah Menjadi Konsumen Cerdas

JUARA 3
Muhammad Jumardan
dengan total nilai 79,25 asal Jakarta Barat
Maaf link-nya aku belum menemukan. Kalau teman ada yang tahu silakan di share di kolom komentar ya.

Kalau artikel yang ikut aku lombakan juga:

Konsumen Cerdas di Era Digital Itu…

Melihat artikel para pemenang emang kualitas tulisanku jauh di bawah mereka. Mereka tidak hanya menulis tapi juga melengkapi konten penunjang yang bagus. First winner menambahkan komik dan juara kedua menambahkan ilustrasi grafis yang kreatif. Sudah begitu mereka juga tercatat peserta yang awal mendaftar. Niat banget kan. Bukan barisan mepet deadline kaya aku hehe… Gambar di artikel pun mengambil dari sumber lain hihi…

Yup, setidaknya itu pelajaran di lomba harkonas kali ini. Sekali lagi selamat buat para pemenang dan selamat terbang ke Bangka Belitung yah untuk mengikuti perayaan puncak Hari Konsumen Nasional 2018.

Ohya selain lomba blog, ada juga lomba video klip. Ini dia pemenangnya:

Pemenang Lomba Video Klip, selamat kepada:

JUARA 1
Marsha Kamila Nursabrina (Yogyakarta, Nilai: 74,25)

JUARA 2
Muhammad Rizal Fuadi
(Solo, Nilai: 73)

JUARA 3
Revo Okto Krisna
(Mojokerto, Nilai: 72,25)

Tetap semangat, teman. Mari kita coba lagi di kesempatan selanjutnya. Semoga lebih hoki dan tetap menjadi koncer ya^^

 

*sumber nama-nama pemenang dari instagram @harkonas