Diposkan pada Artikel

Seberapa Penting Akses Wifi Gratis bagi Smart City?

images wifi
Gambar Middlesbrough Council

Awal tahun 2000an baru segelintir orang saja yang mengenal internet. Saat itu bisa mengakses internet terbilang “wah”. Itupun kebanyakan diakses melalui warung internet (warnet) yang mulai menjamur. Handphone belum banyak yang mengandalkan internet kecuali sebagai fitur tambahan seperti email, mesin pencari, dan media sosial yang terbatas.

Mulai pertengahan dekade pertama millenium, masyarakat sudah mulai melirik laptop. Sekitar tahun 2010, modem mulai menjadi piranti wajib pemilik laptop untuk bisa mengakses internet secara gampang dan tak perlu kemana-mana. Internet gratis oleh pemerintah melalui Kominfo di kantor-kantor pemerintah juga gencar dibangun.

Meninggalkan sepuluh tahun pertama era millenial seperti itu juga warnet mulai ditinggalkan. Warnet-warnet yang sempat menjamur seperti disemprot pembasmi hama yang mulai jarang ditemukan. Hanya satu dua yang bertahan dengan inovasi dan mengubah menjadi game online. Kemudian masuklah era smartphone yang membuat internet kian mudah saja. Tua, muda, remaja bahkan anak-anak semua bisa mengakses tanpa batas asal mempunyai paket data.

Akses wifi yang tadinya hanya bisa dinikmati pemilik laptop kini juga menjadi incaran pemilik smartphone. Free wifi atau adanya hotspot berkembang pula menjadi salahsatu strategi bisnis menarik konsumen. Misalnya di tempat kuliner yang mana sembari bersantap bisa berseluncur ke dunia maya, di pusat-pusat perbelanjaan, dan hiburan. Wifi juga sudah hampir menjadi sebuah kewajiban di kantor-kantor publik maupun perusahaan baik milik pemerintah maupun swasta.

Sekitar tahun 2015, kemana-mana sebagian besar pemilik smartphone atau laptop, akan menanyakan, ada wifi-nya ga? Bahkan akses wifi gratis ini juga menjadi parodi salah satu iklan yang lucu dan menghibur.

Melalui akses internet, semua orang bisa saling terhubung tanpa batas. Di era digital, internet juga telah masuk ke berbagai lini kehidupan. Sekarang ini rasanya semua bisa dilakukan secara online. Di antaranya melakukan aktivitas sosial, mencari informasi, memesan layanan transportasi atau akomodasi, berbelanja online, streaming, melakukan transaksi perbankan maupun pembayaran tagihan, belajar, berkarya bagi sebagian orang, dan lain-lain.

Jadi, menurut saya akses wifi gratis di era digital ini sangat penting. Terlebih jika ini mendukung  keberhasilan smart city.

 

Posisi CBN Digital Nation

Screenshot (11)

Istilah hosting, server, Internet Service Provider (ISP) apa sih ini? Sama halnya dulu awal-awal mendengar internet, wifi, hotspot, apa sih itu? Namun, tentu sebagai generasi millenial meskipun sudah ibu-ibu tidak boleh tidak mengetahui. Apalagi jika memutuskan menjadi seorang blogger. Menjadi blogger walau belum profesional memaksa saya terus belajar mengenai istilah-istilah teknologi informasi, konten marketing, dan mengikuti perkembangan digital.

CBN Digital Nation merupakan salah satu pioneer Digital Service Provider (DSP) sejak tahun 1996. Perusahaan ini resmi menjadi DSP sejak 28 Oktober 2017 yang dilangsungkan di 23Paskal Shopping Centre. CBN Digital Nation menjamin kualitas kecepatan internetnya karena menggunakan fiber optik. Kecepatannya mencapai 1 Giga byte per second (Gbps) artinya bisa mengunduh file ukuran 1 GB dan 2 GB hanya dalam waktu 1 detik saja. Atau seperti membuka enam layar youtube full HD tanpa buffering alias lancar tak tersendat.

Wow… dengan internet sedemikian cepat tentu kita sebagai users terutama pecinta game online dan yang berkarya di bidang ini akan semakin dimanjakan. Tak cukup disitu, CBN Digital Nation dan Fiber Star bekerjasama dengan raksasa internet Google menghadirkan akses wifi gratis di beberapa kota di Indonesia. Awalnya Google Station ini diterapkan di India. Mengutip twitter @mobileworldlive, sebanyak 15 ribu users mengakses wifi Google Station di 150 stasiun kereta atau dengan kata lain 6,5 users per bulan. Di Indonesia, Google Station telah menghadirkan akses wifi gratis di spot-spot publik seperti di kota Bandung, Depok, dan Tangerang Selatan. Hal tersebut dilakukan dalam upaya mendukung smart city. Sebuah kota cerdas dengan kemudahan akses informasi bagi warga kotanya dan mendukung kampanye literasi digital di Indonesia.

Akses wifi gratis di ruang publik CBN Google Station yang ada di Bandung saat ini terdapat di tujuh titik. Mengutip twitter CBN Digital @di_cbn yaitu di RS Halmahera Siaga, Upside Down World, Taman Sempur (ini kalau tidak salah Bogor), Sudirman Street dan night market, RS Melinda 2, Sentosa Hospital, dan RS Muhammadiyah. Kalau saya melihatnya, akses wifi gratis ini tersebar di ruang publik seperti pelayanan kesehatan, pedestrian, dan ekonomi. Hal ini senada dengan konsep yang diusung CBN Digital Nation yaitu smart city dan integrated system.

Bagi pusat pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, kerjasama ini menghasilkan kualitas koneksi yang lebih baik. Artinya rumah sakit akan dapat memberikan pelayanan lebih optimal dengan pengurusan administrasi secara online. Pasien tidak perlu antri mendaftar sehingga begitu tiba bisa langsung tertangani dengan baik. Efektif waktu dan tenaga. Kemudian terbayang jika sudah tercatat sebagai member lalu kita bisa mengakses rincian biaya dan melakukan pembayaran secara online pula.

Seperti kata Walikota Bandung Kang Emil pada suatu kesempatan, anak muda Bandung suka nongkrong. Nongkrong-nongkrong kemudian terbentuk komunitas sehingga banyak komunitas kreatif di kota ini. Sebagai salahsatu kota yang telah mencanangkan smart city, kecepatan internet tinggi akan memudahkan anak-anak muda generasi “zaman now” yang membutuhkan streaming video Full HD dalam mencari dan menggali inspirasi, inovasi maupun kreativitas. Itulah pentingnya wifi gratis diberikan di tempat-tempat berkumpulnya anak muda seperti Upside Down World, tempat wisata terbalik yang kekinian. Di tempat wisata internet juga mendukung e-ticket.

Berjalan di pedestrian sebagai bagian gaya hidup kaum urban perlu didukung dengan gampangnya mengakses berbagai layanan internet seperti email, pemesanan transportasi online, pembayaran, dan jasa pengiriman makanan maupun barang lainnya. Masyarakat harus didorong dan didukung bersosialisasi di tempat publik terbuka yang nyaman. Misalnya di Jalan Sudirman yang sudah disediakan bangku-bangku di pinggir jalan. Adanya wifi gratis akan mendorong warga datang ke sini sehingga ada interaksi sosial dan perekonomian di sekitar. Jalanan kota bukan sekedar perlintasan kendaraan bermotor. Kota lebih humanis sebagai sebuah ciri lain kota cerdas.

Untuk mendukung e-commerce atau di sektor perdagangan maka tempat-tempat makan, kuliner perlu juga dilirik untuk diberikan akses wifi gratis. Sembari makan, di pedestrian, atau nongkrong, warga tetap bisa produktif dan berkarya. Terlebih saat ini pekerjaan di bidang digital ragam pilihannya dan sedang digandrungi mulai blogger, vlogger, youtuber, dan lain-lain.

 

Dens TV; Its Simply Entertaining

dens tv

Salahsatu inovasi lain CBN Digital Nation adalah aplikasi televisi berbayar melalui smartphone. CBN Digital Nation menghadirkan Dens TV sebagai layanan digital entertainment. Mengusung Its Simply Entertaining, Dens TV bakal menjadi salahsatu lifestyle generasi masa kini. Pengalaman baru dalam dunia hiburan dengan akses mudah cukup dalam genggaman. Sebuah new experience menonton televisi kapan saja dan dimana saja. Plus e-classroom sebagai ruang mendampingi anak SD belajar dan e-commerce yang memanjakan kaum hawa pada umumnya berbelanja online. Hmmm…

Kalau Temans mau mencoba bisa diunduh melalui playstore. Dens TV menyajikan saluran premium, televisi lokal, dan internasional. Mau menonton acara favorit tapi kok masih terjebak macet? Solusinya cukup dengan membuka Dens TV dari layar smartphone.

Selain saluran televisi yang bisa ditonton secara langsung. Banyak daftar film yang bisa disaksikan ketika mungkin sedang bosan menunggu. Pilihannya sangat banyak dari award winning, watch out, adrenalin rush, kartun lovers, dan asian/western movie. Film-film yang bisa juga ditonton bersama anak.

Lalu, saya mencoba bertanya pada diri sendiri, kalau bisa melihat televisi di rumah dengan layar besar, kenapa sih harus menyaksikan dari smartphone? Kembali pada uraian sebelumnya, ya, sebuah pengalaman baru dan bagian gaya hidup kaum urban sebagai generasi millenial. Mau itu sedang nongkrong, dalam perjalanan, kita bisa mengakses televisi dan tidak ketinggalan acara maupun update berita. Sebuah terobosan di bidang hiburan yang memanjakan bukan apalagi ditambah internet cepat?

 

CBN Blog Competition

 

Iklan
Diposkan pada Artikel, lomba blogging

Smartphone antara Kebutuhan dan Gaya Hidup

Ketika kita belajar ekonomi di sekolah dikenal tiga macam kebutuhan. Kebutuhan tersebut adalah kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Kebutuhan primer merupakan kebutuhan pokok setidaknya meliputi sandang, pangan, dan papan. Kemudian ditunjang dan dilengkapi dengan kebutuhan sekunder. Selanjutnya adalah kebutuhan tersier jika dua kebutuhan sebelumnya telah terpenuhi  yaitu kebutuhan akan kemewahan.

Di akhir tahun 1990-an dan awal millenium, ponsel termasuk kebutuhan tersier. Namun, hal tersebut semakin bergeser. Memasuki 10 tahun kedua millenium, seiring hadirnya posel pintar atau smarthone, telepon genggam rasanya bukan barang  “wow” lagi kecuali jika kita membicarakan tipe atau merek yang digunakan.

Saat ini, bisa dikatakan siapa sih yang tidak memiliki smartphone? Bahkan, di kota-kota besar tak jarang kita jumpai, satu orang memiliki lebih dari smartphone? Banyak alasan dari alasan memisahkan antara ponsel untuk personal dan bisnis hingga sekedar mengikuti gaya hidup “zaman now”-katanya.

Lalu bagaimana pengaruhnya dengan keluarga kita? Jika dulu orang tua memegang HP layar sentuh dibilang “nggaya” sekarang tidak lagi. Orang tua bahkan bukan golongan pejabat, pengusaha sekalipun sekarang sudah banyak yang memiliki HP. Pakde saya, sudah berumur kepala lima ke atas, soal smartphone jangan salah, bisa-bisa kita yang muda kalah. Dari strata sosial, dia bukan golongan kelas atas tapi urusan ponsel pintar tak boleh ketinggalan pun aplikasinya, dari facebook hingga sekarang booming instragam, dari era BBM sampai what’s app dan lainnya.

Telepon genggam diciptakan pada mulanya untuk mempermudah komunikasi hingga sekarang menjadi kebutuhan aktualisasi diri. Tanpa smartphone dengan jaringan internet tentunya, setiap orang bisa mengunggah aktivitas dan apa yang sedang dipikirkan, tentang kicauan, dan live gambar maupun video. Bayangkan saja, beberapa tahun yang lalu, kita rela antri di warung-warung internet hanya untuk update status facebook atau sekedar chatting via yahoo masenger atau membuka email dan browsing artikel untuk tugas bandingkan dengan sekarang, hanya dengan membuka telapak tangan dan tab layar semua terasa mudah dan cepat tanpa perlu kemana-mana.

Smartphone adalah kebutuhan, oke, tidak salah bagi yang membutuhkannya. Memiliki smartphone untuk lifestyle, boleh juga, tidak salah. Namun, yang penting diingat dengan segala kemudahan dan daya tarik smartphone alangkah baiknya jika kita menggunakan secara bijak. Terlebih pengaruh smartphone ini sudah masuk hampir  ke segala lini kehidupan termasuk anak saya yang masih balita. Setiap hal memiliki sisi positif dan negatif. Beruntunglah kita yang mampu mengoptimalkan sisi baiknya dan meminimalisir yang buruk.

Pertama. Smartphone tidak menggantikan peran sosial kita di masyarakat. Jangan sampai ada istilah, adanya smartphone menjadikan yang dekat menjadi jauh dan menjauhkan yang dekat. Pernah mengalami, sedang duduk berdua dengan teman tapi teman kita asyik sendiri dengan gadget-nya ditambah nyengar-nyengir sendiri lalu kita bagai obat nyamuk? Kadang ini pun terjadi antara saya dan suami, tapi tak segan di antara kami saling menegur jika salah satunya sudah mulai asyik sendiri dengan smartphone. Itulah pentingnya ketegasan bahwa di waktu keluarga tak boleh ada gadget terutama di depan anak yang masih balita.

Kedua. Menggunakan sesuai kebutuhan dan tujuan kita membeli smartphone. Misalnya tujuan ibu rumah tangga membeli smartphone adalah untuk online shop lewat media sosial. Jangan justru porsi besarnya untuk memposting status-status privasi yang berujung pada retaknya rumah tangga. bahkan saling bergosip lewat group maya. Selain juga hindari menyebarkan hoax atau kabar yang belum dicek kebenarannya, mengunggah status yang menyebarkan kebencian, pornografi, isu-isu SARA. Tidak mau kan karena status kita terkena UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Meskipun negara menjamin kebebasan dan kemerdekaan berpendapat tapi ada norma ada kaidah yang harus kita patuhi baik tertulis maupun tidak.

Ketiga. Menghindari memberikan hak milik smartphone pada anak sebelum umur yang disarankan. Dikutip dari The Asian Parent bos komputer dunia Bill Gates justru tidak memperbolehkan gadget sebelum usia 14 tahun. Dia bahkan tegas menolak ketika anaknya meminta gadget sebelum usia tersebut disaat teman-teman mereka sudah memiliki smartphone. Kenapa? Karena anak sudah belajar membedakan mana yang baik dan buruk. Sebelum usia itu, anak bisa dipinjami gadget dengan batasan waktu tertentu dan dalam pengawasan orang tua tentunya agar terhindar dari efek kesehatan maupun pengaruh negatif dari sisi mental dan sosial. Masa-masa emas seorang anak harus dilatih dan dirangsang motoriknya sebagai ibu jangan malas terus melatih kreativitasnya. Jangan karena anteng dengan smartphone, kita sebagai ibu jadi lalai dan malah asyik bermedia sosial juga. Ini juga tantangan tersendiri bagi saya sebagai seorang ibu.

Selalu bijak dengan smartphone yang sudah menjadi kebutuhan dan gaya hidup ya 🙂

 

 

 

 

Diposkan pada Artikel

Tips Lulus Passing Grade Ujian CAT CPNS

Hi…

Saya muncul lagi setelah agak lama vakum. Alasannya fokus mempersiapkan diri untuk ujian CAT. Salah satu tahapan mengikuti CPNS 2017. Usai dinyatakan lolos berkas administrasi peserta CPNS dipanggil mengikuti tahap berikutnya yaitu Tes Kompetensi Dasar (TKD) berbasis komputer secara online atau Computer Assisted Test (CAT).

Memang sih agak momok tersendiri TKD yang terdiri dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelejensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) ini ditambah beban passing grade yang lumayan. Sesuai Permenpan RB No 22 Tahun 2017 tentang nilai ambang batas TKD CPNS tahun 2017 yaitu TWK 75, TIU 80, dan TKP 143.

Jumlah soal TKD ini secara keseluruhan ada 100 soal terdiri dari TWK 35 soal, TIU 30 soal, dan TKP 35 soal yang dikerjakan dalam waktu 90 menit. TWK merupakan tes yang mengujikan wawasan kebangsaan bagi peserta CPNS yang meliputi empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). TIU mirip soal potensi akademik ujian masuk perguruan tinggi negeri sedangkan TKP semacam psikotes.

Sistem CAT diterapkan agar penerimaan CPNS jauh dari praktek PUNGLI, transparan, dan menjaring sumberdaya terbaik. Karena itu, usai mengikuti tes ini skore pun akan langsung keluar sehingga peserta akan mengetahui lolos passing grade atau tidak. Saya sendiri awalnya tidak mau melihat skore karena takut tidak lolos tapi begitu waktu habis soal akan menutup sendiri dan langsung keluar rekapitulasi data kita dan skore ujian. Tarara… Saya syok, kaget, dan langsung berucap alhamdulillah… Saya lolos dengan nilai tidak mepet-mepet banget mengingat persiapan saya yang ya…ibu rumah tangga dengan dua batita tanpa pengasuh…bisa dibayangkan^^

Nah, untuk yang akan mengikuti tes ini, berikut tips dari saya supaya bisa lolos juga ya.

  • Banyak latihan soal. Kalau fresh graduate mungkin masih manjur metode menghafal ya. Tapi kalau yang sudah bekerja atau seperti saya mungkin banyak latihan soal akan sangat membantu. Saya sendiri tidak membeli buku latihan soal CPNS. Namun, kebanyakan download dan belajar dari contoh soal SNMPTN milik adik. Latihan soal ini menurut saya lebih efektif karena kita bisa mengetahui berbagai model soal daripada menghafal. Kalau menghafal materi kita kan sangat luas berbeda dengan ujian sekolah atau kuliah yang sudah ditentukan materinya. Lagipula banyak blog yang memposting contoh soal-soal CPNS.
  • Sering ikut simulasi CAT BKN. Karena yang memfasilitasi Ujian CAT ini adalah Badan Kepegawaian Negara (BKN) maka jangan sungkan “menengok” website-nya ya. Kita bisa ikut simulasi CAT secara gratis hanya cukup mendaftarkan email dan mengisi nomor KTP. Saran saya jangan cuma sekali tapi berkali-kali. Sebab, soal antara simulasi pertama dan berikutnya berbeda meski ada beberapa yang sama. Simulasi ini akan membiasakan otak kita dengan sistem CAT dan tentunya mengetahui model soal. Jadi sewaktu dihadapkan dengan CAT yang sesungguhnya kita sudah terbiasa dan tidak gaptek atau shock terlebih dahulu. Setelah dinyatakan dipanggil TKD ada jeda dua minggu untuk ujian CAT. Saya melakukan simulasi CAT sebanyak lima kali dan tidak ada yang lolos passing grade wahaha…
  • Yakin Kamu adalah Pemenang. Ada suatu pepatah saya lupa lengkapnya, kurang lebih ketahui medannya, jika kamu sudah merasa yakin lawanlah, maka dalam setiap pertempuran kamu akan memenangkannya. Yakin adalah suatu upaya psikologis agar otak kita merespon hal yang sama dan berusaha mewujudkannya. Psikis dan Mental sangat penting dalam ujian CAT. Sugesti positif akan sangat membantu agar dorongan semangat dan berpikir lebih lancar saat mengerjakan soal. Berbeda dengan orang pesimis, soal mudah pun akan terasa rumit karena otak sudah diajak untuk berpikir negatif.
  • Minta Restu Orang Tua dan Suami (kalau sudah menikah). Sebelum ujian saya menelpon bapak untuk minta do’anya tak lupa tentu ibu yang pasti terlebih dahulu. Meski do’a ibu adalah mustajab, jangan sepelekan do’a ayah ya. Terkadang usai kita minta restu, ayah akan memberi wejangan dengan logika-nya berbeda dengan ibu yang cenderung menggunakan sisi emosi. Jadi agar seimbang otak kita dalam menerima nasehat dan tentu saja karena kita wajib berbakti pada ibu dan bapak bukan ibu saja. Ketika menikah, ridho Alloh jika suami ridho, dari sejak memutuskan ingin mendaftar CPNS, saya melibatkan suami. Toh, saya bekerja bukan untuk mencari nafkah apalagi menggantikan posisinya. Saya ingin mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku sekolah maupun kuliah atas jerih keringat orang tua saya agar berkah dan menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama dan bangsa. Juga ingin menjadi teladan bagi anak-anak saya. Beruntung, suami mengantar dan menunggui ujian, sebelum masuk ruang ujian saya kembali memohon doa darinya. Meresap banget lho ke hati dan sangat berperan dari sisi psikis. Terima kasih Ibu, Bapak, dan Suami senantiasa mendoakan yang terbaik bagi saya.
  • Pasrah dengan Yang Maha Kuasa. Setelah usaha dan ikhtiar telah dilakukan pasrah kepada Alloh SWT. Karena sepintar apapun kita, tanpa campur tangan-Nya, kita bukanlah apa-apa. Selalu memohon pertolongan dari-Nya dan mengingat-Nya dimanapun dan kapanpun kita berada. Sebelum ujian berdoa terlebih dahulu begitu pula setelahnya dan di sela-sela ujian, selalu berdzikir pada-Nya.
  • Manajemen waktu. Karena jumlah soal ada 100 dan waktu 90 menit berarti satu soalnya harus dikerjakan kurang dalam satu menit. Kerjakan yang mudah dulu. Lewatkan soal dengan paragraf panjang karena ini sangat memakan waktu. Sayang kan kalau waktu habis sebelum semua soal terbaca padahal bisa jadi setelah soal dengan paragraf panjang kamu bisa menjawab dengan jawaban yang benar. Terlalu lama di satu soal juga akan membuat kita bisa lebih panik begitu melihat waktu. Jadi kalau saya ya kerjakan yang mudah, baru berdasarkan tingkat kesulitan. Kalau mengerjakan paling sulit dulu takutnya energi kita keburu habis di soal tersebut dan malah soal yang mudah kita jadi kehilangan fokus dan tidak konsentrasi.

Semoga tips saya bermanfaat ya. Keep fight meraih impianmu. Jangan jadikan keadaan menjadi alasan yang menghalangi mewujudkan mimpi. Oia, salah satu teman saya yang lebih dahulu menjadi CPNS memberi nasehat, sing penting sinau, ga sinau, rugi, adoh-adoh, kesel awak (yang penting belajar, ga belajar rugi, jauh-jauh, capek badan). Kalimat itu menjadi cambuk bagi saya.

Meski sudah lolos, bukan berarti saya hip hip hura, karena saya masih harus menunggu dipanggil tes tahapan berikutnya, yaitu Tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Do’akan semoga saya dipanggil di instansti yang saya daftar ya, nanti saya akan share lagi pengalaman saya 😀

Ada yang ikut CPNS 2017 juga, share yuk!

Halten Geist!!!

Diposkan pada Artikel, Echi's Wife, ODOP

Tips Melahirkan Normal

Melahirkan secara normal merupakan dambaan setiap ibu. Sebab, pemulihan seorang ibu lebih cepat, begitu juga ASI dipercaya lebih lancar. Kecuali untuk keadaan darurat demi menyelamatkan ibu dan bayi, persalinan melalui operasi sesar memang dibutuhkan.

Waktu kehamilan pertama banyak yang menyangsikan, saya dapat melahirkan secara normal. Fisik saya yang kecil dengan tinggi badan sekitar 150 sentimeter penyebab utama keraguan tersebut.

Agar bisa melahirkan secara normal. Persiapan-persiapan yang saya lakukan di antaranya:

  • Latihan napas. Saat melahirkan normal kita harus mengejan. Nah, saat mengejan ini kita butuh napas yang panjang. Sering – sering latihan napas panjang atau bisa dengan berjalan kaki.
  • Senam hamil. Iku kelas senam hamil mungkin lebih baik. Tapi kalau saya dulu hanya mengikuti petunjuk di buku pink dari bidan dan mencari di internet. Senam ini akan membantu mempersiapkan otot-otot yang berhubungan dengan kelahiran normal.
  • Banyak berdoa dan bersujud. Kalau kita Muslim, sujud dalam sholat secara ilmiah sudah terbukti akan membantu posisi bayi sempurna yaitu kepala di bawah. Saat sujud pula kita disarankan banyak berdoa karena waktu itu adalah waktu kita terdekat dengan Alloh.
  • Sering mengobrol dengan jabang bayi. Sejak dalam kandungan saya suka bicara sama anak. Misalnya kalau sudah waktunya lahir yang lancar ya, saling menguatkan sama ibu ya… dan sebagainya. Ini juga bisa menghilangkan stress atau rasa khawatir jelang waktu melahirkan lho,Bund.
  • Minta restu ibu dan suami. Jika masih mempunyai ibu, doa ibu adalah yang terbaik. Kalau ibu sudah meninggal jangan  berkecil hati. Karena setelah orang tua, saat kita sudah menikah, ridho Alloh jika suami sudah ridho. Saya sering meminta suami mendoakan saya dan anak. Jangan sungkan ya sama suami sendiri. Toh, kita sudah setuju dipinangnya seumur hidup.
  • Mantapkan niat dan tekad. Ada senior waktu di kampus yang menjadi contoh saya. Pinggangnya lebih kecil dari saya. Dia sudah divonis kelahiran sesar. Tapi, dengan niat dan tekad yang kuat ia akhirnya bisa melahirkan normal. Di kesempatan terakhir yang diberikan bidan, anak pertamanya lahir dengan sehat. Ibunya juga.

Alhamdulillah dengan melakukan hal tersebut, kedua anak saya lahir dengab normal. Dua-duanya lahir di bidan desa dengan kelahiran normal dan waktu bersalin yang lancar.

Tidak ada yang memungkiri rasa sakit seorang ibu yang hendak melahirkan. Namun, semua rasa sakit dan lelah tersebut akan terbayar dengan jerit tangis bayi yang lahir. Kemudian saat bidan meletakkannya di dada kita untuk di Inisiasi Menyusui Ini (IMD). Saat tangan kita menyentuh tubuh mungil darah daging kita.

Bunda sedang hamil, semangat ya. Semoga tips saya bisa membantu. Jangan mengeluh karena anak adalah amanah 🙂

images (1)
Sumber: Kumpulan Doa Pilihan

 

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Diposkan pada Artikel, ODOP

Ibu Hamil Harus Mandi Saat Gerhana Bulan, Mitos atau Fakta?

“Nanti malam jangan lupa mandi pas gerhana bulan,” ucapan bernada mengingatkan dari ibu “senior” itu tiba-tiba menghentikan percakapan kami, tiga ibu muda yang tengah bercengkerama sembari menunggu anak-anak bermain. Kami bertiga saling memandang dan tertawa. Bukan meledek tapi bergurau sehingga tidak ada yang tersinggung. Maklum satu di antara kami ada yang tengah mengandung delapan bulan.

Saya yang belum pernah mendengar mitos ini langsung bertanya, memangnya kenapa? Katanya kalau tidak mandi nanti ada tanda lahir atau bulatan-bulatan gelap di kulit si bayi. Nah, si ibu yang hamil, mengatakan ada empat tanda di kepala anaknya yang sulung (5 tahun) karena waktu tengah kehamilannya tidak mandi. Kebetulan atau memang fakta karena pengaruh gerhana bulan?

Sebagai ibu generasi millenial tentu tidak boleh memakan mentah-mentah informasi ini donk ya. Memanfaatkan google saya mencari tentang mitos ini, belum ada bukti ilmiah yang mengatakan bahwa gerhana bulan menyebabkan cacat pada bayi dalam kandungan saat lahir nanti. Namun, sebagian besar masyarakat Bandung masih mempercayai tradisi dan kepercayaan ini. Seperti dikutip inilah, tahun 2011 malah puluhan ibu hamil mandi bersama saat gerhana bulan.

Karena penasaran, begitu pagi hari dan bertemu teman yang tengah hamil, saya langsung bertanya, “Tadi malam mandi pas gerhana bulan?”

“Iya, setengah dua-an,” jawabnya.

Hmmm… Skip…

Selain searching lewat mesin pencari biasanya saya juga berdiskusi dengan suami. Saya menyampaikan dulu uneg-uneg lalu meminta tanggapan. Bla…bla…bla… kami ngobrol tentang gerhana bulan dan mitos yang baru saya dengar. Tiba-tiba saya berceletuk, “Jangan-jangan tanda lahir di tangan Oziel (anak bungsu saya, 10 bulan) gara-gara tidak mandi waktu gerhana, kalau tidak salah waktu hamilnya kan terjadinya gerhana matahari total.”

Suami langsung tertawa, “Ah…itu mitos!”

Kalau menurut teman-teman bagaimana dengan mitos ini? Memang kadang sedikit susah ya dengan mitos-mitos yang beredar di masyarakat ini terlebih mitos terhadap ibu hamil. Jika tidak menuruti takut sang jabang bayi kenapa-kenapa, kalau diikuti kok tidak masuk akal.

Btw, yang kelewat gak menyaksikan fenomena alam ini, ini penampakan gerhana bulan parsial Selasa, 8 Agustus 2017 sekitar pukul 00.30 WIB-02.15 WIB hasil jepretan suami, @chidarma.

Mitos lain gerhana bulan yang pernah saya alami

Suara kentongan bertalu-talu. Disambung dengan bunyi kentongan yang lain. Bulannya dimakan buto (raksasa jahat).  Pukul-pukul terus kentongannya hinga buto memuntahkan bulan. Kami anak-anak bau kencur terus mendongak ke atas menanti bulan kembali bersinar. Lalu, ketika telah bersinar seperti biasa kami saling berceletuk, itu sudah dimuntahin, iya gak jadi dimakan, iya benar, dan lainnya. Itu ingatan kecil saya saat mendapati gerhana bulan ya sekitar awal tahun 1990-an bersama teman-teman kecil di Klaten.

Ketika telah memasuki era milenium, bergantilah bunyi kentongan menjadi ajakan sholat gerhana berjamaah lewat towa-towa masjid. Di Bandung, tidak hanya mengajak sholat berjamaah tapi lewat pengeras masjid juga bergema takbir layaknya menyambut hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha.

Dini hari tadi Namiya (anak sulung saya) ikut-ikutan menyaksikan gerhana bulan, saya mengatakan kepadanya kalau bulan sedang dimakan buto seperti pemahaman saya saat kecil sambil menggendongnya dan menunjukkan bulan yang mulai tertutup bayangan hitam.

Lalu, apa katanya? “Bulannya dimakan monster, Ibu.” Hadeuuhh

Karena segera sadar tidak ingin memberi pemahaman yang salah, saya mencoba menjelaskan dengan bahasa sederhana yang bisa ditangkapnya, “Itu bulannya sedang tertutup bumi, makanya sinar matahari gak bisa sampai ke bulan.”

Dia yang baru mau tiga tahun pun menirukan, “Bulannya ketutup bumi ya, Ibu.”

“Iya”

Dan, malah ganti bertanya, “Mana bumi? Ibu, bumi mana?”

Ibunya mumet lagi mencari bahasa untuk menjelaskan 😀

Memahami Gerhana dengan Al-Quran

Jika saja bulan dan matahari bersujud atas keagungan Alloh SWT, mengapa sebagai manusia kita begitu angkuh? Kita eh saya pribadi kerap lalai melaksanakan sholat lima waktu. Setidaknya begitulah yang saya tangkap pada kultum usai sholat berjamaah gerhana tadi di Masjid Al Furqon, tempat saya tinggal. Peristiwa gerhana sudah seharusnya diambil pelajaran bahwa bulan dan matahari senantiasa tunduk dan sujud kepada Sang Pencipta dengan beredar pada garis atau poros yang sudah ditentukan.

Di masa Nabi Muhammad SAW dalam novel Humaira yang saya baca diceritakan terjadi gerhana bulan bertepatan dengan wafatnya salahsatu putra Beliau. Namun, sesuai bimbingan Alloh SWT, Nabi bersabda bahwa peristiwa gerhana tidak berhubungan dengan kehidupan dan kematian manusia. Sepertinya ini sudah menjawab mitos ya. *mohon koreksi kalau saya salah.

Ada sepuluh ayat lebih yang menjelaskan tentang matahari dan bulan di Al-Qur’an di antaranya:

وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ دَآئِبَيْنِ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ ٣٣

Dan Dia (Allah) telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.” (QS. Ibrahim 14:33)

Semoga kita termasuk orang-orang yang bisa menangkap ayat-ayat Alloh SWT lewat penglihatan, pendengaran, maupun hati. Dan, termasuk orang yang bisa mengambil hikmahnya. Amiin …

Balik lagi, jadi ibu hamil harus mandi saat gerhana bulan, mitos atau fakta? 😀

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia