#JanganTakutBerbagi Menjadi Filantropis

“Hei, Khan. Kau ini terlalu berprasangka. Jangan buruk sangka, dong. Mentang-mentang sesama Pakistan, kau berprasangka baik pada Deewan. Kau juga tak tahu kan, apa kepentingannya. Kenyataannya, orang-orang itu sukses besar dan mereka juga dermawan kelas kakap. Jadi sekarang pertanyaannya adalah, mereka sukses besar baru menjadi filantropi, atau sebaliknya, dari awal mereka memang memiliki jiwa penderma sehingga membuka jalan sukses bagi bisnis mereka,” tandas Stefan.

Kali ini aku menyetujui pendapat Stefan. Deewan dan Brown pastilah punya alasan masing-masing mengapa mereka banyak berderma dalam bisnis mereka.
(Cuplikan Novel Bulan Terbelah di Langit Amerika, hal 34)

Saya sengaja menukil kisah tersebut untuk menggambarkan filantropi. Filantropi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, philaen yang berarti cinta dan anthropos yang berarti manusia. Filantropi dalam KBBI diartikan sebagai cinta kasih (kedermawanan dan sebagainya) kepada sesama. Sementara filantropis artinya bersifat filantropi.

Dengan kata lain, filantropi merujuk pada kegiatan beramal. Kembali kepada novel, tokoh Deewan seorang Pakistan yang membuka bisnis makanan all you can eat dan Philipus Brown pria Amerika yang memberi 100 juta dolar untuk beasiswa anak korban perang.

Dalam kehidupan nyata, para pemilik perusahaan raksasa dunia pun menjelma menjadi filantropis. Bill Gates pendiri Microsoft memiliki kekayaan 100,6 miliar USD pada tahun 2019. Bersama dengan istrinya, ia mendirikan yayasan Bill and Melinda Gates dengan fokus pada layanan kesehatan di negara miskin.

Membaca kisah di atas muncul pertanyaan kapan sebaiknya berbuat baik? Apakah harus menunggu kaya raya terlebih dahulu? Lalu mengapa kita harus berbagi?

Asma’ binti Abu Bakar dan saudara perempuannya Aisyah, istri Muhammad SAW merupakan perempuan yang dikenal dermawan. Perbedaannya seperti yang diceritakan Abdullah bin Zubair putra Asma’ adalah jika Aisyah suka mengumpulkan semua terlebih dahulu baru membagikan sedangkan Asma’ tidak menyimpan sesuatu untuk hari esok.

“Infaqkan dan shadaqahkan dan jangan menunggu sampai ada kelebihan harta.” ~ Asma binti Abu Bakar

Silakan simak hikmah berbagi dari secuil perjalanan saya berikut.

Saat itu saya ditugaskan menjadi supervisor kebun cabang baru di Jawa Timur oleh perusahaan tempat saya bekerja. Saya membawahi seorang mandor dengan enam pekerja tetap. Mereka usianya lebih tua daripada saya bahkan bisa dibilang rata-rata seusia bapak dan kakak saya.

Jam kerja dimulai pukul tujuh pagi diawali dengan absen di kantor. Setelah itu, saya akan menuju kebun bersama mandor. Para pekerja baru akan bekerja begitu kami datang. Kadang mengetahui kami sudah tiba pun mereka masih bersantai di warung. Parahnya, sudah molor, dalam bekerja mereka sering beristirahat lalu menyelesaikan bahkan sebelum genap jam 11.

Merasa ganjil, saya bercerita kepada rekan kerja karena atasan berada di kantor pusat dan hanya sesekali datang. Sebelumnya, mandor sudah memberitahu saya agar maklum dengan hal tersebut. Ternyata, rekan kerja mengiyakan. Memang begitulah etos kerja mereka yang dianggap wajar.

Rasanya setiap hari ingin menegur tapi sungkan. Sudah jelas omongan saya tidak akan didengar apalagi saya masih baru dan bau kencur. Saya tetap berusaha datang pagi dan tetap ramah. Saya berusaha tidak menunjukkan ketidaksukaan dengan cara kerja mereka. Justru saya membaur tidak sekedar menunggui mereka. Saya ikut membantu pekerjaan.

Waktu itu yang saya perhatikan mereka tidak ada yang membawa bekal. Padahal bisa dibilang pekerjaan mereka menguras keringat karena di lahan. Merogoh kocek pribadi, saya mulai membelikan air mineral dalam ukuran besar. Kadang saya juga menambahkan cemilan. Ketika libur dan saya pulang kampung tak lupa saya selalu membawa oleh-oleh untuk dimakan bersama di lahan.

Hingga suatu pagi, saya dibuat takjub. Ketika saya tiba mereka sudah ada di kebun dan sudah bekerja. Bahkan salahsatu mereka sudah SMS memberikan laporan progress kerja. Kemudian saya menelepon senior di cabang sebelumnya tempat hampir setiap hari saya berkeluh kesah. Dia hanya berkata, karena kebaikan hatimu orang-orang menjadi baik.

Prestasi blok kami segera meningkat. Target segera terlampaui dan meninggalkan blok lain. Mendengar semangat pekerja, rekan di kantor pun kaget dan ikut senang dengan perubahan tersebut.

Suatu ketika mandor berkata, sejak dia bekerja di situ puluhan tahun lalu, katanya baru saya yang mau membelikan air mineral hingga membawa oleh-oleh. Jika dipikir kembali, sejujurnya saya tak pernah meniatkan apapun kecuali memang dorongan hati untuk berbagi semampu saya. Melalui berbagi, saya bisa membagi kebahagiaan dan senyuman serta menularkan energi positif untuk berbuat lebih baik.

Tak lama setelah itu, saya ditunjuk untuk bergabung dengan tim senior pilihan dari cabang lain untuk membuka perusahaan baru di Jawa Barat. Sebenarnya sejak atasan menyampaikan akan membuka perusahaan baru saat meeting, diam-diam saya bermimpi agar bisa diikutkan. Akhirnya, impian saya menjadi nyata. Saya berangkat di usia menginjak 24 tahun untuk membantu senior yang semuanya sudah berusia 40 tahun lebih.

Jika boleh saya menyebutnya inilah The power of giving. Keajaiban memberi yang ingin diteliti Rangga dalam tesisnya melalui bisnis milik Deewan dan Philipus Brown yang tak gulung tikar.

Seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. 

20190420_193736

Kakak dan adik saling menolong (Foto: koleksi pribadi)

#JanganTakutBerbagi dan menunggu untuk berbuat baik. Karena berbagi tidak melulu soal nominal yang utama adalah niat dan ikhlas. Layaknya resep 3M yang dipopulerkan AA Gym, mulai dari diri sendiri, mulai dari yang terkecil, dan mulai saat ini dengan apa yang kita miliki. Apakah itu berupa ilmu, tenaga, maupun pemikiran. Sehingga tidak ada alasan menunda untuk berbagi dan saling menolong.

Di antara sedekah yang utama adalah dilakukan ketika masih muda. Saat memiliki kesehatan, kekuatan, dan mempunyai harapan hidup lebih lama dan nafsu ingin kaya. Kalau belum bisa berbagi layaknya para konglomerat saat ini banyak lembaga filantropi yang bisa memfasilitasi salahsatunya Dompet Dhuafa.

Dompet Dhuafa Sebagai Lembaga Filantropi

Pertama kali saya mengenal Dompet Dhuafa tahun 2012 ketika di Jakarta. Kebetulan rekan berprofesi sebagai jurnalis. Sudah menjadi rahasia umum jika profesi ini tidak diperkenankan menerima imbalan dari narasumber saat peliputan. Namun, adakalanya wartawan tidak bisa menolak.

Karena aturan dari perusahaan juga melarang, rekan memberikan “amplop” saku tersebut sebagai donasi melalui Dompet Dhuafa. Sehingga, ia terhindar dari rezeki yang tidak berkah dan uang tersebut bisa disalurkan kepada yang membutuhkan.

Karenanya, jika ada bencana dan ingin membantu meringankan beban saudara, Dompet Dhuafa adalah lembaga terpercaya untuk menyalurkan donasi.

Pengalaman Dompet Dhuafa sudah tidak diragukan. Didirikan sejak 1993, dana lembaga ini bersumber dari zakat, infaq, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) dan dana halal lainnya. Pemberdayaan terhadap kaum dhuafa dilakukan dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (humanitarian) dan wirausaha sosial profetik (prophetic socio-technopreneurship).

53653223_299003414112610_502329025390298710_n

Disaster Management Center Dompet Dhuafa (Instagram: @dompet_dhuafa)

Untuk berdonasi di Dompet Dhuafa sangat mudah dan banyak pilihan caranya, yaitu:

  1. Kanal donasi online
  2. Transfer bank
  3. Counter
  4. Care visit (meninjau langsung lokasi program)
  5. Tanya jawab zakat
  6. Edukasi zakat
  7. Laporan donasi

Melalui portal donasi, donatur bisa memilih jenis donasi yang terdiri dari zakat, infaq/sedekah, wakaf, dan kemanusiaan. Keempat jenis tersebut dibagi lagi dengan pengkhususan donasi. Misalnya jika memilih infaq/sedekah akan dibagi lagi dalam program-program seperti kesehatan, pendidikan, dan lingkungan. Begitu juga dengan sumbangan kemanusiaan akan dikelompokkan lagi menjadi aksi kemanusiaan di dalam maupun luar negeri. Sehingga para calon donatur bisa memilih sesuai kecenderungannya dan dijamin tepat sasaran. Minimal amal sangat ringan sebesar Rp 10 ribu. Pembayarannya mudah bisa ditransfer atau melalui payment online.

20190420_200356

Melalui Dompet Dhuafa, berbagi semakin mudah, bermanfaat, dan bermakna. Selain itu, Dompet Dhuafa merupakan salahsatu lembaga yang mendapatkan izin LAZNAS berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 239 Tahun 2016. Sehingga jika membayar zakat melalui Dompet Dhuafa bisa mengurangi penghasilan kena pajak (PKP) dengan menambahkan keterangan tambahan profil donatur. Kemudian melampirkan bukti pembayaran zakat saat pembuatan SPT PPh. Hal ini sesuai keputusan Dirjen Pajak No. 163/PJ/2003.

DompetDhuafa

 

“Lembaga yang terpercaya Dompet Dhuafa, tak diragukan transparan, tampak jelas laporannya, lembaganya jelas, diaudit terdaftar, legal. Apa maknanya, “Tidak ada alasan untuk tidak memberi”, Kelak masanya akan dituntut oleh Alloh SWT.” ~ Ustadz Abdul Somad, Lc, MA

Sudah siap berbagi bukan?^^

 

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Jangan Takut Berbagi yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”

 

Referensi:

Arti Kata Filantropi

Arti Kata Filantropis

Filantropi

Keajaiban Sedekah

Mengapa Miliader Dunia Seperti Bill Gates Hingga Jack Ma Menjadi Filantropis?

Wanita-Wanita Terkemuka: Asma’ Binti Abu Bakar Pemilik Dua Ikat Pinggang

39 Ayat yang Menjelaskan Tentang Berbagi dan Bersedekah

http://www.dompetdhuafa.org 

 

Iklan

#MoneySmartMenginspirasi Perumpamaan Tujuh Bulir Padi

20190414_132734

Bulir padi (foto: koleksi pribadi)

“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya adalah serupa dengan benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji.”

Belum lama ini, saya membaca kisah inspirasi tentang Pemilik Masjid Kubah Emas, Sosok Pengusaha yang Suka Bersedekah. Melalui cerita tersebut saya teringat akan perumpamaan tujuh bulir padi.

Tamsil yang menggambarkan balasan kepada seseorang yang berbagi kebaikan/sedekah sebesar 700 kali lipat. Sebuah angka yang didapat dari hasil satu benih menjadi tujuh bulir, dalam satu bulir berisi 100 biji.

Bersedekah artinya memberikan sesuatu kepada fakir miskin atau yang berhak menerimanya sesuai dengan kemampuan di luar kewajiban zakat. Dengan kata lain dari segi keuangan sedekah merupakan bagian pengeluaran. Karena menyisihkan sebagian pendapatan untuk diberikan kepada orang lain atau lembaga untuk disalurkan kepada yang membutuhkan.

Sebagai orang Jawa, Ibu memberikan teladan lewat sangkan paran. Sangkan paran bisa diartikan rezeki atau kebaikan yang tidak disangka datangnya. Ibu senantiasa membantu orang lain yang membutuhkan. Dulu saya sering kesal karena kebaikannya kepada orang lain itu. Sebab, banyak yang dibantu tapi tidak tahu diri. Istilahnya, dikei ati ngrogoh rempelo, dikasih hati minta jantung.

Namun, jawaban ibu hanya sangkan paran. Hingga dua kata itu telah menjadi semacam doktrin di kepala saya. Walaupun Ibu tidak pernah secara langsung menyuruh anaknya agar sepertinya. Senada dengan Ibu, Bapak juga pernah berkata kepada saya bahwa jangan melihat yang orang lain lakukan kepada kita tapi yang penting kita niat berbuat baik.

Keajaiban sangkan paran yang dilakukan keduanya dengan ikhlas tanpa imbalan tersebut saya rasakan saat di perantauan. Jauh dari sanak saudara bahkan datang tanpa teman sekalipun di Kalimantan, saya justru mendapat orang tua baru. Saya diangkat menjadi anak oleh seorang karyawan dan dianggapnya menjadi anak sulung. Saat ditugaskan di Ciamis, saya juga beruntung. Induk semang saya adalah pasangan yang tidak dikaruniani anak. Mereka memperlakukan saya tidak kalah dengan perlakuan orang tua saya sendiri. Bahkan hingga kini setelah lebih dari tujuh tahun dan sudah tak sekota, kami tetap bersilaturahim.

Ketika saya bercerita tentang bantuan mereka dan keajaiban lain saat di perantauan, lagi-lagi ibu hanya menjawab itulah sangkan paran. Rezeki, pertolongan itu tak terduga datangnya. Buah sedekah yang ibu dan bapak lakukan, saya tuai. Saya pun ingin seperti ibu.

Lalu bagaimana peran sedekah dalam keuangan?

Konsultan keuangan Prita Gozhie memasukkan sedekah dalam alokasi Zakat, Infaq, dan Sedekah atau yang disingkat ZIS dalam balanced budgeting untuk yang berpenghasilan mapan. Metode yang dipakai yaitu ZAPFIN (Zakat, Assurance, Present Consumption, Future Spending, INvestement).

Alokasi pembagian keuangan ideal untuk bulanan menurut CEO ZAP Finance ini adalah:

  • ZIS sebesar 5%,
  • dana darurat dan premi asuransi 10%,
  • biaya hidup rutin 50%,
  • tabungan untuk kebutuhan dalam setahun 10%,
  • investasi untuk kebutuhan jangka panjang dan menengah 15%, dan
  • biaya untuk senang-senang dan gaya hidup 10%.

20190411_150834_0000

Saya sendiri sejak mengetahui teori ini berusaha menyisihkan ZIS. Walaupun belum bisa memaksimalkan di angka 5% tapi di angka minimal 2,5%. Karena ada harta orang lain yang dititipkan kepada kita.

“Dibalik rezeki kita, ada harta orang lain yang dititipkan kepada kita.”

Sebagai ibu rumah tangga, dengan mengalokasikan ZIS kecuali kewajiban zakat bagi saya sangat membantu untuk dana sosial. Ketika ada undangan hajatan, teman melahirkan, menengok orang sakit, hingga takziah/melayat atau tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu rumah menyodorkan amplop sumbangan.

Sebelum menikah, saya menyepelekan anggaran ini. Karena lebih masuk ke ranah tak terduga dan dana bisa diambil darimana saja. Tapi begitu menikah, dana sosial ternyata bikin ruwet juga kalau tidak dikelola dengan baik. Adanya alokasi ZIS justru sangat membantu mengetahui aliran keuangan.

Lalu apakah dengan mengalokasikan ZIS keuangan akan menjadi buruk?

Saya sendiri mengatakan tidak. Sebab di antara manfaat ZIS adalah untuk membersihkan harta.

Dibandingkan menghamburkan uang untuk menuruti gengsi alangkah lebih baik jika kita menggembirakan orang. Sebagai makhluk sosial sudah menjadi kodrat kita tidak bisa hidup sendiri. Ketika tetangga ditimpa musibah misalnya sakit parah, sudah seharusnya menolong sesuai kesanggupan. Dengan niat diawal bukan karena pujian, karena menjadi bermanfaat. Bukan sebaliknya ketika tetangga sakit, kita malah pamer. Tanpa disadari akan ada sanksi sosial yang menjerat seperti gunjingan bahkan hingga hilangnya harga diri di mata tetangga.

Adanya ZIS membantu mengangkat perekonomian masyarakat bawah. Dahulu sewaktu masuk kuliah saya mengenal istilah subsidi silang. Ada sumbangan masuk yang bisa dipilih sesuai kemampuan. Nominal besar akan membantu bagi yang menyumbang sedikit bahkan nol rupiah. Sehingga semuanya mendapatkan pendidikan dan fasilitas secara adil.

ZIS membuat kaya. Saya tidak setuju harta akan berkurang karena sedekah. Apalagi jika sedekah dianggap akan membuat miskin. Justru dengan bersedekah akan membuat kita tambah bersyukur atas karunia-Nya.

Contohnya seperti yang sudah saya uraikan di atas. Kedua orang tua saya tidak jatuh miskin. Justru malah bisa membeli sawah. Capaian yang mungkin tidak masuk akal bagi petani penggarap lahan seperti bapak. Hasil kerja keras dan keajaiban sedekah.

“Barangsiapa bersyukur akan dilipatgandakan nikmatnya.”

Seperti halnya pemilik Masjid Kubah Emas, Dian Al Mahri. Sosok yang juga dikenal karena rajin sedekah. Dengan habit tersebut mengantarkannya memiliki bangunan masjid yang disebut-sebut termegah se-Asia Tenggara.

Sedekah itu bagi saya seperti petani yang menyemai satu kilogram benih padi menghasilkan berkuintal-kuintal padi. Tidak hanya bisa dimakan sendiri tapi juga untuk orang lain.

Untuk mendapatkan artikel #moneysmartmenginspirasi lainnya, sila kunjungi money smart.

Selamat bersedekah^^

 

Referensi:

Arti Kata Sedekah

Atur Gaji Dalam 30 Hari

Bahasa Perumpamaan Dalam Alquran

Pemilik Masjid Kubah Emas, Sosok yang Suka Bersedekah

 

OTW Liburan ke “Negeri Impian” Oda Nobunaga

Hi Buddies,

Pasti sudah mendengar promo Online Tiket Week (OTW) harga gledek dari tiket.com kan? Nah, jika kesamber harga gledek bakal dapat potongan harga 50% untuk tiket pesawat dan hotel. Hmmm… kalau mengaku traveler sayang banget buat melewatkan pasti ya. Apalagi pilihan periode terbangnya bebas.

Andaikan aku dapat harga gledek dari tiket.com, aku juga kepingin liburan nih? Aku mau liburan ke “negeri impian” Oda Nobunaga kini. Oda Nobunaga? Dimana tuh? Yup, negeri sakura Jepang.

Ohya, kok negeri impian? Sebagai gambarannya simak kisah singkat berikut ya.

Di Indonesia, kita mengenal Gadjah Mada dengan Sumpah Palapa. Seorang patih dari Kerajaan Majapahit di masa Raja Hayam Wuruk yang lewat sumpahnya tidak akan makan buah palapa sebelum bisa menyatukan Nusantara.

Terlepas dari kontroversial-nya karena setiap pemimpin pasti memiliki sisi ini, boleh ya kalau saya bilang Oda Nobunaga ini Gadjah Mada versi Jepang. Walaupun tidak dikenal dengan sumpahnya tapi Tuan Muda Kipposhi memiliki mimpi menyatukan Jepang di zaman kekacauan akibat Sengoku (perang saudara). Di masa hidupnya, Jepang terpecah dalam kekuasaan klan-klan. Mereka berperang untuk saling mencaplok kekuasaan. Namun, Nobunaga berhasil meletakkan pondasi bagi bersatunya Jepang.

20190402_161453_0001

Foto: Instagram @vomoros

Aku pertama kali mengenal sosok Nobunaga dari buku yang diperlihatkan oleh suami saat berkunjung di toko buku. Uniknya suami mengetahui Nobunaga karena dulu suka main playstation (PS). Karena penasaran dengan Oda Nobunaga jadi dech membeli bukunya dan rela nungguin untuk jilid terbaru sampai mention-mention ke penerbit agar memberitahu kalau buku terbaru sudah terbit. Sekarang bukunya sudah komplit 5 jilid dari Nobunaga kecil hingga tewas. Gara-gara buku jadi penasaran langsung ke negaranya. (Disebut efek apa ini ya…???)

Nah, kalau beneran kesamber harga gledek, setidaknya ini dia lima lokasi yang ingin aku kunjungi:

20190402_162947

20190403_051344_0001

Foto: Instagram @varisada

Dikisahkan Kastil Nagoya merupakan tempat dilahirkannya Nobunaga pada 23 Juni 1534. Namun ada juga versi Istana Shobata. Karena tingkah anehnya sewaktu remaja, ia mendapat julukan Si Bodoh Besar dari Owari. Di antara yang disebut di buku adalah mengumpulkan anak perempuan untuk bergulat ala sumo. Pemenangnya akan diberi sekepal nasi dan dijanjikan akan dijadikan selirnya. Sejak kecil kebiasaannya yang anti mainstream ternyata memiliki andil besar menempa kepemimpinannya.

Berani menjadi berbeda dan tidak menjadi manusia seperti kehendak orang lain.

Kastil Nagoya yang sempat hancur pada perang dunia dua, telah direnovasi kembali dan kini menjadi salahsatu istana terbesar di Jepang. Selain napak tilas Nobunaga, yang bisa dinikmati disini adalah hanami atau melihat sakura mekar. Spot favorit di Ofokemaru atau area taman belakang dengan waktu kunjungan di awal bulan April.

Di area Nishinomaru kita bisa melihat Pohon Japanese Nutmeg yang berusia lebih dari 500 tahun. Berfungsi sebagai museum kota, kita juga bisa belajar sejarah di Honmaru atau di bangunan utama  istana.

20190402_162901

20190402_123737_0001

Foto: Instagram @hieizan_biwako

Di Gunung Hieizan yang terletak di pegunungan timur Kyoto terdapat kuil Enryakuji. Enryakuji dibangun tahun 788 oleh Saicho. Dalam perjalanannya kuil ini dibakar oleh pasukan Nobunaga tahun 1571.

Akibat pembakaran kuil Enryakuji membuat Oda Nobunaga mendapat julukan raja iblis. Sebab, kuil merupakan tempat suci. Namun, Nobunaga ingin membuktikan bahwa kegiatan suci dan politik harusnya dipisahkan. Apalagi saat itu ditengarai banyak biksu sesat.

Orang-orang tidak boleh bersembunyi atas nama agama untuk memperoleh kekuasaan dan berlindung.

Kejadian ini mengingatkan pada tahun politik 2019 di Indonesia yang banyak penguasa menghalalkan isu agama untuk saling berebut kekuasaan.

Terdapat tiga titik obyek wisata yang bisa dikunjungi di Enryakuji yaitu Todo di bagian timur, Saito di bagian barat, dan Yokawa. Kalau aku ingin hiking dari satu titik ke titik lain. Tapi jangan khawatir karena kuil bisa diakses dengan Sakamoto cablecar, Eizan cablecar, dan Eizan Ropeway yang membelah hutan baik dari Kyoto maupun Shiga.

20190402_162914

20190402_124003_0001

Foto: Instagram @_dragon26

Nobunaga mengganti nama bekas pusat kekuasaan klan toki dan klan saito di Inokuchi menjadi Gifu. Gifu memiliki arti yang dalam. “Gi” diambil dari kata Qishan yang merupakan nama pegunungan di China tempat berdirinya Dinasti Zhou. “Fu” diambil dari kata Qufu, tempat lahirnya konfusius.

Nobunaga kemudian mendirikan kastel Gifu di kaki gunung Kinkasan. Di sinilah tempat pijakan Nobunaga dalam menjalankan misinya untuk mewujudkan impian menyatukan Jepang. Gifu sendiri mempunyai posisi strategis di jantung Jepang.

“Control Gifu and you control Japan.”

Situs kediaman Oda Nobunaga kini dijadikan Nobunaga Park. Terdapat patung Oda Nobunaga yang menunggang kuda, taman Nobunaga, dan perumahan Nobunaga yang telah direkonstruksi modern. Untuk menghargai jasanya, setiap tahun di bulan Oktober diadakan The Nobunaga Gifu Festival. Para samurai akan pawai di jalan utama di Gifu.

20190402_164100

20190402_124209_0001

Foto: Instagram @minamiza01

Istana Azuchi mulai dibangun tahun 1576 dan rampung 1579. Begitu siap, Oda Nobunaga bersama istrinya Noh pindah ke kastil ini dan menyerahkan Kastil Gifu kepada anaknya.

Letaknya di tepi Danau Biwa Provinsi Omi. Misionaris Yesuit menyebut kemegahan kastil ini bahkan tidak ada di Eropa. Terdiri dari 5 lantai dan 7 lapis atap dengan atrium di bagian dalam menara utama.

Tak lama usai kastil dibangun, kota mulai tumbuh di sekeliling kastil. Percepatan pertumbuhan kota karena pajak pedagang dibebaskan. Penduduk pun mulai berdatangan. Azuchi menjadi kota yang makmur.

Sayang sekali istana ini tinggal reruntuhan karena dibakar oleh Akechi Mitsuhide.

20190402_162837

20190402_161059_0001

Foto: Instagram @jacq_tanoto

Sejak kecil Nobunaga, selalu menganggap umur manusia hanya sampai 50 tahun. Pemikirannya diilhami lagu Kowakamai berjudul Atsumori. Penggalan liriknya berbunyi “umur manusia hanya lima puluh tahun, di dunia fana ini, hidup ini seperti mimpi, sekali dilahirkan, adakah orang yang tidak mati”.

Lagu ini pun dinyanyikan saat pertempuran Okehazama yang menewaskan musuhnya  Imagawa Yoshimoto. Sebuah pijakan untuk menyatukan jepang dan perdamaian seluruh negeri.

Sehingga wajar setiap tindakannya dalam menyatukan Jepang selalu dipertimbangkan dengan waktu. Saat impiannya tinggal selangkah, anak buahnya yang tak bisa memahami watak Nobunaga melakukan pemberontakan. Peristiwa ini dikenang dengan Insiden Honnoji.

Nobunaga meninggal pada 21 Juni 1583 di usia 47 tahun. Di kuil ini tempat disemayamkan Nobunaga meski banyak versi lokasi pemakaman karena memang jasadnya tidak ditemukan.

Pemberontakan yang dirancang Mitsuhide sedemikian rupa walaupun berhasil tapi nyatanya gagal karena tidak berhasil membunuh dan menemukan jasad Nobunaga. Karena Nobunaga diyakini seppuku (bunuh diri) dengan membakar diri di waktu yang pas. Saat itu sudah lazim bagi yang kalah kepalanya akan dipenggal dan akan diarak keliling kota.

Selain itu, pemerintahan yang direbut Mitsuhide hanya bertahan seumur jagung karena segera direbut Toyotomi Hideyoshi anak buah Nobunaga yang berhasil mewujudkan impian Nobunaga menyatukan Jepang.

“Those who don’t learn from history are doomed to repeat it.” George Santayana

Barangsiapa melupakan sejarah, pasti akan mengulanginya.

Perang tidak hanya terjadi di Jepang tapi di seluruh dunia. Bahkan hingga hari ini perang masih terjadi di bagian lain bumi. Perang telah menyisakan kepahitan dan kepiluan. Namun, perang tak terhindarkan untuk memperoleh kedaulatan dan mewujudkan perdamaian.

Dengan napak tilas sejarah semoga menjadi generasi yang lebih bijak. Tidak lagi mendahulukan kekerasan namun kecerdasan. Tidak terlalaikan namun tetap menunaikan kewajiban menjunjung kedaulatan.

Banyak nilai positif yang dipetik dari Nobunaga. Kepemimpinan yang mengutamakan talenta bukan ikatan darah. Penuh inovasi dalam menjalankan strategi perang. Seorang visioner yang membuka jalan bersatunya Jepang.

Makanya secara pribadi, aku suka banget mengunjungi tempat sejarah. Karena banyak pelajaran yang bisa didapat dan selalu mendapat hikmah setiap melakukan perjalanan.

Nah, tiket.com sebagai t-man perjalanan mengerti banget kebutuhan pecinta jalan-jalan. Banyak menghadirkan promo menarik yang dapat mewujudkan liburan impian.

Melalui harga gledek yang disamber mulai 25 Maret 2019 pukul 08.00 WIB ini budget traveling bisa dikontrol. Karena tidak hanya tiket pesawat tapi juga tersedia untuk hotelnya. Dengan harga gledek, kita bisa terbang setengah harga dari berbagi kota di antaranya Surabaya, Bandung, Medan, dan Jakarta dengan tujuan dalam maupun luar negeri.

Coba lihat contoh harga gledek berikut:

20190402_161958

Harga gledek untuk tujuan Tokyo kelas bisnis Rp 6,4 juta. Itu harga setengahnya. Normalnya sekitar Rp 12 juta. Wah, dengan potongan sebesar tersebut bisa dialihkan untuk menambah destinasi bukan? Jadi makin puas  menjejak tanah kelahiran Nobunaga. Pengalaman perjalanan pun bertambah.

Untuk mendapat harga gledek hanya bisa dilakukan via aplikasi tiket.com. Temukan harga gledek setelah menemukan destinasi impian. Promo ini tidak perlu mengisi kode voucher karena otomatis kelihatan di harga awal yang dipesan.

Filght-Hasil-Pencarian

Jangan khawatir kalau tak kesamber harga gledek, karena tiket.com selalu memberi penawaran terbaik. Pas banget agar anggaran traveling buddies tak bikin kanker (kantong kering) stadium 4.

Aku sudah install tiket.com, kalau buddies?#tiketcomotw

 

Referensi:

Kuil Enryakuji (Hieizan)
Nagoya Castle
Oda Nobunaga
Sst! Ini Dia Cara Nyamber Harga Gledek Tiket Pesawat di Online Tiket Week
The Samurai Warlord Who Helped Create Gifu City

Celoteh Menteri Keuangan Keluarga Milenial

“Pikirkan nanti setelah menikah bagaimana? Kalau bisa kulkasnya tetap dua pintu?”

Secuil wejangan dari senior suami ketika kami hendak menikah itu terus nyantol di pikiran saya bahkan hingga kini lima tahun kemudian. Kulkas dua pintu maksudnya pemasukan tetap dari suami dan istri. Bagaimanapun juga katanya, kulkas dua pintu lebih baik daripada kulkas satu pintu.

Namun, begitu menikah, saya dan suami sepakat kulkasnya satu pintu terlebih dahulu. Suami mencari nafkah dan saya fokus mendampingi masa golden age buah hati. Karena kulkasnya masih satu pintu seringkali membuat saya sebagai menteri keuangan keluarga ngos-ngosan. Jika mengikuti hingar bingar media, saya pun tak mau dijuluki menteri pencetak hutang.

Lalu bagaimana solusinya?

Beruntunglah, pada 2 Februari 2019 lalu saya menghadiri Blogger Perempuan Network X JENIUS di Menara BTPN Jakarta. Selain materi tentang blog yang sudah saya tulis sebelumnya “Dari Event BPN X JENIUS, Saya Belajar Ini tentang Blog…”, pembahasan tentang cerdas mengelola finansial ini ibarat siraman rohani bagi saya. Ibu milenial yang tidak hanya memikirkan asal dapur ngepul, tapi juga kuota, pendidikan, dan jalan-jalan.

Kapan lagi mendapatkan pemaparan dan tanya jawab cuma-cuma dari Certified Financial Planner Pak Budi Raharjo. Ibarat pebisnis yang membutuhkan mentor, ibu-ibu juga membutuhkan dewan penasihat keuangan agar tidak jebol. Besar pasak daripada tiang.

~Solusi keuangan hanya ada dua. Menekan pengeluaran atau menambah pemasukan~

Lima tahun ini, saya berusaha menekan pengeluaran besar-besaran untuk keperluan pribadi. Dana tersebut dialihkan untuk kebutuhan yang lain seperti anak, kuota, dan jalan-jalan. Suami sering mendorong saya agar membeli ini dan itu. Tapi saya hampir selalu menolak. Walaupun dalam hati, perempuan mana yang tidak ingin selalu stylish apalagi dengan kodratnya yang doyan shopping.

“Kenapa tidak beli sepatu baru?”
“Kan masih ada. Lagian saya juga tidak kemana-mana daripada mubazir. Sayang kalau beli tapi jarang dipakai malah bulukan. Nanti, kalau sudah butuh juga beli sendiri.”

~Bedakan antara butuh vs penting vs ingin~

20190306_161726_0001

Alkisah sekitar tujuh tahun lalu sewaktu awal-awal saya bekerja di Jakarta. Suatu hari saya menyusuri lorong di Pasar Kramat Jati. Ada pemandangan berbeda dari sebuah lapak beras. Pada dinding bagian belakang banyak tertempel foto pedagang beras tersebut dengan para pejabat. Di antaranya nampak foto ketika ia tengah berjabat tangan dengan Presiden kedua RI Soeharto, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

Penasaran saya berhenti. Layaknya seorang bapak kepada anak gadisnya, pedagang beras tersebut menjawab rasa penasaran dan berbagi kisah suksesnya kepada saya.

Ia mengambil contoh kisah rata-rata pedagang keturunan China dan pedagang lokal. Walaupun sama-sama berjualan beras dan memulai usaha dari nol tapi keduanya memiliki habits berbeda. Koko China sehari-hari nampak hanya mengenakan kaos oblong. Saat bersantap pun rasanya bubur adalah makanan paling mewah. Catatan kasnya sangat rapi antara uang pribadi dan jualan.

Lain cerita dengan pedagang lokal, penampilannya mengikuti gengsi dan seringkali makan di luar. Catatan kas pun buruk. Karena kebiasaannya, uang jualan kerap diserobot untuk keperluan pribadi begitu juga sebaliknya.

Beberapa tahun kemudian, Koko China sudah memiliki rumah karena dibalik sikap sederhana dan nampak pelit itu ternyata dia menabung. Sebaliknya “kita” dalam tanda kutip yang suka tampak “wah” belum mendapat apa-apa justru gali lubang tutup lubang.

Kisah inspiratif tersebut senada dengan kata Pak Budi Raharjo, sebagai seorang financial planner dia tidak melarang gaya hidup tapi pertanyaannya, sudah pantas belum?

~Baik menjadi kaya, buruk menjadi tampak kaya~

20190306_162206_0001

Belajar dari kesederhanaan dan mengendalikan diri untuk tidak konsumtif, alhamdulillah di tahun ketiga pernikahan, kami sudah memiliki rumah sendiri. Rumah tersebut dibeli dari uang tabungan dan bantuan dari orang tua. Walaupun itu bukan rumah baru karena disesuaikan budget tapi kami bersyukur karena sudah tidak perlu mengontrak atau nebeng di rumah orang tua. Sebab rumah bagi yang sudah menikah kerap menjadi lambang kemandirian dan hidup baru.

~Membuat perencanaan keuangan~

20190306_163055_0001

Rencana keuangan harus dimulai dengan goals yang spesifik, terukur, dan realistis. Dengan kata lain harus ada angkanya dan sesuai kemampuan. Namun, untuk menentukan nominal ini, saya kerap masih mengandalkan insting dan belum melakukan perhitungan detail. Begitu juga dengan jangka waktu. Jangka waktu yang bias kadang malah membuat uang tidak jadi terkumpul karena merembes kemana-mana. Dibalik topeng, pinjam dulu ya nanti saya ganti.

Bagi saya yang suka mengajak anak jalan-jalan untuk mengeksplorasi alam, ini menjadi bom kegagalan keuangan. Karena biasanya kami berlibur tanpa rencana sehingga mengambil uang simpanan dan menggigiti uang belanja. Karena ada mitos, jangan direncanakan nanti malah tidak terwujud. Beberapa kali itu memang terbukti, saat kami sudah menyusun rencana liburan kemana dan tiba di hari H, batal. Padahal mitos semacam ini tidak boleh menjadi justifikasi.

Lima Kecerdasan Finansial

Selama ini saya mengelola keuangan baru berdasarkan pengalaman dan insting. Seringkali saya kewalahan. Terkadang saya berpikir, apakah sudah benar atau belum yang saya lakukan ini? Melalui gathering ini saya belajar tentang lima kecerdasan finansial dari Pak Budi.

20190306_162816_0001

  1. Kemampuan Menciptakan Uang

Untuk mengetahui berapa idealnya penghasilan yang harus kita miliki sebelumnya harus mengetahui apa saja yang menjadi kebutuhan. Adanya catatan aliran pemasukan dan pengeluaran berguna untuk melihat daftar kebutuhan dan sisi mana yang paling jebol.

Untuk itulah penting menerapkan rumus:

KASH before CASH

K= Knowledge
A= Attitude
S= Skill
H= Habits

  1. Kemampuan Mengalokasikan Uang

Kemampuan mengalokasikan pengeluaran dengan membaginya ke pos-pos seperti sosial, aset, dan konsumsi. Yang saya garisbawahi dari penuturan Pak Budi sekaligus untuk selalu mengingatkan saya pribadi agar tidak boros adalah bahwa spend more untuk keinginan itu berarti tidak pintar.

  1. Kemampuan Mengembangkan Uang

Salahsatu cara mengembangkan uang adalah melalui investasi. Ketika sudah memutuskan investasi berarti berpikirnya jangka panjang. Investasi yang paling cocok buat kita adalah investasi yang paling kita pahami bukan sekedar mengikuti trend.

  1. Kemampuan Melindungi Uang

Tanpa kita inginkan musibah bisa saja melanda apakah itu karena menjadi korban bencana alam, kecelakaan, sakit, dan tiba-tiba kehilangan sumber dana tetap. Melindungi uang bisa dilakukan dengan menyiapkan dana darurat. Dana darurat idealnya besarnya 3 sampai 6 bulan pengeluaran. Selain dana darurat, melindungi uang dengan mengikuti asuransi.

  1. Kemampuan Mengolah Informasi

Sebagai contoh ketika Dolar naik apa artinya? Artinya Rupiah turun, suku bunga naik, artinya cicilan naik dengan demikian berarti pengeluaran bertambah. Ketika Dolar naik harga barang elektronik yang dipengaruhi nilai Dolar pun akan naik. Sehingga dibutuhkan ilmu sebelum memutuskan.

Dari kelima point tersebut, poin ke-1 dan 2 saya sudah melakukan tetapi belum optimal. Poin ke-3 sudah memulai dengan membuka tabungan emas. Point ke-4, secara garis besar sudah mengetahui tapi masih sungkan menjalankan karena menganggap belum penting. Point kelima paling parah karena masih tak acuh.

Artinya saya masih harus terus belajar untuk dibilang cerdas finansial. Kesadaran mengenai pengelolaan finansial harus terus ditingkatkan. Sebab tingkat literasi keuangan di Indonesia masih rendah. Literasi keuangan artinya tidak hanya mengetahui cara dan ilmu keuangan tapi memanfaatkan bank agar sejahtera.

“67,8 persen masyarakat telah menggunakan produk dan layanan keuangan. Namun demikian hanya 29,7 persen masyarakat yang telah mampu atau paham literasi keuangan.” – Tirta Segara, Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK.

 

Mengelola Finansial dengan Jenius

Dasar pengelolaan keuangan menurut Pak Budi berawal dari hal yang sederhana yaitu membuat catatan pengeluaran dan pemasukan atau istilahnya cashflow management. Sejak kuliah saya sudah membuat catatan keuangan sederhana, berisi keterangan tanggal, pemasukan, pengeluaran, keterangan, dan saldo di buku. Termasuk menyimpan struk belanja/tagihan.

20190307_094236_0001

Ketika Pak Budi berkelakar mengomentari orang yang rajin mencatat ini hingga sulit lagi untuk dibedakan antara pelit dan hemat, saya pun ikut tertawa. Sebab, pernah suatu ketika ibu dan adik mengatakan saya pelit. Kata ibu, saya kehilangan 500 perak pun bakal tahu.

Sebenarnya bukan pelit tapi mengetahui aliran keuangan. Sehingga di akhir bulan akan tahu jebol apa tidak? Sudah efektif belum manajemen keuangan yang kita lakukan. Kalau diingat waktu itu uang saku dari orang tua dan sesekali mendapat tambahan pemasukan dari kerja part time. Tapi, saya sudah mulai membiasakan mencatat pemasukan dan pengeluaran. Kebiasaan ini masih saya lakukan hingga sekarang.

Sayangnya dalam mencatat ada kalanya saya lupa. Misalnya dalam satu hari tiba-tiba begitu banyak pengeluaran atau kesibukan. Masalah berikutnya adalah kejujuran. Ketika pengeluaran mulai membengkak rasanya saya mulai malas menulis. Padahal itu bukan laporan untuk siapa-siapa tapi untuk diri saya sendiri agar lebih baik dalam mengelola keuangan.

Begitu juga ketika membagi pos pengeluaran. Sebagaimana yang saya baca dalam buku Cerdas Mengelola Keuangan Pribadi, alokasi tersebut yaitu:

20190306_174236_0001

Selain itu, saya pun sudah membiasakan mengalokasikan 2,5% untuk dana sosial. Bagi ibu rumah tangga seperti saya dana sosial ini membantu sekali ketika mendapat undangan hajatan, ada kematian, menjenguk tetangga sakit, infaq, dll.

Namun kenyataannya, dana sosial yang harusnya sederhana sekali jika konsisten ini malah menganggu keuangan. Antara dibiarkan dalam rekening atau diambil tunai dan disimpan manual di bawah pakaian. Dua-duanya rentan bergeser ke pos yang lain. Catatan untuk dana sosial, ada kalanya dalam beberapa bulan adem ayem tapi ada kalanya misalnya saat musim pernikahan/lahiran benar-benar membuat otak berputar karena harus mengambil dari pos lain bahkan nodong suami.

Begitu juga saat membagi pos tabungan. Pos ini harus dipisahkan dari rekening belanja. Jika tidak bisa saja kapanpun siap diterkam badai promo dan diskon. Dulu ketika belum menikah saya memiliki empat rekening dengan pos-pos yang sudah saya atur sesuai kebutuhan waktu itu. Namun, ketika menikah, rekening-rekening tersebut menjadi beban administrasi bulanan.

Pembagian pos ini seringkali membuat saya garuk-garuk kepala. Intinya mau ditaruh dimana? Beruntunglah, di acara kali ini saya mengenal Jenius. Jenius hadir menjadi solusi keuangan kaum milenial. Sebagai digital banking pertama yang diluncurkan 11 Agustus 2016, Jenius mengakomodir gaya hidup digital yang cenderung semua dilakukan lewat smartphone.

Untuk membuatnya cukup mudah tak perlu ke bank. Saya sendiri mengunduh aplikasi Jenius dan melakukan pendaftaran di dalam kereta api saat menuju Jakarta. Kita tinggal menyiapkan KTP, tandatangan di atas kertas putih lalu foto selfie dengan KTP. Cepat dan praktis tanpa perlu antre di bank dan menganggu pruduktivitas lain. Saat tiba di Menara BTPN, crew Jenius siap membantu mengaktifkan dengan memberikan KTP. Sembari mengikuti workshop Jenius card saya sudah jadi.

Jenius

Saya pun mengenal lebih dekat dengan Jenius melalui pemaparan Bang Ivan Loviano selaku Social Media Manager Jenius BTPN yang dibuka dengan kesepahaman bahwa digital changes everything – our life and how live it. Fitur-fitur yang disediakan Jenius merupakan solusi permasalahan kaum milenial yang cenderung tidak ingin ribet dan cepat.

Fitur andalan saya yaitu:

20190307_095303_0001

20190306_192030

Jika lewat catatan manual, saya suka lupa dan tidak jujur di sini semua transaksi online akan tercatat dengan detail mencakup lokasi transaksi. Bisa melihat daftar permintaan uang dan pengiriman uang yang sudah dijadwalkan. Sepertinya saya tidak perlu lagi menyimpan struk-struk bukti transaksi.

Setiap bulan kita juga bisa mengunduh laporan keuangan dari rekening Jenius dalam e-statement. Dari unduhan ini bisa saling melengkapi dengan catatan manual.

20190306_192934

X-Card merupakan kartu tambahan yang bisa dibuat oleh nasabah. Kartu ini adalah solusi untuk pembagian pos-pos keuangan. Saya tidak perlu lagi memiliki banyak rekening dengan biaya administrasi bulanan yang diam-diam menggerogoti. Sebab, satu rekening Jenius bisa dibuat hingga 3 x-card.

Terinspirasi dari kisah Ika dan Taza yang pacaran menggunakan x-card, kartu ini menjadi solusi keruwetan saya tadi mengatur dana sosial. Saya tinggal membuat kartu khusus dana sosial. Sehingga kapanpun undangan datang, saya tidak perlu ribet. Kalau sudah mempunyai anak sekolah bisa juga dibekali dengan kartu ini sebagai uang saku. Sebab, x-card bisa dipindahtangan.

20190306_193508

Sebagai ibu milenial yang keteran juga mengatur budget traveling, fitur dream saver sangat menolong. Dimulai dengan tujuan dan menentukan besar anggaran, fitur ini akan membantu membuat simulasi simpanan setiap bulanan, mingguan bahkan harian dengan bunga lima persen per tahun.

20190306_193446

Adanya fitur ini sangat membantu untuk menemukan lokasi gerai-gerai Jenius, ATM, dan BTPN terdekat. Apalagi untuk yang suka bepergian ke luar kota. Adanya keterangan fasilitas seperti setor tunai sangat memudahkan saat di kota asing.

Selain fitur andalan tersebut masih banyak kelebihan Jenius. Di antaranya E-Wallet bagi yang biasa menggunakan transportasi online, ada send it yang bisa digunakan untuk mengirimkan uang secara terjadwal, split bill untuk berbagi tagihan, dan pay me untuk menagih hutang dengan cara halus. Uniknya lagi nasabah Jenius bisa menggunakan Cashtag atau semacam username sebagai pengganti nomor rekening untuk bertransaksi.

Fitur save it selain dream saver juga ada flexi saver dengan bunga 5 persen per tahun yang bisa digunakan untuk menyimpan tabungan. Maxi saver sebagai deposito dengan bunga 7 persen per tahun. Tabungan tersebut bisa diambil kapan saja tanpa denda walau belum jatuh tempo.

Selain kartu utama m-card yang berwarna orange dan x-card, nasabah juga akan mendapatkan e-card. E-card bisa berfungsi sebagai kartu kredit yang bisa digunakan untuk belanja online hingga membayar domain blog. Menggunakan e-card Jenius ini semakin menguntungkan karena bertabur promo dan cashback dengan merchant yang bekerjasama. Bulan Maret ini sedang ada promo EveryYay bagi ibu-ibu yang doyan shopping, pengguna transportasi online, anak muda yang suka menonton di bioskop, dan traveler yang suka menginap di hotel. Buat Menteri Keuangan Keluarga juga ada yaitu cashback untuk pembayaran tagihan bulanan.

20190307_094124_0001

Kata mereka tentang Jenius.

20190306_142931

Bergabung dengan Jenius Co.Create

“Pemisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR Bukhari dan Muslim)

Kita adalah dengan siapa kita berteman. Jika ingin keuangan membaik tentu kita harus memilih berkawan dengan mereka yang pengelolaan finansialnya baik bukan yang cenderung boros dan konsumtif.

Co.Create merupakan wadah yang terdiri dari empat komponen yang saling mengisi satu sama lain yaitu situs Co.Create, ruang berbagi, artikel, dan workshop. Co.Create bagi saya ibarat penjual minyak wangi. Bukan cuma satu penjual tapi banyak. Sehingga harum yang saya dapat lebih banyak dan tahan lama.

Lewat dunia maya Co.Create, kita bisa menemukan informasi kelas dan workshop. Saya juga banyak belajar dari pengalaman pengelolaan keuangan seperti menemukan kisah Ika dan Taza yang mengelola budget pacaran menggunakan x-card. Menurut saya ini jenius sekali dan berhasil memberi saya inspirasi untuk membuat x-card khusus dana sosial.

Melalui ruang berbagi kita dapat berjumpa dengan teman-teman yang “seperjuangan”, mendapatkan motivasi, dan meningkatkan pengetahuan. Selain itu sebagai nasabah kita juga bisa memberi sumbangsih untuk aplikasi Jenius agar selalu menjadi solusi digital banking bagi milenial.

Ruang berbagi Co.Create di antaranya tersedia dengan berkolaborasi The Goods Cafe Pondok Indah Mall dan Mal Kelapa Gading. Kemudian di Menara BTPN Kuningan lantai 18, 27, dan 48. Di lantai 27 inilah, kami member BPN X Jenius berbagi space untuk menambah ilmu tentang blog dan keuangan. Ruangannya luas, nyaman, modern dengan fasilitas lengkap.

20190306_163709_0001

Flashback. Simbiosis mutualisme ini dibuktikan dengan hadirnya aplikasi Jenius. Jenius merupakan jawaban dari permasalahan dan keinginan keuangan yang dilontarkan 1000 netizen pada awal pengembangannya. Kemudian terus mengerucut dan terus diperbaiki sesuai dengan masukan dari users. Tahun 2018, Jenius dinobatkan sebagai The Best Digital Bank in Indonesia oleh The ASIAN BANKER.

20190306_164043_0001

Sebesar apapun knowledge dan gaji seseorang, semua kembali kepada habits.

20190308_202912_0001

Mandiri finansial dengan Jenius

 

Referensi:
Atur Budget Pacaran dengan x-card Jenius
Jenius Co.Create Diluncurkan untuk Libatkan Nasabah dalam Pengembangan Produk
OJK: Hanya 29,7 Persen Masyarakat yang Paham Literasi Keuangan
Pengaruh Teman Bergaul

Buku:
Cerdas Mengelola Keuangan Pribadi karangan Herlina P Dewi. Stiletto Book. 2015

Foto : Koleksi Pribadi Rina
Gambar : instagram @jenniusconnect

 

*Artikel ini terpilih menjadi salahsatu pemenang blog competition BPN X Jenius

54220662_599702873879696_4554530164430344918_n

Tujuh Keuntungan Pendidikan di Luar Sekolah

6. Bermain Lego

Taman Kanak-kanak (Foto: koleksi pribadi)

Hi Buddies,

Di kiriman kali ini saya ingin membahas tentang pendidikan di luar sekolah penting ga sih?

Sebelum memulai pembahasan ada baiknya, kita mengetahui jenis pendidikan terlebih dahulu. Di Indonesia terdapat tiga jalur pendidikan yang dapat ditempuh setiap warga negara yaitu pendidikan formal, nonformal, dan informal.

Pendidikan Formal

Pendidikan formal merupakan jenis pendidikan yang sudah dikenal secara umum sebagai sekolah. Pendidikan formal atau resmi diamanatkan dalam UUD 1945 pasal 31 ayat 2. Bunyinya, Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Pendidikan dasar yang diwajibkan pemerintah dikenal dengan nama wajar sembilan tahun (wajib belajar sembilan tahun) yaitu enam tahun di SD dan tiga tahun di SMP. Namun selain wajar sembilan tahun, jenjang pendidikan formal yang lain adalah TK, SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA, dan Perguruan Tinggi.

Pendidikan Nonformal

Nonformal menurut KBBI artinya tidak resmi; bersifat di luar kegiatan resmi sekolah. Pendidikan nonformal bersifat menunjang kegiatan pendidikan di sekolah. Di antaranya kursus, bimbingan belajar, lembaga pelatihan, Taman Pendidikan Alquran (TPA), Kelompok Bermain (KB), dan majelis taklim.

Pendidikan Informal

Dalam KBBI, informal sama artinya dengan nonformal yaitu tidak resmi. Pendidikan informal adalah pendidikan yang dilakukan secara mandiri dari diri sendiri dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat sebagai bagian pembentukan karakter. Misalnya agama, etika, sopan santun, dan moral.

Judul4

Setelah mengetahui jenis pendidikan yang ada di Indonesia tersebut, muncul pertanyaan, apakah dengan menempuh pendidikan formal sudah cukup untuk menjadi bekal di dunia kerja?

Apakah pendidikan formal saja sudah cukup menjadi bekal di dunia kerja?

Saya sendiri dengan mantap akan menjawab belum. Kenapa? Karena tidak semua pendidikan, keahlian maupun ketrampilan bisa dipenuhi dengan jam pelajaran di sekolah. Sebagai contoh, berikut beberapa pendidikan nonformal yang saya ambil di luar sekolah:

1. Taman Pendidikan Al qur’an (TPA)

Masih teringat jelas betapa malunya saya di kelas ketika pelajaran agama Islam. Saat itu guru menunjuk saya untuk membaca tulisan Arab bersambung di papan tulis. Saya terdiam cukup lama karena memang saya belum bisa membacanya. Rasa malu itu makin menjadi saat ada siswa menyahut membaca.

Dengan kejadian tersebut, saya yang duduk di bangku SD kemudian ikut TPA untuk mengejar ketertinggalan dalam baca tulis Al quran. Waktu saya kecil masih jarang TPA. Untuk TPA harus ke luar desa. Namun, semua itu ditempuh demi mengejar ketertinggalan. Karena tidak mungkin guru akan menggunakan seluruh jam pelajaran agama di sekolah hanya untuk mengajar saya seorang.

2. Ekstrakurikuler Jurnalistik

Saya suka menulis dimulai dari coret-coretan di diari. SMA saya dulu memiliki banyak kegiatan ekstrakurikuler untuk mewadahi hobi dan minat para siswanya. Berbekal kegemaran menulis, saya mengasah kemampuan dan meningkatkan pengetahuan di dunia tulis menulis dengan mengikuti ekstrakurikuler jurnalistik. Di sini kami belajar teori menulis dan yang paling mahal adalah mendengar pengalaman para pengajar yang merupakan mantan wartawan.

3. Kursus Bahasa Inggris

Jika ingin sukses, kuasailah Bahasa Inggris. Bahasa Inggris merupakan bahasa pergaulan internasional. Kemampuan Bahasa Inggris saya cenderung pasif dan kurang dalam listening maupun percakapan. Sehingga nilai saya jelek dalam ujian listening. Saat bertatap muka dengan penutur asli rasanya kikuk dan kurang percaya diri untuk melafalkan bahasa asing tersebut. Untuk menambal lubang tersebut, saya mengikuti kursus Bahasa Inggris di lembaga yang telah terakreditasi dan saya mendapatkan sertifikat kelulusan.

4. Kursus IT

Selain Bahasa Inggris, menguasai IT di era digital ini bisa menjadi modal di dunia kerja. Dulu ketika saya baru lulus SMA, komputer masih menjadi barang berharga. Orang bisa mengetik di word maupun mengolah data di excel sudah keren istilahnya. Namun, di era makin kompetitif ini, hal tersebut sudah tidak cukup. Rugi kata saya jika tidak bisa memanfaatkan gadget secara maksimal apalagi jika hanya digunakan untuk konsumtif alias buang-buang kuota.

Dunia IT sudah berkembang pesat. Di sela-sela memperoleh gelar sarjana waktu itu saya mengambil kursus website. Kalau dipikir tidak nyambung dengan jurusan kuliah saya di kehutanan. Tapi melalui kursus tersebut setidaknya memberi gambaran dan tidak membuat saya terlalu gaptek.

Saat itu sekitar 2009 mencari tempat kursus IT masih langka. Dari Klaten saya kursus di Yogyakarta yang berjarak sekitar 23 kilometer dengan jadwal belajar dari pukul 19.00 hingga 20.30 WIB. Sayangnya ketika kursus selesai dan hendak melanjutkan kursus dengan level lebih tinggi terkendala kuota. Pendaftar kurang dari 10 orang sehingga kursus tidak bisa dilaksanakan. Karena akhirnya saya lebih dulu mendapat panggilan kerja, alhasil ilmu tentang website yang masih setengah-setengah saya tinggal. Setelah mendapat sertifikat, kontak dengan pengajar juga terputus.

Sekarang sudah banyak menjamur kursus IT sehingga yang diperlukan adalah jeli melihat fasilitas, kredibilitas lembaga penyelenggara, dan para lulusan. DUMET School merupakan tempat kursus website, digital marketing, dan desain grafis di wilayah jabodetabek dengan cabang di Kelapa Gading, Grogol, Tebet, Srengseng, dan Depok.

Berbeda sekali dengan tempat saya kursus dulu, DUMET School memiliki jam yang fleksibel, sehingga tidak perlu malam-malam kursus apalagi jika jarak dari rumah cukup jauh. Menariknya, satu murid bisa langsung mulai sehingga tidak perlu menunggu kuota terpenuhi yang bisa memakan waktu dan merombak rencana yang disusun gara-gara jadwal kursus yang tentatif. Terdapat jaminan belajar sampai bisa dan konsultasi gratis seumur hidup.

20190225_174832

Ada beberapa paket kursus yang bisa dipilih di DUMET School yaitu Web Master, Web Programming, Digital Marketing, dan Graphic Design. Muridnya sudah lebih dari 8.000 tersebar di berbagai instansi terkemuka seperti Djarum, BCA, Universitas Indonesia, Detik.com, Kompas.com, Telkomsel dan sebagainya.

20190225_175034

Judul5

Dengan pengalaman tersebut, setidaknya ada tujuh point manfaat yang bisa saya peroleh setelah mengikuti pendidikan di luar sekolah.

1. Menunjang dan mengejar ketertinggalan pelajaran di sekolah

Untuk yang masih sekolah, pendidikan di luar sekolah bisa menunjang kegiatan di sekolah. Sebagaimana saya mencontohkan segera memutuskan ikut TPA. Walau artinya saya harus mengurangi jam bermain tapi saya tidak ketinggalan di sekolah dan nilai saya tetap bagus. Pendidikan di luar sekolah yang biasa diambil yaitu les dan bimbingan menjelang Ujian Akhir.

2. Mengembangkan diri

Mengambil kegiatan ekstrakurikuler, kursus, workshop maupun mengikuti komunitas tanpa disadari akan mengembangkan diri terhadap hal-hal yang menjadi minat kita. Hal ini bisa menjadi penyeimbang antara kegiatan akademis yang cenderung menggunakan otak kiri dengan hobi yang lebih ke otak kanan. Selain itu, bisa jadi kekurangan kita di akademis akan tertutup prestasi non akademik misalnya olahraga, seni, dan budaya.

3. Menambah jejaring

Seseorang dengan pergaulan yang luas akan nampak dari pribadi yang terbuka dan perilakunya. Jaringan tidak hanya terbatas di lingkungan sekolah/kampus tapi juga dari luar. Saat saya kursus Bahasa Inggris kebanyakan peserta yang lain sudah bekerja. Di situ saya belajar berkomunikasi dan berbaur dengan orang yang lebih dewasa.

Pepatah mengatakan menjalin silaturahim memperbanyak rezeki. Artinya dengan memiliki teman yang banyak maka peluang rezeki bertambah. Pengalaman saya mendapatkan pekerjaan pertama karena jejaring ini. Bukan berarti lewat jalur belakang tapi lebih ke informasi lowongan. Coba kalau saya sungkan berkenalan dengan orang baru belum tentu saya akan mengetahui lowongan pekerjaan ke Kalimantan waktu itu.

4. Menambah nilai jual

Gimana berpengalaman kalau baru lulus?” Pernah ada yang berceloteh demikian mengomentari iklan lowongan kerja. Perusahaan mensyaratkan fresh graduate tapi yang berpengalaman. Kenapa tidak? Lulus kuliah saya bisa langsung bekerja dan tidak sedikit membuat teman seangkatan heran apalagi tidak ada kakak angkatan/almamater di perusahaan tersebut.

Menurut saya di antara pertimbangan saya diterima karena pendidikan nonformal yang pernah saya ambil seperti kursus Bahasa Inggris dan IT. Kemampuan saya menulis yang saya kembangkan melalui ekstrakurikuler saat SMA juga membantu saya menjadi kontributor saat kuliah dan sangat memudahkan saya dalam menulis proposal riset. Pengalaman dan prestasi tersebut mengantarkan saya diterima kerja sebagai karyawan bagian riset di perusahaan nasional meski masih fresh graduate.

5. Meningkatkan soft skills

Di dunia kerja tidak cukup dengan hard skill. Hard skill sangat berkaitan dengan kegiatan akademik dan yang telah dipelajari selama di bangku baik sekolah maupun kuliah. Soft skill berkaitan dengan kemampuan mengelola emosi dalam diri dan bergaul dengan berbagai kalangan. Prestasi di dunia kerja dimiliki oleh orang yang bisa menyeimbangkan antara hard skill dan soft skill. Yaitu orang yang mempunyai kemampuan memimpin dan memecahkan masalah. Soft skill ini didapat di luar pendidikan formal seperti dengan berorganisasi dan melibatkan diri di komunitas.

6. Membuka peluang mandiri

Saat ijazah sekolah tidak membantu mendapatkan pekerjaan, sertifikat saat kursus bisa membantu menjadi wiraswasta. Dengan modal sertifikat kursus Bahasa Inggris bisa membuka bimbingan belajar maupun privat hingga jasa terjemahan. Hasilnya pun tidak kalah dengan yang berstatus karyawan.

7. Menemukan passion

Seringkali setelah beberapa waktu bekerja kita akan mengalami kebosanan. Ada yang menyebutnya karena bekerja tidak sesuai passion. Passion merupakan gairah dan antusiasme mengerjakan sesuatu. Mengambil ketrampilan atau keahlian baru akan membantu menemukan passion. Melakukan sesuatu sesuai yang kita sukai akan menjadi karya karena kita ikhlas. Karya tersebut bisa bermanfaat bagi orang banyak dan menjadi sumbangsih bagi bangsa dan negara.

Sehingga ketika ada pertanyaan, penting ga sih pendidikan di luar sekolah? Jawaban saya sangat penting.

Pandai di sekolah itu biasa, pandai di luar sekolah itu luar biasa. Karena saya percaya, pengalaman adalah guru terbaik.

Sampai di sini dulu ya artikel hari ini, mudah-mudahan bermanfaat^^

 

Referensi:

Arinda, CA (Juni, 2015). Jenis-Jenis Pendidikan. Diambil 24 Februari 2019 dari http://ayuarindaa.blogspot.com/2015/06/jenis-jenis-pendidikan.html

Guswandi, Rant (6 Februari, 2018). Antara Soft Skill dan Hard Skill, Apa Bedanya? Diambil 25 Februari 2019 dari https://www.linovhr.com/antara-soft-skill-dan-hard-skill-apa-bedanya/

KBBI Daring. Diambil 24 Februari 2019, dari https://kbbi.web.id/nonformal

 

 

ec83b-banner_lombamenulisblog_300x250