Diposkan pada blog competition, Education

Pentingnya Peran Keluarga dalam Mendampingi Periode Emas Anak di Era Kekinian

Nye…nye… nyee… ocehan pertama keluar dari mulut si kecil. Ia lalu belajar menapakkan kaki. Terjatuh kemudian bangun lagi. Rasanya setiap tahap itu mungkin baru kemarin termasuk saat-saat rewelnya ketika mau tumbuh gigi. Hingga akhirnya ia bisa membuat rumah bak “kapal pecah”, berlari, memanggil “Ibu” dengan sempurna, hingga sekarang bisa berebut gadget.

Momentum pertumbuhan masa kecil anak akan berlalu dengan cepat dan tak bisa terulang. Setiap tahapannya istimewa terutama pada periode emas di lima tahun pertama kehidupannya. Penelitian menyebutkan pada masa keemasan perkembangan otak mencapai 90 persen, 50 persen di antaranya terjadi di usia 3 tahun pertama. Selain golden age ditekankan juga pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) dimulai dari terbentuknya janin hingga kira-kira berumur 2 tahun.

Namun, di era teknologi dan komunikasi saat ini pemenuhan gizi dan nutrisi saja tidaklah cukup. Setiap anak harus dibekali karakter yang kuat sebagai pondasi masa depannya. Pendidikan karakter yang dimulai dari rumah diharapkan bisa membendung dampak negatif pesatnya dunia digital terutama karena mudahnya akses anak terhadap gadget.

Untuk itulah pelibatan keluarga sebagai bagian pendidikan sangat penting sesuai amanat Permendikbud Nomor 30 Tahun 2017. Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat yang idealnya terdiri dari orang tua dan anak memiliki peran strategis dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional yang bersinergi dengan satuan pendidikan dan lingkungan masyarakat.

1

Keterlibatan Keluarga dalam Pendidikan Anak Usia Dini

Dalam Permendikbud Nomor 84 Tahun 2014 Tentang Pendirian Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), PAUD adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 (enam) tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Sesuai umurnya satuan PAUD kemudian dibagi menjadi Taman Kanak-kanak (TK) dengan prioritas umur 5-6 tahun, Taman Kanak-kanak Luar Biasa (TKLB), Kelompok Bermain (KB) dengan prioritas usia 3-4 tahun, Taman Penitipan Anak (TPA) dengan prioritas sejak lahir hingga usia 4 tahun, dan Satuan PAUD sejenis.

Namun, terkadang kita terjebak bahwa pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah dengan harus bersekolah di tempat baik yang difasilitasi pemerintah maupun non pemerintah. Sehingga banyak tetangga saya yang anaknya masih sekitar usia dua tahun sudah disekolahkan. Memang itu tidak salah dan kembali pada situasi dan kondisi masing-masing keluarga. Kata psikolog ada baiknya jika ibu tidak bekerja full time, anak balita lebih baik dekat-dekat dahulu dengan orang tua sebagai bagian penguatan bonding dan attachment (hubungan mesra antara orang tua dan anak).

Pendidikan anak usia dini bisa diajarkan dari rumah oleh ibu dan ayah, serta jika ada anggota keluarga yang lain seperti kakek dan nenek. Sebab, rumah adalah tempat belajar pertama bagi anak dan meletakkan pondasi dan bekal sebelum pendidikan lebih lanjut. Utamanya dari seorang yang ibu yang merupakan teladan maupun pendidik pertama bagi anak atau dikenal dengan ungkapan al ummu madrasatul ula.

2

Banyak hal yang bisa dilakukan orang tua di rumah khususnya ibu untuk mengoptimalkan potensi tumbuh kembang anak apalagi di era kekinian dengan tantangan digital yang tak bisa dihindarkan. Masa depan anak sebagai generasi alfa kelak akan semakin kompetitif, filter dari efek buruk dunia digital pun harus dimiliki. Pengalaman belajar sambil bermain yang menyenangkan bisa dilakukan di rumah di antaranya dengan:

  • Mengenalkan dasar agama pada anak. Misalnya melibatkan anak saat salat bagi Muslim, berdoa sebelum memulai aktivitas.
  • Mengajarkan kebiasaan hidup yang baik. Misalnya cuci tangan sebelum makan, sopan dan menghormati yang lebih tua.
  • Menstimulasi kemampuan motorik dan kognitif. Misalnya bermain playdoh, mengajak berbicara dengan kalimat lengkap.
  • Melatih kepercayaan diri dan sosial anak. Di era globalisasi kemampuan sosial sangat penting, dulu saya “takut” bertemu orang asing tapi saat ini hampir di semua tempat kita dapat berjumpa dengan orang dari luar negeri. Agar di masa depan anak tidak minder saya mulai melatih anak sulung saya yang belum genap 4 tahun berani mengatakan “hai” pada turis saat berjumpa di jalan.
  • Termasuk membatasi gadget. Gadget tidak hanya smartphone tapi semua barang elektronik yang memiliki layar termasuk televisi. Durasi ideal mengakses gadget menurut psikolog anak Feka Angge Pramita yang dikutip dari HaiBunda.com adalah satu jam saja sehari untuk anak usia 2-5 tahun. Efek negatif gadget di antaranya otak pada anak tidak akan berkembang baik padahal periode emas, tidak baik untuk mata, dan paparan radiasi. Untuk anak dibawah dua tahun tidak disarankan ekspos pada layar dari gadget elektronik karena dapat mengakibatkan keterlambatan bicara dan gangguan tidur. Sebagai ibu, saya sendiri kerap memutar otak agar anak tidak kecanduan gadget khususnya smartphone karena kalau sudah memegang susah untuk mengambil kembali. Kalau kata artis Marcell yang pernah saya baca intinya adalah orang tua tidak memegang handphone saat bersama anak dan menjauhkan dari jangkauan. Solusi tersebut ampuh bagi saya, HP kerap saya sembunyikan dan saat anak tidak melihat HP tidak ada drama berebut HP lagi. Sebagai orang tua kita bisa menyiasati kecanduan gadget dengan berinteraksi secara maksimal dengan anak disertai berbagai media pembelajaran seperti buku, CD, playdoh, mainan edukasi, dan lainnya sehingga lebih menyenangkan. Namun, jika anak tengah memegang HP kita pun harus turut mendampingi dan mengawasi sehingga fungsi gadget sebagai sarana edukasi yang positif.

3

Dukungan Ayah

Di era kekinian, pengasuhan anak bukan hanya tanggung jawab ibu. Walaupun porsi pengasuhan dari ibu memang lebih banyak sebab tugas utama ayah adalah mencari nafkah. Ada yang bilang kalau anak kurang perhatian dari ibu maka akan tumbuh menjadi pribadi yang kurang kasih sayang/empati, jika kurang perhatian dari ayah akan tumbuh dengan sikap kurang menghargai terhadap orang lain.

Dari sisi psikologis, pola pikir perempuan cenderung emosional yang menuruti perasaan sedangkan laki-laki memiliki pola pikir rasional atau berdasarkan logika. Anak yang tumbuh dengan perhatian kedua orang tua akan bisa menyeimbangkan kedua hal tersebut. Itulah pentingnya komunikasi antara suami dan istri yang telah berperan sebagai ayah dan ibu.

Di rumah saya membiasakan, kedua anak saya yang masih balita menyambut ayah saat pulang bekerja. Saat libur, kami menghabiskan waktu bersama. Ada kalanya saya membiarkan ayah dan anak main bersama. Ini sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan si kecil terutama dalam menyeimbangkan kecerdasan antara IQ, EQ, dan SQ.

4

Walaupun bisa dibilang capek bekerja tapi sebagai seorang ayah tidak boleh menomorduakan anak. Sebab anak adalah alasan kita membanting tulang. Di Indonesia sendiri perlu didorong keterlibatan ayah sebab Indonesia masih menempati peringkat kedunia fatherless country di dunia. Hal ini menunjukkan kesadaran ayah masih minim terhadap campur tangan pendidikan anak.

Merencanakan Keluarga Hebat

Tidak ada sekolah menjadi ibu dan orang tua pada umumnya. Menjadi ayah maupun ibu adalah belajar seumur hidup. Hal-hal inilah yang kadang membuat antara ayah dan ibu berbeda pola pikir sehingga cara pengasuhan pun berbeda antara keduanya. Komunikasi suami dan istri sejak awal sangat penting sehingga tidak saling menyalahkan.

Di rumah, suami adalah pencari nafkah dan saya sebagai ibu rumah tangga. Namun, kami sudah membicarakannya sejak sebelum menikah. Bersyukur dan menerima adalah kunci keharmonisan keluarga. Sebab, masalah ekonomi apalagi hidup di kota besar kadang memicu pertengkaran keluarga yang ujungnya berimbas pada kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kerap menjadikan anak sebagai korban.

Karena itu menurut saya agar masa keemasan yang juga merupakan pondasi pembangunan karakter anak bisa optimal harus dimulai dari keterlibatan keluarga. Kesiapan fisik, mental, dan ekonomi dari orang tua akan menciptakan keluarga harmonis yang melahirkan generasi hebat. Si kecil tumbuh optimal dalam lingkungan keluarga yang nyaman. Di antara hal yang bisa mewujudkan hal tersebut misalnya:

  1. Pembekalan pasca ujian akhir sekolah (UAS) sembari menunggu kelulusan SMA. Apakah piihannya mau kuliah, kerja, atau menikah. Pembekalan ini bisa kerjasama antara guru bimbingan konseling (BK) dan dinas pendidikan atau lembaga terkait misal komisi perlindungan anak. Yang dikhawatirkan adalah begitu lulus SMA langsung menikah. Usia yang belum matang akan berpengaruh dalam menghadapi persoalan rumah tangga dan ekonomi keluarga.
  2. Bimbingan sebelum menikah. Bisa difasilitasi dari KUA dan lembaga/dinas terkait misal Kementrian Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak (KPPPA). Bimbingan ini di antaranya memberikan gambaran tentang keluarga sehingga mereka tidak hanya siap menikah tapi juga siap mental saat menjadi orang tua serta mencegah KDRT. Peserta bisa diketahui saat ada yang melapor untuk menikah. Lokasi bimbingan bisa di kelurahan atau kecamatan bahkan KUA.
  3. Pemerintah mengawasi perusahaan/kantor untuk menjalankan cuti melahirkan tiga bulan atau enam bulan bagi perempuan untuk mengoptimalkan pemberian ASI Ekslusif. Pemberian ASI Ekslusif merupakan rekomendasi WHO dengan manfaat yang sangat banyak.
  4. Pemerintah menganjurkan ruang bermain atau menyusui pada perusahaan termasuk instansi. Misalnya untuk usia 0 bulan sampai lima tahun plus ada pengasuhnya. Yang memanfaatkan bisa membayar atau potong gaji dengan syarat yang diatur perusahaan. Sehingga, kinerja ibu tidak menurun karena satu tempat dengan anak yang masih butuh pengawasan. Di sela-sela istirahat pun ibu bisa menengok anak sehingga mengurangi rasa khawatir. Hak anak pun tidak terabaikan.
  5. Pemerintah atau lembaga terkait secara rutin melakukan seminar/penyuluhan untuk terus meningkatkan pengetahuan orang tua di bidang parenting maupun tantangan di era teknologi dan komunikasi. Misalnya melalui posyandu.

5

Semoga dengan kesiapan orang tua yang telah memiliki pengetahuan awal bisa mewujudkan keluarga harmonis dan hebat yang melahirkan generasi emas Bangsa Indonesia agar bisa bersaing di kancah dunia. Peran keluarga hebat ini salahsatunya sudah ditunjukkan oleh Azzam Habibullah putra dari pasangan Henry Ridho dan Laila Sari. Di usia yang belum genap 17 tahun Dididik Langsung oleh Orangtuanya, Azzam Menorehkan Prestasi dengan menginjakkan kaki di Amerika Serikat dan Austria atas kepeduliannya pada lingkungan. #sahabatkeluarga

*foto-foto dokumen pribadi oleh Darma Legi

Iklan
Diposkan pada blog competition, Tips & Trik

Tujuh Kriteria Blogger Keren Versi Aku

menu7uh wb

Blog bagi aku adalah wadah menyalurkan hobi menulis. Sebab, tidak setiap saat tulisan kita bisa ditampung oleh media massa. Melalui blog, kita bisa menulis setiap opini dan dijamin publish kapanpun. Meski begitu, sebagai blogger tidak boleh asal mempublikasikan. Walau lebih berbahasa dan bergaya personal, ada etika, ada SARA, dan ada Undang-undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang perlu diperhatikan.

Artikel-artikel di blog kini juga telah menjadi bahan rujukan. Baik bagi para netter yang sekedar mencari review hingga sebagai bahan tulisan yang dikutip. Untuk itulah, pertanggungjawaban blogger semakin besar. Kita tidak boleh menjerumuskan pembaca yang mengharapkan informasi dan pengetahuan tapi kita menulisnya dengan asal.

Sekedar cerita, saat aku kuliah, sebagian besar dosen, melarang mahasiswanya menggunakan blog sebagai bahan referensi karena kurang bisa dipertanggungjawabkan kecuali website/portal resmi. Kemudian, saat aku bekerja di perkebunan sekitar tahun 2012, bos menggunakan rujukan dari blog untuk menambah diameter tanaman. Alhasil, tanaman sengonnya malah pada mati.

Namun, itu dulu. Sekarang blog telah banyak yang ber-TLD atau berbayar. Niche blog bermacam-macam. Latar belakang blogger pun beragam dari dosen, pegawai negeri, karyawan, mahasiswa yang bisa ditemukan lewat profil. Blogger juga digandeng dalam strategi campaign perusahaan. Sehingga kredibilitas blog semakin tinggi dan tak lagi bercap abal-abal. Untuk menunjang dan mempertahankan kredibilitas diperlukan konten-konten berkualitas yang bisa diciptakan oleh para blogger keren.

Nah, blogger keren itu yang bagaimana? Ini dia tujuh kriteria blogger keren versi aku baik dari segi postingan maupun sebagai pribadi:

  1. Berisi

Setiap postingannya ada “isi”. Sehingga pengunjung tidak akan kecele ketika berkunjung dan tidak cepat menutup laman. Sebab, informasi yang dibutuhkannya dijabarkan dengan runtut dan jelas. Kalau menurut aku ini blog Mbak Carra banget. Awal mengenal Mbak Carolina Ratri justru sebagai penulis saat aku membeli buku “Sukses Membangun Toko Online” dari Penerbit Stiletto Book. Setelah dia melahirkan karya “Blogging: Have Fun and Get Money”, barulah aku menyadari kiprahnya sebagai salahsatu blogger favoritku di Indonesia. Postingannya ilmu semua, bagiku.

  1. Menginspirasi

Menjadi blogger menurutku juga harus bisa menginspirasi pembacanya untuk do something atau setidaknya tercerahkan setelah membacanya artikelnya. Kalau kriteria ini, aku temukan dari blog Kang Rudi, belalang cerewet. Awal mengenal blog ini, saat itu sama-sama mengikuti blog competition tentang peluncuran smartphone baru. Berawal dari blogwalking itu, aku jadi sering mampir ke blog-nya terutama saat butuh semangat menulis. Kang Rudi ini konsistensi menulisnya tak perlu diragukan lagi.

  1. Solutif

Tulisan harus bisa menjadi solusi masalah dari pembaca. Agak lupa sih bagaimana bisa menemukan blog Mbak Sitta Karina ini. Kayanya karena rekomendasi dech. Karena banyak masalahku yang bisa ditemukan jawabannya di blog lifestyle ini, aku jadi keranjingan mampir. Dari bagaimana menulis cerita, bagaimana mengatasi masalah keuangan yang merupakan problem ibu-ibu banget, dan lainnya.

  1. Berbeda

Kalau mau dikenal ya harus berbeda. Kalau kata motivator, jangan menjadi orang rata-rata. Kebanyakan blog yang aku kenal general/lifestyle, parenting, traveling tapi blog sabda mengusung financial dan pekerjaan. Aku pertama mengenal dari twitter, waktu itu aku komen eh mengarah ke curcol ding pada salahsatu kicauannya. Ternyata dia friendly dan tidak pelit berbagi ilmu, itulah kesan yang aku tangkap pertama. Banyak masukan buatku meski ia sendiri mungkin tidak menyadari. Setelah beberapa kali berinteraksi lewat twitter barulah aku tahu, blognya membahas tentang keuangan dan pas banget saat itu aku sedang membutuhkan informasi tentang tabungan emas pegadaian. Jadi, sekarang aku tahu kemana menemukan tetek bengek terkait keuangan yang kadang dari istilahnya saja sudah njlimet bagi ibu rumah tangga kaya aku.

  1. Konyol/Humoris

Hidup tak selalu harus serius. Kita butuh hiburan. Blog Joe Candra S. Kom ini bikin aku ngakak kalau membaca. Mau itu tulisan serius tapi sama dia diberi sentuhan humoris. Memang sih belum lama berjodoh dengan blog ini yaitu pas blog walking lomba menjadi konsumen cerdas di era digital. Kebetulan dia keluar menjadi Juara 2. Emang layak banget karena tulisan dan grafisnya emang keren. Sejak itu aku suka membaca blog-nya. Bagaimana dia menyelipkan humor di artikel yang serius sekalipun. Pembaca pun tak dibuat  berkerut jidatnya. Kerennya lagi, Bang Joe ini sering menang lomba lho. Jadi kalau mau belajar harus sering-sering melipir ke sini ya!

  1. Ramah dan Interaktif

Blogger juga harus ramah. Walaupun kita tidak bertatap muka dengan pembaca tapi kesan ramah itu bisa ditangkap lewat tulisan atau saat berinteraksi melalui komentar. Blog bunda Hani ini salahsatunya. Aku mengenalnya saat mengikuti giveaway yang diadakannya. Dari situlah aku juga mengenal konsep follow to follow dan blog walking balik*hehe… Berlatar belakang dosen, bunda ini tak akan sungkan menjawab dan berdiskusi tentang sesuatu hal.

  1. Jujur

Penulis yang jujur. Mungkin ini prinsip yang sangat ingin aku pegang. Kejujuran penulis kadang terkikis rasa gengsi dan kurang percaya diri atau tuntutan job sehingga lebih menutupi kenyataan. Kejujuran ini secara sendirinya akan meningkatkan kredibilitas blog tersebut. Karena kejujuran itu seperti kata peribahasa, dalamnya lautan bisa diduga, dalamnya hati siapa tahu, jadi aku tak bisa menebak blog mana yang menulis dengan jujur atau tidak.

Sebenarnya banyak sekali blogger keren di Indonesia. Itu hanya contoh versi dari aku. Blogger yang sedikit banyak mempengaruhiku. Aku pun berusaha dan terus belajar agar bisa sukses dan dikenal seperti mereka. Ngomongin blog, blogku ini sudah lama ya, tapi jalannya kalau diibaratkan kaya Gery—kata Namiya, siputnya Sponge Bob. Kalau lagi semangat menulis… banyak posting… kalau lagi malas ya lama update-nya bahkan malah ga dibuka sama sekali. Ya, memang sih semua kembali pada niat dan tujuan serta fokus dan konsisten. Kata-kata singkat, padat, jelas, dan gampang diucapkan tapi bagiku lumayan berat diaplikasikan dengan berbagai justifikasi sebagai ibu rumah tangga haha…

Namun, setidaknya dengan sering membaca, aku akan terdorong untuk menulis. Apalagi sekarang dunia blogging sangat kompetitif. Kalau tidak berusaha tampil keren ya akan tenggelam di tengah arus blogger yang sudah menyentuh 3 juta pengguna internet di Indonesia. Jadi ya harapannya, blog yang masih remeh temeh seperti butiran meses yang jatuh lalu nyelip di belakang pintu ini (–aku pernah baca di sebuah artikel–) akan menemukan dan ditemukan pembaca yang membutuhkan informasi dan pengetahuan.

Bagaimana kalau menurut Manteman kriteria blogger keren itu? Bersama Menu7uh Warung Blogger Lebih Baik: Yuk, Jadi Blogger Keren! *cubit diri sendiri dulu lah.

31244161_1863379700349588_1126043169771749376_n

“Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Menu7uh Warung Blogger Lebih Baik: Yuk, Jadi Blogger Keren!

Diposkan pada blog competition, Reviews

Tetap Langsing Meski Berbuntut Dua

sf01

“Mbak Rin, awet kecil ya badannya, yang lain (aku) pada mbedah (gemukan)…”

Begitu salahsatu temanku mengomentari foto diatas. Hmmm… Kalau kataku, tidak ada yang instan atau serta merta. Semua membutuhkan proses dan konsistensi termasuk dalam hal menjaga berat badan.

Akupun sama seperti perempuan lain. Paling takut badan melar setelah melahirkan. Bahkan saking parnonya, aku pernah bertanya pada suami, jauh sebelum kelahiran anak pertama, “kalau aku jadi gendut kamu masih cinta aku ga?”

Konyol banget ya. Karena perawakanku mungil jika berbadan melar serasa bola gelinding. Bisa-bisa kalau jalan sama suami layaknya angka sepuluh 10. Dia tinggi semampai dan aku membulat. *jangan dibayangkan ya

Daripada memikirkan momok tersebut. Ini nih rahasiaku menjaga agar badan tetap awet langsing, memiliki berat badan ideal, dan perut tetap kecil tanpa lemak bergelambir. Tiga hal sederhana yang aku lakukan, yaitu:

1. Puasa

Daripada kita diet ini itu untuk mengurangi karbohidrat agar tidak overweight, kenapa tidak sekalian diniatkan ibadah sunnah saja? Puasa sebagaimana kita tahu merupakan menahan makan dan minum dalam waktu yang ditentukan. Bahkan sebelum melakukan operasi dokter kerap meyarankan puasa. Sebab, dengan puasa tubuh kita sementara akan membersihkan diri dari zat-zat yang tidak berguna.

Cara berpuasaku disesuaikan dengan kebutuhan dan dilihat dari kesibukan kecuali puasa Ramadhan ya harus sebulan penuh kecuali mendapat halangan. Misalnya puasa setiap senin dan kamis. Kadang selang-seling, sehari puasa sehari berbuka atau disebut puasa Daud. Tapi yang penting diingat begitu berbuka jangan langsung rakus segala dimakan. Terus malamnya ngemil, ya sama saja bohong ya. Kembalikan ke niat utama sebagai ibadah ya. Apalagi dalam Islam saat puasa doa kita itu di-ijabah. Jadi selama berpuasa kita juga berdoa agar badan langsing hehe… Kamu juga bisa kok puasa sesuai keyakinan kamu.

2. Olahraga ringan

Olahraga yang aku lakukan sederhana saja asal rutin. Namanya sudah ibu-ibu, aku tahu diri kalau diajak lomba lari pasti ngos-ngosan. Mengejar si kecil yang lari saja langsung keringetan. Nah, kalau tujuan olahraga yang aku lakukan adalah agar perut tetap rata yakni dengan push up 3 kali sebelum tidur dan 3 kali sesudah bangun tidur. Kalau tidak push up ya sit up, kalau saat sit up bisa juga lho melibatkan si kecil. Misalnya minta tolong mereka untuk memegangkan kaki kita agar kita lebih enak saat mengangkat badan.  Untuk yang baru memulai latihan ini, ulangi dulu beberapa kali. Aku juga yang penting kualitas dan konsisten bukan berapa kali kita bisa tapi besok sudah KO. Mending rutin 3-6 kali daripada 100 kali tapi kadang kala. Yang penting konsisten sehingga tujuan agar perut tetap rata tercapai.

Gerakan ini cocok buat siapa saja kecuali kalau baru melahirkan/operasi ya jangan ya. Tidak perlu mengeluarkan biaya mahal. Kita tidak perlu menyisipkan jadwal ditengah agenda yang padat dan malah kadang batal padahal sudah direncanakan jauh-jauh hari di pusat kebugaran.

Kalau kita sudah menjadi ibu-ibu mempunyai perut rata adalah kebanggaan bukan? Hihi… Soalnya sekarang kalau ketemu teman, aku pasti melirik bagian perut.  Lalu aku tersenyum dan tak mengungkapkan. Karena ini bagian sensitif para ibu-bu jika disinggung lemak. *Maafkan ya teman… 

3. Mengonsumsi Slim & Fit

Sekarang pertanyaannya apakah dengan mengurangi porsi makan dan berolahraga saja sudah cukup? Sebab, tubuh kita juga memerlukan menu seimbang. Kandungan gizi seperti protein, serat, karobidrat, kalsium, vitamin, dan mineral harus tetap terpenuhi. Agar berat badan ideal dan sehat. Tidak baik juga kalau terlalu kurus dan berpenampilan tidak bugar. Sebab, berat badan ideal bukan berarti kurus. Cek dulu, berat badan kita sudah ideal belum, yuk. Rumus menghitung berat badan ideal:

Berat badan ideal perempuan (kg) = {tinggi badan (cm) – 100} – {[tinggi badan (cm) – 100] x 15%}

Contoh perhitungannya misal tinggi badan 150 cm. Berat badan ideal = {150 – 100} – {[150-100]*15%} = 42,5 kg

 

sf02

Slim&Fit ini rasanya kental dan enak. Tersedia dalam dua varian rasa coklat dan vanilla. Rasanya sendiri aku cocok karena sewaktu hamil dan menyusui terbiasa mengonsumsi produk dari Kalbe (Prenagen Mommy, Lovamil, Lactamom maupun Anmum). Yang jarang minum susu tidak akan merasa eneg karena bisa diselang-seling rasa. Bisa juga disajikan hangat atau dingin sesuai selera. Catat ya: Slim&Fit ini tidak disarankan bagi ibu hamil dan menyusui ya dan anak kecil dibawah lima tahun.

Mengonsumsi Slim&Fit dua kali sehari sebagai sarapan dan makan malam atau sehari sekali saat pagi atau malam hari dapat menjaga berat badan tubuh.

Untuk mendapatkan hasil optimal bisa mengikuti saran penyajian yaitu:

  • Satu gelas Slim&Fit milk 200 kkal sebagai sarapan plus dua apel/buah
  • Makan siang nasi seimbang
  • Satu gelas Slim&Fit milk 200 kkal sebagai makan malam plus sayur dan sepotong apel/buah

Kalau pas puasa bisa minum susu Slim&Fit saat sahur dan atau sebelum tidur.

Kelebihan Slim & Fit:

  • Kenyang lebih lama (karena tinggi protein, tinggi serat, dan mengandung karbohidrat lepas lambat Isomaltulosa). Proteinnya tinggi lho jadi bisa untuk mengencangkan otot juga.
  • Rendah lemak & gula (50% lebih rendah dari susu diet sejenis)
  • Tinggi Kalsium (setara dengan susu-susu tinggi kalsium lainnya)
  • Kalori terkontrol 200 kkal/saji
  • Hasil testimoni menyatakan dapat turun 1 kg/minggu bahkan 4-6 kg sebulan

Kalau teman-teman tertarik mau mencoba, aku mempunyai voucher untuk potongan diskon 20% dengan pembelian minimal 3 box Slim&Fit varian apa saja. Makin hemat karena tidak ada maksimal penggunaan kode voucher jadi bisa dipakai berkali-kali. Langsung ke www.kalbestore.com ya dan gunakan kode berikut:

rinatri20

Itu tadi rahasia sederhana badan awet singset ala aku eh sudah bukan rahasia lagi ya. Kalau kamu gimana cara menjaga badan tetap langsing walau sudah ibu-ibu. Share juga pengalaman kamu, ya.

Happy blogging with Rina^^

Diposkan pada blog competition

Dari Shell Eco-Marathon Make the Future dan Energi Masa Depan untuk Indonesia  

macet
Macet Jakarta (dok.pri)

Haduh… macet lagi-macet lagi!

Hal paling konyol  yang aku lakukan saat macet adalah nangis. Inget banget, waktu masih bekerja di Jakarta, setiap hari harus berjubal dengan kepadatan lalu lintas. Suatu pagi, seorang kawan mendapati mukaku yang masih sembab usai memarkir sepeda motor di tempat kerja. Sebagai kawan yang baik tentu saja ia bertanya, aku kenapa? Aku yang belum sempat menyeka wajah, haduh malu banget ketahuan, akhirnya bercerita kalau penyebab aku menangis adalah macet.

Sebagai perempuan yang besar di kota kecil Klaten, macet menjadi hal yang sangat luar biasa buatku. Kemacetan begitu menguras sisi emosional. Akibatnya, aku bisa menangis sepanjang perjalanan. Sebagai gambaran, untuk jarak sekitar 10 kilometer di Klaten aku hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit tapi di ibu kota ini, lebih dari satu jam. Wow banget kan?

Efek dari macet tersebut membuat etos kerjaku menurun drastis. Terlalu banyak energi yang sudah kuhabiskan di jalan. Aku pun sering kena omel bos karena dianggap tidak becus bekerja yang dituntut deadline. Berbanding terbalik ketika aku bekerja di kota kecil dengan hawa segar minim polusi dan bebas macet. Hffttt…

Mobil pribadi kerap kujadikan kambing hitam. Mengapa sih harus memakai mobil jika hanya seorang diri toh ibukota ini mempunyai banyak transportasi massal, seperti Transjakarta, commuter line, angkot, bus umum lainnya, bisa join 3 in 1. Aku kerap menyayangkan bodi-nya yang besar hanya diisi satu orang. Lebar jalan yang dipakai satu mobil itu bisa dipakai tiga motor atau berapa lebar jalan yang bisa kosong jika para mobil tersebut tidak ikut membuat barisan panjang dan lebar.

“Ga enak, sama-sama macet ya mending pakai mobil pribadi, ber-AC, bisa sambil ngapa-ngapain,”  begitulah kurang lebih jawab teman yang kebetulan menggunakan mobil walau setiap hari menembus kemacetan lalu lintas jarak Bogor-Jakarta yang mungkin bisa menghabiskan waktu berjam-jam jika rush hour. Ya, lalu aku sadar, menggunakan mobil adalah hak, sama halnya aku lebih memilih sepeda motor daripada naik angkot. Yup, transportasi massal sebagai sarana mobilitas harus terus ditingkatkan supaya lebih memikat.

Tentang Shell

spbu shell
SPBU SHELL (dok.pri)

Jakarta tak selamanya buruk. Di sini, aku melihat banyak hal termasuk dunia yang luas. Aku mulai familiar dengan Shell, awalnya pengetahuanku hanya sebuah stasiun pengisian bahan bakar milik swasta. Nyatanya, Shell bukan industri baru sebab sudah hadir sejak tahun 1907 dalam bidang energi untuk memproduksi bahan bakar, minyak dan pelumas mesin. Tumbuh dari sebuah toko kecil di London hampir 200 tahun silam kini merupakan salahsatu dari enam perusahaan minyak dan gas terbesar di dunia.

Tahun 2050 jumlah penduduk dunia diprediksi meningkat hingga 9 milyar jiwa. Sekitar tiga perempat populasi dunia akan tinggal di perkotaan bergabung dengan kelas menengah global. Semakin banyak orang akan membeli mobil, lebih dari dua kali lipat jumlah yang ada di jalanan saat ini. Langsung eneg membayangkan kemacetan yang semakin parah. Bagaimana dengan anak-anakku nanti jika sudah bersekolah, kelelahan di jalan akan mempengaruhi daya pikirnya. Apalagi saat ini kami tinggal di Kota Bandung yang sudah mulai mengeluhkan kepadatan berikut panas akibat emisi juga.

Kembali ke contoh kasus di Jakarta, kerugian akibat macet yang dikalkulasi awal tahun 2018 ini oleh Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mencapai  185 Trilyun Rupiah meningkat dari Rp 68,2 T pada pertengahan 2017. Sedangkan taksiran Bappenas, Jakarta rugi sekitar Rp 67,5 T atau 5 Milyar Dolar per tahunnya akibat macet ini. Rinciannya mencakup boros BBM karena terbuang sia-sia, untuk mengobati aneka penyakit akibat polusi dan stres termasuk waktu.  Dengan pemilik mobil tercatat lebih dari 3 juta dan sepeda motor hampir 14 juta dan besar kemungkinan untuk terus meningkat.

Yang paling menonjol adalah kerugian akibat macet dari bahan bakar emisi karbonmonoksida (C02) sebagai gas buang ditengah perubahan iklim. Kadang secara tidak sadar kita menganggap panas di jalan akibat sengatan matahari padahal itu bisa diakibatkan oleh emisi gas buang. Sehingga perlu energi terbarukan atau energi hijau yang bukan sekedar jargon maupun gembar-gembor semata.

Shell telah bersiap menghadapi tantangan masa depan rendah karbon tersebut melalui energi surya dan angin yang dapat menyediakan hingga 40% energi secara global pada tahun 2060 dan menjadi sumber energi utama terbesar di dunia satu dekade kemudian. Sebab, masa depan energi yang berkelanjutan merupakan hal vital. Komitmen Shell di antaranya juga mengganti pembangkit listrik tenaga batu bara dengan tenaga gas yang memiliki CCS dapat memangkas CO2 hingga 90 %.

Karenanya, transportasi untuk mobilisasi baik bersifat pribadi maupun umum merupakan hal yang penting digarisbawahi. Diperlukan pelumas dan bahan bakar yang lebih efisien termasuk bahan bakar nabati dan hidrogen rendah karbon. Shell pun berfokus dalam bidang inovasi salahsatunya melalui Shell Eco-Marathon.

Shell Eco-Marathon

video

Bukan seorang yang bekerja di bidang engineer membuatku belum familiar dengan Shell Eco-Marathon. Ini bukan lomba lari tapi merupakan kompetisi bagi mahasiswa di tiga benua Asia, Amerika, dan Eropa. Mereka ditantang untuk men-design, menciptakan hingga menguji  dan mengendarai mobil masa depan dengan bahan bakar yang ultra efisien. Mobil yang diciptakan harus bisa menempuh perjalanan terjauh namun menggunakan sumber energi paling hemat dengan tetap memenuhi standar keamanan.

It’s not about speed. It’s about energi efficiency

Kompetisi ini dibagi menjadi kategori Prototype dan UrbanConcept. Mobil juga dibagi berdasarkan tipe energi: kategori pembakaran internal mencakup bensin, disel, bahan bakar cair yang terbuat dari gas alam dan etanol dan kategori mobil elektrik, kendaraan yang digerakkan oleh hidrogen dan baterai berbasis lithium.

Shell Eco-Marathon di Asia sudah berlangsung tanggal 8-11 Maret 2018 lalu di Singapura. Hasilnya tiga tim Indonesia menyapu bersih gelar pengemudi tercepat dan hemat enegi di Driver’s World Championship (DWC)) Asia bagian dari Make the Future. Tim yang dinobatkan di tempat tertinggi yaitu Tim Semar Urban UGM (Universitas Gadjah Mada) dikendarai oleh Tito Setyadi Wiguna dengan jumlah bahan bakar yang disisakan oleh mobil Semar Urban 3.0 sebanyak 0,9%. Diikuti  ITS Tim 2 (Institut Teknologi Surabaya), dan Garuda UNY ECO TEAM (Universitas Negeri Yogyakarta). Mereka bersaing dengan tujuh tim lainnya berjuang menyelesaikan sembilan putaran dalam cuaca panas di Changi Exhibition Center.

Perjuangan ketiga tim tersebut masih akan berlangsung dengan berhadapan dengan Tim UrbanConcept terbaik dari Amerika dan Eropa dalam putaran Grand Final, di London 8 Juli 2018. Pemenang DWC Global berkesempatan mengunjungi markas Scuderia Ferrari di Maranello Italia.

Selamat kepada tiga tim Indonesia yang berhasil menjadikan All Indonesian Team sebagai juara di DWC Asia. Kita semua bangga dengan pencapaian luar biasa ini. Bukti nyata dan inspiratif bahwa anak-anak muda Indonesia memiliki talenta dan kemampuan yang sangat kompetitif tidak hanya di tingkat regional, tapi juga di tingkat global.

Sumber daya manusia yang resilient, inovatif, dan mampu berkompetisi di ajang global menjadi modal untuk menjadi pemenang di era revolusi industri 4.0.

Darwin Silalahi, Country Chairman dan President Director PT Shell Indonesia

Selain DWC, ajang ini juga mengumumkan para pemenang kategori Prototype:

  • Rekor jarak tempuh terbaik adalah 2.341,1 km/l disabet oleh Panjavidhya1 dari Panjavidya Technological College (Thailand). Hasil ini juga memecahkan rekor sebelumnya di angka 2.288,9 km/l.
  • Kategori Battery Electric dengan hasil 511,0 km/kWh oleh Team HuaQi-EV dari Guangzhou College of South China University of Technology (China)
  • Kategori Hidrogen dengan hasil 404,3 km/m3 oleh TP ECO FLASH dari Temasek Polytechnic (Singapore)

Penghargaan off-track yang diberikan diluar kategori di atas:

  • GARUDA UNY ECO TEAM dari Universitas Negeri Yogyakarta (Indonesia) mendapatkan penghargaan Safety Award untuk desain UrbanConcept car.
  • EnduroKiwis dari University of Canterbury (New Zealand)mendapatkan penghargaan Technical Innovation Award untuk mesin 3D-printed titanium yang merupakan desain mobil
  • NUST Eco-motive dari National University of Siences and Technology (Pakistan) memenangkan penghargaan Preseverance and Spirit

Lokasi Ajang Shell Eco-Marathon Tahun 2018:

  • Shell Eco-Marathon Asia 8-11Maret di Singapura
  • Shell Eco-Marathon Amerika 19-22 April di Sonoma, California
  • Shell Eco-Marathon Eropa 5-8 Juli di London, Inggris

Dari Shell Eco-Marathon Untuk Indonesia

Team Indonesia di Shell Eco-Marathon 2018
Team Indonesia Merayakan Kemenangan

Sebagai warga Indonesia kita boleh bangga dengan pencapaian tim tanah air di Shell Eco-Marathon, Singapura tersebut. Total ada 26 tim mahasiswa Indonesia dari 120 tim mahasiswa seluruh kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah yang bertanding guna meraih gelar paling hemat energi. Bagi pemenang DWC, mereka akan berjuang kembali menjadi pemenang global. Kita mendoakan yang terbaik sebab tugas mulia mereka mengharumkan nama bangsa.

Namun, terlepas dari semua itu, begitu ajang ini usai, kerja dan karya tidak boleh berhenti. Hasil karya tersebut harus bisa lebih aplikatif dan bermanfaat bagi bangsa bahkan dunia. Jakarta sebagai tolok ukur dan model kota di Indonesia yang selalu terancam dead lock dibenahi dengan berbagai tawaran design mobil masa depan yang hemat energi.

Sehingga harapannya,

Satu Hasil Shell Eco-Marathon bukan hanya mobil untuk kompetisi melainkan menjadi mobil aplikatif. Mobil bisa layak dan bisa dikendarai di jalan raya untuk solusi kemacetan. Mobil ini bisa menjadi alternatif bagi mereka yang bepergian sendirian tapi tidak ingin kepanasan. Jadi tidak perlu membawa mobil segede gambreng yang hanya berisi satu orang tapi mengusai jalan dan menyerobot hak pengguna jalan lain. Karena, setiap pengguna jalan memiliki hak dan kewajiban serta prinsip saling menghargai.

Design Mobil Semar Urban UGM
Mobil Semar Urban UGM

Dua Mobil hemat energi dan bahan bakar terbarukan bisa mengalihkan bahan bakar fosil yang sudah digunakan ratusan tahun. Mengingat proses terbentuknya minyak dan batubara mengalami perjalanan panjang hingga jutaan tahun. Sisi baiknya, menggunakan energi terbarukan bisa meminimalkan dampak pemanasan global. Ilmuwan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menaksir suhu bumi meningkat 1.1-6.4 derajat celcius antara tahun 1900-2100 akibat aktivitas manusia yang menambah gas rumah kaca ke atmosfer. Pemanasan global mengancam cairnya es di kutub yang dapat meninggikan muka air laut. Ilmuwan IPCC memprediksi tinggi muka air laut naik 9-88 sentimer pada abad ke -21. Akibatnya dapat menenggelamkan pulau-pulau kecil dan daratan pantai.

Design Mobil Garuda UNY ECO TEAM
Mobil Garuda ECO UNY Team

Tiga Terbentuk kota modern yang ramah energi dan penuh warna. Kota yang sehat dan penduduknya bahagia melahirkan generasi muda kompetitif penantang revolusi industri berikutnya. Etos kerja tinggi meningkatkan daya saing bangsa menjadi bangsa yang maju. Hal tersebut diantaranya ditunjang adanya mobil futuristik dengan Design UrbanConcept yang minimalis dan modern, efisiensi bahan bakar dan safety melenggang di jalanan.

Melalui Shell yang telah memfasilitas diskusi, kolaborasi, dan inovasi seputar beragam tantangan energi,  semoga anak bangsa terus terpacu melahirkan karya yang menjadi solusi tantangan global back to local.

Event Shell Eco Marathon Singapura sukses dihadiri lebih dari 15 ribu pengunjung pelajar pengusaha perusahaan pemerintah dan masyarakat umum. Beragam gagasan dan inovasi dipamerkan, Energy Theater, lantai dansa kinetik hingga Liter of Light yang menghasilkan energi bagi perumahan perkotaan dan desa-desa di Filipina dengan menggunakan satu unit panel surya dan sebotol air.

Semoga tulisan ini bisa memberi informasi dan bermanfaat. Kawan juga bisa menuliskan terkait event Shell Eco-Marathon untuk mendapatkan hadiah kece dari Shell untuk  tiga tulisan terbaik.

Silakan klik gambar untuk informasi blog competition persembahan Warung Blogger dan PT. Shell Indonesia.

hadiah WB-SHell

*Sumber dan Referensi:
Foto Shell Eco Marathon http://www.flickr.com/photos/shell_eco-marathon
https://www.shell.com
https://www.shell.co.id
https://warungblogger.com
https://wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global
https://wikipedia.org/wiki/Shell

Diposkan pada blog competition

Konsumen Cerdas di Era Digital Itu…

koncer tribun newa
Image: Tribun Pontianak

Belum lama ini, temuan BPOM pada 27 merk ikan makarel atau sarden yang mengandung cacing parasit menggegerkan konsumen. Terungkapnya label kadaluawarsa palsu di sejumlah supermarket telah menambah keraguan konsumen untuk berbelanja. Nah, belum lagi minuman berpemanis buatan yang tidak dianjurkan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita begitu mudahnya terjangkau di warung-warung dengan tulisan di label yang hampir tak terbaca.

Contoh kasus tersebut, bagi saya pribadi menimbulkan rasa was-was bahkan hingga tidak percaya pada produk-produk tertentu. Sejatinya, produk atau jasa diciptakan agar bermanfaat orang lain. Namun, dorongan biaya produksi tinggi, menghidupi pekerja, harga bahan baku terus melambung terkadang mendorong produsen untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya dengan melegalkan segala cara. Imbasnya, hak-hak konsumen terabaikan.

Padahal tanpa sadar cara yang tidak benar tersebut membuat distrust “raja” mereka sendiri. Sebab, pembeli adalah “raja”. Begitulah seorang pembeli atau konsumen seharusnya dilayani. Jika pelayanan buruk maka “raja” tidak akan segan-segan membuat keputusan untuk berhenti mengonsumsi dan berpindah ke lain hati. Raja atau pembeli memiliki kekuatan dahsyat.

Sebagai gambaran, ada minimarket baru di sebelah desa saya. Harganya pun miring. Awalnya ramai, orang desa yang biasa ke warung-warung kelontong berpindah ke swalayan karena ingin pengalaman belanja lebih modern. Pembeli ingin merasakan bebas memilih tanpa harus meminta tolong ke penjual untuk mengambilkan barang yang hendak dibeli tanpa sungkan. Baru setelah selesai dibawa ke kasir. Tapi tak lama minimarket itu pun sepi. Nyaris tak ada kehidupan kecuali kasirnya dan satu dua orang pembeli saja yang terpaksa atau tidak tahu. Kenapa? Ternyata kekuatan mulut “raja”. Sangat sederhana dari mulut ke mulut, tersebarlah jika barang yang dijual oleh swalayan tersebut ternyata banyak yang sudah kadaluarsa atau hampir kadaluarsa.

Termasuk saya dan suami menjadi korban, saat itu kami sedang pulang kampung. Karena ingin yang dekat kami mampir untuk membeli bekal air mineral dan beberapa snack untuk camilan suami di kereta yang akan balik ke Bandung lebih dulu. Sampai di rumah saya cerita pada ibu terkait harganya yang murah. Setelah tahu dimana membelinya, ibu langsung menyuruh saya mengecek tanggal kadaluarsa. Dan akhirnya kami merelakan beberapa snack dibuang karena benar sudah melewati batas layak konsumsi. Cerobohnya kami. Lalu, bagaimana ibu tahu? Ya dari kata tetangga-tetangga, komunikasi lisan yang dalam bahasa Jawa disebut getok tular. Berawal dari satu mulut informasi tersebar ke orang lain dengan cepat.

Konsumen Cerdas di Era Digital

Setelah mengamati, saya membagi dua jenis konsumen saat ini berdasarkan cara bertransaksi. Konsumen konvensional dan konsumen digital, keduanya saat ini berada di era digital. Konsumen konvensional atau tradisional bertransaksi dengan bertatap muka antar penjual dan pembeli begitu pula produk atau jasa yang ditawarkan. Sedangkan konsumen digital merupakan pembeli untuk pemasaran secara online, melihat produk atau jasa berdasarkan gambar dan penjelasan di dunia maya, usai membayar dengan online pula, barang pun datang.

Mana yang lebih rentan tertipu? Kalau kata saya, dua-duanya rentan. Sehingga harapan saya sebagai konsumen baik konvensional maupun digital adalah produk yang dijual dijamin berkualitas, kalau memang harganya murah tapi tidak murahan, dan tidak menipu dengan kata diskon. Sebab, terkadang kita menemukan harga murah tapi ternyata begitu sampai di rumah tidak layak dan penjual telah me-mark up harga barang terlebih dahulu lalu diberi embel-embel diskon.

Lalu, bagaimana agar kita terhindar dari hal-hal yang merugikan tersebut? Di saat digitalisasi telah masuk ke hampir berbagai lini kehidupan, kita pun dituntut menjadi konsumen cerdas. Nah, menurut saya konsumen cerdas di era digital itu…

Memilah dan Memilih

Selalu mengusahakan kroscek atau teliti sebelum membeli barang. Melihat tanggal kadaluarsanya dan cek label SNI ini. Sebab, menjamin produk yang dikonsumsi sehat, aman, legal, dan ramah lingkungan. Kemudian menanyakan garansi. Hal ini bisa dilakukan dengan memperhatikan kemasan atau chat langsung dengan penjual jika membeli via online untuk menanyakan stok atau ganjalan terkait produk. Jangan pesan warna merah datang warna hijau atau pesan merk apple yang datang apel. Kita pun harus jeli memilih dimana akan membeli terutama jika online harus jelas kredibilitas tokonya dan keaslian produknya. Salahsatu caranya kita bisa membaca review atau ulasan dari pembeli sebelumnya maupun rating yang diberikan.

Selain itu, yang penting diingat adalah pembeli yang cerdas itu membeli berdasarkan kebutuhan bukan keinginan.

Seperti kancil

Konsumen yang cerdas dituntut bersikap dan perilaku cerdik, pintar, dan berhati-hati seperti kancil ketika hendak mengonsumsi barang atau jasa. Selalu banyak akal dalam menjalani kehidupan sehingga selalu terhindar dari marabahaya atau kecurangan dari penjual nakal. Karenanya kancil dijadikan simbol Hari Konsumen Nasional (Harkonas).

Si Koncer
Instagram @harkonas

Harkonas diperingati setiap tanggal 20 April sesuai Keppres Nomor 13 Tahun 2012. Berdasarkan tanggal diterbitkannya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Bangga Menggunakan Produk Dalam Negeri

Terkadang kita sudah sangsi dahulu untuk membeli produk dalam negeri. Kita sudah termakan branded/merk asing lebih bagus daripada produk dalam negeri. Padahal banyak produk kita, seperti furniture, fashion, craft  yang sudah go international. Sudah selayaknya kita pun mencintai barang sendiri. Namun, terkadang hambatan atau yang mengikis kepercayaan adalah oknum penjual nakal. Sehingga, konsumen cenderung menggeneralisasi jika semua produk lokal berkualitas rendah.

Keuntungan menggunakan produk dalam negeri ini berarti kita turut berpartisipasi dalam meningkatkan cadangan devisa, memperluas lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperluas kualitas produksi. Sehingga nilai persen impor barang konsumsi terus mengalami penurunan. Data Kementrian Perdagangan (kemendag) saat ini nilai persen impor barang konsumsi terhadap nilai total impor indonesia cenderung tetap pada kisaran 7-7,5% 2017. Sedangkan cenderung mengalami penurunan secara absolut yaitu sebesar 13,3% tahun 2011, 13,13% tahun 2013, dan 10,8% tahun 2015.

Berani Bicara

Berani bicara di sini berarti kita assertif untuk melaporkan kecurangan penjual nakal. Kemendag menyebutkan saat ini 42% konsumen memilih tidak melakukan pengaduan, 37% menilai kerugian tidak besar, 24% tidak mengetahui tempat pengaduan, 20% menganggap proses dan prosedur pengaduan lama dan rumit dan 6% mengenal baik pejual. Hal tersebut menjadi alasan konsumen kita enggan melakukan pengaduan.

Perilaku pengaduan konsumen di Indonesia masih rendah yakni sebesar 4,1 dibanding Korea Selatan yang sudah mencapai angka 64 per 1 juta orang. Angka ini harus ditingkatkan dengan sosialisasi, informasi, dan edukasi yang massif. Sebab, 39,2% tidak mengetahui Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK), 38,6% mengenal tapi tidak mengetahui fungsi LPK, dan  baru 22,2%  mengenal dan mengetahui  LPK.

Sehingga konsumen tidak lagi takut mengadu jika dirugikan saat membeli barang atau jasa. Namun, sebelum menegakkan hak-hak konsumen dengan mengadu pastikan terlebih dahulu kita sudah melaksanakan kewajiban kita sebagai konsumen. Bukan langsung men-judge.

Hak Konsumen:

  1. Mendapatkan barang/jasa yang aman
  2. Mendapatkan pelayanan baik dan tidak diskriminasi
  3. Mendapatkan edukasi tentang barang/jasa
  4. Mendapatkan informasi yang benar
  5. Didengarkan keluhannya dan dibantu menyelesaikan sengketa
  6. Mendapatkan kompensasi dan ganti rugi

Kewajiban Konsumen:

  1. Mengikuti informasi dan prosedur pemakaian
  2. Beritikad baik dalam transaksi
  3. Mambayar sesuai yang disepakati

Ketika sudah memahami  hak dan kewajiban dan ternyata kita memang dirugikan, kemana mengadu?

  1. Langsung ke pelaku usaha terkait
  2. Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) terdekat
  3. Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) setempat
  4. Dinas yang menangani perlindungan konsumen kota/kabupaten

Selain keempat point tersebut, terdapat opsi lain, yaitu:

  1. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)
  2. Aplikasi Pengaduan Konsumen oleh Kementrian Perdagangan. Di era digital aplikasi pada smartphone atau mobile app bukan hal yang asing bahkan cenderung dicari. Hadirnya aplikasi ini membuat kita tidak ribet atau repot saat mengadu. Tinggal download di playstore deh. Ketika saya mencoba mengunduh aplikasi ini pun sangat gampang, kita tinggal menginput identitas dan melaporkan kemudian cek status laporan kita. Nah, karena sudah dimulai, kemendag yang memulai inisiatif harus proaktif dalam merespon, layaknya customer service yang siap membantu menghubungkan dengan departemen terkait dalam waktu cepat dan pelayanan yang memuaskan. mobile app
  3. Surat terbuka. Kalau dulu surat terbuka hanya disediakan oleh koran-koran pada rubrik surat pembaca saat ini kita bisa membuat surat terbuka di internet lewat blog maupun media sosial. Namun, pastikan menulis tidak dalam keadaan emosi dan isi aduan jangan langsung menghakimi. Baca lagi surat kita. Kroscek dahulu. Jangan niat memperoleh keadilan malah dilaporkan balik atas tuduhan pencemaran nama baik. Sebab saat ini ada Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang mengatur netizen bijak dalam berinternet sehat.

Momentum Harkonas

Strategi Perlindungan Konsumen Nasional
Instagram @harkonas

Sudah seharusnya momentum Harkonas menjadi cambuk bagi kita untuk mewujudkan perlindungan konsumen nasional yang lebih baik. Meski demikian, sebagai konsumen kita sudah seharusnya dituntut berperilaku cerdas, begitu pula sebagai produsen harus bertanggung jawab terhadap produk/jasa yang dijual. Sehingga tercipta hubungan sehat atau timbal balik yang menguntungkan antara produsen dan konsumen. Lembaga atau pihak perlindungan konsumen terkait juga harus terlibat aktif dalam memberi informasi dan edukasi peranannya masing-masing. Pemerintah harus mengambil bagian dalam memaksimalkan kinerja sesuai tugas, pokok, dan fungsi (tupoksi) masing-masing dengan menjalankan strategi pokok yang sudah dibuat yaitu meningkatkan efektifitas peran pemerintah sebagai fasilitator, regulator, dan eksekutor, meningkatkan kepatuhan pelaku usaha, dan meningkatkan keberdayaan konsumen. Harapannya terwujud tujuan perekonomian nasional yang berdaya saing dan berkeadilan.

Salam koncer,

logo sikoncer