Diposkan pada blog competition

10 Langkah Mencintai Rupiah

10

Selembar eh bukan selembar lagi. Selembar uang 50 ribuan rupiah terpecah usai dijajakan. Tapi kok uang kembaliannya kucel, kumel, dan kusut begini. Jadi benar donk anggapan kalau uang adalah sarang kuman. Akibat sering berpindah tangan.

Haduh… aku kok tidak setuju ya jika uang disebut sarana menyebarnya penyakit. Bagiku, uang adalah sesuatu yang bernilai dan berharga, sudah selayaknya diperlakukan semestinya. Baik itu pecahan logam maupun kertas berapapun nominalnya.

Jpeg
Uang kumal (dok. pri)

Selain kasus, uang kumal, ada lagi orang yang kurang menghargai uang logam nominal kecil seperti 100 atau 200 rupiah karena yang lebih kecil sudah jarang dijumpai. Pernah ada yang membuang uang seratus rupiah di sebelahku. Spontan aku menatapnya. Mungkin dia mengerti maksud tatapanku, lalu mengatakan bahwa uang tersebut tidak laku bahkan untuk membeli permen. Ada lagi yang ngedumel saat mendapat kembalian uang receh. Pernah juga aku menjumpai, pengamen atau peminta-minta yang membuang uang 200 rupiah. Dalam hati aku membatin, bagaimana bisa kaya jika mental memperlakukan uang saja seperti itu. Tidak bisa menghargai alat pembayaran ini.

Pernah terpikir, kenapa Bank Indonesia terus mencetak uang logam nominal kecil ini. Sebab, di warung-warung sudah jarang dengan harga “ganjil” ini. Kalau di minimarket atau sistem kasir sih memang masih digunakan. Tapi, sebagai pengatur kebijakan keuangan tentu semua ada alasannya. Cuma sayang ya kalau kurang dihargai dan dibuang begitu kan? Aku pun kadang kalau lagi jalan suka memungut uang-uang ini lho. Tak peduli dijuluki apapun. Karena, ya menurutku setiap rupiah itu bermakna dan berharga.

Pernah melihat iklan Bank Indonesia Di Setiap Makna Indonesia tentang bagaimana uang bisa sampai ke tangan kita. Kalau belum bisa tonton klik di sini.

“Tahu ga kalau uang yang setiap hari kita pegang mempunyai cerita perjalanannya masing-masing. Pada awalnya, direncanakan, disiapkan, dan diantarkan ke seluruh penjuru Indonesia. Setelah itu, didampingi oleh alat-alat negara. Uang rupiah akan terbang di udara. Dan dibawa mengarungi luas samudra dengan perahu yang sangat besar hingga perahu yang kecil. Terkadang ada moment moment tersendiri yang membuat perjalanan ribuan kilometer itu semakin istimewa. Dari sabang sampai Merauke. Dari Miangas sampai Pulau Rote. Demi melihat senyuman sampai akhirnya rupiah sampai di tangan. Hingga tanpa kita sadari rupiah sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Membawa kebahagiaan, kenyamanan, dan kebanggaan sebagai Bangsa Indonesia. Inilah yang membuat perjalanan rupiah ini lebih bermakna. Kalau kalian pakai rupiah untuk apa?”

Kalau perjalanannya saja sedemikian rupa, dari percetakan di Perusahaan Umum Pencetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri), kenapa pas sampai ke kita malah semena-mena ya. Jangan hanya nominal besar yang disayang yang kecil dibuang.

Mulai tahun 2014 BI sudah mencanangkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT)  dan mengarahkan gaya hidup masyarakat menuju e-money. Menurutku, cara ini efektif untuk mengembalikan nilai recehan di mata masyarakat. Selain itu, memang banyak manfaat lainnya sih. Tapi, untuk masyarakat pedesaan, pedalaman, dan perbatasan mungkin masih membutuhkan usaha ekstra ditambah fasilitas dan akses yang menunjang secara lebih baik lagi ya kan. Kalau yang di kota mungkin sudah tidak asing lagi ya setiap transaksi menggunakan kartu, mau belanja, membayar tagihan, tol, dan lain-lain.

 

Rupiah, Tak Sekedar Uang

Nah, ngomongin soal rupiah ini, ada yang bilang kalau rupiah merupakan turunan dari rupee, mata uang India. Rupiah Indonesia berasal dari kata Rupya dari Bahasa Sansekerta berarti koin perak. Saat ini merupakan alat tukar menukar barang atau jasa yang sah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Rupiah jangan hanya numpang lewat, coba yuk mengamati dan mencermati desainnya. Bank Indonesia sebagai otoritas meneter telah menetapkan logo dan desain melalui proses panjang lho. Bahkan penentuan 12 gambar pahlawan nasional melalui Keputusan Presiden (kepres). Gambar-gambar pahlawan nasional, wonderful Indonesia, dan seni budayanya bukan hanya untuk keperluan design semata tapi harapannya bisa diteladani dan lebih mencintai Indonesia. Aku yakin belum tentu kita semua mengetahui tentang rupa-rupa yang ada dalam rupiah tersebut. Dan, karena suka mengamati rupiah ini, suatu ketika membantuku menjawab soal tes wawasan kebangsaan tentang pahlawan nasional asal Papua yang mempunyai andil dalam Konferensi Malinau. Jawabannya ada di pecahan uang 10 ribu emisi 2016, Frans Kaisiepo.

Setelah lebih mengenal lebih dekat uang rupiah, saatnya mencintai. Nah, kalau mengaku cinta pasti ada tindakan terhadap si cinta ya kan. Kita bakal rela mengorbankan dan melakukan apa saja demi kebahagiaannya, kebahagiaan bersama. Istilahnya simbolis mutualisme, saling menguntungkan kedua belah pihak.

Nah, dalam mencintai rupiah setidaknya 10 hal yang aku lakukan:

  1. Menata berdasarkan nominal di dompet.
  2. Tidak menaruh/menyimpan sembarangan misal dekat makanan, air dan tidak meremasnya di tangan. Hal ini mencegah uang rupiah menjadi tidak layak edar karena kondisinya kumal bahkan sobek.
  3. Mengambil uang receh di jalan dan mengumpulkannya. Sebagai alternatif, bisa dimasukkan kotak infaq akan lebih berguna. Kotak infaq pun banyak tersebar di berbagai tempat selain masjid, di depan minimarket, di warung, dan tempat publik lainnya.
  4. Saat mendapat uang kumal berusaha merapikan kembali.
  5. Mengajari anak cinta rupiah. Lewat teladan, karena children see children do. Saat anak jajan sendiri tidak selalu memberikan uang kertas kadang juga logam. Tidak satu dua anak tetangga yang tidak mau saat diberi receh oleh orang tuanya, karena menganggap tidak laku buat jajan. Menurut saya ini kembali kepada perilaku dan penjelasan orang tua ya.
  6. Tidak mencoret-coret uang. Di era media sosial, banyak cara untuk narsis jadi sudah ga zaman vandalisme pada uang kertas
  7. Menjauhkan dari jangkauan anak bawah tiga tahun (batita). Karena mereka biasanya akan menggigit, memakan, merobek. Pengalaman pribadi, karena lalai si kecil (1 tahun) meraih uang 20 ribu di meja, lalu menggigitnya dan robek jadi tiga bagian. Sobekan pun sudah masuk mulut. Jangan sampai ya, karena kalau terbagi kecil-kecil bahaya juga kan kalau tertelan.
  8. Saat menerima kembalian, menyingkir dari kasir, dan mengambil waktu sejenak merapikan sehingga tidak langsung dimasukkan ke dompet dengan buru-buru.
  9. Bangga dengan rupiah. Kata Presiden Joko Widodo, setiap lembar rupiah adalah wujud kedaulatan sebagai negara. Aku sih belum pernah langsung tinggal di perbatasan ya tapi kalau berdasarkan cerita atau menonton film memang sih daerah perbatasan lebih rentan. Dalam film “Tanah Surga Katanya” yang ber-setting di perbatasan Kalimantan dan Malaysia, ada adegan anak kecil yang membantu dokter dari kota membawa barangnya. Saat membayar jasa sang anak, dokter memberikan selembar uang 50 ribu rupiah. Tapi si anak menolak karena mengaku tidak pernah melihat uang tersebut dan malah merasa ditipu. Lalu, datanglah seorang guru yang setelah mendengar cerita anak segera menukar uang dokter dengan dua lembar 10 ringgit Malaysia. “Ini baru duit,” kata sang anak sumringah. Selain itu Pak Jokowi juga mengajak agar menyimpan tabungan dalam bentuk rupiah, kalau ini mungkin untuk kalangan atas ya.
  10. Mendapatkan dan membelanjakan dengan cara yang halal agar berkah.

Demikian, pandanganku tentang uang yang harus dihargai. Karena menghargai uang itu menurutku bagian dari mental kita sendiri. Layaknya banyak jalan menuju roma, banyak langkah yang bisa dilakukan untuk mencintai mata uang kita. Dari hal yang paling sederhana hingga yang tak terpikirkan. Kalau kamu seperti apa?

 

*Grafis foto uang rupiah oleh di sini, design with canva

Iklan
Diposkan pada Beauty, blog competition

Rahasia Bebas Keputihan, Lebih Resik, dan Makin Harmonis

Apa sih yang paling membuat kaum hawa risih (tidak nyaman) terkait organ kewanitaan?

Yup, pertama, bau tak sedap. Tak bisa dipungkiri, organ kewanitaan apabila tidak dijaga dengan baik dan benar menyebabkan bau tak enak. Tentu saja hal ini membuat kita sebagai perempuan merasa tidak nyaman saat berkumpul dengan orang lain. Apalagi bau organ intim ini sangat “khas” sekali.

Kedua, keputihan. Keluhan para perempuan menjelang menstruasi biasanya adalah gangguan keputihan. Keputihan biasanya juga akan diikuti rasa gatal. Akibatnya kadang tangan “gatal” ingin menggaruk. Kalau kita sedang di rumah, kita bisa segera membilas dan mengganti celana dalam. Kalau sedang diluar dan kondisi tidak memungkinkan melakukannya bagaimana?

Untuk itu ada beberapa tips untuk mengatasi ketidaknyamanan tersebut, di antaranya:

  1. Rajin mengganti celana dalam. Terlalu lama memakai celana dalam akan membuat organ kewanitaan lembab. Dianjurkan mengganti 3 sampai 4 jam sekali.
  2. Menjaga selalu kering. Caranya bisa dilap dengan tisu kering. Untuk membersihkannya yaitu menyiramkan air dari depan ke belakang. Bukan sebaliknya, kalau dari belakang ke depan, kan di anus banyak bakteri nanti bakterinya pindah ke depan.
  3. Memperhatikan penggunaan pembalut saat menstruasi. Sama dengan pemakaian celana dalam, dianjurkan mengganti 3-4 jam sekali. Kondisi lembab lebih berpotensi memicu tumbuhnya jamur dan bakteri jahat.
  4. Menggunakan air bersih bukan sabun. Perlu diketahui organ kewanitaan memiliki pH bersifat asam 3,5-4 sedangkan sabun bersifat basa yang justru menyebabkan bakteri lebih cepat berkembang.

Bagi yang sudah menikah membersihkan organ intim ini sangat penting. Bukan justru malah acuh tak acuh mentang-mentang sudah “laku”. Apalagi kalau sudah mempunyai anak, belum disibukkan dengan pekerjaan rumah tangga, suami dinomorsekiankan *cubit diri sendiri. Padahal harusnya sama-sama prioritas ya. Kalau saya sih maunya selalu dekat-dekat dengan suami. Ini tak hanya buat pengantin baru lho.

Ingat kembali yuk tujuan kita berumah tangga apa? Tentu membentuk keluarga harmonis dan langgeng. Untuk Muslim, setiap pernikahan acap selalu diikuti doa agar pengantin menjadi keluarga samara. Samara singkatan dari sakinah, mawadah, warohmah. Sakinah berarti tenteram tenang, mawaddah artinya saling cinta, dan rahmah yang senantiasa mendapatkan naungan kasih sayang dari Alloh SWT. Mau kan ya? Untuk mewujudkannya tentu harus mulai dari diri sendiri kan? Bagaimana keluarga utamanya hubungan suami istri bisa bahagia kalau kita sebagai istri “bermasalah” alias tidak memperhatikan penampilan dan diri sendiri. Nah, terlebih dalam Islam, kebersihan merupakan sebagian dari iman. Tengok cara kita membersihkan organ kewanitaan, sudah disiplin belum?

 

Resik v Rina
Resik V (dok. pri)

Kalau ingin gampang, seperti saya menggunakan Resik V. Resik V merupakan pembersih yang terbuat dari air godokan daun sirih. Tiga kata kunci dari saya untuk Resik V: alami, higienis, dan halal. Saat dituangkan, warnanya tidak bening (bukan kotor ya tapi karena hasil ekstrak daun sirih), aromanya khas sangat alami seperti rebusan daun sirih yang suka direbuskan ibu di rumah. Higienis, karena bukan sabun dan memiliki pH seimbang. Halal, karena sudah melalui proses panjang mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Resik V juga menjadi andalan karena alasan kepraktisan. Kemasan air godokan sirih ini membantu gaya hidup perempuan urban yang berkejaran dengan waktu dan susah mendapatkan daun sirih. Nah, menggunakan Resik V berarti juga melestarikan warisan leluhur, kok bisa, iya menggunakan rebusan daun sirih kan resep turun temurun untuk merawat organ kewanitaan, saya juga pertama mengetahui dari ibu.

Bagi saya pribadi menggunakan Resik V, terbukti bebas keputihan secara hormonal. Ngomongin masalah keputihan ini sempat sangat menganggu saya pada kehamilan kedua. Memang bukan keputihan patologis tapi tetap saja tidak nyaman kan. Selain itu, Resik V membantu merawat organ kewanitaan selalu resik dan keset.

Jadi, meski sudah mempunyai dua anak selalu cinta dan lengket kaya perangko dengan suami. Sayonara keputihan dan bau tak sedap. Rangkul si cinta, yuk!

 

#ArisanResik #Liputan6com

Diposkan pada blog competition

Karena Ibu, Aku “Kuat”

Tanpa kata. Seperti itulah Buk’e (ibu, Jawa) menatapku. Anak perempuan satu-satunya yang hendak merantau di pulau seberang. Ia tak menyiapkan jimat keberuntungan apapun. Mulutnya masih beku. Ketika tiba saatnya aku meraih tangannya untuk berpamitan. Ia mengecup ubun-ubunku lama sekali.

Kedua kelopak mataku langsung tergenang. Buram semua pandangan. Kata-kata tercekat di tenggorokan. Tak satu patah pun keluar dari mulut. Malah ingus yang tak mau dibendung. Gadis yang selalu jadi anak kecil di matanya akan pergi, atas nama mimpi.

Buk’e mengasuhku dengan konservatif. Lebih banyak ini itu dilarang. Ia protektif  malah over, kataku. Ia egois. Karenanya, begitu aku dinyatakan diterima kerja di Kalimantan, betapa buncahnya hatiku. Burung segera terbang bebas dari sarangnya.

Namun, belum juga sebulan, ternyata teoriku salah. Aku harus terpisah jarak dulu untuk mengerti seberapa besar kasih sayang buk’e yang tak terhingga. Bahkan, dengan ribuan jutaan ucapan terima kasih pun tak sanggup menggantinya. Maafkan, anakmu yang banyak salah ini.

Buk’e tak berpendidikan tinggi. Dari mulutnya tak pernah keluar kata mutiara. Tapi ialah teladan. Sangkan paran, begitulah prinsipnya. Jika kita menolong orang lain yang membutuhkan maka kita juga akan ditolong. “Bukan Buk’e, tapi agar Kalian selalu ditolong orang lain.”

Masya Alloh, Buk’e memikirkan anaknya terlebih dahulu. Aku kira itulah mengapa keberuntungan selalu ada dimanapun aku berada karena prinsip sangkan paran Buk’e. Aku yang jauh di perantauan dan saat kesempitan selalu ada yang berbaik hati menolong.

Buk’e menitipkan kepercayaannya kepadaku. Makanya, saat orang kampung banyak yang “membicarakan” buk’e karena membiarkan anak perempuannya merantau, ia selalu tersenyum. Justru karena tak ingin melanggar kepercayaan itulah aku bisa seperti sekarang. Aku tetap menjaga diri di perantauan. Aku berbuat terbaik karena tak ingin buk’e sedih dan murung.

Buk’e bukan ibu yang suka memberi hadiah. Bahkan ketika aku rangking pertama sekalipun. Buk’e lebih mendorong supaya ketiga anaknya berprestasi sehingga bisa hidup lebih baik dari orang tuanya. Kini segala didikannya itu membuatku mandiri dan tidak manja bahkan ketika harus mengasuh dua cucu kesayangannya sendiri. Bagaimana hidup prihatin, buk’e mengajari semua kekuatan itu lewat teladannya.

Pernah kawanku bertanya. Kenapa aku berani merantau tanpa teman dan saudara? Aku terdiam. Dia menjawab sendiri. Karena aku mempunyai senjata. Aku bingung. Senjataku adalah doa ibu yang selalu menyertaiku, katanya.

Saat aku hendak melahirkan anak pertama, tak sedikit orang yang men-judge aku tak bisa melahirkan normal karena perawakanku kecil. Tapi, buk’e percaya aku bisa. Aku menjawab kepercayaan dengan persalinan normal untuk kedua cucunya.

Buk'e menggendong cucu pertamanya

Aku bertemu suami di perantauan. Kini ikut suami dan tinggal di Bandung jauh dari buk’e di Klaten.

Hingga kini meski terpisah jarak, buk’e adalah solusi setiap kesempitanku. Entah bagaimana ia selalu terasa jika aku sedang susah. Bahkan, ketika anakku sakit, tiba-tiba buk’e menelepon merasa kalau cucunya sakit. Seampuh itukah bonding seorang ibu.

Buk’e, syukurku tak terhingga kepada Yang Kuasa menganugerahkanmu sebagai perempuan yang melahirkanku. Mengandungku dalam rahimmu dalam segala keterbatasan dan kekurangan tapi itu menjadi kekuatanku mengarungi hidup di perantauan.

Kecupan tujuh tahun lalu itu, tak akan kulupakan sepanjang hayatku. Ciuman kasih sayang sarat makna.

Aku tahu walau tak ada kata, tapi dalam sholat malammu, dalam sujudmu, kamilah anak-anakmu yang selalu kau sebut agar kami bisa hidup bahagia dan selalu dalam kebaikan.

Buk’e, terima kasih untuk doa yang tak pernah putus dari lubuk terdalammu. Itu adalah hadiah yang tak lekang oleh waktu, tak ada emas berlian yang bisa membelinya. Buk’e, engkaulah kalimat, engkaulah nyawa di setiap tulisan ini.

Buk’e, sebagaimana kamu percaya pada prinsip sangkan paran, aku pun begitu. Semoga selalu ada yang menolongmu, karena anak perempuanmu ini tak ada dekat denganmu setiap waktu. Cukuplah, Alloh sebagai sebaik-baik penjagamu dan bapak di rumah.

I love you… i love you…  Aku kangen Buk’e

 

Bagaimana kisah kamu dengan ibu, ceritakan juga, yuk!

Diposkan pada blog competition, Mom & Kids

Terima Kasih TEMPRA Penurun Demam, Anakku Ceria Kembali

Moms, suka panik dan riweuh sendiri ga sih kalau anak sedang sakit? Dari si kecil rewel, nafsu makan berkurang, kurang tidur, pasca sakit badan terlihat kurusan. Sebagai seorang ibu pun kita harus meluangkan waktu perhatian lebih ekstra dan men-skip beberapa kegiatan demi menjaga buah hati. Pekerjaan rumah tangga terbengkalai. Jika kita pekerja hasilnya pasti sedikit banyak terpengaruh. Mungkin karena kita kurang istirahat mood menjadi jelek dan lebih sensitif. Suami menjadi sarana meluapkan emosi. Katakan tidak ya, Moms!

Jangan sampai ya kita mengeluh saat anak sakit apalagi dijadikan alasan tertundanya sebuah pekerjaan.

Sudah tugas seorang ibu menjaga kesehatan buah hati dan keluarga. Saya memiliki dua anak balita dengan jarak dua tahun, Kak Namiya berusia 40 bulan dan Dik Oziel umurnya 16 bulan. Yang gede, imunitas tubuh alaminya bagus sehingga jarang sakit. Saat usianya tujuh-delapan bulan pernah kami bawa perjalanan Bandung-Ciamis-Kuningan balik lagi ke Bandung dalam waktu tiga hari dengan sepeda motor, ia kuat. Berbeda dengan yang kecil, daya tahan tubuh alaminya kurang bagus. Terkena angin malam atau hujan sedikit, badannya bisa langsung panas dan muntah. Contohnya, pada usia yang sama dengan kakaknya hanya dari Alun-Alun Bandung ke rumah di Jalan Peta, terpaksa karena hari sudah malam kami nekad menerobos gerimis. Ia sudah ditutup selimut tapi toh malam menjelang pagi, ia demam.

Nah, setelah mempunyai adik, entah itu karena ikatan batin atau bagaimana, kalau adiknya sakit, kakaknya turut sakit. Polanya begini, adiknya demam ditambah masa penyembuhan dua hari, setelah sembuh kakaknya yang sakit, sama sekitar dua tiga hari. Saya ikut ambruk kemudian suami. Kalau yang bagian terakhir, saya dan suami sudah bisa mengantisipasi. Jika anak sakit, kami berusaha tetap makan yang banyak agar saat kelelahan perut dalam posisi tidak kosong. Walaupun sedikit drop karena terkuras energi tapi tidak ikut jatuh sakit.

Katanya kalau dalam satu rumah ada dua anak kecil, jika satunya sakit pasti yang lainnya akan tertular

Karenanya, sebagai seorang ibu, saya paling menghindari anak-anak sakit. Namun, kita juga tidak mengetahui, karena sakit bisa datang kapan saja. Apalagi demam, kadang demamnya batita menurut kepercayaan orang Jawa dianggap dia mau bisa apa atau berkembang, mungkin mau tumbuh gigi, mungkin menurunkan berat badan karena mau bisa berjalan, dan lain-lain.

 

Segera Beri Pertolongan dan Pelukan

Akhir pekan merupakan quality time bagi keluarga. Waktu dimana kami bisa seharian bersama setelah enam hari suami harus mencari nafkah. Sekedar haha-hihi di rumah, mengunjungi abah dan nenek, makan di luar, dan yang paling sering dilakukan adalah piknik jarak dekat. Sebab, anak-anak bisa belajar mengeksplorasi alam, mengenal kotanya, bersosialisasi dengan orang-orang baru, dan banyak lagi manfaatnya.

Pertengahan Desember lalu kami mengunjungi Curug Cimahi. Pertimbangannya, si sulung sedang gandrung kartun Detektif Peet. Detektif yang diminta memecahkan kasus di sekitar hutan. Di sisi lain, berwisata ke hutan akan mengenalkan bahwa lingkungan ia tinggal tidak hanya didominasi bangunan tapi juga alam dengan kekayaan tumbuhan dan binatang di dalamnya.

Kekayaan oksigen di curug yang hutannya masih terjaga ini bisa memperbaiki udara perkotaan yang biasa kita hirup dalam paru-paru. Badan lebih fresh dan bugar. Untuk ke curug harus menuruni tangga yang juga bisa menjadi latihan fisik bagi kita yang biasa dimanja kendaraan.

Nah, karena tujuan piknik ini lebih ke pembelajaran anak maka sebagai ibu kita harus aktif menunjukkan sesuatu yang baru ditemui maupun baru didengar bahkan mungkin yang baru dirasakan.

tempra3

“Suara apa itu, Ibu?”

Namiya mulai bertanya mendengar suara tongeret bersahutan.  Sebagai orang tua juga harus menjawab setiap pertanyaan anak dengan sabar dan benar. Kalau ternyata kita belum mengetahui jawabannya, kita bisa jujur dan mengatakan akan mencari tahu terlebih dahulu. Kalau kakak mulai bertanya ini-itu, yang kecil tak mau kalah merangsek turun. Kalau di rumah, ia sudah jago naik turun tangga sendiri, wah, di sini, adik harus belajar lagi karena licin dan takut kepleset. Saya pun memapahnya.

Ketika akan pulang, hujan mengguyur kawasan Curug Cimahi. Kami memutuskan berteduh terlebih dahulu di warung. Air hujan rasanya tak mau berhenti hingga magrib pun tiba. Kami akhirnya nekad pulang  dalam rintik hujan. Kedua anak di jaket rapat, duduk di antara kami dalam satu motor. Kami memakai jas hujan sehingga anak-anak juga ternaungi. Di rekayasa sedemikian mungkin mereka nyaman dan tidak terkena hujan serta berharap hujan reda dalam sekitar sejam perjalanan. Namun, hingga sampai di rumah hujan pun tak berhenti. Untungnya keduanya langsung tertidur di jalan.

Menjelang subuh, Oziel mulai gelisah. Ia menyusu dan sesekali merengek. Ketika saya pegang dahinya pun panas. Oziel demam. Ia mulai tak nyaman tidur dan segera saya berinisiatif menggendong dan mendekapnya. Biasanya, kalau anak sakit demam seperti ini pertolongan pertama membalur badan dengan minyak telon dan mengompres dengan air hangat. Alhamdulillah, panasnya turun dan ia bisa ditidurkan.

Ketika bangun di pagi harinya, ia panas lagi. Lalu, saya ingat TEMPRA Syrup, banyak teman blogger yang mengulas obat penurun demam dan pereda nyeri ini. Untunglah, TEMPRA Syrup mudah didapat. Saya hanya perlu berjalan ke Alfamart yang jaraknya lebih dekat dibanding jika ke apotek, ya, karena suami sudah berangkat kerja dan terlalu lama jika menunggu ia pulang lebih dahulu. Harganya pun aman di kantong.

tempra

TEMPRA Syrup penurun panas disertai gelas takar yang sangat memudahkan saya dalam memberikan dosis kepada si kecil. Dalam label, tertera jelas aturan pemakaiannya. Nah, karena Oziel dibawah dua tahun, saya memberikan dosis separo dari anjuran untuk anak 2-3 tahun yaitu 2,5 ml. Selang beberapa waktu kemudian panasnya turun. Saya pun lega. Namun, yang namanya anak kecil, sore harinya, ketika saya sedikit lengah dia sudah berada di kamar mandi sendiri mainan air dingin. Masya Allah, dia kan habis demam, pikir saya. Benar saja, malam harinya ia panas kembali. Tapi, sekarang saya tidak perlu pusing, karena sudah ada TEMPRA. Ia pun segera terbebas dari panas dan tidur nyenyak hingga pagi.

tempra oziel

Seperti yang saya katakan di atas, saat adiknya sudah sembuh, kakaknya terkena demam. Padahal, sebelumnya ia sehat-sehat saja bahkan ketika malam habis kehujanan. Saat adiknya sakit, ia pun masih ceria dan riang bermain-main seperti biasa. Saya pun sudah tenang. Tapi, mungkin karena saudara ya, ia pun ikut demam. Karena adiknya sembuh berkat TEMPRA, Kak Mia juga saya kasih syrup obat ini. Hmmm… yang gede ini ya super duper susah kalau mau diberi obat, harus dipegangin lah, dicubit hidungnya lah, mulutnya setengah paksa harus dibuka, karena bujuk rayu tak mempan. Mau dibalur badannya harus nyuri-nyuri, mau dikompres juga tidak mau. Makanya, kalau mau mengobati yang besar harus menunggu suami pulang kerja untuk memegangi.

“Ini sirup rasa anggur enak… cobain dulu biar sembuh…” rayu saya.

“Rasa anggur Ibu, enak… ” katanya sembari mulutnya setengah rapat.

Beruntunglah, sirup obatnya masuk meski beberapa disemprotin. Makanya, kalau memberi obat yang besar ini saya melebihkan karena pasti akan ada yang terbuang. Sekali diobatin Namiya sudah sembuh. Keduanya sudah ceria kembali sekarang. Ngapain berlama-lama sakit kalau bisa segera sembuh, ya kan, Moms?

tempra mia

Nah, Moms, kalau si kecil panas bisa mengandalkan TEMPRA Syrup karena aman di lambung, tidak perlu dikocok (100% larut), dan dosis tepat (tidak kurang maupun over dosis). TEMPRA Syrup mengandung paracetamol yang bekerja sebagai antipiretika pada pusat pengaturan suhu di otak dan analgetika dengan meningkatkan ambang rasa sakit. TEMPRA Syrup bisa juga digunakan sebagai pereda panas sehabis imunisasi.

Bagi saya, kelebihan TEMPRA Syrup memiliki rasa anggur sehingga Namiya tidak takut pahit dan cairannya tidak terlalu kental jadi bisa mudah masuk atau tertelan. Inovasi tutup botolnya tidak membuat gampang tumpah maupun dibuka anak yang suka penasaran, dan gelas takar yang sangat memudahkan sehingga tidak mengira-ira banyaknya dosis yang diberikan. 

Ngomongin soal demam ini segera berikan pertolongan kepada buah hati ya, Moms. Demam merupakan pertanda infeksi penyakit menyerang ke tubuh. Panas yang melebihi 40 derajat celcius pada anak bisa menimbulkan kejang dan bisa merusak saraf. Kalau sudah tidak wajar seperti ini, jangan sembrono ya, Moms, harus cepat-cepat dibawa ke dokter.

Tidak hanya obat, pelukan dan perhatian dari kita juga bisa menjadi obat yang ampuh lho. Sebab, ibu adalah simbol kasih sayang #SelaluAdaCintadiHatiBunda. Pekerjaan bisa kita tunda tetap anak yang utama. Terima kasih TEMPRA, Anakku Ceria Kembali 🙂

tempra2

Kalau pengalaman Moms saat anak demam seperti apa, cerita juga, yuk!

 

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra

 

 

 

Diposkan pada Beauty, blog competition

Tampil Cantik BerHIJUP dan Selalu Resik, Kunci Keluarga Harmonis

“Cantik itu bukan hanya penampilan di luar tapi juga resik di dalam.”

Maksudnya gimana sih kalimat tersebut? Perempuan diciptakan Tuhan sebagai makhluk yang indah dipandang. Bagi yang belum menikah, perempuan harus selalu cantik karena tidak tahu kapan akan bertemu jodohnya. Perempuan yang sudah menikah, dituntut tidak hanya cantik di luar tapi juga harus resik di dalam untuk menyenangkan suami. Mmm… sudah mulai nyambung kan?

Cantik, resik, keluarga bahagia demikianlah tema yang diusung  dalam acara #HIJUPBloggersmeetup x Arisan Resik bertempat di Morning Glory Rooftop Mitra Hotel, Bandung (14/12/2017). Kak Laras yang bertindak sebagai MC membuka acara dengan memperkenalkan narasumber dan rangkaian kegiatan. Kedua narasumber yaitu Rimma Bawazier, seorang Social Media Influencer dan designer lalu Ibu Yuna Eka Christian selaku Senior Public Relation PT Kino Indonesia. Acara dimulai dengan inspiring talkshow, arisan resik, makan siang, dan workshop Brush and Hand Lettering.

 

Manajemen Waktu Keluarga Harmonis Ala Rimma Bawazier

HIJUP1

Perempuan mana yang tidak ingin sukses dalam karier dan keluarga. Saya yakin semua perempuan pasti menginginkan keduanya. Namun, hanya sedikit yang bisa meraih keduanya. Sayangnya, sebagai perempuan terkadang kita dihadapkan pada pilihan untuk mengorbankan salah satunya.

Nah, pada kesempatan kali ini, Kak Rimma berbagi kunci keharmonisan keluarga. Baginya, keluarga adalah prioritas dan ladang ibadah. Dia bersyukur memiliki pekerjaan yang tidak terikat waktu. Sehingga setiap waktu bisa bersama anak atau suami. Ditanya mengenai resep keluarga harmonis, ia menjawab sesuai nasehat orang tuanya sesaat sebelum menikah. Suami itu dibuat bahagianya dengan tiga cara yaitu matanya, perutnya, dan “itunya”. Di depan suami harus selalu tampil cantik dan enak dipandang. Jangan malas memasak untuk mengenyangkan perut suami, dan yang terakhir “itunya” dengan cara menjaga kebersihan organ kewanitaan.

Ngomongin soal kebersihan organ kewanitaan ini, selain ratus Rimma juga menggunakan air godokan sirih. Air godokan sirih membantu mengurangi keluhan keputihan apalagi menjelang menstruasi. Hidup di perkotaan terkadang membuat daun sirih susah ditemukan. Selanjutnya, masih harus ribet merebusnya sedangkan kita berloncat-loncatan dengan pekerjaan maupun urusan rumah tangga. Dengan adanya kemasan Resik V, resep turun temurun ini sekarang mudah dan praktis didapat maupun digunakan.

 

Resik V Alami, Halal, dan Higienis 

Turut membantu menjelaskan produk Resik V, Ibu Yuna Eka Christina. Kenapa membersihkan organ kewanitaan ini penting? Pertama, perempuan secara alami atau hormonal rentan terkena #keputihan. Lebih dari 70% perempuan yang berkonsultasi ke dokter biasanya terkait masalah ini. Kedua, organ wanita letaknya tersembunyi berbeda dengan laki-laki. Jika tidak dirawat akan menimbulkan berkembangnya bakteri dan jamur. Mikrofauna memang dibutuhkan tapi dalam jumlah seimbang. Ketika tidak dirawat apalagi jarang mengganti celana dalam masa menstruasi keadaan akan menjadi lebih lembab dan memicu berkembangnya jamur.

Masyarakat Indonesia secara turun temurun rata-rata mengatasinya dengan menggunakan air godokan daun sirih. Sebagai bagian spirit PT Kino Indonesia, to global from local, dikemaslah air ini dalam produk Resik V. Adanya kemasan ini membantu kepraktisan dan mempermudah gaya hidup kaum hawa urban yang berkejaran waktu.

Resik V ini sifatnya alami. Sebab, terbuat dari godokan daun sirih asli. #Manfaatdaunsirih merupakan antiseptik alami dan memiliki kandungan minyak atsiri. Produknya juga berlabel halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Artinya produk telah melalui perjalanan panjang mulai dari bahan baku, proses produksi hingga pengemasan. Sertifikat ini bukan main-main ya.

“Siapa yang suka mencuci organ kewanitaan dengan sabun?”

Di tengah-tengah talkshow, Bu Yuna melemparkan pertanyaan. Pertanyaan tersebut dijawab anggukan oleh beberapa peserta. Bu Yuna mengingatkan kalau sabun itu bersifat basa sedangkan daerah organ kewanitaan kita memiliki pH asam antara 3,5-4. Jika kondisi basa justru bakteri akan cepat berkembang.

Penting untuk diketahui, Resik V merupakan pembersih kewanitaan bukan sabunPenjelasan ini mengena banget buat saya, sebelum mengikuti acara ini saya anti dengan segala bentuk pembersih untuk organ kewanitaan. Alasannya, takut bakteri alami yang dibutuhkan mati. Resik V tidak mengandung bakterisida atau bahan untuk membunuh bakteri tapi mempertahankan keseimbangan mikrofauna atau dengan kata lain tidak mematikan bakteri alami. Karena sifatnya tersebut sehingga bisa digunakan kapan saja tanpa menimbulkan efek samping. Ini juga menjawab MITOS rahim kering jika kebanyakan menggunakan pembersih kewanitaan yang ditanyakan oleh Teh Tian, Blogger Bandung. Pemakaian Resik V hanya diluar tidak dipakai ke dalam. Kalau kebanyakan pun akan terbuang sendiri. Jadi kembali lagi ke pembersih yang digunakan.

Sebenarnya saya juga ingin bertanya tapi karena kurang cepat mengangkat tangan, saya pun tidak berkesempatan. Saya ingin kroscek, “Apakah Resik V bisa mempercepat keringnya jahitan pasca melahirkan normal? Berdasarkan pengalaman pribadi, ibu merebuskan daun sirih agar dibasuhkan saat buang air atau mandi sehingga terbukti mengurangi nyeri, mempercepat penyembuhan, dan mengurangi anyir akibat nifas”

Di akhir-akhir sesi, Bu Yuna menambahkan agar efektif #mengatasikeputihan dan masalah infeksi daerah kewanitaan, pemakaiannya dianjurkan selama atau sesudah masa haid. Sebab air godokan sirih dapat mematikan jamur Candida albicans penyebab keputihan. Kalau hanya untuk merawat dan menjaga kebersihan, penggunaannya normal setiap mandi.

HIJUP2

Wah, penjelasannya simple tapi mudah dimengerti ya. Jadi tidak mikir lagi kan untuk menggunakan Resik V agar keluarga lebih harmonis. Kamu yang belum menikah, boleh kok menggunakan produk ini asal sudah mendapat haid. Bagi yang hamil juga aman. Catatan, Resik V bukan obat jadi kalau mendapatkan keputihan yang tidak normal atau patologis harus tetap konsultasi ke dokter.

Oya, ketika saya mencobanya di rumah, warna airnya tidak bening sama dengan godokan daun sirih ibu saya lho. Sampai ke bau-baunya juga. Tidak banyak mengeluarkan busa. Benar asli dan alami ya. Area kewanitaan jadi bersih, keset, dan terbebas dari bau tidak sedap. Jadi, kangen ibu di Klaten.

Coba buktikan sendiri, yuk! Harganya terjangkau banget hanya Rp 20 ribuan.

Grafis Resik

 

Look Good, Feel Good, Do Good BerHIJUP

Setelah membahas yang resik-resik, dimana kebersihan merupakan sebagian dari iman. Sekarang bagaimana dengan HIJUP-nya. Sebagai Muslim kita pasti pernah mendengar bahwa Alloh menyukai keindahan. Nah, untuk mensyukuri karunianya sebagai seorang perempuan kita juga harus mempedulikan keindahan dan kecantikan. Salah satu pilihan agar kita bisa selalu tampil anggun adalah dengan berseluncur ke HijUp.com. Banyak koleksi dari brand-brand ternama agar selalu Look Good, Feel Good, dan Do Good.

Tadinya di rumah saya berpikir kalau HIJUP akan memberikan talkshow juga. Mungkin tentang workshop berhijab stylish dan modern, atau tutorial berhijab. Tapi tidak. Dalam acara ini HIJUP membagi-bagi gift untuk peserta beruntung dan hampers termasuk juga produk Resik V. Saya beruntung mendapatkan ghayda scarf dari Fashion HIJUP.  Paduan putih pink dan kuntum bunga mawar, feminim sekali, ya. Langsung dipakai saat akhir pekan bersama keluarga di Curug Cimahi. Nah, kalau ini salah satu cara kami menjaga keluarga harmonis. Selalu menyempatkan liburan bareng maklum anak masih kecil juga. Masa kecil cepat berlalu dan harus dioptimalkan sebaik mungkin untuk bonding atau perekat ikatan batin anak dengan orang tua.

HIJUP4

Eitsss…. Kamu yang tidak ikut acaranya jangan berkecil hati, HijUp.com juga memberikan special voucher buat Kalian. Keren sekali ya. Langsung cusss untuk melihat koleksinya dari sepatu, busana, hijab, aksesoris, dan produk lainnya. Kalau sudah mengincar barangnya, nih saya kasih kode voucher senilai Rp 50 ribu untuk minimal pembelian Rp 250 ribu. Voucher berlaku hingga 28 Februari 2018. Lumayan banget kan. Buruan ya jangan sampai kehabisan apalagi voucher-nya sampai hangus karena kelamaan berpikir.

HIJUPBMUBANDUNG

Silakan klik gambar di bawah untuk langsung bisa berbelanja ke HijUp.com

Resik-V-bandung-blogbanner2

 

Belajar Modern Calligraphy bareng Bandung Menulis

Sudah resik, cantik, pandai menulis indah pula. Betapa beruntungnya pasangan kamu. Keluarga harmonis pun sudah di depan mata.

Para blogger dilatih modern calligraphy dengan kuas oleh kakak-kakak dari Bandung Menulis. Ada Kak Eko Fitriyono dan Kak Afri Tias. Mereka begantian menjelaskan dengan penuh kesabaran. Maklum pesertanya sudah bukan anak kecil lagi. Dan, ternyata memang saya tidak berbakat pada seni menggambar ini. Dari sejak sekolah dasar dulu memang kemampuan menggambar saya hanya cukup. Namun, Kak Afri Tias ini pandai banget agar kita yang merasa tidak bisa tidak menyerah lho. Katanya, hasil pertama kurang memuaskan biasa yang penting terus berlatih. Benar kata pepatah ya, bakat terkadang kalah dengan latihan atau dengan kata lain orang yang memiliki bakat alami bisa kalah dengan orang yang terus berlatih.

Kalau kamu ingin mencoba teknik ini sangat gampang kok asal telaten dan terus berlatih itu tadi.

Salinan dari HIJUP1

Alat dan bahan yang perlu disiapkan cat air, kuas, wadah, sedikit air, pensil, penghapus, dan kertas. Prinsipnya bisa membedakan tebal dan tipis. Yaitu saat menggores ke bawah tebal dan tipis saat menarik ke atas. Kemudian pelajari juga basic stroke-nya atau pembentuk hurufnya. Misalnya huruf a dasarnya lingkaran.

Lalu kami pun ditantang menulis dengan memilih tiga kalimat yang telah disediakan.

Femininity is my strength

Embrace our femininity

Femininity leads to happiness

Di akhir acara dipilih tiga hand lettering terbaik. Saya pun tak berharap. Evaluasi usai melihat hand lettering terpilih, hasilnya tulisan saya monoton sekali baik dari segi gaya maupun warna. Huruf-huruf dibuat melengkung, saya standar sekali. Padahal kami diberi warna merah, hijau, kuning, merah, biru lalu saya hanya memakai warna biru saja. Benar-benar tidak memiliki nilai seni ya.

Keseruan #HIJUPmeetupBandung yang berlangsung cair dan akrab pun berakhir. Sayang sekali kami harus berpisah dalam acara yang bertabur inspirasi, ilmu aplikatif, gift maupun voucher ini. Yang beruntung mendapat tambahan goodie bag adalah tiga penanya, tiga pemenang lomba foto instagram, pemenang arisan, dan tiga hand lettering terpilih.

Saya termasuk peserta yang kurang beruntung dalam live #HIJUPevent tersebut. Namun, kabar gembiranya ada blog competition yang berlangsung hingga 28 Desember 2017. Semoga saya beruntung. Wish me luck 😌

Resik-V-bandung-blogbanner1

*Foto-foto dokumen pribadi, design with @canva; banner: @hijup