Diposkan pada Artikel, Echi's Wife

Merawat Kulit Wajah Turning Thirty

Jelang usia 30 tahun sebagian wanita mungkin mulai mempermasalahkan kulit wajah maupun bagian tubuh lainnya. Misalnya mulai adanya kerutan, bersisik, kasar, bercak hitam atau kulit menggelambir. Secara pribadi, saya tergolong wanita yang cuek soal perawatan kulit wajah atau tubuh ini. Namun, di tahun-tahun terakhir kepala dua ini, saya mulai risih juga dengan kulit yang cepat kering.

Saat membuka majalah lama, Kalawarta edisi September 2014 halaman 16-17, saya menemukan artikel melawan penuaan dini. Nah, berikut saya coba share point-point cara mencegah penuaan dini oleh Dokter spesialis kulit dan kelamin RS Cahya Kawaluyan dr. Meily Anggraeni, Sp. KK ya.

  • Menghindari paparan sinar matahari langsung secara berlebihan pada pukul 10.00-15.00. Terlalu sering terpapar sinar matahari dapat membuat kulit mengalami penuaan lebih cepat. Berkurangnya jaringan elastin dalam kulit menimbulkan kerutan serta bercak-bercak hitam pada daerah yang sering terpapar. Hmmm… baca bagian ini saya manggut-manggut, terjawab ya kenapa seiring bertambahnya umur atau mereka yang lebih banyak terkena sinar matahari terdapat bercak hitam. Kebanyakan yang saya lihat di wajah mungkin karena wajah tak terlindungi secara langsung. Top tips menggunakan tabir surya SPF 30, atau menggunakan pelindung topi atau payung.
  • Minum banyak air. Ini sepele tapi saya paling malas padahal manfaat minum air putih sangat banyak manfaatnya. Sekedar cerita di kehamilan pertama saat usia kandungan sekitar enam bulan saya kekurangan cairan ketuban. Untunglah segera terdeteksi saat USG. Penyebabnya kurang minum air. Jangan ditiru ya. Sedangkan untuk tubuh yang terhidrasi baik dengan banyak minum air akan menghindarkan dari kulit kusam dan kering. Bold buat saya 😀
  • Rajin membersihkan kulit wajah. Sembari mengingatkan diri sendiri sih, kalau habis pergi tuh, apalagi kalau sudah malam, bawaannya langsung pingin tepar malas mencuci muka padahal debu jalanan maupun kotoran banyak yang menempel. Terkadang membersihkan dengan air saja tidak cukup. Banyak kotoran, minyak, keringat, mikroorganisme, sel yang mengelupas dari kulit, dan polutan lainnya. Karenanya, kita bisa memilih sabun pembersih wajah yang aman dan lembut sesuai jenis kulit.
  • Menggunakan pelembab. Tujuan pelembab yaitu membantu meningkatkan dan mempertahankan hidrasi kulit, memperbaiki fungsi sawar kulit, dan melindungi lapisan kulit. Nah, saran dari dr. Meily tetap gunakan pelembab sesuai tipe kulit dan bagi yang sensitif gunakan pelembab hipoalergenik. Kalau saya lagi belajar memakai pelembab tapi itu tadi ga telaten haha…
  • Menggunakan krim malam. Krim malam digunakan pada malam hari dan sebaiknya digunakan mulai umur 30 tahun. Krim malam akan membantu kulit beregenerasi. Beberapa kegunaannya adalah menstimulasi produksi kolagen, menutrisi kulit, membantu kelainan hiperpigmentasi (contohnya bercak coklat dan hitam pada wajah), dan membantu mengurangi kerutan halus. Perhatikan ya krim malam akan berbeda pada Anda usia 20, 30-40, 50-60 tahun.
  • Mengonsumsi anti oksidan. Anti oksidan bisa didapatkan dengan mengonsumsi buah-buahan, biji-bijian, sayuran, dan ikan. Makan secara teratur setiap hari dapat melindungi sel tubuh dari radikal bebas dan melawan penuaan.
  • Menggunakan serum vitamin C. Vitamin C dapat membuat kulit lebih cerah karena menghambat pembentukan pigmen warna. Selain itu juga akan meningkatkan dan merangsang produksi kolagen kulit yang membantu mempertahankan elastisitas kulit sehingga mengurangi kerutan halus.
  • Menghindari kebiasaan tidak sehat. Kebiasaan minum alkohol dan merokok dapat mempercepat penuaan. Begitu juga dengan kurang tidur dan stres. Sehingga usahan tidur minimal delapan jam setiap hari agar tubuh dan otot lebih rileks.

Tipsnya sederhana ya, murah dan tidak mengeluarkan biaya mahal. Kuncinya disiplin dan jangan malas. Haduh jangan malas ya… Jangan sering coba-coba make up malah bisa merusak kulit wajah. Kembali lagi, baca dulu petunjuk dan aturan pakai, apakah cocok dengan kulit kita atau tidak? Sebab cocok untuk A belum tentu cocok untuk B.

Oke, semoga bermanfaat. Punya tips lain share juga, yuk 🙂

Iklan
Diposkan pada Artikel, Echi's Wife, ODOP

#ODOP23 Tips Melahirkan Normal

Melahirkan secara normal merupakan dambaan setiap ibu. Sebab, pemulihan seorang ibu lebih cepat, begitu juga ASI dipercaya lebih lancar. Kecuali untuk keadaan darurat demi menyelamatkan ibu dan bayi, persalinan melalui operasi sesar memang dibutuhkan.

Waktu kehamilan pertama banyak yang menyangsikan, saya dapat melahirkan secara normal. Fisik saya yang kecil dengan tinggi badan sekitar 150 sentimeter penyebab utama keraguan tersebut.

Agar bisa melahirkan secara normal. Persiapan-persiapan yang saya lakukan di antaranya:

  • Latihan napas. Saat melahirkan normal kita harus mengejan. Nah, saat mengejan ini kita butuh napas yang panjang. Sering – sering latihan napas panjang atau bisa dengan berjalan kaki.
  • Senam hamil. Iku kelas senam hamil mungkin lebih baik. Tapi kalau saya dulu hanya mengikuti petunjuk di buku pink dari bidan dan mencari di internet. Senam ini akan membantu mempersiapkan otot-otot yang berhubungan dengan kelahiran normal.
  • Banyak berdoa dan bersujud. Kalau kita Muslim, sujud dalam sholat secara ilmiah sudah terbukti akan membantu posisi bayi sempurna yaitu kepala di bawah. Saat sujud pula kita disarankan banyak berdoa karena waktu itu adalah waktu kita terdekat dengan Alloh.
  • Sering mengobrol dengan jabang bayi. Sejak dalam kandungan saya suka bicara sama anak. Misalnya kalau sudah waktunya lahir yang lancar ya, saling menguatkan sama ibu ya… dan sebagainya. Ini juga bisa menghilangkan stress atau rasa khawatir jelang waktu melahirkan lho,Bund.
  • Minta restu ibu dan suami. Jika masih mempunyai ibu, doa ibu adalah yang terbaik. Kalau ibu sudah meninggal jangan  berkecil hati. Karena setelah orang tua, saat kita sudah menikah, ridho Alloh jika suami sudah ridho. Saya sering meminta suami mendoakan saya dan anak. Jangan sungkan ya sama suami sendiri. Toh, kita sudah setuju dipinangnya seumur hidup.
  • Mantapkan niat dan tekad. Ada senior waktu di kampus yang menjadi contoh saya. Pinggangnya lebih kecil dari saya. Dia sudah divonis kelahiran sesar. Tapi, dengan niat dan tekad yang kuat ia akhirnya bisa melahirkan normal. Di kesempatan terakhir yang diberikan bidan, anak pertamanya lahir dengan sehat. Ibunya juga.

Alhamdulillah dengan melakukan hal tersebut, kedua anak saya lahir dengab normal. Dua-duanya lahir di bidan desa dengan kelahiran normal dan waktu bersalin yang lancar.

Tidak ada yang memungkiri rasa sakit seorang ibu yang hendak melahirkan. Namun, semua rasa sakit dan lelah tersebut akan terbayar dengan jerit tangis bayi yang lahir. Kemudian saat bidan meletakkannya di dada kita untuk di Inisiasi Menyusui Ini (IMD). Saat tangan kita menyentuh tubuh mungil darah daging kita.

Bunda sedang hamil, semangat ya. Semoga tips saya bisa membantu. Jangan mengeluh karena anak adalah amanah 🙂

images (1)
Sumber: Kumpulan Doa Pilihan

 

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Diposkan pada Echi's Wife, ODOP

#ODOP17 Perbedaan Karakter Anak

Bunda… Setiap anak itu unik. Kalau kata ibu saya, beda anak beda hati. Kalau anaknya dua ya hatinya dua. Mengerti maksudnya tidak? Jadi kira-kira begini, beda anak beda perlakuannya. Kita sebagai ibunya harus bisa membelah hati sesuai karakter mereka. Antara anak yang satu dengan yang lain tidak bisa diperlakukan sama. Makanya terkadang hasil didikan sama tapi anaknya tumbuh berbeda. Karena harus kita sadari meskipun anak terlahir kembar tapi sifat mereka berbeda.

Saya sedang belajar dan terus belajar dalam mendidik anak. Anak sulung saya perempuan dan adiknya laki-laki, terpaut umur dua tahun. Meskipun, sekarang masih balita justru yang rewel yang perempuan, si anak pertama. Kalau secara teori, yang besar yang mengalah, yang besar harus menjadi contoh. Memang benar tapi harus sesuai situasi dan kondisi juga ya, Bund.

20170505_120807
Foto: dok. pribadi

Anak Sulung, Si Pemimpin 

Anak sulung biasanya mendapat perhatian yang sangat dari orang tua, dari masa kehamilan hingga lahir. Karenanya, orang tua biasanya menaruh banyak harapan pada anak sulung. Harapan menjadi contoh bagi saudara yang lain maupun harapan jika tumbuh besar nanti. Jika tidak hati-hati kecenderungan orang tua ini akan menjadi beban baginya. Rata-rata karakter yang dimiliki si sulung adalah sosok yang dapat diandalkan, terstruktur, rapi, cenderung serius, penuh kendali, mencapai prestasi, dan berjiwa pemimpin.

Meski begitu sebagai orang tua kita tetap harus memberinya pilihan sesuai bakat dan kemampuannya. Biarkan juga dia berkembang optimal tanpa melulu dikte dari kita.

Anak Bungsu, Si Jenaka

Kerasa sih saya sama saya, ketika anak pertama, saya begitu detail dengan perkembangannya. Saya juga menanti-nanti, kapan ia tumbuh gigi, merangkak, berjalan, dan lainnya. Nah, giliran adiknya bukannya tidak memperhatikan ya tapi rasanya saya lebih percaya diri dalam mengasuh. Anak pun rasanya tumbuh dengan sendirinya. Karena perbedaan pola pengasuhan tersebut umumnya anak terkecil tumbuh menjadi pribadi menyenangkan, jenaka, ceria, rileks, mudah bergaul, sederhana, dan spontan.

Yang tidak boleh dilalaikan sebagai orang tua adalah tetap harus memupuk jiwa pemimpinnya. Apalagi kalau dia laki-laki. Meskipun dilahirkan bukan anak pertama tapi saya lebih mengarahkan jiwa pemimpin ini pada anak kedua. Boleh jadi secara urutan anak kedua saya laki-laki dan anak pertama perempuan. Tapi dalam pengasuhannya saya membaliknya. Seperti kata psikolog Valensia Gowanda, urutan lahir bukan hanya berdasarkan urutan kelahiran tetapi juga peran urutan lahir yang diberikan orang tua untuk anak. Seperti saya yang memperlakukan anak kedua sebagai pemimpin. Kalau bunda gimana?

Nah, selain karakter sulung dan bungsu, ada juga yang ditakdirkan menjadi anak tunggal. Anak tunggal ini biasanya perfeksionis dan umumnya serius. Karena mendapat curahan kasih sayang dari kedua orang tua, ia tumbuh dengan kepercayaan diri tinggi. Namun, kurang bisa menyesuaikan dengan diri dengan kebutuhan teman sebayanya.

Jika memiliki anak tunggal, sebagai orangtua harus melatih empati maupun kemampuan negoisasi karena ia tidak memiliki kakak atau adik. Kita juga tidak boleh mempunyai banyak harapan kepada anak tunggal. Biarkan ia tetap mandiri dan bertumbuh dengan style-nya.

Beda lagi dengan anak tengah, si fleksibel. Karena mempunyai kakak dan adik, ia pun merasa lebih nyaman. Karenanya, anak tengah biasanya mudah menyesuaikan diri, mementingkan persahabatan, pendamai, namun cenderung “memberontak” atau tampil beda.

Sebagai orang tua kita harus menyediakan waktu ekstra untuk anak tengah agar ia tetap berekspresi sesuai gayanya. Memastikan ia juga disayang seperti kakak dan adiknya sehingga tidak minder dalam pergaulan.

Selain urutan kelahiran, menurut Valensia, jarak usia juga perlu dipertimbangkan. Misalnya jarak anak pertama dan kedua selisih lima tahun. Biasanya anak pertama akan memiliki sifat anak tunggal dan anak kedua menjadi si sulung.

Begitu kira-kira, bunda, meskipun begitu pola asuh tetap sesuaikan dengan kepribadian anak agar mereka tumbuh optimal menjadi generasi emas. Sebagai ibunya, kita adalah orang yang paling mengetahui tentang anak kita. Jadi ibu itu tidak gampang tapi tidak berarti susah juga. Semoga kita bisa menjadi ibu yang amanah buat anak-anak kita ya 🙂

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Diposkan pada Echi's Wife, ODOP

#ODOP16 Refleksi 72TH Indonesia Kerja Bersama

72thindonesia

 

17 Agustus, 72 tahun yang lalu, para pendiri bangsa ini memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Hari penuh semangat, penuh sukacita usai melepaskan diri dari belenggu penjajahan bangsa asing. Cita-cita, impian bangsa segera terajut untuk lepas dari keterpurukan dan menjelma menjadi bangsa yang berdikari.

Bangsa yang berdiri di atas kaki sendiri adalah salahsatu cita-cita presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Sebuah cita-cita mulia yang sudah seharusnya diteruskan oleh generasi mudanya.

Indonesia diberi modal anugerah kekayaan alam yang melimpah. Negara pemilik hutan tropis terluas ketiga di dunia. Negeri dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia. Modal alam yang harus diimbangi dengan sumberdaya manusia yang memadai.

Belum lama ini, Indonesia mengimpor garam, mengapa? Indonesia dengan sawah yang luas, tanah yang subur? Mengapa memasukkan beras dari negara lain? Kita juga mempunyai perkebunan tebu lalu kenapa mesti impor gula? Belum cabe yang harus membeli dari negara lain. Itu hanya salahsatu contoh masalah bangsa ini.

Impor dilakukan ketika stok yang ada tidak mencukupi kebutuhan dalam periode tertentu. Apakah berarti petani, nelayan tidak bekerja? Mereka bekerja kok setiap hari. Lalu bagaimana rasanya, setiap hari berpeluh dengan harapan harga jual hasil panen tinggi tapi anjlok karena digempur barang impor? Petani berjaya di negeri sendiri, kapan?

Teknologi yang harus digenjot oleh pemerintah. Kebanyakan masyarakat Indonesia di sektor agraris, maritim, bahkan pertambangan masih bekerja secara tradisional atau konvensional. Itulah salahsatu penyebab kita seperti kekurangan bahan pangan karena harus menunggu dari tanam sampai panen. Modernisasi harus masuk ke sektor ini. Sektor-sektor strategis bangsa ini. Pemerintah setidaknya bisa menyediakan banyak beasiswa untuk generasi muda di sektor ini untuk belajar di luar negeri lalu mengadaptasinya ke Indonesia. Kebanyakan lulusan luar negeri dengan jurusan tertentu terkadang malah bingung mau bekerja apa di Indonesia? Tugas pemerintah memfasilitasi ini agar aset bangsa dengan kecermelangan daya pikir mereka tidak diambil bangsa lain. Tapi untuk memajukan bangsa ini menjadi Macan Asia, visi Presiden Soeharto, presiden kedua Indonesia.

Presiden Joko Widodo mempunyai tugas berat karena nampaknya sebagian generasi muda terlena dengan era digital. Era serba mudah serba cepat bahkan era pasar global sudah memasuki Indonesia. Ketika dengan mudahnya kita menjumpai orang asing -bukan turis- yang bekerja di bumi pertiwi.

Mari kita dukung revolusi mental demi generasi emas Indonesia 2045, dan semangat bekerja maupun berkarya yang beliau tularkan lewat berbagai kesempatan.

Hari merdeka bukan hanya sekedar upacara, gegap gempita perlombaan, berburu diskon independent day, tapi lebih dari itu. Mari isi kemerdekaan dengan peran kita masing-masing. Setiap peran boleh berbeda tugas tapi satu tujuan. Indonesia. Sebab cinta tanah air adalah sebagian dari iman.

 

Selamat 72 tahun Indonesiaku,

Semoga kami bisa menjadi pengemban amanah yang kau titipkan,

Indonesia yang gemah ripah loh jinawi – kekayaan alam yang berlimpah,

Sehingga terwujud Indonesia yang baldatun thoyyibatun warrobun ghofurrun – negeri yang aman tenteram dalam naungan ridho dan ampunan Alloh

Amiin…

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Diposkan pada Echi's Wife

Sudah Matikan Lampu Belum?

Sebenarnya terlambat ya posting listrik naik ini. Tapi gapapa lah… Karena beberapa waktu lalu saya mendapat email yang subjeknya “Ini bukan #GaraGaraListrikNaik, tapi #EnergiBerkeadilan” dari Kominfo. Jadi tergelitik ingin menulis soal listrik ini.

Siapa yang syok waktu bayar listrik bulan kemarin? Khususnya yang memakai daya 900VA pascabayar, ya. Saya donk ngacung pertama kali hehe… Gimana tidak dari Rp 71,783 ribu menjadi Rp 178,203 ribu??? Hmmm… Sempat bingung dengan lonjakannya, perasaan sih makainya sama saja…

Eh, ternyata tetangga yang memakai daya yang sama juga ga kalah kaget. Dia mengaku biasanya membawa uang Rp 200 ribu bisa untuk membayar dua rumah malah ada kembalian. Ini kurang dan harus pulang lagi. Malu… akunya. Satu ibu rumah tangga lagi yang curhat ke saya, pajak listriknya per bulan biasanya sekitar Rp 60 ribu, di bulan April 2017 menjadi Rp 140 ribu. “Untung bawa uang lebih, kalau ga harus balik lagi,” katanya gitu.

listrik-untuk-semua-5
Jadi listrik 900VA ini ternyata mengalami penyesuaian tarif dalam tiga tahap. Ah kurang begitu mengerti sih saya. Untuk detail penyesuaian tarif bisa cek gambar di atas. Ya, pada intinya dicabut subsidinya begitu atau tidak dibantu oleh anggaran dari pemerintah. Karena dianggap tidak tepat sasaran sebab yang menikmati rata-rata dari golongan mampu. Sedangkan subsidi itu untuk kaum miskin dan tidak mampu. Landasan hukumnya UU No 30 Tahun 2007 tentang Energi pasal 7 dan UU No 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan pasal 4.

listrik-untuk-semua-1

Masuk akal sih ya meski masih grundelan hehe… Tapi bersyukurlah berarti kita termasuk golongan mampu, ya kan? Nah, sebagai informasi subsidi listrik paling besar dinikmati oleh pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA mencapai Rp. 49,32 Triliun (87%).

listrik-untuk-semua-2
Lalu, siapa saja yang berhak mendapatkan subsidi?
Sesuai Permen ESDM No 29 Tahun 2016 penerima subsidi adalah rumah tangga pengguna 450VA dan 900VA miskin dan tidak mampu. Penetapan rumah tangga miskin dan tidak mampu ini didasarkan pada Data Terpadu Penanganan Fakir Miskin yang dikelola oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dan Kementerian Sosial.
listrik-untuk-semua-3

Oya, jika kamu merasa layak mendapatkan subsidi atau menemukan orang yang seharusnya mendapat subsidi atau sebaliknya, kamu bisa mengadukan loh. Mudah kok. Kamu tinggal datang ke kantor kelurahan dengan membawa dokumen persyaratan di antaranya:
– salinan Kartu Tanda Penduduk ( KTP) atau surat keterangan domisili
– salinan Kartu Keluarga (KK)
– salinan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau Kartu Perlindungan Sosial (KPS), bila ada
– bukti pembayaran rekening listrik atau pembelian token listrik bagi yang sudah menjadi konsumen PLN
– listrik atau pembelian token listrik di alamat lama dan alamat baru, bila pindah alamat
– surat keterangan dari RT/RW setempat bila pindah alamat
– surat pernyataan yang telah ditandatangani bila pindah alamat

Selengkapnya bisa lihat gambar di bawah ini.


Listrik Untuk Semua; Subsidi Tepat Sasaran dan Energi Berkeadilan

listrik-untuk-semua-4

Sekitar tahun 2011, saya pernah beberapa waktu tinggal di Landak, Kalimantan Barat tepatnya di daerah Menjalin dan Senakin. Listrik benar-benar tak stabil. Dalam satu hari bisa beberapa kali lampu padam. Anehnya saat listrik padam sinyal handphone ikut menghilang. Selain itu listrik padam mendadak juga bisa berpengaruh terhadap keawetan perangkat elektronik seperti PC, kulkas, dan lainnya. Semoga hal ini sudah tak terjadi lagi di sana.

Karenanya, dengan dialihkannya subsidi listrik ini semoga bisa membantu saudara-saudara kita terutama yang masih belum mendapat aliran listrik. Saat ini masih ada 2.500 desa belum teraliri listrik. Sekitar 1,6 juta rumah tangga miskin dan tidak mampu  belum menikmati sambungan listrik. Sebanyak 12.659 desa juga masih kekurangan listrik. Begitu juga tingkat elektrifikasi yang masih harus ditingkatkan dari 88,3% tahun 2015. Berdasarkan KBBI, elektrifikasi artinya pemakaian atau penggantian dengan listrik (sebelumnya tidak digunakan listrik).

Semoga upaya penyesuaian tarif bisa mewujudkan listrik untuk semua. Dengan mendukung program pemerintah kita bisa membantu saudara yang masih membutuhkannya. Subsidi tepat sasaran demi mewujudkan energi berkeadilan. Setuju ga sih kalau listrik menjadi bagian kebutuhan dasar saat ini? Sebab listrik sudah menjadi bagian terpenting dalam kehidupan terutama penerangan misalnya untuk belajar demi masa depan generasi bangsa. Dan manfaat listrik lainnya yang sudah tak diragukan lagi.

Oke… daripada mengeluh dengan penyesuain tarif ini sebagai ibu rumah tangga yang berperan sebagai menteri keuangan keluarga yang bertugas membayar tagihan listrik bulanan yang bisa kita lakukan adalah menghemat listrik. Tak lain tak bukan agar biaya bulanan tak membengkak. Karenanya berbagai upaya dilakukan untuk menghemat listrik.

Tips menghemat listrik

20170515_134213[1]
Foto: dok. pribadi
Begitu pulang dari membayar tagihan listrik bulan April 2017, masuk rumah saya langsung mematikan lampu dapur yang masih menyala. “Lihat, ibumu langsung matiin lampu gitu, Nam,” kata suami sambil merenges.

Tapi bukan hanya saja lho yang menerapkan ini. Tetangga saya juga ditegur suaminya. Sebab saat pulang kerja rumah dalam keadaan gelap gulita karena dia lagi menyetrika. Ia sengaja mematikan lampu selama menggosok baju demi menghemat listrik. Dasar ibu-ibu ya 😀

Tapi ngomong-ngomong soal lampu, ini memang menyumbang listrik yang tak sedikit lho. Kata adik saya, ya meskipun watt-nya kecil tapi kan menyala berjam-jam. Jumlah lampu di rumah juga ada beberapa kan? Ibarat peribahasa sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit -dalam konteks biaya listrik-. Gambarannya misal satu lampu daya 5 watt nyala 12 jam, biaya per kwh anggap Rp 1.352 sesuai penyesuaian tarif tahap III atau bulan Mei. Nah, coba kita menghitung biaya listrik sehari untuk satu lampu.

Pemakaian per hari :
= (5 Watt /1.000) x 12 jam) x Rp 1.352,-
= Rp 81,12

Pemakaian per bulan (anggap 30 hari) :
= Rp. 81,12 x 30
= Rp. 2.433,60

Hasil tersebut merupakan gambaran pemakaian listrik satu buah lampu. Kalau di rumah ada lima lampu tinggal dikalikan lima atau sekitar Rp 12 ribu. Kita tidak bisa menyebut angka pasti sebab nyala listrik kan berbeda-beda tidak semua dan setiap harinya pasti 12 jam.

Sekarang coba kita memangkas 3 jam untuk kepeluan lampu ini, kita bisa menghemat sekitar tiga ribu rupiah. Lumayan bisa buat parkir kan? So, pastikan lampu dimatikan kalau kita mau pergi terutama di siang hari. Belum jika ditambah penghematan dari perangkat elektronik lainnya misalnya menyalakan dispenser saat butuh. Sebab, dispenser ini termasuk perangkat elektronik yang penggunaan listriknya dinamis sebab secara otomatis akan masak air. Contoh lain adalah setrika, rice cooker. Itulah mengapa perangkat elektronik yang berhubungan dengan panas memiliki kebutuhan daya yang tinggi terutama saat bekerja. Saat tidak membuat es batu sebaiknya kulkas dinyalakan pada pengatur suhu kondisi tiga. Pastikan tv mati kalau mau tidur. Jangan sampai tv nonton kita ingat meteran listrik jalan terus. Oiya…koreksi kalau perhitungannya salah.

Hasil tips tersebut, tagihan listrik bulan Mei saya sebesar jreng…jreng…jreng Rp 33,432 Saya lebih syok daripada pas naik bulan kemarin. Tapi mungkin angka ini masih karena dalam proses penyesuain oleh PLN ya. Coba kita lihat lagi bulan depan.

Ngobrol cantik soal tips menghemat listrik ini banyak lho yang sharing di facebook. Manggut-manggut kadang ngakak juga bacanya. Yang belum dapat share-nya, ini salahsatu yang saya ambil dari facebook.

1. belajar hemat ,, ojo nganti nyetel TV malah TV ne nonton sing nyetel  =D < budaya boros… *jangan menyalakan TV tapi malah TV-nya yang menonton kamu*
2. pakai alat listrik secara bergantian
3. usahakan mesin air memakai alat penampungan
jadi tidak sering menghidupkan mesin air
4. matikan lampu bila sudah tidak diperlukan
5. jangan menggunakan dispenser, pakailah kompor saja
6. pakailah lampu LED bukan lampu (TL maupun Bohlam)
#Semoga bermanfaat  (Y)

Mematikan lampu adalah tips sederhana yang bisa saya lakukan dalam upaya menghemat listrik. Kalau kamu apa tips hemat listrik mu? Share, yuk!

sumber infografis: kominfo

Diposkan pada Echi's Wife, Happy Writing, lomba blogging

Kartini Muda Transmart Carrefour: Smart dan Hemat

Emansipasi oleh Raden Ajeng Kartini telah mencetak perempuan cantik, cerdas, dan mandiri. Sudah tak diragukan nama-nama seperti Ibu Susi Pudji Astuti Menteri Kelautan, Ibu Sri Mulyani Menteri Keuangan, Rosiana Silalahi Pemimpin Redaksi Kompas TV, dan berderet nama perempuan lain.

 

Perempuan itu harus smart

Point yang tidak boleh dilupakan bahwa Kartini memperjuangkan emansipasi bukan untuk menyaingi pria. Laki-laki dan perempuan terlahir dengan membawa kodrat masing-masing. Suami sebagai kepala keluarga. Istri akan menjadi ibu sebagai tiang keluarga dan madrasah pertama bagi anak-anaknya.

Untuk itulah, Kartini getol memperjuangkan pendidikan untuk kaum hawa. Lewat pemikiran-pemikirannya perempuan akhirnya tak hanya macak, masak, dan manak (menghias diri, memasak, dan melahirkan anak) tapi juga layak mendapat pendidikan setara. Sebab, ibu merupakan pencetak peradaban. Ia yang akan mendidik anak-anaknya menjadi generasi penerus bangsa. Hal ini juga senada dengan Psychology Spot yang mempublikasikan hasil risetnya bahwa tingkat kecerdasan seorang anak menurun dari ibunya (sumber: lifestyle.kompas).

Tak hanya itu, kecerdasan seorang istri juga berperan dalam hal keuangan. Sebab ia bertindak sebagai menteri keuangan di dalam keluarga. Karenanya, istri harus cerdas mengelola keuangan terlebih mengatur penghasilan suami yang diamanahkan kepadanya. Perempuan cerdas harus bisa menepis image yang tidak bisa dihindari bahwa perempuan itu boros dan konsumtif.

 

Perempuan itu harus hemat

Mengutip laman rula.co.id,  51 persen pengelolaan keuangan keluarga Indonesia ada di tangan perempuan. Kebiasaan buruk keuangan seperti sikap konsumtif yang berlebihan seperti mengikuti naluri shoping. Jika tidak waspada kebiasaan ini akan menyebabkan besar pasak daripada tiang. Untuk menutup lubang lalu berhutang sana-sini. Gali lubang dan tutup lubang, selalu seperti itu. Terkadang masalah keuangan ini memicu masalah-masalah rumah tangga hingga ketidakharmonisan keluarga. Untuk itulah dituntut perempuan yang cerdas menghargai penghasilan suami meskipun itu telah menjadi haknya.

Awal-awal pernikahan adalah masa sulit bagi saya. Masa beradaptasi. Saya yang menerima gaji dari suami harus mengaturnya sedemikian rupa untuk cukup satu bulan. Jujur saja, saya tidak pernah belajar memasak. Ketika dirumah, ibu selalu sudah menyiapkan dan saat merantau, saya makan jajan dan kerap memilih yang instan. Saat menikah itulah rasanya menyesal kenapa saat masih bersama ibu saya tidak meluangkan waktu belajar memasak bahkan sekedar menungguinya memasak dari awal sampai akhir. Kalaupun sempat ke dapur bersama ibu paling hanya mengobrol bukan fokus pada masakannya.

Akhirnya jebol juga gaji dari suami, uang saya pun kebawa-bawa untuk urusan makan ini. Misalnya dianggap satu kali makan per orang sekitar 10 ribu rupiah sekali makan, untuk dua orang adalah 20 ribu rupiah. Lalu untuk tiga kali makan? 60 ribu rupiah, dalam  sebulan, jika dikalikan 30 hari hasilnya biaya pengeluaran hanya untuk makan 1,8 juta. Belum tagihan listrik, kontrakan, belanja lain seperti keperluan sandang, mencuci, mandi, uang sampah, keamanan, dan lain-lain. Nah, yang perlu dicatat berapa sih gaji rata-rata karyawan dengan usia menikah sekitar 27 tahun?

Jika ini terus terjadi bagaimana nanti saat melahirkan, mempunyai anak, mau dikasih makan apa? Bagaimana dengan Makanan Pendamping ASI pertamanya? Masa semuanya serba instan? Ususnya masih kecil belum sekuat orang dewasa. Lalu, bagaimana kalau sudah sekolah? Bagaimana…bagaimana…itu terus terbayang? Saya pun mulai sedikit demi sedikit memasak meski beberapa kali tetap membeli makanan jadi. Itulah tuntutan penghematan pertama saya.

Agar tidak jebol keuangan, sebagai pemegang uang, hal-hal berikut coba saya terapkan meskipun agak keteter juga tapi kuncinya disiplin dan tegas terhadap diri sendiri.

Memisahkan pos-pos pengeluaran. Pengeluaran yang sudah wajib disisihkan pertama kali misalnya pajak listrik, keamanan, sampah, gas untuk memasak, galon air, dan uang bulanan untuk makan. Menyisihkan untuk menabung di awal kalau tidak bakal bablas tergiur diskon atau menuruti hobi.

Bijak belanja bulanan. Nah, belanja bulanan ini terkadang bisa dikatakan hemat tapi kalau tidak teliti justru disini juga menjadi letak pemborosan. Dari rumah biasanya saya sudah mencatat apa yang harus dibeli, mana yang optional artinya bisa dibeli bisa juga ditunda. Sehingga saat di pusat perbelanjaan tidak menjadi gagal fokus, barang prioritas tidak terbeli tapi malah yang kurang penting masuk keranjang belanja. Lalu, kita harus kembali belanja dan pasti belanjaan akan kembali membludak dengan asumsi mumpung-mumpung lagi ke supermaket. Dua kali belanja dua kali mengeluarkan isi dompet.

Selalu menjadi cerdas. Sebagai perempuan tentu kita akan tergiur dengan tawaran diskon yang seakan tiada habisnya terlebih di era belanja online sekarang ini. Setiap hari banyak penawaran menarik jika kita tidak bisa mengerem mengendalikan diri.

 

Belanja Smart dan Hemat ala Transmart Carrefour

transmart
Foto: Transmart Carrefour

Salah satu cara cerdas untuk menghemat belanja bulanan adalah memilih pusat perbelanjaan yang tepat. Ketatnya persaingan membuat perusahaan ini akan bersaing dalam segi harga. Harga biasanya akan menjadi pertimbangan ibu rumah tangga untuk berbelanja lalu kenyamanan. Untuk itulah, saya merekomendasikan Transmart Carrefour.

Kenapa harus Transmart Carrefour? Pertama, karena Transmart Carrefour menawarkan pengalaman berbelanja yang berbeda. Sebagai  perusahaan ritail yang sudah menggabungkan konsep 4 in 1 yaitu berbelanja bermain, bersantap, dan menonton bioskop. Konsep ini juga akan diusung di cabang baru yang akan dibuka di Buah Batu Bandung, 28 April 2017 dalam waktu dekat ini. Sebagai ibu yang cerdas, Transmart Carrefour juga menjadi salahsatu destinasi keluarga, sekali jalan bisa belanja sekaligus mengajak piknik buah hatinya. Kita juga berperan dalam penghematan bahan bakar untuk transportasi. Selain itu, pusat-pusat perbelanjaan dengan penataan lorong-lorong yang sempit acap membuat anak tidak merasa nyaman apalagi buah hati saya masih batita sehingga kenyamanan adalah yang utama. Jangan sampai belum memilih, anak sudah merengek karena merasa sumpek.

Kedua, kita bisa membeli apa saja di Transmart Carrefour dengan garansi harga murah setiap hari. Mulai fashion and beauty, electronic pro, buah dan sayur fresh setiap saat, food and beverages, dan kids city. Dari kebutuhan dasar seperti bahan memasak, aksesoris untuk smartphone, hingga peralatan elektronik untuk rumah tangga ada di sini. Bahan sayuran untuk MPASI anak juga lengkap tersedia. Harga bahan untuk memasak pun memiliki selisih dari warung di dekat rumah. Hmmm... jadi pikir-pikir kalau mau beli di warung. Untuk peralatan elektronik juga bisa menggunakan sistem angsuran, sangat memudahkan bukan?

Ketiga, ada diskon 5% persen setiap hari bagi pememgang kartu debit Bank Mega, diskon 10% dan cicilan bunga rendah setiap hari bagi pemegang kartu kredit Bank Mega. Sangat menggiurkan ya belanja super murah dan super mudah setiap hari seperti ini.

Mau jadi Kartini Muda Transmart Carrefour yang cerdas dan hemat, disayang suami dan anak, rasakan sendiri sensasi  one stop shopping experience di Transmart Carrefour terdekat di kotamu 🙂

Sharing juga bagaimana kamu menjadi ibu yang smart dan hemat ya 🙂