Diposkan pada Football lover

[Persib Day] Bermain Imbang; Persib Bandung 0 – 0 Bali United

Ezechiel Endouasel hampir saja membuat bobotoh bersorak sorai di menit ke 81 andai saja tendangannya tidak melenceng. Jingkrak kemenangan harus ditunda kembali usai Persib Bandung bermain imbang saat menjamu tamunya Bali United di pekan ke -25 Liga 1 Gojek Traveloka.

eci-persib vs bali united 1
Foto: Darma Legi || Galamedia

Laga yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung (21/9) berlangsung dalam tempo sedang. Sejumlah peluang diciptakan oleh kedua tim. Di babak pertama Persib Bandung melalui Achmad Jufriyanto menciptakan peluang namun tendangannya masih berhasil diamankan penjaga gawang Wawan Hendriawan.

Di babak kedua maung bandung tercacat beberapa kali menciptakan peluang. Umpan yang diterima belum bisa dimaksimalkan oleh Ezechiel untuk membobol kesebelasan Serdadu Tridadu. Irfan Bachdim yang mencari celah pun tak bisa mencuri tiga poin tandang.

Berikut beberapa moment yang diabadikan lewat fotografer Galamedia, Darma Legi.

eci-persib vs bali united 3
Pemain Persib Bandung Raphael Maitimo (kanan) berusaha menyontek bola yang berusaha ditangkap penjaga gawang Bali United
eci-persib vs bali united 4
Pemain Persib Bandung Henhen Herdiana (kiri) berusaha berebut bola dengan pemain Bali United
eci-persib vs bali united 5
Pemain Persib Bandung Ezechiel Endouasel (kanan) berusaha melewati hadangan pemain Bali United

 

Susunan Pemain:

Persib Bandung:
Muhammad Natshir (PG); Achmad Jufriyanto, Henhen Herdiana, Vladimir Vujovic, Wildansyah, Dedi Kusnandar, Febri Haryadi, Kim Jeffrey Kurniawan, Raphael Maitimo, Shohei Matsunaga (Atep-72), Ezechiel N’Douassel.

Bali United:
Wawan Hendrawan (PG); Agus Nova Wiantara, Ahn Byungkeon, Fadil (C), Hasim Kipuw, Ricky Fajrin, Nick Van Der Velden (Stefano Lilipaly-52), Taufiq, Irfan Bachdim (I Gede Sukadana-88), Marcos Flores (Yabes Roni-71), Sylavo Comvalius

Iklan
Diposkan pada Football lover, ODOP

#ODOP29 Pembuktian Garuda Muda; Indonesia 3 – 1 Myanmar

IMG_20170830_065355
Pic: @TabloidBola

Medali perunggu disumbangkan cabang olahraga sepak bola SEA GAMES 2017 usai mengalahkan kesebelasan Myanmar. Indonesia unggul 3 – 1 atas myanmar di laga penentuan posisi ketiga (29/8). Gol tersebut dicetak oleh Evan Dimas Darmono, David Maulana, dan tendangan berkelas Rezaldi Hehanusa di babak kedua.

Di babak pertama tim nasional Indonesia tampil kurang meyakinkan. Anak asuh Luis Milla ini bahkan kecolongan satu gol terlebih dahulu lewat Than Paing di menit 22. Indonesia terus berusaha menyerang tapi gagal.

Di babak kedua Ezra masuk menggantikan Marinus. Para pemain garuda muda menunjukkan kualitasnya. Gol balasan tercipta melalui tendangan Evan Dimas di menit 55. Tak lama berselang, Garuda Muda memimpin lewat Septian David Maulana di menit 59. Indonesia muda kembali menggandakan gol di menit 77 melalui Rezaldi Hehanusa. Skor bertahan hingga pertandingan dihentikan wasit.

Indonesia memastikan posisi ketiga usai menjadi runner up group B. Hasil imbang 1-1 saat meladeni Thailand di laga pembuka. Unggul 3-0 atas Philipina. Menang tipis 1-0 dengan Timor Leste. Berbagi angka 0-0 dengan Vietnam. Dan, memastikan lolos ke semifinal usai mengalahkan Kamboja 2-1.

Sayang laga Indonesia terhenti di semifinal setelah tumbang 0-1 melawan Malaysia. Tim Harimau Malaya pun gagal meraih emas. Thailand keluar sebagai juara pertama SEA GAMES 2017 di ajang sepak bola unggul 1-0 atas Malaysia. Thailand unggul karena own goal pemain Malaysia Haziq Nadzli pada menit 39.

Terima kasih kepada seluruh punggawa Garuda Muda. Para pemain dengan segenap jiwa dengan lambang garuda di dada telah memberikan permainan terbaik. Menang dan kalah adalah keharusan dalam setiap pertandingan. Yang kalah harus sportif dan yang menang tak boleh jumawa. Evaluasi dan terus meningkatkan kualitas agar mimpi mendapatkan emas lewat cabang ini bisa segera dipenuhi.

Susunan Pemain Timnas U-22 Indonesia melawan Myanmar:

Indonesia (4-2-3-1): Satria Tama; Gavin Kwan Adsit, Hansamu Yama, Andy Setyo, Ricky Fajrin; Muhammad Hargianto, Evan Dimas; Osvaldo Haay, Septian David Maulana, Febri Hariyadi; Marinus Wanewar

Pelatih: Luis Milla

Myanmar (4-4-2): Sann Sat Naing; Nan Wai Min, Htike Aung, Thiha Htet Aung, Hein Thiha Zaw; Hlaing Bo Bo, Si Thu Aung, Mg Mg Lwin, Yan Naing Oo; Aung Thu, Than Paing.

Pelatih: Gerd Zeise

 

#ODOP #BloggerMuslimah Indonesia

 

 

Diposkan pada Football lover, ODOP

#TimnasDay Fighting Spirit Sang Garuda, Malaysia 1 – 0 Indonesia

Semifinal sepak bola di ajang SEA GAMES 29 2017 menyajikan laga klasik antara tuan rumah Malaysia dan Indonesia (26/8). Harimau Malaya langsung berinisiatif menyerang dan memborbardir pertahanan Garuda Muda. Permainan kedua negara serumpun ini pun berlangsung dalam tempo cepat.

Penjaga gawang Indonesia Satria Tama beberapa kali menyelamatkan gawang dari kebobolan. Ezra dan yang lain pun kerap mengancam gawang Tim Malaysia. Hingga babak pertama berakhir, skor masih kacamata.

Di babak kedua, pertandingan masih berlangsung dalam tempo cepat. Baik Febri Haryadi, Evan Dimas, kerjasama antar pemain mampu menciptakan peluang. Gol yang dinanti-nanti publik Merah Putih masih nihil. Ezra yang bermain sejak menit pertama digantikan oleh Osvaldo Haay. Osvaldo dengan gaya permainannya mampu menyulitkan pertahanan Malaysia. Namun, keberuntungan berpihak pada Tim Nasional Malaysia. Lewat top skorer Malaysia, berawal dari menyambut sepak pojok Thanabalan, gawang Indonesia robek jelang menit akhir babak kedua dibunyikan.

Indonesia masih berusaha memanfaatkan waktu tersisa. Osvaldo Haay dijatuhkan di kotak pinalti tapi tak dianggap pelanggaran oleh wasit asal Sri Lanka. Tambahan waktu lima menit tak mengubah skor. Malaysia melaju ke final yang ditunggu Thailand. Mimpi emas Indonesia pupus di Stadium Shah Alam.

IMG_20170827_071136
Timnas Indonesia (Foto: twitter @TabloidBola)

Walaupun hasil pertandingan tak sesuai harapan, perjuangan dan semangat para punggawa Timnas di lapangan hijau pantas diacungi jempol. Meski berada dibawah tekanan suporter tuan rumah, mereka tetap menampilkan permainan terbaik. Dalam pertandingan memang harus ada yang menang dan yang kalah, pemain dan suporter serta segala pihak terkait harus sportif.

Kekecewaan anak asuh Luis Milla tidak boleh berlarut-larut. Kekalahan harus menjadi evaluasi. Segera bangkit karena masih ada pertandingan perebutan juara ketiga. Indonesia ditunggu Myanmar, Selasa 29 Agustus 2017 pukul 15.00 WIB.

Screenshot_2017-08-27-07-09-08-1

Susunan Pemain

Malaysia XI: Haziq, Davies, Adib, Safawi, Nor Azam, Adam Nor, Kumaahran, Thanabalan, Syamer, Syazwan, Irfan

Indonesia XI: Satria Tama, Putu Gede, Andy Setyo, Ricky Fajrin, Rezaldi Hehanusa, Evan Dimas, Hanif Sjahbandi, Septian David Maulana (Saddil Ramdani), Febri Hariyadi, Yabes Roni, Ezra Walian (Osvaldo Haay)

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

 

Diposkan pada Football lover, ODOP

#TimnasDay Ambisi Garuda Muda, Indonesia 2 – 0 Kamboja

Pemain muda terus melancarkan serangan bergelombang dengan kecepatan dan teknik permainan yang tinggi. Pertahanan yang dibuat oleh Tim Nasional Kamboja tak kalah rapat. Hingga peluit akhir babak pertama, Tim Nasional Indonesia belum bisa menjebol gawang Kamboja.

Di babak kedua, tim asuhan Luis Milla tak mengendorkan serangan. Dukungan pun diberikan para suporter secara langsung di Stadion Syah Alam maupun lewat media sosial dengan #PakaiKepalaDingin, #SaatnyaJuara, #IndonesiaMenang maupun #TimnasDay. Kamboja terus memberikan perlawanan walau hanya bermain dengan sepuluh pemain sejak akhir babak pertama. Di menit ke -55 sorak sorai pendukung Garuda Muda pecah membahana. Gol tercipta melalui kaki kiri pemain pengganti Ezra Walian. Gol yang membangkitkan semangat dan penuh arti bagi kesebelasan Indonesia. Permainan terus berlangsung dengan tempo cepat. Lewat tendangan jarak jauh Febri Haryadi yang juga pemain cadangan, gol kemenangan Indonesia tercipta.

IMG_20170825_062013
Ezra Walian (Foto: twitter @Timnas_Day)

Indonesia unggul 2-0 atas Kamboja di partai terakhir group B di ajang SEA GAMES 2017 (24/8). Dengan kemenangan ini, Indonesia menjadi runner up group B dengan poin 11. Indonesia mendampingi Thailand sebagai juara dengan poin 13 lolos dari fase group untuk melaju ke babak semifinal. Garuda akan bertemu tuan rumah harimau malaya, Malaysia Sabtu, 26 Agustus 2017.

Pelatih Indonesia memprediksi laga klasik melawan Malaysia akan sulit. Namun, bukan berarti garuda akan menyerah begitu saja. Indonesia banyak memiliki pemain dengan skill tinggi seperti Evan Dimas Darmono, penjaga gawang Ajie Kartika, dan sederet nama muda lainnya. Yang penting dijaga adalah emosi para pemain muda agar tak mudah dipancing oleh tim lawan. Inilah saatnya membuktikan Indonesia adalah negara hebat bukan sekedar #ShameonYouMalaysia akibat salah meletakkan warna bendera Indonesia.

Jeda pertandingan yang hanya dua hari mengharuskan cepatnya recovery dan fisik pemain. Ditambah euphoria para pendukung Indonesia yang ingin menyaksikan Indonesia juara. Para pemain dengan ambisi menggondol emas. Usaha keras mereka, perjuangan di lapangan hijau, dan doa dari segenap rakyat Indonesia semoga membuahkan hasil terbaik. Kita sebagai generasi millenial boleh berasa tapi ketika harapan itu pupus, jangan memaki jangan menghujat. Karena seperti itulah yang kerap terjadi di media sosial kita. Maka menjadi pengguna media sosial yang bijak dan cerdas agar tak mempengaruhi mental para pemain yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran dengan harumnya nama bangsa.

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

 

Diposkan pada Football lover, ODOP

#TimnasDay Garuda Tak Menyerah; Indonesia 0 – 0 Vietnam

Bermain dengan sepuluh pemain di 30 menit sisa pertandingan, tak membuat Indonesia menyerah. Perjuangan para garuda muda dalam pertandingan sepak bola diajang Sea Games 2017 melawan tim nasional Vietnam (22/8) pantas diacungin jempol.

Jangan sampai kalah jika tetap ingin mempertahankan target emas untuk cabang olahraga sepak bola. Mereka membuktikannya dengan berjibaku di atas lapangan hijau meski tanpa kehadiran sang otak permainan Evan Dimas yang terkena akumulasi kartu kuning dari pertandingan sebelumnya.

IMG_20170823_080100
Timnas Indonesia (Foto: twitter @Timnas_Day)

Kehilangan Hanif Syahbandi akibat terkena kartu merah bukan berarti pertandingan menjadi tidak enak ditonton. Kami pendukung dibalik layar kaca dibuat tegang. Pertahanan Indonesia diuji dengan gempuran para pemain Vietnam yang terus melancarkan serangan.

Di menit-menit akhir pertandingan, hampir saja gawang Indonesia jebol. Para pemain belakang garuda sudah berhenti bernapas untuk sekian detik memandangi bola. Kiper Kartika Ajie menjawab kepercayaan dengan perjuangannya mempertahankan gawang. Dari layar kaca terlihat bagaimana tangannya mengisyaratkan kepada teman-temannya untuk segera bangkit. Bangun…bangun… ini masih belum berakhir. Peluit panjang pertandingan belum ditiup sang wasit.

Dengan hasil imbang, peluang Indonesia untuk lolos ke fase selanjutnya sangat terbuka jika bisa mengalahkan Kamboja. Catatannya, Vietnam dan Thailand harus saling mengalahkan. Kalau ingin aman harus unggul setidaknya 3-0 atas Kamboja. Keep fight Garuda!

Dukungan kita sebagai rakyat Indonesia sangat penting terhadap atlet-atlet yang berjuang di Sea Games Kuala Lumpur 2017. Bukan sekedar hastag #ShameonYouMalaysia karena kesalahan teknis terbaliknya warna bendera Indonesia di buku panduan Sea Games. Alangkah bangganya jika Indonesia bisa meraih emas untuk sepak bola di Malaysia. Bukankah ini kebanggaan luar biasa. Jangan hanya menghujat tapi dukungan positif akan sangat bagus dalam membangkitkan para atlet yang berjuang mengharumkan nama bangsa.

Infografis : Kominfo

 

Indonesia sendiri menargetkan 55 emas dari 37 cabang olahraga yang diikuti dengan memberangkatkan 533 atlet. Ayo Indonesia bisa, berjuanglah para pahlawan peraih medali Sea Games 2017 untuk memberi kado terbaik 72 tahun kemerdekaan Indonesia. Pemuda Maju! Olahraga Jaya!

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia