Diposkan pada lomba blogging

Harbolnas; Selancari IPhone Refurbish di Lazada, Pilihan Si Budget Pas-pasan

Harbolnas segera tiba. #diskonmengguncangsemesta tak bisa dilewatkan begitu saja ya kan? Surga belanja dan saatnya memboyong barang-barang impian dalam genggaman.

Temans, apa barang wishlist kamu? Coba cek langsung ke Lazada, yuk! Siapa tahu diskonnya yang gede membuat bukan tidak mungkin kamu memasukkan ke keranjang belanja ya kan?

Temans, melirik IPhone? Bukan tidak mungkin lho memiliki smartphone besutan Apple ini. Logo buah apel tergigit di casing belakang pasti membuat si empunya bangga. Lalu, kalau budget kita pas-pasan seperti saya bagaimana? Tenang Lazada menawarkan solusinya yaitu smartphone refurbish. Refurbish ini artinya barang yang dikembalikan dari penjual ke produsennya untuk di cek kembali komponennya. Grading refurbish yaitu:

  1. Grade A berarti keseluruhan produk masih berfungsi. Bodi mulus dengan lecet ringan. Dijual lengkap dengan boks kemasan, buku manual, dan aksesorisnya.
  2. Grade B berarti hampir sama dengan grade A namun dijual minus buku manual.
  3. Grade C berarti produk masih berfungsi dengan bodi mulus dan lecet ringan hanya saja dijual perangkatnya saja tanpa boks.

Tidak masalah kan toh fungsinya balik 100 persen. Jadi ini beda sama kalau kita beli handphone second ya, sebab sesuai pengertian tadi HP refurbish bukan berarti HP bekas. Lalu, mengapa kita membeli HP refurbish?

Refurbish

Belinya di Lazada aja, karena sudah terbukti terpercaya dan banyak diskonnya. Sehingga tak perlu takut tertipu. Lazada juga mengingatkan pembeli agar tidak tertipu supaya tidak melayani transaksi diluar situs resmi Lazada. Misalnya via whats app dan melakukan transfer di luar rekening resmi Lazada Indonesia.

Oya, ngomong-ngomong IPhone Refurbish Apple iPhone 6 – 16 GB – Space Gray – Grade A, ini yang saya incar pas harbolnas. Tentunya setelah mempertimbangkan anggaran ibu rumah tangga seperti saya, ya? Hitungan yang saya pakai seperti ini, tabungan Rp 200 ribu per bulan dengan disiplin tinggi kali 12 sama dengan Rp 2,4 juta. Harga aslinya Rp 7,5 juta, setelah diskon menjadi Rp 3,140 juta. Jadi saya tinggal menambah sisanya Rp 740 ribu. Ini tidak terlalu memberatkan kan ya dibanding jika harus mengeluarkan uang full? HP refurbish juga sangat memungkinkan ibu rumah tangga yang suka menulis seperti saya memiliki smartphone Apple.

Screenshot (12)

Selain wishlist comes true di tiga hari kalap belanja; 12, 13, dan 14 Desember 2017, banyak lho promo dan event menarik dari toko online revolusi ini. Siapkan adrenaline, Temans ya. Nih, di antaranya:

  • Gunakan kode voucher HARBOLNAS50 untuk potongan harga menarik.
  • Diskon heboh semua elektronik. Langsung dech, cek, bakal gila karena semua tawaran menggiurkan.
  • Promo menarik dari koleksi Taobao di Harbolnas. Gratis ongkir untuk minimal belanja Rp 150 ribu dan diskon hingga 90 persen. Wow… yuk segera mulai hunting fashion dari sekarang dan catat tanggalnya.
  • Lazada Pesta menuju 12-12 live di SCTV pukul 20.00-22.00 WIB dimeriahkan artis-artis tenar. Ada Afghan, GAC, dan sederet bintang lainnya. Suara indah yang tak diragukan lagi untuk menghibur dan menyambut harbolnas.
  • Pesta hadiah di jam 19.30 WIB dari tanggal 1 sampai 12 Desember 2017 hanya di official account Lazada. Jadi pantengin terus media sosialnya ya.
  • Bingkisan tahun baru. Voucher akan diberikan langsung kepada 20.000 pelanggan pertama JOOX, GRAB, UBER, AIRY, ZENROOMS, dan BERANDA CAFE saat harbolnas.
  • Penawaran dari partner Lazada. Diskon 10 persen untuk bank partner dan diskon 15 persen untuk pengguna go-points. Klik disini untuk info lengkapnya.
  • dan masih banyak lainnya. Langsung saja cuss ke Lazada Indonesia atau yang belum buruan download aplikasinya di playstore.

Gimana nih, Temans, diskonnya banyak, bisa bayar ditempat atau COD, dan gratis ongkir. Benar-benar #DiskonMengguncangSemesta. Temans, juga tidak perlu khawatir kalau tiba-tiba situs lemot atau nge-hank. Sebab dilansir dari CNN dengan bantuan teknologi Alibaba, memungkinkan Lazada menerima hingga 90 juta transaksi per hari.

Masih ragu merayakan Hari Belanja Online Nasional bersama Lazada? Buktikan sendiri kuy, Temans bakal mendapatkan barang impian kamu di sini 🙂

 

 

Iklan
Diposkan pada lomba blogging

Bebas Antri, #JadiBisa Nikmati Quality Time Liburan

Screenshot_2017-11-24-13-22-48-1

Traveloka dulu, traveling kemudian;
Traveloka dulu, lebaran kemudian;
Traveloka dulu, hotel idaman kemudian”
“Traveloka dulu, liburan tenang kemudian”
Diadaptasi dari iklan Traveloka.

Bagi Temans, iklan ini ngena banget ga sih? Kalau saya pribadi sudah tentu. Bahasa iklan yang simpel tapi jelas tujuan dan sasarannya. Hingga kalau saya menangkapnya, semua akan aman, mudah, dan nyaman hanya dengan klik Traveloka. Tentunya dalam konteks konten pelayanan Traveloka terkait akomodasi, transportasi, merambah kemudahan atraksi, dan komunikasi dalam suatu perjalanan khususnya pecinta traveling.

Kemudahan memesan tiket Traveloka sudah tak diragukan lagi. Setidaknya lebih dari 15 juta orang telah terbantu dengan adanya situs ini. Saya mencoba bertanya lewat salahsatu akun media sosial. Hmmm dari delapan teman yang sudah menggunakan aplikasi ini, semuanya mengatakan kalau Traveloka terpercaya, mudah, dan aman baik tiket kereta maupun pesawat. Jadi, sangat direkomendasikan ya. Maka layak Traveloka mendapat berbagai penghargaan, satu di antaranya yaitu Peringkat 1 Top Brand Award 2015 & 2016 kategori Situs Online Booking Tiket Pesawat & Situs Online Reservasi Hotel.

 

Pesan Tiket Attractions & Activities

Bagi seorang ibu dengan dua balita seperti saya paling malas kalau disuruh antri panjang ya kan? Kadang kalau terlalu lama si kecil mulai rewel karena gerah atau merasa tidak nyaman. Yang sulung tak mau kalah merengek-rengek tergiur tukang es krim yang setia menunggu. Tak jarang juga tukang balon atau mainan. Tentu sangat repot kalau antri tidak bergantian dengan ayahnya.

Seperti minggu-minggu kemarin, kami berlibur ke Ciater, Subang. Kami mengantri cukup lama karena weekend. Bungsu yang lagi senang-senangnya belajar berjalan merangsek minta turun dari gendongan. Begitu lepas langsung buncah kesana kemari padahal lagi ramai dan posisi jalan yang tidak rata sehingga sangat butuh perhatian. Si sulung mulai tergoda dengan penjaja es krim hingga harus dibujuk rayu supaya bisa mengendalikan diri. Pun anak yang bertipe cepat bosan itu sudah menunjukkan tanda-tanda ingin “kabur”.

Traveloka menawarkan solusinya untuk menghindari situasi rempong ala ibu rumah tangga seperti saya ini. Tinggal klik menu attractions & activities. Lalu pilih tujuan wisata kamu. Tinggal lakukan search di menu yang di sediakan atau memilih rekomendasi yang ditawarkan Traveloka, yang sedang trending baik di Indonesia maupun Internasional. Well… Traveloka juga menawarkan atraksi dan aktivitas di sekitar kamu sekarang, loh. Bisa saja kita yang sebelumnya belum tahu ternyata berminat dengan event atau destinasi tersebut. Liburan spontan tanpa rencana biasanya lebih seru.

Oke back. Saya mencoba mencari destinasi Bandung. Slide show panorama-panorama Bandung disertai deskripsi tentang kota ini sangat membantu pelancong yang belum menetapkan tujuan khususnya. Sangat lengkap dan banyak pilihannya dari wisata alam outdoor, indoor, dan atraksi atau event yang lengkap dengan detail informasinya. Detail ini juga menolong sekali bagi awam yang belum pernah ke kota tersebut. Ditambah bagian popular destinations sangat menggiurkan pasti ya. Tinggal dipilih yang sesuai budget dan tipe atraksi seperti apa, misalnya yang tujuannya menghibur diri sendiri, refreshing bersama keluarga, hingga bertualang. Di bagian bawah juga terdapat testimoni dari yang sudah berkunjung.

Testimoni dari  yang sudah berkunjung bisa jadi bahan pertimbangan untuk ke suatu destinasi.

Setelah dipikir-pikir, Miniapolis Paris van Java boleh juga dipilih sebagai tempat liburan yang menyenangkan bagi anak balita. Wahana permainan ini bisa menjadi sarana edukasi dan mengembangkan kemampuan motorik buat anak. Anak bisa bermain trampoline, net climbing, melukis dan mencoba kreavitas melalui handcrafting. Di bagian detail deskripsi dan review destinasinya sangat membantu saya untuk memutuskan, loh. Ada juga keterangan bagaimana transportasi ke lokasinya lengkap dengan map-nya. Jadi tidak perlu khawatir nyasar kan ya. Foto-fotonya juga banyak. Jam buka. Tiketnya mulai Rp 82.650,00/pax. Sehingga sudah jauh-jauh datang, sudah kehilangan uang kita tidak akan merasa tertipu. Sudah membaca semua temukan tiket dengan harga yang tidak akan berubah. Pilih tanggal dan jumlah wisatawannya. Book Now. Bayar. Selesai!

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Jadi menurut saya keunggulan pesan tiket wisata via Traveloka, di antaranya:
Pembelian tiket wisata yang instan. Di era digital yang mana semua serba online kemudahan, kecepatan, dan situs terpercaya akan selalu dicari. Traveloka sebagai Online Travel Agent (OTA) sudah membuktikannya. Meski begitu Traveloka dituntut untuk bisa mempertahankan bahkan meningkatkan performa dan melakukan inovasi-inovasi seiring dengan banyaknya pesaing di bidang serupa.

Paperless. Adanya tanda petir, artinya kita bisa tinggal menunjukkan e-voucher kepada petugas. Tak perlu mencetak tiket itu artinya menghemat waktu dan mengurangi produksi kertas yang berbahan baku dari pohon. Di sisi lain, isu degradasi hutan atau penyusutan luas hutan yang dan ajakan untuk berperilaku “hijau” membuat kampanye pengurangan kertas sangat “seksi”. Dengan menggunakan situs Traveloka yang tinggal menunjukkan kode booking tanpa harus mencetak tiket berarti kita ikut berpartisipasi dalam menjaga produksi hutan. Tahun 2030 diperkirakan 170 hektar hutan musnah untuk produksi kertas. Berperilaku paperless artinya kita ikut memperpanjang umur hutan sebagai penghasil oksigen yang sangat kita butuhkan kan ya.

Banyak pilihan attraction dan activities-nya. Traveloka menawarkan pilihan atraksi dan event di lebih 100 kota baik di dalam maupun luar negeri. Setiap mau liburan, suami selalu bertanya mau kemana? Dia tidak mau pergi tanpa rencana. Nah, banyaknya pilihan yang ditawarkan ini tentu sangat bermanfaat. Selain itu, banyaknya pilihan saat kita berada di suatu destinasi tentu membuat perjalanan dan traveling kita makin menarik. Lebih banyak yang kita lihat, pengalaman, pengetahuan, dan mengenal kekayaan budaya masing-masing daerah. Itu artinya semakin matang pribadi kita.

Deskripsi dan harga yang tak menipu. Untuk mendapatkan untung yang sebesar-besarnya terkadang dibuat iklan yang bombastis. Kadang juga dibuat penggambaran yang hiperbola. Namun, mem-booking destinasi melalui Traveloka dijamin tidak akan menyesal. Karena semua di deskripsi sesuai aslinya. Banyaknya foto yang real time juga sangat membantu kita memutuskan mengunjungi lokasi tersebut atau tidak.

Dengan segala kemudahan, kenyamanan, kecepatan, dan pelayanan yang prima kepada pelanggan pada akhirnya pengguna Traveloka #JadiBisa menikmati liburan bersama keluarga yang lebih quality time. Tidak sekedar hebring sana hebring sini, menguras energi, waktu, dan uang.

Saatnya berlibur akhir tahun bersama Traveloka.
Traveloka dulu, liburan akhir tahun kemudian.

blog-contest-jadibisa-extended-768x384

 

keterangan: gambar diperoleh melalui screenshoot di aplikasi Traveloka

Diposkan pada Artikel, lomba blogging

Blok M Square; Tak Sekedar Nongkrong dan Belanja

Siang itu, saya sedang tidak mempunyai tujuan. Jakarta terik. Sinar ultraviolet bercampur dengan karbonmonoksida sisa pembakaran kendaraan bermotor yang hampir selalu padat. Tiba-tiba, saya teringat kata salah seorang rekan tentang pelukis sketsa wajah di Blok M Square. Sepertinya menarik. Segera meluncurlah saya ke sana bersama si skupi.

Selain di Blok M Square, pelukis sketsa ini bisa dijumpai di emperan-emperan ruko Harmoni mendekati Kota Tua. Namun, tentu saja alasan kenyamanan dan kemudahan parkir menjadi pertimbangan. Blok M Square juga merupakan salahsatu Trade Mall (TM) Agung Podomoro sehingga selain bercengkerama dengan para pelukis, kita bisa sembari shopping fashion, berburu buku baru maupun bekas, dan kulineran.

Di pelataran Blok M Square, para pelukis sudah menjajarkan karyanya. Sebenarnya, saya ini awam sekali soal lukisan. Dan, baru kali ini benar-benar dekat dengan lukisan dan perupa-nya. Seorang pelukis, yang kemudian saya kenal dengan nama Pak Suwardi tengah mencoretkan kuas di canvas. Tangannya menggoreskan tegas tapi tak ceroboh. Gambarnya sudah setengah jadi. Tampak sebuah muka, terdapat beberapa coretan di wajah tersebut. Di atas kepalanya bermahkota bulu-bulu unggas mungkin juga burung.

“Melukis wajah orang Dayak, ya, Pak?”
Ia tersenyum. Usai meletakkan kuas dan wadahnya, ia memutar bangku kursi pendeknya ke arah saya.
“Bukan, ini Apache.”
Pikiran langsung tertuju pada rokok. Bahkan, dulu saya pernah melihat poster-poster semacam ini dalam iklannya.
“Apache itu apa sih, Pak?”
“Ya, Dayak-nya Amerika. Suku Indian di Amerika.”

Kami semakin asik mengobrol. Darah Jawa yang sama di antara kami, membuat suasana semakin cair. Kemudian, datanglah seniman yang lain. Satunya sedikit formal dan berperawakan kecil adalah Pak Rip Dinar. Satu lagi bergaya khas pecinta reggae, berambut gimbal, topi rasta, kaos hitam kebesaran, memakai tas slempang rotan, dan dia seorang Dayak. Seniman lukis aliran surealis asal Balikpapan. Dialah Bob Borneo (almarhum). Wow, beruntunglah saya.

Walau baru kenal, ia begitu luar biasa. Umur yang lebih separuh abad membuatnya begitu bijak merangkul anak yang masih bau kencur ini. Kisahnya tidur di jalanan, melanglang buana dari satu daerah ke daerah lain, sebuah pengalaman yang saya pikir inilah mereka para pengejar passion sesungguhnya. Mereka berkarya bukan pekerja. Mereka sepenuh hati. Kalau mengutip Rene Suhardono, seorang Career Coach, great money follows great works, always.

Oya, kalau Temans tertarik untuk melukis sketsa wajah di sini bisa banget. Harganya dari ratusan ribu hingga jutaan tergantung kerumitan. Nominal yang sebanding dengan hasilnya tentunya, ya.

 

Saatnya Berburu Buku

Jika ditanya benda yang paling membuat saya gila adalah buku. Mempunyai uang lebih, larinya ke buku. Hampir setiap bulan, koleksi saya pasti bertambah. Buku yang saya sukai adalah novel perjalanan, buku motivasi atau inspirasi, dan ketrampilan merajut meski ada juga buku yang lain yang saya beli sesuai kebutuhan.

Di lantai B ini, tumpukan buku-buku membuat saya begitu antusias. Baik buku baru maupun bekas, kalau ingin mencari cepat tinggal bertanya kepada penjualnya. Tapi, karena saat itu saya tidak mempunyai rencana membeli buku apa, saya memutuskan membaca-baca terlebih dahulu. Ini bagus, itu bagus… rasanya ingin semua diboyong ke rumah. Tahan… tahan… hingga akhirnya tangan meraih buku rajutan, tentang replika makanan untuk souvenir. Covernya langsung membuat excited. Hmmm… yang mana… yang mana? Bibir saya komat-kamit sendiri sembari mata bolak-balik ke sana kemari melihat judul buku. Dan pilihannya, buku ketrampilan ini.

Karena di Jakarta saya lebih sering jenuh jadi saya harus bisa menyiasatinya. Salahsatunya dengan terus mengasah hobi merajut. Bosan-bosan menghasilkan karya, luar biasa kan? Dan, salahsatu wejangan Pak Bob Borneo yang akhirnya tahu saya suka merajut, katanya, sesuatu yang dibuat dengan tangan itu dibuat dari hati. Makjleb sekali ya.

IMG-20171130-WA0000-1
Buku Replika Makanan untuk Souvenir (dok. pri)

 

Temans, itu cerita saya tentang Blok M Square yang mengenalkan pada perupa-perupa hebat. Yang bagi saya merupakan salahsatu keunggulan trade mall milik Agung Podomoro ini. Kami bisa berbaur dan nongkrong asyik dengan yang lain. Bahkan, dengan mereka yang bergelut di sini. Tadinya, saya sendiri, tapi setelah dari Blok M Square, teman saya bertambah, bahkan usai dari situ saya diundang ke pelatihan melukis juga pamerannya, lho! Akhirnya saya jadi suka ke pameran lukisan atau sekedar melihat karya yang dipajang di emperan ruko.

Kalau kata saya, jangan takut sendiri. Elang itu terbang sendiri, begitu kata Bu Erni, salahsatu dosen ketika kuliah dulu. Yang penting percaya diri asal jangan over dan tetap rendah hati. Pertama saya hanya menunggui Pak Suwardi yang bahkan belum saya kenal namanya ketika sedang melukis, tapi akhirnya kami bisa menjalin pertemanan juga dengan temannya. Kedua, inilah yang saya kira bukan sekedar nongkrong tapi ada ilmu, ada hikmah dibaliknya.

Kelebihan lainnya yaitu terletak pada perbedaan antara trade mall dan mall. Selain brand produk yang dipajang, mungkin interaksi penjual dan pembelinya termasuk antar penjual atau antar pembeli. Di mall lebih ke sarat gengsi. Trade mall Agung Podomoro ini juga mewadahi para pelaku UKM agar berjaya di negeri sendiri. Sebab di trade mall space sewanya lebih kecil dibanding dengan mall jadi terjangkau oleh pengusaha kecil. Dengan memasarkan di sini, pelaku akhirnya bisa meningkatkan daya saing dan terus meningkatkan kualitas hingga naik kelas.

Blok M menganut one stop shopping. Artinya satu tempat bisa belanja banyak, dari fashion, elektronik, jam, aksesoris, dan buku seperti saya tadi. Harganya tidak terlalu menguras kantong. Fasilitas di sini juga oke, dari tempat parkir, musholla, toilet, ATM, dan lainnya. Tempatnya juga ramah anak, ada koleksi mainan dan wahana bermainnya. Jadi, Blok M Square ini bisa buat alternatif liburan juga. Mereka yang suka nongkrong, pecinta kuliner, seniman, pecinta buku, hobiis, shopping holic dari anak kecil hingga dewasa, tua maupun muda. Seru ya!

Noted nih. Buat kaum hawa seperti saya, yang satu ini tak bisa dilewatkan program undian, belanja untung. Undiannya sudah pasti menggiurkan, ya. Apalagi grand prize-nya itu lho Toyota Fortuner, belum lagi Apartemen PGV, sepeda motor, dan masih banyak lainnya. Program TM Vaganza 2017 ini masih berlangsung hingga 13 Desember 2017. Masih ada waktu kan?

Nah, Mall Agung Podomoro ini bukan hanya Blok M Square tapi juga tersebar di beberapa titik di Jakarta. Di antaranya Mangga Dua Square, Blok B Tanah Abang, Seasons City, Lindeteves Trade Center (LTC) Glodok, Harco Glodok, Thamrin City, Kalibata City, dan Kenari Mas. Ada juga di Balikpapan, The Plaza Balikpapan.

 

Bagaimana ke Blok M Square?

Blok M Square ini terletak di sebelah Terminal Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kalau menggunakan kendaraan pribadi, rambu dari dinas perhubungan sangat jelas kok tinggal mengikuti. Kalau naik transportasi umum bisa mencoba Transjakarta tinggal naik arah Blok M.

Cobain pengalaman kamu sendiri, yuk! Bagi cerita kamu ya, Temans ^^

 

Diposkan pada Artikel, lomba blogging

Smartphone antara Kebutuhan dan Gaya Hidup

Ketika kita belajar ekonomi di sekolah dikenal tiga macam kebutuhan. Kebutuhan tersebut adalah kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Kebutuhan primer merupakan kebutuhan pokok setidaknya meliputi sandang, pangan, dan papan. Kemudian ditunjang dan dilengkapi dengan kebutuhan sekunder. Selanjutnya adalah kebutuhan tersier jika dua kebutuhan sebelumnya telah terpenuhi  yaitu kebutuhan akan kemewahan.

Di akhir tahun 1990-an dan awal millenium, ponsel termasuk kebutuhan tersier. Namun, hal tersebut semakin bergeser. Memasuki 10 tahun kedua millenium, seiring hadirnya posel pintar atau smarthone, telepon genggam rasanya bukan barang  “wow” lagi kecuali jika kita membicarakan tipe atau merek yang digunakan.

Saat ini, bisa dikatakan siapa sih yang tidak memiliki smartphone? Bahkan, di kota-kota besar tak jarang kita jumpai, satu orang memiliki lebih dari smartphone? Banyak alasan dari alasan memisahkan antara ponsel untuk personal dan bisnis hingga sekedar mengikuti gaya hidup “zaman now”-katanya.

Lalu bagaimana pengaruhnya dengan keluarga kita? Jika dulu orang tua memegang HP layar sentuh dibilang “nggaya” sekarang tidak lagi. Orang tua bahkan bukan golongan pejabat, pengusaha sekalipun sekarang sudah banyak yang memiliki HP. Pakde saya, sudah berumur kepala lima ke atas, soal smartphone jangan salah, bisa-bisa kita yang muda kalah. Dari strata sosial, dia bukan golongan kelas atas tapi urusan ponsel pintar tak boleh ketinggalan pun aplikasinya, dari facebook hingga sekarang booming instragam, dari era BBM sampai what’s app dan lainnya.

Telepon genggam diciptakan pada mulanya untuk mempermudah komunikasi hingga sekarang menjadi kebutuhan aktualisasi diri. Tanpa smartphone dengan jaringan internet tentunya, setiap orang bisa mengunggah aktivitas dan apa yang sedang dipikirkan, tentang kicauan, dan live gambar maupun video. Bayangkan saja, beberapa tahun yang lalu, kita rela antri di warung-warung internet hanya untuk update status facebook atau sekedar chatting via yahoo masenger atau membuka email dan browsing artikel untuk tugas bandingkan dengan sekarang, hanya dengan membuka telapak tangan dan tab layar semua terasa mudah dan cepat tanpa perlu kemana-mana.

Smartphone adalah kebutuhan, oke, tidak salah bagi yang membutuhkannya. Memiliki smartphone untuk lifestyle, boleh juga, tidak salah. Namun, yang penting diingat dengan segala kemudahan dan daya tarik smartphone alangkah baiknya jika kita menggunakan secara bijak. Terlebih pengaruh smartphone ini sudah masuk hampir  ke segala lini kehidupan termasuk anak saya yang masih balita. Setiap hal memiliki sisi positif dan negatif. Beruntunglah kita yang mampu mengoptimalkan sisi baiknya dan meminimalisir yang buruk.

Pertama. Smartphone tidak menggantikan peran sosial kita di masyarakat. Jangan sampai ada istilah, adanya smartphone menjadikan yang dekat menjadi jauh dan menjauhkan yang dekat. Pernah mengalami, sedang duduk berdua dengan teman tapi teman kita asyik sendiri dengan gadget-nya ditambah nyengar-nyengir sendiri lalu kita bagai obat nyamuk? Kadang ini pun terjadi antara saya dan suami, tapi tak segan di antara kami saling menegur jika salah satunya sudah mulai asyik sendiri dengan smartphone. Itulah pentingnya ketegasan bahwa di waktu keluarga tak boleh ada gadget terutama di depan anak yang masih balita.

Kedua. Menggunakan sesuai kebutuhan dan tujuan kita membeli smartphone. Misalnya tujuan ibu rumah tangga membeli smartphone adalah untuk online shop lewat media sosial. Jangan justru porsi besarnya untuk memposting status-status privasi yang berujung pada retaknya rumah tangga. bahkan saling bergosip lewat group maya. Selain juga hindari menyebarkan hoax atau kabar yang belum dicek kebenarannya, mengunggah status yang menyebarkan kebencian, pornografi, isu-isu SARA. Tidak mau kan karena status kita terkena UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Meskipun negara menjamin kebebasan dan kemerdekaan berpendapat tapi ada norma ada kaidah yang harus kita patuhi baik tertulis maupun tidak.

Ketiga. Menghindari memberikan hak milik smartphone pada anak sebelum umur yang disarankan. Dikutip dari The Asian Parent bos komputer dunia Bill Gates justru tidak memperbolehkan gadget sebelum usia 14 tahun. Dia bahkan tegas menolak ketika anaknya meminta gadget sebelum usia tersebut disaat teman-teman mereka sudah memiliki smartphone. Kenapa? Karena anak sudah belajar membedakan mana yang baik dan buruk. Sebelum usia itu, anak bisa dipinjami gadget dengan batasan waktu tertentu dan dalam pengawasan orang tua tentunya agar terhindar dari efek kesehatan maupun pengaruh negatif dari sisi mental dan sosial. Masa-masa emas seorang anak harus dilatih dan dirangsang motoriknya sebagai ibu jangan malas terus melatih kreativitasnya. Jangan karena anteng dengan smartphone, kita sebagai ibu jadi lalai dan malah asyik bermedia sosial juga. Ini juga tantangan tersendiri bagi saya sebagai seorang ibu.

Selalu bijak dengan smartphone yang sudah menjadi kebutuhan dan gaya hidup ya 🙂

 

 

 

 

Diposkan pada lomba blogging

Menemukan Makna Keluarga di Tanah Dayak

Rumah adalah sangkar yang mengekang. Bukan rumahku istanaku. Begitu lulus kuliah dan diterima bekerja di Tanah Dayak rasanya begitu buncah. Akhirnya, saya gadis yang dimanjakan keluarga akan terbang bebas, begitu pikir saya kala itu.

Niat utama perjalanan saat itu memang bukan untuk traveling. Namun, melintas Laut Jawa ditempuh untuk bekerja di perusahaan perkayuan di Kalimantan Barat. Saya menganggapnya tak sekedar bekerja karena saya akan menemukan banyak hal baru. Tempat-tempat baru, budaya baru juga teman-teman yang baru. Inilah perantauan pertama bagi saya.

Pontianak bukan sekedar kota tugu khatulistiwa berada. Titik nol derajat yang membelah bumi menjadi dua bagian yaitu lintang di sebelah utara dan selatan. Bukan juga tentang Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia. Panjang totalnya mencapai 1.143 kilometer. Panjangnya melebihi dari dua kali Bengawan Solo sungai terpanjang di Jawa. Airnya mengalir melintasi 12 kabupaten/kota dengan panjangnya 548,53 kilometer.

FB_IMG_1504471598557
Menyaksikan Kulminasi di Tugu Khatulistiwa, 2012 (dokpri)

Bergaul dengan kawan-kawan baru dengan latar belakang suku, agama, dan budaya yang berbeda membawa saya pada sebuah pemahaman baru akan rumah. Dari pulau yang berbeda ini justru saya menemukan makna keluarga. Mereka yang selalu menerima dan menyayangi kita apa adanya. Tulus tanpa pamrih meski kita berbuat salah. Terutama kedua orang tua kita.

Dalam perantauan ini saya juga mendapatkan keluarga baru. Keluarga yang membuka pintu rumahnya dengan terbuka. Mereka yang merangkul saya meski kami berbeda suku dan agama. Inilah indahnya bhineka. Walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Rumah bukanlah sangkar tapi tempat yang paling dirindukan. Mungkin memang tak megah tapi tempat bentangan kasih sayang tercurah. Inilah salahsatu hikmah kita melakukan perjalanan. Bukan sekedar hura-hura tapi ada makna lebih dalam, semakin mengenal diri, menjadi pribadi yang lebih matang, dan tahu kemana kita harus pulang. Sebab, keluarga selalu menunggu kita.

Usai melakukan perjalanan, beberapa orang juga terinspirasi untuk melahirkan buku. Karya untuk melestarikan apa yang didapat dari perjalanan. Pengalaman untuk belajar bagi orang lain. Misalnya, Junianto Herdiawan dengan buku Shocking Japan, Trinity dengan The Nacked Traveler, Hanum Salsabila Rais dengan 99 Cahaya di Langit Eropa. Saya pun terinspirasi menulis buku dari hasil perjalanan ini, Halimun; Seberkas Cahaya di Tanah Dayak. Terinspirasi dari perjalanan yang juga menjadi salah satu pemenang Publisher Search Author (PSA) 2 Grasindo.

FB_IMG_1504471551375
Novel Halimun, 2014

 

Dengan Skyscanner Perjalanan Jadi Mudah

Jarak tak perlu lagi menjadi rintangan. Kemanapun di seluruh penjuru dunia bisa ditempuh singkat. Skyscanner akan membantu membawa pada keluarga yang membesarkan saya di Yogyakarta. Lalu, di lain kesempatan saya akan kembali bersilaturahim ke rumah Dayak di Landak, Kalimantan Barat. Skyscanner akan membantu mencari tiket pesawat murah. Membandingkan dengan beberapa tiket promo yang lain sehingga kita bisa memilih yang pas dengan kebutuhan kita. Ada juga bulan murahnya, loh!

Screenshot_2017-09-04-03-25-59-1
Screenshot contoh pencarian tiket pesawat

Sembari mengunjungi rumah “keluarga baru” yang ditempuh empat jam dari Kota Pontianak tersebut. Kami bisa mencari hotel untuk sekaligus berwisata ke kota yang bagi saya banyak huruf China-nya ini. Di beberapa kesempatan saya memang kerap menjumpai orang mengobrol dengan bahasa Mandarin. Toko-toko dengan tulisan China besar-besar. Wajah-wajah etnis Thiong Hoa, sekilas saya merasa telah meninggalkan Indonesia. Tapi tidak, kami tetap menyatu dalam perbedaan dan saling menghargai.

Tanpa perlu merepotkan orang lain lewat Skyscanner kita juga bisa mencari tempat sewa mobil di bandara maupun kota. Transfer bandara juga gampang dengan berbagai pilihan kendaraan. Niat dan rencana perjalanan Temans pun tak berantakan.

Hmmm… satu lagi, kalau kamu pernah membaca atau tahu buku Meraih Mimpi dengan Beasiswa karya Abellia Anggi Wardhani, dia merekomendasikan Skyscanner lhoh. Apa hubungannya beasiswa dengan situs Skyscanner? Bagi Temans yang menerima beasiswa ke luar negeri tentu jangan melewatkan kesempatan traveling juga yah. Walaupun biaya kuliah dari beasiswa tapi bukan berarti tidak bisa menyiasati untuk aktivitas yang satu ini. Menghilangkan rasa jenuh dari rutinitas perkuliahan dan ya untuk oleh-oleh cerita sekembalinya ke tanah air. Bahwa Temans sudah melintas beberapa negara tidak hanya berkutat di kampus dan perpustakaan. Kata Abel, website Skyscanner akan membantu membandingkan harga dari berbagai maskapai di seluruh dunia dan membantu mencari harga yang paling murah.

Sudah coba Skyscanner belum? Tidak usah bersusah menunggu promo karena Skyscanner selalu ada bulan termurah. Belum yakin coba klik video berikut. Cusss traveling cerdas dan hemat ala Skyscanner, yuk 🙂

 

 

Temans mempunyai inspirasi atau ide kreatif usai melakukan perjalanan? Tuliskan juga kisahnya, siapa tahu Kamu yang beruntung dapat voucher tiket pesawat ke berbagai kota pilihan kamu. Cek Kompetisi Blog Aha Moments di sini yah ^^

 

#ahaskyscanner #skyscannerindonesia

 

 

 

 

 

Diposkan pada lomba blogging, ODOP

Jogja Miniatur Indonesia

Daerah Istimewa Yogyakarta atau lebih dikenal dengan Jogja maupun Yogyakarta. Luasnya 1,26% wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun, menurut saya lewat Jogja kita bisa melihat Indonesia. Bolehlah saya mengatakannya Jogja, miniatur Indonesia.

Kenapa saya bisa mengatakannya demikian?

  • Bentang alam. Yogyakarta memiliki topografi dari laut hingga gunung. Layaknya ring of fire Kepulauan Indonesia, gunung teraktif di Indonesia ada di Yogyakarta tepatnya diperbatasan Sleman dan antara kabupaten di Jawa Tengah yaitu Boyolali, Klaten, dan Magelang. Palung laut yang berbahaya juga terdapat di Parangtritis. Pantai yang terkenal akan gulungan ombaknya yang besar. Di kawasan pantai ini kita juga bisa menyaksikan sand dune, satu-satunya gumuk pasir di Asia Tenggara. Fenomena alam yang terbentuk dari pasir merapi yang tertiup embusan angin Samudera Hindia. Sungai yang membelah Jogja, Sungai Code, Gadjah Wong hingga Kali Progo. Dari topografi dengan tanah aluvial yang datar dengan tingkat kesuburan tinggi, Jogja khususnya Gunung Kidul merupakan kawasan karst. Surga bagi para pecinta geologi, geografi, dan mereka yang tertarik pada teori pengangangkatan lautan menjadi daratan di muka bumi.
  • Budaya. Sudah tidak diragukan lagi, adanya kraton Yogyakarta Hadiningrat menyebabkan kota ini terus memegang tradisi di tengah gempuran modernitas dan globalisasi. Sebelum festival kedaerahan di berbagai daerah marak digelar, Yogyakarta selalu rutin mengadakan Labuhan Merapi, Sekatenan, Kirab Budaya, dan lainnya. Budaya merupakan bentukan masyarakat yang telah menjadi tradisi dan kebiasaan di masyarakat secara turun temurun. Nah, adanya kebudayaan menjadi cermin bangsa dan filter bagi budaya asing yang masuk yang tidak sesuai dengan norma bangsa.
  • Pusat pendidikan. Universitas tertua di Indonesia terdapat di kota gudeg ini. Perguruan tinggi ternama yang selalu menarik para pelajar datang ke kota ini. Setiap tahun puluhan ribu lulusan SMA datang mengadu nasib di Universitas Gadjah Mada. Selain itu banyak juga perguruan tinggi menjadikannya menyemat kota pelajar.
  • Keragaman. Banyaknya tempat menimba ilmu menjadi pelajar dari berbagau daerah di Indonesia datang. Mereka datang dari berbagai latar suku dan bahasa daerah. Bukan tak ada konflik tapi lewat Jogja mereka membaur dalam satu kebhinekaan.
  • Destinasi wisata. Indonesia surga wisata dengan menyemat Wonderful Indonesia. Jogja merupakan salahsatu destinasi favorit di Indonesia yang kaya. Mulai dari Jalan Malioboro, Kulineran di angkringan, dan wisata alam maupun buatan lainnya.
  • Sistem transportasi. Syarat utama kota gampang diakses sudah dipenuhi. Bandara Adi Sutjipto berkelas internasional, Stasiun Tugu, Lempuyangan, Wates, stasiun bahan bakar di Rewulu,  Terminal modern pertama, Giwangan, jaringan bus rapid transit, dan jalur bus kecil. Jaringan transportasi yang baik dan terpadu akan menghindarkan kota ini dari kemacetan. Meskipun beberapa tahun terakhir gempuran kendaraan pribadi mau tak mau membuat kota ini harus memperbaiki sarana transportasinya.
  • Pernah menjadi ibu kota Republik Indonesia. Kota gudeg juga kota bersejarah. Gedung Agung yang berdiri kokoh di ujung Jalan Malioboro berseberangan dengan Museum Benteng Verderbug menjadi saksi bisu beberapa presiden berkantor di sini.

Jogja selalu istimewa bagi yang pernah menyinggahinya walau sejenak. Saya mengenal Jogja lebih dekat ketika kuliah selama sekitar empat tahun di kota ini. Sekali lagi dan berkali-kali, Jogja selalu istimewa.

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Diposkan pada lomba blogging, ODOP

Akhirnya Menemukan Tetralogi Buru Preloved di Prelo

Screenshot_2017-08-18-01-04-27

Hai Temans, apa kabar? Yang selalu semangat dan bergembira. Seperti saya yang lagi happy karena menemukan Tetralogi Buru incaran. Beberapa hari yang lalu, saya mengecek di beberapa toko buku online. Namun kecewa karena stok sudah tidak tersedia. Akhirnya berjodoh di Prelo, jual beli barang bekas berkualitas.

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.

Karya-karya Pramoedya Ananta Toer ini fenomenal banget. Bahkan kutipan-kutipan dalam bukunya sering dijadikan qoute favorit mereka yang gemar menulis. Seperti saya juga yang mulai mengenal novel-novel Pram waktu kuliah. Saat itu baca novel pinjaman. Setelah menikah dan pindah ke rumah sendiri, pingin banget Tetralogi Buru ini jadi koleksi perpustakaan mini di rumah. Sampai jadi salahsatu daftar resolusi 2017 hihi… 😀 Tapi ya gitu, karena buku lama jadi kesulitan untuk menemukan satu set tetralogi yang berisi empat buku. Mungkin di Palasari ada dengan harga relatif murah tapi saya tidak suka dengan buku KW. Cara membajak seperti ini saya tidak setuju kasihan banget sama penulisnya. Menulis dengan buah pikiran dan menguras energi yang dibalas dengan royalti tapi produknya malah diduplikat secara tidak bertanggung jawab.

Prelo ini menjamin banget kalau dagangannya original. Sebab, dagangan yang di upload penjual akan di review terlebih dahulu oleh tim Prelo. Kalau memang tidak masuk kriteria ya tidak bisa dipajang. Makanya senang banget ketemu Tetralogi Buru yang masih segel. Alasan dijual karena memiliki dua set. Wah, sampai alasan menjual juga ada. Keren ya, jadi kita sebagai pembeli juga tahu kenapa barang tersebut dijual. Kita juga tidak ragu membeli second.

Screenshot_2017-08-18-01-05-48

Selain buku, saya juga lagi mengincar mesin jahit portable. Karena lagi belajar membuat tas serut multifungsi. Dijahitnya sementara masih manual memakai tangan. Tidak rapi dan waktunya lama. Rencananya mau bikin banyak untuk souvenir bag. Kalau pakai mesin jahit beneran belum bisa mengoperasikan. Harganya juga lumayan. Makanya pilihannya jatuh ke mesin jahit mini portable bekasNah lho, di Prelo juga ada. Harganya sangat terjangkau 160 ribu rupiah.

20170819_080051
tas serut hasil uji coba

Begitu masuk ke aplikasi Prelo ini, lovelist saya langsung banyak banget. Sebagian di lovelist terlebih dahulu karena belinya harus disesuaikan dengan prioritas, ibu rumah tangga. Istilahnya langsung lapar mata kalau tidak bisa mengerem. Soalnya di Prelo, Tupperware juga ada. Perempuan mana yang tidak mengetahui merk ini, kayanya hampir semuanya tahu dan suka, ya. Saya sendiri bukan tipe orang yang suka belanja. Saya cenderung memiliki sedikit barang tapi yang awet. Ada istilah ada harga ada rupa. Mungkin itu yang cocok untuk menggambarkan Tupperware ini. Namun, di Prelo yang paling membuat tidak sabar, harganya yang jauh di bawah katalog. Sangat menggiurkan dech. Bunda, boleh cek sendiri, kok!

My Lovelist on Prelo, ada lagi kamus Bahasa Jerman second. Saya ini ibu rumah tangga yang banyak maunya. Sebelum menikah sudah mempunyai rencana untuk kursus Bahasa Jerman. Namun, Tuhan memberi skenario yang lain. Saya belum bisa membagi waktu dan memutuskan fokus pada anak dan keluarga terlebih dahulu. Setelah dirasa bisamempunyai cukup waktu, saya perlahan mencoba belajar bahasa Jerman secara otodidak dengan bantuan internet dan youtube. Tentu saja saya membutuhkan kamus donk. Sudah mengecek ke Toko buku tapi karena pertimbangan prioritas ditunda dulu beli kamusnya. Sampai akhirnya ada yang menawarkan Kamus Bahasa Jerman bekas. Tidak apa-apa toh kondisinya masih layak.

Screenshot_2017-08-19-06-38-48

Itu tadi sebagian lovelist saya di Prelo. Ngomong-ngomong tentang Prelo, kenapa harus belanja di Prelo?

  • Meskipun labelnya, jual beli barang bekas tapi tidak melulu barang yang dijual sudah dipakai. Ada keterangan barang masih baru 95-100% alias belum digunakan. Alasannya bisa karena tidak dipakai sampai kelebihan stok.
  • Harga lebih murah dan berkualitas. Setidaknya saya langsung tahu harus kemana mencari barang bekas idaman yang tidak mengecewakan.
  • Adanya kategori dan filter yang membuat belanja lebih efektif. Kategorinya women, men, beauty, book, gadget, antique, hobby, baby & kids, dan living. Filter-nya bisa berdasarkan urutan (populer, terkini, harga terendah, dan harga tertinggi), kondisi (masih baru 95-100%, sangat bagus 85-95%, bagus 70-85%, dan cukup <70%), free ongkos kirim, lokasi penjual, ukuran, dan rentang harga.
  • Gampang cara bertransaksi dan bayarnya.
  • Pas buat dompet ibu rumah tangga seperti saya.

Penasaran. Download Prelo sekarang, yuk. Lovelist barang incaran, Temans dan cobain belanja. Kalau ada yang cocok langsung chat dengan penjualnya dan klik beli. Nih, saya ada voucher Rp 25.000. Gunakan kode referral berikut ya:

rinadarmaRmh

Share juga pengalaman kamu menggunakan Prelo dan raih hadiahnya 🙂

 

 

header-blog-vol-2-mobile-rev

 

 

Diposkan pada Artikel, lomba blogging, ODOP

Mencari Stalagtit Penghasil Bunyi Gooongg

“Senternya… Di dalam gelap!” Para tukang penyewaan senter itu segera menghampiri kami. Mereka berebut setiap wisatawan tampak berkunjung. Mencoba mengais rezeki bermodalkan senter penerang kegelapan. Kami menolak halus dan berlalu dari satu ke yang lainnya.

Hujan menyambut kami, saya dan suami begitu tiba di pelataran Goa Gong. Goa terindah di Asia Tenggara. Ikon Kota seribu satu goa, Pacitan. Sudah lewat duhur kami sampai usai menikmati merdunya Seruling Laut di Pantai Klayar. Takut keburu senja, kami segera meniti anak tangga menuju Gua Gong. Melewati dua patung penjaga, kalau tidak salah namanya patung gandapura. Patung penyambut yang biasa terdapat di candi. Kadang juga dijumpai di rumah maupun hotel penganut atau pecinta Jawa kuno.

jalan di dalam goa gong
Goa Gong (Foto: Wisata Kita)

Begitu memasuki lorong gua, ornamen gua yang cantik segera menyambut kami. Stalagtit yang tergantung dan stalagmit yang menjulang dipendar warna warni lampu bak pelangi. Menyusuri lorong gua sedalam kurang lebih 256 meter ini jalurnya sudah memadai. Guanya pun tak benar-benar gelap, beberapa lampu pijar membuat dalam gua temaram. Sehingga wisatawan bisa masuk sendiri meski pemandu tetap akan merayu menjajakan dongengannya.

Tak seperti keberadaan candi yang biasanya ditemukan oleh orang asing misalnya Candi Borobudur di Magelang yang ditemukan oleh Thomas Stanford Raffles, gua ini ditemukan oleh dua orang penduduk lokal. Namanya Mbah Noyo Semito dan Mbah Joyo sekitar tahun 1930. Mereka hendak mencari mata air karena kondisi Dusun Pule saat itu dilanda kemarau panjang. Berdasarkan sumber cerita dengan menggunakan obor yang terbuat dari daun kelapa kering yang diikat, mereka mencoba menelusuri lorong-lorong gua. Setelah menghabiskan tujuh ikat obor, mereka menemukan beberapa sendang dan mandi di dalamnya.

Batu Gong-nya Dimana?

Goa ini dinamakan Goa Gong karena berdasarkan pengakuan masyarakat konon sering terdengar bunyi gong dari dalam goa ini. Gong alat tetabuhan musik Jawa yang bila dipukul akan memantulkan bunyi gooonggg dengan cukup keras.

Secara ilmiah suara mirip gong yang didengar oleh masyarakat sekitar merupakan bunyi tetes-tetes air yang jatuh di dasar gua. Suara tersebut kemudian bergema dan menyerupai bunyi gong. Namun, tak ada salahnya mencoba mencari batu gong kan ya?

Kami pun penasaran mencari batu gong tersebut. Kami mulai menuruni anak tangga yang cukup curam. Di dalam gua pun dibagi dalam beberapa ruang yang sudah ditandai dan terlihat jelas. Meski fasilitas tangga sudah baik dan berpagar pembatas dari besi tapi tetap harus berhati-hati. Terlalu asyik mengagumi fenomena alam ini bisa membuat kita terlena dan tergelincir. Batuan di dalam gua ini memiliki ujung-ujung yang lancip sehingga jika terkena bisa merobek kulit. Namun, batuan yang merupakan endapan beberapa mineral ini sangat keras tidak rapuh. Meski begitu kita tidak boleh sembarangan memegang. Sayang kan kalau kotor dan mengurangi nilai keindahan maupun estetikanya.

keindahan goa gong (1)
Ornamen Goa Gong ( Foto: Wisata-Kita.com)

Sembari menuruni anak tangga, ornamen yang terbuat dari karst, kristal, dan marmer membuat takjub. Keberadaan ornamen di dalam Gua Gong membuatnya menjadi gua terlengkap di Jawa. Siapapun pasti terpesona. Karena bingung mendiskripsikannya mengutip artikel Goa Gong, Keajaiban Dunia dari Pacitan, salah satu keindahannya adalah menyerupai gorden dengan bintik-bintik seperti mutiara di dalamnya. Beberapa stalagtit dan stalagmit pun diberi nama yaitu Cello Giri, Selo Citro Cipto Agung, Cello Pakuan Bomo, Cello Adi Citro Buwono, Cello Bantaran Angin dan Cello Susuh Angin.

Saat musim hujan seperti kunjungan kami di awal Januari ini, kita bisa menyaksikan proses pembentukan stalagtit dan stalagmit dari rembesan air tanah yang menetes ke dalam gua. Stalagtit adalah endapan yang menggantung di atas atap gua sebaliknya stalagmit adalah yang lancip ke atas. Tetes-tetes air ini terus mengendapkan kalsium yang dibawanya sehingga batu di dalam Gua Gong merupakan batu hidup yang bisa bertambah panjang 0.3-1.3 milimeter per tahun.

Begitu sampai di dasar gua, saking penasaran dengan batu gong, suami hampir menepukkan dengan tangan ke setiap batu. Saya pun menguntit setia sambil ikut penasaran. “Jadi yang mana? Yang itu mungkin?”

Yeayyy… yayy… di ruangan Batu Gong inilah penghasil suara tersebut. Suami pun mencoba menepukkan tangannya. Goonggg…suara pun bergema. Seulas senyum tersungging di bibir kami.

bebatuan goa gong
Stalagtit di Gua Gong (Foto: Wisata Kita)

Mitos sendang penyembuh penyakit.

Ada apa selain stalagtit dan stalagmit? Selain banyaknya stalagtit dan stalagmit, terdapat lima sendang yang dipercaya mengandung magis yang dapat menyembuhkan penyakit. Diantaranya Sendang Jampi Rogo, Sendang Panguripan, Sendang Relung Jiwo, Sendang Kamulyan, dan Sendang Relung Nisto.

Selain sendang tersebut terdapat juga sendang bidadari. Konon beberapa orang melihat penampakan gadis cantik di sekitar lokasi ini. Mistis juga ya? Penasaran mau wisata horor boleh juga lho di tempat ini. Kalau saya pribadi langsung angkat tangan.

Ya, bau-bau mistis gua dan letaknya yang tersembunyi biasanya dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk bertapa dan mencari pesugihan. Kalau Temans di era digital ini masih percaya dengan pesugihan yang membuat kita kaya?

Oleh-oleh

Berkunjung di Goa Gong, cindera mata yang banyak ditawarkan adalah batuan. Batu-batu semacam batu akik banyak dijual di sini. Kalung dengan bandul batu mirip bola dunia itu begitu memikat. Batu warna-warni yang akan mengkilap dalam gelap. Dan tak lupa oleh-oleh batu bandul buat ibu. Eitsss…tapi bukan batu enteng jodoh maupun pembawa berkah ya?

Bicara soal harga, jangan khawatir, sangat terjangkau. Sebab langsung ke perajin batunya. Tak ada salahnya mencoba menawar terlebih dahulu. Selain membeli kita juga bisa menyaksikan mereka saat berkarya mengubah batu-batu jadi bernilai ini secara langsung.

Bagaimana ke sana?

Lokasinya berada di Dusun Pule, Bomo, Kecamatan Punung sekitar 30 kilometer dari jantung kota Pacitan atau 10 kilometer sebelum Pantai Klayar. Bisa naik kendaraan umum maupun naik kendaraan pribadi.

Atau mencoba seperti kami yang berangkat dari Klaten naik sepeda motor. Dari Klaten kami mengambil arah Wonogiri. Mulai dari Wonogiri perjalanan mulai berliku khas kota pegunungan. Dari kota waduk Gadjah Mungkur ini, kami langsung menuju Pacitan dengan berbekal plang tanda penunjuk arah dari Dinas Perhubungan. Tak hanya di lokasi wisata, julukan Paradise of Java memang pantas menyemat untuk Kota Pacitan. Ciri khas kawasan karst layaknya Gunung Kidul dan Wonogiri akan menyuguhkan sajian panorama yang amazing. Jika Temans mau berkunjung naik mobil, usahakan jangan tidur selama perjalanan. Selamat mencoba!

Screenshot_2017-08-13-10-05-26-1

Belum ke sini? Ke sini, yuk! Sudah ke sini? Ke sini lagi, yuk! Sharing cerita perjalanan Temans juga ya^^

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

Diposkan pada Artikel, lomba blogging, ODOP

Menantikan Merdunya Seruling Laut

Deburan ombak menghantam batuan karang. Dedaunan kelapa berdesir diembus angin. Paduan sempurna membentuk nada-nada indah. Nyanyian gelombang di tepi Pantai Klayar. Sihir seruling laut nan memikat pelancong.

Pntai-Klayar.jpg
Pantai Klayar (Foto: wisataindonesia77.blogspot.co.id)

Pagi-pagi benar, saya dan suami sudah tiba kembali di Pantai Klayar. Sebelumnya, kami datang kesorean dan hanya bisa menikmati sunset. Meski kurang sempurna karena tertutup gerombolan mega mendung. Kami tak berniat mengejar sunrise tapi penasaran menantikan merdunya seruling laut. Celah-celah batu karang yang mengeluarkan bunyi. Mix ciamik antara angin, air, dan gelombang yang menyembur laksana air mancur instan.

Untuk bisa menikmati karang-karang penghasil nyanyian ini, dari jalan masuk utama, ambil arah ke sebelah kiri sampai mentok. Letaknya di sisi timur atau ujung timur Pantai Klayar. Kita akan melewati pantai datar yang relatif tenang sebelum sampai ke lokasi pasir putih dengan ombak khas pantai selatan. Gelombang-gelombang besar akan bergantian datang menghantam karang-karang. Ya, sekitar 200 meter dari awal berjalan. Selamat, Temans sudah sampai di karang penghasil nyanyian gelombang!

Kalau seperti yang saya tonton di acara Jejak Petualang, paling asyik menikmati pancuran hasil air laut yang menembus celah karang ini dari puncak bukit. Sedikit berolahraga mendaki tebing yang ada di sekitar. Di sini akan terlihat jelas pancuran air yang bisa mencapai tinggi 15 meter saat air pasang.

Kalau ingin mendekat harus menunggu air surut lalu menaiki karang yang licin dan berbahaya. Di sepanjang jalur menuju seruling laut dipasang tangga dan pagar pembatas seadanya. Selain itu, juga terdapat bendera di titik-titik rawan. Tidak disarankan menuju lokasi tanpa pemandu. Kami ingin mendekat tapi karena pantai masih sepi dan tidak ada tanda-tanda guide, nyali kami ciut juga. Bagaimana kalau gelombang tiba-tiba menyapu kami tanpa seorang pun tahu. Nekad yang konyol itu namanya.

seruling-samodra-di-tebing-karang-pantai-klayar.jpg
Seruling Samudra (Foto: Jejak Piknik)

 

Tidak bisa melihat seruling laut dengan dekat tidak usah berkecil hati. Di hamparan pasir putih yang terapit karang ini kita bisa menikmati gulungan ombak yang besar, kalau saya baca-baca ombak di sini bisa juga untuk mereka yang ingin berselancar. Namun, kami tak melihat para peselancar ini mungkin waktunya yang tak pas. Ombak besar yang tingginya bisa empat meteran dari tengah laut itu perlahan memecah menuju kaki-kaki kami. Gelombang yang membuat takjub itu sampai juga menjadi riak membawa karang-karang kecil yang telah remuk menjadi butiran pasir.

Sejauh mata memandang ke depan samudra biru membentang dinaungi atap langit biru. Sejauh telinga mendengarkan, irama musik hasil tiupan seruling laut dipadu nyangian alam menjadi soundtrack menikmati panorama laut. Tak lupa, keindahan disimpan dalam hati. Maha karya sempurna dari Sang Pencipta yang wajib disyukuri dan dijaga selawasnya. Sempurna.

pacitan1.jpg
Pantai Klayar sisi barat (Foto: kabar24.bisnis.com)

Meskipun tidak ada larangan bagi siapapun datang ke pantai Klayar, menurut saya paling pas untuk mereka yang ingin pacaran halal atau honeymoon seperti saya waktu itu. Lokasinya masih lumayan sepi asal datangnya tidak berbarengan waktu liburan. Bisa juga untuk yang merencakan piknik keluarga. Pantai Klayar bisa mengakrabkan keluarga misalnya dengan kemah atau makan bersama. Saling bercengkerama dalam suatu waktu akan memperatkan hubungan bukan? Dan study tour, layaknya pantai-pantai di Gunung Kidul, pantai ini juga merupakan pantai di kawasan karst. Sehingga sangat cocok bagi mereka yang ingin belajar tentang geologi atau belajar mengenai teori pengangkatan laut menjadi daratan jutaan tahun lalu. Di salahsatu sisi pantai ini juga terdapat tanda kalau pantai ini merupakan situs geologi. Jadi teringat lagi jepretan foto-foto kami yang tak tersisa, semua moment hanya bisa terekam dalam memori.

Saya tidak menyarankan bagi yang berfisik lemah, orang yang sudah lanjut, atau yang membawa balita. Karena ya alasan kesehatan, keamanan, dan kenyamanan. Ada beberapa tanjakan dan turunan. Saya sih mau banget datang ke sana kembali. Namun, tunggu Namiya dan Oziel bisa diajak piknik dulu. Saya bisa menikmati, mereka pun juga.

 

Cara lain menikmati Pantai Klayar. Kalau kamu memutuskan ke Pantai Klayar banyak kok yang bisa dieksplor. Di antaranya bisa mendaki bukit di sisi kanan dari jalan masuk. Tenang, anak tangga sudah di beton cuma tarik nafas dulu ya. Cukup menguras energi juga mendaki. Sesudah tiba di puncak bukit, terdapat gasebo yang bisa untuk bercengkerama dan menikmati lansekap Pantai Klayar dari atas. Gradasi perubahan warna dari Samudra Hindia hingga tepi pantai, warna yang bisa menginsipirasi siapapun yang ingin mencipta karya. Pemandangan di sebelah kiri adalah garis pantai Klayar dengan lambaian nyiur di sisinya. Dan, pastinya memandang karang-karang seruling laut yang disebut juga bentuknya mirip sphink atau patung singa di Mesir. Sphink ini juga dikenal juga dengan nama Watu Lumbung.

bukit-dan-pepohonan-yang-memperindah-pantai-klayar.jpg
Garis Pantai Klayar (Foto: Jejak Piknik)

Menyeruput kelapa hijau di warung-warung warga. Usai menikmati pemandangan dari atas bukit, degan ijo adalah minuman pas pelepas dahaga. Air kelapa hijau yang manfaatnya sudah tidak diragukan lagi. Dipercaya bisa mengganti ion-ion tubuh yang hilang . Apalagi degan ini belum melakukan perjalanan panjang ke kota ya, masih habis dipetik. Segarnya. Sruputtt!

Berjalan-jalan di atas batu berkarang. Di sini bisa belajar makhluk laut seperti ikan, bintang laut (Echirnodenata), kerang-kerangan (Mollusca), rumput laut, dan lain-lain. Namun, tetap waspada ya saat melangkah takut terjebak di antara karang. Paling pas menikmati saat air surut sehingga binatang-binatang terjebak di antara karang.

Mengenal budaya sekitar. Ketika berwisata ke suatu tempat tidak cukup hanya dengan datang, kagum, berfoto, kuliner, lalu pulang. Kalau bisa saya sendiri sih setidaknya mengobrol dengan satu orang penduduk asli bisa juga penjual di warung-warung. Dari obrolan ini biasanya kita akan lebih bersyukur pada diri kita sendiri. Belajar menghargai orang dan banyak makna perjalanan yang akan kita dapatkan. Misalnya kita belajar nama asal usul tempat. Klayar dinamakan dari istilah klayar kluyur yang artinya jalan-jalan.

Mitos di Pantai Klayar, Sumur Pembawa Berkah?

Layaknya cerita-cerita keangkeran Laut Selatan, Pantai Klayar juga mempunyai mitos sendiri. Tebing-tebing batuan bukan semata-mata terjadi akibat abrasi tapi dipercaya masyarakat terbentuk dari perang gaib penguasa Laut Cilacap yang ingin menguasai Pantai Klayar. Di balik tebing-tebing batu terdapat tiga sumur yang dipercaya membawa berkah, yaitu sumur sunyarata, cindelaras, dan satu sumur besar.  Dengan membasuh muka dengan air tersebut dipercaya dapat memancarkan aura kebaikan. Kalau Temans percaya?

Bagaimana ke sana?

Lokasi Pantai Klayar terletak sekitar 40 kilometer dari pusat Kota Pacitan, Jawa Timur berbatasan dengan Wonogiri, Jawa Tengah. Tepatnya di Kalak, Sendang, Donorejo. Untuk menuju Pacitan bisa melalui Yogyakarta dengan jarak tempuh sekitar 110 kilometer melalui Gunung Kidul-Wonogiri-Pacitan. Kalau dari arah Semarang (utara) bisa masuk lewat Solo-Wonogiri-Pacitan kurang lebih berjarak 100 kilometer. Sedangkan dari arah timur melalui Ponorogo-Pacitan dengan jarak kurang lebih 110 kilometer. Paling enak menggunakan kendaraan pribadi. Jalanan menuju Pantai Klayar bisa dikatakan memicu adrenalin. Jalanan menanjak, berkelok, menikung, dan turunan khas pegunungan. Jangan sampai terlena dengan pemandangan di sisi kiri kanan jalan ya. Kalau mau naik kendaraan umum, bisa naik bus ke Pacitan. Untuk menuju ke Pantai Klayar dengan naik ojek, bak terbuka, dan mobil matuk, mobil yang mengantar-jemput mereka yang pergi ke pasar.

Screenshot_2017-08-12-07-34-57-1

Dimana bermalam? Di Pacitan rasanya sayang kalau tidak memutuskan menginap. Perjalanan yang cukup jauh harus dibayar tuntas di sini. Kalau ingin mencari hotel dengan fasilitas lengkap terdapat di pusat kota. Namun, kalau ingin dekat dengan lokasi wisata, pilihan utama adalah homestay penduduk. Kalau kami waktu itu memilih menginap di rumah warga, keramahan penduduknya membuat kami kepincut untuk membaur bersama. Sangat terjangkau, satu kamar dengan dua bed lengkap dengan televisi plus satu kamar mandi bonus sarapan hanya 100 ribu per malam. Itu harga tahun 2014 ya.

 

Gimana keindahan Pantai Klayar, ciamik kan? Segera buka kalender cari dan tandai tanggal yang pas. Yuk, dengarkan sendiri seruling lautnya 🙂

 

” Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Pacitan Paradise Of Java yang diselengarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pacitan”

 

 

Diposkan pada Artikel, lomba blogging, ODOP

Borobudur International Festival 2017, Momentum Kembalikan Kejayaan Nusantara di Mata Dunia

Nenek moyangku orang pelaut,

gemar mengarung luas samudra,

menerjang ombak tiada takut,

menempuh badai sudah biasa.

Lagu ini diciptakan bukan untuk dongeng-dongengan semata. Tidak hanya Marcopolo, Vasco da Gama, Laksamana Cheng Ho, pelaut-pelaut Bugis pun melakukan petualangan melintas samudra dan benua. Hanya sayangnya, mungkin saat itu pelaut nusantara tidak gemar menuliskan petualangan sehingga kurangnya catatan sejarah. Negara kepulauan dengan pelaut-pelaut gagah berani juga membuat Indonesia menyemat Negara Maritim. Sebuah slogan yang kembali digaungkan Presiden Joko Widodo. Tak tanggung-tanggung untuk mewujudkannya dipilih Menteri Kelautan dan Kemaritiman yang tegas dan pemberani asal Pangandaran Ibu Susi Pudjiastuti. Tanpa ragu, beliau akan meledakkan dan atau menenggelamkan kapal asing yang melakukan illegal fishing di wilayah perairan Indonesia.

Bukti lain kalau penduduk Nusantara gemar berlayar adalah dengan adanya relief kapal di Candi Borobudur, Jawa Tengah. Saking indahnya, mantan Angkatan Laut Inggris Phillipe Beale yang berkunjung ke Borobudur tahun 1982 ingin membuat kapal serupa dan melakukan ekspedisi seperti yang dilakukan pelaut Indonesia. Dua puluh tahun kemudian, cita-cita kapal dengan bahan baku kayu tersebut baru terwujud. Kapal mulai berlayar menjelajah Samudra Hindia hingga wilayah Afrika. Jika ingin melihat kapal tersebut dan menelisik lebih lanjut jalur ekspedisi kayu manis bisa berkunjung ke museum dengan nama yang sama, Museum Kapal Samudraraksa di kompleks Candi Borobudur, Magelang Jawa Tengah.

Kapal Samudraraksa

DSCN0375
Kapal Samudraraksa (Foto by berbagifun)

Jika orang asing saja tertarik dengan sejarah masa lampau Indonesia bahkan rela merogoh kocek, tenaga, dan pikiran untuk membuat replikanya dan merasakan “sensasi”nya, bagaimana dengan kita sebagai generasi muda?

Event International Festival Borobudur (IBF), 28-30 Juli 2017, mengusung Pesona Borobudur di Mata Dunia secara tidak langsung akan menyorot Indonesia. Candi Borobudur merupakan candi Budha yang setiap Hari Raya Waisak dilaksanakan perayaan tapi bukan berarti candi ini hanya milik umat Budha saja. Candi Borobudur juga menjadi cermin kebhinekaan toleransi antar umat beragama di negara yang mayoritasnya Muslim ini. Sudah selayaknya kita tidak cukup hanya bangga, tapi juga menjaga dan merawat Warisan Budaya yang sudah diakui UNESCO tahun 1991 yang juga menjadi salahsatu dari tujuh keajaiban dunia ini.

Bagaimana kita mengambil hikmah dari peninggalan nenek moyang di abad 8 pada masa Raja Samaratungga dari Dinasti Syailendra ini, apakah kita harus membangun bangunan serupa? Tentu tidak. Tapi, setidaknya saya pribadi akan berkata, jika pada zaman dahulu sebelum teknologi dan era sebegitu mudahnya seperti sekarang bisa tercipta bangunan sedemikian megah, bangunan tanpa semen hanya dengan menyusun batu, lalu apa karya kita di masa sekarang?

Terlepas dari kekurangan manusia, di era Presiden Soeharto, beliau menggaungkan Indonesia menjadi salahsatu “Macan Asia”, hal ini salahsatunya diwujudkan oleh Pak BJ Habibie lewat pesawat-pesawat ciptaannya seperti N250 melalui Industri Pesawat Terbang Nusantara, kala itu. Sebagai rakyat Indonesia, tentu kita akan bangga tinggal di negara maju. Tidak hanya itu, tapi di negeri yang baldatun thoyyibatun warobun ghofurrun. 

Borobudur, Negeri Kahyangan; Indonesia. Negeri Kaya dan Damai

Candi Borobudur dari Puncak Bukit Suroloyo (foto by panduanwisata.com)

Pernah mendengar Indonesia disebut-sebut sebagai Atlantis yang hilang? Ilmuwan asal Brasil Aryos Santos setelah melakukan penelitian selama 30 tahun menyebutkan Atlantis yang hilang itu adalah Indonesia. Dalam buku “Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization” ditampilkan 33 perbandingan seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.

Terkait cara bercocok tanam bersawah, konon ini berasal dari Indonesia dan disebut pula dalam Al Quran Surat Ali Imron ayat 14 sebagai al harats. Para ahli sejarah percaya percaya bahwa nasi atau beras yang mudah penanamannya, peradaban awalnya berasal dari Nuswantarah (nama kuno Indonesia) sekitar 10.000-9.000 tahun yang lalu. Kemudian menyebar seiring penyebaran manusia  dan ditanam di kawasan tinggi Himalaya, daratan Thionghoa, Eropa Timur, Australia Barat, Afrika, dan Amerika. Karenanya, selain menyandang negara maritim, Indonesia juga menyemat Negara Agraris. Subhanallah sekali ya negara kita.

Karena itu, sudah selayaknya kita mengembalikan kejayaan Indonesia salah satunya melalui pesona Borobudur di mata dunia. Tidak usah berpikir rumit, ya, semua bisa mulai dari yang kecil misalnya dengan keahlian dan ketrampilan kita. Misalnya menulis seperti ini, buat Indonesia bangga karena melahirkan kamu. 

Terlepas fakta atau tidak, sematan benua atlantis yang hilang tidak boleh membuat generasi muda terlena. Saat ini kebutuhan travelling sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Misalnya saat mengunjungi Candi Borobudur, kebanyakan wisatawan mancanegara tidak hanya sekedar mengagumi tapi juga meneliti dan melakukan langkah lanjutan. Kita sebagai tuan rumah tentu harus lebih unggul, jangan sekedar ber-selfie. Banyak yang bisa dipelajari di Candi Borobudur dari arsiteknya, mempelajari reliefnya, filosofinya, dan sebagainya. Masa orang lain justru yang mengetahui lebih banyak tentang rumah kita. Atlantis dikenal mempunyai peradaban yang tinggi diantara ciri masyarakatnya yang bisa dicontoh, antara lain:

  1. Kehidupan yang dipenuhi kecerdasan.
  2. Teknologi yang tinggi
  3. Pengobatan yang maju
  4. Pendidikan anak yang ketat

Saya rasanya kok terlalu menggebu-gebu ya menulis tentang Candi Borobudur ini. Mungkin karena dari “zaman” piknik TK – SD, dan saat kuliah sering main ke sini. Saat kuliah tak terhitung berapa kali mengunjungi world heritage ini sebab lokasinya mudah terjangkau, kurang lebih bisa ditempuh satu jam naik sepeda motor. Teman-teman sudah ke sini belum? Yuk, kita napak tilas kejayaan Nusantara dengan berkunjung ke Candi Borobudur?

 

#GenPIJatengBorobudur

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

 
Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Generasi Pesona Indonesia Jawa Tengah 2017 yang diselenggarakan oleh Generasi Pesona Indonesia Jawa Tengah