Diposkan pada blog competition, Reviews

Tetap Langsing Meski Berbuntut Dua

sf01

“Mbak Rin, awet kecil ya badannya, yang lain (aku) pada mbedah (gemukan)…”

Begitu salahsatu temanku mengomentari foto diatas. Hmmm… Kalau kataku, tidak ada yang instan atau serta merta. Semua membutuhkan proses dan konsistensi termasuk dalam hal menjaga berat badan.

Akupun sama seperti perempuan lain. Paling takut badan melar setelah melahirkan. Bahkan saking parnonya, aku pernah bertanya pada suami, jauh sebelum kelahiran anak pertama, “kalau aku jadi gendut kamu masih cinta aku ga?”

Konyol banget ya. Karena perawakanku mungil jika berbadan melar serasa bola gelinding. Bisa-bisa kalau jalan sama suami layaknya angka sepuluh 10. Dia tinggi semampai dan aku membulat. *jangan dibayangkan ya

Daripada memikirkan momok tersebut. Ini nih rahasiaku menjaga agar badan tetap awet langsing, memiliki berat badan ideal, dan perut tetap kecil tanpa lemak bergelambir. Tiga hal sederhana yang aku lakukan, yaitu:

1. Puasa

Daripada kita diet ini itu untuk mengurangi karbohidrat agar tidak overweight, kenapa tidak sekalian diniatkan ibadah sunnah saja? Puasa sebagaimana kita tahu merupakan menahan makan dan minum dalam waktu yang ditentukan. Bahkan sebelum melakukan operasi dokter kerap meyarankan puasa. Sebab, dengan puasa tubuh kita sementara akan membersihkan diri dari zat-zat yang tidak berguna.

Cara berpuasaku disesuaikan dengan kebutuhan dan dilihat dari kesibukan kecuali puasa Ramadhan ya harus sebulan penuh kecuali mendapat halangan. Misalnya puasa setiap senin dan kamis. Kadang selang-seling, sehari puasa sehari berbuka atau disebut puasa Daud. Tapi yang penting diingat begitu berbuka jangan langsung rakus segala dimakan. Terus malamnya ngemil, ya sama saja bohong ya. Kembalikan ke niat utama sebagai ibadah ya. Apalagi dalam Islam saat puasa doa kita itu di-ijabah. Jadi selama berpuasa kita juga berdoa agar badan langsing hehe… Kamu juga bisa kok puasa sesuai keyakinan kamu.

2. Olahraga ringan

Olahraga yang aku lakukan sederhana saja asal rutin. Namanya sudah ibu-ibu, aku tahu diri kalau diajak lomba lari pasti ngos-ngosan. Mengejar si kecil yang lari saja langsung keringetan. Nah, kalau tujuan olahraga yang aku lakukan adalah agar perut tetap rata yakni dengan push up 3 kali sebelum tidur dan 3 kali sesudah bangun tidur. Kalau tidak push up ya sit up, kalau saat sit up bisa juga lho melibatkan si kecil. Misalnya minta tolong mereka untuk memegangkan kaki kita agar kita lebih enak saat mengangkat badan.  Untuk yang baru memulai latihan ini, ulangi dulu beberapa kali. Aku juga yang penting kualitas dan konsisten bukan berapa kali kita bisa tapi besok sudah KO. Mending rutin 3-6 kali daripada 100 kali tapi kadang kala. Yang penting konsisten sehingga tujuan agar perut tetap rata tercapai.

Gerakan ini cocok buat siapa saja kecuali kalau baru melahirkan/operasi ya jangan ya. Tidak perlu mengeluarkan biaya mahal. Kita tidak perlu menyisipkan jadwal ditengah agenda yang padat dan malah kadang batal padahal sudah direncanakan jauh-jauh hari di pusat kebugaran.

Kalau kita sudah menjadi ibu-ibu mempunyai perut rata adalah kebanggaan bukan? Hihi… Soalnya sekarang kalau ketemu teman, aku pasti melirik bagian perut.  Lalu aku tersenyum dan tak mengungkapkan. Karena ini bagian sensitif para ibu-bu jika disinggung lemak. *Maafkan ya teman… 

3. Mengonsumsi Slim & Fit

Sekarang pertanyaannya apakah dengan mengurangi porsi makan dan berolahraga saja sudah cukup? Sebab, tubuh kita juga memerlukan menu seimbang. Kandungan gizi seperti protein, serat, karobidrat, kalsium, vitamin, dan mineral harus tetap terpenuhi. Agar berat badan ideal dan sehat. Tidak baik juga kalau terlalu kurus dan berpenampilan tidak bugar. Sebab, berat badan ideal bukan berarti kurus. Cek dulu, berat badan kita sudah ideal belum, yuk. Rumus menghitung berat badan ideal:

Berat badan ideal perempuan (kg) = {tinggi badan (cm) – 100} – {[tinggi badan (cm) – 100] x 15%}

Contoh perhitungannya misal tinggi badan 150 cm. Berat badan ideal = {150 – 100} – {[150-100]*15%} = 42,5 kg

 

sf02

Slim&Fit ini rasanya kental dan enak. Tersedia dalam dua varian rasa coklat dan vanilla. Rasanya sendiri aku cocok karena sewaktu hamil dan menyusui terbiasa mengonsumsi produk dari Kalbe (Prenagen Mommy, Lovamil, Lactamom maupun Anmum). Yang jarang minum susu tidak akan merasa eneg karena bisa diselang-seling rasa. Bisa juga disajikan hangat atau dingin sesuai selera. Catat ya: Slim&Fit ini tidak disarankan bagi ibu hamil dan menyusui ya dan anak kecil dibawah lima tahun.

Mengonsumsi Slim&Fit dua kali sehari sebagai sarapan dan makan malam atau sehari sekali saat pagi atau malam hari dapat menjaga berat badan tubuh.

Untuk mendapatkan hasil optimal bisa mengikuti saran penyajian yaitu:

  • Satu gelas Slim&Fit milk 200 kkal sebagai sarapan plus dua apel/buah
  • Makan siang nasi seimbang
  • Satu gelas Slim&Fit milk 200 kkal sebagai makan malam plus sayur dan sepotong apel/buah

Kalau pas puasa bisa minum susu Slim&Fit saat sahur dan atau sebelum tidur.

Kelebihan Slim & Fit:

  • Kenyang lebih lama (karena tinggi protein, tinggi serat, dan mengandung karbohidrat lepas lambat Isomaltulosa). Proteinnya tinggi lho jadi bisa untuk mengencangkan otot juga.
  • Rendah lemak & gula (50% lebih rendah dari susu diet sejenis)
  • Tinggi Kalsium (setara dengan susu-susu tinggi kalsium lainnya)
  • Kalori terkontrol 200 kkal/saji
  • Hasil testimoni menyatakan dapat turun 1 kg/minggu bahkan 4-6 kg sebulan

Kalau teman-teman tertarik mau mencoba, aku mempunyai voucher untuk potongan diskon 20% dengan pembelian minimal 3 box Slim&Fit varian apa saja. Makin hemat karena tidak ada maksimal penggunaan kode voucher jadi bisa dipakai berkali-kali. Langsung ke www.kalbestore.com ya dan gunakan kode berikut:

rinatri20

Itu tadi rahasia sederhana badan awet singset ala aku eh sudah bukan rahasia lagi ya. Kalau kamu gimana cara menjaga badan tetap langsing walau sudah ibu-ibu. Share juga pengalaman kamu, ya.

Happy blogging with Rina^^

Iklan
Diposkan pada Reviews

Review Susu Cair SGM UHT

IMG_9762

Awal berkenalan dengan susu cair SGM UHT adalah saat mengikuti mom ambassador SGM di Yogyakarta, 7-9 Maret 2018. Alhamdulillah, aku terpilih sebagai mombassador batch #7. Acaranya sendiri bertabur ilmu dan penuh keseruan, dari outbond, workshop, kunjungan pabrik SGM di Klaten hingga galadinner. Tak hanya buat ibu, pihak SGM pun memberi oleh-oleh buat si kecil di rumah. Yup, varian baru SGM, susu cair UHT.

Waktu ditunjukkan respon Namiya (3,5 tahun) biasa saja. Mungkin karena baru pertama melihat susu kotak dengan kemasan warna merah. Awal ia menyeruput tak begitu lahap. Penasaran, aku mencobanya. Ternyata waktu aku coba memang rasanya kurang manis. Lidahnya sudah terbiasa susu UHT yang lebih manis.

Aku sendiri tak begitu kaget, karena sudah diberi penjelasan sebelumnya tim SGM dalam salahsatu diskusi dengan Sari Husada. Rasa kurang manis ini karena susu SGM tidak menambah pemanis melainkan hanya berasal dari gula susu. Sehingga membuat kadar gula yang dikonsumsi untuk anak menjadi aman.

Akhirnya sedikit dibujuk dan diberi pengertian, Namiya mau mencoba lagi. Yang bikin geleng-geleng, dia jadi suka langsung nyelonong ke rak susu cair SGM sendiri setiap ke minimarket alias wajib beli. Rasa yang disukai coklat kalau yang stroberi dari kecil emang ga mau.

Waktu pertama kali mencoba susu cair SGM pun tak ada keluhan sakit perut atau susah BAB. Soalnya ia pernah susah BAB saat awal-awal minum UHT. Aku sendiri ga khawatir memberi susu cair SGM karena mengadaptasi kebaikan susu bubuk SGM Eksplor yang sudah memberikan gizi kepada anak Indonesia sejak tahun 1965.

Kalau ditanya hal yang paling disukai dari susu ini karena mengandung complinutri yang penting untuk mendukung tumbuh kembang si kecil. Dari perkembangan otak yang mendukung kreativitas, kekuatan tulang dan gigi, menjaga imunitas, dan menambah energi.

SGM Aktif UHT mengandung nutrisi lengkap berupa:

  • omega 3 & 6 yang mendukung kreativitas dan perkembangan otak si kecil,
  • kalsium dan vitamin D meningkatkan kekuatan tulang si kecil,
  • zinc dan vitamin C menjaga imunitas si kecil, dan
  • B1, B2, B3, B5, B6, B9 menambah energi untuk beraktivitas.

Dibalik kemasannya terdapat permainan yang menarik buat si kecil. Sebelum, aku kasih tahu ternyata Namiya sudah menemukan sendiri permainan ini. Ia ngomong sendiri sambil menggerak-gerakkan jarinya dalam labirin. Mungkin pada kemasan berbeda bisa ditambah variasi lainnya misal tebak-tebakan atau pengetahuan. Tidak harus game yang berbasis aplikasi yang harus ribet download di playstore —makan kuota dan kapasitas ruang :D–. Selain itu, secara pribadi memang tidak suka, karena kita ingin meminimalir ketergantungan anak dengan gadget.

Secara keseluruhan, aku dan Namiya suka sekali dengan SGM aktif cair. SGM cair menjadi pilihan untuk menemani dan bekal sehari-hari untuk aktivitas positifnya seperti bermain sembari belajar dan berenang. Harganya juga masih relatif terjangkau untuk kemasan 110 ml berkisar Rp 3,500. Hanya pemasarannya belum masuk ke warung/toko terdekat sehingga masih harus jauh ke minimarket/supermarket.

Dengan nutrisi lengkap sebagai ibu aku berharap Namiya bisa menjadi generasi maju yang tumbuh pintar/kreatif, percaya diri, supel, dan mandiri.

Bagaimana dengan bunda? Sudah mencoba varian baru dari SGM ini belum? Share juga pengalaman si kecil minum susu ini di komentar ya ^^