Diposkan pada Tips & Trik

Bagaimana Menjadi Influencer yang Bagus?

Screenshot_2018-02-12-16-54-37_1

Kok aku tiba-tiba menulis tentang influencer ya. Bukan berarti aku sudah ekspert lho ya. Ini sharing hasil mengikuti Arisan Ilmu Kumpulan Emak Blogger (KEB) Solo. “Influencer How dan Why” di Grapari Telkomsel Solo, 11 Februari 2018 bersama Bellawati Dityasari, Digital Marketing Communication Enthusiast.

Jadi sedikit cerita bagaimana aku bisa join acara ini. Karena kebetulan sedang di Klaten. Niat awal pulang kampung karena mau ke mantenan (pernikahan) saudara. Ternyata kok jadwal Kelas Inspirasi (KI) di bulan yang sama sekalian saja berpartisipasi. Eh setelah KI malah ada Arisan Ilmu Solo (padahal malah acaranya utama mantenan
belum). Sekalian saja mumpung belum balik Bandung. Jadi ibarat sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.

Rasanya beruntung banget aku ikut Arisan Ilmu KEB ini. Wow banget buatku. Apalagi aku yang baru aktif ngeblog dan ikut komunitas akhir akhir ini. Walaupun umur blognya sendiri sudah lama. Tapi ya begitu ga konsisten dan ala kadarnya alias let it flow.

Sembari mendengarkan aku merasa ternyata dunia blogger itu tak selebar daun kelor (kemana aja ya kan?). Hingga blogger bisa menjadi influencer tak kalah sama selebriti. Menurut Bella, dalam piramida influencer, rata-rata para blogger berada pada posisi micro influencer dengan followers 1000- 50 k tapi memiliki engagement 25-50%. Sedangkan artis sebagai mega influencer dengan followers 500k++ mempunyai engagement 2-5%. Hmmm…

Nah, untuk menjadi influencer ini menurutku tidak mudah. Butuh effort dan perjalanan yang tak cepat. Bagaimana sih menjadi influencer yang bagus dan dilirik oleh agensi. Berikut point-point dari Bella:

P_20180211_103907

1. Bangun personal branding
Berbicara tentang personal branding ini kalau bagi aku sendiri susah banget. Karenanya blog masih bertahan di gratisan. Susah mau menentukan niche. Soalnya kalau menurut buku Rene Suhardono “YJNC” aku itu cenderung generalis bukan spesialis. Makanya pingin nulis tentang review buku tapi kok ya pingin nulis tentang sepak bola tapi kok ya pingin nulis berkebun tapi kok ya pingin nulis yang lain. Jadi random banget. Padahal kata Bella ini pilihan niche yang tepat mempengaruhi kesuksesan blog lho. Kalau masih random kaya aku dia menyarankan untuk melihat konten yang sering kita tulis, popular post, dan interest kita. Bagus juga kalau kita memiliki konten yang unik yang lain belum mempunyai.

2. Tulis konten dan presentasikan dirimu sesuai persona
Kuncinya konsisten. Wah aku langsung melirik blog. Susah konsisten ini biasanya karena bingung mau menulis apa. Konsisten menulis pun harus sesuai branding diatas misalnya parenting konten-konten harus berhubungan. Nah, kalau dapat sponsor post harus dibuat se-smooth mungkin. Hindari misalnya kalau tidak pernah menulis A kok tiba-tiba mengulas A. Billboard banget kan ya. Padahal masyarakat kita sudah makin pintar dan mulai jenuh dengan iklan. Kalau tulisan kita jelas iklan pasti di skip oleh pembaca. Ga mau kan ya?

3. Kenali pembaca dan kumpulkan massa
Siapa sih pembaca blog kita?  Kalau sudah segmented lebih enak dan jelas sasarannya. Kalau belum, saran Bella, tulis konten yang bikin kamu di-follow. Kalau sudah menulis kemudian jangan sungkan untuk share konten ke komunitas yang sekiranya membutuhkan artikel kita. Jangan hanya dibagikan ke komunitas sesama blogger saja. Nanti yang tahu informasinya ya teman-teman kalangan blogger sendiri. Karenanya, itulah pentingnya networking. Katanya, jangan lupa juga maintain engagement dengan followers.

4. Melek data
Jangan malas untuk mengevaluasi performa. Urusan angka memang terlihat njlimet ya. Tapi kalau ada sponsor post urusan report ini penting. Karena report inilah yang penting bagi brand atau agensi untuk dilaporkan kembali ke atasan. Biasanya untuk dianalisis kembali apakah strategi campaign berhasil apa tidak? Selain itu bisa juga dipakai sebagai bahan portofolio.

5. Buat portofolio
Portofolio ini tidak hanya blog tapi termasuk aset media sosial blog seperti Instagram, twitter, dsb). Data followers, engagement rate. Nah, misalkan kita kuat di twitter tapi kurang di IG, bisa dijelaskan di portofolio. Tentunya harus dengan bukti bisa dengan screenshot aktivitas di twitter. Kalau ada lampirkan juga contoh sponsored post dan hasilnya. Hasilnya ini bisa komentar dari pengunjung blog/media sosial yang di screenshot.

Kalau aku pribadi sih, semua point tersebut sepertinya belum bisa ditemukan di blogku. Kalau kamu bagaimana? Sudah di tahap mana? Atau malah sudah semua? Share juga, yuk 🙂

26871994_181170839322158_8520690935980359680_n

Credit image @bellazadithya, foto tengah dokpri

Iklan
Diposkan pada Tips & Trik

5 Kesalahan Terbesar Waktu Wawancara Kerja

1518169664612

Setiap hari ribuan pencari kerja di seluruh dunia bermimpi untuk menemukan pekerjaan baik yang digaji tinggi dan cukup bergengsi. Selain mempersiapkan CV yang baik, mereka perlu mengalahkan ribuan pelamar kerja dengan berturut-turut menjalani berbagai tes dan wawancara kerja.

Untuk itu, wawancara sebagai salahsatu bagian penting dalam tahap mencari kerja perlu dipersiapkan dengan baik. Silahkan simak beberapa tips tentang 5 kesalahan saat wawancara kerja dari perwakilan Jooble, agregator lowongan kerja internasional.

  1. Pilih busana yang sesuai. Sekarang ini semakin banyak perusahaan tidak lagi menggunakan dress-code di kantor. Namun, ini tidak berarti bahwa Anda boleh berpakaian terlalu casual atau malah tidak rapi. Baju yang tidak disetrika atau terlihat terlalu boros akan membuat kesan negatif terhadap Anda di depan mata pemberi kerja. Coba memakai baju yang sederhana saja seperti kemeja dan celana atau jeans biasa. Kesederhanaan dalam penampilan belum pernah mempengaruhi keputusan perusahaan waktu wawancara kerja.
  2. Jangan pernah berbohong. Ketika membuat CV, sebutkan hal-hal yang real dan yang benar-benar dimiliki Anda. Tidak usah memperindah keterampilan dan pengetahuan Anda, apalagi kalau mereka kurang kuat. Pewawancara akan langsung melihat jika Anda berbohong atau ingin terlihat lebih “keren” di depan matanya. Anda kan tidak mau terlihat lucu iya? Contohnya, jika tingkat bahasa Inggris Anda kurang tinggi, jangan pernah tulis di CV bahwa Anda punya advanced level of English. Anda pasti tidak akan mempelajarinya sebelum wawancara kerja.
  3. Tidak usah sebutkan fakta negatif tentang tempat kerja sebelumnya. Jika ditanyakan tentang pengalaman sebelumnya, jangan pernah menceriatakan sesuatu yang tidak baik tentang pemberi kerja Anda. Apalagi, pemberi kerja baru dapat menganggap Anda terlalu sombong dan sulit dalam proses kerja. Pewawancara selalu membandingkan perilaku Anda pada jabatan yang sebelumnya dengan apa yang bisa dia harapkan dari pekerjaan Anda di perusahaannya.
  4. Hati-hati menjilat. Pertama-tama tunjukkan keterampilan dan pengetahuan profesional Anda. Baru setelah itu mulai kasih komplimen atau bercanda dengan para rekan kerja. Jangan berbuat sebaliknya, supaya tidak terlihat sama sekali tidak serius pada awal karir Anda di suatu perusahaan.
  5. Bicara dengan bijak. Wawancara kerja merupakan proses yang kompleks dan sangat menarik. Banyak yang ditanyakan dan banyak yang harus dijawab. Akan tetapi, terlepas dari itu semua, ingatlah bahwa saat wawancara kerja Anda adalah pekerja baru, bukan sebaliknya. Tidak usah sebutkan seri favorit Anda atau hobi yang mungkin akan dianggap aneh.

Semoga bermanfaat ya tipsnya. Kalau kamu mempunyai tips menghadapi wawancara yang lain boleh banget lho di share ^^